Wednesday, 2 December 2015
Tuesday, 1 December 2015
Saham Jepang Berfluktuasi Pasca Manufaktur AS Secara Tak Terduga Jatuh
BESTPROFIT FUTURES MALANG (2/12) - Saham Jepang berfluktuasi, dengan Nikkei 225 Stock Average diperdagangkan di dekat level tiga bulan tertinggi, seiring investor menimbang apakah kontraksi manufaktur Amerika yang turun secara tak terduga memilik arti yang signifikan untuk suku bunga prospek Federal Reserve.
Indeks Topix sedikit berubah di level 1,602.50 pada pukul 09:04 pagi waktu Tokyo seiring hampir samanya jumlah dari saham
yang naik dan jatuh. Nikkei 225 tergelincir 0,2 persen ke level
19,971.95, setelah penutupan di level tertinggi sejak 20 Agustus kemarin. Yen diperdagangkan pada level 122,90 per dolar setelah naik 0,2 persen kemarin seiring Institute for Supply Management menunjukkan laporan manufaktur AS menyusut pada bulan November di lajutercepat sejak resesi terakhir.
Saham Jepang mampu bertahan dari dampak gejolak ekonomi Cina dan prospek pengetatan moneter oleh The Fed untuk berada di antara para pemain terbaik di antara negara-negara maju tahun ini. Topix menguat 14 persen pada tahun 2015 sampai hari Selasa. (sdm)
Sumber: Bloomberg
Saham AS Ditutup Reli Ditengah Tren Baik Pada Desember
BESTPROFIT FUTURES MALANG (2/12) - Saham
AS reli untuk memulai apa yang secara historis menjadi bulan terkuatnya
di tahun untuk ekuitas global sehingga menjadikan Indeks Standard &
Poor 500 meuju bulanan tersempit dalam enam tahun karena investor
menunggu keputusan kebijakan moneter Desember.
Indeks
acuan menambahkan kurang dari 0,1% pada November terkait tanda-tanda
penguatan ekonomi mengimbangi kekhawatiran dari kenaikan suku bunga
dalam waktu dekat. Indeks itu naik 2,1% tahun ini, menuju langkah
terkecil dalam empat tahun. Saham-kesehatan rebound memimpin kenaikan
setelah menghapus kenaikan di November kemarin di sesi akhir bulan ini.
Indeks S & P 500 naik 1,1% menjadi 2,102.49 pada 04:00 sore di New York, dan ditutup pada level tertinggi sejak 3 November.(yds)
Sumber: Bloomberg
Minyak Lanjutkan Penurunan Jelang Pertemuan Kebijakan OPEC
BESTPROFIT FUTURES MALANG (2/12) - Minyak
jatuh untuk ketiga kalinya dalam empat hari seiring menteri dari
Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak tiba di Wina untuk membahas
kebijakan produksi.
Futures
turun sebanyak 0,6 persen untuk tetap berada di bawah level $ 42 per
barel di New York. Arab Saudi akan mempertimbangkan semua masalah di
pertemuan pada hari Jumat nanti dan mendengarkan kekhawatiran anggota
kelompok lainnya, kata Menteri Perminyakan Ali al-Naimi. Persediaan
minyak mentah AS mungkin menurun untuk pertama kalinya dalam 10 minggu,
survei Bloomberg menunjukkan sebelum data Administrasi Informasi Energi
Rabu.
Minyak
telah merosot 37 persen sejak keputusan OPEC yang dipimpin Arab Saudi
pada bulan November tahun lalu untuk mempertahankan output dan
mempertahankan pangsa pasar terhadap produsen biaya shale- yang lebih
tinggi. Menteri Perminyakan Iran Bijan Namdar Zanganeh mengirim surat
kepada kelompok menyerukan pemotongan kelebihan pasokan, menurut kantor
berita Mehr. Stok minyak mentah di AS, konsumen minyak terbesar dunia,
telah meningkat menjadi hampir 120 juta barel di atas lima tahun
rata-rata tingkat musiman.
West
Texas Intermediate untuk pengiriman Januari kehilangan sebanyak 25 sen
ke level $ 41,60 per barel di New York Mercantile Exchange dan berada di
level $ 41,64 pada pukul 09:52 waktu Hong Kong. Kontrak naik 20 sen ke
level $ 41,85 kemarin. Total volume adalah sekitar 55 persen di bawah
rata-rata 100-hari. Harga menurun 11 persen pada November, penurunan
tertinggi dalam empat bulan.
Brent
untuk pengiriman Januari berada 17 sen lebih rendah pada level $ 44,27
per barel di London berbasis ICE Futures Europe exchange. Brent
tergleincir 0,4 persen ke level $ 44,44 kemarin. Minyak mentah patokan
Eropa berada di premi sebesar $ 2,63 untuk WTI. (sdm)
Sumber: Bloomberg
Emas Pertahankan Gain Terkait Komentar Evans Mengenai Suku Bunga
BESTPROFIT FUTURES MALANG (2/12) - Emas
mempertahankan dua hari keuntungan seiring terhentinya reli dolar,
dengan Presiden Federal Reserve Chicago Charles Evans mengatakan bahwa
ia merasa gelisah tentang keputusan apakah suku bunga akan dinaikkan
bulan ini untuk pertama kalinya dalam hampir satu dekade.
Bullion
untuk pengiriman segera diperdagangkan pada level $ 1,069.58 per ounce
pada pukul 8:50 pagi waktu Singapura, dari level $ 1,069.29 kemarin,
saat indeks mata uang AS ini kehilangan 0,4 persen, menurut harga publik
Bloomberg. Logam tersebut turun pada 27 November ke level $ 1,052.83,
yang merupakan level terendah sejak Februari 2010.
Emas
menuju penurunan tahunan ketiga menyusul investor mengantisipasi
kenaikan suku bunga AS pertama sejak tahun 2006, tren tersebut
mendongkrak harga dolar dan memotong daya tarik emas karena
ketidakmampuannya membayar bunga. Evans, yang merupakan salah satu
pemberi suara pada penetapan kebijakan di Federal Open Market Committee
tahun ini menegaskan bahwa ia mengharapkan suku bunga tetap di bawah 1
persen sampai akhir tahun depan. Mata uang AS melemah terhadap semua
-dari-10 rekan-rekannya setelah pernyataan dengan emas menguat 0,4
persen.
Menjelang
pertemuan FOMC pada 15-16 Desember, Ketua Fed Janet Yellen akan
membahas Economic Club of Washington pada hari ini, dan Komite Ekonomi
Gabungan Kongres pada hari Kamis. Ekonom dan investor mengatakan mereka
akan mencermati petunjuk tambahan tentang apa yang akan mendorong
keputusan pasca lepas landas kenaikan. (Sdm)
Sumber: Bloomberg
Dollar Masih Melemah Terkait Komentar Evans
BESTPROFIT FUTURES MALANG (2/12) - Dolar
tetap melemah terhadap semua kecuali satu dari grup 10 rekan-rekannya
setelah Federal Reserve Bank of Chicago President Charles Evans
mengatakan pada hari Selasa dia gelisah tentang pertemuan bank sentral
AS bulan ini, saat secara luas pertemuan itu diperkirakan akan menaikkan
suku bunga.
Indeks
greenback meraih penurunan terdalam dalam hampir dua minggu kemarin
setelah Evans, yang termasuk voter dalam penetepan kebijakan pada tahun
ini di Federal Open Market Committee dan berada diantara dovish yang
paling berpengaruh dari pejabat bank sentral, menegaskan dalam pidatonya
di East Lansing, Michigan, bahwa ia mengharapkan suku bunga tetap di
bawah 1 persen pada akhir tahun depan, menunjukkan laju kenaikan mungkin
lebih bertahap dari yang diantisipasi investor. Data ketenagakerjaan
yang dirilis Jumat ini akan memberikan petunjuk lebih lanjut tentang
kekuatan ekonomi setelah laporan menunjukkan manufaktur AS secara tak
terduga mengalami kontraksi pada November ke level terendah dalam enam
tahun bahkan ketika indeks pekerjaan yang menunjukkan titik terang.
Dolar
sedikit berubah pada level $ 1,0626 terhadap euro pada pukul 9:43 siang
waktu Tokyo dari level $ 1,0633, setelah menyentuh level tertinggi
tujuh bulan dari level $ 1,0558 pada hari Senin. Mata uang AS dibeli ¥
122,86 setelah jatuh 0,2 persen ke level 122,87 di New York, Indeks
Bloomberg Dollar Spot berada di level 1,233.53 setelah tergelincir 0,4
persen ke level 1,233.43 pada hari Selasa, yang merupakan kerugian
terbesar setiap hari sejak 19 November. (sdm)
Sumber: Bloomberg
Monday, 30 November 2015
Dolar Australia Tahan Kenaikan Sebelum Rilis RBA dan Data Manufaktur Cina
BESTPROFIT FUTURES MALANG (1/12) - Dolar Australia mempertahankan
kenaikan pertama dalam hampir seminggu sebelum Reserve Bank of
Australia menetapkan kebijakan dan China merilis data manufaktur untuk
bulan lalu.
Aussie merupakan pemain terbaik di antara grup-dari-10 mata uang pada kuartal ini setelah dolar Selandia Baru, seiring pasar pertukaran mengkalkulasi di kesempatan yang kecil RBA memotong 2 persen acuan rekor rendah mereka pada pertemuan di hari Selasa. Gubernur Glenn Stevens mengatakan pekan lalu bahwa pedagang harus "bersantai" terkait spekulasi
suku bunga sampai Februari. Dolar Australia menguat untuk dua bulan
terakhir dan telah bertahan di atas level terendah enam tahun yang disentuh pada bulan September meskipun anjloknya harga bijih besi, yang merupakan ekspor terbesar negara itu.
Mata uang Australia sedikit berubah pada level 72,33 sen AS dari pukul 8:48 pagi waktu Tokyo, setelah naik 0,5 persen pada Senin yang merupakan kenaikan pertama sejak 24 November. Aussie menguat 3 persen selama dua bulan terakhir, reli dari penurunan yang mendorong mata uang itu ke posisi terendah dalam enam tahun di level 68,96 pada 7 September. (sdm)
Sumber: Bloomberg
Saham Asia Naik Sebelum Data Manufaktur Cina
BESTPROFIT FUTURES MALANG (1/12) - Saham Asia menguat setelah aksi jual pada hari seiring investor menunggu data manufaktur Cina dan saham keuangan China naik.
MSCI
Asia Pacific Index naik 0,3 persen ke level 132,19 pada pukul 09:00
pagi waktu Tokyo setelah turun 1 persen pada hari Senin untuk ditutup
dengan penurunan 2 persen untuk bulan November. Perusahaan keuangan dan
industri memimpin kenaikan pada hari Selasa, seiring semua dari 10 saham
kelompok industri naik. China melaporkan indeks manajer pembelian resmi
untuk November, dengan ekonom mengharapkan pembacaan 49,8, tidak
berubah dari dua bulan sebelumnya dan menunjukkan manufaktur di negara
dengan ekonomi terbesar kedua di dunia masih berkontraksi.
Selain
dari data manufaktur resmi, yang dijadwalkan akan dirilis pada 09:00
waktu setempat di Beijing, indeks Caixin Cina PMI Manufacturing
dikompilasi swasta juga diperkirakan akan menunjukkan kontraksi dalam
output pabrik nasional. Para ekonom memperkirakan indeks, akan dirilis
45 menit setelah data manufaktur resmi, akan menunjukkan pembacaan 48,3,
yang juga tidak berubah dari bulan lalu.
Indeks
Topix Jepang naik 0,3 persen setelah yen melemah 0,3 persen terhadap
dolar pada hari Senin. Raksasa pengelola dana pensiun nasional, yang
terbesar di dunia, membukukan hasil kuartalan terburuk sejak setidaknya
2008 dengan kerugian $ 64 miliar untuk tiga bulan yang berakhir pada
September di tengah gejolak ekuitas global. (sdm)
Sumber: Bloomberg
Saham Jepang Naik untuk Pertama Kalinya dalam 3 Hari seiring Pelemahan Yen
BESTPROFIT FUTURES MALANG (1/12) - Saham
Jepang naik untuk pertama kalinya dalam tiga hari seiring pelemahan yen
mendorong prospek pendapatan ekspor dan data menunjukkan belanja modal
melonjak lebih dari yang diharapkan seiring keuntungan perusahaan
meningkat pada kuartal ketiga.
Indeks
Topix naik 0,3 persen ke level 1,584.87 pada pukul 09:02 pagi waktu
Tokyo, dengan sekitar delapan saham menguat untuk setiap tujuh yang
jatuh. Indeks Nikkei 225 Stock Average naik 0,4 persen ke level
19,821.88. Yen diperdagangkan pada level 123,18 per dolar setelah
melemah selama dua hari.
Data
pemerintah menunjukkan belanja modal melonjak 11,2 persen pada kuartal
ketiga dari tahun sebelumnya, lebih dari perkiraan ekonom untuk
pertumbuhan 2,2 persen. Keuntungan perusahaan meningkat 9 persen setelah
melompat hampir 24 persen dalam tiga bulan sebelumnya.
Topix
ditutup dengan kenaikan bulanan berturut dalam dua bulan kemarin. Saham
Jepang mampu bertahan dari kelesuan ekonomi Cina dan prospek pengetatan
moneter oleh Federal Reserve untuk ratring di antara para pemain
terbaik di negara-negara maju tahun ini. Topix menguat 12 persen pada
tahun 2015 sampai hari Senin.
Pedagang
bertaruh pada kesempatan 74 persen Fed akan menaikkan suku bunga AS
pada Desember. Sebaliknya, ekonom yang disurvei Bloomberg memprediksi
suara bulat Bank Sentral Eropa akan memperluas stimulus pada hari Kamis.
E-mini
futures pada indeks Standard & Poor 500 menambahkan kurang dari 0,1
persen setelah indeks dasar ini kehilangan 0,5 persen pada Senin. (sdm)
Sumber: Bloomberg
Saham AS Pangkas Kenaikan Bulanan Seiring Investor Menunggu Keputusan Kebijakan
BESTPROFIT FUTURES MALANG (1/12) - Saham
AS pangkas kenaikan bulanan, dengan Indeks Standard & Poor 500
mengirim peningkatan pada bulan November, seiring para investor bersiap
untuk memutuskan kebijakan dari bank sentral ketika menunggu data
ekonomi pekan ini.
Indeks S&P 500
menguat 0,1 % pada bulan ini terkait tanda-tanda penguatan ekonomi AS
mengimbangi kekhawatiran bahwa Federal Reserve yang akan menaikkan suku
bunga pada tahun ini, perlambatan memicu meningkatkan stimulus guna
menopang kenaikan pasar selama 6 1/2 tahun. Meningkatnya prospek
pengetatan kebijakan moneter mendorong saham keuangan untuk kenaikan 1,7
% pada bulan November, sementara saham utilitas jatuh 2,8 % seiring
laba dividen menurun diiringi kenaikan obligasi.
Indeks S&P 500
turun 0,5 % ke level 2,080.67 pada pukul 04:00 sore waktu New York,
menghentikan kenaikan bulanan pertama secara berturut-turut sejak Mei
lalu.
Sementara itu,
investor mencari konfirmasi lebih lanjut bahwa ekonomi cukup kuat untuk
menopang suku bunga yang lebih tinggi, menurut data hari ini menunjukkan
penandatanganan kontrak untuk pembelian rumah tangan kedua di AS pada
bulan Oktober naik kurang dari perkiraan, yang menunjukkan bahwa
perumahan real estate menurun. Laporan lain minggu ini termasuk data
manufaktur yang akan dirilis besok dan laporan pekerjaan bulanan pada
Jumat mendatang.
Ketua Federal Reserve
Janet Yellen akan mengadakan pembicaraan kepada Kongres pada hari Kamis
dan Bank Sentral Eropa akan mengadakan pertemuan kebijakan terakhir pada
tahun ini di tengah spekulasi yang berkembang ECB akan mengambil
langkah-langkah tambahan untuk meningkatkan inflasi. Anggota OPEC juga
akan bertemu untuk membahas produksi minyak. (knc)
Sumber : Bloomberg
Saham AS Jatuh Ditengah Penurunan Pada Perusahaan Konsumen
BESTPROFIT FUTURES MALANG (1/12) - Saham
AS jatuh karena perusahaan konsumen dan perawatan kesehatan memangkas
gain bulanannya dan investor siap untuk keputusan kebijakan dari bank
sentral sambil menunggu serangkaian rilisan data ekonomi pekan ini.
Indeks
Standard & Poor 500 turun 0,4% menjadi 2,082.82 pada 12:00 siang di
New York, setelah naik kurang dari 0,05% pekan lalu. Indeks tersebut
berada di laju untuk kenaikan bulanan kedua secara berturut-turut. Dow
Jones Industrial Average tergelincir 62,93 poin, atau 0,4%, ke level
17,735.56, dan Indeks Nasdaq Composite turun sebesar 0,4%.
S
& P 500 telah kembali pulih 12% dari terendahnya pada bulan Agustus
karena meredanya kekhawatiran bahwa perlambatan China akan meluas. Para
pembuat kebijakan The Fed telah mengisyaratkan perekonomian cukup kuat
untuk menahan kenaikan suku bunga AS yang pertama sejak 2006, dan trader
memberikan peluang 76% bahwa bank sentral akan bertindak pada akhir
pertemuan selama dua hari pada tanggal 16 Desember.
Indeks
saham AS ditutup pada hari Jumat dalam 2% dari rekornya yang dicapai
pada bulan Mei sementara bergantian antara antara naik dan turun selama
sembilan sesi terakhir, beruntun terpanjang sejak 2013. Sementara itu,
Indeks Russell 2000 berada di tengah reli terpanjang tahun ini dan
berada pada level tertinggi tiga bulan. Indeks tersebut berada pada laju
untuk kenaikan 3,4% bulan ini setelah reli sebesar 5,6% pada Oktober.
Indeks
Volatilitas Chicago Board Options Exchange naik 9,3% ke level 16,52
pada Senin. Indeks gejolak pasar yang dikenal sebagai VIX tergelincir
selama sepekan secara berturut-turut, sehingga memangkas kenaikan
bulanan pertama sejak rekor kenaikan bulan Agustus.(yds)
Sumber: Bloomberg
Sunday, 29 November 2015
Perdagangan Mata Uang Dunia di Akhir Minggu Lalu
BESTPROFIT FUTURES MALANG (30/11) - Dolar AS terus memanjat naik pada minggu
yang lalu dengan GDP AS menunjukkan tingkat pertumbuah sebesar 2.1 % –
sedikit lebih tinggi dari yang diperkirakan. Tetapi yang lebih penting
lagi adalah pasar sedang menyiapkan diri untuk keputusan tingkat bunga
ECB yang akan datang dan apakah hal ini akan memulai perubahan kebijakan
lebih banyak lagi yang bertujuan mendepresiasikan euro.
Dolar AS naik terhadap kebanyakan rival
utamanya pada hari Jumat, mendorong euro kebawah $1.06 di dalam sesi
trading dengan volume yang rendah.
Kekalutan semalam di pasar saham Cina,
dimana indeks komposit Shanghai mencatat penurunan terbesar sejak 25
Agustus, mendorong yen turun lebih rendah. Dolar AS diperdagangkan di
Yen 122.82 pada perdagangan Jumat sore New York, dibandingkan dengan
pada hari Kamis sore di Yen 122.65.
Regulator saham Cina melakukan
investigasi terhadap dua pialang utama Cina yang dicurigai melakukan
pelanggaran terhadap peraturan sekuritas, yang memicu ketakutan terhadap
stabilitas sektor keuangan Cina.
Simon Smith kepala ekonom di FxPro di
dalam catatannya pada hari Jumat mengatakan, “pengaruh FX terutama pada
Yen, dengan liburan Thanksgiving di AS yang membuat volume sedikit,
range perdagangan relatif rendah.”
Pelarian ke dolar AS yang aman pada
minggu kemarin setelah militer Turki menembak jatuh pesawat tempur Rusia
telah mereda. Perhatian sekarang beralih ke pertentangan kebijakan
moneter dimana Federal Reserve berada pada jalur mengencangkan kondisi
moneter sementara yang lain di dunia melanjutkan pelonggaran.
Para Trader sedang fokus pada pertemuan
kebijakan moneter ECB pada tanggal 3 Desember, dan besarnya langkah
pelonggaran buat zona euro, dan juga terhadap laporan pekerjaan AS yang
jatuh tempo pada 4 Desember yang bisa menentukan apakah Federal Reserves
akan menaikkan tingkat bunganya di bulan Desember.
Euro di perdagangkan di $1.0598 pada
Jumat sore di New York dibandingkan dengan $1.0621 pada hari Kamis.
Indeks dolar AS naik 0.2% di 100.03.
Para investor sebagian besar
memperhitungkan kemungkinan keputusan the Fed untuk menaikkan tingkat
bunga jangka pendek di bulan Desember, tetapi skeptic mengenai
pengetatan moneter selanjutnya di bulan-bulan selanjutnya.
Imbal hasil di surat hutang pemerintah
berjangka waktu dua tahun menunjukkan pasar telah siap untuk kemungkinan
kenaikan tingkat bunga, sementara speculator International Monetery
Market (IMM) terus menaruh posisi bullish terhadap dolar AS.
Euro diperdagangkan pada Yen 130.16 pada Jumat sore, dibandingkan dengan Yen 130.35 pada hari Kamis malam.
Sumber : Vibiznews
IHSG Berpotensi Melemah, Cermati Delapan Saham
BESTPROFIT FUTURES MALANG (30/11) - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bakal konsolidasi dengan kecenderungan melemah pada perdagangan saham awal pekan ini. Sejumlah sentimen internal dan eksternal akan pengaruhi laju IHSG.
Analis PT Asjaya Indosurya Securities, William Suryawihaya menuturkan IHSG mengalami fase konsolidasi wajar selama level support dapat bertahan kuat di level 4.534. Sedangkan target level resistance berada di level 4.657 yang berpotensi digapai dalam waktu dekat.
"Tekanan yang terjadi sifatnya sudah cukup terbatas ditunjukkan oleh aliran dana yang terjadi dalam beberapa waktu belakangan. Menjelang pergantian bulan, menyongsong rilis data ekonomi yang diperkirakan masih relatif stabil sehingga dapat memberikan angin positif ke dalam pergerakan IHSG," ujar William dalam ulasannya Senin (30/11/2015).
Sementara itu, Analis PT Investa Saran Mandiri Hans Kwee menuturkan IHSG akan konsolidasi dengan kecenderungan melemah. Ada sejumlah sentimen baik internal dan eksternal pengaruhi IHSG.
Dari luar negeri, pelaku pasar menanti masuknya yuan ke dalam keranjang special drawing rights (SDR). Selain itu, rencana kenaikan suku bunga bank sentral AS pada Desember 2015 juga masih membayangi IHSG.
"Dari dalam negeri, investor menanti rilis data inflasi dan perdagangan Indonesia," ujar Hans saat dihubungi Liputan6.com.
Hans memperkirakan, IHSG bergerak di kisaran support 4.541-4.479 sedangkan resistance di 4.600-4.645.
Sumber : Liputan6
Analis PT Asjaya Indosurya Securities, William Suryawihaya menuturkan IHSG mengalami fase konsolidasi wajar selama level support dapat bertahan kuat di level 4.534. Sedangkan target level resistance berada di level 4.657 yang berpotensi digapai dalam waktu dekat.
"Tekanan yang terjadi sifatnya sudah cukup terbatas ditunjukkan oleh aliran dana yang terjadi dalam beberapa waktu belakangan. Menjelang pergantian bulan, menyongsong rilis data ekonomi yang diperkirakan masih relatif stabil sehingga dapat memberikan angin positif ke dalam pergerakan IHSG," ujar William dalam ulasannya Senin (30/11/2015).
Sementara itu, Analis PT Investa Saran Mandiri Hans Kwee menuturkan IHSG akan konsolidasi dengan kecenderungan melemah. Ada sejumlah sentimen baik internal dan eksternal pengaruhi IHSG.
Dari luar negeri, pelaku pasar menanti masuknya yuan ke dalam keranjang special drawing rights (SDR). Selain itu, rencana kenaikan suku bunga bank sentral AS pada Desember 2015 juga masih membayangi IHSG.
"Dari dalam negeri, investor menanti rilis data inflasi dan perdagangan Indonesia," ujar Hans saat dihubungi Liputan6.com.
Hans memperkirakan, IHSG bergerak di kisaran support 4.541-4.479 sedangkan resistance di 4.600-4.645.
Sumber : Liputan6
Saham Asia Melemah Pasca Selloff Cina seiring Kejatuhan Saham Bahan Material
BESTPROFIT FUTURES MALANG (30/11) - Saham
Asia di zona merah setelah Saham China membukukan aksi jual terbesar
satu hari dalam tiga bulan. Bahan material dan saham konsumen-pokok
memimpin kerugian pada indeks acuan pada awal minggu penting untuk pasar
di kawasan itu.
MSCI
Asia Pacific Index turun 0,3 persen ke level 132,82 pada pukul 09:02
pagi waktu Tokyo, menuju kerugian bulanan 1,2 persen, penurunan tersebut
merupakan yang keenam dalam tujuh bulan. Minggu ini merupakan minggu
dimana akan ada keputusan oleh Bank Sentral Eropa dan pembacaan terakhir
di pekerjaan AS sebelum Federal Reserve memutuskan apakah akan
menaikkan suku bunga pada bulan Desember. Shanghai Composite Index turun
5,5 persen pada hari Jumat, kerugian terbesar sejak kekalahan pasar
yang dalam pada bulan Agustus, seiring regulator melarang para broker.
Indeks
Topix Jepang turun 0,3 persen. Data Senin menunjukkan pembacaan awal
untuk produksi industri naik kurang dari perkiraan ekonom pada bulan
Oktober dibandingkan dengan bulan sebelumnya, sementara penjualan ritel
naik lebih dari yang mereka perkirakan. (sdm)
Sumber: Bloomberg
Subscribe to:
Comments (Atom)



