Tuesday, 1 July 2014

Harga Gula Terus Melemah, Demand Terindikasi Lesu

Harga gula di Bursa ICE US terpantau kembali ditutup melemah signifikan pada perdagangan Selasa 1 Juli 2014. Pelemahan harga gula di Bursa ICE dipicu oleh adanya indikasi pelemahan demand gula pasca penurunan pembelian oleh dua perusahaan gula di Bursa ICE US.
Permintaan gula yang terindikasi melemah, memperburuk trend pelemahan harga gula di Bursa ICE US. Indikasi yang didasari oleh penurunan pembelian gula di Bursa ICE US oleh CSC Sugar LLC dan Louis Dreyfus Commodities hingga level terendah dalam 15 tahun tersebut, memicu harga gula untuk kembali anjlok di bursa.
Sebelumnya, harga gula telah berada dalam trend lemah sejak pekan lalu akibat lonjakan output tebu Brasil. Output tebu Brasil yang berada di level 2,33 juta ton melebih ekspektasi awal di level 2,2 juta ton. Imbas dari lonjakan output tersebut, sepanjang pekan lalu harga gula terus tergerus akibat ekspektasi tekanan lonjakan supply gula global.
Pada perdagangan Selasa 1 Juli 2014, harga gula di Bursa ICE US terpantau ditutup melemah signifikan. Harga gula berjangka ICE US untuk kontrak Oktober 2014 turun hingga 1,17% ke tingkat harga $17,8/ton atau melemah $0,21/ton.
Sedangkan dari Bursa LIFFE, harga gula putih juga terpantau ditutup melemah signifikan. Harga gula putih berjangka LIFFE untuk kontrak Agustus 2014 turun 1,29% ke tingkat harga $466,10/ton atau melemah $6,10/ton.
Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memprediksi harga gula masih akan melanjutkan trend melemah pada perdagangan hari ini. Hal tersebut dilandasi oleh tekanan posisi supply dan juga demand gula saat ini yang terpantau cukup kuat untuk mendorong pergerakan harga gula ke arah pelemahan. Terkait pergerakan harga gula, range normal diprediksi akan berada di kisaran $17,5-18,25 pada gula ICE US dan $460,5-$474,5 pada gula putih LIFFE.

Sumber : Vibiznews

Harga Emas Spot Comex Turun Tipis

Harga emas spot di Bursa Comex pada perdagangan Selasa 1 Juli 2014 terpantau ditutup melemah tipis dini hari tadi. Pelemahan harga emas di Bursa Comex dipicu oleh sentimen data manufaktur Tiongkok yang berhasil mengangkat pergerakan bursa global.
Pengaruh data manufaktur Tiongkok yang menguat ke level 51 atau naik 0,2 poin terpantau memicu pelemahan harga emas spot di Bursa Comex. Dampak dari penguatan sektor manufaktur Tiongkok tersebut berpengaruh pada pergerakan bursa saham global yang positif dan secara tidak langsung berimbas pada penurunan minat terhadap emas di Bursa Comex.
Walaupun melemah akibat dorongan penguatan bursa saham pada Selasa lalu, secara fundamental emas masih berpotensi untuk menguat. Hal tersebut dapat terlihat dari pergerakan harga emas berjangka yang masih dapat menguat di Bursa Comex. Kisruh antara pemerintah Irak dengan kelompok ISIS, macetnya negosiasi perdamaian Ukraina-Rusia, serta ekspektasi tingkat suku bunga rendah yang masih akan dipertahankan di AS masih cukup kokoh menggerakan harga emas untuk cenderung menguat.
Namun, pergerakan harga emas yang secara teknikal terpantau mulai lesu akibat lonjakan signifikan sejak dua pekan lalu, sedikit menjadi faktor penahan penguatan signifikan harga emas. Selain itu, penurunan demand emas oleh Tiongkok serta kasus investasi emas bodong di negara tersebut turut berpengaruh terhadap tekanan ke arah pelemahan pada perdagangan emas di Asia.
Pada perdagangan Selasa 1 Juli 2014 di Bursa Comex, harga emas spot terpantau ditutup melemah tipis dini hari tadi. Harga emas spot Comex turun 0,07% ke tingkat harga $1.326,1/t oz atau melemah $0,9/t oz.
Sedangkan dari perdagangan emas berjangka di Bursa Comex, emas berjangka masih dapat ditutup menguat dini hari tadi. Harga emas berjangka COmex untuk kontrak Agustus 2014 naik 0,35% ke tingkat harga $1.326,6/t oz atau menguat $4,6/t oz.
Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memprediksi pergerakan harga emas pada hari ini di Bursa Comex akan bergerak flat cenderung melemah akibat aksi tunggu sentimen data GDP kawasan EURO dan pidato Janet Yellen. Kedua faktor tersebut, diprediksi akan sangat signifikan mempengaruhi pergerakan harga emas pada perdagangan hari ini. Terkait pergerakan harga emas pada hari ini di Bursa Comex, range normal diperkirakan akan ada di kisaran $1.318-$1.340 pada emas berjangka kontrak Agustus 2014 dan $1.319-$1.336 pada emas spot Comex.

Sumber : Vibiznews

Yen Melemah, Bursa Saham Jepang Dibuka Menguat Pada Hari Ke-3

BESTPROFIT FUTURES (02/07) - Indeks Topix Jepang menguat pada hari ke-3, setelah kemarin mencapai level 5 bulan tertingginya, akibat melemahnya yen dan data AS yang mendorong kepercayaan pada ekonomi AS.

Indeks Topix menguat 0.5% ke level 1,282.76 pukul 9:00 pagi waktu Tokyo, menuju level penutupan tertingginya sejak 23 Januari lalu. Indeks Nikkei 225 Stock Average catat gain 0.5% ke level 15,399.59. Sementara Yen berada pada posisi 101.56 per dollar setelah sebelumnya melemah 0.2%.

Manufaktur PMI (purchasing manager index) China Juni lalu berada pada angka 51.0. Angka tersebut sesuai dengan perkiraan rata-rata dari survei para ekonom oleh Bloomberg dan menandai kenaikan jika dibanding bulan Mei lalu sebesar 50.8.

Hingga kemarin Indeks Topix mengalami keanikan sebesar 11% dari level terendahnya 21 Mei lalu, memangkas penurunan sepanjang tahun 2014 ini sebesar 2%, yang mana masih berada pada penurunan tertajam diantara 24 bursa saham di negara maju menurut Bloomberg. (bgs)

Sumber : Bloomberg

Bursa Saham Asia Perpanjang Gain Setelah Indeks S&P 500 Catat Rekor

BESTPROFIT FUTURES (02/07) - Bursa Saham Asia menguat, indeks acuan regional tersebut memperpanjnag gain dari level 6 tahun tertingginya, setelah rilis laporan menunjukkan bahwa kenaikan manufaktur China mengantarkan acuan ekuitas AS capai rekor penutupan baru.

Indeks MSCI Asia Pacific menguat 0.3% ke level 146.69 pukul 9:01 pagi waktu Tokyo, menguat pada hari ke-3. Saham bahan bangunan dan konsumen pimpin gain. Hari ini Bursa Saham Hong Kong akan kembali dibuka setelah libur kemarin.

Indeks Topix Jepang menguat 0.5%, membawa gain selama 3 hari sebesar 2.3%. Indeks Kospi Korea Selatan menguat 0.5%. Indeks S&P/ASX 200 Australia menguat 0.3%, sementara Indeks NZX 50 Selandia Baru naik 0.1%.

Manufaktur China Juni lalu naik pada laju tertingginya sepanjang tahun 2014 ini, menurut PMI (purchasing manager index) yang dirilis pemerintah kemarin.

Indeks manufaktur AS dari The Institute for Supply Management Juni lalu berada pada angka 55.3 dibanding 55.4 di bulan sebelumnya, menurut rilis laporan kemarin dari Tempe yang merupakan grup berbasis di Arizona. Angka pembacaan diatas 50 mengindikasikan kenaikan. Sementara perkiraan rata-rata dari survey para ekonom oleh Bloomberg menyatakan 55.9.

Rilis data pekan ini akan memberikan petunjuk berlanjut pada kekuatan ekonomi AS. Sebuah rilis laporan dari swasta hari ini diperkirakan akan menunjukkan jumlah tenaga kerja di AS Juni lalu naik dibandingkan Mei lalu. Sementara data pekerjaan dari pemerintah akan dirilis besok, sehari menjelang hari libur guna memperingati U.S. Independence Day. (bgs)

Sumber : Bloomberg

Jelang Pidato Yellen, Dollar Dekati Level 6 Pekan Terendahnya Terhadap Euro

BESTPROFIT FUTURES (02/07) - Dollar diperdagangkan mendekati level 6 pekan terendahnya terhadap euro menjelang Pidato Gubernur Federal Reserve Janet Yellen hari ini, setelah bulan lalu menyatakan bahwa suku bunga AS akan tetap rendah dalam waktu yang cukup lama.

Kemarin Dollar turun pada hari ke-5 setelah indeks manufaktur AS naik kurang dari perkiraan ekonom sebelumnya. Dollar Australia mendekati level tertingginya sejak November tahun lalu jelang perdagangan hari ini. Mata uang Selandia Baru turun dari level 3 tahun tertingginya setelah harga susu bubuk merosot pada sebuah pelelangan. Sementara ECB (European Central Bank) besok akan mengumukan kebijakan.

Sejak kemarin dollar berada pada level $1.3680 per euro pukul 8:20 pagi ini waktu Tokyo, saat menyentuh level $1.3700, merupakan level tertinggi sejak 21 Mei lalu. Dollar berada pada level 101.54 yen dari level 101.53 di New York. Sementara Euro berada pada level 138.90 yen dari level 138.88.

Indeks Spot Dollar Bloomberg, yang mencatat mata uang dollar terhadap 10 mata uang lainnya, berada pada level 1,002.75 dari level kemarin 1,002.67, level penutupan terendah sejak 6 Mei lalu.

Hari ini di Washington Yellen akan memberikan testimoninya dihadapan IMF (International Monetary Fund).

Dollar Australia tergelincir 0.1% ke level 94.89 sen AS setelah kemarin menyentuh level 95.05, level yang tak terlihat sejak 7 November tahun lalu.

Dollar Selandia Baru melemah 0.1% ke level 87.67 sen AS dari level tertingginya kemarin 87.91. Pekan lalu dollar Selandia Baru mencatat level 87.94, level tertinggi sejak mencapai level tertingginya 88.43 di Agustus 2011 lalu. (bgs)

Sumber : Bloomberg

Monday, 30 June 2014

Harga Kopi Arabika Rebound Signifikan di Bursa ICE US

Harga kopi varian Arabika di Bursa ICE US terpantau ditutup menguat pada perdagangan Senin 30 Juni 2014 setelah anjlok pada Jumat lalu. Penguatan harga kopi Arabika di Bursa ICE US dipicu oleh fluktuasi harga kopi seiring belum jelasnya panen kopi Brasil.
Belum jelasnya dampak kekeringan Brasil terhadap kopi siap panen di negara tersebut, masih terus berimbas pada fluktuasi harga kopi varian Arabika. Walaupun, telah beredar isu terkait kerusakan cukup signifikan pada salah satu perkebunan kopi di kawasan Minas Gerais, akan tetapi investor masih belum yakin untuk menjadikan hal tersebut sebagai tolak ukur terhadap panen keseluruhan Brasil.
Walaupun demikian, harga kopi varian Arabika pada perdagangan Senin lalu cukup terangkat oleh anjloknya harga kopi Arabika pada perdagangan hari Jumat. Harga kopi varian Arabika yang anjlok hingga 4,6% pada Jumat lalu, membuat harga kontrak kopi Arabika di Bursa ICE menjadi relatif murah sehingga memicu aksi beli pada awal perdagangan pekan ini.
Pada perdagangan Senin 30 Juni 2014 di Bursa ICE US, harga kopi Arabika ditutup menguat. Harga kopi Arabika berjangka ICE US untuk kontrak September 2014 naik 1,48% ke tingkat harga $175,10/ton atau menguat $2,55/ton.
Sedangkan dari perdagangan di Bursa LIFFE, harga kopi varian Robusta terpantau justru ditutup melemah. Harga kopi Robusta berjangka LIFFE untuk kontrak September 2014 turun 0,88% ke tingkat harga $2.016/ton atau melemah $18/ton.
Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memprediksi harga kopi Arabika akan cenderung untuk kembali bergerak menguat pada perdagangan hari ini. Hal tersebut dilandasi oleh potensi aksi beli menjelang masa panen Brasil dengan landasan adanya isu kerusakan kopi di kawasan Minas Gerais. Terkait pergerakan harga kopi pada perdagangan hari ini, range normal diprediksi akan berada di kisaran $168-$179 pada Arabika dan $1.950-$2.056 pada Robusta.

Sumber : Vibiznews

Ekspor Kayu Dan Barang Dari Kayu Meningkat

Laporan terkini dari Badan Pusat Statistik menunjukkan bahwa nilai ekspor nonmigas dengan golongan barang HS 2 Dijit yaitu Kayu, barang dari kayu (44) , mengalami peningkatan di bulan April dan mencapai angka 368.4 juta Dollar AS (FOB). Pada bulan sebelumnya yaitu bulan Maret ekspor golongan barang ini hanya mencapai sekitar 345.1 juta Dollar AS, sehingga dengan demikian telah naik sekitar 23.3 juta Dollar AS, atau naik sekitar 6.75 %.
Sedangkan secara kumulatif dari awal tahun ini, kinerja ekspor golongan barang ini telah mencapai angka sekitar 1360.2 juta Dollar AS dan memiliki porsi sekitar 2.83% terhadap ekspor nonmigas kumulatif untuk keseluruhan golongan barang.
Kinerja ekspor kumulatif golongan barang ini pada tahun lalu menunjukkan angka 1152 juta Dollar AS, sehingga dengan demikian dibandingkan dengan periode tersebut menunjukkan adanya kenaikan sekitar 208.2 juta Dollar AS atau sekitar 18.07 %.
Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting mengemukakan bahwa kinerja saham untuk sektor terkait di Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk tiga bulan ini nampak menunjukkan kinerja yang positif dimana indeks saham untuk sektor MISC-IND mengalami kenaikan sekitar + 0.18 % dalam 3 bulan terakhir. Sementara itu indeks komposit (Jakarta Stock Exchange Composite Index, JCI) untuk periode yang sama menunjukkan kenaikan sekitar 1.89 % dalam 3 bulan terakhir.
Indeks LQ45 yang merupakan indeks yang terdiri dari 45 saham Perusahaan Tercatat yang dipilih berdasarkan pertimbangan likuiditas dan kapitalisasi pasar dengan kriteria-kriteria yang sudah ditentukan, juga menunjukkan sinyal yang positif. Indeks LQ45 mengalami kenaikan sekitar 2.48% dalam 3 bulan terakhir.
Sementara itu Jakarta Islamic Index (JII) yang merupakan indeks yang menggunakan 30 saham yang dipilih dari saham-saham yang masuk dalam kriteria syariah (Daftar Efek Syariah yang diterbitkan oleh Bapepam-LK) dengan mempertimbangkan kapitalisasi pasar dan likuiditas, menunjukkan kenaikan sekitar 2.06% dalam 3 bulan terakhir.

Sumber : Vibiznews

Uji Terbang Pesawat Pendarat Baru NASA Berhasil

BESTPROFIT FUTURES (07/01) - Badan Antariksa Nasional Amerika NASA menyatakan, uji terbang yang dilakukan atas pesawat pendarat baru planet Mars telah berhasil baik meskipun payungnya tidak membuka sepenuhnya.

NASA berharap menggunakan pesawat itu dalam penerbangan berawak di masa depan ke planet merah itu.

Balon yang digerakkan motor dan helium hari Sabtu membawa pesawat berbentuk piring besar itu dari landasan luncur di Hawaii ke lokasi pada ketinggian lebih dari 36 ribu meter di atas Samudera Pasifik yang atmosfirnya setipis atmosfir Mars.

Namun, payung selebar 34 meter yang direncanakan membimbing pesawat itu terjun ke laut tidak membuka sepenuhnya.

Walaupun demikian, NASA mengatakan merasa puas dengan hasilnya. Dan ujicoba itu menjadi pengalaman yang lebih berharga daripada sekiranya segalanya berjalan sempurna.

Sumber : VOA Indonesia

Indeks S&P 500 Berakhir Mendatar ditengah Reli Kuartalan

BESTPROFIT FUTURES (01/07) - Indeks Standard & Poor 500 stagnan catat kenaikan kuartalan terpanjang sejak tahun 1998 lalu, seiring naiknya tingkat penjualan rumah yang tertunda mengimbangi data manufaktur yang lebih lemah dari perkiraan.
Indeks S & P 500 turun kurang dari 0,1 persen ke level 1,960.03 pada pukul 4 sore di New York. Indeks acuan naik sebesar 4,7 persen untuk kuartal ini, Kenaikan keenam berturut-turut. Indeks Dow Jones Industrial Average kehilangan 27,19 poin, atau sebesar 0,2 persen, ke level 16,824.65 hari ini. Indeks Nasdaq Composite naik sebesar 0,2 persen.
Indeks S & P 500 diperdagangkan di 16,6 kali proyeksi laba anggotanya, mendekati valuasi tertinggi dalam empat tahun terakhir. Indeks telah gagal untuk catat keuntungan atau kerugian melebihi 1 persen untuk 51 hari berturut-turut, terpanjang sejak 1995 lalu.
Indeks Volatilitas Chicago Board Options Exchange naik sebesar 4,2 persen ke level 11,68. Indeks, yang dikenal sebagai VIX, mendekati level terendahnya sejak Februari 2007 lalu. (izr)
Sumber: Bloomberg

Emas Catat Kenaikan Bulanan Terbesar Sejak Februari

BESTPROFIT FUTURES (01/07) - Emas berjangka pada Senin menetap dengan kenaikan bulanan terbesar sejak Februari, setelah para pedagang menunggu kemungkinan pasar katalis berikutnya, yang kemungkinan akan datang dalam bentuk data bulanan ketenagakerjaan AS dan pertemuan Bank Sentral Eropa pada akhir pekan ini.  

Emas untuk pengiriman Agustus naik $ 2, atau 0,2%, untuk sesi ini dan menetap di level $ 1.322 per ons di divisi Comex New York Mercantile Exchange.

Harga logam kuning tersebut, pelacakan kontrak teraktif, telihat mengalami keuntungan 6,1% untuk bulanan dan 3% untuk kuartalan.

Emas memperlihatkan sedikit reaksinya terhadap laporan AS yang dirilis hari ini (Senin 30/6/14), menunjukkan bahwa PMI Chicago mengalami pelemahan pada bulan Juni dan penjualan rumah yang tertunda pada bulan Mei naik 6,1%.

Di Eropa, inflasi di zona euro tetap stabil di 0,5% pada bulan Juni, meleset dari perkiraan pembacaan 0,6% menjelang pertemuan ECB pada hari Kamis mendatang.

Sementara itu di Comex, perak untuk pengiriman September turun hampir 8 sen, atau 0,4%, untuk menetap di level $ 21,06 per ons setelah mengikuti gain pekan lalu sekitar 0,6%. Untuk bulan ini, harga perak naik hampir 13% dalam sebulan dan mencatat gain kuartalan sebesar 6,6%. (frk)

Sumber: MarketWatch

Sunday, 29 June 2014

Saham Industri dan Teknologi Naik, Antarkan Bursa Saham Asia Menguat

BESTPROFIT FUTURES (30/06) - Bursa Saham Asia menguat, indeks acuan saham regional tersebut memperpanjang gain mingguan ke-7, akibat saham teknologi informasi dan industri yang menguat.

Indeks MSCI Asia Pacific menguat 0.2% ke level 145.32 pukul 9:02 pagi waktu Tokyo. Pekan lalu acuan saham tersebut mengalami kenaikan sebesar 0.3%. Sementara Bursa Saham Hong Kong dan China belum membuka jam perdagangan sahamnya. Indeks Topix Jepang menguat 0.3% setelah yen diperdagangkan mendekati level tertingginya dalam lebih dari 5 pekan terakhir terhadap dollar. Data manufaktur China dan survei Bank of Japan terkait sentiment bisnis akan dirilis besok.

Pekan lalu Indeks MSCI Asia Pacific mengalami kenaikan 5.1% sepanjang kuartal ini, kenaikan tertinggi sejak 3 bulan terakhir hingga 30 September  2013 lalu dan naik 2.4% pada Juni lalu, kenaikan pada bulan ke-2 secara berturut-turut.

Produksi industri Jepang Mei lalu naik sebesar 0.5% dibanding April, sementara rilis hari ini menunjukkan penurunan sebesar 2.8%.

Sumber : Bloomberg

Ketegangan Irak Dinilai Tak Pengaruhi Produksi Minyak, WTI & Brent Turun

BESTPROFIT FUTURES (30/06) - Minyak mentah WTI (West Texas Intermediate) turun pada hari ke-3 dan Brent merosot ditengah adanya spekulasi yang menyatakan bahwa produksi minyak Irak tidak akan dipengaruhi oleh ketegangan pada penghasil minyak terbesar ke-2 OPEC tersebut.

Kontrak berjangka turun sebesar 0.3% di New York, perpanjang penurunan pekan lalu sebesar 1.4%. Militer Rusia sedang membantu guna mempersiapkan angkatan udara Irak untuk merebut kembali wilayah Irak Utara yang diduduki oleh para milisi Islam. Pertempuran belum menyebar hingga Irak Selatan, yang merupakan rumah bagi lebih dari sepertiga produksi minyak Irak.

WTI untuk pengiriman bulan Agustus turun sebesar 34 sen ke level $105.40 per barel pada perdagangan elektronik di New York Mercantile Exchange dan berada pada level $105.48 pukul 9:44 pagi waktu Sydney. Kontrak tergelincir sebesar 10 sen ke level $105.74 pada 27 Juni lalu. Volume semua kontrak berjangka diperdagangkan sebesar 41% dibawah 100 hari rata-rata. Bulan ini harga telah mengalami kenaikan sebesar 2.7% dan 3.8% pada kuartal ke-2.

Brent untuk penyelesaian bulan Agustus turun sebesar 26 sen atau 0.2% ke level $113.04 per barel di ICE Futures Europe exchange, London. Acuan minyak mentah Eropa diperdagangkan lebih tinggi sebesar $7.62 dibanding WTI. (bgs)

Sumber : Bloomberg

Iran Memulai Ekspor Mobil ke Rusia

BESTPROFIT FUTURES (30/06) - Iran mulai mengekspor mobil ke Rusia untuk pertama kalinya dalam lima tahun pada hari Senin, setelah memenuhi standar-standar emisi yang telah ditingkatkan.

Para pekerja di pabrik Iran-Khodro di Teheran melakukan pengiriman perdana, yang mencakup sedan Samand dan Runna. Produsen mobil terbesar Iran itu berencana mengekspor 10 ribu mobil ke Rusia pada tahun 2015.

Iran-Khodro mengekspor lebih dari 12 ribu mobil ke Rusia dari tahun 2007 hingga 2009, tetapi pengirimannya terhenti sewaktu Rusia menerapkan standar emisi Euro-4 yang lebih ketat.

Dimulainya kembali ekspor tersebut berlangsung pada waktu perdagangan dengan Iran semakin terbuka besar, menyusul suatu perjanjian nuklir sementara yang dicapai November lalu. Sebagian sanksi internasional diperlonggar sebagai imbalan atas dihentikannya atau dibatasinya beberapa bagian program nuklir negara itu. Iran berharap akan mencapai perjanjian akhir dengan Rusia dan negara-negara besar dunia lainnya akhir bulan depan.

Ekspor ini juga mencerminkan meningkatnya kerjasama antara kedua negara. Rusia membangun pembangkit listrik tenaga nuklir bagi Iran yang mulai beroperasi pada tahun 2011. Teheran dan Moskow sedang membahas tentang pembangunan lainnya.

Sumber : VOA

Ekspor Perhiasan/Permata Mengalami Penurunan

Laporan terkini dari Badan Pusat Statistik menunjukkan bahwa nilai ekspor nonmigas dengan golongan barang HS 2 Dijit yaitu Perhiasan/permata (71) , mengalami penurunan di bulan April dan hanya mencapai angka 339.4 juta Dollar AS (FOB).
Pada bulan sebelumnya yaitu bulan Maret ekspor golongan barang ini dapat mencapai sekitar 441.7 juta Dollar AS, sehingga dengan demikian telah turun sekitar -102.3 juta Dollar AS, atau turun sekitar -23.16 %.
Sedangkan secara kumulatif dari awal tahun ini, kinerja ekspor golongan barang ini telah mencapai angka sekitar 1641.1 juta Dollar AS dan memiliki porsi sekitar 3.41% terhadap ekspor nonmigas kumulatif untuk keseluruhan golongan barang.
Kinerja ekspor kumulatif golongan barang ini pada tahun lalu menunjukkan angka 782.5 juta Dollar AS, sehingga dengan demikian dibandingkan dengan periode tersebut menunjukkan adanya kenaikan sekitar 858.6 juta Dollar AS atau sekitar 109.72 %.
Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting mengemukakan bahwa kinerja saham untuk sektor terkait di Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk tiga bulan ini nampak menunjukkan kinerja yang positif dimana indeks saham untuk sektor MINING mengalami kenaikan sekitar + 8.25 % dalam 3 bulan terakhir. Sementara itu indeks komposit (Jakarta Stock Exchange Composite Index, JCI) untuk periode yang sama menunjukkan kenaikan sekitar 2.77 % dalam 3 bulan terakhir.
Indeks LQ45 yang merupakan indeks yang terdiri dari 45 saham Perusahaan Tercatat yang dipilih berdasarkan pertimbangan likuiditas dan kapitalisasi pasar dengan kriteria-kriteria yang sudah ditentukan, juga menunjukkan sinyal yang positif. Indeks LQ45 mengalami kenaikan sekitar 3.29% dalam 3 bulan terakhir.
Sementara itu Jakarta Islamic Index (JII) yang merupakan indeks yang menggunakan 30 saham yang dipilih dari saham-saham yang masuk dalam kriteria syariah (Daftar Efek Syariah yang diterbitkan oleh Bapepam-LK) dengan mempertimbangkan kapitalisasi pasar dan likuiditas, menunjukkan kenaikan sekitar 2.75% dalam 3 bulan terakhir.

Sumber : Vibiznews

Korea Utara kembali uji coba rudal

BESTPROFIT FUTURES (30/06) - Korea Utara telah meluncurkan dua rudal ke laut dari pantai timur Korea Utara, ungkap laporan dari Korea Selatan.

Seorang juru bicara kementerian pertahanan di Seoul menolak memberikan rincian lebih lanjut, namun kantor berita Yonhap mengatakan rudal tersebut bergerak dengan cepat dengan kisaran 500 km (310 mil).

Beberapa hari yang lalu, Korea Utara juga melakukan uji coba rudal dan mengatakan pihaknya berhasil melancarkan rudal baru yang disebut canggih dengan presisi tinggi.

Korea Utara sering melakukan uji coba rudal untuk memperbaiki kemampuan militernya.

Uji coba ini dilakukan hanya beberapa hari sebelum kedatangan Presiden Cina Xi Jinping di Korea Selatan untuk membahas program senjata nuklir Korea Utara.

Cina adalah satu-satunya sekutu utama Korea Utara dan menyokong ekonomi bangsa yang terisolasi tersebut.

Korea Utara berada di bawah sanksi Perserikatan Bangsa-Bangsa karena program senjata dan nuklirnya.

Korea Utara pernah melakukan uji coba nuklir pada tahun 2006, 2009 dan 2013, dan diperkirakan memiliki bahan nuklir yang cukup untuk membuat sejumlah bom kecil.

Sumber : BBC

Thursday, 26 June 2014

Obama minta US$500 juta untuk Suriah

BESTPROFIT FUTURES (27/06) - Presiden Barack Obama meminta Kongres Amerika Serikat untuk menyetujui dana US$500 juta untuk melatih dan mempersenjatai anggota kelompok 'oposisi bersenjata Suriah moderat'.

Dana tersebut akan membantu Suriah membela diri menghadapi serangan rezim, demikian isi pernyataan Gedung Putih.Bantuan, tambah Obama, juga akan ditujukan untuk menghadapi ekstrimis seperti Negara Islamis di Irak dan Levant (ISIS).

Pergerakan maju ISIS di Irak membuat sejumlah anggota Kongres untuk menekan Presiden Obama.

"Pendanaan ini akan mendukung usaha pemerintah Washington yang sejak lama berupaya memperkuat oposisi Suriah moderat, baik sipil maupan bersenjata," kata Gedung Putih.

Dana akan membantu dalam menstabilisasi daerah kekuasaan oposisi serta mengatasi ancaman teroris.

Gedung Putin menambahkan pemberontak yang menerima dana akan lebih dulu diseleksi untuk mengatasi kekhawatiran peralatan akan dikuasai pihak musuh.

Presiden Obama mendapat tekanan dari sejumlah anggota Kongres untuk meningkatkan bantuan di kawasan tersebut.

Bulan lalu Obama telah mengisyaratkan peningkatan bantuan bagi oposisi Suriah dalam pidato di akademi militer West Point.

Sumber : BBC

Pilar Ekonomi Thailand Masih Lemah, Perdagangan Masih Defisit

Pemerintah Thailand melaporkan kondisi  perdagangan luar negerinya yang terkini melalui Departemen Kementerian Perdagangan Promosi Perdagangan Internasional yang menunjukkan terjadinya defisit oleh masih kontraksinya ekspor pasca kekacauan politik di negeri gajah tersebut.
Ekspor Thailand dilaporkan telah turun lebih dari yang diharapkan pada bulan Mei lalu yang  menunjukkan bahwa pilar ekonomi masih lemah pasca militer yang mengambil alih pemerintahan negara tersebut, dan ini tugas awal yang berat pemerintah militer menghadapi pertumbuhan  setelah tujuh bulan terjadi kekacauan politik.
Sebagai informasi, pada tanggal 22 Mei 2014 lalu tentara Thailand merebut kekuasaan dalam upaya untuk memulihkan ketertiban dan mendapatkan solusi ekonomi yang sudah babak belur oleh melemahnya permintaan dan berkurangnya kedatangan wisatawan.
Ekspor yang sebagian besar di antaranya adalah barang-barang industri telah  turun 2,14 persen pada Mei dari tahun sebelumnya yang menambah turunnya ekspor bulan April sekitar 0,9 persen secara basis tahunan. Selain itu pada bulan Mei, impor juga  turun untuk 10 bulan berturut.  
Dilaporkan juga pada bulan Mei, ekspor ke China turun 5,7 persen, namun ekspor ke AS naik 2,8 persen dari tahun sebelumnya. Dan Kementerian juga memperkirakan pertumbuhan ekspor sebesar 3,5 persen tahun ini, meskipun sampai bulan Mei lalu ekspor telah turun 1,22 persen.
Dengan kondisi perdagangan demikian Thailand memiliki defisit perdagangan sebesar $ 810 juta pada bulan Mei, lebih besar dibandingkan dengan perkiraan sebelumnya untuk  surplus $ 300 juta. Dan dalam lima bulan hingga akhir Mei defisit perdagangan mencapai  $ 1,56 miliar dengan ekspor yang  turun 1,22% dan impor turun 14%.
Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting melihat turunnya  ekspor dibulan Mei ini memberikan kekhawatiran  bagi pasar bahwa pertumbuhan ekonomi Thailand kuartal kedua akan mengalami  penyusutan dari pertumbuhan 2,1 persen di  kuartal pertama. Dan sebelumnya bank sentral Thailand telah  memangkas proyeksi pertumbuhan setahun penuh menjadi 1,5 persen dari 2,7 persen.

Sumber : Vibiznews

Korea Utara Uji Coba 3 Misil ke Laut Jepang

BESTPROFIT FUTURES (27/06) - Korea Selatan mengatakan, Korea Utara telah menguji coba tiga misil jarak pendek ke Laut Jepang.

Kementerian Pertahanan Korea Selatan di Seoul, mengatakan, misil-misil itu diluncurkan dari pantai timur Semenanjung Korea, Kamis (26/6). Misil-misil tersebut melesat sejauh 190 kilometer sebelum jatuh ke laut.

Korea Utara belum menanggapi laporan itu.

Tidak ada kabar mengenai jenis misil yang ditembakkan, dan apakah peluncuran itu merupakan uji senjata baru.

Sebelumnya tahun ini, Korea Utara juga mengujicoba sejumlah misil, termasuk misil-misil jarak menengah, sewaktu berlangsung latihan militer bersama skala besar Amerika-Korea Selatan.

Peluncuran misil hari Kamis ini bertepatan dengan munculnya spekulasi luas bahwa Pyongyang mungkin bersiap melangsungkan uji senjata nuklir bawah tanah keempatnya, yang merupakan pelanggaran terhadap resolusi-resolusi PBB.

Sumber : VOA

Pengaruh Pelambatan Ekonomi, Bursa Saham AS Ditutup Melemah 0.1%

BESTPROFIT FUTURES (27/06) - Bursa Saham AS melemah akibat rilis data yang menunjukan bahwa belanja konsumen Mei lalu naik kurang dari perkiraan sebelumnya dan Federal Reserve menyatakan bahwa suku bunga diperkirakan akan naik pada Maret tahun depan. Sementara itu, Obligasi Treasuries AS naik dengan ekuitas emerging-market dan minyak tergelincir.

Indeks Standard & Poor 500 melemah 0.1% ke level 1,957.22 pukul 4 sore waktu New York, memangkas penurunan pada perdagangan pagi sebesar 0.8%. Imbal hasil Obligasi Treasuries AS dengan tenor 10 tahun turun 3 basis poin atau 2.53%, level terendah dalam 3 pekan terakhir. Indeks Stoxx Europe 600 melemah kurang dari 0.1%, menghapus kenaikan pada perdagangan pagi sebesar 0.3%. Indeks MSCI Emerging Markets melonjak 0.6%. Minyak tergelincir 0.6% ke level 2 pekan terendahnya dan emas berjangka turun 0.4%.

Presiden Fed Bank of St. Louis James Bullard telah memprediksi bahwa kenaikan pertama suku bunga bank sentral akan terjadi pada kuartal pertama tahun depan akibat menurunnya tingkat pengangguran dan naiknya inflasi. Belanja konsumen AS Mei lalu tumbuh tidak sesuai dengan perkiraan sebelumnya, sementara klaim pengangguran turun, menurut rilis data hari ini. Kemarin data mengindikasikan bahwa ekonomi Amerika turun tajam dalam 5 tahun terakhir, menegaskan perlunya The Fed guna mendukung pemulihan dengan kebijakan moneter akomodatif.

Belanja konsumen, yang memberikan kontribusi 70% ekonomi, naik 0.2% setelah April lalu sedikit menunjukkan kenaikan, menurut rilis data dari Departemen Perdagangan AS. Perkiraan rata-rata dari 76 ekonom pada survei Bloomberg menyatakan naik sebesar 0.4%. Pendapatan naik 0.4% dan tingkat tabungan naik ke level 8 bulan tertingginya. (bgs)

Sumber : Bloomberg

Emas Jatuh Pasca Rilis Data Klaim Pengangguran AS Menunjukan Kekuatan Ekonomi

BESTPROFIT FUTURES (27/06) - Emas jatuh pada hari Kamis pasca rilis data klaim pengangguran AS yang meningkat dan harga minyak mentah turun di bawah level dua bulan tertingginya yang dicapai awal pekan ini, dan kurangnya minat investasi lebih lanjut bisa menekan logam mulia, menurut para pelaku pasar.
Bullion jatuh karena pengeluaran konsumen AS naik kurang dari yang diharapkan pada bulan Mei lalu yang mendorong ekonom untuk menurunkan perkiraan pertumbuhan kuartal kedua.
Ada, sedikit keraguan berkembangnya perekonomian, mengurangi daya tarik emas sebagai lindung nilai. Laporan lain yang dirilis pada hari Kamis menunjukkan jumlah orang Amerika yang mengajukan klaim tunjangan pengangguran turun lagi pekan lalu.
Spot emas turun sebesar 0,3 persen ke level $1,315.16 per ons pukul 14:19 siang di New York.
AS COMEX emas berjangka untuk pengiriman Agustus turun sebanyak $5,60 per ons ke level $1.317, dengan volume perdagangan sekitar 10 persen di bawah rata-rata 30-hari, data Reuters awal menunjukkan.
Logam mulia telah naik sebesar 4 persen sejak Kamis lalu dan mencapai level tertinggi dalam dua bulan terakhir pada hari Selasa di level $ 1,325.90 terkait keprihatinan atas meningkat kekerasan di Irak.
Harga emas juga mengalami tekanan terkait komentar dari Presiden The Fed St Louis James Bullard bahwa kenaikan suku bunga dapat dilakukan lebih awal. Hal ini menyebabkan penurunan harga minyak mentah karena meredanya kekhawatiran atas gangguan ekspor dari Irak yang dilanda perang. (izr)
Sumber: Reuters