BESTPROFIT FUTURES MALANG (25/3) - Saham AS turun, sementara mata uang dolar menguat karena meningkatnya indeks harga konsumen. Obligasi naik setelah penjualan catat kenaikan selama dua tahun terkait perusahaan-perusahaan berkewajiban untuk mengajukan tawaran.
Indeks Standard & Poor 500 turun 0,6 % pada pukul 04:00 sore waktu New York, selama 25 hari berturut-turut tanpa mengalami kenaikan, yang merupakan penurunan terpanjangnya sejak 2001 lalu. Indeks Nasdaq Composite menghapus kenaikan sebelumnya untuk mengakhiri penurunan sebesar 0,3 %. Indeks Stoxx Europe 600 naik 0,4 %. Indeks Spot Dollar Bloomberg menguat 0,2 %. Imbal hasil obligasi tenor 10 tahun turun 4 basis poin menjadi 1,87 %. Sedangkan minyak mentah AS naik sebesar 6 sen untuk menetap di level $ 47,51 per barel. Emas naik ke level 2 pekan tertinggi sementara tembaga menguat untuk hari keempat.
Indeks harga konsumen di AS naik 0,2 % pada bulan Februari, diiringi dengan biaya bahan bakar yang stabil. Para pembuat kebijakan The Fed mencari inflasi untuk mempercepat dan mendekati target mereka sebesar 2 % guna menentukan waktu kenaikan suku bunga pertama sejak tahun 2006. Pembelian rumah baru di AS secara tak terduga meningkat pada bulan Februari ke level 7 tahun tertinggi. (knc)
Sumber : Bloomberg
Tuesday, 24 March 2015
Monday, 23 March 2015
Dolar Lanjutkan Penurunannya pada Perdagangan Asia
BESTPROFIT FUTURES MALANG (24/3) - Dolar
mempertahankan penurunannya di tengah spekulasi Federal Reserve tidak
akan terburu-buru untuk menaikkan suku bunga. Sebagian besar saham Asia
tertekan pasca mengalami koreksi di AS, sementara tembaga naik jelang
rilis data pabrik China.
Greenback
berada di level $1,0949 per euro pukul 9:12 pagi di Tokyo, pasca anjlok
lebih dari 1 persen terhadap 19 mata uang negara dalam dua hari
perdagangan terakhir. Won Korea Selatan dan ringgit Malaysia naik
setidaknya 0,6 persen. Mayoritas saham pada indeks MSCI Asia Pacific
mengalami koreksi seiring dengan indeks Topix Jepang turun sebesar 0,3
persen. Sementera itu, indeks berjangka AS mendatar pasca indeks catat
penurunan pada akhir perdagangan hari Senin. Tembaga berjangka melonjak
sebesar 2,9 persen di New York, naik untuk hari keempat.
Presiden
The Fed San Francisco John Williams akan melakukan berdiskusi dengan
para ekonom di Sydney pada Selasa pagi pasca Stanley Fischer, wakil
ketua bank sentral AS, mengatakan tidak akan "berlama-lama untuk
menaikan" suku bunga, bahkan dengan kenaikan suku bunga pertama
berpotensi akan terjadi pada akhir 2015 mendatang. prospek ini lebih
lambat dari yang diperkirakan pengetatan telah menarik dolar dari level
tertingginya dalam satu dekade terakhir. Di Asia, China dan Jepang akan
merilis indeks manufaktur bulan Maret pada pagi ini, dan Vietnam akan
melaporkan tingkat inflasi. (izr)
Sumber: Bloomberg
Penurunan Dolar Kembali Cerahkan Emas di Sesi Penutupan
BESTPROFIT FUTURES MALANG (24/3) - Emas naik pada sesi ke-4 secara beruntun
di hari Senin waktu New York dengan mencatatkan level tertingginya dalam
lebih dari 2 pekan terakhir, kenaikan emas sebagai akibat dari dolar
yang memperpanjang penurunan dan meningkatnya ekspektasi bahwa Federal
Reserve akan menunda untuk menaikkan suku bunga hingga setidaknya bulan
September tahun ini.
Sementara Pekan lalu emas telah menurun ke level 4 bulan terendah menjelang pertemuan The Fed akibat adanya kecemasan terkait kenaikan suku bunga AS, yang mana hal tersebut akan mempengaruhi permintaan emas bullion.
Spot emas mencapai level tertingginya sejak 6 Maret lalu di level $1,190.70 per ounce dan naik sebesar 0.7% pukul 3:05 sore ini waktu New York.
Sementara emas berjangka AS untuk pengiriman bulan April ditutup naik $3.10 dengan bertengger di level $1,187.70 per ounce.
Di lain pihak dolar anjlok sebesar 0.9% terhadap mayoritas mata uang lainnya. Dolar berada dibawah tekanan setelah The Fed saat pertemuan pekan lalu menurunkan proyeksinya terkait pertumbuhan ekonomi dan inflasi, sehingga hal tersebut merupakan sinyal bahwa The Fed tidak akan menaikkan suku bunga pinjaman ke level normal.
Sedangkan di hari lainnya, Wakil Ketua The Fed Stanley Fischer menyatakan bahwa bank sentral "memperkirakan secara menyeluruh" untuk memulai menaikkan suku bunga di tahun ini, meski arah kebijakan masih terdapat ketidakpastian.
Sementara itu, Platinum naik 1.1% ke level $1,146.75 per ounce dan perak catat gain 1.4% ke level $16.96 per ounce dan palladium merosot 0.5% ke level $772.50 per ounce. (bgs)
Sumber : Reuters
Sementara Pekan lalu emas telah menurun ke level 4 bulan terendah menjelang pertemuan The Fed akibat adanya kecemasan terkait kenaikan suku bunga AS, yang mana hal tersebut akan mempengaruhi permintaan emas bullion.
Spot emas mencapai level tertingginya sejak 6 Maret lalu di level $1,190.70 per ounce dan naik sebesar 0.7% pukul 3:05 sore ini waktu New York.
Sementara emas berjangka AS untuk pengiriman bulan April ditutup naik $3.10 dengan bertengger di level $1,187.70 per ounce.
Di lain pihak dolar anjlok sebesar 0.9% terhadap mayoritas mata uang lainnya. Dolar berada dibawah tekanan setelah The Fed saat pertemuan pekan lalu menurunkan proyeksinya terkait pertumbuhan ekonomi dan inflasi, sehingga hal tersebut merupakan sinyal bahwa The Fed tidak akan menaikkan suku bunga pinjaman ke level normal.
Sedangkan di hari lainnya, Wakil Ketua The Fed Stanley Fischer menyatakan bahwa bank sentral "memperkirakan secara menyeluruh" untuk memulai menaikkan suku bunga di tahun ini, meski arah kebijakan masih terdapat ketidakpastian.
Sementara itu, Platinum naik 1.1% ke level $1,146.75 per ounce dan perak catat gain 1.4% ke level $16.96 per ounce dan palladium merosot 0.5% ke level $772.50 per ounce. (bgs)
Sumber : Reuters
Saham Jepang Bergerak Turun Untuk Pertama Kali Dalam 3 Hari
BESTPROFIT FUTURES MALANG (24/3) - Saham
Jepang bergerak turun untuk pertama kalinya dalam tiga hari terakhir
karena mata uang yen menuju kenaikan dalam dua hari di tengah spekulasi
Federal Reserve yang bersabar untuk menaikkan suku bunga.
Indeks
Topix turun 0,3 % ke level 1,587.30 pukul 09:02 pagi di Tokyo, setelah
pada penutupan kemarin berada di level tertinggi dalam tujuh tahun
terakhir. Lebih dari dua saham yang turun untuk setiap satu saham yang
naik. Indeks Nikkei 225 Stock Average turun 0,2 % ke level 19,702.42.
Sementara mata uang yen diperdagangkan pada level 119,75 per dolar
setelah Wakil Ketua Federal Reserve Stanley Fischer mengatakan tidak
akan ada " jalan mulus " untuk suku bunga AS, bahkan jika kenaikan
pertama pada akhir 2015 mendatang.
Nilai
ekuitas global naik lebih dari $ 2.4 triliun pekan lalu karena para
pembuat kebijakan The Fed mengisyaratkan kecepatan yang lebih bertahap
dalam pengetatan moneter dari perkiraan sebelumnya. Presiden San
Francisco Fed John Williams berbicara kepada para ekonom di Sydney pada
hari ini setelah komentar Fischer Senin kemarin di Economic Club of New
York.
E-mini
berjangka pada indeks Standard & Poor 500 naik 0,1 % setelah indeks
acuan ekuitas turun 0,2 % pada Senin kemain di New York. (vck)
Sumber: Bloomberg
Penurunan Saham Transportasi Tekan Bursa AS Pada Sesi Penutupan
BESTPROFIT FUTURES MALANG (24/3) - Saham
AS melemah setelah Indeks Standard & Poor 500 menguat sebesar 4
poin dari rekornya, seiring penurunan pada perusahaan transportasi
mengimbangi kenaikan pada saham konsumen.
Indeks Dow Jones
Transportation Average turun setelah perusahaan kereta api Kansas City
Southern memangkas outlook. Indeks Nasdaq Bioteknologi turun 2,2 %
setelah menetapkan rekornya pada Jumat kemarin.
Indeks S&P 500 melemah 0,2 % ke level 2,104.44 pada pukul 04:00 sore waktu New York. Indeks Nasdaq Composite merosot 0,3 %.
Indeks S&P 500 dan
Indeks Dow masing-masing turun kurang dari 1 % dari catatan yang masih
ada sampai tanggal 2 Maret. Indeks Nasdaq Composite Jumat kemarin naik
ke level 15 tahun tertinggi, hampir menghapus penurunan sejak akhir bubble dot-com.
Indeks S&P 500 pekan lalu melonjak sebesar 2,7 %, dengan melemahnya
mata uang dolar, terkait meredanya kekhawatiran tentang kenaikan suku
bunga. (knc)
Sumber : Bloomberg
Bursa Saham Eropa Ditutup Melemah 0,7% Pasca Catat Gain Mingguan
BESTPROFIT FUTURES MALANG (24/3) - Bursa Saham Eropa ditutup melemah, setelah
mencatat gain mingguan ke-7 yang sekaligus mendorong ekuitas tersebut
mendekati level tertingginya sepanjang sejarah.
Indeks Stoxx Europe 600 melemah 0.7% ke level 401.24 pada sesi pentupan perdagangan saham dengan memangkas penurunan awal sebesar 1%. Acuan ekuitas tersebut mengakhiri hari Jumat lalu naik 0.4% dari rekor penutupan pada Maret 2000 silam yang melampaui perkiraan dari 12 survei analis oleh Bloomberg pada Januari lalu. Sementara pekan lalu Indeks FTSE 100 untuk pertama kalinya naik diatas level 7,000 dan hari ini menguat 0.2%.
Pekan lalu Indeks Stoxx 600 melampaui level tertingginya seperti yang tercapai pada tahun 2007 silam terkait spekulasi bahwa Federal Reserve tidak akan terburu-buru dalam menaikkan suku bunga. Sepanjang tahun 2015 ini indeks acuan Eropa telah reli 17% ditengah optimisme bahwa stimulus dari ECB (European Central Bank) akan memulihkan perekonomian Zona Eropa, sementara pelemahan euro akan mendorong laba perusahaan. Reli bulan ini telah mendorong saham-saham perusahaan pada Bursa Eropa mencatat level tertingginya terhadap estimasi pendapatan perusahaan dalam satu dekade terakhir ini.
Sementara itu, para investor juga mengkaji pidato Presiden ECB Mario Draghi dihadapan Parlemen Eropa. Saat pembukaan pidatonya, dia mengesampingkan kekhawatiran bahwa rencana pelonggaran kuantitaif ECB akan terhambat oleh kekurangan obligasi yang ada untuk dibeli. (bgs)
Sumber : Bloomberg
Indeks Stoxx Europe 600 melemah 0.7% ke level 401.24 pada sesi pentupan perdagangan saham dengan memangkas penurunan awal sebesar 1%. Acuan ekuitas tersebut mengakhiri hari Jumat lalu naik 0.4% dari rekor penutupan pada Maret 2000 silam yang melampaui perkiraan dari 12 survei analis oleh Bloomberg pada Januari lalu. Sementara pekan lalu Indeks FTSE 100 untuk pertama kalinya naik diatas level 7,000 dan hari ini menguat 0.2%.
Pekan lalu Indeks Stoxx 600 melampaui level tertingginya seperti yang tercapai pada tahun 2007 silam terkait spekulasi bahwa Federal Reserve tidak akan terburu-buru dalam menaikkan suku bunga. Sepanjang tahun 2015 ini indeks acuan Eropa telah reli 17% ditengah optimisme bahwa stimulus dari ECB (European Central Bank) akan memulihkan perekonomian Zona Eropa, sementara pelemahan euro akan mendorong laba perusahaan. Reli bulan ini telah mendorong saham-saham perusahaan pada Bursa Eropa mencatat level tertingginya terhadap estimasi pendapatan perusahaan dalam satu dekade terakhir ini.
Sementara itu, para investor juga mengkaji pidato Presiden ECB Mario Draghi dihadapan Parlemen Eropa. Saat pembukaan pidatonya, dia mengesampingkan kekhawatiran bahwa rencana pelonggaran kuantitaif ECB akan terhambat oleh kekurangan obligasi yang ada untuk dibeli. (bgs)
Sumber : Bloomberg
Sunday, 22 March 2015
Harga Minyak Melonjak Akhiri 4 Minggu Penurunan
BESTPROFIT FUTURES MALANG (23/3) - Harga minyak mentah di bursa komoditas
Amerika Serikat di akhir perdagangan pekan lalu mengalami kenaikan
harian yang mengesankan (23/3). Harga komoditas ini melonjak kencang di
akhir perdagangan dan mengakhiri fase penurunan mingguan yang telah
terjadi selama 4 minggu sebelumnya. Dollar mengalami penurunan di tengah
kembalinya ketidakpastian mengenai pergerakan suku bunga acuan.
Melemahnya dollar mengangkat minat para investor terhadap komoditas yang
diperdagangkan dalam dollar.
Dollar mengalami pelemahan pada hari
Jumat lalu di tengah ekspektasi bahwa Fed akan menaikkan suku bunga
acuan dengan kecepatan rendah. Euro menguat terhadap dollar setelah para
pemimpin Yunani dan Jerman mencapai nota kesepakatan mengenai usaha
untuk mempertahankan Yunani di Eurozone.
Di samping melemahnya dollar kenaikan
harga minyak juga didukung oleh penurunan produksi pengeboran minyak di
Amerika Serikat. Minggu lalu jumlah kegiatan pengeboran dikurangi 41
menjadi 825, angka paling rendah sejak tahun 2011.
Harga minyak mentah berjangka jenis WTI
untuk kontrak Mei yang merupakan kontrak paling aktif saat ini ditutup
melonjak kencang. Di akhir perdagangan harga minyak WTI tersebut
mengalami kenaikan sebesar 1,76 dollar atau 4 persen pada posisi 45,72
dollar per barel. Peningkatan harian tersebut merupakan yang paling
tajam sejak tanggal 12 Februari lalu. Sementara itu secara mingguan
harga mengalami kenaikan sebesar 2,97 persen.
Harga minyak mentah Brent untuk kontrak
paling aktif yaitu Mei mengalami peningkatan sebesar 1,6 persen di level
55,20 dollar per barel. Harga sempat mengalami penurunan ke posisi
53,55 dollar. Harga minyak Brent menguat 1 persen sepanjang minggu.
Analyst Vibiz Research Center
memperkirakan bahwa pergerakan harga minyak mentah jenis WTI kontrak
paling aktif pada perdagangan hari ini berpotensi untuk bergerak menguat
terbatas. Meskipun masih tidak terlalu kuat, sentiment positif mulai
menguasai pergerakan harga minyak mentah.
Untuk perdagangan hari ini harga minyak
mentah WTI kontrak April diperkirakan akan mengalami level resistance di
47,00 dollar. Resistance selanjutnya ada di 48,00 dollar. Jika terjadi
pergerakan retreat sehingga harga melemah support akan ditemui pada
posisi 44,00 dollar dan 43,00 dollar.
Sumber : Vibiznews
Kontribusi Terhadap Perekonomian Masih Kecil, Ekspor Produk Industri Pengolahan Turun
BESTPROFIT FUTURES MALANG (23/3) - Badan Pusat Statistik (BPS) pada pekan
lalu telah merilis neraca perdagangan Indonesia bulan Februari 2015 yang
dalam laporannya berhasil kembali mencatat surplus sebesar 0,74 miliar
dolar Amerika Serikat (AS). Surplus ini relatif stabil jika dibandingkan
dengan surplus pada Januari 2015 yang tercatat sebesar 0,75 miliar
dolar AS. Pencapaian tersebut ditopang oleh surplus neraca migas maupun
nonmigas.
Ekspor nonmigas untuk industri
pengolahan pada bulan Februari lalu mencatat penurunan sebesar 8,6
persen. Dilihat dari kontribusinya terhadap ekspor keseluruhan
Januari-Februari 2015, kontribusi ekspor nonmigas produk industri
pengolahan adalah sebesar 68.43 persen.
Beberapa komoditi yang termasuk dalam
produk industri pengolahan mencatatkan penurunan ekspor yang cukup
besar, seperti mesin/peralatan listrik sebesar US$42.3juta (5.89%), alas
kaki US$64juta (16.19%), sedangkan perangkat optik mencatat kenaikan
sebesar US$7.5juta (15%).
Berdasarkan data statistik perdagangan
terkini yang dikeluarkan oleh BPS, menunjukkan bahwa peran industri
pengolahan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional menunjukkan tren yang
terus menurun. Hal ini ditandai dengan kontribusi peran industri
pengolahan terhadap pendapatan negara yang terus menurun. Dapat
disimpulkan bahwa sektor industri belum mampu menggerakkan pertumbuhan
dan daya saing ekonomi,
Untuk saat ini produk industri
pengolahan dalam negeri yang berpotensi di ekspor seperti produk
tekstil, kayu olahan, mebel/furniture dan peralatan elektronik.
Sedangkan negara tujuan utama untuk ekspor industri pengolahan ini
antara lain AS, Tiongkok, Jepang, Jerman, Turki, Korea Selatan.
Analys Vibiz Research Center
mengemukakan bahwa kinerja saham untuk sektor terkait di Bursa Efek
Indonesia (BEI) untuk tiga bulan ini yaitu sektor industri nampak
menunjukkan kinerja yang positif dimana indeks saham untuk sektor
MISC-IND mengalami kenaikan sekitar 3.57 % dalam 3 bulan terakhir.
Sementara untuk indeks BASIC-IND menunjukkan penurunan sekitar -4.11%
dalam 3 bulan terakhir.
Sumber : Vibiznews
Saham Asia Kembali Menguat Seiring Peningkatan Harga Emas
BESTPROFIT FUTURES MALANG (23/3) - Saham
Asia naik mengirim indeks saham regional memperpanjang penguatannya ke
level tertinggi dalam enam bulan terakhir pasca meningkatnya spekulasi
bahwa suku bunga AS akan ditahan mendekati nol persen sampai pertengahan
tahun ini mendorong ekuitas global catat kenaikan mingguan terbesar
sejak 2013 lalu. Sementara itu, harga minyak mentah turun, emas naik.
Indeks
MSCI Asia Pacific naik untuk hari kelima berturut-turut, naik sebesar
0,6 persen pukul 09:19 di Tokyo. Indeks Topix Jepang naik sebesar 0,7
persen. Indeks Standard & Poor 500 berjangka menguat 0,1 persen
pasca pekan lalu indeks catat perfoma terbaik sejak awal Februari lalu.
Minyak AS anjlok sebesar 1,2 persen, setelah naik sebesar 4 persen pada
Jumat lalu, Arab Saudi mengatakan tengah mengeksplorasi minyak mendekati
rekor jumlah minyak mentah. Emas memperpanjang kenaikan mingguan
tertinggi dalam dua bulan terakhir. Indeks Bloomberg Dollar Spot jatuh,
mengirim turun untuk hari kedua menjadi 1,4 persen. Mata uang emerging
market mengalami penguatan.
Nilai
ekuitas global meningkat sekitar US$2.4 triluin pekan lalu karena
Federal Reserve mengisyaratkan memperlambat kecepatan pengetatan moneter
dari perkiraan sebelumnya di tengah ekonomi yang moderat. Hal itu cukup
member tekanan terhadap dolar, dengan indeks dolar catat penurunan
tajam sejak 2011 lalu. Minggu kemarin, China Petroleum & Chemical
Corp melaporkan laba tahunan yang terendah sejak awal krisis keuangan
global di tengah merosotnya harga minyak sebesar 46 persen. Taiwan akan
mengupdate tingkat pengangguran hari ini dan Singapura akan merilis laju
inflasi.
Indeks
Australia S&P/ASX 200 stagnan di 50 menit pertama awal perdagangan,
sedangkan indeks NZX 50 turun sebesar 0,2 persen di Wellington.
Sementara, indeks Kospi di Seoul. Kedua indeks Nasdaq Composite dan
Stoxx Europe 600 naik 0,5 persen dari rekor level tertingginya pekan
lalu. (izr)
Sumber : Bloomberg
Emas Lanjutkan Kenaikan Mingguannya Pasca Dolar Anjlok Tajam Sejak 2011
BESTPROFIT FUTURES MALANG (23/3) - Emas
menuju gain terpanjang sejak Oktober lalu, naik untuk hari keempat
berturut-turut, akibat dolar catat performa mingguan terburuk pasca
Federal Reserve menurunkan proyeksi kenaikan suku bunga AS.
Bullion
untuk pengiriman segera naik sebanyak 0,4 persen ke level $1,187.31 per
ons dan berada di level $1,186.68 pukul 8:01 di Singapura, menurut
harga generik Bloomberg. Logam meningkat sebesar 2,1 persen pekan lalu,
rebound dari level terendahnya dalam tiga bulan terakhir pada jumat
lalu, seiring dengan pelemahan indeks Dolar Bloomberg sebesar 2,2
persen.
Ketua
The Fed Janet Yellen menyarankan pekan lalu bahwa bank sentral AS tidak
akan terburu-buru dalam menaikkan suku bunga, bahkan seiring dengan
pernyataan pasca pertemuan kebijakan menunjukkan para pejabat otoritas
menjatuhkan janji untuk bersabar terkait pengetatan kebijakan moneter.
Pedagang telah melepas emas dalam mengantisipasi biaya pinjaman yang
lebih tinggi, yang biasanya mengirim investor beralih pada aset dengan
prospek hasil yang lebih baik seperti saham.
Para
Pejabat The Fed pada 18 Maret lalu menurunkan perkiraan mereka untuk
biaya pinjaman pada akhir 2015 menjadi 0,625 persen, dari perkiraan
bulan Desember yang sebesar 1,125 persen. Perdagangan emas berbanding
terbalik dengan mata uang AS.
Emas untuk pengiriman April ditransaksikan pada level $1,186.30 di Comex dari level $1,184.60 pada penutupan pada jumat lalu.
Perak
untuk pengiriman segera naik sebesar 0,5 persen ke level $16,834 per
ons, memperpanjang kenaikan menjadi 7 persen pekan lalu. Spot platinum
naik sebesar 0,1 persen menjadi $ ,140.13 per ons, sedangkan paladium
turun sebesar 0,1 persen ke level $ 776,10 per ons. (izr)
Sumber: Bloomberg
Saham Jepang Menuju Ke Level Tertingginya Dalam 7 Tahun Terakhir
BESTPROFIT FUTURES MALANG (23/3) - Saham
Jepang bergerak naik, dengan indeks Topix menuju level tertinggi dalam
tujuh tahun terakhir, karena ekuitas global yang kembali reli di tengah
ekspektasi terhadap Federal Reserve agar bersabar dalam menaikkan suku
bunga.
Indeks
Topix naik 0,2 % ke level 1,583.14 pukul 09:01 pagi di Tokyo, bersiap
untuk penutupan tertinggi sejak November 2007 lalu, setelah membatasi
kenaikan mingguan kesembilan. Indeks Nikkei 225 Stock Average naik 0,1 %
ke level 19,584.73. Sementara mata uang yen diperdagangkan pada level
119,95 per dolar setelah pekan lalu menguat sebesar 1,1 %. Lebih dari $
2,4 triliun ditambahkan ke nilai saham global dalam lima hari terakhir
sampai 20 Maret karena The Fed mengisyaratkan bersabar dalam menaikkan
suku bunga.
Indeks
Topix naik 12 % tahun ini pada pekan lalu, menjadikannya pemain terbaik
di antara pasar ekuitas Asia yang di pantau oleh Bloomberg, didukung
oleh stimulus bank sentral dan stok pembelian dan pergeseran dana
pensiun senilai $ 1.1 triliun dari obligasi ke saham negara tersebut.
Tiga dana pensiun publik Jepang lainnya senilai ¥ 30.3 triliun ($ 252
miliar) mereka mengatakan pekan lalu akan mengadopsi target aset alokasi
serupa dengan Dana Pensiun Investasi Pemerintah, menurut pernyataan
bersama di situs Web mereka.
E-mini
berjangka pada Indeks S&P 500 naik 0,1 % setelah indeks acuan
mendasari reli sebesar 0,9 % pada Jumat lalu, sementara Indeks Nasdaq
Composite menguat ke level tertinggi dalam 15 tahun terakhir. (vck)
Sumber: Bloomberg
Thursday, 19 March 2015
IHSG Berpeluang Menguat Jelang Akhir Pekan
BESTPROFIT FUTURES MALANG (20/3) - Gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan melanjutkan penguatan pada perdagangan saham Jumat pekan ini.
Analis PT Asjaya Indosurya Securities, William Suryawijaya menuturkan, target IHSG untuk kembali mengukir rekor baru melampaui level resistance 5.514 kembali terbuka lebar. Hal itu dapat terjadi bila support 5.401 masih terjaga kuat.
"IHSG berpotensi melanjutkan kenaikan pasca melakukan technical rebound," ujar William dalam ulasannya, Jumat (20/3/2015).
Sementara itu, riset PT Sinarmas Sekuritas menyebutkan, IHSG bergerak menguat di kisaran level 5.435-5.478 pada perdagangan saham menjelang akhir pekan ini.
Ada sejumlah sentimen yang pengaruhi laju IHSG antara lain penguatan nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Ditambah AS akan merilis data initial jobless claims yang diperkirakan naik 2.000 ke 301 ribu.
Untuk rekomendasi saham, William memilih sejumlah saham yang dapat diperhatikan pelaku pasar antara lain saham PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Jasa Marga Tbk (JSMR), dan PT Pakuwon Jati Tbk (PWON).
Sedangkan riset PT Sinarmas Sekuritas menuliskan saham-saham yang dapat diperhatikan yaitu saham PWON, PT Summarecon Agung Tbk (SMRA), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), dan PT Charoen Phokpand Indonesia Tbk (CPIN). (Ahm/)
Sumber : Liputan6
Analis PT Asjaya Indosurya Securities, William Suryawijaya menuturkan, target IHSG untuk kembali mengukir rekor baru melampaui level resistance 5.514 kembali terbuka lebar. Hal itu dapat terjadi bila support 5.401 masih terjaga kuat.
"IHSG berpotensi melanjutkan kenaikan pasca melakukan technical rebound," ujar William dalam ulasannya, Jumat (20/3/2015).
Sementara itu, riset PT Sinarmas Sekuritas menyebutkan, IHSG bergerak menguat di kisaran level 5.435-5.478 pada perdagangan saham menjelang akhir pekan ini.
Ada sejumlah sentimen yang pengaruhi laju IHSG antara lain penguatan nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Ditambah AS akan merilis data initial jobless claims yang diperkirakan naik 2.000 ke 301 ribu.
Untuk rekomendasi saham, William memilih sejumlah saham yang dapat diperhatikan pelaku pasar antara lain saham PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Jasa Marga Tbk (JSMR), dan PT Pakuwon Jati Tbk (PWON).
Sedangkan riset PT Sinarmas Sekuritas menuliskan saham-saham yang dapat diperhatikan yaitu saham PWON, PT Summarecon Agung Tbk (SMRA), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), dan PT Charoen Phokpand Indonesia Tbk (CPIN). (Ahm/)
Sumber : Liputan6
Sentimen Suku Bunga The Fed, Antarkan Emas Pangkas Gain Dari Level 2 Pekan Tertinggi
BESTPROFIT FUTURES MALANG (20/3) - Emas memangkas gain setelah hampir
mencapai level 2 pekan tertingginya ditengah adanya kecemasan baru bahwa
Federal Reserve akan meningkatkan suku bunga AS, meskipun The Fed
sendiri memangkas outlook suku bunga pinjaman.
The Fed menurunkan komitmen bersabar terkait pengetatan kebijakan pada pernyataannya hari Rabu kemarin ditengah The Fed menurunkan proyeksi suku bunga di akhir tahun 2015 ini. Sementara dolar mengalami rebound dengan mencatatkan kenaikan sebesar 1.5% terhadap 10 mata uang lainnya terkait spekulasi bahwa suku bunga pinjaman yang akan naik ditengah ekonomi negara lainnya melakukan pelonggaran moneter.
Peningkatan suku bunga menurunkan daya tarik emas karena logam mulia secara umum memberikan return hanya dengan kenaikan harga, hal tersebut mengantarkan para investor kepada aset dengan prospek imbal hasil yang lebih baik seperti obligasi. Sedangkan kepemilikan pada ETF (exchange-traded fund) berbasis emas mencatat penurunan mingguan ke-3 secara beruntun akibat para investor yang telah meninggalkan emas terkait antisipasi kenaikan suku bunga pinjaman.
Emas untuk pengiriman segera naik sebesar 0.3% dengan ditutup di level $1,171.18 per ounce, menurut harga dari Bloomberg. Sebelumnya emas sempat naik dengan mencapai level $1,177.96 yang sekaligus level tertingginya sejak 6 Maret lalu. (bgs)
Sumber : Bloomberg
The Fed menurunkan komitmen bersabar terkait pengetatan kebijakan pada pernyataannya hari Rabu kemarin ditengah The Fed menurunkan proyeksi suku bunga di akhir tahun 2015 ini. Sementara dolar mengalami rebound dengan mencatatkan kenaikan sebesar 1.5% terhadap 10 mata uang lainnya terkait spekulasi bahwa suku bunga pinjaman yang akan naik ditengah ekonomi negara lainnya melakukan pelonggaran moneter.
Peningkatan suku bunga menurunkan daya tarik emas karena logam mulia secara umum memberikan return hanya dengan kenaikan harga, hal tersebut mengantarkan para investor kepada aset dengan prospek imbal hasil yang lebih baik seperti obligasi. Sedangkan kepemilikan pada ETF (exchange-traded fund) berbasis emas mencatat penurunan mingguan ke-3 secara beruntun akibat para investor yang telah meninggalkan emas terkait antisipasi kenaikan suku bunga pinjaman.
Emas untuk pengiriman segera naik sebesar 0.3% dengan ditutup di level $1,171.18 per ounce, menurut harga dari Bloomberg. Sebelumnya emas sempat naik dengan mencapai level $1,177.96 yang sekaligus level tertingginya sejak 6 Maret lalu. (bgs)
Sumber : Bloomberg
Outlook Suku Bunga The Fed Angkat Dolar Rebound dari Penurunan Terbesar
BESTPROFIT FUTURES MALANG (20/3) - Dolar
rebound dari penurunan terbesarnya dalam 6 tahun terakhir di tengah
spekulasi Federal Reserve yang tetap akan menaikkan suku bunga pada
tahun ini bahkan setelah memangkas proyeksi suku bunga acuan.
Mata uang Dolar AS
menguat terhadap 13 dari 16 mata uang utama pasca The Fed semakin
mendekati untuk tingkat yang lebih tinggi dengan latar belakang
pelonggaran global, yang dipimpin oleh Bank Sentral Eropa (ECB) dan Bank
of Japan (BOJ). Ketua Fed Janet Yellen tidak akan mengabaikan kenaikan
suku bunga pada awal Juni mendatang setelah bank sentral menghapus
komitmennya untuk bersabar pada pengetatan kebijakan moneter hari Rabu.
Indeks Spot Dollar
Bloomberg, yang mengukur kinerja mata uang terhadap 10 mata uang utama,
naik 1,4 % ke level 1,211.18 pada pukul 15:05 siang waktu New York,
menghentikan penurunan selama tiga hari. Indeks tersebut mencapai level
1,222.12 pada tanggal 13 Maret lalu, yang merupakan level tertingginya
berdasarkan harga penutupan untuk kembali ke tahun 2004 silam.
Mata uang AS menguat 2
% ke level $ 1,0644 per euro, kenaikan pertamanya dalam 4 hari
terakhir. Dolar naik 0,7 % ke level 120,94 yen.
Indeks Dollar
Bloomberg kemarin melemah sebesar 1,8 %, merupakan penurunan terbesarnya
sejak The Fed mengumumkan pembelian imbal hasil obligasi bulan Maret
2009, seiring ekspektasi dari bank sentral AS hampir setengahnya untuk
menaikan suku bunga pada akhir tahun ini. Perkiraan para anggota The
Fed, suku bunga di akhir tahun 2015 ini sebesar 0,625 %, dibandingkan
dengan perkiraan bulan Desember tahun lalu sebesar 1,125 %. (knc)
Sumber : Bloomberg
Melemahnya Saham Energi, Jatuhkan Bursa AS 0.5% di Sesi Penutupan
BESTPROFIT FUTURES MALANG (20/3) - Bursa Saham AS ditutup melemah, setelah
mengalami reli pada hari Rabu kemarin terkait pernyataan kebijakan
Federal Reserve, pelemahan hari ini akibat anjloknya saham perbankan dan
perusahaan energi pasca penurunan harga minyak.
Indeks Standard & Poor 500 melemah 0.5% ke level 2,089.40 pukul 4 sore ini waktu New York. Sementara Indeks Nasdaq Composite menguat 0.2% setelah sempat kembali mencapai level 5,000.
Indeks S&P 500 berada pada laju sesi ke 22 secara beruntun tanpa kenaikan yang sekaligus sesi penurunan terpanjangnya sejak pelemahan selama 23 hari pada Juni 2010 silam. Indeks acuan tersebut tidak pernah turun selama 4 hari beruntun di tahun 2014 kemarin.
Sementara itu, dolar rebound dari penurunan tertajamnya terhadap euro dalam waktu 6 tahun terakhir. Indeks Spot Dolar Bloomberg mendulang gain 1.4% yang sekaligus menghentikan penurunan selama 3 hari terakhir.
Kemarin Indeks S&P 500 menguat sebesar 1.2% setelah The Fed menyatakan bahwa rilis data mengisyaratkan pertumbuhan ekonomi telah memasuki masa moderat. Bank Sentral AS tersebut juga menyatakan bahwa kenaikan suku bunga di bulan April mendatang sepertinya tidak akan terjadi dan The Fed tidak akan melakukan pengetatan kebijakan hingga cukup yakin dengan inflasi akan kembali ke targetnya dan pasar tenaga kerja kembali membaik. (bgs)
Sumber : Bloomberg
Indeks Standard & Poor 500 melemah 0.5% ke level 2,089.40 pukul 4 sore ini waktu New York. Sementara Indeks Nasdaq Composite menguat 0.2% setelah sempat kembali mencapai level 5,000.
Indeks S&P 500 berada pada laju sesi ke 22 secara beruntun tanpa kenaikan yang sekaligus sesi penurunan terpanjangnya sejak pelemahan selama 23 hari pada Juni 2010 silam. Indeks acuan tersebut tidak pernah turun selama 4 hari beruntun di tahun 2014 kemarin.
Sementara itu, dolar rebound dari penurunan tertajamnya terhadap euro dalam waktu 6 tahun terakhir. Indeks Spot Dolar Bloomberg mendulang gain 1.4% yang sekaligus menghentikan penurunan selama 3 hari terakhir.
Kemarin Indeks S&P 500 menguat sebesar 1.2% setelah The Fed menyatakan bahwa rilis data mengisyaratkan pertumbuhan ekonomi telah memasuki masa moderat. Bank Sentral AS tersebut juga menyatakan bahwa kenaikan suku bunga di bulan April mendatang sepertinya tidak akan terjadi dan The Fed tidak akan melakukan pengetatan kebijakan hingga cukup yakin dengan inflasi akan kembali ke targetnya dan pasar tenaga kerja kembali membaik. (bgs)
Sumber : Bloomberg
Pasca Pernyataan The Fed Antarkan Saham Eropa Berakhir Menguat
BESTPROFIT FUTURES MALANG (20/3) - Saham
Eropa menguat ke level tertingginya sejak tahun 2000, terkait dengan
Federal Reserve mengakui moderasi dalam pertumbuhan ekonomi, memicu
spekulasi bahwa The Fed tidak akan terburu-buru untuk menaikkan suku bunga.
Sebanyak 16 dari 19
kelompok industri pada Indeks Stoxx Europe 600 naik, dipimpin oleh
perusahaan-perusahaan energi. Saham Royal Dutch Shell Plc naik 1,2 %,
sementara saham Premier Oil Plc melonjak sebesar 8,1 %, yang merupakan
kenaikan terbesarnya di Indeks Stoxx 600.
Indeks Stoxx 600 naik
0,6 % ke level 400,98 pada pukul 4:30 sore waktu London. Ekuitas kemarin
naik diikuti saham Inggris setelah presentasi anggaran dan saham Swedia
melonjak setelah menurunkan suku bunga acuan. Indeks Stoxx 600 telah
melonjak sebesar 17 % pada tahun ini.
The Fed memangkas
estimasi untuk suku bunga acuan AS pada akhir tahun 2015, mengurangi
kekhawatiran bahwa memperketat kebijakan moneter yang akan menghambat
permintaan untuk aset berisiko dan mengirim penguatan mata uang dolar.
(knc)
Sumber : Bloomberg
Wednesday, 18 March 2015
The Fed Pangkas Outlook Suku Bunga, Emas Mencatat Kenaikan Tajam di Sesi Penutupan
BESTPROFIT FUTURES MALANG (19/3) - Harga emas naik tajam sejak Januari
kemarin menyusul Federal Reserve menyatakan bahwa meningkatkan suku
bunga bulan depan kemungkinan tidak akan terjadi dan The Fed memangkas
outlook suku bunga pinjaman.
Pertumbuhan ekonomi AS telah memasuki Ã…“sedikit moderat dan laju inflasi telah berlanjut menurun dibawah target The Fed, hal itu disampaikan Federal Open Market Committee pada hari Rabu waktu AS. Bank Sentral AS menurunkan perkiraan rata-ratanya terkait suku bunga diakhir tahun 2015 ini sebesar 0.625%, dibandingkan dengan 1.125% pada perkiraan Desember tahun kemarin.
Sepanjang tahun 2015 ini emas telah mengalami penurunan sebesar 1,4% ini terkait kekhawatiran bahwa suku bunga yang akan dinaikkan, sehingga hal tersebut memangkas daya tarik logam mulia yang secar umum memberikan return melalui kenaikan harga. Acuan suku bunga sendiri telah mendekati 0 sejak tahun 2008 silam.
Emas untuk pengiriman segera naik sebesar 1.6% dengan ditutup di level $1,167.61 per ounce yang sekaligus mencatatkan gain tertingginya sejak 30 Januari lalu.
Sementara itu, para investor telah meninggalkan emas atas antisipasi kenaikan suku bunga pinjaman dalam waktu terdekat dan beralih ke aset dengan prospek imbal hasil yang lebih baik seperti obligasi dan ekuitas. Pada bulan Maret ini lebih dari $4 miliar telah beralih dari nilai reksadana berbasis bullion yang diperdagangkan di bursa yang juga merupakan penurunan bulanan tertajam sejak September tahun kemarin. (bgs)
Sumber : Bloomberg
Pertumbuhan ekonomi AS telah memasuki Ã…“sedikit moderat dan laju inflasi telah berlanjut menurun dibawah target The Fed, hal itu disampaikan Federal Open Market Committee pada hari Rabu waktu AS. Bank Sentral AS menurunkan perkiraan rata-ratanya terkait suku bunga diakhir tahun 2015 ini sebesar 0.625%, dibandingkan dengan 1.125% pada perkiraan Desember tahun kemarin.
Sepanjang tahun 2015 ini emas telah mengalami penurunan sebesar 1,4% ini terkait kekhawatiran bahwa suku bunga yang akan dinaikkan, sehingga hal tersebut memangkas daya tarik logam mulia yang secar umum memberikan return melalui kenaikan harga. Acuan suku bunga sendiri telah mendekati 0 sejak tahun 2008 silam.
Emas untuk pengiriman segera naik sebesar 1.6% dengan ditutup di level $1,167.61 per ounce yang sekaligus mencatatkan gain tertingginya sejak 30 Januari lalu.
Sementara itu, para investor telah meninggalkan emas atas antisipasi kenaikan suku bunga pinjaman dalam waktu terdekat dan beralih ke aset dengan prospek imbal hasil yang lebih baik seperti obligasi dan ekuitas. Pada bulan Maret ini lebih dari $4 miliar telah beralih dari nilai reksadana berbasis bullion yang diperdagangkan di bursa yang juga merupakan penurunan bulanan tertajam sejak September tahun kemarin. (bgs)
Sumber : Bloomberg
Dolar Merosot Tajam Sejak 2009 Pasca The Fed Pangkas Perkiraan Suku Bunga
BESTPROFIT FUTURES MALANG (19/3) - Dolar
merosot tajam dalam 6 tahun terakhir setelah Federal Reserve pangkas
perkiraan suku bunga AS, The Fed mencabut janji untuk tetap "bersabar"
menaikkan tingkat suku bunga.
Mata uang Dolar AS
melemah terhadap sebagian besar mata uang utama seiring pejabat bank
sentral hampir setengahnya dari mereka memperkirakan untuk target
tingkat tahun ini. Dolar berada di level terendahnya dalam 6 bulan
terakhir, dengan para pedagang meningkatkan spekulasi untuk kenaikan
lebih lanjut ke rekor tertingginya, karena The Fed mendekati pengetatan
untuk pertama kalinya dalam hampir satu dekade terakhir.
Indeks Spot Dolar
Bloomberg, yang mengukur kinerja mata uang terhadap 10 mata uang utama,
merosot sebesar 1,75 % ke level 1,194.89, yang merupakan penurunan
terbesarnya sejak The Fed mengumumkan pembelian obligasi pada Maret 2009
lalu. Pada hari Jumat, indeks tersebut mencapai level tertingginya
berdasarkan harga penutupan kembali pada tahun 2004 silam.
Dolar melemah sebesar 1 % ke level 120,11 yen dan anjlok sebesar 2,5 % ke level $ 1,0864 per euro. (knc)
Sumber : Bloomberg
The Fed Pangkas Outlook Suku Bunga, Angkat Emas Naik Tajam Sejak Januari
BESTPROFIT FUTURES MALANG (19/3) - Harga emas naik tajam sejak Januari
kemarin menyusul Federal Reserve menyatakan bahwa meningkatkan suku
bunga bulan depan kemungkinan tidak akan terjadi dan The Fed memangkas
outlook suku bunga pinjaman.
Pertumbuhan ekonomi AS telah memasuki œsedikit moderat dan laju inflasi telah berlanjut menurun dibawah target The Fed, hal itu disampaikan Federal Open Market Committee pada hari Rabu waktu AS. Bank Sentral AS menurunkan perkiraan rata-ratanya terkait suku bunga diakhir tahun 2015 ini sebesar 0.625%, dibandingkan dengan 1.125% pada perkiraan Desember tahun kemarin.
Hingga tanggal 17 Maret kemarin emas telah mengalami penurunan sebesar 3% sepanjang tahun 2015 ini terkait kekhawatiran bahwa suku bunga yang akan dinaikkan, sehingga hal tersebut memangkas daya tarik logam mulia yang secar umum memberikan return melalui kenaikan harga. Acuan suku bunga sendiri telah mendekati 0 sejak tahun 2008 silam.
Emas untuk pengiriman segera naik sebesar 1.3% ke level $1,164.39 per ounce pukul 2:37 sore ini waktu New York yang sekaligus mencatatkan gain tertingginya sejak 30 Januari lalu.
Sementara itu, para investor telah meninggalkan emas atas antisipasi kenaikan suku bunga pinjaman dalam waktu terdekat dan beralih ke aset dengan prospek imbal hasil yang lebih baik seperti obligasi dan ekuitas. Pada bulan Maret ini lebih dari $4 miliar telah beralih dari nilai reksadana berbasis bullion yang diperdagangkan di bursa yang juga merupakan penurunan bulanan tertajam sejak September tahun kemarin. (bgs)
Sumber : Bloomberg
Pertumbuhan ekonomi AS telah memasuki œsedikit moderat dan laju inflasi telah berlanjut menurun dibawah target The Fed, hal itu disampaikan Federal Open Market Committee pada hari Rabu waktu AS. Bank Sentral AS menurunkan perkiraan rata-ratanya terkait suku bunga diakhir tahun 2015 ini sebesar 0.625%, dibandingkan dengan 1.125% pada perkiraan Desember tahun kemarin.
Hingga tanggal 17 Maret kemarin emas telah mengalami penurunan sebesar 3% sepanjang tahun 2015 ini terkait kekhawatiran bahwa suku bunga yang akan dinaikkan, sehingga hal tersebut memangkas daya tarik logam mulia yang secar umum memberikan return melalui kenaikan harga. Acuan suku bunga sendiri telah mendekati 0 sejak tahun 2008 silam.
Emas untuk pengiriman segera naik sebesar 1.3% ke level $1,164.39 per ounce pukul 2:37 sore ini waktu New York yang sekaligus mencatatkan gain tertingginya sejak 30 Januari lalu.
Sementara itu, para investor telah meninggalkan emas atas antisipasi kenaikan suku bunga pinjaman dalam waktu terdekat dan beralih ke aset dengan prospek imbal hasil yang lebih baik seperti obligasi dan ekuitas. Pada bulan Maret ini lebih dari $4 miliar telah beralih dari nilai reksadana berbasis bullion yang diperdagangkan di bursa yang juga merupakan penurunan bulanan tertajam sejak September tahun kemarin. (bgs)
Sumber : Bloomberg
Saham AS Ditutup Menguat Seiring Pernyataan The Fed
BESTPROFIT FUTURES MALANG (19/3) - Saham
AS naik, menghentikan penurunan sebelumnya, setelah Federal Reserve
mengatakan data pertumbuhan ekonomi telah dimoderasi, memicu spekulasi
bahwa The Fed tidak akan terburu-buru untuk menaikkan suku bunga.
Indeks Standard &
Poor 500 menguat 1,2 % ke level 2,099.26 pada pukul 16:00 sore waktu New
York. Indeks Russell 2000 naik 0,8 % ke rekornya. Indeks Nasdaq
Composite meningkat 0,9 %, dan secara singkat naik kembali di atas level
5.000.
Bank sentral
mengatakan kenaikan suku bunga pada bulan April kemungkinan tidak akan
terjadi dan tidak akan melakukan pengetatan sampai "yakin" inflasi akan
kembali ke targetnya dan selanjutnya pasar tenaga kerja akan meningkat.
The Fed juga akan "bersabar" dalam menaikkan suku bunga.
Federal Reserve
menurunkan perkiraan rata-ratanya terkait suku bunga di akhir tahun 2015
ini sebesar 0,625 %, dibandingkan dengan 1.125 % pada perkiraan bulan
Desember tahun kemarin. Perkiraan rata-rata pada akhir tahun 2016
menurun menjadi 1.875 % dari sebelumnya sebesar 2,5 %, menurut ringkasan
triwulan Federal Open Market Committee (FOMC) dari perkiraan ekonomi.
(knc)
Sumber : Bloomberg
Subscribe to:
Comments (Atom)
