Thursday, 31 March 2016

Harga Emas Akhir Maret Naik, Akhir Kuartal Pertama Melonjak 16,5 Persen

BESTPROFIT FUTURES MALANG (1/4) - Harga Emas naik pada akhir perdagangan hari Kamis terpicu pelemahan dolar, menjaga logam mulia ini berada  di jalur untuk kenaikan terbesar kuartalan dalam hampir 30 tahun terbantu memudarnya ekspektasi kenaikan suku bunga AS.

Harga emas spot naik 0,35 persen pada $ 1,232.90 per ons. Sedangkan harga emas berjangka AS untuk pengiriman Juni naik $ 7 pada $ 1,235.60 per ons.

Logam mulia ini sangat sensitif dengan kenaikan suku bunga. Emas jatuh 10 persen tahun lalu menjelang kenaikan suku bunga AS pertama dalam hampir satu dekade di bulan Desember.

Pasar saham dunia jatuh untuk pertama kalinya dalam empat hari pada hari Kamis, sementara dolar merosot ke titik terendah dalam lima bulan terhadap euro.

Pasar Emas, bersama dengan pasar lain, saat ini menunggu arah segar dari data non-farm payrolls AS pada hari Jumat, barometer yang diawasi ketat dari kesehatan ekonomi AS. Pembacaan lembut akan memperkuat pandangan bahwa kenaikan suku bunga tidak dekat.

Logam mulia rally pada Selasa setelah Ketua Federal Reserve Janet Yellen mengatakan bank sentral AS harus melanjutkan dengan hati-hati dalam menaikkan suku bunga.

Kenaikan 16,5 persen emas dalam tiga bulan pertama tahun ini, kenaikan terbesar kuartalan sejak 1986, juga didorong oleh kekhawatiran atas pertumbuhan global, yang membabakbelurkan pasar ekuitas dan memicu gelombang pembelian aset safe-haven.

Harga emas lebih tinggi menahan permintaan untuk logam mulia di Asia pekan ini, dengan premi di beberapa pasar utama meningkat, demikian pedagang di kawasan atas menyatakan.

Malam nanti akan dirilis data ekonomi dan tenaga kerja AS yang diperkirakan mixed. Data Non Farm Payrolls Maret diindikasikan menurun. Unemployment Rate Maret diindikasikan stabil. ISM Manufacturing PMI Maret diindikasikan meningkat.


Sumber : Vibiznews

Pengaruh NFP Tgl 4 Maret 2016

GOLD MARKET UPDATE - 31MAR2016 MIDDAY

Wednesday, 30 March 2016

Saham AS Perpanjang Reli yang Dipicu oleh Dovish Pesan Yellen

BESTPROFIT FUTURES MALANG (31/3) - Saham AS naik, memperpanjang reli ke posisi tertinggi tahun ini, menuyusul gubernur bank sentral AS terus memacu optimisme di tengah jaminan bahwa mereka akan bertindak untuk mencegah gejolak global.
Indeks Standard & Poor 500 naik untuk hari ketiga setelah kemarin membukukan kenaikan terkuat dalam dua minggu seiring Federal Reserve Ketua Janet Yellen mengisyaratkan pejabat akan berhati-hati dalam menaikkan suku bunga menyusul risiko ekonomi yang tinggi di luar negeri. Dolar menuju penurunan bulanan tertajam sejak 2010. Apple Inc rally ke level tertinggi tiga bulan, meningkatkan saham teknologi, sementara saham bank naik untuk pertama kalinya dalam enam hari.
S & P 500 naik 0,4 persen ke level 2,064.04 pada pukul 16:00 sore New York, mendorong keuntungan 2016 menjadi 1 persen.
S & P 500 telah naik hampir 13 persen dari level terendah 22-bulan pada 11 Februari, seiring harga minyak mentah rebound dari posisi terendah dalam 12 tahun dan gubernur bank sentral dari Eropa ke Jepang dan Amerika Serikat mengisyaratkan mereka akan melanjutkan upaya untuk mendukung pertumbuhan, menenangkan kekhawatiran tentang perlambatan ekonomi global. Indeks itu telah menghapus 2016 penurunan dan menuju kemajuan triwulan kedua. Indeks acuan ini telah meningkat 6,8 persen pada bulan Maret sehingga menjadikan Maret sebagai bulan terbaik sejak Oktober.
Pedagang mengkalkulasi tidak ada kemungkinan kenaikan suku bunga pada April menyusul komentar Yellen, sementara peluang untuk kenaikan Juni jatuh menjadi 20 persen dari 46 persen minggu lalu. Desember sekarang menjadi bulan pertama dengan setidaknya kemungkinan biaya pinjaman berada diposisi yang lebih tinggi. Meskipun sinyal sinyal yang adsa di pasar, Presiden Fed Chicago Charles Evans hari ini mengatakan ekonomi mungkin akan cukup kuat untuk membenarkan dua kenaikan pada tahun 2016. (sdm)
Sumber: Bloomberg

Wall Street menghijau, menyusul komentar Yellen dan penguatan minyak

BESTPROFIT FUTURES MALANG (31/3) - Saham AS meraih gain untuk sesi ketiga pada hari Rabu, menyusul komentar dovish dari Ketua Federal Reserve Janet Yellen dan penguatan minyak mendorong terangkatnya indeks utama.
Berbicara di Economic Club of New York, Yellen menekankan kebutuhan untuk besikap hati-hati pada kenaikan suku bunga. Pernyataan itu mengikuti pergeseran pandangan Fed sejak akhir tahun lalu, seiring bank sentral memangkas proyeksi kenaikan suku bunga menjadi dua dari proyeksi sebelumnya sebanyak empat.
S & P 500 naik 10 poin, atau 0,5%, ke level 2.065, dengan sembilan dari 10 sektor utama yang ada di indeks tersebut diperdagangkan lebih tinggi. Saham keuangan memimpin kenaikan, sementara utilitas menjadi satu-satunya saham yang melesu.
Indeks Dow Jones Industrial Average menguat 98 poin, atau 0,6%, ke level 17.731 dengan J.P. Morgan Chase & Co memimpin kenaikan.
Nasdaq Composite menambahkan 24 poin, atau 0,5%, ke level 4.871.
Dalam data ekonomi, sektor swasta menambah 200.000 pekerjaan pada Maret, menurut laporan dari ADP, perlambatan yang moderat dari bulan sebelumnya yang direvisi 205.000 yang secara kasat mata sesuai dengan ekspektasi.
Sumber: MarketWatch

Saham AS Dibuka Naik Terkait Kometar Yellen Mendorong Reli

BESTPROFIT FUTURES MALANG (31/3) - Saham AS dibuka lebih tinggi pada Rabu ini, bersiap untuk keuntungan sesi kedua dari sikap hati-hati pada kenaikan suku bunga yang diungkapkan oleh Ketua The Fed Janet Yellen. Sebuah laporan tenaga kerja sektor swasta pada hari Rabu menunjukkan perlambatan sederhana dari bulan sebelumnya namun kurang lebih tetap sejalan dengan harapan.
Indeks S & P 500 dibuka 7 poin, atau 0,3%, lebih tinggi pada 2062. Indeks Dow Jones Industrial Average naik 65 poin, atau 0,4%, ke 17.694. Sementara itu, indeks Nasdaq Composite memulai hari dengan kenaikan 28 poin, atau 0,6%, di 4875.(mrv)
Sumber: MarketWatch

S&P 500 Berjangka Menguat di Tengah Optimisme The Fed

BESTPROFIT FUTURES MALANG (31/3) - Indeks saham berjangka AS naik, menunjukkan indeks Standard & Poor 500 akan memperpanjang penguatan tahun ini di tengah optimisme akan kenaikan suku bunga pada kecepatan yang lebih lambat.
Kontrak S&P 500 yang berakhir pada bulan Juni naik 0,5 persen pada pukul 10:06 pagi di London. Indeks acuan kemarin membukukan keuntungan terkuat dalam dua minggu terakhir setelah Ketua Federal Reserve Janet Yellen mengisyaratkan akan berhati-hati dalam menaikkan suku bunga karena meningkatnya risiko ekonomi global. Indeks Dow Jones Industrial Average berjangka naik 85 poin, atau 0,5 persen, ke 17.623 hari ini.
Indeks S&P 500 telah naik 12 persen dari level terendah 22-bulan pada 11 Februari, karena melonjaknya harga minyak mentah dan langkah dari bank sentral meredam kekhawatiran tentang perlambatan ekonomi global. Indeks tersebut telah menghapus penurunan 2016 dan menuju kenaikan triwulan kedua. Indeks S&P 500 telah naik 6,4 persen pada bulan Maret dan ditetapkan untuk bulan terbaik sejak Oktober.(frk)
Sumber: Bloomberg

Komentar Yellen Mengangkat Minat Untuk Aset Berisiko, Saham Asia Naik

BESTPROFIT FUTURES MALANG (31/3) - Saham Asia menguat, dipimpin oleh saham China, setelah Ketua The Fed Janet Yellen mengisyaratkan bank sentral AS tetap mewaspadai menaikkan suku bunga, mendukung daya tarik aset berisiko.
Indeks MSCI Asia Pacific naik 0,9 persen menjadi 128,96 pada 17:05 sore di Tokyo, dipimpin oleh saham energi dan keuangan. Indeks Shanghai Composite melampaui level 3.000 setelah Bank of Communications Co dan China Petroleum & Chemical Corp membukukan laba yang lebih baik dari perkiraan. Indeks Hang Seng Hong Kong naik 2,2 persen, sedangkan indeks ekuitas dari India, Thailand dan Taiwan naik setidaknya 1,4 persen. Indeks Topix turun di Tokyo setelah komentar Yellen menguatkan yen, memperburuk prospek bagi eksportir Jepang.
Indeks MSCI Asia Pacific menuju kenaikan bulanan terbesarnya sejak Oktober, naik 8,2 persen untuk memangkas penurunan kuartalan sebesar 2,3 persen. Hal ini sejalan dengan bank sentral AS untuk "bergerak dengan hati-hati" dalam menaikkan suku bunganya karena ekonomi global menimbulkan risiko yang meningkat, Yellen mengatakan dalam pidatonya di Economic Club of New York. Yen diperdagangkan pada 112,18 setelah penguatan 0,7 persen pada Selasa kemarin.
Komentar Yellen membantu indeks Standard & Poor 500 naik 0,6 persen, kenaikan terbesar dalam lebih dari dua minggu, menghapus kerugian tahun ini. Indeks berjangka pada indeks tersebut naik sebesar 0,5 persen.(mrv)
Sumber: Bloomberg

Tuesday, 29 March 2016

GOLD MARKET UPDATE - 30MAR2016 MORNING

Komentar Yellen Angkat Saham Asia di Sesi Pagi

BESTPROFIT FUTURES MALANG (30/3) - Saham Asia menguat setelah Ketua Federal Reserve Janet Yellen mengisyaratkan bank sentral AS tetap mewaspadai kenaikan suku bunga sementara ancaman tetap pada pertumbuhan domestik dari melambatnya ekonomi global.
Indeks Topix mengalami penurunan di Tokyo setelah komentar Yellen yang dapat memberikan sinyal positif untuk yen, meningkatkan prospek bagi eksportir Jepang.
Indeks MSCI Asia Pacific naik 0,5 % ke level 128,34 pada pukul 09:03 pagi waktu Tokyo. Indeks tersebut berada di jalur untuk kenaikan bulanan terbesar sejak Oktober lalu, naik 7,7 % untuk mengurangi kerugian kuartalan menjadi 2,7 %. Hal ini sesuai untuk bank sentral AS untuk "berhati-hati" dalam menaikkan suku bunga karena melambatnya ekonomi global yang dapat meningkatkan risiko, Yellen mengatakan dalam pidatonya di Economic Club of New York. Sementara Yen diperdagangkan pada level 112,71 setelah kemarin menguat 0,7 %.
Komentar Yellen mendorong Indeks Standard & Poor 500 naik 0,6 %, lonjakan terbesar dalam lebih dari dua minggu terakhir, menghapus kerugian tahun ini. Kontrak E-Mini berjangka pada indeks ini menguat 0,1 %.
Pedagang harga saat ini tidak ada kesempatan untuk menaikan suku bunga AS pada bulan April, sementara peluang untuk bulan Juni turun menjadi 28 % dari sebelumnya 38 % pada hari Senin. Probabilitas biaya pinjaman yang lebih tinggi tidak naik di atas 50 % sampai bulan November.
Indeks Topix Jepang turun 0,5 %. Indeks S&P / ASX 200 Australia menguat 0,7 %. Indeks Kospi Korea Selatan meningkat 0,5 % dan Indeks S&P / NZX 50 Selandia Baru lebih tinggi 0,3 %. Sementara pasar financial di Hong Kong dan China belum dibuka. (knc)
Sumber : Bloomberg

Saham Jepang Dibuka Melemah Diiringi Penguatan Yen Pasca Pidato Yellen

BESTPROFIT FUTURES MALANG (30/3) - Saham Jepang turun, pangkas kenaikan bulanan pertama pada Indeks Topix sejak November lalu diiringi penguatan yen setelah Ketua Federal Reserve Janet Yellen menyuarakan kehati-hatian untuk menaikkan suku bunga mengingat risiko terhadap pertumbuhan ekonomi dunia.
Indeks Topix turun 0,3 % ke level 1,373.16 pada pukul 09:01 pagi waktu Tokyo, dengan semua kelompok industri kecuali 6 dari 33 kelompok industri mengalami penurunan. Indeks ini berada di jalur untuk kenaikan sebesar 5,7 % di bulan Maret. Indeks Nikkei 225 Stock Average melemah 0,3 % ke level 17,057.89. Yellen mengatakan bank sentral AS Å“berhati-hati untuk menaikkan suku bunga di tengah melemahnya pertumbuhan ekonomi dunia. Sementara itu, Yen kemarin menguat 0,7 %, menghentikan penurunan beruntun terpanjang sejak bulan Oktober, dan diperdagangkan sedikit berubah pada level 112,62 per dolar hari ini.
Kontrak pada Indeks Standard & Poor 500 naik 0,1 %. Yang mendasari ekuitas AS mengalami lonjakan tertinggi dalam dua minggu terakhir untuk menghapus kerugian pada tahun berikut terkait pidato Yellen saat ini. Pedagang melihat tidak ada kesempatan bagi The Fed untuk menaikan suku bunga pada pertemuan April mendatang, sementara probabilitas kenaikan suku bunga pada bulan Juni berada di angka 28 %, turun dari sebelumnya 46 % pada pekan lalu.
Perdana Menteri Shinzo Abe kemarin mengatakan bahwa cara terbaik untuk meningkatkan perekonomian adalah dengan cepat menerapkan anggaran yang ada untuk tahun fiskal berikutnya, menolak spekulasi ia akan mengumumkan paket belanja tambahan.
Berbicara setelah parlemen melewati rekornya senilai ¥ 96.7 triliun ($ 850 miliar) pada pengeluaran selama 12 bulan dimulai dari 1 April, Abe menepis saran pemerintah akan kebijakan lain sebesar ¥ 10 triliun dari stimulus fiskal. Ia menegaskan bahwa Jepang akan terus maju dengan rencana untuk meningkatkan pajak penjualan pada tahun depan, pembatasan kejutan bagi ekonomi utama. (knc)
Sumber : Bloomberg

Saham AS Ditutup Menguat Seiring Keterangan dovish Dari Yellen

BESTPROFIT FUTURES MALANG (30/3) - Saham AS ditutup naik, dengan indeks Standard & Poor 500 membukukan tertinggi di 2016 karena ketua The Fed Janet Yellen mengisyaratkan bank sentral akan berhati-hati pada kenaikan suku bunga lebih lanjut terkait risiko global.
Ekuitas melihat gain yang kuat sejak kesimpulan dari pertemuan terakhir The Fed, ketika pembuat kebijakan mengurangi prospek untuk kenaikan suku bunga tahun ini, mengutip perkembangan negatif di luar negeri. Dolar mengulang aksi jual pasca komentar The Fed, sehingga membantu untuk meningkatkan sektor komoditas dan saham industri pada spekulasi lemahnya mata uang akan menopang pendapatan.
Indeks S & P 500 naik 0,9% menjadi 2,055.13 pada 16:00 sore di New York, level tertinggi sejak 30 Desember
Ekuitas naik bahkan seiring penurunan minyak mentah untuk hari keempat, melampaui kenaikan diantara saham teknologi, saham kesehatan dan konsumen. Saham memangkas penurunan awal setelah Indeks saham reboundnya kepercayaan konsumen pada Maret. Sebuah laporan terpisah hari ini menunjukkan nilai rumah di 20 kota di AS terus naik pada bulan Januari. Laporan juga karena pekan ini pada laporan pekerjaan dan manufaktur.(yds)
Sumber: Bloomberg

Dolar Australia menguat seiring melemahnya dolar AS

BESTPROFIT FUTURES MALANG (30/3) - Pernyataan yang penuh kehati-hatian dari Federal Reserve AS membantu dolar Australia naik ke atas level 76 sen per dolar AS.
Pada Rabu pukul 07:00 pagi waktu Australia bagian Timur, unit lokal diperdagangkan pada level 76.41c per dolar AS, naik dari 75.41 sen per dolar AS pada hari sebelumnya.
Aussie menguat satu sen AS semalam setelah Ketua Fed Janet Yellen menekankan komentar dovish nya, kata manajer senior FX ANZ Sam Tuck.
Dr Yellen mengatakan bank sentral AS masih membayangkan pada kecepatan bertahap kenaikan untuk suku bunga sehubungan dengan tekanan global yang bisa membebani ekonomi AS.
"Dia menyatakan bahwa bukan hanya sekedar kehati-hatian dalam normalisasi yang sangat diperlukan pada saat ini, tetapi juga bahwa Fed memiliki ruang untuk menambah stimulus," Tuck menambahkan.
Ekonom Westpac mengatakan pernyataan tersebut memangkas kembali ekspektasi pengetatan di masa mendatang, sehingga menyeret greenback berada di level lebih rendah.
"Sikap hati-hati yang menunjukkan kenaikan suku bunga akan dilakukan pada bulan April mungkin tidak terjadi, dan bahkan mungkin sekarang kenaikan pada Juni menjadi tanda tanya," kata mereka. (sdm)
Sumber: businessspectator

Minyak Berjangka Turun Menetap Di Dua Pekan Terendahnya

BESTPROFIT FUTURES MALANG (30/3) - Minyak berjangka jatuh untuk sesi kelima pada hari Selasa untuk menetap di level terendah dalam dua pekan terakhir, karena pedagang bersiap untuk data industri yang cenderung menunjukkan peningkatan lain dalam pasokan minyak mentah AS.
Minyak WTI untuk Mei turun $ 1,11, atau 2,8%, untuk menetap di level $ 38,28 per barel di New York Mercantile Exchange. Merupakan penutupan terendah sejak 15 Maret. Minyak mentah Brent di bursa ICE Futures mengalami penurunan sebesar $ 1,13, atau 2,8%, ke level $ 39,14 per barel.
Minyak WTI diperdagangkan lebih rendah sekitar $ 38,19 jelang pidato Ketua Janet Yellen kepada Economic Club of New York. Dia membela keputusan bank sentral untuk bergerak hati-hati untuk kenaikan suku bunga menunjuk ke ekonomi global yang goyah.
Harga komoditas dalam dolar dapat menemukan dukungan dari pelemahan dolar, ditengah penurunan unit AS dapat meningkatkan daya tarik komoditas tersebut untuk pemegang mata uang lainnya.
Harga minyak mentah WTI diperdagangkan hampir 14% lebih tinggi pada bulan tersebut, didukung oleh harapan bahwa anggota OPEC dan produsen utama lainnya akan menyetujui rencana untuk menstabilkan produksi ketika pertemuan pada tanggal 17 April di Doha, Qatar.(yds)
Sumber: MarketWatch

Monday, 28 March 2016

Saham Asia Jatuh Seiring Ekuitas Jepang Berlakukan Ex-Dividen

BESTPROFIT FUTURES MALANG (29/3) - Saham Asia turun untuk pertama kalinya dalam tiga hari terakhir seiring perusahaan perawatan kesehatan yang memimpin penurunan dan lebih dari dua-pertiga dari perusahaan di Indeks Topix Jepang diperdagangkan tanpa hak untuk dividen berikutnya.
Indeks MSCI Asia Pacific turun 0,4 % ke level 127,55 pada pukul 09:01 pagi waktu Tokyo. Indeks tersebut melonjak 7,1 % sejak awal bulan Maret, berada di jalur untuk bulanan terbaik sejak Oktober. Indeks Topix melemah 0,8 %. Data kemarin menunjukkan alat pengukur yang lebih disukai Federal Reserve adalah tingkat inflasi yang melambat, mengalihkan prospek suku bunga yang lebih tinggi pada tahun 2016. Bursa ekuitas AS melihat hari perdagangan mereka paling lambat selama tahun ini, sementara pasar financial di Hong Kong dan Australia dibuka kembali pada Selasa ini.
Petunjuk pada lintasan suku bunga AS akan dirilis pada pekan ini karena laporan data lapangan kerja, manufaktur, perumahan dan kepercayaan konsumen. Ketua Fed Janet Yellen akan mengadakan pembicaraan di sebuah acara yang diselenggarakan oleh Economic Club of New York pada hari Selasa. (knc)
Sumber : Bloomberg

Saham Jepang Turun Karena Lebih dari 1.500 Anggota Topix Diperdagangkan Ex-Dividen

BESTPROFIT FUTURES MALANG (29/3) - Saham Jepang turun, pangkas kenaikan bulanan pertama pada Indeks Topix dalam empat bulan terakhir karena lebih dari dua-pertiga dari perusahaan dalam indeks yang diperdagangkan tanpa hak untuk menerima dividen selanjutnya.
Indeks Topix turun 1 % ke level 1,368.79 pada pukul 09:01 pagi waktu Tokyo, dengan semua 33 kelompok industri mengalami penurunan. Indeks tersebut berada di jalur untuk kenaikan 5,5 % di bulan Maret. Indeks Nikkei 225 Stock Average melemah 0,8 % ke level 16,997.61. Lebih dari 1.500 anggota pada Indeks Topix diperdagangkan ex-dividend pada Selasa ini, setara dengan bertahan di angka 13,2 poin pada indeks, menurut data yang dihimpun oleh Bloomberg. Ketua Federal Reserve, Janet Yellen akan mengadakan pembicaraan pada acara yang diselenggarakan oleh Economic Club of New York.
Kontrak pada Indeks Standard & Poor 500 sedikit berubah. Yang mendasari ekuitas AS naik tipis kurang dari 0,1 % setelah berayun antara keuntungan dan kerugian, seiring para investor mengkaji data ekonomi sebagai petunjuk untuk menaikkan suku bunga.
Selasa ini, Yen diperdagangkan pada level 113,38 per dolar setelah mencatat penurunan beruntun terpanjang sejak Oktober yang lalu. (knc)
Sumber : Bloomberg

Saham AS Sedikit Berubah seiring Investor Cermati Petunjuk Suku Bunga

BESTPROFIT FUTURES MALANG (29/3) - Saham AS sedikit berubah dalam perdagangan yang ringan untuk sesi kedua, menyusul penurunan mingguan pertama mereka dalam enam pekan, seiring investor menilai data ekonomi untuk petunjuk pada jalur suku bunga.
Indeks Standard & Poor 500 naik untuk pertama kalinya dalam empat hari. Indeks ini menghentikan rentetan keuntungan terpanjang mingguan sejak November pada Kamis lalu setelah pejabat Federal Reserve menekankan dalam komentar bahwa suku bunga akan naik segera setelah ada garansi dari data ekonomi AS. Minggu ini akan memberikan petunjuk yang cukup tentang keadaan ekonomi, dengan dirilisnya laporan pada pekerjaan, manufaktur, perumahan dan kepercayaan konsumen.
Indeks acuan utama AS itu naik kurang dari 0,1 persen ke level 2,037.06 pada pukul 16:00 sore waktu New York, setelah berayun di antara keuntungan dan kerugian. Sebagain besar pasar di Eropa masih tutup hari Senin seiring liburan Paskah.
Dengan investor mencermati data, laporan hari ini menunjukkan pengeluaran pribadi hampir tidak meningkat pada bulan Februari dan kenaikan bulan sebelumnya terevisi turun seiring orang Amerika menyimpan lebih pendapatan mereka. Indeks terpisah menunjukkan kontraksi untuk membeli rumah tangan kedua rebound lebih dari perkiraan pada bulan Februari seiring penjualan naik di sebagian besar data AS pada hari Jumat menunjukkan ekonomi AS tumbuh pada kecepatan yang lebih cepat pada kuartal keempat dari perkiraan sebelumnya.
S & P 500 menguat selama lima minggu berturut-turut, menghilangkan semua kerugian mereka pada 2016, sebelum penurunan tiga hari pada akhir pekan lalu di tengah volume yang ringan mengisyaratkan bahwa pemulihan mungkin sudah kehabisan tenaga. Indeks acuan ini belum mencapai titik tertinggi baru dalam 10 bulan, yang merupakan rentetan terpanjang di luar bull market sejak tahun 1995. (sdm)
Sumber: Bloomberg

Dolar Menghentikan Kenaikan Beruntun 6 Harinya

BESTPROFIT FUTURES MALANG (29/3) - Dolar menghentikan kenaikan beruntun enam harinya hari Senin ditengah serangkaian data yang lemah dari yang diharapkan pada inflasi harga pada Januari yang mengecewakan investor.
Indeks ICE AS Dollar yang mengukur kekuatan dolar terhadap sekumpulan enam mata uang rival, turun 0,2% ke level 95,9190.
Dolar berada di ¥ 113,27 akhir Senin di New York setelah menyentuh intraday tertinggi ¥ 113,69 awal sesi. Sebagai perbandingan, satu dolar dibeli sebesar ¥ 113,10 akhir Jumat di New York.
Pada perdagangan lainnya, euro menguat ke level $ 1,1201 pada Senin malam, dibandingkan dengan $ 1,1165 akhir Jumat. Sementara itu, pound menguat ke level $ 1,4262 Senin malam, dibandingkan dengan $ 1,4133 pada Jumat.(yds)
Sumber: MarketWatch

Emas berada di level terendah dalam sebulan seiring teka teki Fed masih berlangsung

BESTPROFIT FUTURES MALANG (29/3) - Emas berjangka jatuh ke level terendah dalam sebulan pada hari Senin, setelah menderita kerugian mingguan terburuk mereka tahun ini, menyusul investor menduga bahwa pidato Federal Reserve Ketua Janet Yellen dan data pekerjaan minggu ini bisa menjadi isyarat untuk suku bunga AS yang lebih tinggi.
Emas Juni turun $ 1,40, atau 0,1%, ke level $ 1,222.10 per ounce, dengan harga ditutup di level terendah sejak 26 Februari. Sementara it, SPDR Gold Trust, menguat 0,3% pada hari Senin.
Kamis lalu, emas berjangka mencatatkan kerugian mingguan ketiga beruntun mereka seiring penutupan pada pra-liburan, jatuh seiring pasar menaikan harapan mereka untuk kenaikan suku bunga Fed, segera secepatnya setelah April. Pandangan mengenai suku bunga itu didukung oleh dolar dengan mengorbankan logam non unggul.
Data ekonomi hari ini ekonomi sebagian besar memperlihatkan gambar data yang cenderung negatif untuk pengaturan suku bunga Fed. Sebuah laporan menunjukkan bahwa belanja konsumen naik lebih kecil dari perkiraan 0,1% bulan lalu. Sementara itu, indeks pengeluaran konsumsi pribadi Fed untuk inflasi- - berada pada level 1% dalam 12 bulan yang berakhir pada bulan Februari dibandingkan dengan 1,2%. The Fed menganggap level 2% untuk inflasi menjadi level yang sehat.
Sementara itu, silver Mei, bertambah 2,1 sen, atau 0,1%, ke level $ 15,22 per ounce, setelah membukukan kerugian 0,5% pada hari Kamis.
Adapun logam industri, tembaga Mei menambahkan kurang dari satu sen ke level $ 2,236 per pon, Juli platinum turun US $ 4,50, atau 0,5%, ke level $ 949 per ounce, sementara paladium Juni turun $ 5,30, atau 0,9%, ke level $ 567,35 per ounce. (sdm)
Sumber: MarketWatch

Sunday, 27 March 2016

Harga Emas Antam Naik Rp 2.000 per Gram

BESTPROFIT FUTURES MALANG (28/3) - Di awal pekan ini, harga emas yang dijual PT Aneka Tambang Tbk (Antam) naik Rp 2.000 menjadi Rp 560 ribu per gram pada Senin (28/3/2016) dibandingkan sebelumnya Rp 558 ribu per gram.

Sementara harga pembelian kembali (buyback) emas Antam naik Rp 1.000 menjadi Rp 511 ribu per gram. Harga pembelian kembali ini artinya jika Anda menjual emas yang dimiliki, Antam akan membelinya di harga Rp 511 ribu per gram.

Adapun pembayaran buyback dengan volume di atas 1 kilogram (kg) akan dilakukan maksimal dua hari setelah transaksi dengan mengacu kepada harga buyback hari transaksi.

Antam menjual emas dengan ukuram mulai 1 gram hingga 500 gram. Hingga pukul 07.54 WIB, seluruh ukuran emas Antam masih tersedia.

Mengingat tingginya animo masyarakat, transaksi pembelian emas batangan yang datang langsung ke Antam dibatasi hingga maksimal 150 nomor antrean per hari.

Untuk harga emas Antam bercorak batik dengan ukuran 10 gram tercatat Rp 5.710.000 per batang atau Rp 571.000 per gram. Sedangkan untuk ukuran 20 gram tercatat Rp 11.025.000 per batang atau Rp 551.250 per gram.

Selain itu, Antam juga mengeluarkan emas batangan edisi Natal dengan ukuran 2 gram dan 5 gram. Untuk ukuran 2 gram Antam menjualnya di harga Rp 1.105.000 sedangkan untuk 5 gram dijual di harga Rp 2.680.000.

Berikut daftar harga emas yang dijual Antam:

* Pecahan 1 gram Rp 560.000
* Pecahan 5 gram Rp 2.655.000
* Pecahan 10 gram Rp 5.260.000
* Pecahan 25 gram Rp 13.075.000
* Pecahan 50 gram Rp 26.100.000
* Pecahan 100 gram Rp 52.150.000
* Pecahan 250 gram Rp 130.150.000
* Pecahan 500 gram Rp 260.300.000.


Sumber : Liputan6