BESTPROFIT FUTURES MALANG (16/1) - Saham AS catat penurunan untuk hari kelima karenan pelemahan saham perbankan yang berdampak pada pendapatan dan Apple Inc memimpin penurunan saham teknologi, sementara minyak mentah kembali turun. Sedangkan mata uang franc menguat terhadap mata uang global karena Swiss mengakhiri pencatatan nilai tukar mata uang, sehingga pasar Eropa bergejolak dan memicu kenaikan emas.
Indeks Standard & Poor 500 turun 0,9 % pukul 04:00 sore di New York, memangkas penurunan dalam lima hari terakhir sebesar 3,4 %. Saham Bank of America Corp turun 5,2 % pada pergeseran pendapatan perdagangan, seperti saham teknologi yang turun tajam di antara 10 kelompok S&P 500. Sementara indeks Swiss Market turun 8,7 %, sedangkan indeks acuan di Jerman dan Perancis naik setidaknya 2 %. Mata uang franc naik sebesar 41 % terhadap mata uang euro yang mencapai rekor tertingginya. Obligasi dengan tenor 10 tahun turun 13 basis poin karena emas berjangka ditutup reli terpanjang dalam lebih dari enam bulan terakhir terkait meningkatnya permintaan untuk aset haven. Tembaga rebound sementara minyak AS turun 4,6 %.
Citigroup Inc dan Bank of America bergabung dengan JPMorgan Chase & Co dalam melaporkan pendapatan gabungan perdagangan kuartalan terburuk mereka sejak 2011 lalu, mengirimkan saham perbankan di indeks S&P 500 turun 2,6 %. Sementara harga grosir AS turun tajam dalam tiga tahun terakhir dan warga Amerika secara tak terduga meningkat dalam mengajukan klaim pengangguran pekan lalu, data hari ini menunjukkan. Sedangkan Swiss National Bank membatalkan nilai tukar minimum mata uang franc terhadap euro dan memangkas suku bunga deposito negatif, sehingga mengakhiri kebijakan yang dirancang untuk menyelamatkan perekonomian negara tersebut. (vck)
Sumber: Bloomberg
Thursday, 15 January 2015
Saham Perbankan Tekan Bursa AS Pada Sesi Siang
BESTPROFIT FUTURES MALANG (16/1) - Saham
AS catat penurunan untuk hari kelima secara berturut-turut karena saham
perbankan dan Best Buy Co turun di tengah pendapatan perusahaan yang
membayangi keuntungan pada perusahaan pertambangan.
Bank
of America Corp dan Citigroup Inc turun sebesar 2,5 % karena kedua bank
tesebut telah melaporkan penurunan labanya pada kuartal keempat setelah
pendapatan dari perdagangan menurun. Saham Best Buy turun 13 % karena
perusahaan ritel elektronik terbesar tersebut memperingatkan bahwa
tekanan harga dan permintaan yang menurunan dapat menghambat
penghasilannya di tahun mendatang. Indeks acuan pembangunan rumah AS
turun tajam sejak Juli 2013 lalu. Saham Newmont Mining Corp menguat 7,9 %
terkait reboundnya tembaga.
Ekuitas berjangka berfluktuasi pada hari kemarin setelah bank sentral Swiss secara tak terduga menyerahkan nilai tukar minimum.
Indeks
S&P 500 turun 0,4 % ke level 2,003.10 pukul 12:02 siang di New
York. Indeks Dow Jones Industrial Average melemah 57,83 poin, atau 0,3
%, ke level 17,369.26. Perdagangan saham perusahaan di S&P 500
sebesar 32 % di atas RSI 30-hari untuk hari ini.
Penurunan
penjualan ritel di AS dikombinasikan dengan penurunan harga tembaga
membebani pasar saham kemarin, sehingga menyebabkan S&P 500
melakukan start terburuk tahunanannya sejak 2009 lalu. Sementara indeks
acuan turun 2,5 % dalam lima hari terakhir. (vck)
Sumber: Bloomberg
Data Ekonomi Menunjukan Saham AS Naik Setelah Swiss Berpindah Mata Uang
BESTPROFIT FUTURES MALANG (16/1) - Saham
AS naik, setelah penurunan dalam 4 hari beruntun di Indeks Standard
& Poor 500, seiring sektor komoditas mengalami rebound dan data
menunjukkan harga grosir turun sementara wilayah manufaktur New York
diperluas.
Ekuitas berjangka
berfluktuasi pada hari sebelumnya setelah bank sentral Swiss secara tak
terduga melepaskan nilai tukar minimum.
Indeks S&P 500
naik 0,4 % ke level 2,018.46 pukul 09:32 pagi di New York. Saham energi
menguat 0,9 % diikuti minyak mentah berjangka naik 1,2 % dan tembaga
melonjak 2,3 %.
Harga grosir di AS
turun 0,3 % pada bulan Desember, penurunan terbesarnya dalam 3 tahun
terakhir, menunjukkan sedikit memberikan tanda bahwa inflasi yang
meningkat di tengah penurunan harga energi. (knc)
Sumber : Bloomberg
Wednesday, 14 January 2015
Emas Diperdagangkan Dibawah Level 12-Pekan Tertinggi
BESTPROFIT FUTURES MALANG (15/1) - Palladium
berjangka turun tajam dalam tujuh bulan terakhir dan perak melemah dari
level tertinggi dalam empat pekan terakhir karena kekhawatiran
perlambatan perekonomian global mendorong penurunan terhadap logam yang
digunakan dalam produk industri. Sementara emas menyentuh level
tertinggi sejak Oktober lalu.
Indeks
Bloomberg Commodity dari 22 saham bahan baku turun ke level terendah
dalam 12-tahun terakhir hari ini, dipimpin oleh terjun tembaga, setelah
Bank Dunia memangkas proyeksi pertumbuhan global tahun ini. Palladium
banyak digunakan dengan platinum di catalytic converter yang membantu
mengurangi emisi berbahaya dari mobil, sementara perak masuk ke item
mulai dari elektronik untuk panel surya.
Palladium
berjangka untuk pengiriman Maret turun 4,3 % ke level menetap di level $
780,65 pukul 01:07 siang di New York Mercantile Exchange, merupakan
penurunan terbesar untuk kontrak teraktif sejak 12 Juni lalu. Platinum
berjangka untuk pengiriman April turun 0,7 % ke level $ 1.239 per ounce.
Emas
berjangka untuk pengiriman Februari naik kurang dari 0,1 % ke level $
1,234.50 per ounce di Comex, setelah mencapai level $ 1,244.60,
merupakan level tertinggi sejak 23 Oktober lalu. (vck)
Sumber: Bloomberg
Penurunan Penjualan Ritel Tekan Dolar Ke Level 4-Pekan Terendah
BESTPROFIT FUTURES MALANG (15/1) - Dolar
catat penurunan ke level terendah dalam empat pekan terakhir terhadap
mata uang yen karena penurunan penjualan ritel di AS pada bulan Desember
lalu merupakan yang terendah hampir setahun terakhir, sehingga
mendorong kembali waktu Federal Reserve untuk menaikkan suku bunga.
Mata
uang yen menguat terhadap sebagian besar mata uang utama lainnya karena
investor mencari aset haven ditengah kekhawatiran penurunan tajam
terhadap saham dan komoditas sehingga memberikan sinyal perekonomian
global yang melambat. Obligasi pemerintah turun secara global. Sementara
mata uang rubel Rusia melemah untuk hari keempat. Sedangkan
perekonomian Brasil naik karena penjualan ritel yang melampaui perkiraan
sebelumnya. Para pedagang saat ini mengharapkan The Fed meningkatkan
suku bunga mendatang pada bulan Desember nanti.
Mata
uang yen menguat 0,8 % ke level 117 per dolar pukul 13:18 siang di New
York, setelah berada di level 116,07, merupakan level tertingginya sejak
16 Desember lalu. Yen naik 0,7 % ke level 137,88 per euro, sehingga
memperpanjang kenaikan untuk hari kelima, dan merupakan kenaikan
terpanjang sejak Juni lalu. Sementara mata uang euro naik 0,1 % ke level
$ 1,1784 setelah menyentuh level $ 1,1727, merupakan level terendah
sejak Desember 2005 lalu.
Indeks
Dollar Spot Bloomberg, yang memantau mata uang AS terhadap 10 mata uang
utama lainnya, turun 0,2 % ke level 1,141.12. Ditutup pada level
1,147.54 pada 8 Januari kemarin, merupakan level tertinggi sejak tahun 2004 lalu. (vck)
Sumber: Bloomberg
Sentimen Pertumbuhan global Tekan Saham AS Di Sesi Penutupan
BESTPROFIT FUTURES MALANG (15/1) - Saham
AS ditutup turun, mengirim Indeks Standard & Poor 500 menuju
penurunan beruntun karena penjualan ritel Amerika merosot diikuti harga
tembaga sehingga mendorong kekhawatiran bahwa pertumbuhan global
melambat.
Ekuitas
memangkas penurunan pada sore hari setelah harga minyak menghapus
pelemahan sebanyak 1,9% dan melanjutkan reli hampir 7%, sementara Beige
Book The Fed mengatakan ekonomi AS terus melanjutkan perluasan di bulan
lalu.
Indeks
S&P 500 turun 0,6% menjadi 2,011.29 pada 04:00 sore di New York,
memangkas penurunan sebelumnya sebesar 1,7%. Indeks Dow Jones Industrial
Average kehilangan 187,30 poin, atau 1,1%, ke level 17,426.38.
Perdagangan saham di perusahaan S&P 500 adalah 38% di atas rata-rata
30-hari.
Freeport-McMoRan
Inc, produsen perdagangan tembaga terbesar, turun 11% karena harga
logam jatuh sebesar 5,3%. JPMorgan Chase & Co kehilangan 3,5% pasca
laba kuartal keempat merosot, sementara indeks bank anjlok 10% dari
level tertinggi pada Desember. Wal-Mart Stores Inc turun 3,1% karena
Bank Dunia menurunkan prospek untuk ekonomi global.
Setelah
melewati tahun 2014 tanpa penurunan beruntun lebih dari tiga hari,
S&P 500 hari ini menyeslesaikan penurunan yang kedua dari setidaknya
empat hari berturut-turut di 11 sesi terakhir. Indeks tersebut telah
jatuh sebanyak 3,8% dalam periode tersebut.(yds)
Sumber: Bloomberg
Obligasi global Reli Tekan Saham AS Di Sesi Siang
BESTPROFIT FUTURES MALANG (15/1) - Saham
AS jatuh, sementara obligasi di seluruh dunia mecatat reli karena
sektor komoditas bergejolak dan penurunan tak terduga pada penjualan
ritel Amerika memicu keprihatinan atas melambatnya pertumbuhan global.
Tembaga tersungkur sejak 2011 lalu dan yen catat penguatan
Indeks
Standard & Poor 500 turun 1,2% pada 12:45 siang di New York, ini
merupakan penurunan hari keempat sebesar 3%. Freeport-McMoRan Inc anjlok
12% memperpanjang gain pekan ini menjadi 21%, sementara saham energi
menuju penutupan terendah dalam dua tahun terakhir. Indeks Stoxx Europe
600 turun karena saham Rio Tinto Group dan BHP Billiton Ltd, perusahaan
tambang terbesar dunia tersebut, jatuh setidaknya sekitar 4%. Tembaga
jatuh 5,2% dan minyak mentah AS menghapus kenaikan setelah rilis data
pasokan pemerintah. Yen menguat terhadap 16 mata uang utama, sedangkan
imbal hasil dengan tenor 30 tahun merosot ke rekornya
Penjualan
ritel jatuh bulan lalu yang mungkin akan memangkas proyeksi
pertumbuhan. Harga komoditas yang jatuh karena melimpahnya pasokan
diikuti dengan memudarnya permintaan, mengurangi prospek pendapatan bagi
produsen dan meningkatkan daya tarik obligasi sebagai inflasi. Bank
Dunia memangkas prospek pertumbuhan global, mengutip melemahnya ekspansi
di Eropa dan China. Saham finasial di AS tergelincir pasca laba
JPMorgan Chase & Co 's turun.(yds)
Sumber: Bloomberg
Pelemahan Saham Pertambangan, Minyak Akibatkan Bursa Eropa Ditutup Turun
BESTPROFIT FUTURES MALANG (15/1) - Saham
Eropa catat penurunan dari lima pekan tertinggi seiring saham energi
dan pertambangan mengikuti harga komoditas yang lebih rendah karena
kekhawatiran pertumbuhan global.
Indeks
Stoxx Europe 600 turun 1,5 % ke level 339,67 pada penutupan perdagangan
hari ini. Acuan penurunan sebelumnya telah di pangkas setelah salah
seorang di utus datang ke pengadilan tertinggi di Uni Eropa mengatakan
program pembelian obligasi oleh bank sentral di kawasan itu melalui
transaksi moneter langsung "pada prinsipnya" sejalan dengan perjanjian
blok itu.
Produsen
minyak dan perusahaan sumber daya mencatatkan penurunan terbesar di
antara semua dari 19 kelompok industri karena harga brent turun untuk
hari kelima, sementara tembaga melemah ke level terendah dalam 5 1/2
tahun. Saham Rio Tinto Group dan BHP Billiton Ltd, perusahaan tambang
terbesar dunia, turun setidaknya 4 %. BP Plc dan Royal Dutch Shell Plc
melemah lebih dari 3 %. (vck)
Sumber: Bloomberg
Tuesday, 13 January 2015
Emas Menguat Ke 11 Pekan Tertinggi Terkait Pemilu Yunani
BESTPROFIT FUTURES MALANG (14/1) - Emas
berjangka naik ke posisi tertinggi 11 pekan terakit spekulasi bahwa
Yunani akan meninggalkan zona euro, meningkatkan daya tarik logam mulia
sebagai aset safe haven. Perak naik ke level tertinggi satu bulan.
Emas
berjangka untuk pengiriman Februari naik 0,1% untuk menetap di level $
1,234.40 per ons pada pukul 1:45 siang di New York Comex. Sebelumnya,
logam ini mencapai level $ 1,244.50, yang tertinggi untuk kontrak
teraktif sejak 23 Oktober.
Perak
untuk pengiriman Maret naik 3,6% menjadi $ 17,156 per ons. Harga
menyentuh level $ 17,215, yang tertinggi sejak 12 Desember agregat
perdagangan adalah 30% lebih dari rata-rata 100 hari, sementara emas
naik 22%, menurut data yang dihimpun oleh Bloomberg.
Hingga kemarin perak turun sebanyak 2,9% sejak akhir kuartal ketiga, sementara emas naik 1,7%.
Platinum
berjangka untuk pengiriman April naik 0,5% menjadi $ 1,247.80 di bursa
New York Mercantile, yang merupakan gain beruntun keempat dan reli
terpanjang sejak Oktober 9. Palladium juga naik untuk sesi keempat
berturut-turut, menguat 0,2% menjadi $ 815,70 per ons.
Rasio emas-platinum naik sebanyak 0,7% menjadi 1,0002, yang tertinggi sejak 19 Desember, menurut harga Bloomberg.(yds)
Sumber: Bloomberg
Euro Turun Ke Level 9-Thn Terendah Terkait Outlook Stimulus; Rubel Turun
BESTPROFIT FUTURES MALANG (14/1) - Euro
catat penurunan ke level terendah dalam sembilan tahun terakhir setelah
para pejabat memicu spekulasi bahwa Bank Sentral Eropa akan mulai
membeli obligasi pemerintah pada awal pekan depan untuk mencegah
deflasi.
Acuan
mata uang dolar menguat hampir ke level tertinggi dalam satu dekade
terakhir terkait spekulasi Federal Reserve yang akan menaikkan suku
bunga tahun ini. Richard Clarida Pacific Investment Management Co
mengatakan ia melihat mata uang euro turun. Mata uang euro melemah setelah
seorang pejabat Yunani mengatakan negara dapat keluar dari zona euro
karena partai oposisi memimpin tipis menuju pemilu nanti. Sementara mata
uang krona Swedia naik terhadap mata uang euro terkait harga konsumen
yang turun kurang dari perkiraan para analis. Sedangkan mata uang rubel
Rusia turun bersama dengan minyak.
Mata
uang euro turun sebesar 0,5 % ke level $ 1,1771 pukul 01:26 siang di
New York dan menyentuh level $ 1,1753, merupakan level terendah sejak
2005 lalu. Euro turun 1 % ke level 138,69 yen. Sementara yen menguat 0,5
% ke level 117,82 per dolar setelah mencapai level 117,74, merupakan
level tertingginya sejak 17 Desember lalu.
Indeks
Dollar Spot Bloomberg, yang memantau dolar AS terhadap 10 mata uang
utama lainnya, stagnan pada level 1,143.41. Ditutup di level 1,147.54
pada 8 Januari, merupakan level tertinggi dalam data sejak 2004 lalu.
(vck)
Sumber: Bloomberg
Bursa AS Ditutup Turun Pasca Berfluktuasi Ditengah Penurunan Minyak
BESTPROFIT FUTURES MALANG (14/1) - Volatilitas
menguat di pasar ekuitas AS karena Dow Jones Industrial Average
menghapus reli sebesar 282 poin dan turun sebesar143 poin, kemudian
melemah lagi di menit akhir perdagangan sehingga ditutup ke level
terendahnya.
Saham
AS berayun antara keuntungan dan penuruan karena harga minyak
berfluktuasi mendekati level terendah dalam lima tahun terakhir,
sementara tembaga turun. Indeks Standard & Poor 500 turun sebesar
0,3 % ke level 2,023 pukul 4 sore di New York, setelah sebelumnya naik
sebesar 1,4 % dan kemudian turun 1 %. Indeks tersebut telah turun 1,6 %
selama dua hari terakhir.
Indeks Dow Average turun 26,78 poin, atau 0,2 %, ke level 17,614.06.
Indeks
S&P 500 bergerak sebesar 48 poin dari level tertingginya hari ini,
merupakan intraday terbesar sejak berayun pada 15 Oktober lalu, ketika
Indeks acuan menghapus hampir semua penurunan sebesar 3 %.
Indeks
turun sebesar 0,8 persen kemarin karena aksi jual yang berlanjut
terhadap minyak mentah yang menarik turun saham energi. Indeks tersebut
telah turun sebesar 3,3 % sejak rekor tertingginya pada bulan Desember
kemarin karena penurunan harga minyak ke level terendah sejak April 2009
lalu.
Minyak
naik 0,8 % pada perdagangan elektronik pukul 15:50 sore di New York,
setelah turun 0,4 % selama perdagangan reguler berlangsung. (vck)
Sumber: Bloomberg
Bursa AS Rebound Dari 2-Hari Penurunan; Euro, Tembaga Retreat
BESTPROFIT FUTURES MALANG (14/1) - Ekuitas
AS catat penguatan setelah turun dalam dua hari terakhir, Apple Inc
memimpin reli saham teknologi dan hasil dari Alcoa Inc mendorong
optimisme dalam perekonomian AS. Sementara penjualan retail mendiorong
saham ke level tertinggi di Eropa, sedangkan minyak berfluktuasi setelah
turun di bawah level $ 45 per barel di New York.
Indeks
Standard & Poor 500 naik 0,7 % pukul 12:23 siang di New York,
sehingga memangkas keuntungan karena turunnya pembangunan rumah di AS.
Apple dan Amazon.com Inc naik lebih dari 2 %. Minyak West Texas
Intermediate turun 0,8 % ke level $ 45,70 per barel, sehingga memangkas
penurunan lebih dari 3 %. Sementara tembaga turun 3 %, karenan Indeks
Bloomberg Commodity turun ke level terendah sejak 2002 lalu. Indeks
Stoxx Europe 600 naik 1,4 %, sedangkan mata uang euro turun ke level
terendah dalam sembilan tahun terakhir terkait spekulasi stimulus.
Indeks
S&P 500 rebound dari penurunan dalam dua hari terakhir sebesar 3 %
sebelumnya sebesar 1,6 % di bawah rekor pada 29 Desember lalu. Alcoa,
produsen aluminium terbesar, melaporkan laba dan penjualan yang
mengalahkan perkiraan analis. Sementara saham Apple reli setelah Credit
Suisse AG menaikkan rating perusahaan. Penurunan harga BBM telah menahan
ekspektasi inflasi, sehingga memangkas kesempatan dari Federal Reserve
dalam menaikan suku bunga awal sementara meningkatkan spekulasi Bank
Sentral Eropa yang akan memperluas stimulus. (vck)
Sumber: Bloomberg
Perusahaan Ritel Angkat Saham Eropa Di Sesi Penutupan
BESTPROFIT FUTURES MALANG (14/1) - Saham
Eropa menguat untuk hari kedua, karena perusahaan ritel meningkat serta
data menunjukkan bahwa inflasi Inggris jatuh ke level terendah dalam 15
tahun terakhir.
Indeks
Stoxx Europe 600 naik 1,4% menjadi 344,77 pada sesi penutupan
perdagangan. Indeks ekuitas memperpanjang gain setelah laporan
menunjukkan pertumbuhan harga konsumen Inggris melambat menjadi 0,5%
pada bulan Desember, dibawah perkiraan, ditengah anjloknya harga minyak.
Indeks FTSE 100 U.K. naik 0,6%. Dengan harga minyak mentah dibawah
level $ 45 per barel, spekulasi meningkat bahwa Ban European Central
Bank (ECB) perlu untuk meningkatkan langkah-langkah stimulus guna
mencegah deflasi.
Sham
perusahaan ritel naik tajam dari 19 sub industri dalam Stoxx 600.
William Morrison Supermarket Plc melonjak 4,5% setelah pihaknya
mengatakan akan memulai mencari calon CEO baru untuk menggantikan Dalton
Philips, yang akan mengundurkan diri pada akhir tahun. Hal tersebut
juga melaporkan penjualan di toko yang buka sedikitnya selama setahun
terakhir turun 3,1%, tidak termasuk bahan bakar, dalam enam minggu yang
berakhir pada 4 Januari lalu. Hal tersebut mengalahkan estimasi
rata-rata analis untuk penurunan sebanyak 4%.
Tesco Plc menguat 3,6%, J Sainsbury Plc naik 3,6% dan Ocado Group Plc naik 2,5%.
Metro
AG naik 4,5%. Operator Jerman Kaufhof department store melaporkan
peningkatan laba kuartal pertama karena semua divisi memiliki penjualan
toko yang sama pada bulan Desember.(yds)
Sumber: Bloomberg
Monday, 12 January 2015
Yen Catat Kenaikan Seiring Pelemahan Minyak, Saham; Krone Turun
BESTPROFIT FUTURES MALANG (13/1) - Yen
catat kenaikan terhadap sebagian besar mata uang utama karena
permintaan safe haven mata uang negara-negara penghasil minyak turun
bersama dengan minyak mentah.
Acuan
mata uang dolar berada hampir ke level tertinggi dalam satu dekade
terakhir jelang rilis data ekonomi pekan ini yang dapat menjelaskan laju
pertumbuhan perekonomian AS sehingga Federal Reserve mengkaji waktu
kenaikan suku bunga pertamanya sejak 2006 lalu. Sementara perekonomian
Brasil turun sehingga memangkas proyeksi pertumbuhan. Mata uang krone
Norwegia, rubel Rusia dan dolar Kanada melemah terkait minyak turun ke
level terendah hampir enam tahun terakhir. Sedangkan obligasi AS naik
dan saham turun.
Yen
menguat 0,2 % ke level 118,29 per dolar pukul 03:33 sore di New York
setelah naik sebesar 1 % pada 9 Januari lalu. Yen menguat 0,2 % ke level
140,05 per euro untuk hari ketiga. Sementara mata uang euro stagnan
pada level $ 1,1839 setelah turun 1,3 % pekan lalu dan menyentuh level $
1,1754 pada 8 Januari lalu, merupakan level terendah sejak Desember
2005 silam.
Indeks
Dollar Spot Bloomberg, yang memantau mata uang AS terhadap 10 mata uang
utama lainnya, naik sebesar 0,1 % ke level 1,142.60. Ditutup di level
1,147.54 pada 8 Januari lalu, merupakan level tertinggi dalam data sejak
tahun 2004 silam. (vck)
Sumber: Bloomberg
Emas Menguat Ke Level Tertinggi 4 Pekan Terkait Spekulasi The Fed
BESTPROFIT FUTURES MALANG (13/1) - Emas
berjangka naik ke level tertinggi dalam empat pekan terakhir terakit
spekulasi bahwa Federal Reserve yang akan mempertahankan suku bunga AS
yang rendah untuk waktu yang cukup guna meningkatkan perekonomian.
Penghasilan
per jam rata-rata untuk semua karyawan di Amerika turun sebesar 0,2%
pada Desember dari bulan sebelumnya, merupakan yang terbesar sejak
pencatatan dimulai pada 2006 silam, data pemerintah menunjukkan pada
9 Januari lalu. Harga emas di eropa naik ke level tertinggi sejak
September 2013 karena Yunani siap untuk pemilu pada 25 Januari di tengah
spekulasi bahwa Yunani akan keluar dari blok mata uang. Jepang
berencana meningkatkan anggaran guna mendukung perekonomian yang jatuh
ke dalam resesi.
Emas
berjangka untuk pengiriman Februari naik 1,4% untuk menetap di level $
1,232.80 per ons pada pukul 1:41 siang di New York Comex. Dalam
perdagangan elektronik setelah penutupan, logam tersebut menyentuh level
$ 1,235.60, yang tertinggi untuk kontrak teraktif sejak 10 Desember.
Perak berjangka untuk bulan Maret memberikan naik 0,9% menjadi $ 16,564 per ons di Comex.
Platinum
berjangka untuk pengiriman April naik 0,9% menjadi $ 1.241 per ons di
New York Mercantile Exchange, setelah menyentuh level $ 1,246.60, yang
tertinggi sejak 11Desember. Palladium berjangka untuk pengiriman Maret
naik 1,7% menjadi $ 814,10 per ons, kenaikan tertajam sejak 21 November
lalu.(yds)
Sumber: Bloomberg
Saham AS Ditutup Turun Jelang Laporan Laba Perusahaan
BESTPROFIT FUTURES MALANG (13/1) - Saham
AS ditutup turun, pasca Standard & Poor 500 membukukan penurunan
mingguan back-to-back pertama sejak Oktober tahun lalu, dikarenakan
berlanjutnya aksi jual pada minyak mentah sehingga menyeret saham energi
jelang data laba perusahaan.
Saham-saham
energi turun sebanyak 2,8%, yang tertajam diantara 10 perusahaan di
S&P 500, karena minyak mentah turun sebanyak 4%. Tiffany & Co
turun 14% setelah peritel perhiasan menurunkan proyeksi tahunan pasca
penjualannya mengalami penurunan selama liburan. SanDisk Corp mengalami
penurunan tertajam hampir dalam enam bulan terakhir pasca melaporkan
hasil awal dibawah perkiraan sendiri.
Indeks
S&P 500 turun 0,8% menjadi 2,028.43 pada 04:00 sore di New York.
Penurunan dipercepat pasca pasar saham dibuka seiring Indeks acuan
rata-rata jatuh selama 50 hari terakhir. Indeks Dow Jones Industrial
Average kehilangan 93,86 poin, atau 0,5%, ke 17,643.51. Indeks Nasdaq
100 turun 1% dikarenakn saham teknologi mencatat penurunan.(yds)
Sumber: Bloomberg
Saham Energi Tekan Bursa AS Pada Sesi Siang
BESTPROFIT FUTURES MALANG (13/1) - Saham
AS jatuh, pasca Standard & Poor 500 menbukukan penurunan mingguan
back-to-back pertama sejak Oktober tahun lalu, dikarenakan berlanjutnya
aksi jual pada minyak mentah sehingga menyeret saham energi jelang data
laba perusahaan.
Saham-saham
energi turun sebanyak 2,7%, yang tertajam diantara 10 perusahaan di
S&P 500, karena minyak mentah turun sebanyak 4%. Tiffany & Co
turun 12% setelah peritel perhiasan menurunkan proyeksi tahunan pasca
penjualannya mengalami penurunan selama liburan. SanDisk Corp mengalami
penurunan tertajam hampir dalam enam bulan terakhir pasca melaporkan
hasil awal dibawah perkiraan sendiri.
Indeks
S&P 500 turun 0,6% menjadi 2,032.30 pada 12:10 siang di New York.
Penurunan dipercepat pasca pasar saham dibuka seiring Indeks acuan jatuh
rata-rata selama 50 hari terakhir. Indeks Dow Jones Industrial Average
kehilangan 67,18 poin, atau 0,4 persen, ke 17,670.19. Perdagangan di S
& P 500 perusahaan adalah 4,8% di atas rata-rata 30 hari.
Indeks
saham turun 0,7% pekan lalu, menyusul penurunan 1,5% di pekan
sebelumnya, ditengah kekhawatiran atas melemahnya harga minyak, penurnan
upah di AS serta rencana pembelian obligasi ECB tidak akan cukup untuk
melawan deflasi.
Investor whipsawed
selama seminggu pasca S&P 500 telah naik dan turun lebih dari 1%
selama tiga hari yang berbeda, dengan laju harian rata-rata 1,3% untuk
seminggu penuh. Volatilitas berlawanan dengan 2014, ketika Indeks saham
berfluktuasi 0,53% rata-rata setiap hari pada tahun paling tenang di
pasar saham AS sejak tahun 2006 silam.(yds)
Sumber: Bloomberg
Bursa Eropa Ditutup Naik Seiring Saham Perusahaan Kesehatan Catat Gain
BESTPROFIT FUTURES MALANG (13/1) - Saham
Eropa catat penguatan untuk ketiga kalinya dalam empat hari terakhir,
yang di dorong oleh saham produsen obat dan ekuitas Yunani.
Indeks
Stoxx Europe 600 naik 0,6 % ke level 339,87 pada penutupan perdagangan
hari ini di London, setelah sebelumnya naik sebesar 1,1 % dan turun 0,4
%. Roche Holding AG membantu saham perusahaan perawatan kesehatan naik
0,9 %, dan Indeks ASE Yunani naik 3,8 %, menyelesaikan reli terbesarnya
dalam dua hari terakhir sejak November lalu.
Indeks
acuan Eropa turun 1 % pekan lalu untuk penurunan kedua, mencatatkan
awal penurunan tahunan sejak 2008 lalu. Indeks tersebut turun 3,7 % dari
level tujuh tahun tertinggi sejak 5 Desember sampai 9 Januari di tengah
penurunan harga minyak dan ekuitas Yunani jelang negara itu
melaksanakan pemilu pada 25 Januari nanti.
Indeks
Stoxx 600 turun 1,3 % pada 9 Januari lalu di tengah penurunan saham
kreditur di Spanyol dan Italia. Indeks IBEX 35 turun tajam sejak
September 2012 hari ini, ditutup pada level terendah sejak 16 Oktober
lalu. Sementara pada saat yang sama, pedagang membeli safe heaven karena
potensi keluarnya Yunani dari zona euro sehingga memicu penurunan saham
domino di Spanyol dan Italia. (vck)
Sumber: Bloomberg
Sunday, 11 January 2015
Minyak Melanjutkan Penurunan Ditengah Upaya OPEC Memulihkan Harga
BESTPROFIT FUTURES MALANG (12/1) - Minyak memperpanjang penurunan dari level
terendah dalam lebih dari 5 1/2 tahun terakhir seiring Venezuela dan
Iran menyerukan kepada para anggota OPEC (Organization of Petroleum
Exporting Countries) untuk berkerja bersama dalam membanti pemulihan
pasar minyak mentah.
Kontrak berjangka minyak turun seebsar 1.5% di London setelah mengalami penurunan mingguan ke-7. Harga minyak perlu balik ke level $100 per barel untuk keseimbangan ekonomi, hal itu disampaikan oleh Presiden Venezuela Nicolas Maduro. Sementara Presiden Iran Hassan Rouhani menyatakan kerjasama diantara para anggota OPEC dapat menstabilkan harga minyak,
Tahun lalu minyak mentah mengalami penurunan hampir 50% ditengah melonjaknya pasokan global dan tanda-tanda merosotnya permintaan. OPEC sedang menghadapi melonjaknya produksi minyak AS dengan menentang pemangkasan produksi, hal tersebut merupakan sinyal yang membiarkan harga turun ke level terendahnya dari laju output Amerika dalam lebih dari 3 dekade terakhir.
Brent untuk penyelesaian Februari turun sebesar 75 sen ke level $49.36 per barel di Bursa ICE Futures Europe, London dan berada pada level $49.52 pukul 11:30 pagi ini waktu Sydney. Tanggal 9 Januari lalu kontrak berjangka Brent turun 85 sen dan ditutup pada level $50.11, level terendah sejak April 2009 silam. Acuan minyak mentah Eropa tersebut diperdagangkan lebih tinggi seebsar $1.85 dibanding WTI (West Texas Intermediate).
WTI untuk pengiriman Februari turun sebesar 81 sen atau 1.7% ke level $47.55 per barel pada perdagangan elektronik di New York Mercantile Exchange. Tanggal 9 Januari lalu WTI turun 43 sen ke level $48.36. (bgs)
Sumber : Bloomberg
Kontrak berjangka minyak turun seebsar 1.5% di London setelah mengalami penurunan mingguan ke-7. Harga minyak perlu balik ke level $100 per barel untuk keseimbangan ekonomi, hal itu disampaikan oleh Presiden Venezuela Nicolas Maduro. Sementara Presiden Iran Hassan Rouhani menyatakan kerjasama diantara para anggota OPEC dapat menstabilkan harga minyak,
Tahun lalu minyak mentah mengalami penurunan hampir 50% ditengah melonjaknya pasokan global dan tanda-tanda merosotnya permintaan. OPEC sedang menghadapi melonjaknya produksi minyak AS dengan menentang pemangkasan produksi, hal tersebut merupakan sinyal yang membiarkan harga turun ke level terendahnya dari laju output Amerika dalam lebih dari 3 dekade terakhir.
Brent untuk penyelesaian Februari turun sebesar 75 sen ke level $49.36 per barel di Bursa ICE Futures Europe, London dan berada pada level $49.52 pukul 11:30 pagi ini waktu Sydney. Tanggal 9 Januari lalu kontrak berjangka Brent turun 85 sen dan ditutup pada level $50.11, level terendah sejak April 2009 silam. Acuan minyak mentah Eropa tersebut diperdagangkan lebih tinggi seebsar $1.85 dibanding WTI (West Texas Intermediate).
WTI untuk pengiriman Februari turun sebesar 81 sen atau 1.7% ke level $47.55 per barel pada perdagangan elektronik di New York Mercantile Exchange. Tanggal 9 Januari lalu WTI turun 43 sen ke level $48.36. (bgs)
Sumber : Bloomberg
Bursa Saham Asia Dibuka Melemah Pasca Penurunan Upah di AS
BESTPROFIT FUTURES MALANG (12/1) - Mayoritas Bursa Saham Asia melemah
ditengah kekhawatiran rencana stimulus Eropa tidak dapat menyelesaikan
pelambatan pertumbuhan ekonomi Eropa dan setelah secara mengejutkan upah
warga Amerika merosot sehingga membayangi outlook suku bunga AS.
Sebanyak 2 saham melemah untuk setiap yang menguat pada Indeks MSCI Asia Pacific dengan bercokol pada level 470.28 pukul 9:07 pagi ini waktu Seoul. Bursa Saham Tokyo hari ini libur. Bursa Saham AS dan Eropa memberikan tekanan kepada ekuitas global, hal tersebut merupakan yang pertama kalinya dalam 3 hari terakhir terkait kekhawatiran bahwa kenaikan pembelian obligasi oleh ECB (European Central Bank) tidak akan cukup untuk mendongkrak perekonomian dan setelah rilis data menunjukkan pendapataan perjam di AS turun drastis terhadap rata-ratanya sejak mencapai rekor pada 2006 silam.
Indeks S&P/ASX 200 Australia melemah 0.5%, dengan volume 42% dibawah rata-rata 30 intraday, sementara Indeks NZX 50 Selandia Baru menguat 0.3%. Indeks Kospi Korea Selatan melemah 0.2%.
Di lain pihak Federal Reserve menyepakati untuk tidak menaikkan suku bunga sebelum akhir April tahun ini, sedangkan beberapa anggota The Fed merasa khawatir laju inflasi masih dibawah target seiring dengan turunnya harga minyak mentah, menurut hasil pertemuan The Fed bulan Desember yang dirilis pekan lalu. (bgs)
Sumber : Bloomberg
Sebanyak 2 saham melemah untuk setiap yang menguat pada Indeks MSCI Asia Pacific dengan bercokol pada level 470.28 pukul 9:07 pagi ini waktu Seoul. Bursa Saham Tokyo hari ini libur. Bursa Saham AS dan Eropa memberikan tekanan kepada ekuitas global, hal tersebut merupakan yang pertama kalinya dalam 3 hari terakhir terkait kekhawatiran bahwa kenaikan pembelian obligasi oleh ECB (European Central Bank) tidak akan cukup untuk mendongkrak perekonomian dan setelah rilis data menunjukkan pendapataan perjam di AS turun drastis terhadap rata-ratanya sejak mencapai rekor pada 2006 silam.
Indeks S&P/ASX 200 Australia melemah 0.5%, dengan volume 42% dibawah rata-rata 30 intraday, sementara Indeks NZX 50 Selandia Baru menguat 0.3%. Indeks Kospi Korea Selatan melemah 0.2%.
Di lain pihak Federal Reserve menyepakati untuk tidak menaikkan suku bunga sebelum akhir April tahun ini, sedangkan beberapa anggota The Fed merasa khawatir laju inflasi masih dibawah target seiring dengan turunnya harga minyak mentah, menurut hasil pertemuan The Fed bulan Desember yang dirilis pekan lalu. (bgs)
Sumber : Bloomberg
Subscribe to:
Comments (Atom)