Wednesday, 8 April 2015

Saham AS Menguat Pasca Risalah The Fed Terkait Suku Bunga

BESTPROFIT FUTURES MALANG (9/4) - Saham-saham AS naik setelah risalah dari pertemuan terakhir Federal Reserve menunjukkan bahwa pejabat The Fed terbagi mengenai waktu kenaikan suku bunga.
Nasdaq Bioteknologi Index melonjak setelah Mylan NV menawarkan untuk membeli Perrigo Co. sebesar $ 28.9 miliar. Sementara itu saham Chevron Corp. dan Exxon Mobil Corp. jatuh setidaknya 1,7% seiring harga minyak melemah setelah data menunjukkan persediaan minyak mentah AS tumbuh melebihi perkiraan pada pekan lalu. Saham Alcoa Inc. naik 1,9% sebelum melaporkan laba setelah pasar saham ditutup.
Indeks S&P 500 naik 0,3% ke level 2,081.84 pada pukul 16:00 sore di New York. Indeks Nasdaq Composite naik 0,8%, dikarenakan reli dalam saham biotek untuk hari kedua.
Para pembuat kebijakan The Fed pada bulan lalu terbagi mengenai apakah mereka akan menaikkan suku bunga pada bulan Juni mendatang, perdebatan yang terjadi sebelum angka payroll yang mengecewakan baru-baru ini, menurut hasil risalah Federal Open Market Committee tanggal 17-18 Maret yang dirilis pada hari Rabu.
Beberapa peserta FOMC berpendapat untuk menaikkan suku bunga pada bulan Juni, sementara yang lainnya mengatakan kenaikan suku bunga harus ditunda sampai akhir tahun. Dua orang dari pejabat The Fed mengatakan kemungkinan perekonomian tidak akan siap untuk pengetatan kebijakan sampai 2016 mendatang.(frk)
Sumber: Bloomberg

Reli Saham Perawatan Kesehatan Angkat Ekuitas AS Pada Sesi Siang

BESTPROFIT FUTURES MALANG (9/4) - Saham AS naik ditengah reli saham perawatan kesehatan dikarenakan Mylan NV menawarkan untuk membeli unit saham sesama produsen obat Perrigo Co jelang Federal Reserve merilis risalah pertemuan Maret.
Indeks Nasdaq Bioteknologi melonjak 2,5% karena Mylan naik 14% setelah perusahaan menawarkan senilai $28.9 milyar untuk Perrigo. Macy Inc naik ke level tertinggi sepanjang masa, sedangkan Dollar General Corp dan Netflix Inc menambahkan lebih dari 2,8%. Chevron Corp. dan Exxon Mobil Corp jatuh setidaknya 1,5% seiring pelemahan harga minyak setelah data menunjukkan bahwa persediaan minyak mentah AS meningkat lebih dari yang diperkirakan pekan lalu.
Indeks Standard & Poor 500 naik 0,2% menjadi 2,080.81 pada 12:36 siang di New York. Indeks Dow Jones Industrial Average naik 30,12 poin, atau 0,2%, ke level 17,905.54. Indeks Nasdaq Composite naik 0,7% karena saham biotek mencatat reli untuk hari kedua.
Sentimen penurunan harga minyak dan penguatan dolar akan merugikan pendapatan yang telah membebani ekuitas Amerika. Keuntungan pada perusahaan  S&P 500 kemungkinan turun sebanyak 5,8% dalam tiga bulan pertama tahun ini, menurut perkiraan analis yang dihimpun oleh Bloomberg. Proyeksi laba juga merosot dalam dua kuartal berikutnya.(yds)
Sumber: Bloomberg

Tuesday, 7 April 2015

Dolar Menguat Terkait Investor Kaji Laporan Pekerjaan AS

BESTPROFIT FUTURES MALANG (8/4) - Dolar menguat dikarenakan para pedagang mengkaji hingga pekan lalu mengenai turunnya ekspektasi pada laporan pekerjaan AS.
Greenback menguat terhadap euro dan yen menjelang rilis notulen rapat kebijakan The Fed untuk bulan Maret pada Rabu. Mata uang dolar jatuh terhadap sebagian besar mata uang utama pekan lalu setelah laporan pekerjaan menunjukkan ekonomi AS menambahkan pekerjaan paling sedikit sejak Desember 2013 pada bulan Maret. Sementara Presiden Federal Reserve Bank Of New York William C. Dudley mengatakan hari Senin bahwa lambatnya pertumbuhan kuartal pertama sebagian besar mencerminkan kondisi sementara.
Indeks Bloomberg Dollar Spot, yang menelusuri mata uang AS terhadap 10 mata uang utama, naik sebanyak 0,5% menjadi 1,191.15 pada 01:25 siang waktu New York.
Mata uang AS dihargai 0,7% menjadi $ 1,0847 per euro, dan naik 0,7% menjadi ¥120,33.(yds)
Sumber: Bloomberg

Saham Material Naik Angkat Bursa Asia Menguat pada Hari Kelima

BESTPROFIT FUTURES MALANG (8/4) - Saham Asia naik pada hari kelima seiring saham material dan perusahaan yang bergerak dibidang kesehatan mengalami kenaikan dan para investor menunggu keputusan kebijakan Bank of Japan (BOJ) dan merilis hasil pertemuan Federal Reserve.
Indeks MSCI Asia Pacific naik 0,1 % ke level 149,21 pada pukul 09:03 pagi waktu Tokyo. BOJ mengakhiri pertemuan selama 2 hari lalu hingga hari ini, sebanyak 34 ekonom yang disurvei oleh Bloomberg memperkirakan bank sentral Jepang akan mempertahankan rekor stimulus. Investor menunggu rilis hasil pertemuan The Fed guna menentukkan waktu kenaikan suku bunga AS setelah meningkatnya data payrolls memberikan tanda-tanda melemahnya pertumbuhan pada kuartal pertama di ekonomi terbesar dunia.
BOJ mungkin akan memperluas stimulus pada akhir Oktober mendatang, menurut 22 dari 34 ekonom yang disurvei oleh Bloomberg. BOJ akan melakukan pelonggaran kebijakan bank sentral untuk mencegah deflasi dan memicu pertumbuhan ekonomi. Sebaliknya, The Fed telah mengakhiri program pembelian obligasi dan sedang memikirkan kenaikan suku bunga pertama sejak 2006 silam.
Potensi pertumbuhan ekonomi dunia tidak akan segera kembali ke tingkat sebelum krisis keuangan investasi bisnis pada tahun 2008, meningkatnya urgensi bagi para pejabat untuk menambah permintaan, menurut Dana Moneter Internasional di World Economic Outlook yang dirilis hari Selasa. (knc)
Sumber : Bloomberg

Jelang Keputusan BOJ Bursa Saham Jepang Dibuka di Zona Hijau

BESTPROFIT FUTURES MALANG (8/4) - Bursa Saham Jepang dibuka menguat pada hari ke-2 ditengah pelemahan yen yang telah menaikkan nilai ekspor dan para investor menunggu keputusan kebijakan moneter dari BOJ (Bank of Japan).

Indeks Topix menguat 0.5% ke level 1,587.04 pukul 9:01 pagi ini waktu Tokyo dengan 31 dari 33 grup industri mendulan kenaikan. Semenatra Indeks Nikkei 225 Stock Average naik 0.5% ke level 19,730.45. Sedanhkan yen diperdagangkan di level 120.29 per dolar setelah 2 hari lalu mengalami penurunan.

Semua 34 ekonom pada survei Bloomberg memprediksi bahwa hari ini BOJ akan mempertahankan rekor stimulus. Di lain pihak para investor juga menanti hasil pertemuan Federal Reserve sebagai pertimbangan AS akan menaikkan suku bunganya.

BOJ masih jauh dari pencapaian target inflasi, dengan mengacu pada indeks harga konsumen yang flat di Februari kemarin dibanding bulan sebelumnya. Ketika pertemuan di bulan Januari lalu Gubernur Haruhiko Kuroda memperpanjang stimulus hingga Maret 2016. (bgs)

Sumber : Bloomberg

Saham AS Ditutup Melemah Jelang Rilis Risalah The Fed

BESTPROFIT FUTURES MALANG (8/4) - Saham AS ditutup melemah, pasca membukukan gain selama dua, ditengah penurunan saham konsumen dan utilitas menjelang rilis risalah dari pertemuan Federal Reserve pada Rabu.
Indeks Standard & Poor 500 tergelincir 0,2% menjadi 2,076.31 pada 16:00 sore di New York setelah sebelumnya menguat sebanyak 0,4%.
Musim laba dimulai seiring Alcoa Inc melaporkan hasil kuartalan setelah pasar saham ditutup pada hari Rabu lalu. Sementara menurut perkiraan analis yang dihimpun oleh Bloomberg, Laba pada perusahaan S&P 500 kemungkinan turun sebanyak 5,8% dalam tiga bulan pertama di tahun ini,. Mereka juga memperkirakan penurunan masih berlanjut di dua kuartal berikutnya.
Berita pekan lalu melaporkan bahwa data pekerjaan AS merupakan yang terlemah sejak Desember 2013 di mana penjualan ritel dan pesanan barang menunjukan performa terburuk di kuartal pertama. Meninggalkan perkiraan pertumbuhan pada JPMorgan Chase & Co yang hanya sebesar 0,6%.(yds)
Sumber: Bloomberg

Penawaran Perusahaan & Spekulasi Suku Bunga Angkat Saham AS

BESTPROFIT FUTURES MALANG (8/4) - Saham-saham AS menguat, setelah ekuitas mengalami kenaikan terbesar dalam seminggu, di tengah penawaran perusahaan dan spekulasi pelemahan data dapat menunda kenaikan suku bunga.
Saham FedEx Corp. naik 2,9% setelah setuju untuk membeli saham TNT Express NV sebesar $ 4,8 miliar. Saham Axalta Coating Systems Ltd. naik 7,1% setelah Berkshire Hathaway Inc. setuju untuk membeli 20 juta saham perusahaan tersebut dari afiliasi Carlyle Group LP. Perusahaan perawatan kesehatan memimpin kenaikan setelah Nasdaq Biotechnology Index menguat 2%. Sementara itu, saham-saham energi memperpanjang kenaikan untuk hari keempat.
Indeks S&P 500 naik 0,4% ke level 2,088.24 pada pukul 12:25 siang waktu New York di tengah penguatan untuk hari ketiga. Indeks Dow Jones Industrial Average menambahkan 95,06 poin, atau 0,5%, ke level 17,975.91. Sementara Nasdaq Composite Index naik 0,6%, didukung oleh saham-saham bioteknologi.(frk)
Sumber: Bloomberg

Monday, 6 April 2015

Emas Capai Level Tertinggi Dalam 7 Minggu Terakhir

BESTPROFIT FUTURES MALANG (7/4) - Emas berjangka menguat ke level tertinggi dalam hampir tujuh minggu terakhir setelah data pekerjaan AS lebih lambat dari yang diperkirakan para ekonom, mendorong spekulasi bahwa Federal Reserve akan menunda menaikkan suku bunga. Perak naik ke level tertinggi dalam satu minggu.
Para pengusaha di bulan Maret menambahkan 126.000 pekerja, paling sedikit sejak Desember 2013 dan merupakan yang terkecil dari perkiraan para ekonom di angka 245.000 dalam survei Bloomberg, menurut laporan pemerintah pada hari Jumat yang lalu.
Emas turun selama tiga kuartal berturut-turut setelah mengalami gain dalam pekerjaan bulanan selama setahun yang melebihi 200.000, langkah terpanjang sejak tahun 1995, menambahkan tanda-tanda perbaikan dalam perekonomian Amerika Serkat. Pedagang telah memotong kemungkinan bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga pinjaman pada bulan September mendatang.
Emas berjangka untuk pengiriman Juni naik 1,5% untuk menetap di level $ 1,218.60 per ons pada pukul 1:42 siang di Comex New York. Harga emas sebelumnya menyentuh level $ 1,224.50, level tertinggi sejak 17 Februari yang lalu.(frk)
Sumber: Bloomberg

Dolar Melemah Terkait Pandangan Suku Bunga AS

BESTPROFIT FUTURES MALANG (7/4) - Dolar turun untuk hari keempat, penurunan beruntun terpanjang dalam sembilan bulan, setelah para pedagang berspekulasi bahwa Federal Reserve akan mempertahankan biaya pinjaman rendah lebih lama di tengah tanda-tanda melemahnya pasar tenaga kerja.
Greenback melemah terhadap sebagian besar mitra utama setelah indeks kondisi pasar tenaga kerja turun dan Ketua The Fed, Bank of New York, William C. Dudley mengatakan laju kenaikan suku bunga akan cenderung "datar" setelah bank sentral mulai melakukan pengetatan. Euro menguat setelah Menteri Keuangan Yunani Yanis Varoufakis menegaskan bahwa negaranya akan melakukan pembayaran kepada Dana Moneter Internasional pekan ini.
Indeks Bloomberg Dollar Spot turun 0,1% ke level 1,181.58 pada pukul 12:43 siang di New York, memperpanjang penurunan beruntun terpanjang sejak Juli 2014.
Mata uang Euro menguat 0,2% terhadap dolar ke level $ 1,0989 dan naik 0,3% terhadap yen ke level 130,91 yen. Sementara itu, Yen melemah 0,1% terhadap dolar dan berada di level $ 119,14 per   .(frk)
Sumber: Bloomberg

Bursa Saham Jepang Dibuka di Zona Hijau Pasca Kenaikan Ekuitas AS

BESTPROFIT FUTURES MALANG (7/4) - Bursa Saham Jepang dibuka menguat setelah Federal Reserve menyatakan bahwa suku bunga kemungkinan akan tetap bertahan untuk waktu yang lebih lama, sehingga hal tersebut mendorong ekuitas AS.

Indeks Topix mendulang gain sebesar 0.9% ke level 1,574.82 pukul 9:01 pagi ini waktu Tokyo, dengan semua 33 grup industri mencatat kenaikan. Sementara Indeks Nikkei 225 Stock Average naik 0.8% ke level 19,544.44. Sedangkan yen diperdagangkan di level 119.49 per dolar setelah kemarin melemah 0.5%. Di lain pihak Bursa Saham AS mendulang gain setelah Kepala The Fed New York William C. Dudley menyatakan bahwa laju kenaikan suku bunga kemungkinan akan rendah setelah The Fed mulai untuk memperketat kebijakan moneter.

Komentar Dudley pada hari Senin kemarin mengikuti  data ekonomi AS yang melambat dari yang diperkirakan sebelumnya. Rilis data kemarin menunjukkan pertumbuhan pada industri sektor jasa di bulan Maret melambat dibanding bulan sebelumnya. Sementara di hari Jumat rilis data menunjukkan para pengusaha di AS hanya mencetak tipis pada lapangan pekerjaan dalam kurun waktu setahun terakhir. (bgs)

Sumber : Bloomberg

Saham Perusahaan Energi Angkat Saham AS Di Sesi Penutupan

BESTPROFIT FUTURES MALANG (7/4) - Saham AS ditutup naik karena saham energi menguat setelah minyak mentah melonjak tajam dalam dua bulan terakhir. Emas menyentuh level tertinggi tujuh minggu pada spekulasi Federal Reserve akan menahan suku bunga pinjaman yang lebih rendah lebih lama.

Indeks Standard & Poor 500 naik 0,7% pada 16:00 sore di New York. Saham energi naik sebanyak 1,8%. Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik 6,1% dikarenakan pihak Arab Saudi menaikkan harga untuk pengiriman ke Asia, yang merupakan pasar regional terbesarnya.

Indeks Spot Dollar Bloomberg naik 0,3%, sedangkan Imbal hasil obligasi dengan tenor 10-tahun menambahkan tujuh basis poin setelah menyentuh level terendah dua bulan. Emas naik sebanyak 1,5%.

Sementara bursa AS ditutup untuk libur Jumat Agung, Indeks berjangka jatuh 1% setelah rilis laporan ketenagakerjaan dalam perdagangan yang singkat pada 3 April lalu. Perdagangan pada Indeks S&P 500 adalah 1,7% di bawah level sepanjang masa terbarunya yang ditetapkan pada tanggal 2 Maret, setelah pekan lalu membukukan kenaikan kuartalan kesembilan secara beruntun.(yds)

Sumber: Bloomberg

Saham AS Rebound Terkait Komentar Dudley Pasca Rilis Data ketenagakerjaan

BESTPROFIT FUTURES MALANG (7/4) - Saham AS rebound dari aksi jual pada Indeks berjangka setelah komentar seorang pejabat The Fed yang kembali memfokuskan investor mengenai dampak dari kebijakan suku bunga pasca rilis data ketenagakerjaan pekan lalu.
Saham perusahaan energi dan utilitas memimpin kenaikan, dengan Hess Corp dan Halliburton Co naik setidaknya 4,3%. Apple Inc. naik 1,5%, sementara Coca-Cola Co naik 2,2% ditengah kenaikan pada saham konsumen.
Indeks Standard & Poor 500 naik 0,8% menjadi 2,083.98 pada 12:38 siang di New York setelah turun sebanyak 0,5%. Indeks Dow Jones Industrial Average naik 151,26 poin, atau 0,9%, ke level 17,914.50. Indeks Nasdaq Composite naik 0,7%.
Indeks berjangka turun 1% pada hari Jumat pasca data Departemen Tenaga Kerja menunjukkan payrolls AS menambahkan 126.000 pekerjaan pada bulan Maret, setidaknya sejak Desember 2013. Ini merupakan serangkaian laporan terbaru dari sejumlah data ekonomi yang dirilis dibawah ekspektasi di tahun ini. Sementara bursa saham di AS ditutup untuk hari libur pada Jumat.(yds)
Sumber: Bloomberg

Sunday, 5 April 2015

Aksi Beli Investor Asing Topang Gerak IHSG Sepekan

BESTPROFIT FUTURES MALANG (6/4) - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi menguat namun terbatas pada perdagangan saham pekan ini. Gerak indeks saham ditopang oleh aksi beli asing.

Analis PT Investa Saran Mandiri, Hans Kwee mengatakan, aksi beli asing akan mewarnai perdagangan saham lantaran dana asing yang keluar pada pekan kemarin relatif besar.

"Saya lihat potensi konsolidasi menguat terbatas, aksi jual asing sudah berkurang. Investor asing sudah mulai beli," kata dia kepada Liputan6.com, Jakarta, Senin (6/4/2015).

Dia menuturkan, memang saat ini sentimen penggerak IHSG relatif sepi. Penggerak IHSG didorong oleh data manufaktur Amerika Serikat (AS) meskipun pengaruhnya tidak terlalu besar.

"Data AS memberikan petunjuk kapan The Fed Rate akan naikkan suku bunga," lanjutnya.

Selain itu, dia mengatakan sentimen indeks saham berasal dari penyelesaian utang Yunani. "Yunani belum selesai proposal dia masuk IMF dan ECB  menganggap kurang detil agar dia mendapat talangan utang karena utang mereka selesai April nanti," ujar Hans.

Dia mengatakan, indeks saham akan bergerak pada level support 5.390-5.430 pada perdagangan saham pekan ini. Kemudian resistance pada level 5.480-5.500.

Kepala Riset NH Korindo Securities Indonesia, Reza Priyambada mengatakan, indeks saham akan bergerak pada rentan support 5.400-5.438 dan resistance pada level 5.488-5.537. Dia mengatakan, pergerakan indeks saham cenderung variatif pada pekan ini.

"Laju IHSG kembali diuji posisinya antara kemungkinan terjerambab pada aksi profit taking yang ada hingga ekspektasi akan kenaikan seiring imbas positif laju bursa saham global," kata Reza.

Pada pekan ini, Hans merekomendasikan jual ketika menguat saham-saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Kalbe Farma Tbk (KLBF), PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR), PT Ciputra Development Tbk(CTRA). (Ahm/)


Sumber : Liputan6

Ekonomi Jepang Masih Terjebak, Perusahaan Besar Pangkas Belanja Modalnya

BESTPROFIT FUTURES MALANG (6/4) - Seperti diketahui, pada pekan lalu baru saja dilaporkan bahwa aktivitas manufaktur di Jepang kembali melambat di bulan Maret. Hal tersebut diiyakan oleh beberapa perusahaan besar di Jepang, Daikin Industries ‘(6367.T) yang terkenal dengan produksi AC-nya misalnya. Pihak Daikin menyampaikan bahwa saat ini memang jumlah pesanan terhadap pabriknya menurun tajam, disebabkan oleh laju pemulihan Jepang yang masih terjebak pada tren yang lambat.
Pihak manajemen Daikin pun hingga hari ini masih mencari bagaimana strategi yang efektif dan efisien dalam rangka meningkatkan output hingga sekitar 20 persen. Saat ini Daikin telah mengalihkan sejumlah pabriknya yang ada di Tiongkok ke Jepang untuk memanfaatkan pelemahan yen. Seperti Daikin juga, sejumlah produsen Jepang memindahkan produksi kembali ke Jepang dari Tiongkok dan tempat lain untuk mengambil keuntungan dari pelemahan yen, misalnya saja perusahaan kompetitotnya seperti Panasonic (6752.T) dan Sharp (6753.T) akhirnya memutuskan untuk membawa kembali produksi pabrik yang berupa lemari es ke Jepang.
Namun demikian, saat ini perusahaan-perusahaan di Jepang masih tetap berhati-hati terhadap penanaman modal baru di pabrik. Pasalnya, setelah sempat meningkatkan belanja modal sebesar 6 persen pada tahun fiskal 2014 kemarin, sebagian besar produsen kecil justru merencanakan penurunan belanja modalnya hingga 14 persen di tahun 2015 ini.
Dalam strateginya meningkatkan perekoomian di Jepang agar keluar dari tren stagnasi dan deflasi, Perdana Menteri Shinzo Abe terus menghimbau seluruh perusahaan di Jepang agar bersedia untuk menggunakan uang yang mereka miliki untuk berinvestasi agar siklus uang dan investasi dalam perekonomian Jepang dapat terus berlangsung.
Sayangnya, yang terjadi saat ini adalah suku bunga yang sudah dipatok rendah di Jepang nyatanya belum mampu mengangkat laju investasi di negara tersebut. Para pelaku pasar menilai dalam jangka waktu dekat perekonomian Jepang masih akan suram sehingga mereka tetap lebih memilih menyimpan tabungannya di bank dibanding berinvestasi ditengah ketidakpastian kondisi ekonomi negaranya.

Sumber : Vibiznews

Data Ekonomi AS Yang Lemah Bisa Membuat The Fed Tunda Kenaikan Suku Bunganya

BESTPROFIT FUTURES MALANG (6/4) - Pekan lalu berita yang kurang baik datang dari Negeri Paman Sam, Amerika Serikat (AS), pasalnya data yang berasal dari pasar tenaga kerja negaranya dilaporkan kurang baik. Sebagai tambahan, kondisi pasar tenaga kerja AS saat ini cukup disorot dunia perkembangannya karena selama ini menjadi fokus dan acuan The Fed dalam menentukan kapan suku bunga The Fed akan dinaikkan. 
Pasca melambatnya pertumbuhan PDB pada kuartal ke-4 2014 lalu, sebagian besar ekonom memang sudah menilai akan terjadi perkembangan tren pertumbuhan ekonomi yang cenderung negatif di AS. Oleh karena itu, mereka yakin The Fed masih akan meng-hold kenaikan suku bunganya sambil menunggu rebound di kuartal kedua tahun ini.
Adapun salah satu kontributor terbesar atas terpukulnya sektor tenaga kerja pada bulan Maret lalu disumbang oleh pengurangan tenaga kerja dari industri tambang, konstruksi, manufaktur,kesehatan dan juga rumah makan. Sektor pertambangan hingga saat ini telah kehilangan 11.000 pekerjaan, sektor perawatan berkurang 6.000 posisi dan paling banyak ada pada industri bar dan restoran berkurang sekitar 55000 yang biasanya  66.000 pada bulan Februari lalu.
Tidak hanya itu, The Institute for Supply Management (ISM) melaporkan bahwa laju pertumbuhan industri manufaktur Amerika Serikat (AS) di bulan Maret  jatuh ke level paling lambatnya dalam hampir dua tahun terakhir. Kondisi ini disebabkan oleh lambatnya jumlah kenaikan pesanan baru dan jumlah ketersediaan lapangan pekerjaan di industri manufaktur yang stagnan.
Berdasarkan rilis data dari ISM terlihat bahwa indeks aktivitas pabrik nasional turun ke skor 51,5 di bulan Maret dari 52,9 bulan sebelumnya. Pencapaian ini masih dibawah ekspektasi yang diharapkan sebelumnya, yaitu 52,5. Namun meski demikian, dengan skor yang masih di atas 50, ekspansi di sektor manufaktur masih terjadi. Prestasi ekspansi ini telah memasuki bulan ke-28 berturut-turut hingga Maret lalu.

Sumber : Vibiznews

Pemicu Lambatnya Pertumbuhan Ekonomi Dalam Negeri

BESTPROFIT FUTURES MALANG (6/4) - Hingga hari ini, permasalahan di bidang  infrastruktur Indonesia masih kerap menjadi sorotan utama. Pasalnya, ketertinggalan di bidang infrastruktur merupakan salah satu penyebab pertumbuhan ekonomi Indonesia belum dapat mencapai potensi maksimalnya. Ketertinggalan tersebut antara lain disebabkan belum adanya lembaga pembiayaan khusus infrastruktur serta lemahnya kesadaran dalam pembangunan infrastruktur.
Dalam forum diskusi mengenai Bank Infrastruktur pada Kamis (2/4) di Jakarta, Menteri Keuangan Bambang P.S. Brodjonegoro mengungkapkan, selama ini, pembangunan infrastruktur di Indonesia masih mengandalkan pembiayaan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Padahal, kapasitas APBN untuk pembiayaan infrastruktur sangat terbatas.
Ditambah lagi porsi APBN pada tahun-tahun yang lalu masih sangat dibebani oleh belanja pemerintah yang sifatnya mengikat, termasuk subsidi BBM (bahan bakar minyak), yang konon pembiayaannya bisa menghabiskan Rp250 triliun, hal ini kemudian yang menyebabkan alokasi untuk infrastruktur menjadi sangat terbatas. Dengan kemampuan APBN yang terbatas tersebut, sebetulnya Badan Usaha Milik Negara (BUMN) diharapkan dapat menjadi salah satu harapan bagi pembiayaan infrastruktur.
Namun sayang, BUMN yang khusus menangani pembiayaan pembangunan infrastruktur pada masa lalu tersebut tidak dapat memaksimalkan fungsinya. Dalam perkembangannya, Bapindo justru mengarah menjadi bank umum, sehingga tidak dapat merealisasikan pembiayaan infrastruktur. Kombinasi keterbatasan anggaran dan tidak adanya BUMN yang khusus menangani masalah pembiayaan infrastruktur tersebut, merupakan penyebab kurang berkesinambungannya pertumbuhan ekonomi Indonesia. Hal ini mengingat, tingginya permintaan tidak dapat diimbangi dengan ketersediaan infrastruktur yang memadai, sehingga pertumbuhan ekonomi tidak dapat tumbuh seoptimal mungkin.
Analogi sebuah siklus pertumbuhan ekonomi itu dilihat dari sisi demand and supply. Jika demand tidak diimbangi sisi supply yaitu infrastruktur, maka akan ada suatu titik dimana kita tidak bisa tumbuh lebih tinggi lagi, bahkan mencapai target pertumbuhan sebesar 6 persen saja cukup sulit.

Sumber : Vibiznews

Dolar Turun pada Hari Keempat Seiring Melemahnya Data Ekonomi AS

BESTPROFIT FUTURES MALANG (6/4) - Dolar turun setelah sebelumnya mengalami kenaikan selama 3 minggu, seiring melemahnya data ekonomi AS mendukung prospek suku bunga yang lebih tinggi.
Indeks Dolar AS terhadap mata uang utama memperpanjang penurunan pada hari keempat, ditetapkan untuk penurunan terpanjang dalam 9 bulan terakhir, setelah sebuah laporan pada Jumat kemarin menunjukkan pengusaha Amerika menambah lebih sedikit lapangan pekerjaan di bulan Maret dibandingkan pada bulan-bulan sebelumnya sejak Desember 2013 lalu, membebani dalam pemulihan perekonomian AS. Dana lindung nilai dan spekulan besar lainnya memangkas spekulasi bullish pada Dolar AS sejak Desember lalu. Mata uang Aussie melemah sebesar 10 sen dari paritas dengan Dolar Selandia Baru.
Indeks Spot Dollar Bloomberg, yang melacak mata uang AS terhadap 10 mata uang utama, turun 0,1 % ke level 1,181.66 pada pukul 09:08 pagi waktu Tokyo dari Jumat kemarin. Sementara itu, Dolar AS merosot 0,4 % ke level $ 1,1009 per euro, dan turun 0,1 % ke level 118,87 yen.
Perbedaan jumlah taruhan pada kenaikan dolar dibandingkan dengan penurunan pada kontrak turun 45.730 kontrak menjadi 366.640 pada pekan yang berakhir 31 Maret, menurut data dari Commodity Futures Trading Commission yang berbasis di Washington. Itu setidaknya sejak periode yang berakhir 16 Desember lalu.
Dolar Australia turun 0,2 % ke level NZ $ 1,0043, setelah sebelumnya menyentuh level NZ $ 1,0007, yang merupakan level terendahnya sejak dua mata uang tersebut melemah di tahun 1980-an. (knc)
Sumber : Bloomberg

Mengecewakannya Data Pekerjaan AS, Antarkan Bursa Saham Jepang Dibuka Melemah

BESTPROFIT FUTURES MALANG (6/4) - Bursa Saham Jepang melemah setelah rilis data menunjukkan adanya pertumbuhan yang melambat pada lapangan pekerjaan di AS dalam kurun waktu lebih dari setahun terakhir, hal tersebut mengantarkan yen mendulang gain dan memicu penurunan pada sektor ekspor negeri Sakura tersebut.

Indeks Topix melemah 0.7% ke level 1,552.48 pukul 9:00 pagi ini waktu Tokyo setelah pekan lalu menguat sebesar 0.7%. Sementara Indeks Nikkei 225 Stock Average anjlok 0.7% ke level 19,291.05. Sedangkan yen menguat 0.1% ke level 118.84 per dolar setelah Jumat kemarin sempat naik sebesar 0.6% menyusul laporan pekerjaan menunjukkan para pengusaha hanya mencetak lapangan pekerjaan sebesar 126,000 pada bulan Maret kemarin, angka tersebut sekaligus terendah sejak Desember 2013 lalu.

Kenaikan sebesar 126,000 pada sektor pekerjaan sangat kurang dari perkiraan sebelumnya pada survei Bloomberg dan dibandingkan dengan kenaikan 264,000 di bulan sebelumnya yang sekaligus lebih kecil dari laporan awal, hal itu menurut rilis data dari Departemen Tenaga Kerja AS. Sedangkan perkiraan rata-rata pada survei Bloomberg dari para ekonom menyatakan naik sebesar 245,000. (bgs)

Sumber : Bloomberg

Thursday, 2 April 2015

Kelihaian Investor Kaya China Zhang Lei Melihat Peluang Bisnis

BESTPROFIT FUTURES MALANG (3/4) - Pengusaha China semakin mampu meningkatkan kapasitasnya. Peningkatan kapasitas itu berlawanan dengan perusahaan multinasional relatif lambat bergerak.
Salah satu miliarder China Zhang Lei menyampaikan hal itu. Pernyataannya pun memang seperti mencerminkan dirinya ketika menjalankan usahanya. Ia meneliti suatu peluang bisnis lalu menjadikannya sebagai investasi, dan memberikan imbal hasil besar.
Zhang mendirikan perusahaan private equity Hillhouse Capital Group pada 2005. Dengan tangan dinginnya, ia mendapatkan kepercayaan dari Universitas Yale dan investor lainnya untuk menanamkan investasi di suatu bisnis. Kini ia memiliki dana sekitar US$ 18 miliar.
Zhang  memiliki latar belakang tak biasa. Ia lahir di Zhumadian, provinsi Henan pada 1972. Kelahiran Zhang saat China berada di puncak revolusi kebudayaan. Ketika itu China sedang membersihkan diri dari segala sesuatu bahkan dari kapitalis.
Namun sejak usia dini, Zhang sudah memperlihatkan bakat bisnis. Pada usia 7 tahun, ia memiliki ide bisnis pertamanya dengan  menyewakan buku komik untuk penumpang yang menunggu keretanya. Konsep tersebut menjadi dasar bagi perusahaan seperti Uber dan Airbnb.

Sumber : Liputan6

Meski Defisit Perdagangan Cetak Rekor, Proyeksi Ekonomi AS Q1 Tetap Lambat

BESTPROFIT FUTURES MALANG (3/4) - Selain kabar baik dari pasar tenaga kerja, defisit perdagangan Amerika Serikat (AS) untuk bulan Februari juga dilaporkan membaik. Pasalnya defisit perdagangan negara ini berhasil cetak penurunan tajam ke level terendahnya sejak 2009 silam. Meski prestasi ini cukup memuaskan, beberapa ekonom menilai kontribusi menyempitnya defisit perdagangan pada bulan lalu belum mampu mengangkat ekonomi AS pada kuartal pertama tahun ini karena nilai tukar dolar yang masih kuat terhadap major currencies lain dan masih lemahnya permintaan global.
Bila disesuaikan dengan inflasi, defisit menyempit menjadi $ 50.800.000.000 pada bulan Februari dari sebesar $ 54.600.000.000 di bulan sebelumnya. Sengketa antarburuh yang terjadi di pelabuhan Pantai Barat tampaknya telah memperlambat aliran impor dan ekspor negara ini. Sementara itu, nilai tukar dolar yang kuat, permintaan global yang lemah serta harga minyak mentah yang lebih rendah juga kemungkinan besar berdampak pada neraca perdagangan pada bulan Februari.
Pada bulan Februari, impor turun 4,4 persen menjadi $ 221.700.000.000, terendah sejak April 2011. Impor produk minyak bumi menjadi yang terendah sejak September 2004. Impor dari Tiongkok anjlok 18,1 persen, mendorong defisit perdagangan AS-Tiongkok turun cukup signifikan yaitu sebesar 21,2 persen menjadi $ 22.500.000.000.
Demikian juga halnya dengan ekspor yang turun 1,6 persen menjadi $ 186.200.000.000 pada bulan Februari, terkecil sejak Oktober 2012. Ekspor ke Kanada dan Meksiko, yang merupakan mitra dagang utama AS jatuh pada bulan Februari, demikian juga dengan ekspor ke Tiongkok jatuh 8,9 persen, sementara ke Uni Eropa tidak berubah.

Sumber : Vibiznews