Wednesday, 6 May 2015

Kecemasan Pertumbuhan Ekonomi Bayangi Bursa Saham AS Sesi 1 Melemah 0,5%

BESTPROFIT FUTURES MALANG (7/5) - Bursa Saham AS sesi 1 melemah, mengikuti pelemahan tajam pada ekuitas tersebut dalam kurun waktu lebih dari sebulan terakhir, pelemahan hari ini akibat rilis data ekonomi yang menunjukkan penurunan dari perkiraan sebelumnya, sehingga hal itu menambah kecemasan mengenai perlambatan pertumbuhan ekonomi Negeri Paman Sam menjelang data pekerjaan yang akan dirilis Jumat besok.

Indeks Standard & Poor 500 melemah 0.5% ke level 2,079.78 pukul 1:00 siang ini waktu New York, setelah sempat menguat sebesar 0.4%. Sementara Dow Jones Industrial Average turun 105.10 poin atau 0.6% ke level 17,823.10. Sedangkan Indeks Nasdaq Composite anjlok 0.5% dan Indeks Russell 2000 stagnan seiring reli saham bioteknologi.

Ekuitas sempat memperpanjang penurunannya setelah Ketua Federal Reserve Janet Yellen menyatakan bahwa valuasi pasar ekuitas cukup tinggi dan akan menjadi sumber potensi ketidakstabilan finansial. (bgs)

Sumber : Bloomberg

Tuesday, 5 May 2015

Dolar Ambruk Ditengah Meningkatnya Defisit Neraca Perdagangan AS

BESTPROFIT FUTURES MALANG (6/5) - Dolar menghentikan laju kenaikan selama 3 hari setelah defisit neraca perdagangan AS bulan Maret mengalami kenaikan ke level tertingginya dalam lebih dari 6 tahun terakhir, sehingga hal tersebut meningkatkan keraguan jika perekonomian tengah mengalami kenaikan.

Data ekonomi yang menunjukkan gap neraca perdagangan meningkat tajam dalam kurun waktu 18 tahun terakhir, menyusul rilis laporan pekan lalu yang mengindikasikan pertumbuhan ekonomi AS kuartal 1 stagnan. Fokus kembali kepada data payroll bulan April yang akan dirilis pada 8 Mei mendatang seiring Federal Reserve mengkaji apakah perekonomian cukup kuat untuk melakukan peningkatan suku bunga yang pertama kalinya sejak tahun 2006 silam.

Indeks Spot Dolar Bloomberg turun 0.4% ke level 1,168.81 pukul 5 sore ini waktu New York setelah sempat mendulang gain sebesar 0.4%. Dolar anjlok 0.4% ke level $1.1185 per euro.

Sedangkan yen mendulang gain pada hari ke-2 dengan mencatat gain 0.2% ke level 119.86 yen per dolar. (bgs)

Sumber : Bloomberg

Emas Meningkat Hari Kedua Seiring Reli Minyak Memicu Kekhawatiran Inflasi

BESTPROFIT FUTURES MALANG (6/5) - Emas berjangka naik untuk hari kedua secara beruntun seiring saham energi yang lebih tinggi ditambahkan pada spekulasi bahwa inflasi AS mulai meningkat, sehingga mendorong permintaan untuk logam mulia sebagai aset penyimpan nilai.

Minyak mentah di New York naik di atas $ 60 per barel untuk pertama kalinya sejak Desember. Pada bulan April, harga melonjak 25%, yang tertajam sejak Mei 2009, pada tanda-tanda meredanya pasokan AS. Investor yang pada bulan Desember menurunkan emas dan meningkatkan spekulasi bahwa deflasi akan berlanjut. Reli dolar telah terhenti, dan meningkatnya gaji di Amerika.

Kepemilikan emas ETP rebound, dan spekulan yang semakin bullish. Logam ini telah naik 4,5% dari level terendah tahun ini pada bulan Maret karena investor mengkaji ekspektasi untuk biaya konsumen lebih tinggi terhadap tanda-tanda bahwa Federal Reserve yang semakin mendekati untuk menaikkan suku bunga.

Emas berjangka untuk pengiriman Juni naik 0,5% untuk menetap di level $ 1,193.20 per ons pada 1:53 siang di Comex New York. Pada hari Senin, harga naik 1%, yang tertajam dalam sepekan terakhir.(yds)

Sumber: Bloomberg

Saham AS Ditutup Melemah Mengikuti Penurunan Ekuitas Global

BESTPROFIT FUTURES MALANG (6/5) - Indeks Standard & Poor 500 turun tajam dalam lebih dari sebulan terakhir, mengikuti penurunan global dalam ekuitas, terkait rilis data yang bervariasi menambah kekhawatiran pertumbuhan ekonomi AS dan meningkatnya spekulasi bahwa Yunani tidak akan mampu menyelesaikan krisis utangnya.
Indeks Standard & Poor 500 turun 1,2% menjadi 2,089.51 pada pukul 4 sore di New York, mendekati harga rata-rata selama 50 hari terakhir. Indeks Nasdaq Composite turun 1,6%, dan Indeks Russell 2000 turun 1,4%.
Tumbuhnya kekhawatiran mengenai apakah Yunani dapat memenuhi kewajibannya untuk membayar $ senilai 1,1 miliar akibat IMF pada 12 Mei. Indeks Stoxx Europe 600 turun ke level terendah dalam dua tahun.(yds)
Sumber: Bloomberg

Yunani Memimpin Penurunan Saham Eropa Ditengah Kekhawatiran Default

BESTPROFIT FUTURES MALANG (6/5) - Saham Yunani memimpin penurunan saham Eropa ke level terendah dalam dua bulan pada kekhawatiran bahwa negosiasi utang akan gagal untuk mengamankan dana pada waktunya guna mencegah default (gagal bayar) Yunani.

Indeks Stoxx Europe 600 turun 1,5% menjadi 391,01 pada sesi penutupan perdagangan, setelah sebelumnya naik sebanyak 1,1% terkait laba perusahaan yang lebih baik dari estimasi. Indeks Saham melanjutkan penurunan setelah seorang pejabat Yunani mengatakan kesepakatan pendanaan tidak akan mungkin sampai kreditor internasional menyepakati serangkain tuntutan. Indeks ASE Yunani merosot 3,9%, yang tertajam dalam tujuh pekan.

Menteri Keuangan Jerman Wolfgang Schaeuble mengatakan Yunani mungkin tidak dapat menyelesaikan pekerjaan mengenai perjanjian bantuan finansial tepat pada waktunya untuk dana yang akan dikucurkan pada tanggal 12 Mei untuk pelunasan sekitar 1 miliar euro ($ 1,1 milyar) kepada IMF.

Indeks Stoxx 600 masih naik 14% tahun ini di tengah melemahnya euro dan stimulus moneter belum pernah terjadi sebelumnya, mendorong Komisi Eropa untuk menaikkan perkiraan pertumbuhan zona euro tersebut.

Indeks FTSE 100 Inggris membalikan kenaikan pada sesi pagi sebanyak 1%, jatuh 0,8%, karena pasar dibuka kembali setelah libur. Indeks Swiss Market melemah sebanyak 1,2%, juga menurun 0,8%. Indeks DAX Jerman turun 2,5% ke level terendah dalam dua bulan terakhir.(yds)

Sumber: Bloomberg

Bursa Saham AS Sesi 1 Melemah 0,7% Ditengah Kecemasan Pertumbuhan Ekonomi

BESTPROFIT FUTURES MALANG (6/5) - Bursa Saham AS menghentikan reli selama 2 hari dengan bergabung pada penurunan ekuitas global menyusul rilis data ekonomi yang bervariasi sehingga menambah kecemasan pertumbuhan ekonomi Negeri Paman Sam dan adanya peningkatan spekulasi bahwa Yunani tidak akan mampu menyelesaikan krisis hutangnya.

Apple Inc. turun 1.6% dan semikonduktor melemah 1.8%. Nasdaq Biotechnology Index anjlok 1.6%. Delta Air Lines Inc. dan American Airlines Group Inc. anjlok lebih dari 2.4%. Sedangkan Diamond Offshore Drilling Inc. melonjak 6.2%.

Indeks Standard & Poor 500 melemah 0.7% ke level 2,099.4 pukul 12:55 siang ini waktu New York. Sementara Dow Jones Industrial Average turun 73.70 poin atau 0.4% ke level 17,996.70. Sedangkan Indeks Nasdaq Composite melemah 1.2% dan Indeks Russell 2000 turun 1.2%. (bgs)

Sumber : Bloomberg

Monday, 4 May 2015

Proyeksi Teknikal Sektoral IHSG Bulan Mei 2015

BESTPROFIT FUTURES MALANG (5/5) - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada bulan April ditutup dengan aksi profit taking secara massal di penghujung bulan. Sebelumnya IHSG pada bulan tersebut sempat mencapai level 5515 akibat aksi bargain hunting yang terjadi dalam beberapa hari berturut. Sepanjang April, IHSG anjlok 7,83% dan menghapus penguatan 5,48% yang dicapai pada tiga bulan sebelumnya.
IHSG Kamis pekan lalu ditutup melemah 19,14 poin atau 0,37% ke posisi 5086,425 dengan mencapai tertinggi pada level 5141,494 dan terendah pada level 5030.256 sepanjang sesi perdagangan hari ini berlangsung. Sepanjang perdagangan IHSG bergerak dalam pola konsolidasi. Tekanan jual sendiri masih cukup besar namun dengan mulai adanya aksi beli, potensi terjadinya penguatan diperkirakan akan terbuka dalam waktu dekat. Saat ini indeks sudah berada dalam area jenuh jual sehingga peluang indeks untuk menguat kembali masih dimungkinkan terjadi.
Pada akhir bulan April lalu, IHSG mencatat foreign sell sebanyak Rp 5,87 triliun dan foreign buy sebanyak Rp 4,54 triliun sehingga tercatat foreign net sell sebesar Rp 1,32 triliun.
Berikut proyeksi teknikal bulan Mei untuk setiap  sektor :
  1. Sektor Agribisnis
Indeks ini ditutup menguat 0,27% menjadi 2004,78 pada akhir April lalu dengan mencapai tertinggi pada level 2006,25 dan terendah pada 1979,62. Indeks Agribisnis menjelang berakhirnya bulan April kemarin cukup tertekan hebat akibat imbas IHSG secara keseluruhan yang mengalami penurunan drastis. Namun saat ini ada indikasi penguatan yang berusaha mengangkat indeks untuk rebound kembali. AALI merupakan salah satu emiten yang menopang indeks agribisnis. Secara teknikal mingguan dan bulanan, indeks agribisnis diperkirakan masih berpotensi melemah pada bulan Mei ini. Level support yang akan dites berada pada level 1969 hingga 1986 sedangkan level resistence yang akan dites berada di level 2013 hingga 2023.
  1. Sektor Pertambangan
Indeks pertambangan pada akhir April lalu ditutup melemah 0,37% menjadi 1197,95 dengan mencapai tertinggi pada level 1203,74 dan terendah pada 1180,52. Indeks Pertambangan mengalami tren pelemahan dari awal tahun hingga sekarang dan pada akhir bulan lalu, indeks semakin anjlok akibat imbas IHSG yang menurun. INCO merupakan emiten yang menjadi top gainer dalam indeks pertambangan meskipun harga sahamnya juga ditutup melemah pada sesi penutupan Kamis lalu. Secara teknikal mingguan dan bulanan, indeks pertambangan diperkirakan masih melanjutkan tren pelemahannya pada bulan Mei ini. Level support yang akan dites berada pada level 1170 hingga 1183 sedangkan level resistence yang akan dites berada di level 1206 hingga 1216.
  1. Sektor Industri Dasar
Indeks industri dasar pada akhir April lalu ditutup melemah 2,14% menjadi 433,87 dengan mencapai tertinggi pada level 443,43 dan terendah pada 430,71. Indeks Industri Dasar mengalami tren yang fluktuatif dari awal tahun hingga sekarang dan pada pekan lalu indeks melemah selama 5 hari berturut-turut. Sektor industri dasar merupakan satu dari dua sektor dominan yang melemahkan IHSG pada April lalu. CPIN merupakan emiten yang cukup berpengaruh terhadap melemahnya indeks industri dasar. Secara teknikal mingguan dan bulanan, indeks ini berpotensi masih melanjutkan pelemahan dari minggu lalu dan menunggu sentimen fundamental dari emiten-emiten blue chip industri besar yang bisa membuat indeks terangkat kembali. Level support yang akan dites berada pada level 422 hingga 427 sedangkan level resistence yang akan dites berada pada level 440 hingga 448.
  1. Sektor  Konsumer
Indeks  Konsumer pada akhir April lalu ditutup menguat 0,60% menjadi 2319,25 dengan mencapai tertinggi pada level 2361,3 dan mencapai terendah di 2248,70. Indeks Barang Konsumer mengalami gerakan yang fluktuatif sejak awal tahun hingga sekarang. Menjelang akhir April kemarin, indeks sempat anjlok akibat aksi profit taking namun diiringi dengan aksi bargain hunting pada sesi perdagangan selanjutnya sehingga pelemahan indeks tidak berlangsung lama. ICBP merupakan top gainer yang menguatkan indeks barang konsumer di tengah derasnya aksi jual di bursa yang menyebabkan IHSG hampir kembali ke posisi 5000. Secara teknikal mingguan dan bulanan, indeks barang konsumer diperkirakan berpotensi menguat secara terbatas meskipun secara harian, potensi pelemahan masih mungkin terjadi. Level resistence yang akan dites berada pada posisi 2370 hingga 2422 sedangkan level support yang akan dites berada pada 2196 hingga 2257.
  1. Sektor Properti
Indeks Properti pada akhir April lalu ditutup melemah 0,78% menjadi 538,48 dengan mencapai tertinggi pada level 547,16 dan terendah pada 535,80. Indeks Properti mengalami tren penguatan dari awal tahun namun sempat menurun pada pertengahan Maret lalu kemudian rebound kembali. Pada minggu terakhir April kemarin, indeks melemah selama 4 hari berturut-turut. Walaupun indeks properti ditutup melemah, saham ASRI ditutup menguat di atas 1% sehingga pelemahan indeks tidak begitu signifikan. Secara teknikal mingguan dan bulanan, indeks properti berpotensi untuk menguat secara terbatas namun secara harian, potensi pelemahan masih dimungkinkan terjadi. Level resistence yang akan dites berada di kisaran 545 hingga 552 sedangkan level support yang akan dites berada di kisaran 528 hingga 533.
  1. Sektor Keuangan
Indeks Keuangan pada April lalu ditutup menguat 0,12% menjadi 745,35 dengan mencapai tertinggi di posisi 754,6 dan terendah di 732,37. Indeks Keuangan mengalami tren penguatan yang cukup signifikan sejak awal tahun hingga sekarang. Namun tren penguatan tersebut berbalik melemah pada minggu keempat April lalu akibat aksi profit taking. Meski demikian, saat ini indeks berusaha untuk rebound secara teknikal. Penguatan indeks ini didukung oleh saham BMRI yang ditutup menguat cukup signifikan. Secara teknikal mingguan dan bulanan, indeks keuangan diperkirakan masih akan melemah terbatas melanjutkan pelemahan pada minggu lalu dan menunggu sentimen fundamental emiten-emiten utama yang bisa mengangkat indeks. Level support yag akan dites berada pada kisaran 721 hingga 733 sedangkan level resistence yang akan dites berada di kisaran 755 hingga 765/
  1. Sektor Perdagangan
Indeks Perdagangan pada April lalu ditutup menguat 0,78% dengan mencapai tertinggi pada level 948,7 dan terendah pada 927,16. Indeks perdagangan mengalami tren penguatan dari awal tahun namun pada awal Maret lalu berbalik melemah dan bergerak fluktuatif hingga saat ini. Saham LPPF yang ditutup menguat hampir 3% pada akhir April lalu mampu menguatkan indeks setelah sebelumnya ditekan oleh aksi profit taking di bursa. Secara teknikal mingguan dan bulanan, indeks perdagangan diperkirakan mencoba menguat terbatas meskipun secara harian indeks masih berpotensi melemah terbatas. Level support yang akan dites berada pada kisaran 920 hingga 934 sedangkan level resistence yang akan dites diperkirakan berada di kisaran 955 hingga 962.
  1. Sektor Manufaktur
Indeks Manufaktur pekan lalu ditutup melemah 0,75% menjadi 1281,48 dengan mencapai tertinggi pada level 1299,93 dan terendah pada 1254,63. Indeks manufaktur mengalami tren yang cukup fluktuatif cenderung sideways sejak awal tahun hingga saat ini yang disebabkan oleh daya beli dan jual yang cukup intensif dalam kuartal pertama tahun ini. Saham ASII yang ditutup melemah pada perdagangan minggu lalu menjadi pemberat utama indeks manufaktur yang disebabkan kinerja awal tahun ASII yang kurang begitu baik pada kuartal pertama tahun ini sehingga indeks manufaktur menjadi tertekan. Secara teknikal mingguan dan bulanan, indeks manufaktur berpotensi melemah pada bulan Mei ini dan menunggu sentimen fundamental dari emiten-emiten utama yang menggerakkan indeks manufaktur. Level support yang akan dites berada di kisaran 1233 hingga 1257 sedangkan level resistence yang akan dites barada pada kisaran 1302 hingga 1323.
  1. Sektor Aneka Industri
Indeks Aneka Industri akhir April lalu ditutup melemah signifikan 2,39% menjadi 1207,9 dengan mencapai tertinggi pada level 1237,49 dan terendah pada 1180,48. Indeks Aneka Industri merupakan sektor yang mengalami pelemahan yang paling signifikan pada akhir April lalu sehingga IHSG cukup tertekan hebat menjelang berakhirnya bulan April lalu. Indeks Aneka Industri mengalami tren penguatan secara terbatas sejak awal tahun namun pada pertengahan April lalu indeks berbalik melemah akibat aksi profit taking yang masih dilakukan investor di bursa hingga akhir bulan. Saham ASII yang ditutup melemah signifikan pada perdagangan Kamis lalu turut membuat indeks Aneka Industri menjadi semakin tertekan hingga membuat IHSG anjlok ke posisi 5086. Secara teknikal mingguan dan bulanan, indeks Aneka Industri masih berpotensi untuk melanjutkan pelemahan dan menunggu sentimen fundamental dari saham-saham utama yang dapat membuat indeks menguat kembali. Level support yang akan dites berada di kisaran 1322 hingga 1339 sedangkan level resistence yang akan dites diperkirakan berada pada kisaran 1378 hingga 1400.
  1. Sektor Infrastruktur
 Indeks Infrastruktur pada akhir April lalu ditutup melemah 1,7% menjadi 1002,11 dengan mencapai tertinggi pada level 1026,38 dan terendah pada 1002,11. Indeks Infrastruktur mengalami tren pelemahan dalam pola sideways sejak awal tahun karena intensitas perdagangan di indeks ini yang cukup tinggi namun indeks terjun bebas menjelang berakhirnya bulan April lalu akibat aksi profit taking. Saham PGAS yang merupakan salah satu emiten infrakstruktur utama ditutup melemah signifikan pada akhir April lalu turut menyebabkan indeks infrastruktur menjadi tertekan. Secara teknikal mingguan dan bulanan, indeks infrastruktur diperkirakan masih akan melanjutkan tren pelemahannya dan menunggu sentimen fundamental positif dari emiten utama sehingga indeks dapat kembali menguat. Level support yang akan dites diperkirakan berada di kisaran 986 hingga 994 sedangkan resistence yang akan dites diperkirakan berada pada kisaran 1018 hingga 1034.

Untuk perdagangan bulan Mei, IHSG diperkirakan akan mencoba rebound mengingat saat ini indeks sudah berada di area jenuh jual sehingga potensi indeks untuk menguat kembali bisa dimungkinkan terjadi. Perkiraan pergerakan IHSG pada bulan Mei 2015 berada pada kisaran support 4974 – 5030 dan resistence pada kisaran 5141 – 5196.

Sumber : Vibiznews

Aktivitas Manufaktur Global Tunjukkan Kinerja Yang Semakin Payah

BESTPROFIT FUTURES MALANG (5/5) - Pertumbuhan aktivitas manufaktur secara global hingga bulan April lalu masih tetap lamban terutama di beberapa negara yang cukup kuat pengaruhnya terhadap ekonomi global. Buruknya kinerja manufaktur di negara-negara utama tersebut menandakan bahwa pertumbuhan ekonomi global masih bergerak moderat dan tidak merata.
Ekspansi di sektor manufaktur Amerika Serikat (AS) pada bulan April misalnya dilaporkan melemah sebagai dampak dari pertumbuhan output dan jumlah pesanan baru yang menurun. Dilaporkan bahwa skor PMI Manufaktur AS bulan April turun menjadi 54,1 dari 55,7 yang diraih di bulan Maret. Pertumbuhan kinerja manufaktur bulan April lalu adalah yang paling lambat sejak 2015.
Melempemnya kinerja manufaktur AS di bulan April disebabkan oleh apresiasi Dollar AS yang menguat hingga sekitar 25 persen terhadap mata uang negara lain dalam sembilan bulan terakhir. Berdasarkan sebuah survei terpisah yang dilakukan oleh ISM juga dilaporkan bahwa ekspansi kinerja manufaktur AS pada bulan April berada pada laju yang paling lambat dalam kurun dua tahun terakhir. Berdasarkan ISM, skor PMI untuk aktivitas pabrik nasional berakhir pada 51,5 di bulan April, terendah sejak Mei 2013. Sedangkan kinerja manufaktur jatuh ke wilayah kontraktif untuk pertama kalinya sejak Mei 2013, yaitu ke 48,3, terendah sejak September 2009, dari 50,0 pada bulan Maret.

Memburuknya kinerja manufaktur AS memang sudah dapat ditebak sejak awal. Pasalnya, Departemen Perdagangan AS juga telah melaporkan bahwa laju PDB AS hanya mampu menyentuh angka pertumbuhan sebesar 0,2 persen, turun drastis dari laju PDB di Q4 2014 yang tercatat sebesar 2,2 persen.
Sementara itu, di Inggris juga bernasib serupa dengan AS dimana pertumbuhan manufaktur negaranya juga melambat tajam pada bulan April. Kondisi ini memperkuat asumsi bahwa kondisi ekonomi domestik Inggris memang tidak stabil menjelang pemilu nasional tanggal 7 Mei mendatang. PMI manufaktur Inggris jatuh ke level terendahnya dalam tujuh bulan terakhir yaitu pada skor 51,9 dari skor 54,0 di bulan Maret.
Tidak Hanya Amerika dan Inggris yang mencatat pelemahan terhadap kinerja manufakturnya, pasalnya demikian halnya pada wilayah Asia. Tiongkok yang merupakan negara dengan ekonomi terkuat kedua di dunia ini juga melaporkan bahwa kinerja manufaktur negaranya masih terjebak pada pertumbuhan yang lambat pada bulan April lalu. PMI manufaktur Tiongkok berakhir pada skor 50,1 di bulan April.

Untuk mengatasi masalah perlambatan ekonomi di negaranya, Bank sentral Tiongkok (PBOC) dan pemerintah Tiongkok telah berkolaborasi mengeluarkan sejumlah paket kebijakan konvensionalnya, misalnya PBOC pada pekan lalu kembali memangkas cadangan giro minimum di perbankan. Seperti diketahuo, pertumbuhan tahunan ekonomi Tiongkok memang telah melambat ke level terendahnya dalam enam tahun terakhir yaitu sebesar 7,0 persen pada kuartal pertama tahun ini.
Menyusul Jepang, yang menyandang gelar negara dengan ekonomi terkuat ketiga di dunia juga menunjukkan kondisi serupa dimana skor PMI manufakturnya jatuh ke 49,9 pada bulan April, dari 50,3 pada bulan Maret. Sedikit berbeda dengan Tiongkok, kinerja manufaktur Jepang jatuh untuk pertama kalinya ke wilayah kontraktif sejak Mei tahun 2014 lalu.

Demikian juga dengan Korea Selatan (Korsel), pada awal pekan ini juga melaporkan bahwa kinerja manufaktur di negaranya memburuk disebabkan oleh kondisi ekonomi domestik yang belum stabil dan menurunnya jumlah permintaan ekspor terutama dari Eropa dan Rusia. PMI HSBC Manufaktur Korsel bulan April berakhir pada laju kontraksi yang lebih cepat yaitu pada skor 48,8. PMI skor ini turun dari bulan Maret yang tercatat sebesar 49,6.

Mencermati kondisi ekonomi global yang tidak menentu ini membuat Gubernur bank sentral dan menteri keuangan Tiongkok, Jepang dan Korea Selatan (Korsel) mengadakan pertemuan bilateral ditengah pertemuan tahunan pemimpin ADB (Asian Development Bank) di Baku, Azerbaijan 2-3 Mei 2015. Dalam pertemuan tersebut mereka menyatakan kesepahaman dan komitmen mereka untuk mengaplikasikan kebijakan moneter yang berorientasi mendukung permintaan dalam menghadapi lemahnya pertumbuhan global yang cenderung bergerak moderat dan tidak merata.

Sumber : Vibiznews

Bursa AS Terangkat Raihan Pendapatan Perusahaan di Atas Prediksi

BESTPROFIT FUTURES MALANG (5/5) - Bursa saham Amerika Serikat (AS) berakhir lebih tinggi seiring raihan pendapatan perusahaan-perusahaan AS yang tercatat lebih baik dari prediksi.
Indeks Dow Jones Industrial Average naik 46,34 poin atau 0,26 persen menjadi US$ 18.070,4. Sementara indeks S & P 500 naik 6,2 poin atau 0,29 persen ke posisi 2.114,49. Nasdaq Composite bertambah 11,54 poin atau 0,23 persen menjadi 5.016,93, melansir laman Reuters.

"Hal ini didorong berkurangnya berita negatif," kata Peter Jankovskis, Co-chief Investment Officer Oakbrook Investments LLC di Lisle, Illinois.

Dia mengatakan, kondisi di Eropa tampaknya cukup tenang. Demikian pula di China, dan ini mendorong perolehan laba yang lebih baik pada perusahaan-perusahaan AS.
Saham Berkshire Hathaway Inc naik 1,62 persen, dan menjadi pendorong terbesar indeks S & P 500, setelah hasil laba perusahaan asuransi dan investasi ini mengalahkan perkiraan.
Wall Street kini masih menunggu kepastian Federal Reserve AS akan mulai menaikkan suku bunga. Sebuah laporan tentang gaji April yang dilansir pada Jumat ini bisa memberikan petunjuk.

Sekitar 5,6 miliar saham berpindah tangan di bursa AS, dibandingkan dengan 7,2 miliar rata-rata harian selama lima sesi terakhir, menurut data dari BATS Global Markets.(Nrm)


Wall Street berakhir lebih tinggi pada Senin karena pendapatan perusahaan datang lebih baik dari takut, meskipun saham McDonald menurun setelah rencana turnaround rantai makanan cepat saji meninggalkan investor menginginkan lebih.Berkshire Hathaway Inc (BRKa.N) (BRKb.N) naik 1,62 persen, memberikan dorongan terbesar untuk S & P 500 setelah hasil asuransi dan investasi konglomerat mengalahkan perkiraan.Dow Jones Industrial Average naik 46,34 poin .DJI, atau 0,26 persen, menjadi berakhir pada 18,070.4, dan S & P 500 naik 6,2 poin, atau 0,29 persen, ke 2,114.49, hanya malu dari dekat rekor tinggi dari 2,117.69 pada tanggal 24 April .Nasdaq Composite .IXIC menambahkan 11,54 poin, atau 0,23 persen, ke 5,016.93."Hal ini didorong oleh kurangnya berita negatif yang cukup besar," kata Peter Jankovskis, pejabat investasi co-chief di Oakbrook Investments LLC di Lisle, Illinois. "Hal di Eropa tampaknya cukup tenang, kami belum mendengar apa-apa dari China, dan terhadap latar belakang itu, beberapa laporan laba cari yang lebih baik."Menyadari (CTSH.O) melonjak 6,15 persen setelah penyedia layanan TI melaporkan kenaikan yang lebih baik dari perkiraan pendapatan dan menaikkan perkiraan setahun penuh.Tujuh dari 10 sektor S & P yang positif, dengan .SPSY indeks keuangan memperoleh 0,98 persen dan indeks utilitas .SPLRCU 0,73 persen lebih tinggi, dengan investor tertarik dengan dividen yang relatif tinggi.Dengan tiga-perempat dari laporan perusahaan laba di, Wall Street kini mencoba ilahi ketika Federal Reserve AS akan mulai menaikkan suku bunga. Sebuah laporan penggajian April karena pada hari Jumat bisa memberikan petunjuk.Sementara pesanan baru untuk barang-barang AS pabrik mencatat kenaikan terbesar mereka dalam delapan bulan pada bulan Maret, tren yang mendasarinya masih lemah terhadap latar belakang dari dolar yang kuat, tanda lebih lanjut bahwa rebound dalam pertumbuhan ekonomi tidak akan sekuat tahun lalu.Reli Senin di utilitas menyarankan beberapa investor percaya Fed tidak akan menaikkan suku segera dan dapat mencari hasil, kata Jankovskis. The S & P indeks utilitas memiliki dividend yield 3,7 persen, dibandingkan dengan S & P 500 2,4 persen dividend yield.McDonald Corp (MCD.N) ditutup 1,71 persen lebih rendah setelah rencananya untuk mengubah rantai makanan cepat saji menjadi "modern, perusahaan burger progresif" gagal untuk mengesankan para pemegang saham.Saham Pioneer Natural Resources Co (PXD.N) turun 1,88 persen dan indeks energi S & P 500 kehilangan 1,39 persen .SPNY setelah David Einhorn, kepala berpengaruh hedge fund Greenlight Capital, mengatakan pada konferensi bahwa perusahaan-perusahaan fracking minyak dapat "mencemari portofolio kembali. "Masalah memajukan kalah jumlah menurun yang di NYSE dengan 1.758 ke 1.287, untuk rasio 1,37-to-1 pada terbalik; di Nasdaq, 1593 masalah bangkit dan 1.158 jatuh untuk 1,38-to-1 advancers rasio kesukaan akan.Indeks S & P 500 benchmark itu membukukan 14 tertinggi 52-minggu baru dan tidak ada posisi terendah baru; Nasdaq Composite merekam 55 tertinggi baru dan terendah baru 35.Sekitar 5,6 miliar saham berpindah tangan di bursa AS, dibandingkan dengan 7,2 miliar rata-rata harian selama lima sesi terakhir, menurut data dari BATS Global Markets.

Sumber : Liputan6

Emas Berjangka Rebound Dari 6 Pekan Terendah Ditengah Spekulasi Stimulus China

BESTPROFIT FUTURES MALANG (5/5) - Emas berjangka rebound dari level terendah enam pekan ditengah spekulasi bahwa pertumbuhan ekonomi yang lebih lemah akan mendorong para otoritas untuk menambah stimulus di China, dimana pesaingnya seperti India yang merupakan pembeli bullion terbesar di dunia.
Emas berjangka rebound setelah tiga minggu menurun. Federal Reserve telah meredam spekulasi bahwa akan menunda kenaikan suku bunga. Para pedagang sedang menunggu laporan payrolls AS bulan April pada hari Jumat guna memberikan sinyal kapan waktu kenaikan suku bunga pinjaman. Suku bunga yang lebih tinggi mendorong investor untuk mendukung aset pembayaran suku bunga, seperti obligasi, sehingga memangkas daya tarik emas sebagai aset penyimpan nilai, karena umumnya menawarkan pengembalian hanya melalui kenaikan harga.
Sementara di Comex New York, emas berjangka untuk pengiriman Juni naik 1% untuk menetap di level $ 1,186.80 per ons pada 1:47 siang. Pada tanggal 1 Mei, harga menyentuh level $ 1,168.40, yang terendah untuk kontrak teraktif sejak 20 Maret lalu.
Menurut estimasi rata-rata dalam survei Bloomberg terhadap para ekonom menjelang laporan Departemen Tenaga Kerja pada tanggal 8 Mei, Para pengusaha di Amerika menambahkan sebanyak 225.000 pekerja bulan lalu, naik dari 126.000 di bulan Mare,. Tingkat pengangguran dapat turun menjadi 5,4% dari 5,5%.(yds)
Sumber: Bloomberg

Reli Perbankan Angkat Saham AS Di Sesi Penutupan

BESTPROFIT FUTURES MALANG (5/5) - Saham AS ditutup naik, setelah kenaikan tertajam dalam lebih dari sebulan terakhir untuk Indeks Standard & Poor 500, karena reli saham perbankan ditengah optimisme atas musim laba perusahaan.
Saham Comcast Corp menguat setelah meningkatkan pembelian kembali sahamnya. Berkshire Hathaway Inc naik 1,9% karena harga bahan bakar yang lebih rendah membantu meningkatkan keuntungan perusahaan perkeretaapian tersebut. JPMorgan Chase & Co mencapai level tertinggi 15-tahun. Cognizant Technology Solutions Corp menguat 6,2% setelah meningkatkan prospek pendapatan. Merck & Co Inc mencapai tertinggi tiga bulan, sementara McDonald Corp tergelincir seiring perusahaan raksasa makanan cepat saji tersebut mengumumkan rencana perubahan.
S & P 500 naik 0,3% menjadi 2,114.46 pada pukul 4 sore di New York, setelah Jumat membukukan 0,4% penurunan mingguan.
Anggota S & P 500 yang telah merilis laba musim ini, 73% melampaui proyeksi laba dan 49 persen melampaui perkiraan penjualan. Analis memproyeksikan penurunan kuartal pertama dari 0,4%, dibandingkan dengan 17 April menyerukan untuk penurunan 4,3%.(yds)
Sumber: Bloomberg

Sunday, 3 May 2015

Mengintip Kreasi Pesawat Terbang Tanpa Bahan Bakar

BESTPROFIT FUTURES MALANG (4/5) - Di masa lalu, balon udara berisi gas helium sempat menjadi alat angkutan udara. Karena kemampuannya menanggung beban yang cukup berat. Namun demikian, balon udara seperti itu terbang lambat.
Tapi tak demikian dengan saat ini, teknologi balon helium untuk sarana angkutan udara itu telah mendapat sentuhan teknologi terkini.
Seorang mantan pakar teknologi nuklir Robert D. Hunt dari Hunt Aviation Corp yang memperbaiki kreasi rancangan balon udara itu. Caranya: ia dengan menempatkan sejumlah balon udara elastis berukuran kecil dalam badan pesawat yang kaku namun ringan tersebut.
Ketika akan terbang, balon-balon udara itu akan diisi dengan gas helium yang memiliki berat jenis yang lebih ringan daripada gas-gas di atmosfer. Dengan demikian, pesawat terbang ini akan terangkat ke udara.
Setelah mencapai ketinggian yang cukup, pesawat terbang akan diarahkan ke tujuan dan dibiarkan bergerak dengan menggunakan daya tarik bumi.

Sumber : Liputan6

Pemimpin 3 Negara Utama Asia Bicarakan Nasib Ekonomi Mereka

BESTPROFIT FUTURES MALANG (4/5) - Gubernur bank sentral dan menteri keuangan Tiongkok, Jepang dan Korea Selatan (Korsel) mengadakan pertemuan bilateral ditengah pertemuan tahunan pemimpin ADB (Asian Development Bank) di Baku, Azerbaijan 3-4 Mei 2015. Dalam pertemuan tersebut mereka menyatakan kesepahaman dan komitmen mereka untuk mengaplikasikan kebijakan moneter yang berorientasi mendukung permintaan dalam menghadapi lemahnya pertumbuhan global yang cenderung bergerak moderat dan tidak merata.
Dalam pertemuan tersebut, mereka sepakat bahwa saat ini ekonomi global sedang berada dalam fase yang penuh tekanan sehingga mereka berkomitmen untuk terus menerapkan kebijakan makroekonomi yang tepat waktu dan efektif untuk membantu meningkatkan permintaan. Namun, reformasi struktural untuk meningkatkan pertumbuhan potensial akan tetap menjadi prioritas utama untuk memperoleh pertumbuhan yang berkelanjutan dan seimbang.
Dalam lingkungan yang serba tidak pasti sekarang ini, pengaturan kebijakan moneter dipandang harus diaplikasikan dengan lebih hati-hati dan dikomunikasikan dengan jelas dengan negara-negara lain untuk meminimalkan dampak situasi negatif yang sudah ada, terutama dalam meminimalisir terjadinya assymetric information. Sementara itu, beralih ke Amerika Serikat (AS), banyak ekonom yang menghimbau agar kenaikan suku bunga The Fed AS tidak dinaikkan tahun ini karena justru akan emmperparah kondisi ekonom global.
Informasi tentang kenaikan suku bunga The Fed akan sangat mempengaruhi kebijakan moneter di negara-negara lain. terutama jika negara tersebut berhadapan dengan risiko stabilitas makroekonomi dan keuangan yang timbul dari arus modal yang mudah keluar. Terutama negara-negara di Asia yang hampir kebanyakan masih memegang status negara berkembang. Hingga saat ini ekonomi Asia masih berusaha untuk bangkit namun sayang, belakangan impian tersebut sering terhambat. Pasalnya, pertumbuhan Tiongkok, yang memiliki ekonomi terbesar kedua di dunia saja telah merosot ke posisi terendahnya dalam enam tahun terahir dengan PDB tercatat sebesar 7,0 persen pada kuartal pertama tahun ini.
Sementara itu, Jepang, yang memiliki ekonomi terbesar ketiga, berhasil mencatat rebound dari fase resesi pada kuartal terakhir tahun lalu, dengan pertumbuhan sebesar 2,2 persen, namun persentase ini masih dinilai lemah dan gejala deflasi masih terlihat.
Menteri Keuangan Korea Selatan sendiri, Choi Kyung-hwan juga menyampaikan bahwa tingkat pertumbuhan ekonomi di negaranya tahun ini kemungkinan masih akan berada pada kisaran pertumbuhan 3,3 persen sesuai dengan proyeksi yang dibuat tahun 2014 lalu. Para pembuat kebijakan di Korsel mengkonfirmasi bahwa kemungkinan besar mereka masih akan menunggu sampai akhir Juni mendatang untuk menilai apakah diperlukan tambahan stimulus atau tidak.
Pekan lalu, berbagai rilis data dari 3 (tiga) negara utama di kawasan Asia Utara ini memenuhi tajuk utama berita internasional. Dilaporkan bahwa kinerja manufaktur Tiongkok dan Jepang memang menunjukkan kondisi yang kurang memuaskan. Sedangkan Korsel dilaporkan dapat terjebak dalam jurang deflasi. Beberapa kondisi yang cukup mengkhawatirkan pertumbuhan ekonomi ke-3 negara ini bisa menjadi alasan pertemuan bilateral ini untuk memperkuat perekonomian di negara nya.

Sumber : Vibiznews

Akibat Apresiasi Dollar Terhadap Bisnis Manufaktur AS

BESTPROFIT FUTURES MALANG (4/5) - Pekan lalu berbagai data kinerja manufaktur di negara-negara maju telah dirilis. Kinerja manufaktur di Tiongkok, Jepang dan Inggris masih menunjukkan pergerakan yang belum memuaskan, demikian juga dengan Amerika Serikat (AS). Pasalnya, laju ekspansi di sektor manufaktur AS untuk periode April yang dikeluarkan oleh Institute for Supply Management tidak mengalami perubahan skor indeks dari bulan sebelumnya.
ISM melaporkan bahwa skor PMI manufaktur AS di bulan April masih tercatat sebesar 51,5, sama dengan bulan sebelumnya. Meski tidak mengalami perubahan dari bukan sebelumnya, kinerja manufaktur di negara ini masih tercatat mengalami ekspansi karena masih mencatat skor diatas 50.
Meskipun mencatat pertumbuhan yang stagnan, mnurut laporan ISM, sekitar 15 dari 18 industri manufaktur di AS melaporkan pertumbuhan yang cukup baik pada bulan April jika dibandingkan dengan ulan sebelumnya. Hal ini terlihat dari naiknya indeks pesanan baru menjadi 53,5 pada April dari 51,8 pada bulan Maret, sementara indeks produksi juga naik menjadi 56,0 pada bulan April dari 53,8 di bulan Maret.
Namun di sisi lain, indeks kerja turun menjadi 48,3 pada bulan April dari 50,0 pada bulan sebelumnya, hal ini mencerminkan adanya kontraksi terhadap pekerjaan di sektor manufaktur. ISM juga melaporkan bahwa indeks harga naik tipis menjadi 40,5 pada bulan April dari 39,0 pada bulan Maret. Ke depan sektor manufaktur AS yang berorientasi ekspor ini diperkirakan masih harus berjuang untuk memulihkan laju ekspansinya, terutama dalam menghadapi apresiasi Dolar AS yang masih berlangsung hingga hari ini.

Sumber : Vibiznews

Belanja Konstruksi AS Merosot Tajam Duduki Posisi Terendahnya

BESTPROFIT FUTURES MALANG (4/5) - Belanja konstruksi Amerika Serikat (AS) pada bulan Maret tercatat alami penurunan yang cukup tajam sehingga menempati posisi terendahnya dalam enam bulan terakhir. Anjloknya belanja konstruksi di negara dengan ekonomi terkuat di dunia ini disebabkan oleh pengeluaran belanja konstruksi perumahan oleh swasta yang menurun tajam. Tentu saja hal ini kembali menimbulkan kekhawatiran bahwa pertumbuhan ekonomi AS di kuartal selanjutnya dapat kembali tergerus.
Belanja konstruksi AS tercatat turun 0,6 persen (yoy) menjadi sebesar $ 966.600.000.000, tingkat ini adalah yang terendah sejak September 2014 lalu, demikian berdasarkan laporan dari Departemen Perdagangan AS pada pekan lalu.
Kontraksi sebesar 0,6 persen cukup mengejutkan para ekonom, pasalnya mereka justru memperkirakan belanja konstruksi akan naik 0,5 persen pada Maret lalu. Data konstruksi dan manufaktur AS yang dirilis pekan lalu semakin menunjukkan hilangnya momentum pemulihan ekonomi yang kuat mengawali kuartal kedua tahun ini.
Beberapa hal memang cukup enjadi penghambat laju pertumbuhan ekonomi AS pada awal tahun ini seperti cuaca buruk, apresiasi dolar AS, perselisihan antarburuh di pelabuhan Pantai Barat, serta harga minyak yang lebih rendah yang akibatnya telah memangkas produksi energi dalam negeri.
Pada bulan Maret, belanja konstruksi terbebani oleh penurunan sebesar 1,6 persen terhadap pengeluaran konstruksi perumahan swasta, dimana penurunan ini adalah yang terbesar sejak Juni tahun lalu. Sedangkan pengeluaran untuk proyek-proyek konstruksi non-perumahan swasta naik 1,0 persen pada Maret.

Sumber : Vibiznews

Keren, Seniman Grafiti Pakai Drone untuk Buat Mural

BESTPROFIT FUTURES MALANG (4/5) - Drone atau pesawat tanpa awak, belakangan ini kerap muncul dalam pemberitaan di berbagai media. Salah satu drone yang cukup terkenal adalah besutan perusahaan aerospace Lockheed Martin, yang berfungsi untuk membantu menemukan orang hilang.

Kabar terbaru datang dari KATSU, seorang seniman grafiti yang memutuskan menggunakan drone untuk mencorat-coret sebuah billboard di New York City. Dan kebetulan, billboard tersebut bergambar wajah model papan atas, Kendal Jenner.

"Secara mengejutkan, ini dapat berfungsi dengan sangat baik. Ini menarik untuk melihat potensi penggunaan pertama sebagai perangkat untuk vandalisme," kata KATSU seperti dikutip dari laman Ubergizmo, Senin (4/5/2015).


Modifikasi drone ini disebutkan bakal menjadi cara baru dalam membuat street art atau mural. KATSU dikenal sebagai seniman yang eksentrik. Ia kerap menghiasi berita utama di sejumlah media.

Pada April 2014, KATSU menjadi berita utama ketika ia menemukan cara untuk melampirkan kaleng semprot ke drone DJI phantom. Pada saat itu, ia hanya menggunakan pesawat tak berawak untuk melukis di atas kanvas.

(isk/dew)

Sumber : Liputan6 

Thursday, 30 April 2015

Dolar AS Melemah Angkat Harga Minyak Dunia

BESTPROFIT FUTURES MALANG (1/5) - Dolar Amerika Serikat (AS) melemah dan pasokan minyak Amerika Serikat (AS) menurun telah mendorong harga minyak acuan dunia menguat.
 
Harga minyak jenis Brent ditutup naik 85 sen menjadi US$ 66,69 per barel. Harga minyak ini telah naik 21 persen pada April 2015. Sementara itu, harga minyak acuan Amerika Serikat (AS) menguat US$ 1,05 menjadi US$ 59,63. Harga minyak ini telah naik 25 persen sepanjang April 2015.

Kenaikan harga minyak dipicu dolar AS jatuh ke level terendah dalam dua bulan ini sehingga membuat minyak lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya.

Selain itu, meski persediaan minyak AS terus meningkat selama berbulan-bulan tetapi mulai menurun dalam beberapa pekan terakhir. Hal itu seiring produksi dalam negeri menurun.


Harga minyak baik Brent dan West Texas Intermediate (WTI) cenderung menguat pada April 2015. Harga minyak masing-masing naik sekitar US$ 12. Ini keuntungan terbaik sejak Mei 2009. Akan tetapi, sejumlah pihak skeptis harga minyak terus reli.

Hal itu seiring pertumbuhan ekonomi AS melambat pada kuartal I 2015. Ekonomi AS hanya tumbuh 0,2 persen. Ditambah Organisai Negara Pengekspor Minyak (OPEC) juga tidak berniat untuk menurukan produksi minyak.

"Tampaknya kenaikan harga minyak ini sementara mengingat pasokan OPEC tak berhenti dan data ekonomi AS yang variatif. Ini juga berpengaruh ke dolar," kata John Kilduff, Partner New York Energy Hedge Fund Again Capital, seperti dikutip dari laman Reuters, Jumat (1/5/2015). 

(Ahm/)

Minyak Menuju Gain Bulanan Tertajam Sejak 2009


BESTPROFIT FUTURES MALANG (1/5) - Minyak menuju gain bulanan tertajam sejak Mei 2009 seiring pertumbuhan produksi minyak mentah melambat dan persediaan menurun di pusat penyimpanan terbesar Amerika tersebut.

Minyak berjangka naik 0,9% di New York, membawa gain menuju bulanan sebesar 24%. Stok minyak mentah di Cushing, Oklahoma, menyusut untuk pertama kalinya sejak November, sementara produksi mendekati enam pekan terendah, menurut EIA pada Rabu. Ini diikuti prediksi lembaga pada 13 April bahwa output dari formasi tight-rock akan menurun pada bulan Mei, yang merupakan perkiraan pertama untuk penurunan.

Minyak terus pulih dari level terendahnya enam tahun yang dicapai pada Maret seiring jumlah rig pengebor di AS mengurangi produksinya sejak Oktober 2010. Sementara reli mungkin masih goyah, dengan persediaan minyak mentah lokal berada di level tertinggi dalam 85 tahun, spekulan telah meninggalkan lindung nilai atas dana yang diperdagangkan di bursa pada rekornya.

Minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juni naik sebanyak 82 sen, atau 1,4%, ke level $ 59,40 per barel dalam perdagangan elektronik di New York Mercantile Exchange, yang merupakan harga tertinggi sejak 12 Desember. Diperdagangkan pada level $ 59,07 pada 12:04 siang waktu London . Kontrak naik $ 1,52 ke level $ 58,58 pada hari Rabu. Harga telah meningkat sekitar 11% pada tahun 2015.(yds)

Sumber: Bloomberg

Emas Melanjutkan Penurunan Dari Level 3 Pekan Tertinggi


BESTPROFIT FUTURES MALANG (1/5) - Emas melanjutkan penurunan dari level tiga pekan tertinggi terkait prospek Federal Reserve yang akan menaikkan suku bunga acuan.

Emas untuk pengiriman Juni turun 0,6% menjadi $ 1,202.70 per ons pada 6:06 di Comex New York. Harga, yang mencapai tertinggi tiga pekan pada tanggal 28 April, naik 1,6% pada April, ditetapkan untuk kenaikan bulanan pertama ketiga kalinya. Bullion untuk pengiriman segera sedikit berubah pada level $ 1,205.92, menurut harga Bloomberg.

Perak untuk pengiriman segera naik 0,3% menjadi $ 16,6125 per ons di London, dan sedikit berubah bulan ini. Platinum turun 0,2% menjadi $ 1,151.88 per ons, dan naik 0,9% pada April. Palladium turun 0,1% menjadi $ 782 per ons. Ini naik 6,2% pada April, ditetapkan untuk kenaikan bulanan tertajam sejak Juli 2013.(yds)


Sumber: Bloomberg

Emas Turun 2% Pasca Data Pekerjaan Lebih Baik dari Proyeksi


BESTPROFIT FUTURES MALANG (1/5) - Emas turun sebesar 2 persen pada perdagangan hari Kamis pasca data pekerjaan AS lebih baik dari perkiraan sehingga mendorong investor untuk menjual emas, menghidupkan kembali harapan bahwa Federal Reserve akan menaikkan suku bunga dalam waktu dekat.

Data yang dirilis pada hari Kamis menunjukkan klaim untuk tunjangan pengangguran AS turun 34.000 ke penyesuaian musiman 262.000 pada pekan lalu, terendah sejak April 2000 lalu.
Secara terpisah, belanja konsumen AS juga naik 0,4 persen bulan lalu pasca naik 0,2 persen pada Februari lalu, sedangkan Indeks Manajemen Pembelian Chicago melonjak lebih dari yang diharapkan pada bulan April.

Spot emas menuju penurunan harian terbesar sejak 6 Maret lalu, pada sesi sebelumnya emas turun sebanyak 2,3 persen ke level $1,176.80 per ons. Kemudian kembali turun sebesar 1,8 persen ke level $1,183.03 per ons pukul 2:48 EDT (1848 GMT), di jalur penurunan menuju harga penyelesaian bulan April untuk bulan ketiga secata berturut-turut.

Harga penyelesaian emas berjangka AS untuk pengiriman Juni turun $27,60 per ons, atau 2,3 persen, ke level $1,182.40. (izr)


Sumber: Reuters