BESTPROFIT FUTURES MALANG (7/5) - Bursa Saham AS sesi 1 melemah, mengikuti
pelemahan tajam pada ekuitas tersebut dalam kurun waktu lebih dari
sebulan terakhir, pelemahan hari ini akibat rilis data ekonomi yang
menunjukkan penurunan dari perkiraan sebelumnya, sehingga hal itu
menambah kecemasan mengenai perlambatan pertumbuhan ekonomi Negeri Paman
Sam menjelang data pekerjaan yang akan dirilis Jumat besok.
Indeks
Standard & Poor 500 melemah 0.5% ke level 2,079.78 pukul 1:00 siang
ini waktu New York, setelah sempat menguat sebesar 0.4%. Sementara Dow
Jones Industrial Average turun 105.10 poin atau 0.6% ke level 17,823.10.
Sedangkan Indeks Nasdaq Composite anjlok 0.5% dan Indeks Russell 2000
stagnan seiring reli saham bioteknologi.
Ekuitas sempat
memperpanjang penurunannya setelah Ketua Federal Reserve Janet Yellen
menyatakan bahwa valuasi pasar ekuitas cukup tinggi dan akan menjadi
sumber potensi ketidakstabilan finansial. (bgs)
Sumber : Bloomberg
Wednesday, 6 May 2015
Tuesday, 5 May 2015
Dolar Ambruk Ditengah Meningkatnya Defisit Neraca Perdagangan AS
BESTPROFIT FUTURES MALANG (6/5) - Dolar menghentikan laju kenaikan selama 3
hari setelah defisit neraca perdagangan AS bulan Maret mengalami
kenaikan ke level tertingginya dalam lebih dari 6 tahun terakhir,
sehingga hal tersebut meningkatkan keraguan jika perekonomian tengah
mengalami kenaikan.
Data ekonomi yang menunjukkan gap neraca perdagangan meningkat tajam dalam kurun waktu 18 tahun terakhir, menyusul rilis laporan pekan lalu yang mengindikasikan pertumbuhan ekonomi AS kuartal 1 stagnan. Fokus kembali kepada data payroll bulan April yang akan dirilis pada 8 Mei mendatang seiring Federal Reserve mengkaji apakah perekonomian cukup kuat untuk melakukan peningkatan suku bunga yang pertama kalinya sejak tahun 2006 silam.
Indeks Spot Dolar Bloomberg turun 0.4% ke level 1,168.81 pukul 5 sore ini waktu New York setelah sempat mendulang gain sebesar 0.4%. Dolar anjlok 0.4% ke level $1.1185 per euro.
Sedangkan yen mendulang gain pada hari ke-2 dengan mencatat gain 0.2% ke level 119.86 yen per dolar. (bgs)
Sumber : Bloomberg
Data ekonomi yang menunjukkan gap neraca perdagangan meningkat tajam dalam kurun waktu 18 tahun terakhir, menyusul rilis laporan pekan lalu yang mengindikasikan pertumbuhan ekonomi AS kuartal 1 stagnan. Fokus kembali kepada data payroll bulan April yang akan dirilis pada 8 Mei mendatang seiring Federal Reserve mengkaji apakah perekonomian cukup kuat untuk melakukan peningkatan suku bunga yang pertama kalinya sejak tahun 2006 silam.
Indeks Spot Dolar Bloomberg turun 0.4% ke level 1,168.81 pukul 5 sore ini waktu New York setelah sempat mendulang gain sebesar 0.4%. Dolar anjlok 0.4% ke level $1.1185 per euro.
Sedangkan yen mendulang gain pada hari ke-2 dengan mencatat gain 0.2% ke level 119.86 yen per dolar. (bgs)
Sumber : Bloomberg
Emas Meningkat Hari Kedua Seiring Reli Minyak Memicu Kekhawatiran Inflasi
BESTPROFIT FUTURES MALANG (6/5) - Emas berjangka naik untuk hari kedua secara beruntun seiring saham energi yang lebih tinggi ditambahkan pada spekulasi bahwa inflasi AS mulai meningkat, sehingga mendorong permintaan untuk logam mulia sebagai aset penyimpan nilai.
Minyak mentah di New York naik di atas $ 60 per barel untuk pertama kalinya sejak Desember. Pada bulan April, harga melonjak 25%, yang tertajam sejak Mei 2009, pada tanda-tanda meredanya pasokan AS. Investor yang pada bulan Desember menurunkan emas dan meningkatkan spekulasi bahwa deflasi akan berlanjut. Reli dolar telah terhenti, dan meningkatnya gaji di Amerika.
Kepemilikan emas ETP rebound, dan spekulan yang semakin bullish. Logam ini telah naik 4,5% dari level terendah tahun ini pada bulan Maret karena investor mengkaji ekspektasi untuk biaya konsumen lebih tinggi terhadap tanda-tanda bahwa Federal Reserve yang semakin mendekati untuk menaikkan suku bunga.
Emas berjangka untuk pengiriman Juni naik 0,5% untuk menetap di level $ 1,193.20 per ons pada 1:53 siang di Comex New York. Pada hari Senin, harga naik 1%, yang tertajam dalam sepekan terakhir.(yds)
Sumber: Bloomberg
Minyak mentah di New York naik di atas $ 60 per barel untuk pertama kalinya sejak Desember. Pada bulan April, harga melonjak 25%, yang tertajam sejak Mei 2009, pada tanda-tanda meredanya pasokan AS. Investor yang pada bulan Desember menurunkan emas dan meningkatkan spekulasi bahwa deflasi akan berlanjut. Reli dolar telah terhenti, dan meningkatnya gaji di Amerika.
Kepemilikan emas ETP rebound, dan spekulan yang semakin bullish. Logam ini telah naik 4,5% dari level terendah tahun ini pada bulan Maret karena investor mengkaji ekspektasi untuk biaya konsumen lebih tinggi terhadap tanda-tanda bahwa Federal Reserve yang semakin mendekati untuk menaikkan suku bunga.
Emas berjangka untuk pengiriman Juni naik 0,5% untuk menetap di level $ 1,193.20 per ons pada 1:53 siang di Comex New York. Pada hari Senin, harga naik 1%, yang tertajam dalam sepekan terakhir.(yds)
Sumber: Bloomberg
Saham AS Ditutup Melemah Mengikuti Penurunan Ekuitas Global
BESTPROFIT FUTURES MALANG (6/5) - Indeks
Standard & Poor 500 turun tajam dalam lebih dari sebulan terakhir,
mengikuti penurunan global dalam ekuitas, terkait rilis data yang
bervariasi menambah kekhawatiran pertumbuhan ekonomi AS dan meningkatnya
spekulasi bahwa Yunani tidak akan mampu menyelesaikan krisis utangnya.
Indeks Standard &
Poor 500 turun 1,2% menjadi 2,089.51 pada pukul 4 sore di New York,
mendekati harga rata-rata selama 50 hari terakhir. Indeks Nasdaq
Composite turun 1,6%, dan Indeks Russell 2000 turun 1,4%.
Tumbuhnya kekhawatiran
mengenai apakah Yunani dapat memenuhi kewajibannya untuk membayar $
senilai 1,1 miliar akibat IMF pada 12 Mei. Indeks Stoxx Europe 600 turun
ke level terendah dalam dua tahun.(yds)
Sumber: Bloomberg
Yunani Memimpin Penurunan Saham Eropa Ditengah Kekhawatiran Default
BESTPROFIT FUTURES MALANG (6/5) - Saham Yunani memimpin penurunan saham Eropa ke level terendah dalam dua bulan pada kekhawatiran bahwa negosiasi utang akan gagal untuk mengamankan dana pada waktunya guna mencegah default (gagal bayar) Yunani.
Indeks Stoxx Europe 600 turun 1,5% menjadi 391,01 pada sesi penutupan perdagangan, setelah sebelumnya naik sebanyak 1,1% terkait laba perusahaan yang lebih baik dari estimasi. Indeks Saham melanjutkan penurunan setelah seorang pejabat Yunani mengatakan kesepakatan pendanaan tidak akan mungkin sampai kreditor internasional menyepakati serangkain tuntutan. Indeks ASE Yunani merosot 3,9%, yang tertajam dalam tujuh pekan.
Menteri Keuangan Jerman Wolfgang Schaeuble mengatakan Yunani mungkin tidak dapat menyelesaikan pekerjaan mengenai perjanjian bantuan finansial tepat pada waktunya untuk dana yang akan dikucurkan pada tanggal 12 Mei untuk pelunasan sekitar 1 miliar euro ($ 1,1 milyar) kepada IMF.
Indeks Stoxx 600 masih naik 14% tahun ini di tengah melemahnya euro dan stimulus moneter belum pernah terjadi sebelumnya, mendorong Komisi Eropa untuk menaikkan perkiraan pertumbuhan zona euro tersebut.
Indeks FTSE 100 Inggris membalikan kenaikan pada sesi pagi sebanyak 1%, jatuh 0,8%, karena pasar dibuka kembali setelah libur. Indeks Swiss Market melemah sebanyak 1,2%, juga menurun 0,8%. Indeks DAX Jerman turun 2,5% ke level terendah dalam dua bulan terakhir.(yds)
Sumber: Bloomberg
Indeks Stoxx Europe 600 turun 1,5% menjadi 391,01 pada sesi penutupan perdagangan, setelah sebelumnya naik sebanyak 1,1% terkait laba perusahaan yang lebih baik dari estimasi. Indeks Saham melanjutkan penurunan setelah seorang pejabat Yunani mengatakan kesepakatan pendanaan tidak akan mungkin sampai kreditor internasional menyepakati serangkain tuntutan. Indeks ASE Yunani merosot 3,9%, yang tertajam dalam tujuh pekan.
Menteri Keuangan Jerman Wolfgang Schaeuble mengatakan Yunani mungkin tidak dapat menyelesaikan pekerjaan mengenai perjanjian bantuan finansial tepat pada waktunya untuk dana yang akan dikucurkan pada tanggal 12 Mei untuk pelunasan sekitar 1 miliar euro ($ 1,1 milyar) kepada IMF.
Indeks Stoxx 600 masih naik 14% tahun ini di tengah melemahnya euro dan stimulus moneter belum pernah terjadi sebelumnya, mendorong Komisi Eropa untuk menaikkan perkiraan pertumbuhan zona euro tersebut.
Indeks FTSE 100 Inggris membalikan kenaikan pada sesi pagi sebanyak 1%, jatuh 0,8%, karena pasar dibuka kembali setelah libur. Indeks Swiss Market melemah sebanyak 1,2%, juga menurun 0,8%. Indeks DAX Jerman turun 2,5% ke level terendah dalam dua bulan terakhir.(yds)
Sumber: Bloomberg
Bursa Saham AS Sesi 1 Melemah 0,7% Ditengah Kecemasan Pertumbuhan Ekonomi
BESTPROFIT FUTURES MALANG (6/5) - Bursa Saham AS menghentikan reli selama 2
hari dengan bergabung pada penurunan ekuitas global menyusul rilis data
ekonomi yang bervariasi sehingga menambah kecemasan pertumbuhan ekonomi
Negeri Paman Sam dan adanya peningkatan spekulasi bahwa Yunani tidak
akan mampu menyelesaikan krisis hutangnya.
Apple Inc. turun 1.6% dan semikonduktor melemah 1.8%. Nasdaq Biotechnology Index anjlok 1.6%. Delta Air Lines Inc. dan American Airlines Group Inc. anjlok lebih dari 2.4%. Sedangkan Diamond Offshore Drilling Inc. melonjak 6.2%.
Indeks Standard & Poor 500 melemah 0.7% ke level 2,099.4 pukul 12:55 siang ini waktu New York. Sementara Dow Jones Industrial Average turun 73.70 poin atau 0.4% ke level 17,996.70. Sedangkan Indeks Nasdaq Composite melemah 1.2% dan Indeks Russell 2000 turun 1.2%. (bgs)
Sumber : Bloomberg
Apple Inc. turun 1.6% dan semikonduktor melemah 1.8%. Nasdaq Biotechnology Index anjlok 1.6%. Delta Air Lines Inc. dan American Airlines Group Inc. anjlok lebih dari 2.4%. Sedangkan Diamond Offshore Drilling Inc. melonjak 6.2%.
Indeks Standard & Poor 500 melemah 0.7% ke level 2,099.4 pukul 12:55 siang ini waktu New York. Sementara Dow Jones Industrial Average turun 73.70 poin atau 0.4% ke level 17,996.70. Sedangkan Indeks Nasdaq Composite melemah 1.2% dan Indeks Russell 2000 turun 1.2%. (bgs)
Sumber : Bloomberg
Monday, 4 May 2015
Proyeksi Teknikal Sektoral IHSG Bulan Mei 2015
BESTPROFIT FUTURES MALANG (5/5) - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada
bulan April ditutup dengan aksi profit taking secara massal di
penghujung bulan. Sebelumnya IHSG pada bulan tersebut sempat mencapai
level 5515 akibat aksi bargain hunting yang terjadi dalam beberapa hari
berturut. Sepanjang April, IHSG anjlok 7,83% dan menghapus penguatan
5,48% yang dicapai pada tiga bulan sebelumnya.
IHSG Kamis pekan lalu ditutup melemah
19,14 poin atau 0,37% ke posisi 5086,425 dengan mencapai tertinggi pada
level 5141,494 dan terendah pada level 5030.256 sepanjang sesi
perdagangan hari ini berlangsung. Sepanjang perdagangan IHSG bergerak
dalam pola konsolidasi. Tekanan jual sendiri masih cukup besar namun
dengan mulai adanya aksi beli, potensi terjadinya penguatan diperkirakan
akan terbuka dalam waktu dekat. Saat ini indeks sudah berada dalam area
jenuh jual sehingga peluang indeks untuk menguat kembali masih
dimungkinkan terjadi.
Pada akhir bulan April lalu, IHSG
mencatat foreign sell sebanyak Rp 5,87 triliun dan foreign buy sebanyak
Rp 4,54 triliun sehingga tercatat foreign net sell sebesar Rp 1,32
triliun.
Berikut proyeksi teknikal bulan Mei untuk setiap sektor :
- Sektor Agribisnis
Indeks ini ditutup menguat 0,27% menjadi
2004,78 pada akhir April lalu dengan mencapai tertinggi pada level
2006,25 dan terendah pada 1979,62. Indeks Agribisnis menjelang
berakhirnya bulan April kemarin cukup tertekan hebat akibat imbas IHSG
secara keseluruhan yang mengalami penurunan drastis. Namun saat ini ada
indikasi penguatan yang berusaha mengangkat indeks untuk rebound
kembali. AALI merupakan salah satu emiten yang menopang indeks
agribisnis. Secara teknikal mingguan dan bulanan, indeks agribisnis
diperkirakan masih berpotensi melemah pada bulan Mei ini. Level support
yang akan dites berada pada level 1969 hingga 1986 sedangkan level
resistence yang akan dites berada di level 2013 hingga 2023.
- Sektor Pertambangan
Indeks pertambangan pada akhir April
lalu ditutup melemah 0,37% menjadi 1197,95 dengan mencapai tertinggi
pada level 1203,74 dan terendah pada 1180,52. Indeks Pertambangan
mengalami tren pelemahan dari awal tahun hingga sekarang dan pada akhir
bulan lalu, indeks semakin anjlok akibat imbas IHSG yang menurun. INCO
merupakan emiten yang menjadi top gainer dalam indeks pertambangan
meskipun harga sahamnya juga ditutup melemah pada sesi penutupan Kamis
lalu. Secara teknikal mingguan dan bulanan, indeks pertambangan
diperkirakan masih melanjutkan tren pelemahannya pada bulan Mei ini.
Level support yang akan dites berada pada level 1170 hingga 1183
sedangkan level resistence yang akan dites berada di level 1206 hingga
1216.
- Sektor Industri Dasar
Indeks industri dasar pada akhir April
lalu ditutup melemah 2,14% menjadi 433,87 dengan mencapai tertinggi pada
level 443,43 dan terendah pada 430,71. Indeks Industri Dasar mengalami
tren yang fluktuatif dari awal tahun hingga sekarang dan pada pekan lalu
indeks melemah selama 5 hari berturut-turut. Sektor industri dasar
merupakan satu dari dua sektor dominan yang melemahkan IHSG pada April
lalu. CPIN merupakan emiten yang cukup berpengaruh terhadap melemahnya
indeks industri dasar. Secara teknikal mingguan dan bulanan, indeks ini
berpotensi masih melanjutkan pelemahan dari minggu lalu dan menunggu
sentimen fundamental dari emiten-emiten blue chip industri besar yang
bisa membuat indeks terangkat kembali. Level support yang akan dites
berada pada level 422 hingga 427 sedangkan level resistence yang akan
dites berada pada level 440 hingga 448.
- Sektor Konsumer
Indeks Konsumer pada akhir April lalu
ditutup menguat 0,60% menjadi 2319,25 dengan mencapai tertinggi pada
level 2361,3 dan mencapai terendah di 2248,70. Indeks Barang Konsumer
mengalami gerakan yang fluktuatif sejak awal tahun hingga sekarang.
Menjelang akhir April kemarin, indeks sempat anjlok akibat aksi profit
taking namun diiringi dengan aksi bargain hunting pada sesi perdagangan
selanjutnya sehingga pelemahan indeks tidak berlangsung lama. ICBP
merupakan top gainer yang menguatkan indeks barang konsumer di tengah
derasnya aksi jual di bursa yang menyebabkan IHSG hampir kembali ke
posisi 5000. Secara teknikal mingguan dan bulanan, indeks barang
konsumer diperkirakan berpotensi menguat secara terbatas meskipun secara
harian, potensi pelemahan masih mungkin terjadi. Level resistence yang
akan dites berada pada posisi 2370 hingga 2422 sedangkan level support
yang akan dites berada pada 2196 hingga 2257.
- Sektor Properti
Indeks Properti pada akhir April lalu
ditutup melemah 0,78% menjadi 538,48 dengan mencapai tertinggi pada
level 547,16 dan terendah pada 535,80. Indeks Properti mengalami tren
penguatan dari awal tahun namun sempat menurun pada pertengahan Maret
lalu kemudian rebound kembali. Pada minggu terakhir April kemarin,
indeks melemah selama 4 hari berturut-turut. Walaupun indeks properti
ditutup melemah, saham ASRI ditutup menguat di atas 1% sehingga
pelemahan indeks tidak begitu signifikan. Secara teknikal mingguan dan
bulanan, indeks properti berpotensi untuk menguat secara terbatas namun
secara harian, potensi pelemahan masih dimungkinkan terjadi. Level
resistence yang akan dites berada di kisaran 545 hingga 552 sedangkan
level support yang akan dites berada di kisaran 528 hingga 533.
- Sektor Keuangan
Indeks Keuangan pada April lalu ditutup
menguat 0,12% menjadi 745,35 dengan mencapai tertinggi di posisi 754,6
dan terendah di 732,37. Indeks Keuangan mengalami tren penguatan yang
cukup signifikan sejak awal tahun hingga sekarang. Namun tren penguatan
tersebut berbalik melemah pada minggu keempat April lalu akibat aksi
profit taking. Meski demikian, saat ini indeks berusaha untuk rebound
secara teknikal. Penguatan indeks ini didukung oleh saham BMRI yang
ditutup menguat cukup signifikan. Secara teknikal mingguan dan bulanan,
indeks keuangan diperkirakan masih akan melemah terbatas melanjutkan
pelemahan pada minggu lalu dan menunggu sentimen fundamental
emiten-emiten utama yang bisa mengangkat indeks. Level support yag akan
dites berada pada kisaran 721 hingga 733 sedangkan level resistence yang
akan dites berada di kisaran 755 hingga 765/
- Sektor Perdagangan
Indeks Perdagangan pada April lalu
ditutup menguat 0,78% dengan mencapai tertinggi pada level 948,7 dan
terendah pada 927,16. Indeks perdagangan mengalami tren penguatan dari
awal tahun namun pada awal Maret lalu berbalik melemah dan bergerak
fluktuatif hingga saat ini. Saham LPPF yang ditutup menguat hampir 3%
pada akhir April lalu mampu menguatkan indeks setelah sebelumnya ditekan
oleh aksi profit taking di bursa. Secara teknikal mingguan dan bulanan,
indeks perdagangan diperkirakan mencoba menguat terbatas meskipun
secara harian indeks masih berpotensi melemah terbatas. Level support
yang akan dites berada pada kisaran 920 hingga 934 sedangkan level
resistence yang akan dites diperkirakan berada di kisaran 955 hingga
962.
- Sektor Manufaktur
Indeks Manufaktur pekan lalu ditutup
melemah 0,75% menjadi 1281,48 dengan mencapai tertinggi pada level
1299,93 dan terendah pada 1254,63. Indeks manufaktur mengalami tren yang
cukup fluktuatif cenderung sideways sejak awal tahun hingga saat ini
yang disebabkan oleh daya beli dan jual yang cukup intensif dalam
kuartal pertama tahun ini. Saham ASII yang ditutup melemah pada
perdagangan minggu lalu menjadi pemberat utama indeks manufaktur yang
disebabkan kinerja awal tahun ASII yang kurang begitu baik pada kuartal
pertama tahun ini sehingga indeks manufaktur menjadi tertekan. Secara
teknikal mingguan dan bulanan, indeks manufaktur berpotensi melemah pada
bulan Mei ini dan menunggu sentimen fundamental dari emiten-emiten
utama yang menggerakkan indeks manufaktur. Level support yang akan dites
berada di kisaran 1233 hingga 1257 sedangkan level resistence yang akan
dites barada pada kisaran 1302 hingga 1323.
- Sektor Aneka Industri
Indeks Aneka Industri akhir April lalu
ditutup melemah signifikan 2,39% menjadi 1207,9 dengan mencapai
tertinggi pada level 1237,49 dan terendah pada 1180,48. Indeks Aneka
Industri merupakan sektor yang mengalami pelemahan yang paling
signifikan pada akhir April lalu sehingga IHSG cukup tertekan hebat
menjelang berakhirnya bulan April lalu. Indeks Aneka Industri mengalami
tren penguatan secara terbatas sejak awal tahun namun pada pertengahan
April lalu indeks berbalik melemah akibat aksi profit taking yang masih
dilakukan investor di bursa hingga akhir bulan. Saham ASII yang ditutup
melemah signifikan pada perdagangan Kamis lalu turut membuat indeks
Aneka Industri menjadi semakin tertekan hingga membuat IHSG anjlok ke
posisi 5086. Secara teknikal mingguan dan bulanan, indeks Aneka Industri
masih berpotensi untuk melanjutkan pelemahan dan menunggu sentimen
fundamental dari saham-saham utama yang dapat membuat indeks menguat
kembali. Level support yang akan dites berada di kisaran 1322 hingga
1339 sedangkan level resistence yang akan dites diperkirakan berada pada
kisaran 1378 hingga 1400.
- Sektor Infrastruktur
Indeks Infrastruktur pada akhir April
lalu ditutup melemah 1,7% menjadi 1002,11 dengan mencapai tertinggi pada
level 1026,38 dan terendah pada 1002,11. Indeks Infrastruktur mengalami
tren pelemahan dalam pola sideways sejak awal tahun karena intensitas
perdagangan di indeks ini yang cukup tinggi namun indeks terjun bebas
menjelang berakhirnya bulan April lalu akibat aksi profit taking. Saham
PGAS yang merupakan salah satu emiten infrakstruktur utama ditutup
melemah signifikan pada akhir April lalu turut menyebabkan indeks
infrastruktur menjadi tertekan. Secara teknikal mingguan dan bulanan,
indeks infrastruktur diperkirakan masih akan melanjutkan tren
pelemahannya dan menunggu sentimen fundamental positif dari emiten utama
sehingga indeks dapat kembali menguat. Level support yang akan dites
diperkirakan berada di kisaran 986 hingga 994 sedangkan resistence yang
akan dites diperkirakan berada pada kisaran 1018 hingga 1034.
Untuk perdagangan bulan Mei, IHSG
diperkirakan akan mencoba rebound mengingat saat ini indeks sudah berada
di area jenuh jual sehingga potensi indeks untuk menguat kembali bisa
dimungkinkan terjadi. Perkiraan pergerakan IHSG pada bulan Mei 2015
berada pada kisaran support 4974 – 5030 dan resistence pada kisaran 5141
– 5196.
Sumber : Vibiznews
Aktivitas Manufaktur Global Tunjukkan Kinerja Yang Semakin Payah
BESTPROFIT FUTURES MALANG (5/5) - Pertumbuhan aktivitas manufaktur secara
global hingga bulan April lalu masih tetap lamban terutama di beberapa
negara yang cukup kuat pengaruhnya terhadap ekonomi global. Buruknya
kinerja manufaktur di negara-negara utama tersebut menandakan bahwa
pertumbuhan ekonomi global masih bergerak moderat dan tidak merata.
Ekspansi di sektor manufaktur Amerika
Serikat (AS) pada bulan April misalnya dilaporkan melemah sebagai dampak
dari pertumbuhan output dan jumlah pesanan baru yang menurun.
Dilaporkan bahwa skor PMI Manufaktur AS bulan April turun menjadi 54,1
dari 55,7 yang diraih di bulan Maret. Pertumbuhan kinerja manufaktur
bulan April lalu adalah yang paling lambat sejak 2015.
Melempemnya kinerja manufaktur AS di
bulan April disebabkan oleh apresiasi Dollar AS yang menguat hingga
sekitar 25 persen terhadap mata uang negara lain dalam sembilan bulan
terakhir. Berdasarkan sebuah survei terpisah yang dilakukan oleh ISM
juga dilaporkan bahwa ekspansi kinerja manufaktur AS pada bulan April
berada pada laju yang paling lambat dalam kurun dua tahun terakhir.
Berdasarkan ISM, skor PMI untuk aktivitas pabrik nasional berakhir pada
51,5 di bulan April, terendah sejak Mei 2013. Sedangkan kinerja
manufaktur jatuh ke wilayah kontraktif untuk pertama kalinya sejak Mei
2013, yaitu ke 48,3, terendah sejak September 2009, dari 50,0 pada bulan
Maret.
Memburuknya kinerja manufaktur AS memang
sudah dapat ditebak sejak awal. Pasalnya, Departemen Perdagangan
AS juga telah melaporkan bahwa laju PDB AS hanya mampu menyentuh angka
pertumbuhan sebesar 0,2 persen, turun drastis dari laju PDB di Q4 2014
yang tercatat sebesar 2,2 persen.
Sementara itu, di Inggris juga bernasib
serupa dengan AS dimana pertumbuhan manufaktur negaranya juga melambat
tajam pada bulan April. Kondisi ini memperkuat asumsi bahwa kondisi
ekonomi domestik Inggris memang tidak stabil menjelang pemilu
nasional tanggal 7 Mei mendatang. PMI manufaktur Inggris jatuh ke level
terendahnya dalam tujuh bulan terakhir yaitu pada skor 51,9 dari
skor 54,0 di bulan Maret.
Tidak Hanya Amerika dan Inggris yang
mencatat pelemahan terhadap kinerja manufakturnya, pasalnya demikian
halnya pada wilayah Asia. Tiongkok yang merupakan negara dengan ekonomi
terkuat kedua di dunia ini juga melaporkan bahwa kinerja manufaktur
negaranya masih terjebak pada pertumbuhan yang lambat pada bulan April
lalu. PMI manufaktur Tiongkok berakhir pada skor 50,1 di bulan April.
Untuk mengatasi masalah perlambatan
ekonomi di negaranya, Bank sentral Tiongkok (PBOC) dan pemerintah
Tiongkok telah berkolaborasi mengeluarkan sejumlah paket kebijakan
konvensionalnya, misalnya PBOC pada pekan lalu kembali memangkas
cadangan giro minimum di perbankan. Seperti diketahuo, pertumbuhan
tahunan ekonomi Tiongkok memang telah melambat ke level terendahnya
dalam enam tahun terakhir yaitu sebesar 7,0 persen pada kuartal pertama
tahun ini.
Menyusul Jepang, yang menyandang gelar
negara dengan ekonomi terkuat ketiga di dunia juga menunjukkan kondisi
serupa dimana skor PMI manufakturnya jatuh ke 49,9 pada bulan April,
dari 50,3 pada bulan Maret. Sedikit berbeda dengan Tiongkok, kinerja
manufaktur Jepang jatuh untuk pertama kalinya ke wilayah kontraktif
sejak Mei tahun 2014 lalu.
Demikian juga dengan Korea Selatan (Korsel), pada awal pekan ini juga
melaporkan bahwa kinerja manufaktur di negaranya memburuk disebabkan
oleh kondisi ekonomi domestik yang belum stabil dan menurunnya jumlah
permintaan ekspor terutama dari Eropa dan Rusia. PMI HSBC Manufaktur
Korsel bulan April berakhir pada laju kontraksi yang lebih cepat yaitu
pada skor 48,8. PMI skor ini turun dari bulan Maret yang tercatat
sebesar 49,6.
Mencermati kondisi ekonomi global yang tidak menentu ini
membuat Gubernur bank sentral dan menteri keuangan Tiongkok, Jepang dan
Korea Selatan (Korsel) mengadakan pertemuan bilateral ditengah pertemuan
tahunan pemimpin ADB (Asian Development Bank) di Baku, Azerbaijan 2-3
Mei 2015. Dalam pertemuan tersebut mereka menyatakan kesepahaman dan
komitmen mereka untuk mengaplikasikan kebijakan moneter yang
berorientasi mendukung permintaan dalam menghadapi lemahnya pertumbuhan
global yang cenderung bergerak moderat dan tidak merata.
Sumber : Vibiznews
Bursa AS Terangkat Raihan Pendapatan Perusahaan di Atas Prediksi
BESTPROFIT FUTURES MALANG (5/5) - Bursa saham Amerika Serikat (AS) berakhir lebih tinggi seiring raihan
pendapatan perusahaan-perusahaan AS yang tercatat lebih baik dari
prediksi.
Indeks Dow Jones Industrial Average naik 46,34 poin atau 0,26 persen menjadi US$ 18.070,4. Sementara indeks S & P 500 naik 6,2 poin atau 0,29 persen ke posisi 2.114,49. Nasdaq Composite bertambah 11,54 poin atau 0,23 persen menjadi 5.016,93, melansir laman Reuters.
"Hal ini didorong berkurangnya berita negatif," kata Peter Jankovskis, Co-chief Investment Officer Oakbrook Investments LLC di Lisle, Illinois.
Dia mengatakan, kondisi di Eropa tampaknya cukup tenang. Demikian pula di China, dan ini mendorong perolehan laba yang lebih baik pada perusahaan-perusahaan AS.
Saham Berkshire Hathaway Inc naik 1,62 persen, dan menjadi pendorong terbesar indeks S & P 500, setelah hasil laba perusahaan asuransi dan investasi ini mengalahkan perkiraan.
Wall Street kini masih menunggu kepastian Federal Reserve AS akan mulai menaikkan suku bunga. Sebuah laporan tentang gaji April yang dilansir pada Jumat ini bisa memberikan petunjuk.
Sekitar 5,6 miliar saham berpindah tangan di bursa AS, dibandingkan dengan 7,2 miliar rata-rata harian selama lima sesi terakhir, menurut data dari BATS Global Markets.(Nrm)
Sumber : Liputan6
Indeks Dow Jones Industrial Average naik 46,34 poin atau 0,26 persen menjadi US$ 18.070,4. Sementara indeks S & P 500 naik 6,2 poin atau 0,29 persen ke posisi 2.114,49. Nasdaq Composite bertambah 11,54 poin atau 0,23 persen menjadi 5.016,93, melansir laman Reuters.
"Hal ini didorong berkurangnya berita negatif," kata Peter Jankovskis, Co-chief Investment Officer Oakbrook Investments LLC di Lisle, Illinois.
Dia mengatakan, kondisi di Eropa tampaknya cukup tenang. Demikian pula di China, dan ini mendorong perolehan laba yang lebih baik pada perusahaan-perusahaan AS.
Saham Berkshire Hathaway Inc naik 1,62 persen, dan menjadi pendorong terbesar indeks S & P 500, setelah hasil laba perusahaan asuransi dan investasi ini mengalahkan perkiraan.
Wall Street kini masih menunggu kepastian Federal Reserve AS akan mulai menaikkan suku bunga. Sebuah laporan tentang gaji April yang dilansir pada Jumat ini bisa memberikan petunjuk.
Sekitar 5,6 miliar saham berpindah tangan di bursa AS, dibandingkan dengan 7,2 miliar rata-rata harian selama lima sesi terakhir, menurut data dari BATS Global Markets.(Nrm)
Wall Street berakhir lebih tinggi pada Senin karena pendapatan
perusahaan datang lebih baik dari takut, meskipun saham McDonald menurun
setelah rencana turnaround rantai makanan cepat saji meninggalkan
investor menginginkan lebih.Berkshire Hathaway Inc (BRKa.N) (BRKb.N) naik 1,62 persen, memberikan
dorongan terbesar untuk S & P 500 setelah hasil asuransi dan
investasi konglomerat mengalahkan perkiraan.Dow
Jones Industrial Average naik 46,34 poin .DJI, atau 0,26 persen,
menjadi berakhir pada 18,070.4, dan S & P 500 naik 6,2 poin, atau
0,29 persen, ke 2,114.49, hanya malu dari dekat rekor tinggi dari
2,117.69 pada tanggal 24 April .Nasdaq Composite .IXIC menambahkan 11,54 poin, atau 0,23 persen, ke 5,016.93."Hal
ini didorong oleh kurangnya berita negatif yang cukup besar," kata
Peter Jankovskis, pejabat investasi co-chief di Oakbrook Investments LLC
di Lisle, Illinois. "Hal di Eropa tampaknya cukup tenang, kami belum mendengar apa-apa
dari China, dan terhadap latar belakang itu, beberapa laporan laba cari
yang lebih baik."Menyadari (CTSH.O) melonjak 6,15 persen setelah penyedia layanan TI
melaporkan kenaikan yang lebih baik dari perkiraan pendapatan dan
menaikkan perkiraan setahun penuh.Tujuh dari 10 sektor S & P yang positif, dengan .SPSY indeks
keuangan memperoleh 0,98 persen dan indeks utilitas .SPLRCU 0,73 persen
lebih tinggi, dengan investor tertarik dengan dividen yang relatif
tinggi.Dengan
tiga-perempat dari laporan perusahaan laba di, Wall Street kini mencoba
ilahi ketika Federal Reserve AS akan mulai menaikkan suku bunga. Sebuah laporan penggajian April karena pada hari Jumat bisa memberikan petunjuk.Sementara pesanan baru untuk barang-barang AS pabrik mencatat kenaikan
terbesar mereka dalam delapan bulan pada bulan Maret, tren yang
mendasarinya masih lemah terhadap latar belakang dari dolar yang kuat,
tanda lebih lanjut bahwa rebound dalam pertumbuhan ekonomi tidak akan
sekuat tahun lalu.Reli
Senin di utilitas menyarankan beberapa investor percaya Fed tidak akan
menaikkan suku segera dan dapat mencari hasil, kata Jankovskis. The S & P indeks utilitas memiliki dividend yield 3,7 persen, dibandingkan dengan S & P 500 2,4 persen dividend yield.McDonald Corp (MCD.N) ditutup 1,71 persen lebih rendah setelah
rencananya untuk mengubah rantai makanan cepat saji menjadi "modern,
perusahaan burger progresif" gagal untuk mengesankan para pemegang
saham.Saham
Pioneer Natural Resources Co (PXD.N) turun 1,88 persen dan indeks
energi S & P 500 kehilangan 1,39 persen .SPNY setelah David Einhorn,
kepala berpengaruh hedge fund Greenlight Capital, mengatakan pada
konferensi bahwa perusahaan-perusahaan fracking minyak dapat "mencemari
portofolio kembali. "Masalah memajukan kalah jumlah menurun yang di NYSE dengan 1.758 ke 1.287, untuk rasio 1,37-to-1 pada terbalik; di Nasdaq, 1593 masalah bangkit dan 1.158 jatuh untuk 1,38-to-1 advancers rasio kesukaan akan.Indeks S & P 500 benchmark itu membukukan 14 tertinggi 52-minggu baru dan tidak ada posisi terendah baru; Nasdaq Composite merekam 55 tertinggi baru dan terendah baru 35.Sekitar
5,6 miliar saham berpindah tangan di bursa AS, dibandingkan dengan 7,2
miliar rata-rata harian selama lima sesi terakhir, menurut data dari
BATS Global Markets.
Sumber : Liputan6
Emas Berjangka Rebound Dari 6 Pekan Terendah Ditengah Spekulasi Stimulus China
BESTPROFIT FUTURES MALANG (5/5) - Emas
berjangka rebound dari level terendah enam pekan ditengah spekulasi
bahwa pertumbuhan ekonomi yang lebih lemah akan mendorong para otoritas
untuk menambah stimulus di China, dimana pesaingnya seperti India yang
merupakan pembeli bullion terbesar di dunia.
Emas berjangka rebound
setelah tiga minggu menurun. Federal Reserve telah meredam spekulasi
bahwa akan menunda kenaikan suku bunga. Para pedagang sedang menunggu
laporan payrolls AS bulan April pada hari Jumat guna memberikan sinyal
kapan waktu kenaikan suku bunga pinjaman. Suku bunga yang lebih tinggi
mendorong investor untuk mendukung aset pembayaran suku bunga, seperti
obligasi, sehingga memangkas daya tarik emas sebagai aset penyimpan
nilai, karena umumnya menawarkan pengembalian hanya melalui kenaikan
harga.
Sementara di Comex New
York, emas berjangka untuk pengiriman Juni naik 1% untuk menetap di
level $ 1,186.80 per ons pada 1:47 siang. Pada tanggal 1 Mei, harga
menyentuh level $ 1,168.40, yang terendah untuk kontrak teraktif sejak
20 Maret lalu.
Menurut estimasi
rata-rata dalam survei Bloomberg terhadap para ekonom menjelang laporan
Departemen Tenaga Kerja pada tanggal 8 Mei, Para pengusaha di Amerika
menambahkan sebanyak 225.000 pekerja bulan lalu, naik dari 126.000 di
bulan Mare,. Tingkat pengangguran dapat turun menjadi 5,4% dari 5,5%.(yds)
Sumber: Bloomberg
Reli Perbankan Angkat Saham AS Di Sesi Penutupan
BESTPROFIT FUTURES MALANG (5/5) - Saham
AS ditutup naik, setelah kenaikan tertajam dalam lebih dari sebulan
terakhir untuk Indeks Standard & Poor 500, karena reli saham
perbankan ditengah optimisme atas musim laba perusahaan.
Saham
Comcast Corp menguat setelah meningkatkan pembelian kembali sahamnya.
Berkshire Hathaway Inc naik 1,9% karena harga bahan bakar yang lebih
rendah membantu meningkatkan keuntungan perusahaan perkeretaapian
tersebut. JPMorgan Chase & Co mencapai level tertinggi 15-tahun.
Cognizant Technology Solutions Corp menguat 6,2% setelah meningkatkan
prospek pendapatan. Merck & Co Inc mencapai tertinggi tiga bulan,
sementara McDonald Corp tergelincir seiring perusahaan raksasa makanan
cepat saji tersebut mengumumkan rencana perubahan.
S & P 500 naik 0,3% menjadi 2,114.46 pada pukul 4 sore di New York, setelah Jumat membukukan 0,4% penurunan mingguan.
Anggota
S & P 500 yang telah merilis laba musim ini, 73% melampaui proyeksi
laba dan 49 persen melampaui perkiraan penjualan. Analis memproyeksikan
penurunan kuartal pertama dari 0,4%, dibandingkan dengan 17 April
menyerukan untuk penurunan 4,3%.(yds)
Sumber: Bloomberg
Sunday, 3 May 2015
Mengintip Kreasi Pesawat Terbang Tanpa Bahan Bakar
BESTPROFIT FUTURES MALANG (4/5) - Di masa lalu, balon udara berisi gas helium sempat menjadi alat
angkutan udara. Karena kemampuannya menanggung beban yang cukup berat.
Namun demikian, balon udara seperti itu terbang lambat.
Tapi tak demikian dengan saat ini, teknologi balon helium untuk sarana angkutan udara itu telah mendapat sentuhan teknologi terkini.
Seorang mantan pakar teknologi nuklir Robert D. Hunt dari Hunt Aviation Corp yang memperbaiki kreasi rancangan balon udara itu. Caranya: ia dengan menempatkan sejumlah balon udara elastis berukuran kecil dalam badan pesawat yang kaku namun ringan tersebut.
Ketika akan terbang, balon-balon udara itu akan diisi dengan gas helium yang memiliki berat jenis yang lebih ringan daripada gas-gas di atmosfer. Dengan demikian, pesawat terbang ini akan terangkat ke udara.
Setelah mencapai ketinggian yang cukup, pesawat terbang akan diarahkan ke tujuan dan dibiarkan bergerak dengan menggunakan daya tarik bumi.
Sumber : Liputan6
Tapi tak demikian dengan saat ini, teknologi balon helium untuk sarana angkutan udara itu telah mendapat sentuhan teknologi terkini.
Seorang mantan pakar teknologi nuklir Robert D. Hunt dari Hunt Aviation Corp yang memperbaiki kreasi rancangan balon udara itu. Caranya: ia dengan menempatkan sejumlah balon udara elastis berukuran kecil dalam badan pesawat yang kaku namun ringan tersebut.
Ketika akan terbang, balon-balon udara itu akan diisi dengan gas helium yang memiliki berat jenis yang lebih ringan daripada gas-gas di atmosfer. Dengan demikian, pesawat terbang ini akan terangkat ke udara.
Setelah mencapai ketinggian yang cukup, pesawat terbang akan diarahkan ke tujuan dan dibiarkan bergerak dengan menggunakan daya tarik bumi.
Sumber : Liputan6
Pemimpin 3 Negara Utama Asia Bicarakan Nasib Ekonomi Mereka
BESTPROFIT FUTURES MALANG (4/5) - Gubernur bank sentral dan menteri
keuangan Tiongkok, Jepang dan Korea Selatan (Korsel) mengadakan
pertemuan bilateral ditengah pertemuan tahunan pemimpin ADB (Asian
Development Bank) di Baku, Azerbaijan 3-4 Mei 2015. Dalam pertemuan
tersebut mereka menyatakan kesepahaman dan komitmen mereka untuk
mengaplikasikan kebijakan moneter yang berorientasi mendukung permintaan
dalam menghadapi lemahnya pertumbuhan global yang cenderung bergerak
moderat dan tidak merata.
Dalam pertemuan tersebut, mereka sepakat
bahwa saat ini ekonomi global sedang berada dalam fase yang penuh
tekanan sehingga mereka berkomitmen untuk terus menerapkan kebijakan
makroekonomi yang tepat waktu dan efektif untuk membantu meningkatkan
permintaan. Namun, reformasi struktural untuk meningkatkan pertumbuhan
potensial akan tetap menjadi prioritas utama untuk memperoleh
pertumbuhan yang berkelanjutan dan seimbang.
Dalam lingkungan yang serba tidak pasti
sekarang ini, pengaturan kebijakan moneter dipandang harus diaplikasikan
dengan lebih hati-hati dan dikomunikasikan dengan jelas dengan
negara-negara lain untuk meminimalkan dampak situasi negatif yang sudah
ada, terutama dalam meminimalisir terjadinya assymetric information. Sementara
itu, beralih ke Amerika Serikat (AS), banyak ekonom yang menghimbau
agar kenaikan suku bunga The Fed AS tidak dinaikkan tahun ini karena
justru akan emmperparah kondisi ekonom global.
Informasi tentang kenaikan suku bunga
The Fed akan sangat mempengaruhi kebijakan moneter di negara-negara
lain. terutama jika negara tersebut berhadapan dengan risiko stabilitas
makroekonomi dan keuangan yang timbul dari arus modal yang mudah keluar.
Terutama negara-negara di Asia yang hampir kebanyakan masih memegang
status negara berkembang. Hingga saat ini ekonomi Asia masih berusaha
untuk bangkit namun sayang, belakangan impian tersebut sering terhambat.
Pasalnya, pertumbuhan Tiongkok, yang memiliki ekonomi terbesar kedua di
dunia saja telah merosot ke posisi terendahnya dalam enam tahun terahir
dengan PDB tercatat sebesar 7,0 persen pada kuartal pertama tahun ini.
Sementara itu, Jepang, yang memiliki ekonomi terbesar ketiga, berhasil mencatat rebound
dari fase resesi pada kuartal terakhir tahun lalu, dengan pertumbuhan
sebesar 2,2 persen, namun persentase ini masih dinilai lemah dan gejala
deflasi masih terlihat.
Menteri Keuangan Korea Selatan sendiri,
Choi Kyung-hwan juga menyampaikan bahwa tingkat pertumbuhan ekonomi di
negaranya tahun ini kemungkinan masih akan berada pada
kisaran pertumbuhan 3,3 persen sesuai dengan proyeksi yang dibuat
tahun 2014 lalu. Para pembuat kebijakan di Korsel mengkonfirmasi bahwa
kemungkinan besar mereka masih akan menunggu sampai akhir Juni mendatang
untuk menilai apakah diperlukan tambahan stimulus atau tidak.
Pekan lalu, berbagai rilis data dari 3
(tiga) negara utama di kawasan Asia Utara ini memenuhi tajuk utama
berita internasional. Dilaporkan bahwa kinerja manufaktur Tiongkok dan
Jepang memang menunjukkan kondisi yang kurang memuaskan. Sedangkan
Korsel dilaporkan dapat terjebak dalam jurang deflasi. Beberapa kondisi
yang cukup mengkhawatirkan pertumbuhan ekonomi ke-3 negara ini bisa
menjadi alasan pertemuan bilateral ini untuk memperkuat perekonomian di
negara nya.
Sumber : Vibiznews
Akibat Apresiasi Dollar Terhadap Bisnis Manufaktur AS
BESTPROFIT FUTURES MALANG (4/5) - Pekan lalu berbagai data kinerja
manufaktur di negara-negara maju telah dirilis. Kinerja manufaktur di
Tiongkok, Jepang dan Inggris masih menunjukkan pergerakan yang belum
memuaskan, demikian juga dengan Amerika Serikat (AS). Pasalnya, laju
ekspansi di sektor manufaktur AS untuk periode April yang dikeluarkan
oleh Institute for Supply Management tidak mengalami perubahan skor indeks dari bulan sebelumnya.
ISM melaporkan bahwa skor PMI manufaktur
AS di bulan April masih tercatat sebesar 51,5, sama dengan bulan
sebelumnya. Meski tidak mengalami perubahan dari bukan sebelumnya,
kinerja manufaktur di negara ini masih tercatat mengalami ekspansi
karena masih mencatat skor diatas 50.
Meskipun mencatat pertumbuhan yang
stagnan, mnurut laporan ISM, sekitar 15 dari 18 industri manufaktur di
AS melaporkan pertumbuhan yang cukup baik pada bulan April jika
dibandingkan dengan ulan sebelumnya. Hal ini terlihat dari
naiknya indeks pesanan baru menjadi 53,5 pada April dari 51,8 pada bulan
Maret, sementara indeks produksi juga naik menjadi 56,0 pada bulan
April dari 53,8 di bulan Maret.
Namun di sisi lain, indeks kerja turun
menjadi 48,3 pada bulan April dari 50,0 pada bulan sebelumnya, hal ini
mencerminkan adanya kontraksi terhadap pekerjaan di sektor
manufaktur. ISM juga melaporkan bahwa indeks harga naik tipis menjadi
40,5 pada bulan April dari 39,0 pada bulan Maret. Ke depan sektor
manufaktur AS yang berorientasi ekspor ini diperkirakan masih harus
berjuang untuk memulihkan laju ekspansinya, terutama dalam menghadapi
apresiasi Dolar AS yang masih berlangsung hingga hari ini.
Sumber : Vibiznews
Belanja Konstruksi AS Merosot Tajam Duduki Posisi Terendahnya
BESTPROFIT FUTURES MALANG (4/5) - Belanja konstruksi Amerika Serikat (AS)
pada bulan Maret tercatat alami penurunan yang cukup tajam sehingga
menempati posisi terendahnya dalam enam bulan terakhir. Anjloknya
belanja konstruksi di negara dengan ekonomi terkuat di dunia ini
disebabkan oleh pengeluaran belanja konstruksi perumahan oleh swasta
yang menurun tajam. Tentu saja hal ini kembali menimbulkan kekhawatiran
bahwa pertumbuhan ekonomi AS di kuartal selanjutnya dapat kembali
tergerus.
Belanja konstruksi AS tercatat turun 0,6
persen (yoy) menjadi sebesar $ 966.600.000.000, tingkat ini adalah yang
terendah sejak September 2014 lalu, demikian berdasarkan laporan dari
Departemen Perdagangan AS pada pekan lalu.
Kontraksi sebesar 0,6 persen cukup
mengejutkan para ekonom, pasalnya mereka justru memperkirakan belanja
konstruksi akan naik 0,5 persen pada Maret lalu. Data konstruksi dan
manufaktur AS yang dirilis pekan lalu semakin menunjukkan
hilangnya momentum pemulihan ekonomi yang kuat mengawali kuartal kedua
tahun ini.
Beberapa hal memang cukup enjadi
penghambat laju pertumbuhan ekonomi AS pada awal tahun ini seperti cuaca
buruk, apresiasi dolar AS, perselisihan antarburuh di pelabuhan Pantai
Barat, serta harga minyak yang lebih rendah yang akibatnya telah
memangkas produksi energi dalam negeri.
Pada bulan Maret, belanja konstruksi
terbebani oleh penurunan sebesar 1,6 persen terhadap pengeluaran
konstruksi perumahan swasta, dimana penurunan ini adalah yang terbesar
sejak Juni tahun lalu. Sedangkan pengeluaran untuk proyek-proyek
konstruksi non-perumahan swasta naik 1,0 persen pada Maret.
Sumber : Vibiznews
Keren, Seniman Grafiti Pakai Drone untuk Buat Mural
BESTPROFIT FUTURES MALANG (4/5) - Drone atau pesawat tanpa awak, belakangan ini kerap muncul dalam pemberitaan di berbagai media. Salah satu drone yang cukup terkenal adalah besutan perusahaan aerospace Lockheed Martin, yang berfungsi untuk membantu menemukan orang hilang.
Kabar terbaru datang dari KATSU, seorang seniman grafiti yang memutuskan menggunakan drone untuk mencorat-coret sebuah billboard di New York City. Dan kebetulan, billboard tersebut bergambar wajah model papan atas, Kendal Jenner.
"Secara mengejutkan, ini dapat berfungsi dengan sangat baik. Ini menarik untuk melihat potensi penggunaan pertama sebagai perangkat untuk vandalisme," kata KATSU seperti dikutip dari laman Ubergizmo, Senin (4/5/2015).
Modifikasi drone ini disebutkan bakal menjadi cara baru dalam membuat street art atau mural. KATSU dikenal sebagai seniman yang eksentrik. Ia kerap menghiasi berita utama di sejumlah media.
Pada April 2014, KATSU menjadi berita utama ketika ia menemukan cara untuk melampirkan kaleng semprot ke drone DJI phantom. Pada saat itu, ia hanya menggunakan pesawat tak berawak untuk melukis di atas kanvas.
(isk/dew)
Sumber : Liputan6
Kabar terbaru datang dari KATSU, seorang seniman grafiti yang memutuskan menggunakan drone untuk mencorat-coret sebuah billboard di New York City. Dan kebetulan, billboard tersebut bergambar wajah model papan atas, Kendal Jenner.
"Secara mengejutkan, ini dapat berfungsi dengan sangat baik. Ini menarik untuk melihat potensi penggunaan pertama sebagai perangkat untuk vandalisme," kata KATSU seperti dikutip dari laman Ubergizmo, Senin (4/5/2015).
Modifikasi drone ini disebutkan bakal menjadi cara baru dalam membuat street art atau mural. KATSU dikenal sebagai seniman yang eksentrik. Ia kerap menghiasi berita utama di sejumlah media.
Pada April 2014, KATSU menjadi berita utama ketika ia menemukan cara untuk melampirkan kaleng semprot ke drone DJI phantom. Pada saat itu, ia hanya menggunakan pesawat tak berawak untuk melukis di atas kanvas.
(isk/dew)
Sumber : Liputan6
Thursday, 30 April 2015
Dolar AS Melemah Angkat Harga Minyak Dunia
BESTPROFIT FUTURES MALANG (1/5) - Dolar Amerika Serikat (AS) melemah dan pasokan minyak Amerika Serikat (AS) menurun telah mendorong harga minyak acuan dunia menguat.
Harga minyak jenis Brent ditutup naik 85 sen menjadi US$ 66,69 per barel. Harga minyak ini telah naik 21 persen pada April 2015. Sementara itu, harga minyak acuan Amerika Serikat (AS) menguat US$ 1,05 menjadi US$ 59,63. Harga minyak ini telah naik 25 persen sepanjang April 2015.
Kenaikan harga minyak dipicu dolar AS jatuh ke level terendah dalam dua bulan ini sehingga membuat minyak lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya.
Selain itu, meski persediaan minyak AS terus meningkat selama berbulan-bulan tetapi mulai menurun dalam beberapa pekan terakhir. Hal itu seiring produksi dalam negeri menurun.
Harga minyak baik Brent dan West Texas Intermediate (WTI) cenderung menguat pada April 2015. Harga minyak masing-masing naik sekitar US$ 12. Ini keuntungan terbaik sejak Mei 2009. Akan tetapi, sejumlah pihak skeptis harga minyak terus reli.
Hal itu seiring pertumbuhan ekonomi AS melambat pada kuartal I 2015. Ekonomi AS hanya tumbuh 0,2 persen. Ditambah Organisai Negara Pengekspor Minyak (OPEC) juga tidak berniat untuk menurukan produksi minyak.
"Tampaknya kenaikan harga minyak ini sementara mengingat pasokan OPEC tak berhenti dan data ekonomi AS yang variatif. Ini juga berpengaruh ke dolar," kata John Kilduff, Partner New York Energy Hedge Fund Again Capital, seperti dikutip dari laman Reuters, Jumat (1/5/2015).
(Ahm/)
Harga minyak jenis Brent ditutup naik 85 sen menjadi US$ 66,69 per barel. Harga minyak ini telah naik 21 persen pada April 2015. Sementara itu, harga minyak acuan Amerika Serikat (AS) menguat US$ 1,05 menjadi US$ 59,63. Harga minyak ini telah naik 25 persen sepanjang April 2015.
Kenaikan harga minyak dipicu dolar AS jatuh ke level terendah dalam dua bulan ini sehingga membuat minyak lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya.
Selain itu, meski persediaan minyak AS terus meningkat selama berbulan-bulan tetapi mulai menurun dalam beberapa pekan terakhir. Hal itu seiring produksi dalam negeri menurun.
Harga minyak baik Brent dan West Texas Intermediate (WTI) cenderung menguat pada April 2015. Harga minyak masing-masing naik sekitar US$ 12. Ini keuntungan terbaik sejak Mei 2009. Akan tetapi, sejumlah pihak skeptis harga minyak terus reli.
Hal itu seiring pertumbuhan ekonomi AS melambat pada kuartal I 2015. Ekonomi AS hanya tumbuh 0,2 persen. Ditambah Organisai Negara Pengekspor Minyak (OPEC) juga tidak berniat untuk menurukan produksi minyak.
"Tampaknya kenaikan harga minyak ini sementara mengingat pasokan OPEC tak berhenti dan data ekonomi AS yang variatif. Ini juga berpengaruh ke dolar," kata John Kilduff, Partner New York Energy Hedge Fund Again Capital, seperti dikutip dari laman Reuters, Jumat (1/5/2015).
(Ahm/)
Minyak Menuju Gain Bulanan Tertajam Sejak 2009
BESTPROFIT FUTURES MALANG (1/5) - Minyak
menuju gain bulanan tertajam sejak Mei 2009 seiring pertumbuhan
produksi minyak mentah melambat dan persediaan menurun di pusat
penyimpanan terbesar Amerika tersebut.
Minyak
berjangka naik 0,9% di New York, membawa gain menuju bulanan sebesar
24%. Stok minyak mentah di Cushing, Oklahoma, menyusut untuk pertama
kalinya sejak November, sementara produksi mendekati enam pekan
terendah, menurut EIA pada Rabu. Ini diikuti prediksi lembaga pada 13
April bahwa output dari formasi tight-rock akan menurun pada bulan Mei, yang merupakan perkiraan pertama untuk penurunan.
Minyak
terus pulih dari level terendahnya enam tahun yang dicapai pada Maret
seiring jumlah rig pengebor di AS mengurangi produksinya sejak Oktober
2010. Sementara reli mungkin masih goyah, dengan persediaan minyak
mentah lokal berada di level tertinggi dalam 85 tahun, spekulan telah
meninggalkan lindung nilai atas dana yang diperdagangkan di bursa pada
rekornya.
Minyak
West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juni naik sebanyak 82
sen, atau 1,4%, ke level $ 59,40 per barel dalam perdagangan elektronik
di New York Mercantile Exchange, yang merupakan harga tertinggi sejak 12
Desember. Diperdagangkan pada level $ 59,07 pada 12:04 siang waktu
London . Kontrak naik $ 1,52 ke level $ 58,58 pada hari Rabu. Harga
telah meningkat sekitar 11% pada tahun 2015.(yds)
Sumber: Bloomberg
Emas Melanjutkan Penurunan Dari Level 3 Pekan Tertinggi
BESTPROFIT FUTURES MALANG (1/5) - Emas melanjutkan penurunan dari level tiga pekan tertinggi terkait prospek Federal Reserve yang akan menaikkan suku bunga acuan.
Emas
untuk pengiriman Juni turun 0,6% menjadi $ 1,202.70 per ons pada 6:06
di Comex New York. Harga, yang mencapai tertinggi tiga pekan pada
tanggal 28 April, naik 1,6% pada April, ditetapkan untuk kenaikan
bulanan pertama ketiga kalinya. Bullion untuk pengiriman segera sedikit
berubah pada level $ 1,205.92, menurut harga Bloomberg.
Perak
untuk pengiriman segera naik 0,3% menjadi $ 16,6125 per ons di London,
dan sedikit berubah bulan ini. Platinum turun 0,2% menjadi $ 1,151.88
per ons, dan naik 0,9% pada April. Palladium turun 0,1% menjadi $ 782
per ons. Ini naik 6,2% pada April, ditetapkan untuk kenaikan bulanan
tertajam sejak Juli 2013.(yds)
Sumber: Bloomberg
Emas Turun 2% Pasca Data Pekerjaan Lebih Baik dari Proyeksi
BESTPROFIT FUTURES MALANG (1/5) - Emas
turun sebesar 2 persen pada perdagangan hari Kamis pasca data pekerjaan
AS lebih baik dari perkiraan sehingga mendorong investor untuk menjual
emas, menghidupkan kembali harapan bahwa Federal Reserve akan menaikkan
suku bunga dalam waktu dekat.
Data
yang dirilis pada hari Kamis menunjukkan klaim untuk tunjangan
pengangguran AS turun 34.000 ke penyesuaian musiman 262.000 pada pekan
lalu, terendah sejak April 2000 lalu.
Secara
terpisah, belanja konsumen AS juga naik 0,4 persen bulan lalu pasca
naik 0,2 persen pada Februari lalu, sedangkan Indeks Manajemen Pembelian
Chicago melonjak lebih dari yang diharapkan pada bulan April.
Spot
emas menuju penurunan harian terbesar sejak 6 Maret lalu, pada sesi
sebelumnya emas turun sebanyak 2,3 persen ke level $1,176.80 per ons.
Kemudian kembali turun sebesar 1,8 persen ke level $1,183.03 per ons
pukul 2:48 EDT (1848 GMT), di jalur penurunan menuju harga penyelesaian
bulan April untuk bulan ketiga secata berturut-turut.
Harga penyelesaian emas berjangka AS untuk pengiriman Juni turun $27,60 per ons, atau 2,3 persen, ke level $1,182.40. (izr)
Sumber: Reuters
Subscribe to:
Comments (Atom)










