Monday, 14 December 2015
Saham AS Ditutup Menguat Terkait Minyak Yang Membayangi Kredit
BESTPROFIT FUTURES MALANG (15/12) - Saham
AS ditutup menguat, berfluktuasidi menit akhir perdagangan karena
rebound minyak mentah yang membayangi gejolak pasar kredit dan kelemahan
dalam saham komoditas sebelum Federal Reserve bersiap untuk menaikkan
suku bunga.
Indeks
Standard & Poor 500 naik 0,5 persen menjadi 2,022.08 pada 04:00 di
New York, setelah sebelumnya jatuh sebanyak 1 persen. Ekuitas menghapus
penurunan terkait penguatan minyak mentah lebih dari 2 persen setelah
berayun antara keuntungan dan kerugian.
2,8
persen penurunan untuk S & P 500 pada bulan Desember sejauh ini
membuktikan pengecualian untuk tren historis kinerja yang kuat dalam
bulan ini, dan akan menandai akhir terburuk tahun ini sejak tahun 2002
lalu. Indeks acuan berada pada 8,3 persen di atas level terendahnya
Agustus, setelah rebound sebesar 13 persen dari aksi jual musim panas.
Indeks
S & P 500 merosot ke titik nadir dua bulan terakhir pada hari Jumat
lalu, pembulatan penurunan mingguan pertama dalam empat minggu terkait
sektor komoditas dan saham keuangan memimpin penurunan. Manajer aset
memperpanjang penurunan hari ini setelah pelemahan pada hari Jumat
mengikuti langkah dari Third Avenue untuk membekukan pencairannya di
Focused Credit Fund sebesar $ 789 juta.
Ketegangan
semakin berlanjut setelah pukul 10 pagi di New York ketika indeks acuan
seperti S & P 500 dan Dow average secara singkat melonjak dan
turun. Dalam dua menit mulai pukul 10:14, SPDR S & P 500 Trust
exchange-traded fund melonjak sekitar 1 persen pada volume sekitar 10
kali angka sehari sebelumnya. Kemudian menghapus pergerakannya.
Penurunan
indeks S & P 500 baru-baru ini telah membawa indeks tersebut lebih
dekat ke tingkat yang disebut analis sebagai jenuh jual. Indeks kekuatan
relatif merupakan yang terendah sejak September.(mrv)
Sumber: Bloomberg
Saham Eropa Ditutup Turun Ke Level Terendahnya 10 PekanTerakhir
BESTPROFIT FUTURES MALANG (15/12) - Penurunan
sektor penambangan dan produsen energi membawa saham Eropa ke posisi
lebih rendah untuk sesi kelima, dua hari sebelum keputusan suku bunga
The Fed.
Glencore
Plc dan ArcelorMittal turun setidaknya 6,3 persen, mendorong saham
sektor penambangan ke level terendahnya sejak 2009. Tullow Oil Plc dan
Royal Dutch Shell Plc turun setidaknya 3,5 persen minyak juga melemah.
Investor telah berpaling dengan menolak aset berisiko menjelang
keputusan The Fed Rabu nanti, dan pedagang memberikan harga pada peluang
sebesar 74 persen bahwa para pejabat akan mengumumkan kenaikan tingkat
suku bunga pertama sejak 2006.
Indeks
Stoxx Europe 600 turun 1,8 persen pada penutupan perdagangan, menghapus
kenaikan awal sebanyak 1 persen untuk catatkan penurunan terpanjangnya
sejak Juli. Dana imbal hasil yang tinggi melikuidasi portofolio juga
berkontribusi pada sentimen bearish di pasar, kata Benno Galliker,
seorang pedagang di Luzerner Kantonalbank AG di Lucerne, Swiss.
Indeks
FTSE MIB Italia dan Indeks IBEX 35 Spanyol adalah pemain terburuk di
pasar Eropa Barat, turun 2,1 persen atau lebih. Indeks DAX Jerman
kehilangan 1,9 persen, sedangkan FTSE 100 Index Inggris jatuh ke level
terendah tiga tahunnya. Semua 19 kelompok industri pada Stoxx 600
melemah, dengan Indeks acuan jatuh di bawah tingkat yang disebut analis
teknis sebagai jenuh jual, berarti aksi jual telah pergi terlalu jauh.
Indeks
Stoxx 600 telah jatuh 9,3 persen pada bulan Desember di tengah
penurunan dalam komoditas, kekhawatiran tentang pengetatan kebijakan
moneter AS dan kekecewaan atas tingkat stimulus Eropa. Ini menuju bulan
terburuk sejak tahun 2002 akhir, kontras dengan tren musiman yang telah
menghasilkan keuntungan dalam lima dari enam sesi Desember lalu.
Di
antara saham aktif di berita perusahaan, National Bank of Greece SA
turun 30 persen pada hari pertama perdagangan setelah menyelesaikan
rekapitalisasi saham.
Old
Mutual Plc dan Investec Plc, yang mendapatkan mayoritas pendapatan
mereka dari Afrika selatan, naik setidaknya 1,4 persen. Rand rebound
setelah Presiden Afrika Selatan mengangkat kepala keuangan kedua dalam
empat hari, mundur kembali pada pengangkatan dari anggota parlemen yang
relatif tidak dikenal.(mrv)
Sumber: Bloomberg
Indeks S&P 500 Menuju Kinerja Terburuknya Sejak Desember 2002
BESTPROFIT FUTURES MALANG (15/12) - Saham
AS turun, melanjutkan penurunannya ke level terendah dua bulan di
tengah turbulensi di pasar kredit, dan seiring pelemahan pada saham
komoditas yang meninjukan masih adanya sentimen pertumbuhan global
jelang kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve.
Indeks
Standard & Poor 500 turun 0,8% menjadi 1,997.03 pada 11:40 pagi di
New York, melanjutkan penurunan setelah tergelincir sebanyak 1,9% pada
Jumat untuk membukukan pekan terburuknya terburuk sejak Agustus. Dow
Jones Industrial Average turun sebanyak 98,81 poin, atau 0,6%, ke level
17,166.40. INdeks Nasdaq Composite turun 1,1%.
S
& P 500 merosot ke level terendah dua bulan pada hari Jumat,
membukukan penurunan mingguan pertama untuk kali keempatnya karena harga
komoditas dan saham finansial memimpin penurunan tersebut. Manajer aset
melanjutkan penurunannya hari ini pasca gejolak hari Jumat terkait
langkah Third Avenue untuk membekukan pencairan Focused Credit Fund $
789.000.000. . Franklin Templeton Funds yang merupakan keluarga dari
perusahaan Franklin Resources turun 4%, sementara Legg Mason Inc turun
3,1%.
Apple
Inc turun 2,6%n, membebani kelompok saham teknologi setelah Morgan
Stanley memangkas outlook penjualan iPhone di 2016 sementara JPMorgan
Chase & Co mencatat tanda-tanda pelemahan dalam rantai pasokan
perusahaan.(yds)
Sumber: Bloomberg
Harga Emas Settle di Level Terendah Dalam Lebih Dari Sepekan
BESTPROFIT FUTURES MALANG (15/12) - Harga
emas settle di level terendahnya dalam lebih dari sepekan hari senin
ini karena investor bersiap untuk keputusan suku bunga AS pada hari Rabu
besok oleh para pembuat kebijakan The Fed.
Jatuhnya
harga minyak juga telah membantu tekanan pada harga emas, yang
kehilangan 0,8% pekan lalu, terkait penurunan harga minyak membawa
pelemahan pada daya tarik emas sebagai lindung nilai inflasi.
Emas
untuk pengiriman Februari turun $ 12.30, atau 1.1%, ke $ 1,063.40 per
ons di Comex, penutupan terendah sejak 3 Desember. Harga telah menetap
di dekat terendahnya 6 tahun terakhir yaitu di bawah $ 1.054 pada 2
Desember.
Perak
berjangka, sementara itu, menetap pada tingkat terendah sejak Juli
2009, dengan perak Maret turun 18,9 sen, atau 1,4%, untuk menetap $
13,695 per ons. Harga untuk logam kehilangan 4,4% pekan lalu.
Di antara logam lainnya yang diperdagangkan di Comex, tembaga Maret kehilangan setengah sen, atau 0,2%, ke $ 2,112 per pon.
Platinum
Januari menetap di $ 6,50, atau 0,8%, ke $ 850,20 per ons dan paladium
Maret naik $ 3,90, atau 0,7%, ke $ 548,70 per ons.(mrv)
Sumber: MarketWatch
Minyak Mentah Rebound Dari Level Terendah Lebih dari Enam Tahun
BESTPROFIT FUTURES MALANG (15/12) - Minyak
rebound setelah harga turun di bawah $ 35 per barel untuk pertama
kalinya sejak 2009, sehingga mendorong pedagang untuk membeli kembali
sebagian dari catatan spekulasi bearish mereka.
Minyak
merosot pekan lalu ke tingkat terakhir terlihat selama krisis keuangan
global, sementara para spekulan meningkatkan spekulasi pada harga minyak
mentah AS jatuh ke level tertinggi sepajang masa setelah OPEC
meninggalkan batas produksi. Pasokan yang berlebih akan bertahan
setidaknya hingga akhir 2016 seiring melambatnya pertumbuhan permintaan
dan OPEC menunjukkan "tekad baru" untuk memaksimalkan produksinya,
menurut Badan Energi Internasional.
WTI
untuk pengiriman Januari naik 78 sen, atau 2,2 persen, ke $ 36,40 per
barel pada 12:24 siang di New York Mercantile Exchange. Volume semua
kontrak berjangka yang diperdagangkan adalah 58% di atas rata-rata 100
hari. Volume agregat kontrak WTI bulanan naik ke rekor 1.596.000 di
Nymex pada 8 Desember Setiap kontrak sesuai dengan 1.000 barel minyak.
Jenis
brent untuk pengiriman Januari naik 29 sen menjadi $ 38,22 per barel di
ICE Futures Europe exchange London. Menyentuh $ 36,33, yang terendah
sejak 26 Desember 2008. Acuan minyak mentah Eropa diperdagangkan $ 1,82 dibanding WTI.(yds)
Sumber: Bloomberg
Sunday, 13 December 2015
Saham Asia Mengikuti Aksi Jual Global Seiring Kemerosotan Produsen Komoditi
BESTPROFIT FUTURES MALANG (14/12) - Saham
Asia bergabung dengan aksi jual global karena kekhawatiran tentang
gejolak di pasar kredit dan komoditas menjelang pertemuan Federal
Reserve pekan ini dibayangi sekumpulan data ekonomi China yang melebihi
perkiraan.
Indeks MSCI Asia
Pacific turun 1,4 % ke level 127,69 pada pukul 09:05 pagi waktu Tokyo,
mengalami penurunan untuk hari kelima yang merupakan jangka waktu
terpanjang sejak kemerosotan Agustus lalu. Indeks Standard & Poor
500 melemah 1,9 % pada hari Jumat seiring minyak mentah diperdagangkan
di bawah level $ 36 per barel dan manajer investasi beralih setelah
reksa dana tinggi yang dapat membekukan pencairan. Pedagang melihat
kesempatan sebesar 74 % untuk The Fed menaikan suku bunga pada 16
Desember mendatang, kontrak berjangka menunjukkan.
Third Avenue Manajemen
pekan lalu mengatakan akan melikuidasi dana sebesar $ 788.5 juta untuk
reksadana kredit dan menunda distribusi uang investor sehingga dapat
menghindari sekuritas dengan pemotongan harga. Stone Lion Capital
Partners yang dibekukan dana pencairannya senilai $ 400 juta dana hasil
tinggi nya.
Salah satu masalah
bagi investor adalah gejolak pasar kredit pada tahun ini. Program
pengetatan kebijakan akan memperkuat perbedaan Fed dari bank sentral
utama lainnya, dengan para pembuat kebijakan di Eropa dan Jepang masih
menekankan langkah-langkah untuk mendukung pertumbuhan. (knc)
Sumber : Bloomberg
Saham Jepang Turun Mengikuti Pelemahan Ekuitas AS & Eropa Hingga Asia
BESTPROFIT FUTURES MALANG (14/12) - Saham
Jepang turun mengikuti pelemahan ekuitas AS dan Eropa pada hari Jumat
hingga meluas ke Asia. Penjelajah energi memimpin penurunan.
Indeks Topix turun 1,8
% ke level 1,521.62 pada pukul 09:01 pagi waktu setempat, menuju
penutupan terendahnya sejak 22 Oktober lalu seiring semua 33 kelompok
industri mengalami penurunan. Indeks Nikkei 225 Stock Average melemah
1,7 % ke level 18,896.42. Saham AS dan Eropa merosot pada akhir
perdagangan pekan lalu seiring meningkatnya harga minyak dan penurunan
di pasar obligasi mendorong kekhawatiran investor menjelang pertemuan
akhir Federal Reserve tahun 2015.
Kontrak E-mini pada
Indeks Standard & Poor 500 naik 0,1 % setelah alat pengukur yang
mendasari turun 1,9 % pada Jumat lalu untuk penurunan mingguan terburuk
pada saham AS sejak Agustus lalu. Sementara Indeks Stoxx Europe 600
merosot 2 %.
Gelombang penghindaran
resiko melanda pasar pada hari Jumat karena keputusan OPEC untuk
membatasi output yang dapat mengirim harga minyak mentah ke level
terendah sejak 2008 di London. Manajer investasi di AS mengalami
pelemahan setelah dana reksadana tinggi yang dikelola oleh Third Avenue
Manajemen yang membekukan pencairan. Mereka kemudian bergabung dengan
Stone Lion Capital Partners, memicu kekhawatiran atas gejolak di pasar
utang berisiko tinggi.
Gejolak pasar kredit
muncul seiring para pedagang harga menyerukan bahwa sebanyak 74 %
kemungkinan The Fed akan menaikkan suku bunga pada Rabu mendatang,
mengakhiri era suku bunga mendekati nol. Pengetatan kebijakan akan
memperkuat perbedaan Fed dari bank sentral utama lainnya, dengan para
pembuat kebijakan di Eropa dan Jepang masih menekankan langkah-langkah
untuk mendukung pertumbuhan.
Survey yang dilakukan
Bank of Tankan Jepang pada kuartal keempat menunjukkan indeks
kepercayaan di antara produsen besar diadakan di angka 12, melebihi
perkiraan ekonom yang memprediksi di angka 11. (knc)
Sumber : Bloomberg
Jual BBM di Myanmar, Pertamina Siapkan Rp 4,14 Triliun
BESTPROFIT FUTURES MALANG (14/12) - PT Pertamina (Persero) mengalokasikan dana sebesar US$ 300 juta atau setara Rp 4,14 triliun untuk masuk ke bisnis hilir bahan bakar minyak (BBM) di Myanmar.
Direktur Pemasaran Pertamina Ahmad Bambang mengatakan, saat ini Pertamina sedang dalam proses tender yang diadakan badan usaha Myanmar yang melakukan bisnis penjualan BBM.
"Prosesnya masih jalan, kita lagi ikut proses tender langsung di sana," kata Bambang, seperti yang dikutip di Jakarta, Senin (14/12/2015).
Bambang menambahkan, jika Pertamina memenangkan terder tersebut, maka pengoperasian fasilitas bisa dilakukan berasama, faslititas tersebut adalah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) sebanyak 1.360 unit.
Namun jika Pertamina tidak memenangkan tender maka perusahaan energi pelat merah tersebut harus membangun fasilitas sendiri.
"Kalau kita menang (tender), kita bakal punya langsung 1.360 SPBU. Tapi itu bukan punya sendiri, kita (saham) hanya 49 persen saja," ungkapnya.
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno sebelumnya mendorong Pertamina untuk segeran menjual produk BBM di luar negeri.
Rini menginginkan, Pertamina tidak hanya berkiprah di dalam negeri, tetapi juga harus melakukan ekspansi bisnis ke luar negeri, seperti Thailand, Vietnam dan Myanmar. (Pew/Ndw)
Sumber : Liputan6
Direktur Pemasaran Pertamina Ahmad Bambang mengatakan, saat ini Pertamina sedang dalam proses tender yang diadakan badan usaha Myanmar yang melakukan bisnis penjualan BBM.
"Prosesnya masih jalan, kita lagi ikut proses tender langsung di sana," kata Bambang, seperti yang dikutip di Jakarta, Senin (14/12/2015).
Bambang menambahkan, jika Pertamina memenangkan terder tersebut, maka pengoperasian fasilitas bisa dilakukan berasama, faslititas tersebut adalah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) sebanyak 1.360 unit.
Namun jika Pertamina tidak memenangkan tender maka perusahaan energi pelat merah tersebut harus membangun fasilitas sendiri.
"Kalau kita menang (tender), kita bakal punya langsung 1.360 SPBU. Tapi itu bukan punya sendiri, kita (saham) hanya 49 persen saja," ungkapnya.
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno sebelumnya mendorong Pertamina untuk segeran menjual produk BBM di luar negeri.
Rini menginginkan, Pertamina tidak hanya berkiprah di dalam negeri, tetapi juga harus melakukan ekspansi bisnis ke luar negeri, seperti Thailand, Vietnam dan Myanmar. (Pew/Ndw)
Sumber : Liputan6
IHSG Berpeluang Naik Terbatas di Awal Pekan
BESTPROFIT FUTURES MALANG (14/12) - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang menguat terbatas pada perdagangan saham Senin pekan ini. Laju IHSG akan dipengaruhi data ekonomi, kebijakan bank sentral Amerika Serikat (AS) dan harga minyak.
Analis PT Investa Saran Mandiri, Hans Kwee menuturkan gerak IHSG dipengaruhi sejumlah faktor di awal pekan ini. IHSG dipengaruhi bursa saham global tertekan akibat penurunan harga minyak sehingga menyeret harga komoditas melemah.
Sentimen itu juga membuat indeks dolar AS menguat sehingga rupiah tertekan. Pada pekan ini, bank sentral AS juga akan menggelar pertemuan yang salah satunya memutuskan kebijakan suku bunga. Hans menilai, dampak hasil pertemuan itu akan kecil dan sesaat saja.
Kalau sentimen dalam negeri ada rilis neraca perdagangan dan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI). "IHSG berpeluang menguat terbatas dengan support di 4.395-4.350 dan resistance di level 4.380-4.473," kata Hans saat dihubungi Liputan6.com, Senin (14/12/2015).
Sementara itu, Analis PT Reliance Securities Lanjar Nafi mengatakan IHSG masih akan bergerak cenderung tertekan menguji support selanjutnya dengan range pergerakan 4.350-4.425.
"Tekanan IHSG itu secara teknikal IHSG break out level support dan lower bollinger bands, indikator stochastic bergerak melemah mendekati area jenuh jual," tutur Lanjar.
Pada perdagangan saham Jumat 11 Desember 2015, IHSG melemah 1,63 persen ke level 4.392. Sektor saham aneka industri kembali memimpin pelemahan setelah saham PT Astra International Tbk susut 5,2 persen.
Untuk rekomendasi saham, Hans mengatakan untuk jual saham ketika harga menguat untuk saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA). Sedangkan beli untuk saham PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) dan PT Kalbe Farma Tbk (KLBF). (Ahm/Igw)
Sumber : liputan6
Analis PT Investa Saran Mandiri, Hans Kwee menuturkan gerak IHSG dipengaruhi sejumlah faktor di awal pekan ini. IHSG dipengaruhi bursa saham global tertekan akibat penurunan harga minyak sehingga menyeret harga komoditas melemah.
Sentimen itu juga membuat indeks dolar AS menguat sehingga rupiah tertekan. Pada pekan ini, bank sentral AS juga akan menggelar pertemuan yang salah satunya memutuskan kebijakan suku bunga. Hans menilai, dampak hasil pertemuan itu akan kecil dan sesaat saja.
Kalau sentimen dalam negeri ada rilis neraca perdagangan dan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI). "IHSG berpeluang menguat terbatas dengan support di 4.395-4.350 dan resistance di level 4.380-4.473," kata Hans saat dihubungi Liputan6.com, Senin (14/12/2015).
Sementara itu, Analis PT Reliance Securities Lanjar Nafi mengatakan IHSG masih akan bergerak cenderung tertekan menguji support selanjutnya dengan range pergerakan 4.350-4.425.
"Tekanan IHSG itu secara teknikal IHSG break out level support dan lower bollinger bands, indikator stochastic bergerak melemah mendekati area jenuh jual," tutur Lanjar.
Pada perdagangan saham Jumat 11 Desember 2015, IHSG melemah 1,63 persen ke level 4.392. Sektor saham aneka industri kembali memimpin pelemahan setelah saham PT Astra International Tbk susut 5,2 persen.
Untuk rekomendasi saham, Hans mengatakan untuk jual saham ketika harga menguat untuk saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA). Sedangkan beli untuk saham PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) dan PT Kalbe Farma Tbk (KLBF). (Ahm/Igw)
Sumber : liputan6
IHSG Melemah Tertekan Harga Minyak
Analis PT Investa Saran Mandiri Hans Kwee mengatakan, melemahnya harga minyak disebabkan dua faktor. Pertama, karena cadangan minyak yang berlebihan (over supply). Kemudian, penurunan permintaan minyak disebabkan pelemahan ekonomi global terutama Cina.
Hans menambahkan, pelemahan harga minyak berimbas pada penurunan harga komoditas. "Semua komoditas turun ke bawah. Negara kita kan dari komoditas," kata dia kepada Liputan6.com, Jakarta, Senin (14/12/2015).
Dia menuturkan, rencana bank sentral Amerika Serikat (AS) untuk menaikan suku bunga acuan tidak terlalu membebani IHSG. Pasalnya, pasar telah melakukan penyesuaian.
Dari dalam negeri, pelaku pasar menunggu rilis neraca perdagangan serta pengumuman Bank Indonesia (BI) terkait suku bunga acuan.
"Kita menunggu ada beberapa kebijakan 14-15 Desember neraca perdagangan cukup bagus," tambahnya.
Hans memperkirakan IHSG bergerak pada level support 4.395-4.350 dan resistance pada 4.380-4.473.
Untuk saham, Hans merekomendasikan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) jual ketika menguat. Lalu, akumulasi saham PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA).(Amd/Nrm)
Sumber : Liputan6
Thursday, 10 December 2015
Bursa AS Pangkas Kenaikan Diiringi Penguatan Saham Energi
BESTPROFIT FUTURES MALANG (11/12) - Saham
AS pangkas kenaikan setelah merosotnya harga minyak, mendorong
penguatan saham perusahaan energi seiring ekuitas telah berjuang pulih
jelang pertemuan kebijakan Federal Reserve pekan depan.
Kemerosotan saham
energi dan industri telah membantu menahan penguatan ekuitas sejak
indeks acuan mencapai level lebih dari 3 bulan tertinggi pada awal
November. Saham maskapai penerbangan mendorong penurunan saham industri
hari ini, sementara saham Chevron Corp naik 2,1 % setelah memangkas
rencana pengeluaran pada tahun 2016.
Indeks S&P 500
naik 0,3 % ke level 2,052.72 pada pukul 12:38 siang waktu New York,
pangkas kenaikan lebih awal sebesar 0,8 %. Indeks tersebut kehilangan
momentum untuk gain pada rata-rata 200-hari. Indeks Dow Jones Industrial
Average menguat 65,11 poin atau 0,4 %, ke level 17,557.41, dan Indeks
Nasdaq Composite meningkat 0,3 %.
Dengan pertemuan The
Fed yang kurang dari seminggu lagi, kinerja Indeks S&P 500 pada
Desember ini terbukti pengecualian untuk tren historis untuk bulan ini
yang biasanya mengikuti penguatan untuk ekuitas global. Reli awal pada
saham Apple Inc. kemarin terhenti diiringi penurunan saham teknologi,
sementara kekhawatiran saat ini tentang laju pertumbuhan global
menghapus semua kenaikan pada indeks acuan pada tahun 2015. (knc)
Sumber : Bloomberg
Saham Eropa Berada di 7 Terendah , Glencore Pimpin Gain di Sektor Tambang
BESTPROFIT FUTURES MALANG (11/12) - Reli di produsen komoditas gagal mengangkat sentimen di saham Eropa, yang ditutup melemah untuk hari ketiga.
Saham
di kawasan ini memperpanjang poisisi di level terendah sejak 21
Oktober, dengan pengecer Ocado Group Plc dan Sports Direct International
Plc anjlok setelah melaporkan hasil keuangan yang meleset dari
proyeksi. Glencore Plc, di sisi lain, melonjak 7 persen seiring pedagang
komoditas di Swiss berjanji untuk memotong utang lebih lanjut,
menimbang kembali operasi dan menjual aset yang lebih.
Stoxx
Europe 600 Index tergelincir 0,3 persen pada penutupan perdagangan di
London hari ini, setelah sebelumnya jatuh sebanyak 0,9 persen. Ini
menuju minggu kedua kerugian untuk pertama kalinya dalam dua bulan.
Produsen komoditas naik untuk hari kedua setelah mencapai level terendah
mereka sejak 2009.
Ekuitas
Eropa kehilangan 5,8 persen dari level tertinggi tiga bulan mereka pada
bulan November seiring produsen komoditas terus tergelincir dan
penambahan stimulus dari Bank Sentral Eropa yang jauh dari harapan.
Stoxx 600 ditutup 12 persen di bawah rekor bulan April mereka.
Indeks
acuan ini telah pulih sebanyak 14 persen dari level terendah pada bulan
September sampai 30 November dalam antisipasi perpanjangan
langkah-langkah ECB dan optimisme bahwa ekonomi AS cukup kuat untuk
menahan kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve. Bank sentral AS akan
memberikan keputusan pada 16 Desember nanti, dan pedagang mengkalkulasi
dalam kesempatan 80 persen untuk lepas landas. (sdm)
Sumber: Bloomberg
Emas Menetep di Level Lebih Rendah seiring Menguatnya Sentimen Bearish
BESTPROFIT FUTURES MALANG (11/12) - Emas
berjangka berakhir di level yang lebih rendah hari ini, melawan tren
rekor yang telah terlihat pada gain moderat berturut logam mulia,
seiring investor menjadi lebih waspada menjelang pertemuan Federal
Reserve AS pekan depan.
Emas
Februari merosot $ 4,50, atau 0,4%, untuk menetap di level $ 1.072 per
ounce. Harga sedikit lebih tinggi selama dua sesi perdagangan terakhir.
Sejauh bulan ini, logam kini telah merasakan jumlah hari kenaikan yang
sama dengan ju,lah hari yang turun..
Emas
cenderung diperdagangkan berlawanan dengan arah dolar, menyusul dolar
yang menguat menimbulkan biaya yang lebih untuk membeli logam bagi
investor yang menggunakan mata uang lainnya.
Pelaku
pasar mengatakan harga emas telah terangkat di sesi terakhir oleh
pelemahan terbaru dalam dolar dibandingkan dengan Euro yang naik setelah
Presiden Bank Sentral Eropa Mario Draghi membuat kecewa pasar Kamis
lalu saat ia gagal untuk memberikan paket stimulus yang lebih luas dari
yang pasar harapkan.
Namun,
harapan bahwa Fed akan memutuskan untuk menaikkan suku bunga pada akhir
pertemuan Rabu ini telah berkembang, dan menjaga sentimen emas terutama
untuk bearish.
Suku
bunga yang lebih tinggi meningkatkan biaya penyimpanan komoditas, dan
membuat mereka kurang menarik bagi investor yang mencari hasil yang
lebih baik di seluruh aset. Suku bunga yang lebih tinggi juga dapat
meningkatkan dolar, yang akan membuat emas dalam mata uang dolar kurang
menarik.
Pada
hari Kamis, ICE US Dollar Index menuju ke level yang lebih tinggi,
terbebani harga emas, tapi masih turun sekitar 0,3% untuk minggu ini
sejauh ini.
Sementara
itu, perak Maret kehilangan 7,9 sen, atau 0,6%, untuk berakhir pada
level $ 14,11 per ounce. Tembaga Maret melemah kurang dari satu sen ke
level $ 2,073 per pon. Platinum Januari kehilangan $ 9,90, atau 1,1%, ke
level $ 855,90 per ounce dan paladium Maret turun $ 10,10, atau 1,8%,
ke level $ 542,25 per ounce. (sdm)
Sumber: MarketWatch
Prospek Pound Tak Bergerak Terkait BOE yang Berpegang Teguh pada Dovish Status Quo
BESTPROFIT FUTURES MALANG (11/12) - Putusan
pedagang mata uang 'pada pertemuan kebijakan terbaru Bank of England
bahwa para pejabat telah gagal untuk menawarkan pengertian yang lebih
dalam untuk jalur suku bunga dan pergeseran prospek untuk sterling.
Penurunan
awal pound setelah laporan pertemuan ini diterbitkan berumur pendek
pada hari Kamis, dan mata uang Inggris berfluktuatif di antara
keuntungan dan kerugian versus dolar di sore ini. Voting 8 banding 1
dari sembilan anggota Komite Kebijakan Moneter BOE memutuskan untuk
menjaga biaya pinjaman pada rekor rendah 0,5 persen dalam keputusan
terakhirnya tahun ini, berpegang teguh pada status quo. Para pejabat
mengatakan harga minyak yang rendah dan pertumbuhan upah yang lemah akan
membuat inflasi melemahnya inflasi, mirip dengan komentar dari bulan
lalu.
Mengejutkan
bahwa pound melemah begitu banyak setelah keputusan dikarenakan para
pejabat hampir tidak mengubah pandangan mereka, kata Adam Cole, Royal
Bank of Kanada kepala strategi valuta asing global.
Sterling
memangkas kerugian terhadap dolar setelah data menunjukkan aplikasi
untuk tunjangan pengangguran AS melonjak pekan lalu ke level tertinggi
lima bulan, menghentikan kenaikan yang stabil di pasar tenaga kerja.
Pound
sedikit berubah pada level $ 1,5175 pada pukul 05:25 pagi waktu London,
setelah melemah sebanyak 0,5 persen. Pound naik 0,7 persen ke level
72,12 pence per euro. (sdm)
Sumber: Bloomberg
Subscribe to:
Comments (Atom)
