Thursday, 15 January 2015

Bursa AS Ditutup Retreat Seiring Pelemahan Saham Perbankan & Minyak

BESTPROFIT FUTURES MALANG (16/1) - Saham AS catat penurunan untuk hari kelima karenan pelemahan saham perbankan yang berdampak pada pendapatan dan Apple Inc memimpin penurunan saham teknologi, sementara minyak mentah kembali turun. Sedangkan mata uang franc menguat terhadap mata uang global karena Swiss mengakhiri pencatatan nilai tukar mata uang, sehingga pasar Eropa bergejolak dan memicu kenaikan emas.

Indeks Standard & Poor 500 turun 0,9 % pukul 04:00 sore di New York, memangkas penurunan dalam lima hari terakhir sebesar 3,4 %. Saham Bank of America Corp turun 5,2 % pada pergeseran pendapatan perdagangan, seperti saham teknologi yang turun tajam di antara 10 kelompok S&P 500. Sementara indeks Swiss Market turun 8,7 %, sedangkan indeks acuan di Jerman dan Perancis naik setidaknya 2 %. Mata uang franc naik sebesar 41 % terhadap mata uang euro yang mencapai rekor tertingginya. Obligasi dengan tenor 10 tahun turun 13 basis poin karena emas berjangka ditutup reli terpanjang dalam lebih dari enam bulan terakhir terkait  meningkatnya permintaan untuk aset haven. Tembaga rebound sementara minyak AS turun 4,6 %.

Citigroup Inc dan Bank of America bergabung dengan JPMorgan Chase & Co dalam melaporkan pendapatan gabungan perdagangan kuartalan terburuk mereka sejak 2011 lalu, mengirimkan saham perbankan di indeks S&P 500 turun 2,6 %. Sementara harga grosir AS turun tajam dalam tiga tahun terakhir dan warga Amerika secara tak terduga meningkat dalam mengajukan klaim pengangguran pekan lalu, data hari ini menunjukkan. Sedangkan Swiss National Bank membatalkan nilai tukar minimum mata uang franc terhadap euro dan memangkas suku bunga deposito negatif, sehingga mengakhiri kebijakan yang dirancang untuk menyelamatkan perekonomian negara tersebut. (vck)

Sumber: Bloomberg

Saham Perbankan Tekan Bursa AS Pada Sesi Siang

BESTPROFIT FUTURES MALANG (16/1) - Saham AS catat penurunan untuk hari kelima secara berturut-turut karena saham perbankan dan Best Buy Co turun di tengah pendapatan perusahaan yang membayangi keuntungan pada perusahaan pertambangan.
Bank of America Corp dan Citigroup Inc turun sebesar 2,5 % karena kedua bank tesebut telah melaporkan penurunan labanya pada kuartal keempat setelah pendapatan dari perdagangan menurun. Saham Best Buy turun 13 % karena perusahaan ritel elektronik terbesar tersebut memperingatkan bahwa tekanan harga dan permintaan yang menurunan dapat menghambat penghasilannya di tahun mendatang. Indeks acuan pembangunan rumah AS turun tajam sejak Juli 2013 lalu. Saham Newmont Mining Corp menguat 7,9 % terkait reboundnya tembaga.
Ekuitas berjangka berfluktuasi pada hari kemarin setelah bank sentral Swiss secara tak terduga menyerahkan nilai tukar minimum.
Indeks S&P 500 turun 0,4 % ke level 2,003.10 pukul 12:02 siang di New York. Indeks Dow Jones Industrial Average melemah 57,83 poin, atau 0,3 %, ke level 17,369.26. Perdagangan saham perusahaan di S&P 500 sebesar 32 % di atas RSI 30-hari untuk hari ini.
Penurunan penjualan ritel di AS dikombinasikan dengan penurunan harga tembaga membebani pasar saham kemarin, sehingga menyebabkan S&P 500 melakukan start terburuk tahunanannya sejak 2009 lalu. Sementara indeks acuan turun 2,5 % dalam lima hari terakhir. (vck)
Sumber: Bloomberg

Data Ekonomi Menunjukan Saham AS Naik Setelah Swiss Berpindah Mata Uang

BESTPROFIT FUTURES MALANG (16/1) - Saham AS naik, setelah penurunan dalam 4 hari beruntun di Indeks Standard & Poor 500, seiring sektor komoditas mengalami rebound dan data menunjukkan harga grosir turun sementara wilayah manufaktur New York diperluas.
Ekuitas berjangka berfluktuasi pada hari sebelumnya setelah bank sentral Swiss secara tak terduga melepaskan nilai tukar minimum.
Indeks S&P 500 naik 0,4 % ke level 2,018.46 pukul 09:32 pagi di New York. Saham energi menguat 0,9 % diikuti minyak mentah berjangka naik 1,2 % dan tembaga melonjak 2,3 %.
Harga grosir di AS turun 0,3 % pada bulan Desember, penurunan terbesarnya dalam 3 tahun terakhir, menunjukkan sedikit memberikan tanda bahwa inflasi yang meningkat di tengah penurunan harga energi. (knc)
Sumber : Bloomberg

Wednesday, 14 January 2015

Emas Diperdagangkan Dibawah Level 12-Pekan Tertinggi

BESTPROFIT FUTURES MALANG (15/1) - Palladium berjangka turun tajam dalam tujuh bulan terakhir dan perak melemah dari level tertinggi dalam empat pekan terakhir karena kekhawatiran perlambatan perekonomian global mendorong penurunan terhadap logam yang digunakan dalam produk industri. Sementara emas menyentuh level tertinggi sejak Oktober lalu.
Indeks Bloomberg Commodity dari 22 saham bahan baku turun ke level terendah dalam 12-tahun terakhir hari ini, dipimpin oleh terjun tembaga, setelah Bank Dunia memangkas proyeksi pertumbuhan global tahun ini. Palladium banyak digunakan dengan platinum di catalytic converter yang membantu mengurangi emisi berbahaya dari mobil, sementara perak masuk ke item mulai dari elektronik untuk panel surya.
Palladium berjangka untuk pengiriman Maret turun 4,3 % ke level menetap di level $ 780,65 pukul 01:07 siang di New York Mercantile Exchange, merupakan penurunan terbesar untuk kontrak teraktif sejak 12 Juni lalu. Platinum berjangka untuk pengiriman April turun 0,7 % ke level $ 1.239 per ounce.
Emas berjangka untuk pengiriman Februari naik kurang dari 0,1 % ke level $ 1,234.50 per ounce di Comex, setelah mencapai level $ 1,244.60, merupakan level tertinggi sejak 23 Oktober lalu. (vck)
Sumber: Bloomberg

Penurunan Penjualan Ritel Tekan Dolar Ke Level 4-Pekan Terendah

BESTPROFIT FUTURES MALANG (15/1) - Dolar catat penurunan ke level terendah dalam empat pekan terakhir terhadap mata uang yen karena penurunan penjualan ritel di AS pada bulan Desember lalu merupakan yang terendah hampir setahun terakhir, sehingga mendorong kembali waktu Federal Reserve untuk menaikkan suku bunga.
Mata uang yen menguat terhadap sebagian besar mata uang utama lainnya karena investor mencari aset haven ditengah kekhawatiran penurunan tajam terhadap saham dan komoditas sehingga memberikan sinyal perekonomian global yang melambat. Obligasi pemerintah turun secara global. Sementara mata uang rubel Rusia melemah untuk hari keempat. Sedangkan perekonomian Brasil naik karena penjualan ritel yang melampaui perkiraan sebelumnya. Para pedagang saat ini mengharapkan The Fed meningkatkan suku bunga mendatang pada bulan Desember nanti.
Mata uang yen menguat 0,8 % ke level 117 per dolar pukul 13:18 siang di New York, setelah berada di level 116,07, merupakan level tertingginya sejak 16 Desember lalu. Yen naik 0,7 % ke level 137,88 per euro, sehingga memperpanjang kenaikan untuk hari kelima, dan merupakan kenaikan terpanjang sejak Juni lalu. Sementara mata uang euro naik 0,1 % ke level $ 1,1784 setelah menyentuh level $ 1,1727, merupakan level terendah sejak Desember 2005 lalu.
Indeks Dollar Spot Bloomberg, yang memantau mata uang AS terhadap 10 mata uang utama lainnya, turun 0,2 % ke level 1,141.12. Ditutup pada level 1,147.54 pada 8 Januari kemarin, merupakan level  tertinggi sejak tahun 2004 lalu. (vck)
Sumber: Bloomberg

Sentimen Pertumbuhan global Tekan Saham AS Di Sesi Penutupan

BESTPROFIT FUTURES MALANG (15/1) - Saham AS ditutup turun, mengirim Indeks Standard & Poor 500 menuju penurunan beruntun karena penjualan ritel Amerika merosot diikuti harga tembaga sehingga mendorong kekhawatiran bahwa pertumbuhan global melambat.
Ekuitas memangkas penurunan pada sore hari setelah harga minyak menghapus pelemahan sebanyak 1,9% dan melanjutkan reli hampir 7%, sementara Beige Book The Fed mengatakan ekonomi AS terus melanjutkan perluasan di bulan lalu.
Indeks S&P 500 turun 0,6% menjadi 2,011.29 pada 04:00 sore di New York, memangkas penurunan sebelumnya sebesar 1,7%. Indeks Dow Jones Industrial Average kehilangan 187,30 poin, atau 1,1%, ke level 17,426.38. Perdagangan saham di perusahaan S&P 500 adalah 38% di atas rata-rata 30-hari.
Freeport-McMoRan Inc, produsen perdagangan tembaga terbesar, turun 11% karena harga logam jatuh sebesar 5,3%. JPMorgan Chase & Co kehilangan 3,5% pasca laba kuartal keempat merosot, sementara indeks bank anjlok 10% dari level tertinggi pada Desember. Wal-Mart Stores Inc turun 3,1% karena Bank Dunia menurunkan prospek untuk ekonomi global.
Setelah melewati tahun 2014 tanpa penurunan beruntun lebih dari tiga hari, S&P 500 hari ini menyeslesaikan penurunan yang kedua dari setidaknya empat hari berturut-turut di 11 sesi terakhir. Indeks tersebut telah jatuh sebanyak 3,8% dalam periode tersebut.(yds)
Sumber: Bloomberg

Obligasi global Reli Tekan Saham AS Di Sesi Siang

BESTPROFIT FUTURES MALANG (15/1) - Saham AS jatuh, sementara obligasi di seluruh dunia mecatat reli karena sektor komoditas bergejolak dan penurunan tak terduga pada penjualan ritel Amerika memicu keprihatinan atas melambatnya pertumbuhan global. Tembaga tersungkur sejak 2011 lalu dan yen catat penguatan
Indeks Standard & Poor 500 turun 1,2% pada 12:45 siang di New York, ini merupakan penurunan hari keempat sebesar 3%. Freeport-McMoRan Inc anjlok 12% memperpanjang gain pekan ini menjadi 21%, sementara saham energi menuju penutupan terendah dalam dua tahun terakhir. Indeks Stoxx Europe 600 turun karena saham Rio Tinto Group dan BHP Billiton Ltd, perusahaan tambang terbesar dunia tersebut, jatuh setidaknya sekitar 4%. Tembaga jatuh 5,2% dan minyak mentah AS menghapus kenaikan setelah rilis data pasokan pemerintah. Yen menguat terhadap 16 mata uang utama, sedangkan imbal hasil dengan tenor 30 tahun merosot ke rekornya
Penjualan ritel jatuh bulan lalu yang mungkin akan memangkas proyeksi pertumbuhan. Harga komoditas yang jatuh karena melimpahnya pasokan diikuti dengan memudarnya permintaan, mengurangi prospek pendapatan bagi produsen dan meningkatkan daya tarik obligasi sebagai inflasi. Bank Dunia memangkas prospek pertumbuhan global, mengutip melemahnya ekspansi di Eropa dan China. Saham finasial di AS tergelincir pasca laba JPMorgan Chase & Co 's turun.(yds)
Sumber: Bloomberg

Pelemahan Saham Pertambangan, Minyak Akibatkan Bursa Eropa Ditutup Turun

BESTPROFIT FUTURES MALANG (15/1) - Saham Eropa catat penurunan dari lima pekan tertinggi seiring saham energi dan pertambangan mengikuti harga komoditas yang lebih rendah karena kekhawatiran pertumbuhan global.
Indeks Stoxx Europe 600 turun 1,5 % ke level 339,67 pada penutupan perdagangan hari ini. Acuan penurunan sebelumnya telah di pangkas setelah salah seorang di utus datang ke pengadilan tertinggi di Uni Eropa mengatakan program pembelian obligasi oleh bank sentral di kawasan itu melalui transaksi moneter langsung "pada prinsipnya" sejalan dengan perjanjian blok itu.
Produsen minyak dan perusahaan sumber daya mencatatkan penurunan terbesar di antara semua dari 19 kelompok industri karena harga brent turun untuk hari kelima, sementara tembaga melemah ke level terendah dalam 5 1/2 tahun. Saham Rio Tinto Group dan BHP Billiton Ltd, perusahaan tambang terbesar dunia, turun setidaknya 4 %. BP Plc dan Royal Dutch Shell Plc melemah lebih dari 3 %. (vck)
Sumber: Bloomberg

Tuesday, 13 January 2015

Emas Menguat Ke 11 Pekan Tertinggi Terkait Pemilu Yunani

BESTPROFIT FUTURES MALANG (14/1) - Emas berjangka naik ke posisi tertinggi 11 pekan terakit spekulasi bahwa Yunani akan meninggalkan zona euro, meningkatkan daya tarik logam mulia sebagai aset safe haven. Perak naik ke level tertinggi satu bulan.
Emas berjangka untuk pengiriman Februari naik 0,1% untuk menetap di level $ 1,234.40 per ons pada pukul 1:45 siang di New York Comex. Sebelumnya, logam ini mencapai level $ 1,244.50, yang tertinggi untuk kontrak teraktif sejak 23 Oktober.
Perak untuk pengiriman Maret naik 3,6% menjadi $ 17,156 per ons. Harga menyentuh level $ 17,215, yang tertinggi sejak 12 Desember agregat perdagangan adalah 30% lebih dari rata-rata 100 hari, sementara emas naik 22%, menurut data yang dihimpun oleh Bloomberg.
Hingga kemarin perak turun sebanyak 2,9% sejak akhir kuartal ketiga, sementara emas naik 1,7%.
Platinum berjangka untuk pengiriman April naik 0,5% menjadi $ 1,247.80 di bursa New York Mercantile, yang merupakan gain beruntun keempat dan reli terpanjang sejak Oktober 9. Palladium juga naik untuk sesi keempat berturut-turut, menguat 0,2% menjadi $ 815,70 per ons.
Rasio emas-platinum naik sebanyak 0,7% menjadi 1,0002, yang tertinggi sejak 19 Desember, menurut harga Bloomberg.(yds)
Sumber: Bloomberg

Euro Turun Ke Level 9-Thn Terendah Terkait Outlook Stimulus; Rubel Turun

BESTPROFIT FUTURES MALANG (14/1) - Euro catat penurunan ke level terendah dalam sembilan tahun terakhir setelah para pejabat memicu spekulasi bahwa Bank Sentral Eropa akan mulai membeli obligasi pemerintah pada awal pekan depan untuk mencegah deflasi.
Acuan mata uang dolar menguat hampir ke level tertinggi dalam satu dekade terakhir terkait spekulasi Federal Reserve yang akan menaikkan suku bunga tahun ini. Richard Clarida Pacific Investment Management Co mengatakan ia melihat mata uang euro turun. Mata uang euro melemah  setelah seorang pejabat Yunani mengatakan negara dapat keluar dari zona euro karena partai oposisi memimpin tipis menuju pemilu nanti. Sementara mata uang krona Swedia naik terhadap mata uang euro terkait harga konsumen yang turun kurang dari perkiraan para analis. Sedangkan mata uang rubel Rusia turun bersama dengan minyak.
Mata uang euro turun sebesar 0,5 % ke level $ 1,1771 pukul 01:26 siang di New York dan menyentuh level $ 1,1753, merupakan level terendah sejak 2005 lalu. Euro turun 1 % ke level 138,69 yen. Sementara yen menguat 0,5 % ke level 117,82 per dolar setelah mencapai level 117,74, merupakan level tertingginya sejak 17 Desember lalu.
Indeks Dollar Spot Bloomberg, yang memantau dolar AS terhadap 10 mata uang utama lainnya, stagnan pada level 1,143.41. Ditutup di level 1,147.54 pada 8 Januari, merupakan level tertinggi dalam data sejak 2004 lalu. (vck)
Sumber: Bloomberg

Bursa AS Ditutup Turun Pasca Berfluktuasi Ditengah Penurunan Minyak

BESTPROFIT FUTURES MALANG (14/1) - Volatilitas menguat di pasar ekuitas AS karena Dow Jones Industrial Average menghapus reli sebesar 282 poin dan turun sebesar143 poin, kemudian melemah lagi di menit akhir perdagangan sehingga ditutup ke level terendahnya.
Saham AS berayun antara keuntungan dan penuruan karena harga minyak berfluktuasi mendekati level terendah dalam lima tahun terakhir, sementara tembaga turun. Indeks Standard & Poor 500 turun sebesar 0,3 % ke level 2,023 pukul 4 sore di New York, setelah sebelumnya naik sebesar 1,4 % dan kemudian turun 1 %. Indeks tersebut telah turun 1,6 % selama dua hari terakhir.
Indeks Dow Average turun 26,78 poin, atau 0,2 %, ke level 17,614.06.
Indeks S&P 500 bergerak sebesar 48 poin dari level tertingginya hari ini, merupakan intraday terbesar sejak berayun pada 15 Oktober lalu, ketika Indeks acuan menghapus hampir semua penurunan sebesar 3 %.
Indeks turun sebesar 0,8 persen kemarin karena aksi jual yang berlanjut terhadap minyak mentah yang menarik turun saham energi. Indeks tersebut telah turun sebesar 3,3 % sejak rekor tertingginya pada bulan Desember kemarin karena penurunan harga minyak ke level terendah sejak April 2009 lalu.
Minyak naik 0,8 % pada perdagangan elektronik pukul 15:50 sore di New York, setelah turun 0,4 % selama perdagangan reguler berlangsung. (vck)
Sumber: Bloomberg

Bursa AS Rebound Dari 2-Hari Penurunan; Euro, Tembaga Retreat

BESTPROFIT FUTURES MALANG (14/1) - Ekuitas AS catat penguatan setelah turun dalam dua hari terakhir, Apple Inc memimpin reli saham teknologi dan hasil dari Alcoa Inc mendorong optimisme dalam perekonomian AS. Sementara penjualan retail mendiorong saham ke level tertinggi di Eropa, sedangkan minyak berfluktuasi setelah turun di bawah level $ 45 per barel di New York.
Indeks Standard & Poor 500 naik 0,7 % pukul 12:23 siang di New York, sehingga memangkas keuntungan karena turunnya pembangunan rumah di AS. Apple dan Amazon.com Inc naik lebih dari 2 %. Minyak West Texas Intermediate turun 0,8 % ke level $ 45,70 per barel, sehingga memangkas penurunan lebih dari 3 %. Sementara tembaga turun 3 %, karenan Indeks Bloomberg Commodity turun ke level terendah sejak 2002 lalu. Indeks Stoxx Europe 600 naik 1,4 %, sedangkan mata uang euro turun ke level terendah dalam sembilan tahun terakhir terkait spekulasi stimulus.
Indeks S&P 500 rebound dari penurunan dalam dua hari terakhir sebesar 3 % sebelumnya sebesar 1,6 % di bawah rekor pada 29 Desember lalu. Alcoa, produsen aluminium terbesar, melaporkan laba dan penjualan yang mengalahkan perkiraan analis. Sementara saham Apple reli setelah Credit Suisse AG menaikkan rating perusahaan. Penurunan harga BBM telah menahan ekspektasi inflasi, sehingga memangkas kesempatan dari Federal Reserve dalam menaikan suku bunga awal sementara meningkatkan spekulasi Bank Sentral Eropa yang akan memperluas stimulus. (vck)
Sumber: Bloomberg

Perusahaan Ritel Angkat Saham Eropa Di Sesi Penutupan

BESTPROFIT FUTURES MALANG (14/1) - Saham Eropa menguat untuk hari kedua, karena perusahaan ritel meningkat serta data menunjukkan bahwa inflasi Inggris jatuh ke level terendah dalam 15 tahun terakhir.
Indeks Stoxx Europe 600 naik 1,4% menjadi 344,77 pada sesi penutupan perdagangan. Indeks ekuitas memperpanjang gain setelah laporan menunjukkan pertumbuhan harga konsumen Inggris melambat menjadi 0,5% pada bulan Desember, dibawah perkiraan, ditengah anjloknya harga minyak. Indeks FTSE 100 U.K. naik 0,6%. Dengan harga minyak mentah dibawah level $ 45 per barel, spekulasi meningkat bahwa Ban European Central Bank (ECB) perlu untuk meningkatkan langkah-langkah stimulus guna mencegah deflasi.
Sham perusahaan ritel naik tajam dari 19 sub industri dalam Stoxx 600. William Morrison Supermarket Plc melonjak 4,5% setelah pihaknya mengatakan akan memulai mencari calon CEO baru untuk menggantikan Dalton Philips, yang akan mengundurkan diri pada akhir tahun. Hal tersebut juga melaporkan penjualan di toko yang buka sedikitnya selama setahun terakhir turun 3,1%, tidak termasuk bahan bakar, dalam enam minggu yang berakhir pada 4 Januari lalu. Hal tersebut mengalahkan estimasi rata-rata analis untuk penurunan sebanyak 4%.
Tesco Plc menguat 3,6%, J Sainsbury Plc naik 3,6% dan Ocado Group Plc naik 2,5%.
Metro AG naik 4,5%. Operator Jerman Kaufhof department store melaporkan peningkatan laba kuartal pertama karena semua divisi memiliki penjualan toko yang sama pada bulan Desember.(yds)
Sumber: Bloomberg

Monday, 12 January 2015

Yen Catat Kenaikan Seiring Pelemahan Minyak, Saham; Krone Turun

BESTPROFIT FUTURES MALANG (13/1) - Yen catat kenaikan terhadap sebagian besar mata uang utama karena permintaan safe haven mata uang negara-negara penghasil minyak turun bersama dengan minyak mentah.
Acuan mata uang dolar berada hampir ke level tertinggi dalam satu dekade terakhir jelang rilis data ekonomi pekan ini yang dapat menjelaskan laju pertumbuhan perekonomian AS sehingga Federal Reserve mengkaji waktu kenaikan suku bunga pertamanya sejak 2006 lalu. Sementara perekonomian Brasil turun sehingga memangkas proyeksi pertumbuhan. Mata uang krone Norwegia, rubel Rusia dan dolar Kanada melemah terkait minyak turun ke level terendah hampir enam tahun terakhir. Sedangkan obligasi AS naik dan saham turun.
Yen menguat 0,2 % ke level 118,29 per dolar pukul 03:33 sore di New York setelah naik sebesar 1 % pada 9 Januari lalu. Yen menguat 0,2 % ke level 140,05 per euro untuk hari ketiga. Sementara mata uang euro stagnan pada level $ 1,1839 setelah turun 1,3 % pekan lalu dan menyentuh level $ 1,1754 pada 8 Januari lalu, merupakan level terendah sejak Desember 2005 silam.
Indeks Dollar Spot Bloomberg, yang memantau mata uang AS terhadap 10 mata uang utama lainnya, naik sebesar 0,1 % ke level 1,142.60. Ditutup di level 1,147.54 pada 8 Januari lalu, merupakan level tertinggi dalam data sejak tahun 2004 silam. (vck)
Sumber: Bloomberg

Emas Menguat Ke Level Tertinggi 4 Pekan Terkait Spekulasi The Fed

BESTPROFIT FUTURES MALANG (13/1) - Emas berjangka naik ke level tertinggi dalam empat pekan terakhir terakit spekulasi bahwa Federal Reserve yang akan mempertahankan suku bunga AS yang rendah untuk waktu yang cukup guna meningkatkan perekonomian.
Penghasilan per jam rata-rata untuk semua karyawan di Amerika turun sebesar 0,2% pada Desember dari bulan sebelumnya, merupakan yang terbesar sejak pencatatan dimulai pada 2006 silam, data pemerintah menunjukkan  pada 9 Januari lalu. Harga emas di eropa naik ke level tertinggi sejak September 2013 karena Yunani siap untuk pemilu pada 25 Januari di tengah spekulasi bahwa Yunani akan keluar dari blok mata uang. Jepang berencana meningkatkan anggaran guna mendukung perekonomian yang jatuh ke dalam resesi.
Emas berjangka untuk pengiriman Februari naik 1,4% untuk menetap di level $ 1,232.80 per ons pada pukul 1:41 siang di New York Comex. Dalam perdagangan elektronik setelah penutupan, logam tersebut menyentuh level  $ 1,235.60, yang tertinggi untuk kontrak teraktif sejak 10 Desember.
Perak berjangka untuk bulan Maret memberikan naik 0,9% menjadi $ 16,564 per ons di Comex.
Platinum berjangka untuk pengiriman April naik 0,9% menjadi $ 1.241 per ons di New York Mercantile Exchange, setelah menyentuh level $ 1,246.60, yang tertinggi sejak 11Desember. Palladium berjangka untuk pengiriman Maret naik 1,7% menjadi $ 814,10 per ons, kenaikan tertajam sejak 21 November lalu.(yds)
Sumber: Bloomberg        

Saham AS Ditutup Turun Jelang Laporan Laba Perusahaan

BESTPROFIT FUTURES MALANG (13/1) - Saham AS ditutup turun, pasca Standard & Poor 500 membukukan penurunan mingguan back-to-back pertama sejak Oktober tahun lalu, dikarenakan berlanjutnya aksi jual pada minyak mentah sehingga menyeret saham energi jelang data laba perusahaan.
Saham-saham energi turun sebanyak 2,8%, yang tertajam diantara 10 perusahaan di S&P 500, karena minyak mentah turun sebanyak 4%. Tiffany & Co turun 14% setelah peritel perhiasan menurunkan proyeksi tahunan pasca penjualannya mengalami penurunan selama liburan. SanDisk Corp mengalami penurunan tertajam hampir dalam enam bulan terakhir pasca melaporkan hasil awal dibawah perkiraan sendiri.
Indeks S&P 500 turun 0,8% menjadi 2,028.43 pada 04:00 sore di New York. Penurunan dipercepat pasca pasar saham dibuka seiring Indeks acuan rata-rata jatuh selama 50 hari terakhir. Indeks Dow Jones Industrial Average kehilangan 93,86 poin, atau 0,5%, ke 17,643.51. Indeks Nasdaq 100 turun 1% dikarenakn saham teknologi mencatat penurunan.(yds)
Sumber: Bloomberg

Saham Energi Tekan Bursa AS Pada Sesi Siang

BESTPROFIT FUTURES MALANG (13/1) - Saham AS jatuh, pasca Standard & Poor 500 menbukukan penurunan mingguan back-to-back pertama sejak Oktober tahun lalu, dikarenakan berlanjutnya aksi jual pada minyak mentah sehingga menyeret saham energi jelang data laba perusahaan.
Saham-saham energi turun sebanyak 2,7%, yang tertajam diantara 10 perusahaan di S&P 500, karena minyak mentah turun sebanyak 4%. Tiffany & Co turun 12% setelah peritel perhiasan menurunkan proyeksi tahunan pasca penjualannya mengalami penurunan selama liburan. SanDisk Corp mengalami penurunan tertajam hampir dalam enam bulan terakhir pasca melaporkan hasil awal dibawah perkiraan sendiri.
Indeks S&P 500 turun 0,6% menjadi 2,032.30 pada 12:10 siang di New York. Penurunan dipercepat pasca pasar saham dibuka seiring Indeks acuan jatuh rata-rata selama 50 hari terakhir. Indeks Dow Jones Industrial Average kehilangan 67,18 poin, atau 0,4 persen, ke 17,670.19. Perdagangan di S & P 500 perusahaan adalah 4,8% di atas rata-rata 30 hari.
Indeks saham turun 0,7% pekan lalu, menyusul penurunan 1,5% di pekan sebelumnya, ditengah kekhawatiran atas melemahnya harga minyak, penurnan upah di AS serta rencana pembelian obligasi ECB tidak akan cukup untuk melawan deflasi.
Investor whipsawed selama seminggu pasca S&P 500 telah naik dan turun lebih dari 1% selama tiga hari yang berbeda, dengan laju harian rata-rata 1,3% untuk seminggu penuh. Volatilitas berlawanan dengan 2014, ketika Indeks saham berfluktuasi 0,53% rata-rata setiap hari pada tahun paling tenang di pasar saham AS sejak tahun 2006 silam.(yds)
Sumber: Bloomberg

Bursa Eropa Ditutup Naik Seiring Saham Perusahaan Kesehatan Catat Gain

BESTPROFIT FUTURES MALANG (13/1) - Saham Eropa catat penguatan untuk ketiga kalinya dalam empat hari terakhir, yang di dorong oleh saham produsen obat dan ekuitas Yunani.
Indeks Stoxx Europe 600 naik 0,6 % ke level 339,87 pada penutupan perdagangan hari ini di London, setelah sebelumnya naik sebesar 1,1 % dan turun 0,4 %. Roche Holding AG membantu saham perusahaan perawatan kesehatan naik 0,9 %, dan Indeks ASE Yunani naik 3,8 %, menyelesaikan reli terbesarnya dalam dua hari terakhir sejak November lalu.
Indeks acuan Eropa turun 1 % pekan lalu untuk penurunan kedua, mencatatkan awal penurunan tahunan sejak 2008 lalu. Indeks tersebut turun 3,7 % dari level tujuh tahun tertinggi sejak 5 Desember sampai 9 Januari di tengah penurunan harga minyak dan ekuitas Yunani jelang negara itu melaksanakan pemilu pada 25 Januari nanti.
Indeks Stoxx 600 turun 1,3 % pada 9 Januari lalu di tengah penurunan saham kreditur di Spanyol dan Italia. Indeks IBEX 35 turun tajam sejak September 2012 hari ini, ditutup pada level terendah sejak 16 Oktober lalu. Sementara pada saat yang sama, pedagang membeli safe heaven karena potensi keluarnya Yunani dari zona euro sehingga memicu penurunan saham domino di Spanyol dan Italia. (vck)
Sumber: Bloomberg

Sunday, 11 January 2015

Minyak Melanjutkan Penurunan Ditengah Upaya OPEC Memulihkan Harga

BESTPROFIT FUTURES MALANG (12/1) - Minyak memperpanjang penurunan dari level terendah dalam lebih dari 5 1/2 tahun terakhir seiring Venezuela dan Iran menyerukan kepada para anggota OPEC (Organization of Petroleum Exporting Countries) untuk berkerja bersama dalam membanti pemulihan pasar minyak mentah.

Kontrak berjangka minyak turun seebsar 1.5% di London setelah mengalami penurunan mingguan ke-7. Harga minyak perlu balik ke level $100 per barel untuk keseimbangan ekonomi, hal itu disampaikan oleh Presiden Venezuela Nicolas Maduro. Sementara Presiden Iran Hassan Rouhani menyatakan kerjasama diantara para anggota OPEC dapat menstabilkan harga minyak,

Tahun lalu minyak mentah mengalami penurunan hampir 50% ditengah melonjaknya pasokan global dan tanda-tanda merosotnya permintaan. OPEC sedang menghadapi melonjaknya produksi minyak  AS dengan menentang pemangkasan produksi, hal tersebut merupakan sinyal yang membiarkan harga turun ke level terendahnya dari laju output Amerika dalam lebih dari 3 dekade terakhir.

Brent untuk penyelesaian Februari turun sebesar 75 sen ke level $49.36 per barel di Bursa ICE Futures Europe, London dan berada pada level $49.52 pukul 11:30 pagi ini waktu Sydney. Tanggal 9 Januari lalu kontrak berjangka Brent turun 85 sen dan ditutup pada level $50.11, level terendah sejak April 2009 silam. Acuan minyak mentah Eropa tersebut diperdagangkan lebih tinggi seebsar $1.85 dibanding WTI (West Texas Intermediate).

WTI untuk pengiriman Februari turun sebesar 81 sen atau 1.7% ke level $47.55 per barel pada perdagangan elektronik di New York Mercantile Exchange. Tanggal 9 Januari lalu WTI turun 43 sen ke level $48.36. (bgs)

Sumber : Bloomberg

Bursa Saham Asia Dibuka Melemah Pasca Penurunan Upah di AS

BESTPROFIT FUTURES MALANG (12/1) - Mayoritas Bursa Saham Asia melemah ditengah kekhawatiran rencana stimulus Eropa tidak dapat menyelesaikan pelambatan pertumbuhan ekonomi Eropa dan setelah secara mengejutkan upah warga Amerika merosot sehingga membayangi outlook suku bunga AS.

Sebanyak 2 saham melemah untuk setiap yang menguat pada Indeks MSCI Asia Pacific dengan bercokol pada level 470.28 pukul 9:07 pagi ini waktu Seoul. Bursa Saham Tokyo hari ini libur. Bursa Saham AS dan Eropa memberikan tekanan kepada ekuitas global, hal tersebut merupakan yang pertama kalinya dalam 3 hari terakhir terkait kekhawatiran bahwa kenaikan pembelian obligasi oleh ECB (European Central Bank) tidak akan cukup untuk mendongkrak perekonomian dan setelah rilis data menunjukkan pendapataan perjam di AS turun drastis terhadap rata-ratanya sejak mencapai rekor pada 2006 silam.

Indeks S&P/ASX 200 Australia melemah 0.5%, dengan volume 42% dibawah rata-rata 30 intraday, sementara Indeks NZX 50 Selandia Baru menguat 0.3%. Indeks Kospi Korea Selatan melemah 0.2%.

Di lain pihak Federal Reserve menyepakati untuk tidak menaikkan suku bunga sebelum akhir April tahun ini, sedangkan beberapa anggota The Fed merasa khawatir laju inflasi masih dibawah target seiring dengan turunnya harga minyak mentah, menurut hasil pertemuan The Fed bulan Desember yang dirilis pekan lalu. (bgs)

Sumber : Bloomberg