BESTPROFIT FUTURES MALANG (28/8) - Wall Street menguat lebih dari 2 persen pada Kamis (Jumat pagi WIB)
ditopang data ekonomi Amerika Serikat (AS) yang kuat dan menjadi
petunjuk bahwa kenaikan suku bunga acuan AS pada September tidak mungkin memicu optimisme yang terburuk dari gejolak pasar baru-baru ini.
Dilansir dari Reuters, Jumat (28/8/2015), indeks Dow Jones
Industrial Average mencetak kenaikan terbesar dalam dua hari sejak 2008.
Sementara indeks S&P 500 dan Nasdaq Composite juga mencetak
kenaikan terbesar sejak 2009.
Data ekonomi yang dirilis pada hari Kamis menunjukkan bahwa ekonomi AS
tumbuh 3,7 persen pada kuartal II 2015, jauh lebih tinggi daripada
perkiraan sebelumnya sebesar 2,3 persen.
Pedagang melihat peluang bahwa Bank Sentral AS atau Fed akan menaikkan
suku bunga pada September usai rilis data pertumbuhan ekonomi optimis.
Suku bunga The Fed yang terus mendekati nol menjadi bahan bakar pasar saham ke tingkat bersejarah sejak krisis keuangan. Bahkan jika The Fed tidak mengetatkan kebijakan pada bulan September, harapan kenaikan di pasar saham tetap besar.
Untuk itu, investor akan mengawasi sebuah konferensi tahunan dari
beberapa gubernur bank sentral dunia di Jackson Hole, Wyoming selama
beberapa hari ke depan untuk petunjuk lebih lanjut pada tingkat suku
bunga.
Indeks Dow Jones Industrial Average naik 2,27 persen menjadi 16.654,77
dan indeks S&P 500 melonjak 2,43 persen menjadi 1.987,66. Nasdaq Composite ditambahkan 2,45 persen menjadi 4.812,71.
Dalam dua sesi terakhir, Dow Jones naik 6,3 persen, S&P adalah 6,4 persen lebih tinggi dan Nasdaq menguat 6,8 persen.
Semua sektor di papan utama S&P naik tajam, dengan kenaikan saham
energi 4,9 persen ditopang kenaikan harga minyak lebih dari 9 persen.
Memberikan dorongan terbesar untuk S&P dan Nasdaq, saham Apple melonjak 2,94 persen. Perusahaan mengundang wartawan untuk mengungkap iPhone bar pada 9 Septermber. Kemudian saham Tesla naik 8,07 persen.
Sekitar
9,9 miliar saham diperdagangkan di bursa AS dan selama 15 hari
rata-rata bergerak dari 8,1 miliar merupakan yang tertinggi tahun ini,
menurut data Thomson Reuters. (Ndw/Igw)
Sumber : Liputan6
Thursday, 27 August 2015
Dolar Menguat Terkait Pertumbuhan Ekonomi Serta Data Pekerjaan AS
BESTPROFIT FUTURES MALANG (28/8) - Dolar naik ke leveli tertinggi sepekan seiring pertumbuhan dan data pekerjaan AS yang memicu optimisme mengenai ekonomi.
Mata
uang naik untuk hari ketiga karena reli pada saham pasca laporan
menunjukkan GDP AS meningkat 3,7% pada tingkat tahunan di kuartal kedua,
melebihi semua perkiraan ekonom yang disurvei oleh Bloomberg. Pengajuan
klaim pengangguran turun ke level terendah tiga pekan.
Greenback
naik 0,6% menjadi $ 1,1246 terhadap euro dan maju 0,9% menjadi ¥ 121,03
pada 05:00 di New York. Indeks Spot Dollar Bloomberg naik 0,2% menjadi
1,205.59, level tertinggi dalam seminggu secara intraday.(yds)
Sumber: Bloomberg
Emas Turun Hari Ke-4 Ditengah Rilisan Data Ekonomi AS
BESTPROFIT FUTURES MALANG (28/8) - Emas
mereda pada hari Kamis, menuju penurunan mingguan tertajamnya sejak
Maret, terkait optimisme pertumbuhan ekonomi serta data pekerjaan yang
mendorong saham AS dan dolar, meskipun ketidakpastian atas waktu
kenaikan suku bunga AS.
Spot
emas turun 0,2% pada $ 1,122.86 per ons pada 2:29 siang setelah melihat
penurunan terbesar dalam lima pekan pada hari Rabu. Emas berjangka AS
untuk pengiriman Desember ditutup turun $ 2 per ons pada level $
1,122.60.
Penuranan pekan ini pada harga emas telah terkikis hampir mendekati kenaikan pada pekan lalu.
Emas
cenderung mendapatkan keuntungan dari rendahnya suku bunga, yang
memangkas biaya kepemilikan bullion non-yield yang meningkatkan dolar.
Bullion
naik hampir 5% dari Juli ke level terendah 5 1/2 tahun di level $ 1077,
tetapi telah naik hampir 4% sejak menyentuh level puncak tujuh pekan
dari level $ 1,168.40 pekan lalu, tertekan oleh rebound pada dolar dan
aset lainnya.
Perak
naik 2,2% pada level $ 14,42, yang membukukan reli setelah hari
sebelumnya turun ke level terendah 6-tahun. Paladium naik 5,3% pada
level $ 560,50 per ons setelah menetap di level terendah lima tahun pada
hari Rabu. Platinum naik 1,5% menjadi $ 992 per ons.(yds)
Sumber: Reuters
Saham AS Ditutup Menguat Terkait Penguatan Data GDP Di Tengah Reli Global
BESTPROFIT FUTURES MALANG (28/8) - Bursa
saham AS membukukan kenaikan terbesar dua harinya sejak tahun 2009
terkait reli pasar global dan pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat dari
yang diharapkan pada kuartal kedua.
Indeks Standard &
Poor 500 memangkas kenaikan singkatnya pada akhir perdagangan sore,
pemangkasan kenaikan sebesar 2,5 persen menjadi kurang dari 1 persen
sebelum melanjutkan kenaikan nya, hal tersebut menunjukkan bahwa pasar
saham masih rentan terhadap perubahan hebat. Indeks tersebut naik 2,4
persen menjadi 1,987.73 pada 04:00 sore di New York, catatan terbaik
kenaikan back-to-back sejak mulainya Bull Market lebih dari enam tahun
yang lalu.
Data hari ini
menunjukkan GDP meningkat pada 3,7 persen pada tingkat tahunan, melebihi
semua perkiraan ekonom yang disurvei oleh Bloomberg, dan naik dari
sebesar 2,3 persen dari laporan bulan lalu. Peningkatan lebih besar
dalam belanja konsumen dan bisnis menunjukkan bahwa ekspansi AS telah
kembali ke jalurnya. Sebuah laporan terpisah menunjukkan bahwa klaim
tunjangan pengangguran menurun ke level terendahnya tiga minggu.
Kontrak untuk
pembelian rumah tangan kedua naik pada bulan Juli untuk keenam kalinya
dalam tujuh bulan terakhir, menurut data yang ditunjukan pada laporan
lainnya. Kenaikan 0,5 persen dalam indeks penjualan rumah yang tertunda
mengalami kenaikan kurang dari 1 persen seperti yang diperkirakan oleh
para ekonom yang telah disurvei oleh Bloomberg.(mrv)
Sumber: Bloomberg
Saham AS Naik Pasca Menguatnya Data GDP Ditengah Reli Global
BESTPROFIT FUTURES MALANG (28/8) - Saham AS siap untuk lonjakan tajam
dua hari sejak 2009 ditengah reli pasar global dan pertumbuhan ekonomi
yang lebih kuat dari yang diharapkan pada kuartal kedua.
Indeks Standard & Poor 500 naik 1,9%, sehari setelah ekuitas AS menghentikan penurunan enam hari yang mengahpus senilai $ 2.2 trilyun dan mengirim indeks acuan menuju koreksi. Ungkap dovish dari pejabat The Fed serta membaiknya data ekonomi ditopang sentimen yang telah berubah bearish passca gejolak global yang dipicu oleh devaluasi mata uang China memukul Amerika.
S & P 500, di level 1,983.79, yang menuju kenaikan dua hari dari 6,2%, yang akan menjadi kenaikan back to back terkuat sejak bull market yang dimulai lebih dari enam tahun yang lalu. Dow Jones Industrial Average naik 331,71 poin, atau 2%, ke level 16,617.22, juga berada pada jalur terbaik hari ke sejak 2009. Indeks Nasdaq Composite naik 2,4% pada 12:34 siang di New York.
Perusahaan bahan material dan energi meningkat tajam karena reboundnya harga komoditas, dengan minyak mentah naik sebanyak 6%. Produsen tembaga Freeport-McMoRan Inc melonjak 28% setelah pihaknya meluncurkan rencana untuk memangkas produksinya. Chesapeake Energy Corp dan Consol Energy Inc meningkat lebih dari 10%. Netflix Inc reli untuk hari ketiga, naik 7%, dan Apple Inc naik 3%. Tiffany & Co tergelincir ditengah laba kuartalan yang meleset dari perkiraan analis.
Data hari ini menunjukkan GDP meningkat 3,7% untuk tingkat tahunan, melebihi semua perkiraan ekonom yang disurvei oleh Bloomberg, dan naik dari 2,3% yang dilaporkan bulan lalu. Kenaikan lebih besar dalam belanja konsumen dan bisnis menunjukkan ekspansi AS kembali pada jalurnya. Sementara itu sebuah laporan terpisah menunjukkan pengajuan klaim pengangguran menurun ke level terendah tiga pekan.
Kontrak untuk membeli rumah yang sebelumnya dimiliki naik pada bulan Juli untuk keenam kalinya dalam tujuh bulan terakhir, laporan lain menunjukkan. Kenaikan 0,5% dalam indeks penjualan rumah tertunda kurang dari kenaikan 1% seperti yang diperkirakan oleh para ekonom yang disurvei oleh Bloomberg.(yds)
Sumber: Bloomberg
Indeks Standard & Poor 500 naik 1,9%, sehari setelah ekuitas AS menghentikan penurunan enam hari yang mengahpus senilai $ 2.2 trilyun dan mengirim indeks acuan menuju koreksi. Ungkap dovish dari pejabat The Fed serta membaiknya data ekonomi ditopang sentimen yang telah berubah bearish passca gejolak global yang dipicu oleh devaluasi mata uang China memukul Amerika.
S & P 500, di level 1,983.79, yang menuju kenaikan dua hari dari 6,2%, yang akan menjadi kenaikan back to back terkuat sejak bull market yang dimulai lebih dari enam tahun yang lalu. Dow Jones Industrial Average naik 331,71 poin, atau 2%, ke level 16,617.22, juga berada pada jalur terbaik hari ke sejak 2009. Indeks Nasdaq Composite naik 2,4% pada 12:34 siang di New York.
Perusahaan bahan material dan energi meningkat tajam karena reboundnya harga komoditas, dengan minyak mentah naik sebanyak 6%. Produsen tembaga Freeport-McMoRan Inc melonjak 28% setelah pihaknya meluncurkan rencana untuk memangkas produksinya. Chesapeake Energy Corp dan Consol Energy Inc meningkat lebih dari 10%. Netflix Inc reli untuk hari ketiga, naik 7%, dan Apple Inc naik 3%. Tiffany & Co tergelincir ditengah laba kuartalan yang meleset dari perkiraan analis.
Data hari ini menunjukkan GDP meningkat 3,7% untuk tingkat tahunan, melebihi semua perkiraan ekonom yang disurvei oleh Bloomberg, dan naik dari 2,3% yang dilaporkan bulan lalu. Kenaikan lebih besar dalam belanja konsumen dan bisnis menunjukkan ekspansi AS kembali pada jalurnya. Sementara itu sebuah laporan terpisah menunjukkan pengajuan klaim pengangguran menurun ke level terendah tiga pekan.
Kontrak untuk membeli rumah yang sebelumnya dimiliki naik pada bulan Juli untuk keenam kalinya dalam tujuh bulan terakhir, laporan lain menunjukkan. Kenaikan 0,5% dalam indeks penjualan rumah tertunda kurang dari kenaikan 1% seperti yang diperkirakan oleh para ekonom yang disurvei oleh Bloomberg.(yds)
Sumber: Bloomberg
Wednesday, 26 August 2015
Dolar Menguat Tajam di Lima Bulan Terakhir Terhadap Euro
BESTPROFIT FUTURES MALANG (27/8) - Dolar
menguat tajam dalam lima bulan terakhir terhadap euro karena saham AS
melonjak pasca rilisan data yang lebih baik dari perkiraan pada pesanan
barang tahan lama menopang prospek pertumbuhan ekonomi.
Greenback
menguat terhadap sebagian besar mata uang rekanan utama karena saham AS
mencatat reli tertajamnya sejak 2011 setelah pasar Asia hingga Eropa
jatuh di tengah yang gejolak pada ekuitas global selama hampir empat
tahun. Dolar memangkas gain, dan kemudian kembali menguat, setelah
Presiden Federal Reserve Bank of New York William Dudley mengatakan,
untuk menaikkan suku bunga AS pada bulan September kurang kuat ditengah
gejolak pasar baru-baru ini.
Dolar
menguat 1,8% menjadi $ 1,1314 per euro pada pukul 5 sore di New York,
kenaikan tertajam sejak 19 Maret Ini naik 0,9% menjadi ¥119,92, tertajam
sejak 10Juli. Indeks Spot Dollar Bloomberg naik 0,7% menjadi 1,202.94.(yds)
Sumber: Bloomberg
Emas Terabaikan Terkait Fokus Investor Pada The Fed
BESTPROFIT FUTURES MALANG (27/8) - Minggu
ini gejolak di pasar global berpengaruh kecil untuk membawa orang
kembali pada emas terkait investor yang mengabaikan daya tarik logam
sebagai save haven, tetapi sebaliknya, lebih melihat kepada prospek suku
bunga AS yang lebih tinggi.
Emas
berjangka di New York turun untuk hari ketiga berturut-turut, atau yang
terpanjang bulan ini, bahkan karena kekhawatiran pertumbuhan global
hingga mendorong penurunan terbesar ekuitas global dalam empat tahun
terakhir. Citigroup Inc memangkas perkiraan untuk emas, perak dan logam
lainnya, dan investor menarik investasi mereka dari produk yang
diperdagangkan di bursa yang didukung oleh emas untuk pertama kalinya
dalam lima hari.
Pedagang
menetapkan harga di hampir 50 persen kemungkinan bahwa The Fed akan
mulai melakukan pengetatan kebijakan moneternya pada akhir tahun.
Tingkat suku bunga yang lebih tinggi membatasi daya tarik emas karena
logam tersebut tidak membayar bunga atau menawarkan pengembalian, tidak
seperti aset bersaing lainnya. Emas menuju penurunan tahunan ketiganya
langsung setelah beberapa investor kehilangan kepercayaan pada logam
sebagai penyimpan nilai.
Emas
berjangka untuk pengiriman Desember turun 1,2 persen untuk menetap di $
1,124.60 per onsnya pada 1:46 di Comex, New York. Harga tersebut turun
1,8 persen pada dua sesi sebelumnya.
Harga
memangkas penurunan setelah Presiden New York Fed William Dudley
mengatakan, kasus untuk menaikkan suku bunga pada bulan September kurang
menarik karena perkembangan keuangan dan pasar internasional. Beberapa
analis sekarang berfokus pada Oktober untuk kenaikan suku bunga.
Investor
menarik kembali spekulasi pada reli. Empat pilihan yang paling banyak
diperdagangkan pada hari Selasa kemarin mengalami penurunan sekitar 20
persen. Kontrak dengan lima pemilik volume tertinggi memberikan
investor hak untuk membeli emas berjangka November di $ 1.125, harga
untuk opsi tersebut lebih dari dua kali lipat pada minggu ini.
Perak
berjangka turun 3,9 persen menjadi $ 14,078 per ons di Comex, setelah
menyentuh $ 13,95, atau yang terendah sejak Agustus 2009. Harga turun
9,5 persen selama empat sesi, atau merupakan penurunan terbesarnya sejak
Juni 2013.
Paladium
melemah untuk hari keempat, turun sebesar 3,7 persen menjadi $ 519,20
per ons di New York Mercantile Exchange, terendahnya sejak September
2010. Di Afrika Selatan, produksi tambang platinum dan logam lainnya,
termasuk paladium, melonjak sebesar 84 persen dari tahun sebelumnya pada
bulan Juni lalu, di tunjukan oleh data resmi Selasa kemarin. Negara ini
merupakan produsen paladium terbesar dunia setelah Rusia. Platinum naik
di Nymex.(mrv)
Sumber: Bloomberg
S & P 500 Menguat Tajam Sejak 2011, Menghentikan Gejolak Selama 6-Hari Terakhir
BESTPROFIT FUTURES MALANG (27/8) - Saham
AS mencatat reli tertajamnya sejak 2011, menghentikan penurunan selama
enam hari, karena investor menemukan beberapa bantuan pasca penurunan
terburuk ekuitas global di hampir empat tahun. Treasuries jatuh dan
dolar naik.
S
& P 500 meningkat sebesar 3,9% pada 04:00 sore di New York, yang
merupakan kenaikan tertajam sejak November 2011. reli pada menit pertama
perdagangan tergerus lebih dari setengah sepanjang sesi pagi, sebelum
rebound pada sore hari. Investor kemarin melihat reli memudar 2,9% di
jam terakhir perdagangan, mengirim Indeks tersebut melemah 1,4%.
Data ekonomi, menghentikan penurunan yang menghapus $ 2.2 trilyun dari nilai saham.
Kekhawatiran
bahwa para otoritas China mungkin gagal untuk mencegah gejolak di
ekonomi terbesar kedua dunia tersebut yang telah mengguncang pasar
global. Sekitar $ 8 triliun telah dihapus dari nilai ekuitas global
sejak kejutan devaluasi yuan China pada 11 Agustus lalu yang dikarenakan
investor mengkaji prospek perlambatan pertumbuhan dan kenaikan suku
bunga pertama di Amerika Serikat pada hampir satu dekade terakhir.
Sumber: Bloomberg
Indeks Saham AS Menguat Pasca Aksi Jual Selama 6 hari
BESTPROFIT FUTURES MALANG (27/8) - Saham
AS menguat, di tengah penurunan beruntun tertajamnya dalam empat tahun
terakhir, karena investor mencoba untuk kembali pasca memudarnya reli
awal kemarin.
Perusahaan
teknologi memimpin kenaikan, terkait aksi di hari Selasa, dengan Apple
Inc, Google Inc dan Qualcomm Inc naik setidaknya 2%. Saham perbankan
juga berada pada jalur yang sama dengan kemarin dengan JPMorgan Chase
& Co dan Citigroup Inc meningkat lebih dari 1,4%. Cameron
International Corp melonjak 41% setelah pihaknya menyetujui untuk
membeli unit saham dari Schlumberger Ltd senilai $ 14.8 milyar.
Indeks
Standard & Poor 500 naik 1,2% menjadi 1,889.06 pada 12:12 siang di
New York, memangkas kenaikan sebelumnya sebanyak 2,5%. Dow Jones
Industrial Average menambahkan 188,47 poin, atau 1,2%, ke level
15,854.91 setelah sebelumnya naik lebih dari 430 poin. Indeks Nasdaq
Composite juga mencatat kenaikan sebesar 1,2%.(yds)
Sumber: Bloomberg
Saham Eropa Turun Seiring Rebound Yang Hanya Sementara
BESTPROFIT FUTURES MALANG (27/8) - Bahkan hari terbaik sejak 2011 tidaklah cukup untuk membalikkan keadaan saham Eropa, yang kembali melemah hari ini.
Investor telah berurusan dengan keadaan
yang berliku-liku di minggu ini, karena saham Eropa untuk pertama
kalinya mengalami penurunan terbesar sejak krisis keuangan, sebelum reli
kemarin pasca pemangkasan suku bunga yang dilakukan China. Pengumuman
pada penutupan hari menyatakan bahwa Monsanto Co telah meninggalkan
upaya untuk memperoleh Syngenta AG hingga membawa penurunan pada saham
perusahaan Swiss sebesar 18 persen, atau merupakan yang terendah pada
indeks Stoxx Europe 600.
Indeks acuan untuk ekuitas Eropa
turun1,8 persen pada penutupan perdagangan. Indeks tersebut rebound
sebesar 0,2 persen sebelumnya dari penurunan 2,7 persen setelah laporan
menunjukkan bahwa data barang yang tahan lama melampaui perkiraan.
Optimisme tersebut terbukti singkat.
Aksi selloff global yang dipicu oleh
devaluasi mata uang China pada 11 Agustus lalu dipercepat diawal pekan
ini, membuat koreksi berkelanjutan untuk indeks Stoxx 600 dan membawa
indeks DAX Jerman ke Bear Market. Indeks saham Eropa mengalami penurunan
sebesar 12 persen pada Agustus ini, berada pada jalur untuk bulan
terburuknya sejak 2008.
Indeks Pasar Swiss mencatat penurunan
terbesar di antara indeks Eropa Barat lainnya pada Rabu, karena
terbebani oleh rekor penurunan saham Syngenta. Sementara saham
Transocean Ltd juga memberikan kontribusi, dengan penurunan 8 persennya.
Saham Paddy Power Plc dan Betfair Group
Plc masing-masing reli sebesar 20 persen pasca spekulasi merger kedua
perusahaan tersebut. Saham Abengoa SA melonjak 18 persen, atau merupakan
kenaikan empat harinya ke 55 persen. Perusahaan energy Spanyol yang
telah diperbaharui melonjak kemarin setelah laporan peningkatan modal
yang direncanakan akan mencakup Kelas saham A, yang memiliki hak suara
lebih.(mrv)
Sumber: Bloomberg
Tuesday, 25 August 2015
Emas Turun Pasca China Memangkas Suku Bunganya, Paladium Anjlok
BESTPROFIT FUTURES MALANG (26/8) - Emas
turun lebih dari 1% pada hari Selasa setelah China memangkas suku
bunganya sehingga membantu pasar global pulih dari penurunan di hari
sebelumnya, dengan reli saham dan penguatan aussie dolar, sedangkan
paladium anjlok lebih dari 7% ke level terendah lima tahun.
Bullion
melanjutkan pelemahannya pasca data kepercayaan konsumen AS menyentuh
level tertinggi tujuh bulan pada bulan Agustus. Kekuatan yang mendasari
penguatan dalam perekonomian tersebut masih dapat memungkinkan Federal
Reserve untuk menaikkan suku bunga tahun ini.
Spot
emas turun 1,3% berada pada level $ 1,139.85 per ons pada 1:05 siang,
sementara emas berjangka AS untuk pengiriman Desember menetap sebesar
1,3% pada level $ 1,138.30.
Paladium
melihat penurunan yang tajam sejauh di pasar logam mulia, jatuh untuk
sesi ketiga secara beruntun terakit kekhawatiran mengenai permintaan di
China.
Spot paladium turun sebanyak 7,4% menjadi $ 528,50 per ons, yang terendah sejak September 2010.
Emas
bersiap untuk turun pada hari Senin, Dengan Beberapa pedagang
melikuidasi guna menutupi Kerugian seiring pelemahan dalam ekuitas China
menghantarkan saham global serta penurunan harga komoditas turun dan
menumbangkan dolar.
Kemudian
pada hari Selasa, Wall Street membukukan reli tajam dalam setahun ini,
sehari pasca kinerja terburuk pasar dalam empat tahun terakhir ditengah
kekhawatiran mengenai ekonomi China.
Dolar AS melonjak lebih dari 1% terhadap sekumpulan mata uang utama.
Platinum turun 1,5% pada level $ 972,75 per ons, sementara perak turun 0,9% berada di level $ 14,65 per ons.(yds)
Sumber: Reuters
Indeks Saham AS Ditutup Melemah Terkait Meningkatnya Kekhawatiran China
BESTPROFIT FUTURES MALANG (26/8) - Rebound
pada indeks Dow Jones Industrial Average yang naik lebih dari 440 poin
memudar karena para keraguan para pedagang atas apa yang akan terjadi di
pasar China dan bahwa berpegang pada saham merupakan hal yang berisiko
bagi kebanyakan investor.
Indeks
30-stock turun 1,3 persen menjadi 15,665.77 pada 4 sore di New York,
atau turun sebesar 4 persen dari level tertingginya. Penurunan dari
posisi puncaknya ditandai oleh aksi selloff pada Senin kemarin, ketika
kekhawatiran tentang pertumbuhan global memicu aksi selloff terburuk
dalam empat tahun tertinggi. Indeks Standard & Poor 500 yang tadinya
naik 2,9 persen menjadi turun 1,4 persen, dengan sebagian besar
penjualan terkonsentrasi di dua jam terakhir perdagangan.
Pembalikan
keadaan yang mengecewakan atas kenaikan yang terjadi pada hari
sebelumnya mempertaruhkan harapan pada upaya China untuk memberikan
dorongan ke dalam perekonomian. Bank sentral hari ini memangkas suku
bunga untuk kelima kalinya sejak November lalu dan menurunkan jumlah kas
bank yang harus disisihkan dalam upaya untuk membendung penurunan pada
pasar saham terbesar di negara itu sejak tahun 1996 dan berlanjutnya
perlambatan ekonomi pada negara tersebut.(mrv)
Sumber: Bloomberg
Bursa Regional Bayangi Laju IHSG
BESTPROFIT FUTURES MALANG (26/8) - Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi bergerak variatif pada perdagangan saham Rabu pekan ini dipicu sentimen bursa regional.
"Sepertinya masih dipengaruhi bursa regional. Kami lihat masih variatif. Eropa masih naik," kata Kepala Riset PT Universal Broker Securities Satrio Utomo, kepada Liputan6.com, Jakarta, Rabu (26/8/2015).
Dari dalam negeri, sentimen penggerak indeks saham masih negatif dengan IHSG mendapat tekanan dari nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Rupiah masih berada di kisaran 14.000 per dolar AS.Satrio menuturkan, tren IHSG masih melemah lantaran menunggu keputusan bank sentral AS untuk menaikkan suku bunga acuannya. Hal itu berimbas pada pergerakan nilai tukar rupiah.
"Penyebabnya juga The Fed, pertengahan September. Ini masih panjang," tambah Satrio.
Ia menuturkan, aksi pembelian kembali saham/buyback saham mampu menjadi penahan IHSG. Namun, Satrio ragu apakah hal tersebut akan bertahan lama. "Memang terus mengalir kalau kami lihat, paling tidak bisa buat IHSG bertahan, tapi terlalu cepat melihatnya positif," ujar Satrio.
Dia memprediksi IHSG berada pada rentan support 4.200 dan resistance 4.300 pada perdagangan saham Rabu pekan ini. Dalam riset PT Sinarmas Sekuritas juga menyebutkan IHSG bergerak variatif. Indeks saham diperkirakan berada pada level support 4.150 dan resistance 4.334. Sentimen dari regional mewarnai kinerja IHSG.
"Dari AS akan merilis data markit services PMI flash yang diperkirakan ke level 56,14 dari sebelumnya di level 55,7 dan akan dirilis juga data new home sales yang diperkirakan ke level 5,8 persen MoM dibandingkan di level minus 6,8 persen MoM," tulis riset Sinarmas Sekuritas.
Satrio merekomendasikan akumulasi saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) dan PT PP Tbk (PTPP).PT Sinarmas Sekuritas merekomendasikan beli PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Adaro Energy Tbk (ADRO), PT Semen Indonesia Tbk (SMGR). Kemudian jual untuk saham PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS).
IHSG ditutup menguat pada perdagangan saham Selasa 25 Agustus 2015. Indeks saham naik 64,77 poin atau 1,56 persen ke 4.228,50. (Amd/Ahm)
Sumber : Liputan6
"Sepertinya masih dipengaruhi bursa regional. Kami lihat masih variatif. Eropa masih naik," kata Kepala Riset PT Universal Broker Securities Satrio Utomo, kepada Liputan6.com, Jakarta, Rabu (26/8/2015).
Dari dalam negeri, sentimen penggerak indeks saham masih negatif dengan IHSG mendapat tekanan dari nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Rupiah masih berada di kisaran 14.000 per dolar AS.Satrio menuturkan, tren IHSG masih melemah lantaran menunggu keputusan bank sentral AS untuk menaikkan suku bunga acuannya. Hal itu berimbas pada pergerakan nilai tukar rupiah.
"Penyebabnya juga The Fed, pertengahan September. Ini masih panjang," tambah Satrio.
Ia menuturkan, aksi pembelian kembali saham/buyback saham mampu menjadi penahan IHSG. Namun, Satrio ragu apakah hal tersebut akan bertahan lama. "Memang terus mengalir kalau kami lihat, paling tidak bisa buat IHSG bertahan, tapi terlalu cepat melihatnya positif," ujar Satrio.
Dia memprediksi IHSG berada pada rentan support 4.200 dan resistance 4.300 pada perdagangan saham Rabu pekan ini. Dalam riset PT Sinarmas Sekuritas juga menyebutkan IHSG bergerak variatif. Indeks saham diperkirakan berada pada level support 4.150 dan resistance 4.334. Sentimen dari regional mewarnai kinerja IHSG.
"Dari AS akan merilis data markit services PMI flash yang diperkirakan ke level 56,14 dari sebelumnya di level 55,7 dan akan dirilis juga data new home sales yang diperkirakan ke level 5,8 persen MoM dibandingkan di level minus 6,8 persen MoM," tulis riset Sinarmas Sekuritas.
Satrio merekomendasikan akumulasi saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) dan PT PP Tbk (PTPP).PT Sinarmas Sekuritas merekomendasikan beli PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Adaro Energy Tbk (ADRO), PT Semen Indonesia Tbk (SMGR). Kemudian jual untuk saham PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS).
IHSG ditutup menguat pada perdagangan saham Selasa 25 Agustus 2015. Indeks saham naik 64,77 poin atau 1,56 persen ke 4.228,50. (Amd/Ahm)
Sumber : Liputan6
Setelah Sempat Menguat 3%, Wall Street Akhirnya Kembali Tumbang
BESTPROFIT FUTURES MALANG (26/8) - New York - Bursa saham Amerika (Wall Street) bergerak sangat dramatis pada perdagangan Selasa (25/8/2015). Setelah naik tinggi, Wall Street akhirnya tumbang di menit-menit terakhir perdagangan karena masih tingginya sentimen negatif dari China.
Dalam sesi perdagangan, indeks acuan utama Wall Street berubah menjadi negatif di menit akhir perdagangan setelah sebelumnya sempat naik hampir 3 persen.
Mengutip Reuters, Dows Jones Industrial Averange (DJIA) ditutup turun 1, 29 persen menjadi 15.666,44, Indeks Standard and Poor (S&P) 500 juga melemah 1,35 persen menjadi 1.867,61 dan Indeks Nasdaq turun 0,44 persen ke level 4.506,49.
Sebagian besar pelaku pasar masih cukup khawatir dengan perlambatan ekonomi di China yang bisa menjadi beban bagi pertumbuhan ekonomi dunia.
Selama ini China memang menjadi salah satu pendorong roda perekonomian dunia. Artinya jika China mengalami pelemahan maka global pun juga akan terdampak.
Sebenarnya, langkah penurunan pertumbuhan ekonomi tersebut sudah diantisipasi oleh otoritas China. Mereka telah menurunkan suku bunga acuan sebanyak dua kali dalam dua bulan terakhir. Namun kekhawatiran dari pelaku pasar lebih besar sehingga meskipun indeks sempat menguat namun akhirnya kalah juga.
Penurunan Wall Street tersebut terimbas karena bursa saham di China juga melorot cukup dalam. Pada perdagangan kemarin, Indeks China turun 8 persen, setelah sehari sebelumnya juga telah mengalami penurunan 8,5 persen.
"Sebagian besar investor masih gugup untuk menjalankan transaksi mereka. Banyak yang menduga masih akan ada kejutan di hari-hari selanjutnya," jelas Manajer Investasi Kingsview Asset Management, Chicago, AS, Paul Nolte.
Penurunan bursa saham AS pada Selasa melanjutkan penurunan yang terjadi sehari sebelumnya. Jika dihitung, Indeks Dow Jones telah mengalami penurunan 1.000 poin dan S&P 500 mencatatkan transaksi harian terburuk sejak 2011 lalu. (Gdn/Ndw)
Sumber : Liputan6
Dalam sesi perdagangan, indeks acuan utama Wall Street berubah menjadi negatif di menit akhir perdagangan setelah sebelumnya sempat naik hampir 3 persen.
Mengutip Reuters, Dows Jones Industrial Averange (DJIA) ditutup turun 1, 29 persen menjadi 15.666,44, Indeks Standard and Poor (S&P) 500 juga melemah 1,35 persen menjadi 1.867,61 dan Indeks Nasdaq turun 0,44 persen ke level 4.506,49.
Sebagian besar pelaku pasar masih cukup khawatir dengan perlambatan ekonomi di China yang bisa menjadi beban bagi pertumbuhan ekonomi dunia.
Selama ini China memang menjadi salah satu pendorong roda perekonomian dunia. Artinya jika China mengalami pelemahan maka global pun juga akan terdampak.
Sebenarnya, langkah penurunan pertumbuhan ekonomi tersebut sudah diantisipasi oleh otoritas China. Mereka telah menurunkan suku bunga acuan sebanyak dua kali dalam dua bulan terakhir. Namun kekhawatiran dari pelaku pasar lebih besar sehingga meskipun indeks sempat menguat namun akhirnya kalah juga.
Penurunan Wall Street tersebut terimbas karena bursa saham di China juga melorot cukup dalam. Pada perdagangan kemarin, Indeks China turun 8 persen, setelah sehari sebelumnya juga telah mengalami penurunan 8,5 persen.
"Sebagian besar investor masih gugup untuk menjalankan transaksi mereka. Banyak yang menduga masih akan ada kejutan di hari-hari selanjutnya," jelas Manajer Investasi Kingsview Asset Management, Chicago, AS, Paul Nolte.
Penurunan bursa saham AS pada Selasa melanjutkan penurunan yang terjadi sehari sebelumnya. Jika dihitung, Indeks Dow Jones telah mengalami penurunan 1.000 poin dan S&P 500 mencatatkan transaksi harian terburuk sejak 2011 lalu. (Gdn/Ndw)
Sumber : Liputan6
Emas Kembali Jatuh Karena China Pangkas Suku Bunga
BESTPROFIT FUTURES MALANG (26/8) - London - Harga emas kembali turun lebih dari 1 persen pada perdagangan Selasa (Rabu pagi waktu Jakarta), setelah penurunan suku bunga yang dilakukan oleh Bank Sentral China membantu pemulihan pasar saham global.
Tekanan terhadap emas bertambah dengan adanya data kepercayaan konsumen di Amerika Serikat (AS) pada Agustus 2015 mencatatkan level tertinggi dalam tujuh bulan terakhir. Hal tersebut menunjukkan kekuatan yang mendasari adanya pemulihan ekonomi di negara tersebut sehingga memungkinkan bank Sentral Amerika (The Fed) untuk menaikkan suku bunga pada tahun ini.
Mengutip Reuters, Rabu (26/8/2015), harga emas di pasar spot turun 1,3 persen menjadi US$ 1.139,85 per ounce. Sementara harga emas berjangka untuk pengiriman Desember turun 1,3 persen menjadi US$ 1.138,30 per ounce.
"Lonjakan yang cukup besar di angka kepercayaan konsumen AS dengan pemulihan pasar saham membuat emas tertekan ke level US$ 1.135 per ounce dan mendekati di kunci US$ 1.130 per ounce di mana emas turun di posisi terendah," jelas Direktur Perdagangan Logam BMO Capital Markets, Tai Wong.
Wong mengacu pada jatuhnya harga yang terjadi pada 19 Juli lalu.
Pada perdagangan sehari sebelumnya, harga emas berjangka gagal mencetak keuntungan seiring gejolak terjadi di pasar saham global karena kekhawatiran terhadap ekonomi China. Kekhawatiran terhadap ekonomi China terkait prospek permintaan untuk logam industri.
Direktur Goldcore, Mark O'Byrne menuturkan harga emas lebih rendah di awal pekan ini karena ada kendala likuiditas oleh hedge fund atau pengelola dana investor untuk marjin. Adanya marjin itu membuat investor harus menyetor lebih banyak uang untuk menjaga posisi.
"Selama beberapa waktu emas memiliki korelasi terbalik dengan saham tetapi sering emas berkorelasi dengan saham untuk jangka pendek. Kejatuhan pasar saham dalam satu hari juga berpengaruh," kata O'Bryne.
Sementara itu,Kepala Riset CMC Market Colin Cieszynski menuturkan harga emas tidak dapat reli di awal pekan seiring telah mencapai level terbatas. Akan tetapi harga emas dapat tetap aktif dalam beberapa minggu mendatang.
"Secara historis sekarang menguntungkan harga emas karena musim pernikahan India mendekat," kata Cieszynski. (Gdn/Ndw)
Sumber : Liputan6
Tekanan terhadap emas bertambah dengan adanya data kepercayaan konsumen di Amerika Serikat (AS) pada Agustus 2015 mencatatkan level tertinggi dalam tujuh bulan terakhir. Hal tersebut menunjukkan kekuatan yang mendasari adanya pemulihan ekonomi di negara tersebut sehingga memungkinkan bank Sentral Amerika (The Fed) untuk menaikkan suku bunga pada tahun ini.
Mengutip Reuters, Rabu (26/8/2015), harga emas di pasar spot turun 1,3 persen menjadi US$ 1.139,85 per ounce. Sementara harga emas berjangka untuk pengiriman Desember turun 1,3 persen menjadi US$ 1.138,30 per ounce.
"Lonjakan yang cukup besar di angka kepercayaan konsumen AS dengan pemulihan pasar saham membuat emas tertekan ke level US$ 1.135 per ounce dan mendekati di kunci US$ 1.130 per ounce di mana emas turun di posisi terendah," jelas Direktur Perdagangan Logam BMO Capital Markets, Tai Wong.
Wong mengacu pada jatuhnya harga yang terjadi pada 19 Juli lalu.
Pada perdagangan sehari sebelumnya, harga emas berjangka gagal mencetak keuntungan seiring gejolak terjadi di pasar saham global karena kekhawatiran terhadap ekonomi China. Kekhawatiran terhadap ekonomi China terkait prospek permintaan untuk logam industri.
Direktur Goldcore, Mark O'Byrne menuturkan harga emas lebih rendah di awal pekan ini karena ada kendala likuiditas oleh hedge fund atau pengelola dana investor untuk marjin. Adanya marjin itu membuat investor harus menyetor lebih banyak uang untuk menjaga posisi.
"Selama beberapa waktu emas memiliki korelasi terbalik dengan saham tetapi sering emas berkorelasi dengan saham untuk jangka pendek. Kejatuhan pasar saham dalam satu hari juga berpengaruh," kata O'Bryne.
Sementara itu,Kepala Riset CMC Market Colin Cieszynski menuturkan harga emas tidak dapat reli di awal pekan seiring telah mencapai level terbatas. Akan tetapi harga emas dapat tetap aktif dalam beberapa minggu mendatang.
"Secara historis sekarang menguntungkan harga emas karena musim pernikahan India mendekat," kata Cieszynski. (Gdn/Ndw)
Sumber : Liputan6
Monday, 24 August 2015
Pasar Saham Global Bergejolak, Harga Emas Ikut Turun
BESTPROFIT FUTURES MALANG (25/8) - Harga emas berjangka gagal mencetak keuntungan seiring gejolak terjadi di pasar saham global karena kekhawatiran terhadap ekonomi China. Kekhawatiran terhadap ekonomi China terkait prospek permintaan untuk logam industri.
Harga emas untuk pengiriman Desember turun 0,5 persen atau US$ 6 ke level US$ 1.153,60 per ounce.Direktur Goldcore, Mark O'Byrne menuturkan harga emas lebih rendah di awal pekan ini karena ada kendala likuiditas oleh hedge fund atau pengelola dana investor untuk marjin. Adanya marjin itu membuat investor harus menyetor lebih banyak uang untuk menjaga posisi.
"Selama beberapa waktu emas memiliki korelasi terbalik dengan saham tetapi sering emas berkorelasi dengan saham untuk jangka pendek. Kejatuhan pasar saham dalam satu hari juga berpengaruh," kata O'Bryne.
Sementara itu,Kepala Riset CMC Market Colin Cieszynski menuturkan harga emas tidak dapat reli di awal pekan seiring telah mencapai level terbatas. Akan tetapi harga emas dapat tetap aktif dalam beberapa minggu mendatang.
"Secara historis sekarang menguntungkan harga emas karena musim pernikahan India mendekat," kata Cieszynski.
Untuk harga logam lainnya, logam tembaga, salah satu impor terbesar China turun 4,5 sen atau 1,9 persen menjadi US$ 2.259 per pound, dan ini terendah dalam enam tahun. Harga palladium mencatatkan penurunan terbesar sekitar 4,9 persen ke level US$ 575,05 per ounce.
Sedangkan harga perak untuk pengiriman September melemah 3,5 persen menjadi US$ 14.762 per ounce."Secara psikologis aksi jual dapat dimengerti karena ekonomi China mendapatkan tekanan berpengaruh terhadap logam. Apalagi China juga menyumbang dari total permintaan logam," tulis laporan analis Commerzbank, seperti dikutip dari laman Marketwatch, Selasa (25/8/2015).
Dalam laporan itu juga menyebutkan kalau permintaan China untuk logam tetap kokoh. Akan tetapi sentimen China membuat pasar keuangan panik. Aksi jual untuk logal terjadi setelah indeks saham Shanghai turun 8 persen, dan ini penurunan terbesar dalam satu hari sejak 2007. Bahkan indeks saham Dow Jones sempat jatuh 1.000 poin di awal perdagangan saham. (Ahm/Igw)
Sumber : Liputan6
Harga emas untuk pengiriman Desember turun 0,5 persen atau US$ 6 ke level US$ 1.153,60 per ounce.Direktur Goldcore, Mark O'Byrne menuturkan harga emas lebih rendah di awal pekan ini karena ada kendala likuiditas oleh hedge fund atau pengelola dana investor untuk marjin. Adanya marjin itu membuat investor harus menyetor lebih banyak uang untuk menjaga posisi.
"Selama beberapa waktu emas memiliki korelasi terbalik dengan saham tetapi sering emas berkorelasi dengan saham untuk jangka pendek. Kejatuhan pasar saham dalam satu hari juga berpengaruh," kata O'Bryne.
Sementara itu,Kepala Riset CMC Market Colin Cieszynski menuturkan harga emas tidak dapat reli di awal pekan seiring telah mencapai level terbatas. Akan tetapi harga emas dapat tetap aktif dalam beberapa minggu mendatang.
"Secara historis sekarang menguntungkan harga emas karena musim pernikahan India mendekat," kata Cieszynski.
Untuk harga logam lainnya, logam tembaga, salah satu impor terbesar China turun 4,5 sen atau 1,9 persen menjadi US$ 2.259 per pound, dan ini terendah dalam enam tahun. Harga palladium mencatatkan penurunan terbesar sekitar 4,9 persen ke level US$ 575,05 per ounce.
Sedangkan harga perak untuk pengiriman September melemah 3,5 persen menjadi US$ 14.762 per ounce."Secara psikologis aksi jual dapat dimengerti karena ekonomi China mendapatkan tekanan berpengaruh terhadap logam. Apalagi China juga menyumbang dari total permintaan logam," tulis laporan analis Commerzbank, seperti dikutip dari laman Marketwatch, Selasa (25/8/2015).
Dalam laporan itu juga menyebutkan kalau permintaan China untuk logam tetap kokoh. Akan tetapi sentimen China membuat pasar keuangan panik. Aksi jual untuk logal terjadi setelah indeks saham Shanghai turun 8 persen, dan ini penurunan terbesar dalam satu hari sejak 2007. Bahkan indeks saham Dow Jones sempat jatuh 1.000 poin di awal perdagangan saham. (Ahm/Igw)
Sumber : Liputan6
Emas Jatuh Terkait Dolar Pangkas Pelemahan; Platinum Anjlok
BESTPROFIT FUTURES MALANG (25/8) - Emas
berbalik lebih rendah pada hari Senin, karena dolar memangkass
pelemahannya, dan saham AS dan pasar komoditas lainnya mencatat
penurunan sementara logam mulia putih jatuh di tengah kekhawatiran
tentang ekonomi China.
Pasar
saham dunia anjlok setelah awalnya turun pada saham China mendekati 9%,
menarik untuk pembelian safe haven untuk emas seiring minyak mentah
berjangka turun tajam ke posisi terendah 6-1 / 2-tahun dan tembaga ke
level terendah enam tahun.
Spot
emas turun 0,7 persen pada $ 1,152.45 per ons, setelah naik ke level $
1,167.50 per ons. Emas berjangka AS Desember menetap 0,5% pada level $
1,153.60 per ons.
Platinum
turun sebanyak 4,5%, paladium mencapai level terendah tiga tahun di
level $ 563,72 per ons dan perak jatuh 4,8% ke level terendah sejak 6
Agustus di level $ 14,57 per ons.
Indeks
19-komoditas Thomson Reuters CoreCommodity turun sebanyak 3,2% ke level
terendah sejak Desember 2002 setelah penurunan ekuitas China memicu
kekhawatiran di konsumen terbesar dunia bahan baku tersebut.
Dolar AS turun 2,5% ke level terendah sejak akhir Januari sebelum memangkass penurunannya.
Emas
sekarang telah kembali pulih 7% dari level terendah 5-1 / 2-tahun $
1077 yang dicapai pada akhir Juli, manfaat dari ketidakpastian yang
ditimbulkan oleh kejutan devaluasi mata uang yuan China.
Kekhawatiran
mengenai deflasi global, bagaimanapun, tidak akan pertanda baik bagi
emas, biasanya dipandang sebagai nilai lindung terhadap inflasi.(yds)
Sumber: Bloomberg
Indeks S & P 500 Turun Menuju Koreksi Di Sesi Penutupan
BESTPROFIT FUTURES MALANG (25/8) - Indeks
Standard & Poor 500 turun menju koreksi untuk pertama kalinya sejak
2011 di salah satu hari perdagangan yang paling stabil yang pernah ada,
terkait berlanjutnya penurun pada pasar ekuitas global.
Itu
adalah hari dimana fluktuasi berlangsung tidak biasa, terkait
melemahnya ekuitas pada pembukaan sebelum melakukan rebound tajam,
dengan indeks 100 Nasdaq yang menghapus penuruan pada tengah hari hampir
sebesar 9,8 persen. Indeks Dow Jones Industrial Average turun 1.000
poin di menit-menit pembukaan perdagangan, dan S & P 500 turun
sebesar 5,3 persen yang kemudian memangkas penurunannya sebelum
penjualan sore.
Indeks
S & P 500 turun 3,9 persen menjadi 1,893.39 pada 04:00 sore di New
York, dan 11 persen di bawah rekornya pada bulan Mei.
Indeks
Volatilitas Chicago Board Options Exchange naik 44 persen menjadi
40,42, memangkas lonjakan 90 persen yang terjadi sebelumnya dan
sementara membawa indeks tersebut ke level tertingginya sejak Januari
2009. Indeks tersebut dikenal sebagai VIX yang lebih dari dua kali lipat
pekan lalu, melonjak 118 persen menjadi 28,03.
Gejolak
pada indeks S & P 500 membawa turunnya valuasi. Indeks rasio harga
laba turun ke 16,76, atau merupakan level terendahnya sejak kemunduran
pada Oktober lalu. Level terendah indeks tersebut dipercaya berada tepat
di atas 16,50, atau yang termurah sejak Januari 2014.(mrv)
Sumber: Bloomberg
Saham Eropa Turun Lebih Dari 500 Miliar Euro Pasca Pelemahan Di China
BESTPROFIT FUTURES MALANG (25/8) - Saham
Eropa merosot pada Senin ini menyusul penurunan di pasar Cina,
mengahapus ratusan miliar Euro dari saham-saham terkemuka dan mengirim
satu indeks acuan ke level terendah tujuh bulan.
Layar
perdagangan menyala merah di seluruh wilayah karena pasar saham di
Frankfurt dan Paris jatuh lebih dari 5%, sementara bursa Athena sudah
turun tajam karena masalah utang Yunani - merosot sekitar 10%.
Indeks
Pan-Eropa FTSEurofirst 300 turun 6,4% manuju ke penutupan sesi
perdagangan, menghapus lebih dari 500 miliar euro ($ 582.55 miliar) dari
kapitalisasi indeks pasar tota.
FTSEurofirst
berada di jalur terburuk satu hari sejak merosot lebih dari 7% pada
bulan Oktober 2008, setelah anjloknya bank AS Lehman Brothers. Hal
tersebut juga berada di jalur untuk penurunan bulanan terburuk sejak
tahun 2002.
Hal
ini juga merosot ke level terendah sejak Januari, setelah kehilangan
lebih dari satu triliun euro nilai pasar sejak awal bulan ditengah
devaluasi yuan China sehingga memicu kekhawatiran deflasi ekonomi
global.
Saham
China jatuh lebih dari 8% pada hari Senin, penurunan tertajmnya satu
hari sejak puncak krisis keuangan global pada tahun 2007, setelah
Beijing kembali mendukung kebijakan yang diharapkan pada akhir pekan
mengikuti pelemahan di pekan lalu sebesar 11%.
Indeks
STOXX 600 Basic Resources, yang merupakan saham pertambangan terbesar,
dan sektor energi turun 10% dan 8,8% masing-masing, seiring merosotnya
sektor komoditas ke posisi terendah multi-tahun, dengan China menjadi
salah satu konsumen logam dan minyak terbesar di dunia.
Saham
perbankan dan manajer aset juga mencatat penurunan tajam, sedangkan
Indeks Volatilitas Euro STOXX naik 14 poin ke level tertinggi sejak
akhir 2011 - menambah bukti kegelisahan pada investor.(yds)
Sumber: MarketWatch
Saham AS Turun Pada Sesi Break Ditengah Gejolak Pasar Ekuitas Global
BESTPROFIT FUTURES MALANG (25/8) - Bursa
saham AS melemah, menelusuri aksi selloff di pasar ekuitas global, di
tengah penurunan yang mendalam pada semua sektor diluar aset yang paling
aman.
Indeks
Standard & Poor 500 turun 4,8 persen menjadi 1,876.16 pada 09:34
pagi di New York, dengan indeks acuan menyentuh level terendahnya sejak
Oktober lalu.
Ketenangan
di pasar AS menjadi terganggu pada pekan lalu, dengan melonjaknya
volatilitas di sebagian besar catatan Dow yang memasuki koreksi dan
investor melepas kenaikan terbesarnya sejak 2015. Sebuah indeks
ekspektasi volatilitas naik lebih dari dua kali lipat pekan lalu. Saham
melemah terhadap aksi selloff global yang sedang menghapus lebih dari $ 5
triliun dari nilai ekuitas di seluruh dunia sejak kejutan pada
devaluasi mata uang di 11 Agustus lalu.(mrv)
Sumber: Bloomberg
Subscribe to:
Comments (Atom)