Thursday, 21 April 2016

Klaim Pengangguran AS Turun, Emas Merosot Dari 5-Minggu Tertingginya

BESTPROFIT FUTURES MALANG (22/4) - Emas jatuh dari lima minggu tertingginya dan mencatatkan penurunan pertama dalam seminggu setelah indeks pengangguran AS jatuh ke level terendahnya sejak 1973, mengurangi daya tarik logam sebagai safe heaven.
Klaim pengangguran secara tak terduga turun untuk pekan yang berakhir 16 April lalu terkait tanda-tanda bahwa para pengusaha masih optimis tentang prospek permintaan AS. Emas sebelumnya naik ke level tertingginya sejak 11 Maret karena anggota kebijakan Bank Sentral Eropa mempertahankan suku bunga acuannya pada titik nol. tingkat suku bunga yang lebih rendah memberikan dampak yang baik untuk logam mulia, yang tidak menawarkan imbal hasil atau dividen. Dolar menguat, mengurangi permintaan emas sebagai aset alternatif.
Emas berjangka untuk pengiriman Juni turun 0,3 persen untuk berakhir di $ 1,250.30 per ons pada 1:43 siang di Comex,  New York, setelah naik sampai setinggi $ 1,272.40.(mrv)
Sumber: Bloomberg

Minyak Berjangka Hentikan Reli, Turun 2,3%

BESTPROFIT FUTURES MALANG (22/4) - Minyak berjangka berakhir lebih rendah Kamis ini karena para pedagang mengambil waktu untuk menimbang adanya pengaruh lebih besar di pasar.
Impor minyak mentah bulanan China melonjak pada Maret dan produksi mingguan minyak mentah AS turun enam minggu berturut-turut, tapi para produsen gagal mencapai kesepakatan untuk pengurangan produksi dan stok AS naik pekan lalu. Minyak mentah WTI Juni turun sebesar $ 1, atau 2,3%, untuk berakhir di $ 43,18 per barel di New York Mercantile Exchange.(mrv)
Sumber: MarketWatch

Euro Berfluktuasi Terkait Komentar Draghi

BESTPROFIT FUTURES MALANG (22/4) - Untuk waktu berturut-turut selama tahun ini, pernyataan kebijakan dari Bank Sentral Eropa (ECB) dan konferensi pers dari Presiden Mario Draghi mengirim euro berada pada posisi berayun.
Mata uang bersama menguat dan kemudian menghapus keuntungan seiring pedagang mengevaluasi komentar Draghi setelah pertemuan terbaru dari ECB. Draghi mengatakan suku bunga akan tetap tidak berubah saat ini atau lebih rendah untuk jangka waktu dan menghimbau kritik untuk memberikan waktu program stimulus bank untuk bekerja.
Mata uang 19-negara telah menguat sebesar 4 % terhadap dolar selama tahun ini, bahkan ketika ECB telah memperluas pembelian obligasi dan suku bunga kebijakan negatif diperpanjang. Para pembuat kebijakan di Eropa dan Jepang menghadapi batas kemampuan mereka untuk mempengaruhi tingkat valuta asing karena mereka berusaha untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan inflasi.
Euro sedikit berubah terhadap dolar berada di level $ 1,1298 pada pukul 12:30 siang waktu New York. Mata uang euro jatuh untuk pertama kalinya dalam empat hari terakhir terhadap yen, turun 0,3 % ke level ¥ 123,67. (knc)
Sumber : Bloomberg

Indeks S & P 500 Turun dari Level 4 Bulan Tertinggi

BESTPROFIT FUTURES MALANG (22/4) - Indeks Standard & Poor 500 merosot tajam dalam dua minggu terakhir, menghentikan level empat bulan tertinggi di tengah laba perusahaan yang bervariasi memberikan sedikit insentif bagi investor untuk mengirim saham AS lebih tinggi.
Ekuitas berjuang untuk memperpanjang kenaikan hari kedua menuju rekornya seiring langkah-langkah untuk laba musiman, pengeluaran yang cukup mengecewakan membayangi keuntungan di saham perusahaan yang mengalahkan ekspektasi. Saham Verizon Communications Inc dan Travelers Cos. anjlok lebih dari 3,3 % setelah melaporkan labanya, sementara saham Biogen Inc melonjak lebih dari 5 % dan Union Pacific Corp naik ke level tertinggi sejak November lalu karena keduanya merilis labanya yang melebihi perkiraan, dibantu oleh pemangkasan biaya.
Indeks S&P 500 melemah 0,5 % ke level 2,091.58 pada pukul 04:00 sore waktu New York, penurunan dari level tertinggi sejak 1 Desember lalu. (knc)
Sumber : Bloomberg

Wednesday, 20 April 2016

Gold Market Update - 21apr2016 Morning

Laju IHSG Konsolidasi Menanti Laporan Keuangan Emiten

BESTPROFIT FUTURES MALANG (21/4) - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi bergerak mendatar pada perdagangan saham Kamis (21/4/2016). Gerak IHSG menanti laporan keuangan emiten kuartal I 2016.

Kepala Riset PT Universal Broker Securities Satrio Utomo mengatakan, perilaku pasar tidak agresif lantaran mengantisipasi kinerja emiten. Dia menambahkan, pelaku pasar saat ini tengah menunggu emiten terutama sektor perbankan.

"Sebenarnya sudah keluar Bank BNI bagus, sepertinya memang menanti yang gede-gede,  BRI, Mandiri dan BCA‎," kata dia saat dihubungi Liputan6.com seperti ditulis Kamis pekan ini.

Satrio menuturkan, pelaku pasar juga sedang memperhatikan kinerja bank dalam melakukan efisiensi yang berimbas pada penurunan net interest margin (NIM)."Orang khawatir pengaruhnya NIM seperti apa," kata dia.

Sementara itu, dia menjelaskan pelemahan IHSG kemarin karena tertekan oleh saham-saham sektor konsumer. "IHSG terkoreksi konsumer, rokok turun banyak banget, Sampoerna, Gudang Garam, Unilever," ujar dia.

Satrio memperkirakan IHSG bergerak pada support 4.850-4.860 dan resistance 4.900 pada perdagangan saham Kamis pekan ini.

Satrio merekomendasikan saham PT United Tractors Tbk (UNTR), PT Adaro Energy Tbk (ADRO), PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA).

Analis PT Reliance Securities Lanjar Nafi mengatakan, IHSG bergerak variatif dengan kecenderungan tertekan. IHSG diperkirakan bergerak pada level support 4.835 dan resistance 4.910.

Lanjar menerangkan, pada perdagangan saham kemarin 20 April 2016 IHSG turun tipis 5,33 poin ke level 4.876. IHSG tertekan penjualan dari emiten rokok tak sesuai dengan ekspektasi pasar.

"IHSG bergerak cenderung moderate setelah awal sesi emiten rokok berkapitalisasi dan pemberat besar membukukan penjualan dan bottom line mengecewakan sehingga diterpa aksi jual investor," kata dia dalam ulasannya.

Meski begitu, laju IHSG tertahan oleh oleh penguatan sektor properti dan perbankan.  Lanjar menuturkan, pelaku pasar optimistis kebijakan pemerintah yang mendorong pertumbuhan kredit dan penjualan properti.

"Terlihat investor masih cenderung antusias pada sentimen kebijakan pemerintah yang lebih pro pada pertumbuhan kredit dan penjualan properti," tutur dia. (Amd/Ahm)


Sumber : Liputan6

Jelang Rapat Bank Sentral Eropa, Harga Emas Stabil

BESTPROFIT FUTURES MALANG (21/4) - Harga emas berjuang untuk terus berada di zona hijau pada perdagangan Rabu. Penguatan nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) dan aksi ambil untung membebani gerak emas.

Mengutip Wall Street Journal, Kamis (21/4/2016), harga emas untuk pengiriman Juni bergerak mendatar di kisaran US$ 1.254,40 per troy ounce di Divisi Comex New York Mercantile Exchange. Sepanjang perdagangan Rabu, harga emas bergerak di dua zona yaitu positif dan negatif. Harga emas sempat menyentuh level tertinggi di US$ 1.258,10 per troy ounce.

The Wall Street Journal Dollar Index yang merupakan indeks yang mengukur nilai tukar dolar AS terhadap 16 mata uang lain naik 0,2 persen ke 85,85. Penguatan dolar AS memang memberikan tekanan kepada harga emas karena keuntungan para pelaku pasar yang bertransaksi dengan mata uang lainnya menjadi berkurang jika dolar AS menguat.

Senior Market Atrategist RJO Futures Bob Haberkorn menjelaskan, nilai tukar dolar AS terus menjadi perhatian pelaku pasar. "Hal tersebut membuat orang dengan mudah keluar atau masuk ke investasi emas," tutur dia.

Harga emas telah menguat 18 persen sepanjang tahun ini. Penguatan harga emas terjadi karena investor mencari instrumen save haven di saat perekonomian global sedang tidak menentu. Emas menjadi pilihan karena harga yang stabil dan cenderung menguat.

Selain ekonomi yang belum cukup membaik, langkah Bank Sentral AS untuk berhati-hati menaikkan suku bunga juga menjadi pendorong penguatan harga emas.

Saat ini, pelaku pasar sedang menunggu Bank Sentral Eropa yang akan menggelar rapat. Hasil keputusan dari Bank Sentral Eropa akan sangat mempengaruhi harga emas ke depannya. (Gdn/Zul)


Sumber : Liputan6

Minyak Berjangka Raih Penetapan Dilevel Tertinggi untuk tahun ini

BESTPROFIT FUTURES MALANG (21/4) - Minyak berjangka rally pada Rabu ini, dengan harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) menandakan penutupan tertinggi pada tahun ini. Harga minyak mendapat dorongan setelah data pemerintah AS menunjukkan penurunan mingguan keenam dalam produksi minyak dalam negeri. Pada hari yang berakhir persetujuan, minyak mentah WTI untuk pengiriman bulan Mei naik $ 1,55 atau 3,8 %, untuk menetap di level $ 42,63 per barel di New York Mercantile Exchange. Minyak mentah WTI untuk bulan Juni yang sekarang kontrak bulan depan, menguat $ 1,71 atau 4 %, ke level $ 44,18 per barel. (knc)
Sumber : Market Watch

Emas Hampir Tidak Berubah ; Perak Berakhir di Level Tertinggi Sejak Mei

BESTPROFIT FUTURES MALANG (21/4) - Perak berjangka ditutup pada level tertingginya dalam lebih dari 11 bulan terakhir pada Rabu ini, didukung oleh ekspektasi dari permintaan industri yang lebih tinggi, namun harga emas hampir tidak berubah karena investor menunggu isyarat kunci dari pertemuan bank sentral dalam beberapa hari mendatang.

Perak untuk pengiriman Mei naik 16,3 sen, atau sebesar 1%, untuk berakhir di $ 17,135 per ons di Comex. Harga berakhir pada level tertingginya sejak pertengahan Mei dan siap untuk kenaikan mingguan lebih dari 5%, menurut FactSet.

Sementara itu, emas Juni naik tipis dan berakhir pada $ 1,254.40 per ons. Angka ini telah menyentuh sesi terendahnya di  $ 1,247.10. SPDR Gold Trust naik sebesar 0,1%.(mrv)

Sumber: MarketWatch

Saham AS Berakhir Naik dengan S & P 500 Menyentuh 4 Bulan Tertinggi

BESTPROFIT FUTURES MALANG (21/4) - Saham AS menguat diikuti rally pada minyak, dengan Indeks Standard & Poor 500 raih empat bulan tertinggi, sementara para investor fokus pada rilis laba perusahaan yang lebih baik dari perkiraan.
Reli pada perdagangan sore hari kehilangan momentum di jam terakhir perdagangan, dengan Indeks S&P 500 memangkas sebagian besar keuntungan setelah minyak ditutup di atas level $ 42 per barel. Rebound pada minyak mentah mendorong saham energi dan ekuitas tertekan akibat lesunya perdagangan setelah Menteri Perminyakan Irak mengatakan anggota utama OPEC dan produsen minyak lainnya akan bertemu kemungkinan pada bulan depan guna membahas pembekuan output. Sementara itu, laba yang lebih baik dari perkiraan pada perusahaan Discover Financial Services membantu mengimbangi laba pada Coca-Cola Co.
Indeks S&P 500 naik 0,1 % ke level 2,102.40 pada pukul 16:00 sore waktu New York, setelah menyentuh level tertingginya sejak Juli lalu. (knc)
Sumber : Bloomberg

Tuesday, 19 April 2016

Gold Market Update - 20apr2016 Morning

Emas Berakhir di Satu Minggu Tertingginya , Perak Naik 4,4%

BESTPROFIT FUTURES MALANG (20/4) - Perak berjangka mengalami reli Selasa ini ke level tertingginya dalam 11 bulan terakhir dan emas berakhir pada satu minggu tertingginya, dengan logam-denominasi dolar didukung oleh lemahnya greenback.
Perak Mei naik 71,9 sen, atau 4,4%, untuk menetap di $ 16,972 per ons. Harga belum pernah berakhir pada level setinggi itu sejak 22 Mei tahun lalu.
Emas untuk pengiriman Juni naik $ 19,30, atau 1,6%, menjadi berakhir pada $ 1,254.30 per ons, atau merupakan yang tertinggi sejak 12 April lalu.(mrv)
Sumber: MarketWatch

Indeks S&P 500 Berakhir di Zona Hijau Ditengah Laba yang Bervariasi

BESTPROFIT FUTURES MALANG (20/4) - Indeks Standard & Poor 500 naik pada Selasa ini, memperpanjang kenaikan dalam empat bulan terakhir karena rally pada produsen komoditas di tengah laba perusahaan yang bervariasi.
Perusahaan material melonjak ke level tertinggi dalam sembilan bulan terakhir, sedangkan saham energi menguat pada kenaikan untuk pertama kalinya pada minyak mentah dalam lima hari. Saham Johnson & Johnson, Goldman Sachs Group Inc dan UnitedHealth Group Inc naik setidaknya 1,5 % di tengah laba yang lebih baik dari estimasi, menahan penurunan terbesar pada saham Netflix Inc sejak tahun 2014 dan penurunan tajam pada saham International Business Machines Corp sejak bulan Oktober seiring laba yang mengecewakan. Saham Illumina Inc anjlok 23 % setelah laba pada perusahaan gen-sequencing yang tidak sesuai dengan prediksi.
Indeks S&P 500 naik 0,3 % ke level 2,100.78 pada pukul 16:00 sore waktu New York, penutupan di atas level 2.100 tanda-tanda untuk pertama kalinya sejak 1 Desember. Indeks Nasdaq Composite turun 0,4 % menyeret saham Netflix dan Illumina.
Indeks S&P 500 telah kembali pulih 14 % sejak menyentuh level terendah pada bulan Februari, dibantu oleh reboundnya harga minyak, tanda-tanda stabilisasi dalam melambatnya kebijakan bank sentral dan optimisme China akan tetap mendukung pertumbuhan perekonomian. Setelah menghapus kerugian di tahun 2016, indeks acuan kurang dari 2 % dari rekornya yang dicapai pada Mei lalu. Indeks Russell 2000, pada hari Senin menghentikan penurunan untuk tahun ini, menghapus kemerosotan sebanyak 16 %. (knc)
Sumber : Bloomberg

Laporan Kuartalan Bikin Bursa AS Menguat

BESTPROFIT FUTURES MALANG (20/4) - Bursa Amerika Serikat (AS) menguat pada penutupan perdagangan Selasa (Rabu pagi waktu Jakarta) dengan indeks S&P 500 naik mendekati rekor tertinggi. Indeks terangkat kenaikan saham energi dan laporan kuartalan Johnson & Johnson yang meningkat.
Melansir laman Reuters, setelah sempat masuk ke wilayah negatif dan kemudian pulih, indeks S&P 500 berakhir naik kurang dari 2 persen, mendekati rekor penutupan tertinggi pada Mei, dengan investor tengah fokus pada perkembangan laporan kuartalan perusahaan.
Pada penutupan, indeks Dow Jones Industrial Average naik 0,27 persen menjadi 18.053,6 poin dan  indeks S&P 500 naik 0,31 persen menjadi 2.100,8 poin.

Sementara indeks Nasdaq Composite turun 0,4 persen menjadi 4.940,33 poin. Penurunan terpicu saham Illumina yang susut sebesar 23,16 persen setelah muncul hasil laporan kinerja awal yang jauh dari harapan.


Saham Chevron dan perusahaan energi lainnya mendapat tumpangan dari laju harga minyak mentah, setelah adanya pemogokan pekerja minyak di Kuwait membuat output negara OPEC berkurang.

Rebound harga minyak dan tanda-tanda ekonomi AS yang membaik, secara perlahan mendorong bursa saham dan membantu menjaganya dari aksi jual tajam di awal tahun ini, yang mendorong indeks S&P 500 turun sebanyak 10,5 persen.

Laba perusahaan yang masuk dalam indeks S&P 500, rata-rata jatuh 7,6 persen dan pendapatan turun 1,3 persen, yang dipimpin sektor energi, menurut Thomson Reuters I / B / E / S.

"Investor sangat fokus pada pendapatan. Setelah semua biaya pemotongan selama lima tahun terakhir, sekarang kita harus mulai melihat pertumbuhan pendapatan," jelas Chuck Shelf, Chief Investment Officer iSectors di Appleton, Wisconsin.

Perusahaan teknologi IBM membukukan penurunan 5,59 persen setelah melaporkan pendapatan terburuk secara kuartalan dalam 14 tahun, dan ini merupakan penggerak terbesar di Dow dan S& P 500.

Saham Netflix turun 12,97 persen setelah perkiraan pelanggan layanan video streaming ini meleset dari perkiraan.

Setelah bel, Yahoo membukukan hasil kuartal pertama dan kenaikan saham sebesar 1 persen. Saham Intel turun 2,4 persen usai mengumumkan rencana untuk mengurangi tenaga kerja global sebesar 11 persen.

Selama sesi, delapan dari 10 besar sektor S&P naik, dipimpin kenaikan di sektor material sebesar 2,13 persen.  Sedangkan saham energi naik 1,88 persen.

Saham Johnson & Johnson naik 1,57 persen setelah melaporkan pertumbuhan marjinal penjualan kuartalan. Saham itu memberikan pengaruh positif terbesar pada S&P 500. Saham Goldman Sachs menambahkan 2,28 persen setelah melaporkan laba kuartalan yang lebih baik dari perkiraan.

Sekitar 7,1 miliar saham berpindah tangan di bursa AS, di atas 6,7 miliar rata-rata harian selama 20 hari perdagangan terakhir, menurut data Thomson Reuters.(Nrm/Gdn)


Sumber : Liputan6

OPEC Gagal Sepakati Pembekuan Picu Harga Minyak Naik

BESTPROFIT FUTURES MALANG (20/4) - Harga minyak mentah dunia melonjak pada Selasa (Rabu pagi waktu Jakarta) dipicu kegagalan kelompok negara penghasil minyak (OPEC) untuk menyepakati pembekuan produksi, dan fokus pada pengurangan pasokan yang bisa membatasi kekenyangan stok minyak mentah dunia.

Melansir laman Wall Street Journal, kontrak minyak mentah AS naik 3,3 persen menjadi US$ 41,08 per barel di New York Mercantile Exchange. Sementara kontrak minyak Brent, patokan global, naik 2,6 persen menjadi US$ 44,03 per barel di bursa ICE Futures Europe.

Kegagalan perjanjian pembatasan produksi di Doha, Qatar, memiliki dampak negatif pada sentimen pasar, yang mendasari kondisi pasokan dan permintaan meningkat sedikit. Sebab, pembekuan produksi diharapkan bisa mengurangi output hingga sekitar 2 juta barel per hari, tingkat di mana kelebihan pasokan global akan terjadi.


Di sisi lain, pemogokan minyak pekerja di Kuwait di hari ketiga juga telah mendorong penurunan ke pasar hingga 1,3 juta barel per hari. Demikian pula masalah pipa di Nigeria membuat stok berkurang 440 ribu, meskipun beberapa pipa sudah kembali normal pada Selasa.

Sementara sekitar 150 ribu barel per hari minyak mentah dari Irak tak masuk ke pasar karena adanya perselisihan antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah Kurdi soal masalah pipa. Dan pemeliharaan produksi di Laut Utara diharapkan mengurang pasokan hingga 160 ribu barel.

Perusahaan konsultan Energy Aspect yang berbasis di London mengatakan dalam sebuah catatan, bahwa saldo minyak membaik dengan atau tanpa pembekuan produksi dari produsen utama. Meski untuk menemukan keseimbangan pasar akan memakan waktu.

"Kami tidak berpikir kelebihan pasokan besar akan membuat defisit besar pada minyak dalam semalam. Ini hanya mungkin terjadi di akhir tahun atau awal 2017, " menurut perusahaan tersebut.

Runtuhnya pembicaraan Doha sudah mulai memudar karena kekhawatiran atas meningkatnya pemadaman di seluruh dunia mulai mendominasi sentimen.

Melemahnya produksi di Amerika Latin dan AS juga mempercepat penurunan. Data Departemen Energi AS pekan lalu menunjukkan produksi AS turun di bawah 9 juta barel per hari untuk pertama kalinya sejak 2014.(Nrm/Gdn)


Sumber : Liputan6

Harga Minyak Mentah Naik Terpicu Pemogokan Kuwait

BESTPROFIT FUTURES MALANG (20/4) - Harga minyak mentah naik signifikan pada akhir perdagangan hari Selasa setelah pemogokan oleh pekerja di Kuwait mengurangi hampir setengah produksi minyak mentah anggota OPEC, mengatasi sentimen bearish setelah kegagalan kesepakatan pembekuan produksi oleh produsen utama minyak mentah pada hari Minggu kemarin.
Ribuan pekerja minyak Kuwait mogok untuk hari ketiga pada hari Selasa untuk memprotes reformasi gaji sektor publik yang direncanakan, memotong produksi minyak mentah 1,5 juta barel per hari (bph), menurut juru bicara minyak yang dikutip oleh kantor berita KUNA. Jumlah ini sedikit lebih dari setengah dari output rata-rata Kuwait dari 2,8 juta barel per hari pada bulan Maret.
Harga minyak mentah berjangka AS untuk pengiriman Mei naik 3,27 persen lebih tinggi, atau $ 1,30, pada $ 41,08, posisi baru 2.016 yang tinggi, tapi masih dibawah dari sesi tertinggi $ 41,53
Sedangkan harga minyak mentah berjangka patokan global Brent, naik $ 1,13, atau 2,63 persen, pada $ 44,04 per barel, setelah sebelumnya naik setinggi $ 44,50.
Laporan dari pemadaman listrik akibat penurunan produksi sekitar 200.000 barel per hari di Venezuela dan api pipa di Nigeria yang mungkin telah mengurangi produksi 400.000 barel per hari, bersama dengan musim pemeliharaan kilang yang akan datang mendorong rebalancing pasar dan mendukung harga, kata para pedagang.
Rally minyak mentah juga digerakkan oleh indeks S & P 500 yang naik menembus level kunci yang memicu pembelian minyak dan komoditas.
Namun Analis mengatakan gangguan Kuwait kemungkinan akan singkat dan investor akan segera fokus kembali pada kelebihan pasokan pasar mengingat kegagalan eksportir utama pada hari Minggu untuk menyetujui pembekuan produksi untuk menghindari semakin memburuknya kekenyangan global.
Harga minyak mentah sempat mundur setelah data API melaporkan kenaikan dari 3,1 juta barel. Para analis telah memperkirakan kenaikan sebesar 640.000 barel, menurut StreetAccount.
Kesepakatan untuk membekukan produksi minyak oleh OPEC dan produsen non-OPEC runtuh pada pertemuan akhir pekan di Doha setelah Arab Saudi menuntut Iran bergabung. Iran telah berulang kali mengatakan akan memprioritaskan mendapatkan kembali tingkat pra-sanksi produksi minyak mentah mereka dan tidak mau berpartisipasi dalam pembekuan produksi .
Ekspor minyak mentah Iran telah meningkat menjadi sekitar 1,75 juta barel per hari di April, menurut sumber industri dan data pengiriman. Ekspor rata-rata sekitar 1,6 juta barel per hari pada Maret
Eksportir lainnya yang berpartisipasi dalam pembicaraan Doha yang gagal sudah mengalihkan perhatian kembali ke kepentingan mereka sendiri. Rusia dan Venezuela telah mengindikasikan bahwa mereka berharap meningkatkan produksi tahun ini.

Sumber : Vibiznews

Gold Market Update - 19apr2016 Midday

Monday, 18 April 2016

Pedagang Pertimbangkan Turunnya Minyak dan Naiknya Ekuitas, Emas Berayun

BESTPROFIT FUTURES MALANG (19/4) - Emas berayun antara keuntungan dan kerugian Senin terkait aksi jual minyak dan penguatan dalam ekuitas membuat investor mempertimbangkan daya tarik logam sebagai aset alternatif.
Negosiasi di Doha antara anggota OPEC dan produsen minyak lainnya berakhir tanpa kesepakatan untuk membatasi pasokan, kegagalan diplomatik yang menjadi ancaman untuk memperbaharui gejolak pada harga dan meningkatkan daya tarik emas sebagai aset safe haven. Ekuitas naik di tengah pendapatan yang lebih baik dari perkiraan dari Morgan Stanley dan Hasbro Inc
Emas telah mengalami kenaikan sebesar 16 persen tahun ini di tengah kekacauan pasar keuangan dan kekhawatiran atas prospek pertumbuhan ekonomi global. Pengelola keuangan meningkatkan spekulasi mereka pada reli harga ke level tertinggi sejak 2012, menempatkan optimisme mereka ke tingkat yang terakhir terlihat sebelum dimulainya Bear Market tiga tahun lalu.
Emas berjangka untuk pengiriman Juni naik kurang dari 0,1 persen untuk berakhir di $ 1.235 per ons pada 1:45 siang di Comex, New York, menuju hari kedua kenaikannya.
Posisi net-long di emas berjangka dan opsi melonjak 13 persen menjadi 184.218 kontrak pada pekan yang berakhir 12 April menurut data Commodity Futures Trading Commission yang dirilis tiga hari setelahnya.(mrv)
Sumber: Bloomberg

Gold Market Update - 19apr2016 Morning

Bursa Asia Naik Akibat Rebound Minyak, Pelemahan Yen Angkat Bursa Jepang

BESTPROFIT FUTURES MALANG (19/4) - Bursa saham Asia menguat, mengikuti saham AS yang lebih tinggi karena harga minyak mentah menguat untuk pertama kalinya dalam lima hari terakhir. Saham-saham Jepang mengalami rebound dari penurunan terbesar dalam dua minggu akibat pelemahan yen.
MSCI Asia Pacific Index menguat 1,4 persen menjadi 132,04 pada pukul 09:10 pagi di Tokyo. Saham-saham AS menguat, dengan penutupan Dow Jones Industrial Average berada di atas level 18.000 untuk pertama kalinya sejak bulan Juli, karena investor menepis kerugian minyak terhadap gagalnya pembicaraan pembekuan produksi dan berpaling ke arah serangkaian pendapatan perusahaan minggu ini. Minyak mentah West Texas Intermediate naik 0,8 persen pada awal perdagangan Selasa.
Indeks Topix Jepang naik 2,9 persen setelah merosot 3 persen pada Senin karena yen melemah ke 109,10 per dolar AS. Investor terus menimbang dampak ekonomi dari gempa hari Kamis lalu dan gempa susulan berikutnya di barat daya Jepang yang menewaskan 44 orang dan menyebabkan ratusan orang terluka. Gempa memaksa penutupan pabrik di perusahaan seperti Sony Corp. dan Toyota Motor Corp.(frk)
Sumber: Bloomberg

Bursa Jepang Rebound Dari Kerugian Terburuk Dalam Dua Minggu Terkait Minyak

BESTPROFIT FUTURES MALANG (19/4) - Bursa saham Jepang dibuka menguat, rebound dari penurunan terbesar dalam dua minggu terakhir, minyak mentah menguat untuk pertama kalinya dalam lima hari dan ekuitas AS mengesampingkan kegaduhan yang mengguncang pasar Asia pada Senin kemarin.
Indeks Topix naik 2,6 persen menjadi 1,354.56 pada pukul 09:03 pagi di Tokyo, pulih pasca penurunan 3 persen pada hari Senin, 30 saham naik untuk setiap saham yang turun. Indeks Nikkei 225 Stock Average menambahkan 2,9 persen menjadi 16,746.23. Indeks Dow Jones Industrial Average di New York ditutup pada level tertinggi sejak 20 Juli karena investor menepis kerugian minyak terhadap gagal pembicaraan pembekuan produksi yang memicu penurunan 1,5 persen dalam indeks MSCI Asia Pacific pada hari Senin.
Investor terus menimbang dampak ekonomi dari gempa hari Kamis lalu dan gempa susulan berikutnya di barat daya Jepang yang menewaskan 44 orang dan menyebabkan lebih dari seribu orang luka-luka. Gempa juga memaksa penutupan pabrik di perusahaan seperti Sony Corp. dan Toyota Motor Corp., dengan satu laporan memperkirakan laba operasional produsen mobil itu kemungkinan turun sebanyak 30 miliar yen ($ 274 juta). Sektor pariwisata merupakan yang terpukul akibat gempa di saat puncak musim perjalanan musim semi di Jepang.(frk)
Sumber: Bloomberg

Saham AS Ditutup Menguat Seiring Investor Menunggu Laba Perusahaan

BESTPROFIT FUTURES MALANG (19/4) - Saham AS menguat, dengan Indeks Dow Jones Industrial Average naik di atas level 18.000 untuk pertama kalinya sejak bulan Juli, seiring para investor menepis kerugian minyak terkait gagalnya pembicaraan output dan melihat rilis laba perusahaan pada minggu ini.
Saham Hasbro Inc melonjak hampir 6 % menuju rekornya, meningkatkan sentimen setelah laba perusahaan melebihi ekspektasi, sebagian karena permintaan untuk Walt Disney Co permainan "Star Wars" berlisensi tersebut. Laba Disney naik 2,9 %. Produsen energi rally terkait pemangkasan penurunan harga minyak mentah mencapai 6,8 %. Saham Morgan Stanley sedikit berubah setelah berfluktuasi antara keuntungan dan kerugian karena pengurangan biaya yang dapat membantu perusahaan yang melaporkan laba yang lebih baik dari perkiraan.
Indeks Standard & Poor 500 naik 0,7 % ke level 2,094.35 pada pukul 16:00 sore waktu New York, yang merupakan level tertinggi sejak 1 Desember lalu. (knc)
Sumber : Bloomberg

Investor Menuju Raihan Laba, Saham AS Menguat Pada Sesi Break

BESTPROFIT FUTURES MALANG (19/4) - Saham AS menguat, dengan Dow Jones Industrial Average memuncaki level 18.000 untuk pertama kalinya sejak Juli, karena investor berhasil menangkal penurunan minyak terkait gagalnya pembicaraan mengenai produksi dan mengawasi kelompok tersebut minggu ini dari pendapatan perusahaan.
Hasbro Inc melonjak 5,4 persen menuju rekor, sentimen buoying setelah hasilnya mengalahkan ekspektasi sebagian berkat permintaan untuk "Star Wars" mainan berlisensi  Walt Disney Co tersebut. Disney menguat 2,6 persen. produsen energi naik ke level tertingginya dalam seminggu terkait minyak mentah yang memangkas penurunan nya. Morgan Stanley berfluktuasi antara keuntungan dan kerugian setelah pemangkasan biaya membantu perusahaan untuk meraih laporan laba yang lebih baik dari perkiraan.
Indeks Standard & Poor 500 naik 0,6 persen menjadi 2,092.18 pada 12:43 siang di New York, ke level tertinggi sejak 4 Desember lalu. Indeks Dow naik 102,25 poin, atau 0,6 persen, ke 17,99.71, di jalur untuk sembilan bulan tertingginya, sementara Indeks Nasdaq Composite menguat 0,3 persen. Perdagangan saham di S & P 500 adalah 11 persen di bawah rata-rata 30-harinya untuk hari ini.(mrv)
Sumber: Bloomberg

Gold Market Update - 18apr2016 Midday

Sunday, 17 April 2016

Kondisi Dollar Sesi Asia Awal Pekan Mengkhawatirkan

BESTPROFIT FUTURES MALANG (18/4) - Masuki perdagangan forex sesi Asia awal pekan  (18/04) dollar AS yang memiliki fundamental lemah pasca ketidak pastian kenaikan Fed rate tahun ini kembali alami tekanan jual lebih parah dari penutupan perdagangan akhir pekan lalu. Sebelumnya dollar AS anjlok oleh turunnya harga minyak mentah jelang pertemuan produsen minyak besar di Doha-Qatar hari Minggu (17/04), pagi ini terjun cukup parah khususnya terhadap yen oleh gagalnya pertemuan mengatasi kelebihan pasokan minyak mentah dunia.
Perdagangan pasar spot pagi ini, harga minyak mentah AS anjlok hingga 8 persen lebih ke posisi kisaran harga $38 per barel setelah beberapa pekan diatas $40 per barel. Harga minyak mentah dunia kembali terancam dan menuju kisaran harga terendah beberapa bulan lalu di bawah $30 per barel. 
Mengakhiri perdagangan forex akhir pekan lalu, dollar melemah terhadap semua rival utamanya demikian juga dengan kurs komoditas pasca anjloknya harga minyak mentah. Namun secara mingguan pekan lalu indeks dollar berhasil mencetak penguatan setelah 2 pekan berturut anjlok. Pagi ini terpantau hanya melemah terhadap kurs safe haven seperti yen dan euro, terhadap rival lainnya masih menunjukkan kekuatan khususnya terhadap kurs komoditas seperti aussie, loonie dan kiwi dollar.
Indeks dollar yang mengukur kekuatan dollar AS terhadap rival utamanya  di pasar spot terkini masih bergerak negatif, setelah dibuka lemas di 94,69  kini indeks turun  ke posisi 94,62. Sebelumnya  indeks dollar ditutup turun  0,3 persen. 
Untuk penggerak fundamental hari ini, selain pergerakan harga minyak mentah juga ada data indeks perumahan NAHB dan pernyataan Presiden Fed New York Dudley.

Sumber : Vibiznews

Pertemuan Doha Gagal Capai Kesepakatan

BESTPROFIT FUTURES MALANG (18/4) - Menteri Energy Qatar, Mohammed Al Sada mengatakan dalam konferensi pers bahwa kelompok negara produsen minyak tersebut”membutuhkan lebih banyak waktu” untuk membangun garis besar kesepakatan untuk membekukan produksi. Sebelum pertemuan berakhir dengan kegagalan, draft perjanjian yang diusulkan adalah untuk menahan produksi pada tingkat Januari sampai setidaknya Oktober.
Kegagalan ini kembali mengancam harga minyak mentah dunia yang menuju kemerosotan. Semua mata kini berfokus pada pertemuan dua tahunan OPEC berikutnya yang dijadwalkan berlangsun pada tanggal 2 Juni.
Harga minyak mentah baru-baru ini telah merangkak naik dari posisi terendah tahunan di bawah $ 30, untuk tingkat tepat di atas $ 40 di hari Jumat. Minyak mentah Brent, lebih jauh lagi di bawah titik tertinggi tahunan diatas $ 100 set pada tahun 2014, dan turun hampir 40 persen dibanding tahun lalu.
Sinyal perkiraan hambatan pertemuan ini sebenarnya telah muncul setelah Teheran sangat menolak gagasan pembekuan produksi, karena upaya negara tersebut untuk meraih pangsa pasar yang hilang setelah dibebaskan dari sanksi internasional pada Januari lalu. Dengan tidak berpartisipasinya Iran, delegasi pertemuan tampaknya meragukan seberapa efektif pembekuan bisa terjadi jika tidak termasuk Iran.
“Dengan Iran, kami menghormati posisi mereka dan melalui konsultasi lebih lanjut, kita tidak tahu bagaimana masa depan mereka akan membuka gulungan,” kata Menteri Energy Qatar. “Itu adalah keputusan yang berdaulat oleh Iran. Pembekuan produksi pasti akan lebih efektif jika OPEC dan non-OPEC” berpartisipasi tambahnya.
Demikian juga keraguan pertemuan produsen minyak dunia ini muncul setelah beberapa waktu lalu Wakil Mahkota Arab Saudi Pangeran Mohammed bin Salman dalam sebuah wawancara 14 April dengan Bloomberg menyatakan jika semua produsen utama tidak membekukan produksi, maka Arab Saudi juga tidak akan membekukan produksi.
Eksportir minyak terbesar di dunia tersebut bisa segera meningkatkan produksi menjadi 11,5 juta barel per hari dan 12,5 juta dalam enam sampai sembilan bulan “jika kita ingin,” kata Pangeran. Arab Saudi memproduksi 10,2 juta barel per hari bulan lalu, menurut data yang dikumpulkan oleh Bloomberg.
Dengan runtuhnya pembicaraan ini menunjukkan bahwa kemungkinan besar harga minyak mentah global memperoleh tekanan baru. Namun, penjualan minyak mungkin terbatas karena pemogokan di Kuwait yang telah memproduksi lebih dari 1,5 juta barel per hari ini berhenti. Pekerja Kuwait memulai pemogokan pada akhir pekan ini karena pemotongan gaji dan benefit.

Sumber :  Vibiznews

IHSG Berpeluang Menguat di Awal Pekan

BESTPROFIT FUTURES MALANG (18/4) - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan konsolidasi pada perdagangan saham awal pekan ini. Sejumlah sentimen internal dan eksternal mempengaruhi laju IHSG.

Analis PT Investa Saran Mandiri, Hans Kwee menuturkan IHSG berpeluang konsolidasi pada perdagangan saham awal pekan ini. IHSG akan berada di level support 4.768-4.793 dan resistance 4.873-4.900

Ia mengatakan, ada sejumlah sentimen pengaruhi IHSG pada pekan depan antara lain pengumuman BI Rate atau suku bunga acuan. BI Rate berpotensi turun 25 basis poin menjadi 6,5 persen, Hans menilai hal itu dapat mendongkrak IHSG.

Dari sentimen luar negeri, Hans menuturkan ada rapat IMF, G20 dan pertemuan produsen minyak utama di Doha.

"Selain itu ada testimoni pejabat bank sentral Amerika Serikat atau the Federal Reserve," ujar Hans saat dihubungi Liputan6.com, Senin (18/4/2016).

Sementara itu, Analis PT Asjaya Indosurya Securities William Suryawijaya menuturkan IHSG sedang menguji level support 4.774. Target resistance level 4.881 pun perlu ditembus untuk kembali memperkuat pola uptren jangka pendek.

"Kondisi pergerakan IHSG masih berada dalam rentang konsolidasi sehat. Ada potensi menguat. Rilis data ekonomi dengan neraca perdagangan yang berada di bawah harapan tetapi masih menunjukkan kondisi stabil," ujar William.


Sumber : Liputan6

Gold Market Update - 18apr2016 Morning

IHSG Diprediksi Datar, Pelaku Pasar Cermati Kebijakan BI

BESTPROFIT FUTURES MALANG (18/4) - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi akan bergera mendatar pada perdagangan saham selama sepekan ini. Analis PT Samuel Sekuritas Muhammad Alfatih menerangkan, hal tersebut disebabkan oleh perubahan acuan moneter baru dari suku bunga acuan (BI rate) menjadi 7 days reverse repo rate.

Dia ‎mengatakan, dalam jangka panjang investor melihat bahwa hal tersebut sebagai langkah untuk menekan net interest margin (NIM) lebih rendah.

"Tekanan terhadap terhadap perbankan, jangka panjang pemerintah akan menekan bunga NIM lebih rendah,"kata Alfatih kepada Liputan6.com, Senin (18/4/2016).

Alfatih melanjutkan, acuan moneter ini menunjukkan bahwa otoritas lebih antisipatif terhadap kondisi global. "Dengan repo itu BI antisipasi kondisi global dibanding dengan BI rate yang patokannya sebulan sekali," lanjut dia.

Dia bilang, perekonomian sedang tidak begitu baik, apalagi dengan keluarnya data ekonomi China dan adanya peringatan dari IMF.

Jatuhnya harga minyak dunia turut berkontribusi pada perlambatan ekonomi global. Lantaran, harga minyak juga berkorelasi dengan harga komoditas lain.

Pada perdagangan sepekan, Alfatih memperkirakan IHSG bergerak pada support 4.700 dan resistance di level 4.900. "Kecenderungan mendekati 4.700," ungkap dia.

Riset HD Capital menyatakan, penguatan rupiah bakal positif untuk kinerja pasar modal. "Kami melihat pasar belum sepenuhnya mendiskon efek penguatan rupiah ke kinerja emitten yang mempunyai hutang, biaya impor atau efek revaluasi aset dari pergerakan dolar yang akan tercermin di laporan keuangan kuartal I 2016 berakhir di bulan Maret," tulis riset tersebut.

HD Capital merekomendasikan beli PT Astra Internasional Tbk (ASII), PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE), PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI), PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR).

Sebagai informasi rata-rata transaksi harian di Bursa Efek Indonesia (BEI) pekan lalu (11-15 April 2015) naik 18,44 persen menjadi Rp 5,98 triliun. Volume rata-rata transaksi harian juga mengalami kenaikan 4,60 persen dan rata-rata frekuensi 2,81 persen.

‎Namun begitu, IHSG turun 0,48 persen ke posisi 4.823,56 dari sebelumnya 4.846,70. Kemudian nilai kapitalisasi pasar turun menjadi Rp 5.120 triliun dari sebelumnya Rp 5.145 triliun. (Amd/Gdn)


Sumber : Liputan6

Bursa Asia Melemah Akibat Penurunan Topix Jepang Dengan Saham Komoditas

BESTPROFIT FUTURES MALANG (18/4) - Bursa saham Asia dibuka turun, dengan indeks acuan regional melemah dari empat bulan tertinggi, dengan minyak mentah anjlok dan saham Jepang jatuh terhadap yen setelah pembicaraan minyak berakhir tanpa kesepakatan untuk membatasi pasokan.
Indeks MSCI Asia Pacific turun 1,1 persen menjadi 130,75 pada pukul 09:07 pagi di Tokyo. Indeks tersebut naik 17 persen dari level terendah pada 12 Februari hingga minggu lalu, menutup semua kerugian untuk tahun 2016, karena Federal Reserve meyakinkan investor bahwa itu tidak akan terburu-buru untuk meningkatkan biaya pinjaman dan rebound harga komoditas mendorong produsen pertambangan dan minyak. West Texas Intermediate kehilangan sebanyak 6,8 persen menjadi $ 37,61 per barel di perdagangan awal.
Indeks Topix Jepang turun 3,1 persen karena penguatan yen ke level 108,11 per dolar AS. Pembuat kebijakan Jepang memenangkan simpati dari 20 rekan-rekan Grup-nya untuk kemungkinan melakukan intervensi dalam membalikkan kekuatan mata uang. Perdana Menteri Shinzo Abe menambah jumlah petugas penyelamat menjadi 25.000 orang di bagian selatan negara yang sedang dilanda gempa di mana 41 orang tewas sejak hari Kamis dalam bencana alam paling dahsyat negara tersebut sejak Maret 2011.(frk)
Sumber: Bloomberg

Thursday, 14 April 2016

Gold Market Update - 15apr2016 Morning

Rapat Produsen Minyak di Doha Menimbulkan Kekhawatiran, Minyak Ditutup Turun

BESTPROFIT FUTURES MALANG (15/4) - Minyak berjangka berakhir dengan kerugian untuk hari kedua berturut-turut pada hari Kamis, karena pasar mengkaji kemungkinan bahwa pertemuan produsen utama akhir pekan ini akan mencapai satu perjanjian untuk membatasi produksi.
Pemasok minyak teratas, termasuk Arab Saudi dan Rusia, akan berkumpul di Doha, Qatar, pada hari Minggu untuk membicarakan pembatasan produksi mereka dalam menyokong harga. Namun, keraguan berkembang bahwa bahkan jika mereka berhasil mencapai kesepakatan, hal itu mungkin tidak cukup kuat untuk meredakan berlimpahnya pasokan minyak mentah global.
Minyak mentah West Texas Intermediate untuk bulan Mei turun 26 sen, atau 0,6%, untuk menetap di $ 41,50 per barel di New York Mercantile Exchange, tetapi diperdagangkan antara terendah di $ 40,84 dan tertinggi di $ 42,16 selama sesi. Untuk minggu ini, harga sedang bergerak naik lebih dari 4%.
Minyak mentah Brent untuk bulan Juni di bursa ICE Futures London kehilangan 34 sen, atau 0,8%, ke $ 43,84 per barel.
Pembicaraan pertemuan tentang pembekuan produksi telah membuat investor cemas dalam beberapa pekan terakhir. Harga telah naik sekitar 8% month to date namun reli telah ditandai oleh volatilitas yang tinggi di tengah kurangnya kejelasan tentang apa yang mungkin terjadi di Doha. Iran telah menolak keras berpartisipasi dalam kesepakatan apapun setelah negara tersebut berupaya untuk meningkatkan level produksi seperti sebelum dijatuhkan sanksi.(frk)
Sumber: MarketWatch

Emas Berjangka Turun Untuk Sesi Kedua Pada Penguatan Dolar

BESTPROFIT FUTURES MALANG (15/4) - Emas berjangka turun untuk sesi kedua pada Kamis ini karena dolar masih menguat serta permintaan untuk aset berisiko tetap relatif kuat. Indeks AS Dollar naik untuk hari ketiga dan saham AS yang sedikit lebih tinggi.
Emas Juni turun $ 21,80, atau 1,8%, untuk menetap di level $ 1,226.50 per ons. "Tidak ada yang baru sejauh hanya momentum yang mengambil ke arah sisi negatifnya tapi kami tidak mengharapkan adanya aski jual utama atau perkembangan tren baru," ungkap Naeem Aslam, kepala analis pasar di AvaTrade.(yds)
Sumber: MarketWatch

Saham Jepang Memerah pasca Gempa Bumi, Pangkas Gain Mingguan Terbaik Sejak Feb

BESTPROFIT FUTURES MALANG (15/4) - Bursa saham berada di zona merah di Tokyo untuk pertama kalinya dalam empat hari, dengan indeks Topix memangkas kenaikan mingguan terbaik mereka sejak Februari seiring para investor menimbang dampak dari gempa bumi yang telah menewaskan sedikitnya sembilan orang dan melukai ratusan orang di selatan Jepang.
Topix turun 0,9 persen ke level 1,359.11 pada pukul 09:05 pagi waktu Tokyo, dengan saham kontraktor menjadi satu-satunya dari 33 kelompok industri yang ada di Topix meraih gain. Indeks topix menuju kenaikan 5,6 persen minggu ini. Nikkei 225 Stock Average kehilangan 0,7 persen ke level 16,794.80.
Sebuah gempa berkekuatan 6,5 SR melanda Jepang selatan, Kamis malam, menewaskan sedikitnya sembilan orang dan setidaknya melukai 750 orang lainnya. Itu merupakan gempa terkuat sejak 2011 gempa yang memicu tsunami besar dan menewaskan sekitar 16.000 orang di timur laut Jepang.
Gempa pada hari Kamis melanda Kumamoto prefektur pada pukul 21:26 waktu setempat pada kedalaman dangkal 10 kilometer (6.2 mil) dan diikuti oleh beberapa gempa susulan yang kuat, kata Badan Meteorologi Jepang. Tidak ada laporan kerusakan di reaktor nuklir Sendai Kyushu Electric Power Co, yang merupakan satu-satunya pabrik yang beroperasi di Jepang.
Yen diperdagangkan pada level 109,36 per dolar, melanjutkan tiga hari kerugian dan setelah Gubernur Bank of Japan Haruhiko Kuroda mengatakan kenaikan berlebihan entah bagaiman telah terkoreksi dalam beberapa hari terakhir. Minyak memperpanjang penurunan untuk hari ketiga seiring pertemuan produsen minyak mentah utama di Doha akhir pekan ini dipredikisi hanya akan memberikan keuntungan minimal terkait stok global. (Sdm)
Sumber: Bloomberg

Saham Asia Jatuh sebelum Data China

BESTPROFIT FUTURES MALANG (15/4) - Saham Asia jatuh, turun dari level tertinggi dalam empat bulan, seiring pelemahan saham Jepang dan investor menunggu rilis data China, termasuk update pada pertumbuhan ekonomi.
Indeks MSCI Asia Pacific turun 0,4 persen ke level 131,62 pada pukul 09:02 pagi waktu Tokyo, tergelincir dari level tertinggi sejak Desember dan memangkas keuntungan mingguan menjadi 4,2 persen. Indeks Topix geser 1,2 persen, memangkas kenaikan mingguan terbaik mereka sejak Februari, setelah gempa bumi melanda Jepang selatan yang menewaskan sedikitnya sembilan orang pada hari Kamis
Pertumbuhan China melambat pada kuartal pertama, ekonom memperkirakan sebelum laporan hari Jumat pada produk domestik bruto. Data lain yang juga akan dirilis yakni produksi industri, penjualan ritel dan investasi aset tetap. Minyak diperdagangkan di level $ 41,46 per barel menjelang pertemuan produsen minyak mentah utama di Qatar akhir pekan ini.
S & P / ASX 200 Index Australia turun 0,1 persen, sama dengan yang dilakukan indeks Kospi Korea Selatan. S & P / NZX 50 Index Selandia Baru naik 0,1 persen setelah ditutup pada rekor tertinggi pada hari Kamis.
Kontrak pada indeks Hang Seng Hong Kong naik 0,5 persen di sebagian besar perdagangan terakhir, sementara kontrak pada indeks Hang Seng China Enterprises bertambah 0,7 persen. Kontrak pada FTSE Cina A50 Index menguat 0,1 persen. (sdm)
Sumber: Bloomberg

Bursa AS Ditutup Stagnan Terkait Laba Perusahaan, Minyak dan Emas Turun

BESTPROFIT FUTURES MALANG (15/4) - Bursa saham AS sedikit berubah di dekat empat bulan tertinggi di tengah pendapatan perusahaan yang bercampur, sementara ekuitas global membukukan kenaikan beruntun ke lima atas keuntungan di Eropa dan Asia. Komoditas melemah setelah minyak tergelincir dan penguatan dolar memberi tekanan pada logam.
Indeks Standard & Poor 500 berayun antara keuntungan dan kerugian sebelum berakhir lebih tinggi kurang dari satu poin. Saham-saham keuangan menguat untuk hari kedua di tengah serentetan pendapatan, sementara penurunan di antara produsen bahan baku konsumen membatasi keuntungan pada indeks. Indeks Stoxx Europe 600 memiliki reli terpanjang dalam enam minggu. Minyak mentah tergelincir sebelum pembicaraan di Doha terkait kemungkinan pembekuan produksi. Dolar sedikit lebih tinggi bahkan karena data menunjukkan inflasi Amerika melemah.
Rally di pasar saham global yang akhirnya menghapus awal tahun terburuk terus berlanjut pada hari Kamis terhadap peningkatan spekulasi baru dalam ekonomi China adalah berkelanjutan bahkan setelah keuntungan pada perusahaan-perusahaan Amerika diperkirakan akan berkontraksi. Penurunan dolar lebih dari 6 persen sejak akhir Januari mulai bertemu dengan beberapa hambatan, karena pejabat Federal Reserve, sudah ditantang oleh prospek permintaan global yang lesu, mungkin tidak dapat membuat kasus untuk suku bunga lebih cepat meningkat karena pertumbuhan harga tetap tenang.
Indeks S&P 500 naik untuk berakhir di 2,082.70 pada pukul 16:00 sore di New York, secara  teknis memperpanjang kemenangan beruntun sampai hari ketiga. indeks tersebut telah melonjak hampir 14 persen dari terendah nya di bulan Februari dan sekarang 2,2 persen di bawah semua waktu tertinggi. Skeptisisme masih berlaku, dengan valuasi jauh di atas rata-rata lima tahun dan tujuh tahun untuk bull market jauh dari menjadi sejarah terpanjang kedua.(frk)
Sumber: Bloomberg

Wednesday, 13 April 2016

Emas Turun Dari Tiga Pekan Tertingginya, Ekuitas Global Catat Reli

BESTPROFIT FUTURES MALANG (14/4) - Emas turun dari level tertingginya dalam lebih dari tiga pekan terakhir ditengah gain dalam ekuitas global serta dolar sehingga mengurangi permintaan untuk logam ini sebagai aset haven.
Emas berjangka untuk pengiriman Juni turun 1% untuk menetap di level $ 1,248.30 per ons pada 1:50 siang di Comex New York. Logam ini membukukan penurunan pertama dalam lima sesi setelah mencapai level $ 1,264.70 pada hari Selasa, yang tertinggi sejak 18 Maret.
Kepemilikan emas ETF naik 1,3 metrik ton menjadi 1,765.7 ton pada Selasa, menurut data yang dihimpun oleh Bloomberg.
Perak untuk pengiriman Mei naik 0,6% menjadi $ 16,325 per ons di Comex.
Sementara di New York Mercantile Exchange, platinum naik, sementara paladium menurun.(yds)

Sumber: Bloomberg

Gold Market Update - 14apr2016 Morning

Dolar Menguat Karena Data AS Mengaburkan Outlook The Fed

BESTPROFIT FUTURES MALANG (14/4) - Dolar naik dalam tiga minggu setelah turun ke sembilan bulan terendah pada hari Selasa karena pedagang terbebani oleh laporan ekonomi sebagai indikasi bahwa Federal Reserve akan menaikkan suku bunga tahun ini.
Greenback menguat terhadap euro dan yen, bahkan setelah laporan ekonomi menunjukkan penjualan ritel dan harga grosir secara tak terduga merosot di bulan lalu, memberikan keraguan terhadap kekuatan permintaan konsumen dan inflasi yang baru tumbuh. Dolar telah jatuh lebih dari 9 persen terhadap yen tahun ini.
Indeks Bloomberg Dollar Spot, yang melacak greenback terhadap 10 rekan-rekan, naik 0,7 persen pada pukul 12:22 siang di New York, setelah mencapai sembilan bulan terendah pada hari Selasa. Mata uang AS naik 0,9 persen menjadi $ 1,1285 per euro dan menguat 0,6 persen menjadi 109,18 yen.
Greenback menguat terhadap 13 dari 16 mata uang utama, karena para pedagang menilai pelemahan baru-baru ini terlalu berlebihan bahkan penjualan di pengecer AS turun 0,3 persen pada bulan Maret. Laporan terpisah menunjukkan harga grosir di AS tak terduga jatuh pada bulan Maret untuk bulan kedua.(frk)
Sumber: Bloomberg

Saham Asia Ikuti Gain Global dengan Pelemahan Yen Angkat Saham Jepang

BESTPROFIT FUTURES MALANG (14/4) - Saham Asia menguat, dengan indeks acuan regional berada di jalur untuk kemenangan beruntun terpanjang dalam setahun, setelah ekuitas global menghapus kerugian 2016 nya dan yen mempertahankan penurunan terhadap dolar sehingga mengangkat saham Jepang.
Indeks MSCI Asia Pacific menguat 0,8 persen ke level 130,97 pada pukul 09:04 pagi waktu Tokyo, naik untuk hari ketujuh. Terakhir kali indeks membukukan keuntungan berturut-turut untuk jangka waktu lama yakni pada bulan April tahun lalu. Indeks regional ini melonjak 16 persen sejak 12 Februari lalu, dengan ekuitas di seluruh dunia memperpanjang rally menyusul data pada Rabu yang menunjukkan ekspor China meraih kenaikan terbesar dalam satu tahun bulan lalu, menambah tanda-tanda perlambatan ekonomi di negara dengan ekonomi terbesar di Asia itu mungkin tidak sedalam yang beberapa investor takutkan. Indeks yang melacak industri logam naik 1,6 persen.
S & P / ASX 200 Index Australia naik 0,8 persen menjelang laporan bulanan pekerjaan untuk Maret. Keuntungan dalam industri logam dan saham pertambangan semalam diikuti sampai ke Asia, dengan BHP Billiton Ltd dan Rio Tinto Group melompat 5,3 persen dan 3,6 persen, masing-masing. S & P / NZX 50 Index Selandia Baru menguat 0,3 persen setelah ditutup pada rekor tertinggi pada hari Rabu.
Indeks Kospi Korea Selatan naik 1,1 persen setelah ditutup untuk pemilihan parlemen Rabu. Di Singapura, bank sentral sefara tak terduga melonggarkan kebijakan untuk menopang pertumbuhan.
Kontrak pada indeks Hang Seng naik 0,9 persen, sementara kontrak pada Hang Seng Enterprises Index China dari perusahaan daratan yang terdaftar di Hong Kong bertambah 0,8 persen. Kontrak pada FTSE Cina A50 Indeks menguat 0,1 persen. (sdm)
Sumber: Bloomberg

Saham Jepang Naik untuk Hari Ketiga terkait Pelemahan Yen

BESTPROFIT FUTURES MALANG (14/4) - Saham Jepang naik untuk hari ketiga seiring melemahnya yen ke level terendah dalam seminggu, meningkatkan prospek pendapatan ekspor.
Indeks Topix naik 1,4 persen ke level 1,350.63 pada pukul 09:01 pagi waktu Tokyo, menambah kenaikan Rabu nya untuk berada di level terbesar dalam enam minggu. Empat belas saham naik untuk setiap satu yang jatuh. Nikkei 225 Stock Average naik 1,4 persen ke level 16,607.91. Yen diperdagangkan pada level 109,42 per dolar, melemah untuk hari ketiga setelah mendaki ke level terkuat sejak Oktober 2014 pada hari Senin. Dolar merasakan penguatan terbesar dalam tiga minggu seiring ekuitas global menghapus kerugian untuk tahun ini.
Topix turun 14 persen pada tahun 2016 sampai hari Rabu, yang merupakan penurunan kedua tertajam di antara pasar global.
Kontrak pada indeks Standard & Poor 500 sedikit berubah setelah indeks acuan ekuitas AS itu menguat 1 persen ke level tertinggi empat bulan pada hari Rabu, didukung oleh membaiknya data perdagangan Cina dan hasil yang lebih baik dari perkiraan untuk pendapatan JPMorgan Chase & Co, yang merupakan pemberi pinjaman terbesar AS berdasarkan aset. (sdm)
Sumber: Bloomberg

Bursa AS Ditutup Naik Setelah JPMorgan Melaporkan Laba

BESTPROFIT FUTURES MALANG (14/4) - Bursa saham AS memperpanjang kenaikan hari kedua untuk mencapai level tertinggi dalam empat bulan, yang didukung oleh membaiknya data perdagangan China dan hasil yang lebih baik dari perkiraan dari JPMorgan Chase & Co, pemberi pinjaman dengan aset terbesar di AS.
Saham JPMorgan naik 4,2 persen setelah melaporkan laba kuartal pertama didorong oleh pemotongan gaji dan pendapatan perdagangan yang mengalami penurunan kurang dari yang diperkirakan sebagian besar analis. Saham Bank of America Corp, Wells Fargo & Co dan Citigroup Inc, dijadwalkan akan merilis laba akhir pekan ini, naik setidaknya 2,6 persen. Perusahaan yang merupakan target populer oleh penjual pendek mengalami reli hari ini, dengan indeks Goldman Sachs Group Inc dari 50 saham mencatatkan kenaikan terbesar sejak 2 Maret lalu.
Indeks Standard & Poor 500 naik 1 persen menjadi 2,082.42 pada pukul 16:00 sore di New York, tertinggi sejak 4 Desember. Volume di bursa saham AS adalah 8,1 persen lebih tinggi dari rata-rata30-hari. Hanya lima saham dalam 30-anggota Dow Jones Industrial Average yang naik, setelah indeks tersebut naik 1,1 persen menjadi 17,908.28 hari ini. Kontrak berjangka dalam perdagangan pre-market mempertahankan keuntungan setelah rilis menunjukkan penjualan ritel dan harga grosir AS tak terduga turun pada bulan lalu, memicu spekulasi Federal Reserve akan memperlambat laju kenaikan suku bunga lebih lanjut.(frk)
Sumber: Bloomberg

Tuesday, 12 April 2016

Gold Market Update - 13apr2016 Morning

Perak Menguat ke 5 Bulan Tertinggi Setelah Membuntuti Gain Emas

BESTPROFIT FUTURES MALANG (13/4) - Perak akhirnya menyusul reli emas.
Setelah membuntuti keuntungan dalam logam kuning hampir sepanjang tahun, perak mempercepat kenaikannya, menyentuh level tertinggi dalam lebih dari lima bulan pada hari Selasa, karena kepemilikan investor dalam ETF berbasis logam melonjak ke level tertinggi sejak Desember 2014.
Perak reli 7,8 persen dalam empat sesi terakhir, lebih dari dua kali laju kenaikan emas, dibantu oleh tanda-tanda peningkatan permintaan industri dan memuncaknya spekulasi bahwa Federal Reserve akan memperlambat kenaikan suku bunga. Suku bunga yang lebih rendah adalah anugerah untuk logam mulia karena mereka tidak menawarkan imbal hasil atau dividen.
Perak untuk pengiriman Mei naik 1,5 persen untuk menetap di $ 16,222 per ons pada pukul 1:50 siang di Comex New York, setelah menyentuh $ 16,23, tertinggi untuk kontrak teraktif sejak 28 Oktober. Di pasar spot, satu ons emas dibeli sedikitnya 77,6271 ons perak, setidaknya sejak 9 Februari lalu.
Manufaktur AS diperluas pada bulan Maret untuk pertama kalinya dalam tujuh bulan, dipicu oleh lonjakan pesanan, laporan swasta menunjukkan pada 1 April. Perak digunakan dalam produk industri mulai dari elektronik untuk panel surya.(frk)
Sumber: Bloomberg