BESTPROFIT FUTURES MALANG (27/3) - Bursa Saham Eropa mencatat penurunan tajam
pada hari ke-2 dalam kurun waktu hampir 3 bulan terakhir ditengah
meningkatnya ketegangan di Timur Tengah.
Indeks Stoxx 600
tergelincir 0.9% ke level 394.54 pada sesi penutupan perdagangan saham
menyusul Arab Saudi dan para sekutunya yang telah menyerang para
pemberontak di Yemen. Bursa Saham Benua Biru sempat memangkas penurunan
sebesar 1.8% diakhir sesi perdagangan saham. Sepanjang tahun ini acuan
saham Eropa tersebut berada pada laju penurunan mingguan tertajamnya
setelah naik 0.4% dari rekornya. Sementara saham-saham perusahaan
produsen energi membalikkan gain setelah timbulnya kekhawatiran mengenai
meningkatnya ketidakstabilan di Timur Tengah yang telah menyebabkan
kenaikan harga minyak.
Sepanjang tahun 2015 ini Indeks Stoxx 600
telah reli sebesar 18% terkait optimisme bahwa stimulus dari ECB
(European Central Bank) akan memulihkan perekonomian kawasan tersebut.
Sementara itu, serangan terhadap para pemberontak Syiah di Yemen
menandai sebuah eskalasi ketegangan di Iran yang dikenal sebagai salah
satu negara pengekspor minyak terbesar di dunia. Sedangkan minyak
sendiri naik sebesar 3.1% dengan sempat memangkas gain awal sebesar
6.6%.
Saham-saham jasa penerbangan melemah ditengah meningkatnya
harga minyak. Saham International Consolidated Airlines Group SA turun
3.4%, Deutsche Lufthansa AG anjlok 2.9% dan Air France-KLM Group turun
1.3%. (bgs)
Sumber : Bloomberg
Thursday, 26 March 2015
Wednesday, 25 March 2015
Data Kepercayaan Bisnis Jerman Angkat Emas Mencapai Level 2 1/2 Pekan Tertinggi
BESTPROFIT FUTURES MALANG (26/3) - Emas
mencapai level 2 ½ minggu tertinggi pada hari Rabu, naik untuk sesi
keenam seiring meningkatnya data kepercayaan bisnis Jerman dapat
mendorong penguatan mata uang euro terhadap dolar, dan meredanya
ekspektasi untuk kenaikan suku bunga AS.
Euro naik 0,4 %
terhadap mata uang AS setelah menurut survei terhadap kepercayaan bisnis
Jerman memicu ekspektasi bahwa pemulihan ekonomi zona euro meningkat,
memperpanjang kenaikan setelah barang tahan lama AS secara tak terduga
menurun.
Spot emas naik 0,3 %
ke level $ 1,196.35 per ounce pada pukul 2:52 siang waktu setempat,
setelah sebelumnya menyentuh level $ 1,199.70, yang merupakan level
tertingginya sejak 6 Maret lalu. Emas berjangka AS pengiriman bulan
April naik $ 5,60 per ons atau 0,5 %, untuk menetap di level $ 1.197.
Spot perak naik 5 % ke level $ 16,96 per ons setelah sebelumnya menguat ke level 5 pekan tertinggi di level $ 17,11. (knc)
Sumber : Reuters
Indeks Topix Menuju Penurunan Terbesar dalam Tujuh Pekan
BESTPROFIT FUTURES MALANG (26/3) - Saham
jepang merosot mengirim indeks Topix menuju kerugian terbesar dalam
tujuh pekan terakhir pasca aksi selloff saham teknologi AS.
Indeks
Topix merosot sebesar 0,8 persen ke level 1,580.03 pukul 09:03 pagi di
Tokyo, 31 saham dari 33 sub industri mengalami koreksi. Indeks Nikkei
225 Stock Average turun sebesar 0,7 persen ke level 19,610.07. Yen
ditransaksikan pada level 119,49 per dolar pasca menguat sebesar 0,2
persen pada Rabu kemarin pasca data menunjukkan penurunan tak terduga
dalam pesanan barang tahan lama Amerika yang mendorong beberapa ekonom
untuk menurunkan prakiraan pertumbuhan ekonomi AS untuk kuartal pertama.
Indeks Standard & Poor 500 turun tajam dalam dua pekan terakhir.
Tingkat
pesanan untuk barang yang dapat bertahan setidaknya dalam tiga tahun
turun 1,4 persen pada Februari. Para ekonom memperkirakan tingkat
pesanan naik sebesar 0,2 persen.
Ekonom
di JPMorgan Chase & Co memangkas perkiraan mereka untuk Produk
Domestik Bruto (PDB) kuartal pertama pasca laporan manufaktur ke level
1,5 persen kecepatan tahunan dari 2 persen. The Federal Reserve Bank of
Atlanta juga menurunkan proyeksi pertumbuhan tahunan pada kuartal
pertama menjadi 0,2 persen dari 0,3 persen, menurut website-nya.
Kontrak
E-mini berjangka Indeks S&P 500 naik sebesar 0,1 persen pasca
indeks saham acuan turun sebesar 1,5 persen pada Rabu di New York
seiring aksi jual saham semi-konduktor menyebar ke pasar yang lebih
luas. Indeks Nasdaq Composite Index turun 2,4 persen, terbesar dalam 11
bulan terakhir. (izr)
Sumber: Bloomberg
Pelemahan Saham AS Seret Saham Asia Dari Level Tertingginya
BESTPROFIT FUTURES MALANG (26/3) - Saham
Asia catat penurunan dari level tertinggi dalam delapan bulan terakhir,
menyusul penurunan ekuitas AS, yang dipimpin oleh saham material dan
konsumen.
Indeks
MSCI Asia Pacific turun 0,6 % ke level 148,20 pukul 09:01 pagi di
Tokyo. Kemarin indeks acuan naik yang merupakan penutupan tertinggi
sejak 30 Juli tahun lalu, sementara Indeks Nasdaq Composite turun tajam
dalam11 bulan terakhir dan indeks Standard & Poor 500 melemah 1,5 %
karena aksi jual saham semikonduktor. Indeks Asia naik 8,2 % tahun ini
sampai hari kemarin.
Indeks
Shanghai Composite turun 0,8 % pada hari Rabu kemarin, sehingga
mengakhiri reli selama 10-hari, itu merupakan reli terpanjang beruntun
sejak tahun 1992 silam, di tengah kekhawatiran perlambatan ekonomi
sehingga berdampak pada pertumbuhan laba. Sebuah laporan pada hari
Selasa menunjukkan indeks manufaktur China turun ke level 11-bulan
terendahnya di bulan Maret, sehingga menunjukkan stimulus yang mungkin
diperlukan untuk meningkatkan output pabrik pada ekonomi terbesar kedua
di dunia tersebut.
Indeks Topix Jepang mengalami penurunan 0,7 % hari ini, sama seperti yang dilakukan indeks Kospi Korea Selatan. Sementara Indeks S&P/ASX 200 Australia melemah 1,2 %. Sedangkan Indeks NZX 50 Selandia Baru turun 0,6 %. Pasar saham di China dan Hong Kong belum dibuka. (vck)
Sumber: Bloomberg
Saham Teknologi Anjlok, Hantam Bursa Saham AS Ditutup Tumbang
BESTPROFIT FUTURES MALANG (26/3) - Bursa Saham AS ditutup melemah,
mengantarkan Indeks Nasdaq Composite turun tajam dalam 11 bulan terakhir
ditengah adanya aksi jual saham perusahaan teknologi pada acuan saham
tersebut.
Indeks Nasdaq Composite turun 2.4% pukul 4 sore ini waktu New York yang sekaligus penutupan tertajam sejak 10 April tahun 2014 kemarin. Sementara Indeks Standard & Poor 500 ambruk 1.5% ke level 2,061.18 dengan dibawah level harga rata-rata selama kurun waktu 50 hari terakhir.
Pekan ini Indeks S&P 500, Dow Jones dan Nasdaq Composite bergerak mendekati rekornya ditengah spekulasi bahwa Federal Reserve tidak akan terburu-buru dalam menaikkan suku bunga. Penurunan hari Rabu ini sekaligus menghapus kenaikan pada Dow Jones selama tahun 2015 ini.
Tahun ini Indeks S&P 500 berada di diantara indeks di negara maju dengan performa terburuk, akan tetapi indeks acuan tersebut masih menorehkan kenaikan kuartalan ke-9 secara beruntun, dengan mengalami kenaikan sebesar 0.2%. Hal tersebut menjadi kenaikan terlama secara beruntun sejak 1998 silam dan kenaiakn ini juga mendorong valuasi ekuitas mencapai level tertingginya dalam 6 tahun terakhir. (bgs)
Sumber : Bloomberg
Indeks Nasdaq Composite turun 2.4% pukul 4 sore ini waktu New York yang sekaligus penutupan tertajam sejak 10 April tahun 2014 kemarin. Sementara Indeks Standard & Poor 500 ambruk 1.5% ke level 2,061.18 dengan dibawah level harga rata-rata selama kurun waktu 50 hari terakhir.
Pekan ini Indeks S&P 500, Dow Jones dan Nasdaq Composite bergerak mendekati rekornya ditengah spekulasi bahwa Federal Reserve tidak akan terburu-buru dalam menaikkan suku bunga. Penurunan hari Rabu ini sekaligus menghapus kenaikan pada Dow Jones selama tahun 2015 ini.
Tahun ini Indeks S&P 500 berada di diantara indeks di negara maju dengan performa terburuk, akan tetapi indeks acuan tersebut masih menorehkan kenaikan kuartalan ke-9 secara beruntun, dengan mengalami kenaikan sebesar 0.2%. Hal tersebut menjadi kenaikan terlama secara beruntun sejak 1998 silam dan kenaiakn ini juga mendorong valuasi ekuitas mencapai level tertingginya dalam 6 tahun terakhir. (bgs)
Sumber : Bloomberg
Pasca Dekati Rekor, Bursa Saham Eropa Ditutup Melemah 1.1%
BESTPROFIT FUTURES MALANG (26/3) - Bursa Saham Eropa mencatat penurunan tertajam dalam lebih dari 2 bulan terakhir setelah kemarin bergerak mendekati rekor.
Indeks Stoxx Europe 600 melemah 1.1% ke level 397.95 pada sesi penutupan perdagangan saham yang sejalan dengan 17 dari 19 grup industri mengalami penurunan. Selain itu saham teknologi mengalami performa terburuknya dengan memperpanjang penurunan. Saham ARM Holdings Plc dan ASML Holding NV anjlok lebih dari 5.5%.
Selasa kemarin Bursa Saham Eropa ditutup 0.7% yang menjauh dari rekornya di tahun 2000 lalu, akan tetapi sepanjang tahun 2015 ini mengalami kenaikan sebesar 18% ditengah stimulus ECB (European Central Bank). Hal tersebut mendorong Indeks Stoxx 600 ke valuasi tertingginya berdasarkan pada proyeksi laba dalam kurun waktu 10 tahun terakhir yang dibandingkan dengan pergerakan historisnya terhadap Indeks Standard & Poor 500. (bgs)
Sumber : Bloomberg
Indeks Stoxx Europe 600 melemah 1.1% ke level 397.95 pada sesi penutupan perdagangan saham yang sejalan dengan 17 dari 19 grup industri mengalami penurunan. Selain itu saham teknologi mengalami performa terburuknya dengan memperpanjang penurunan. Saham ARM Holdings Plc dan ASML Holding NV anjlok lebih dari 5.5%.
Selasa kemarin Bursa Saham Eropa ditutup 0.7% yang menjauh dari rekornya di tahun 2000 lalu, akan tetapi sepanjang tahun 2015 ini mengalami kenaikan sebesar 18% ditengah stimulus ECB (European Central Bank). Hal tersebut mendorong Indeks Stoxx 600 ke valuasi tertingginya berdasarkan pada proyeksi laba dalam kurun waktu 10 tahun terakhir yang dibandingkan dengan pergerakan historisnya terhadap Indeks Standard & Poor 500. (bgs)
Sumber : Bloomberg
Tuesday, 24 March 2015
Aussie Capai Level 2 Bulan Tertingginya
BESTPROFIT FUTURES MALANG (25/3) - Membaiknya data ekonomi AS telah gagal guna membendung dolar Australia untuk reli ke level 2 bulan tertingignya.
Pukul 7 pagi ini waktu Australia, mata uang Negeri Kangguru tersebut diperdagangkan di level US78.76c atau naik dari level kemarin sebesar US78.67c.
Dolar Australia bergerak ke level US79.38c yang sekaligus level tertingignya sejak 28 Januari lalu.
Hal tersebut terjadi meski membaiknya data ekonomi AS, dimana laju inflasi naik 1.7% dan penjualan rumah baru melonjak ke laju tercepatnya dalam kurun waktu 7 tahun terakhir.
Sementara itu, analis dari Bank of New Zealand Kymberly Martin menyatakan bahwa Aussie mencapai level tertingginya ditenga rilis data inflasi AS, meski data tersebut menunjukkan kenaikan dari market perkirakan. (bgs)
Sumber : MarketsSpectator
Pukul 7 pagi ini waktu Australia, mata uang Negeri Kangguru tersebut diperdagangkan di level US78.76c atau naik dari level kemarin sebesar US78.67c.
Dolar Australia bergerak ke level US79.38c yang sekaligus level tertingignya sejak 28 Januari lalu.
Hal tersebut terjadi meski membaiknya data ekonomi AS, dimana laju inflasi naik 1.7% dan penjualan rumah baru melonjak ke laju tercepatnya dalam kurun waktu 7 tahun terakhir.
Sementara itu, analis dari Bank of New Zealand Kymberly Martin menyatakan bahwa Aussie mencapai level tertingginya ditenga rilis data inflasi AS, meski data tersebut menunjukkan kenaikan dari market perkirakan. (bgs)
Sumber : MarketsSpectator
Outlook Suku Bunga AS Angkat Emas Ke Level Dua Minggu Tertinggi
BESTPROFIT FUTURES MALANG (25/3) - Emas
naik ke level tertinggi dalam dua minggu terakhir di tengah spekulasi
bahwa para pembuat kebijakan AS yang akan menunda kenaikan suku bunga
sampai akhir tahun ini.
Ketua Federal Reserve
Janet Yellen mengisyaratkan pada pekan lalu bahwa bank sentral tidak
terburu-buru untuk menaikkan suku bunga setelah The Fed berjanji untuk
bersabar pada pengetatan. Suku bunga yang lebih tinggi dapat mengurangi
daya tarik emas seiring logam pada umumnya menawarkan keuntungan hanya
melalui kenaikan harga.
Dolar menyentuh level
terendahnya dalam dua minggu terakhir terhadap 10 mata uang utama
setelah Wakil Ketua The Fed Stanley Fischer mengatakan pada hari Senin
bahwa sementara untuk menaikan suku bunga mungkin akan terjadi sebelum
akhir tahun ini, para pembuat kebijakan "cukup yakin" bahwa meningkatnya
inflasi menuju target mereka sebesar 2 %.
Di Comex New York,
emas berjangka untuk pengiriman bulan April naik 0,3 % untuk menetap di
level $ 1,191.40 per ons pada pukul 1:39 siang waktu setempat,
sebelumnya harga emas mencapai level $ 1,194.50, yang merupakan level
tertingginya untuk kontrak teraktif sejak 6 Maret lalu.
Holdings pada produk
yang diperdagangkan di bursa yang didukung oleh emas naik pada hari
Senin untuk pertama kalinya dalam satu bulan terakhir. (knc)
Sumber : Bloomberg
Kinerja Saham Material Angkat Saham Asia
BESTPROFIT FUTURES MALANG (25/3) - Saham
Asia menguat, dengan indeks acuan regional rebound Selasa kemarin
menuju level tertinggi dalam enam bulan terakhir, karena saham produsen
barang rumah tangga dan saham material memimpin kenaikan.
Indeks
MSCI Asia Pacific naik 0,2 % ke level 148,98 pukul 09:03 pagi di Tokyo.
Indeks tersebut naik 7,8 % tahun ini sampai Selasa kemarin, sehingga
mendorong valuasi estimasi laba sebesar 15 kali, merupakan level
tertinggi sejak Mei 2010 lalu, dibandingkan dengan 17,7 kali untuk
Indeks Standard & Poor 500.
Indeks
Topix Jepang naik 0,3 %. Indeks S&P/ASX 200 Australia naik 0,2 %.
Sedangkan Indeks NZX 50 Selandia Baru melemah 0,1 %. Sementara pasar
saham di China dan Hong Kong belum dibuka.
Indeks
Kospi Korea Selatan stagnan. Sementara pertumbuhan ekonomi negara
tersebut pada kuartal keempat direvisi turun menjadi 0,3 % dari tiga
bulan sebelumnya, dibandingkan dengan perkiraan sebelumnya sebesar 0,4
%.
Indeks
Shanghai Composite naik 0,1 % pada Selasa kemarin, sehingga menghapus
penurunan sebesar 2,4 % dan membatasi kenaikan selama 10-hari, merupakan
kenaikan beruntun terpanjang dalam hampir 23 tahun terakhir. (vck)
Sumber: Bloomberg
Saham Jepang Meningkat Untuk Hari Kedua Pekan ini
BESTPROFIT FUTURES MALANG (25/3) - Indeks
saham Jepang meningkat untuk hari kedua pekan ini seiring penguatan
saham pengembang perumahan dan produsen instrumen presisi pimpin
kenaikan.
Indeks
Topix menguat sebesar 0,3 persen ke level 1,591.92 pukul 09:03 di
Tokyo, dengan tiga saham naik untuk setiap dua saham yang jatuh. Indeks
Nikkei 225 Stock Average naik sebesar 0,3 persen ke level 19,773.97.
Indeks
kekuatan relative (RSI) indeks Topix berada pada level 75 pada hari
Selasa, di atas level 70, beberapa pedagang mengatakan saham telah
meningkat terlalu cepat dan bersiap untuk turun.
Kontrak
E-mini berjangka pada indeks Standard & Poor 500 stagnan pasca
indeks ekuitas acuan merosot sebesar 0,6 persen pada Selasa kemarin di
New York pasca laporan harga konsumen menunjukkan laju inflasi mulai
meningkat.
Biaya
hidup di AS, termasuk makanan dan bahan bakar, naik sebesar 0,2 persen
pada Februari lalu, kenaikan pertama dalam empat bulan terakhir, karena
stabilnya biaya bahan bakar. Ketua Federal Reserve Janet Yellen pekan
lalu mengisyaratkan bahwa bank sentral tidak terburu-buru dalam
menaikkan suku bunga pasca para pembuat kebijakan berkomitmen untuk
bersabar terkait pengetatan kebijakan moneter. (izr)
Sumber: Bloomberg
Penguatan Dolar & Obligasi Tekan Bursa AS Pada Sesi Penutupan
BESTPROFIT FUTURES MALANG (25/3) - Saham AS turun, sementara mata uang dolar menguat karena meningkatnya indeks harga konsumen. Obligasi naik setelah penjualan catat kenaikan selama dua tahun terkait perusahaan-perusahaan berkewajiban untuk mengajukan tawaran.
Indeks Standard & Poor 500 turun 0,6 % pada pukul 04:00 sore waktu New York, selama 25 hari berturut-turut tanpa mengalami kenaikan, yang merupakan penurunan terpanjangnya sejak 2001 lalu. Indeks Nasdaq Composite menghapus kenaikan sebelumnya untuk mengakhiri penurunan sebesar 0,3 %. Indeks Stoxx Europe 600 naik 0,4 %. Indeks Spot Dollar Bloomberg menguat 0,2 %. Imbal hasil obligasi tenor 10 tahun turun 4 basis poin menjadi 1,87 %. Sedangkan minyak mentah AS naik sebesar 6 sen untuk menetap di level $ 47,51 per barel. Emas naik ke level 2 pekan tertinggi sementara tembaga menguat untuk hari keempat.
Indeks harga konsumen di AS naik 0,2 % pada bulan Februari, diiringi dengan biaya bahan bakar yang stabil. Para pembuat kebijakan The Fed mencari inflasi untuk mempercepat dan mendekati target mereka sebesar 2 % guna menentukan waktu kenaikan suku bunga pertama sejak tahun 2006. Pembelian rumah baru di AS secara tak terduga meningkat pada bulan Februari ke level 7 tahun tertinggi. (knc)
Sumber : Bloomberg
Indeks Standard & Poor 500 turun 0,6 % pada pukul 04:00 sore waktu New York, selama 25 hari berturut-turut tanpa mengalami kenaikan, yang merupakan penurunan terpanjangnya sejak 2001 lalu. Indeks Nasdaq Composite menghapus kenaikan sebelumnya untuk mengakhiri penurunan sebesar 0,3 %. Indeks Stoxx Europe 600 naik 0,4 %. Indeks Spot Dollar Bloomberg menguat 0,2 %. Imbal hasil obligasi tenor 10 tahun turun 4 basis poin menjadi 1,87 %. Sedangkan minyak mentah AS naik sebesar 6 sen untuk menetap di level $ 47,51 per barel. Emas naik ke level 2 pekan tertinggi sementara tembaga menguat untuk hari keempat.
Indeks harga konsumen di AS naik 0,2 % pada bulan Februari, diiringi dengan biaya bahan bakar yang stabil. Para pembuat kebijakan The Fed mencari inflasi untuk mempercepat dan mendekati target mereka sebesar 2 % guna menentukan waktu kenaikan suku bunga pertama sejak tahun 2006. Pembelian rumah baru di AS secara tak terduga meningkat pada bulan Februari ke level 7 tahun tertinggi. (knc)
Sumber : Bloomberg
Monday, 23 March 2015
Dolar Lanjutkan Penurunannya pada Perdagangan Asia
BESTPROFIT FUTURES MALANG (24/3) - Dolar
mempertahankan penurunannya di tengah spekulasi Federal Reserve tidak
akan terburu-buru untuk menaikkan suku bunga. Sebagian besar saham Asia
tertekan pasca mengalami koreksi di AS, sementara tembaga naik jelang
rilis data pabrik China.
Greenback
berada di level $1,0949 per euro pukul 9:12 pagi di Tokyo, pasca anjlok
lebih dari 1 persen terhadap 19 mata uang negara dalam dua hari
perdagangan terakhir. Won Korea Selatan dan ringgit Malaysia naik
setidaknya 0,6 persen. Mayoritas saham pada indeks MSCI Asia Pacific
mengalami koreksi seiring dengan indeks Topix Jepang turun sebesar 0,3
persen. Sementera itu, indeks berjangka AS mendatar pasca indeks catat
penurunan pada akhir perdagangan hari Senin. Tembaga berjangka melonjak
sebesar 2,9 persen di New York, naik untuk hari keempat.
Presiden
The Fed San Francisco John Williams akan melakukan berdiskusi dengan
para ekonom di Sydney pada Selasa pagi pasca Stanley Fischer, wakil
ketua bank sentral AS, mengatakan tidak akan "berlama-lama untuk
menaikan" suku bunga, bahkan dengan kenaikan suku bunga pertama
berpotensi akan terjadi pada akhir 2015 mendatang. prospek ini lebih
lambat dari yang diperkirakan pengetatan telah menarik dolar dari level
tertingginya dalam satu dekade terakhir. Di Asia, China dan Jepang akan
merilis indeks manufaktur bulan Maret pada pagi ini, dan Vietnam akan
melaporkan tingkat inflasi. (izr)
Sumber: Bloomberg
Penurunan Dolar Kembali Cerahkan Emas di Sesi Penutupan
BESTPROFIT FUTURES MALANG (24/3) - Emas naik pada sesi ke-4 secara beruntun
di hari Senin waktu New York dengan mencatatkan level tertingginya dalam
lebih dari 2 pekan terakhir, kenaikan emas sebagai akibat dari dolar
yang memperpanjang penurunan dan meningkatnya ekspektasi bahwa Federal
Reserve akan menunda untuk menaikkan suku bunga hingga setidaknya bulan
September tahun ini.
Sementara Pekan lalu emas telah menurun ke level 4 bulan terendah menjelang pertemuan The Fed akibat adanya kecemasan terkait kenaikan suku bunga AS, yang mana hal tersebut akan mempengaruhi permintaan emas bullion.
Spot emas mencapai level tertingginya sejak 6 Maret lalu di level $1,190.70 per ounce dan naik sebesar 0.7% pukul 3:05 sore ini waktu New York.
Sementara emas berjangka AS untuk pengiriman bulan April ditutup naik $3.10 dengan bertengger di level $1,187.70 per ounce.
Di lain pihak dolar anjlok sebesar 0.9% terhadap mayoritas mata uang lainnya. Dolar berada dibawah tekanan setelah The Fed saat pertemuan pekan lalu menurunkan proyeksinya terkait pertumbuhan ekonomi dan inflasi, sehingga hal tersebut merupakan sinyal bahwa The Fed tidak akan menaikkan suku bunga pinjaman ke level normal.
Sedangkan di hari lainnya, Wakil Ketua The Fed Stanley Fischer menyatakan bahwa bank sentral "memperkirakan secara menyeluruh" untuk memulai menaikkan suku bunga di tahun ini, meski arah kebijakan masih terdapat ketidakpastian.
Sementara itu, Platinum naik 1.1% ke level $1,146.75 per ounce dan perak catat gain 1.4% ke level $16.96 per ounce dan palladium merosot 0.5% ke level $772.50 per ounce. (bgs)
Sumber : Reuters
Sementara Pekan lalu emas telah menurun ke level 4 bulan terendah menjelang pertemuan The Fed akibat adanya kecemasan terkait kenaikan suku bunga AS, yang mana hal tersebut akan mempengaruhi permintaan emas bullion.
Spot emas mencapai level tertingginya sejak 6 Maret lalu di level $1,190.70 per ounce dan naik sebesar 0.7% pukul 3:05 sore ini waktu New York.
Sementara emas berjangka AS untuk pengiriman bulan April ditutup naik $3.10 dengan bertengger di level $1,187.70 per ounce.
Di lain pihak dolar anjlok sebesar 0.9% terhadap mayoritas mata uang lainnya. Dolar berada dibawah tekanan setelah The Fed saat pertemuan pekan lalu menurunkan proyeksinya terkait pertumbuhan ekonomi dan inflasi, sehingga hal tersebut merupakan sinyal bahwa The Fed tidak akan menaikkan suku bunga pinjaman ke level normal.
Sedangkan di hari lainnya, Wakil Ketua The Fed Stanley Fischer menyatakan bahwa bank sentral "memperkirakan secara menyeluruh" untuk memulai menaikkan suku bunga di tahun ini, meski arah kebijakan masih terdapat ketidakpastian.
Sementara itu, Platinum naik 1.1% ke level $1,146.75 per ounce dan perak catat gain 1.4% ke level $16.96 per ounce dan palladium merosot 0.5% ke level $772.50 per ounce. (bgs)
Sumber : Reuters
Saham Jepang Bergerak Turun Untuk Pertama Kali Dalam 3 Hari
BESTPROFIT FUTURES MALANG (24/3) - Saham
Jepang bergerak turun untuk pertama kalinya dalam tiga hari terakhir
karena mata uang yen menuju kenaikan dalam dua hari di tengah spekulasi
Federal Reserve yang bersabar untuk menaikkan suku bunga.
Indeks
Topix turun 0,3 % ke level 1,587.30 pukul 09:02 pagi di Tokyo, setelah
pada penutupan kemarin berada di level tertinggi dalam tujuh tahun
terakhir. Lebih dari dua saham yang turun untuk setiap satu saham yang
naik. Indeks Nikkei 225 Stock Average turun 0,2 % ke level 19,702.42.
Sementara mata uang yen diperdagangkan pada level 119,75 per dolar
setelah Wakil Ketua Federal Reserve Stanley Fischer mengatakan tidak
akan ada " jalan mulus " untuk suku bunga AS, bahkan jika kenaikan
pertama pada akhir 2015 mendatang.
Nilai
ekuitas global naik lebih dari $ 2.4 triliun pekan lalu karena para
pembuat kebijakan The Fed mengisyaratkan kecepatan yang lebih bertahap
dalam pengetatan moneter dari perkiraan sebelumnya. Presiden San
Francisco Fed John Williams berbicara kepada para ekonom di Sydney pada
hari ini setelah komentar Fischer Senin kemarin di Economic Club of New
York.
E-mini
berjangka pada indeks Standard & Poor 500 naik 0,1 % setelah indeks
acuan ekuitas turun 0,2 % pada Senin kemain di New York. (vck)
Sumber: Bloomberg
Penurunan Saham Transportasi Tekan Bursa AS Pada Sesi Penutupan
BESTPROFIT FUTURES MALANG (24/3) - Saham
AS melemah setelah Indeks Standard & Poor 500 menguat sebesar 4
poin dari rekornya, seiring penurunan pada perusahaan transportasi
mengimbangi kenaikan pada saham konsumen.
Indeks Dow Jones
Transportation Average turun setelah perusahaan kereta api Kansas City
Southern memangkas outlook. Indeks Nasdaq Bioteknologi turun 2,2 %
setelah menetapkan rekornya pada Jumat kemarin.
Indeks S&P 500 melemah 0,2 % ke level 2,104.44 pada pukul 04:00 sore waktu New York. Indeks Nasdaq Composite merosot 0,3 %.
Indeks S&P 500 dan
Indeks Dow masing-masing turun kurang dari 1 % dari catatan yang masih
ada sampai tanggal 2 Maret. Indeks Nasdaq Composite Jumat kemarin naik
ke level 15 tahun tertinggi, hampir menghapus penurunan sejak akhir bubble dot-com.
Indeks S&P 500 pekan lalu melonjak sebesar 2,7 %, dengan melemahnya
mata uang dolar, terkait meredanya kekhawatiran tentang kenaikan suku
bunga. (knc)
Sumber : Bloomberg
Bursa Saham Eropa Ditutup Melemah 0,7% Pasca Catat Gain Mingguan
BESTPROFIT FUTURES MALANG (24/3) - Bursa Saham Eropa ditutup melemah, setelah
mencatat gain mingguan ke-7 yang sekaligus mendorong ekuitas tersebut
mendekati level tertingginya sepanjang sejarah.
Indeks Stoxx Europe 600 melemah 0.7% ke level 401.24 pada sesi pentupan perdagangan saham dengan memangkas penurunan awal sebesar 1%. Acuan ekuitas tersebut mengakhiri hari Jumat lalu naik 0.4% dari rekor penutupan pada Maret 2000 silam yang melampaui perkiraan dari 12 survei analis oleh Bloomberg pada Januari lalu. Sementara pekan lalu Indeks FTSE 100 untuk pertama kalinya naik diatas level 7,000 dan hari ini menguat 0.2%.
Pekan lalu Indeks Stoxx 600 melampaui level tertingginya seperti yang tercapai pada tahun 2007 silam terkait spekulasi bahwa Federal Reserve tidak akan terburu-buru dalam menaikkan suku bunga. Sepanjang tahun 2015 ini indeks acuan Eropa telah reli 17% ditengah optimisme bahwa stimulus dari ECB (European Central Bank) akan memulihkan perekonomian Zona Eropa, sementara pelemahan euro akan mendorong laba perusahaan. Reli bulan ini telah mendorong saham-saham perusahaan pada Bursa Eropa mencatat level tertingginya terhadap estimasi pendapatan perusahaan dalam satu dekade terakhir ini.
Sementara itu, para investor juga mengkaji pidato Presiden ECB Mario Draghi dihadapan Parlemen Eropa. Saat pembukaan pidatonya, dia mengesampingkan kekhawatiran bahwa rencana pelonggaran kuantitaif ECB akan terhambat oleh kekurangan obligasi yang ada untuk dibeli. (bgs)
Sumber : Bloomberg
Indeks Stoxx Europe 600 melemah 0.7% ke level 401.24 pada sesi pentupan perdagangan saham dengan memangkas penurunan awal sebesar 1%. Acuan ekuitas tersebut mengakhiri hari Jumat lalu naik 0.4% dari rekor penutupan pada Maret 2000 silam yang melampaui perkiraan dari 12 survei analis oleh Bloomberg pada Januari lalu. Sementara pekan lalu Indeks FTSE 100 untuk pertama kalinya naik diatas level 7,000 dan hari ini menguat 0.2%.
Pekan lalu Indeks Stoxx 600 melampaui level tertingginya seperti yang tercapai pada tahun 2007 silam terkait spekulasi bahwa Federal Reserve tidak akan terburu-buru dalam menaikkan suku bunga. Sepanjang tahun 2015 ini indeks acuan Eropa telah reli 17% ditengah optimisme bahwa stimulus dari ECB (European Central Bank) akan memulihkan perekonomian Zona Eropa, sementara pelemahan euro akan mendorong laba perusahaan. Reli bulan ini telah mendorong saham-saham perusahaan pada Bursa Eropa mencatat level tertingginya terhadap estimasi pendapatan perusahaan dalam satu dekade terakhir ini.
Sementara itu, para investor juga mengkaji pidato Presiden ECB Mario Draghi dihadapan Parlemen Eropa. Saat pembukaan pidatonya, dia mengesampingkan kekhawatiran bahwa rencana pelonggaran kuantitaif ECB akan terhambat oleh kekurangan obligasi yang ada untuk dibeli. (bgs)
Sumber : Bloomberg
Sunday, 22 March 2015
Harga Minyak Melonjak Akhiri 4 Minggu Penurunan
BESTPROFIT FUTURES MALANG (23/3) - Harga minyak mentah di bursa komoditas
Amerika Serikat di akhir perdagangan pekan lalu mengalami kenaikan
harian yang mengesankan (23/3). Harga komoditas ini melonjak kencang di
akhir perdagangan dan mengakhiri fase penurunan mingguan yang telah
terjadi selama 4 minggu sebelumnya. Dollar mengalami penurunan di tengah
kembalinya ketidakpastian mengenai pergerakan suku bunga acuan.
Melemahnya dollar mengangkat minat para investor terhadap komoditas yang
diperdagangkan dalam dollar.
Dollar mengalami pelemahan pada hari
Jumat lalu di tengah ekspektasi bahwa Fed akan menaikkan suku bunga
acuan dengan kecepatan rendah. Euro menguat terhadap dollar setelah para
pemimpin Yunani dan Jerman mencapai nota kesepakatan mengenai usaha
untuk mempertahankan Yunani di Eurozone.
Di samping melemahnya dollar kenaikan
harga minyak juga didukung oleh penurunan produksi pengeboran minyak di
Amerika Serikat. Minggu lalu jumlah kegiatan pengeboran dikurangi 41
menjadi 825, angka paling rendah sejak tahun 2011.
Harga minyak mentah berjangka jenis WTI
untuk kontrak Mei yang merupakan kontrak paling aktif saat ini ditutup
melonjak kencang. Di akhir perdagangan harga minyak WTI tersebut
mengalami kenaikan sebesar 1,76 dollar atau 4 persen pada posisi 45,72
dollar per barel. Peningkatan harian tersebut merupakan yang paling
tajam sejak tanggal 12 Februari lalu. Sementara itu secara mingguan
harga mengalami kenaikan sebesar 2,97 persen.
Harga minyak mentah Brent untuk kontrak
paling aktif yaitu Mei mengalami peningkatan sebesar 1,6 persen di level
55,20 dollar per barel. Harga sempat mengalami penurunan ke posisi
53,55 dollar. Harga minyak Brent menguat 1 persen sepanjang minggu.
Analyst Vibiz Research Center
memperkirakan bahwa pergerakan harga minyak mentah jenis WTI kontrak
paling aktif pada perdagangan hari ini berpotensi untuk bergerak menguat
terbatas. Meskipun masih tidak terlalu kuat, sentiment positif mulai
menguasai pergerakan harga minyak mentah.
Untuk perdagangan hari ini harga minyak
mentah WTI kontrak April diperkirakan akan mengalami level resistance di
47,00 dollar. Resistance selanjutnya ada di 48,00 dollar. Jika terjadi
pergerakan retreat sehingga harga melemah support akan ditemui pada
posisi 44,00 dollar dan 43,00 dollar.
Sumber : Vibiznews
Kontribusi Terhadap Perekonomian Masih Kecil, Ekspor Produk Industri Pengolahan Turun
BESTPROFIT FUTURES MALANG (23/3) - Badan Pusat Statistik (BPS) pada pekan
lalu telah merilis neraca perdagangan Indonesia bulan Februari 2015 yang
dalam laporannya berhasil kembali mencatat surplus sebesar 0,74 miliar
dolar Amerika Serikat (AS). Surplus ini relatif stabil jika dibandingkan
dengan surplus pada Januari 2015 yang tercatat sebesar 0,75 miliar
dolar AS. Pencapaian tersebut ditopang oleh surplus neraca migas maupun
nonmigas.
Ekspor nonmigas untuk industri
pengolahan pada bulan Februari lalu mencatat penurunan sebesar 8,6
persen. Dilihat dari kontribusinya terhadap ekspor keseluruhan
Januari-Februari 2015, kontribusi ekspor nonmigas produk industri
pengolahan adalah sebesar 68.43 persen.
Beberapa komoditi yang termasuk dalam
produk industri pengolahan mencatatkan penurunan ekspor yang cukup
besar, seperti mesin/peralatan listrik sebesar US$42.3juta (5.89%), alas
kaki US$64juta (16.19%), sedangkan perangkat optik mencatat kenaikan
sebesar US$7.5juta (15%).
Berdasarkan data statistik perdagangan
terkini yang dikeluarkan oleh BPS, menunjukkan bahwa peran industri
pengolahan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional menunjukkan tren yang
terus menurun. Hal ini ditandai dengan kontribusi peran industri
pengolahan terhadap pendapatan negara yang terus menurun. Dapat
disimpulkan bahwa sektor industri belum mampu menggerakkan pertumbuhan
dan daya saing ekonomi,
Untuk saat ini produk industri
pengolahan dalam negeri yang berpotensi di ekspor seperti produk
tekstil, kayu olahan, mebel/furniture dan peralatan elektronik.
Sedangkan negara tujuan utama untuk ekspor industri pengolahan ini
antara lain AS, Tiongkok, Jepang, Jerman, Turki, Korea Selatan.
Analys Vibiz Research Center
mengemukakan bahwa kinerja saham untuk sektor terkait di Bursa Efek
Indonesia (BEI) untuk tiga bulan ini yaitu sektor industri nampak
menunjukkan kinerja yang positif dimana indeks saham untuk sektor
MISC-IND mengalami kenaikan sekitar 3.57 % dalam 3 bulan terakhir.
Sementara untuk indeks BASIC-IND menunjukkan penurunan sekitar -4.11%
dalam 3 bulan terakhir.
Sumber : Vibiznews
Saham Asia Kembali Menguat Seiring Peningkatan Harga Emas
BESTPROFIT FUTURES MALANG (23/3) - Saham
Asia naik mengirim indeks saham regional memperpanjang penguatannya ke
level tertinggi dalam enam bulan terakhir pasca meningkatnya spekulasi
bahwa suku bunga AS akan ditahan mendekati nol persen sampai pertengahan
tahun ini mendorong ekuitas global catat kenaikan mingguan terbesar
sejak 2013 lalu. Sementara itu, harga minyak mentah turun, emas naik.
Indeks
MSCI Asia Pacific naik untuk hari kelima berturut-turut, naik sebesar
0,6 persen pukul 09:19 di Tokyo. Indeks Topix Jepang naik sebesar 0,7
persen. Indeks Standard & Poor 500 berjangka menguat 0,1 persen
pasca pekan lalu indeks catat perfoma terbaik sejak awal Februari lalu.
Minyak AS anjlok sebesar 1,2 persen, setelah naik sebesar 4 persen pada
Jumat lalu, Arab Saudi mengatakan tengah mengeksplorasi minyak mendekati
rekor jumlah minyak mentah. Emas memperpanjang kenaikan mingguan
tertinggi dalam dua bulan terakhir. Indeks Bloomberg Dollar Spot jatuh,
mengirim turun untuk hari kedua menjadi 1,4 persen. Mata uang emerging
market mengalami penguatan.
Nilai
ekuitas global meningkat sekitar US$2.4 triluin pekan lalu karena
Federal Reserve mengisyaratkan memperlambat kecepatan pengetatan moneter
dari perkiraan sebelumnya di tengah ekonomi yang moderat. Hal itu cukup
member tekanan terhadap dolar, dengan indeks dolar catat penurunan
tajam sejak 2011 lalu. Minggu kemarin, China Petroleum & Chemical
Corp melaporkan laba tahunan yang terendah sejak awal krisis keuangan
global di tengah merosotnya harga minyak sebesar 46 persen. Taiwan akan
mengupdate tingkat pengangguran hari ini dan Singapura akan merilis laju
inflasi.
Indeks
Australia S&P/ASX 200 stagnan di 50 menit pertama awal perdagangan,
sedangkan indeks NZX 50 turun sebesar 0,2 persen di Wellington.
Sementara, indeks Kospi di Seoul. Kedua indeks Nasdaq Composite dan
Stoxx Europe 600 naik 0,5 persen dari rekor level tertingginya pekan
lalu. (izr)
Sumber : Bloomberg
Emas Lanjutkan Kenaikan Mingguannya Pasca Dolar Anjlok Tajam Sejak 2011
BESTPROFIT FUTURES MALANG (23/3) - Emas
menuju gain terpanjang sejak Oktober lalu, naik untuk hari keempat
berturut-turut, akibat dolar catat performa mingguan terburuk pasca
Federal Reserve menurunkan proyeksi kenaikan suku bunga AS.
Bullion
untuk pengiriman segera naik sebanyak 0,4 persen ke level $1,187.31 per
ons dan berada di level $1,186.68 pukul 8:01 di Singapura, menurut
harga generik Bloomberg. Logam meningkat sebesar 2,1 persen pekan lalu,
rebound dari level terendahnya dalam tiga bulan terakhir pada jumat
lalu, seiring dengan pelemahan indeks Dolar Bloomberg sebesar 2,2
persen.
Ketua
The Fed Janet Yellen menyarankan pekan lalu bahwa bank sentral AS tidak
akan terburu-buru dalam menaikkan suku bunga, bahkan seiring dengan
pernyataan pasca pertemuan kebijakan menunjukkan para pejabat otoritas
menjatuhkan janji untuk bersabar terkait pengetatan kebijakan moneter.
Pedagang telah melepas emas dalam mengantisipasi biaya pinjaman yang
lebih tinggi, yang biasanya mengirim investor beralih pada aset dengan
prospek hasil yang lebih baik seperti saham.
Para
Pejabat The Fed pada 18 Maret lalu menurunkan perkiraan mereka untuk
biaya pinjaman pada akhir 2015 menjadi 0,625 persen, dari perkiraan
bulan Desember yang sebesar 1,125 persen. Perdagangan emas berbanding
terbalik dengan mata uang AS.
Emas untuk pengiriman April ditransaksikan pada level $1,186.30 di Comex dari level $1,184.60 pada penutupan pada jumat lalu.
Perak
untuk pengiriman segera naik sebesar 0,5 persen ke level $16,834 per
ons, memperpanjang kenaikan menjadi 7 persen pekan lalu. Spot platinum
naik sebesar 0,1 persen menjadi $ ,140.13 per ons, sedangkan paladium
turun sebesar 0,1 persen ke level $ 776,10 per ons. (izr)
Sumber: Bloomberg
Subscribe to:
Comments (Atom)
