Tuesday, 1 December 2015

Saham Jepang Berfluktuasi Pasca Manufaktur AS Secara Tak Terduga Jatuh

BESTPROFIT FUTURES MALANG (2/12) - Saham Jepang berfluktuasi, dengan Nikkei 225 Stock Average diperdagangkan di dekat level tiga bulan tertinggi, seiring investor menimbang apakah kontraksi manufaktur Amerika yang turun secara tak terduga memilik arti yang signifikan untuk suku bunga prospek Federal Reserve.
Indeks Topix sedikit berubah di level 1,602.50 pada pukul 09:04 pagi waktu Tokyo seiring hampir samanya jumlah dari saham yang naik dan jatuh. Nikkei 225 tergelincir 0,2 persen ke level 19,971.95, setelah penutupan di level tertinggi sejak 20 Agustus kemarin. Yen diperdagangkan pada level 122,90 per dolar setelah naik 0,2 persen kemarin seiring Institute for Supply Management menunjukkan laporan manufaktur AS menyusut pada bulan November di lajutercepat sejak resesi terakhir.
Saham Jepang mampu bertahan dari dampak gejolak ekonomi Cina dan prospek pengetatan moneter oleh The Fed untuk berada di antara para pemain terbaik di antara negara-negara maju tahun ini. Topix menguat 14 persen pada tahun 2015 sampai hari Selasa. (sdm)
Sumber: Bloomberg

Saham AS Ditutup Reli Ditengah Tren Baik Pada Desember

BESTPROFIT FUTURES MALANG (2/12) - Saham AS reli untuk memulai apa yang secara historis menjadi bulan terkuatnya di tahun untuk ekuitas global sehingga menjadikan Indeks Standard & Poor 500 meuju bulanan tersempit dalam enam tahun karena investor menunggu keputusan kebijakan moneter Desember.
Indeks acuan menambahkan kurang dari 0,1% pada November terkait tanda-tanda penguatan ekonomi mengimbangi kekhawatiran dari kenaikan suku bunga dalam waktu dekat. Indeks itu naik 2,1% tahun ini, menuju langkah terkecil dalam empat tahun. Saham-kesehatan rebound memimpin kenaikan setelah menghapus kenaikan di November kemarin di sesi akhir bulan ini.
Indeks S & P 500 naik 1,1% menjadi 2,102.49 pada 04:00 sore di New York, dan ditutup pada level tertinggi sejak 3 November.(yds)
Sumber: Bloomberg

Minyak Lanjutkan Penurunan Jelang Pertemuan Kebijakan OPEC

BESTPROFIT FUTURES MALANG (2/12) - Minyak jatuh untuk ketiga kalinya dalam empat hari seiring menteri dari Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak tiba di Wina untuk membahas kebijakan produksi.
Futures turun sebanyak 0,6 persen untuk tetap berada di bawah level $ 42 per barel di New York. Arab Saudi akan mempertimbangkan semua masalah di pertemuan pada hari Jumat nanti dan mendengarkan kekhawatiran anggota kelompok lainnya, kata Menteri Perminyakan Ali al-Naimi. Persediaan minyak mentah AS mungkin menurun untuk pertama kalinya dalam 10 minggu, survei Bloomberg menunjukkan sebelum data Administrasi Informasi Energi Rabu.
Minyak telah merosot 37 persen sejak keputusan OPEC yang dipimpin Arab Saudi pada bulan November tahun lalu untuk mempertahankan output dan mempertahankan pangsa pasar terhadap produsen biaya shale- yang lebih tinggi. Menteri Perminyakan Iran Bijan Namdar Zanganeh mengirim surat kepada kelompok menyerukan pemotongan kelebihan pasokan, menurut kantor berita Mehr. Stok minyak mentah di AS, konsumen minyak terbesar dunia, telah meningkat menjadi hampir 120 juta barel di atas lima tahun rata-rata tingkat musiman.
West Texas Intermediate untuk pengiriman Januari kehilangan sebanyak 25 sen ke level $ 41,60 per barel di New York Mercantile Exchange dan berada di level $ 41,64 pada pukul 09:52 waktu Hong Kong. Kontrak naik 20 sen ke level $ 41,85 kemarin. Total volume adalah sekitar 55 persen di bawah rata-rata 100-hari. Harga menurun 11 persen pada November, penurunan tertinggi dalam empat bulan.
Brent untuk pengiriman Januari berada 17 sen lebih rendah pada level $ 44,27 per barel di London berbasis ICE Futures Europe exchange. Brent tergleincir 0,4 persen ke level $ 44,44 kemarin. Minyak mentah patokan Eropa berada di premi sebesar $ 2,63 untuk WTI. (sdm)
Sumber: Bloomberg

Emas Pertahankan Gain Terkait Komentar Evans Mengenai Suku Bunga

BESTPROFIT FUTURES MALANG (2/12) - Emas mempertahankan dua hari keuntungan seiring terhentinya reli dolar, dengan Presiden Federal Reserve Chicago Charles Evans mengatakan bahwa ia merasa gelisah tentang keputusan apakah suku bunga akan dinaikkan bulan ini untuk pertama kalinya dalam hampir satu dekade.
Bullion untuk pengiriman segera diperdagangkan pada level $ 1,069.58 per ounce pada pukul 8:50 pagi waktu Singapura, dari level $ 1,069.29 kemarin, saat indeks mata uang AS ini kehilangan 0,4 persen, menurut harga publik Bloomberg. Logam tersebut turun pada 27 November ke level $ 1,052.83, yang merupakan level terendah sejak Februari 2010.
Emas menuju penurunan tahunan ketiga menyusul investor mengantisipasi kenaikan suku bunga AS pertama sejak tahun 2006, tren tersebut mendongkrak harga dolar dan memotong daya tarik emas karena ketidakmampuannya membayar bunga. Evans, yang merupakan salah satu pemberi suara pada penetapan kebijakan di Federal Open Market Committee tahun ini menegaskan bahwa ia mengharapkan suku bunga tetap di bawah 1 persen sampai akhir tahun depan. Mata uang AS melemah terhadap semua -dari-10 rekan-rekannya setelah pernyataan dengan  emas menguat 0,4 persen.
Menjelang pertemuan FOMC pada 15-16 Desember, Ketua Fed Janet Yellen akan membahas Economic Club of Washington pada hari ini, dan Komite Ekonomi Gabungan Kongres pada hari Kamis. Ekonom dan investor mengatakan mereka akan mencermati petunjuk tambahan tentang apa yang akan mendorong keputusan pasca lepas landas kenaikan. (Sdm)
Sumber: Bloomberg

Dollar Masih Melemah Terkait Komentar Evans

BESTPROFIT FUTURES MALANG (2/12) - Dolar tetap melemah terhadap semua kecuali satu dari grup 10 rekan-rekannya setelah Federal Reserve Bank of Chicago President Charles Evans mengatakan pada hari Selasa dia gelisah tentang pertemuan bank sentral AS bulan ini, saat secara luas pertemuan itu diperkirakan akan menaikkan suku bunga.
Indeks greenback meraih penurunan terdalam dalam hampir dua minggu kemarin setelah Evans, yang termasuk voter dalam penetepan kebijakan pada tahun ini di Federal Open Market Committee dan berada diantara dovish yang paling berpengaruh dari pejabat bank sentral, menegaskan dalam pidatonya di East Lansing, Michigan, bahwa ia mengharapkan suku bunga tetap di bawah 1 persen pada akhir tahun depan, menunjukkan laju kenaikan mungkin lebih bertahap dari yang diantisipasi investor. Data ketenagakerjaan yang dirilis Jumat ini akan memberikan petunjuk lebih lanjut tentang kekuatan ekonomi setelah laporan menunjukkan manufaktur AS secara tak terduga mengalami kontraksi pada November ke level terendah dalam enam tahun bahkan ketika indeks pekerjaan yang menunjukkan titik terang.
Dolar sedikit berubah pada level $ 1,0626 terhadap euro pada pukul 9:43 siang waktu Tokyo dari level $ 1,0633, setelah menyentuh level tertinggi tujuh bulan dari level $ 1,0558 pada hari Senin. Mata uang AS dibeli ¥ 122,86 setelah jatuh 0,2 persen ke level 122,87 di New York, Indeks Bloomberg Dollar Spot berada di level 1,233.53 setelah tergelincir 0,4 persen ke level 1,233.43 pada hari Selasa, yang merupakan kerugian terbesar setiap hari sejak 19 November. (sdm)
Sumber: Bloomberg

Market Update Gold 02-12-2015


Chart Gold Complete 01-12-2015

Pengaruh NFP Tgl 6 November 2015

Monday, 30 November 2015

Morning Market Update 01-12-2015


Gold Complete

Dolar Australia Tahan Kenaikan Sebelum Rilis RBA dan Data Manufaktur Cina

BESTPROFIT FUTURES MALANG (1/12) - Dolar Australia mempertahankan kenaikan pertama dalam hampir seminggu sebelum Reserve Bank of Australia menetapkan kebijakan dan China merilis data manufaktur untuk bulan lalu.
Aussie merupakan pemain terbaik di antara grup-dari-10 mata uang pada kuartal ini setelah dolar Selandia Baru, seiring pasar pertukaran mengkalkulasi di kesempatan yang kecil RBA memotong 2 persen acuan rekor rendah mereka pada pertemuan di hari Selasa. Gubernur Glenn Stevens mengatakan pekan lalu bahwa pedagang harus "bersantai" terkait spekulasi suku bunga sampai Februari. Dolar Australia menguat untuk dua bulan terakhir dan telah bertahan di atas level terendah enam tahun yang disentuh pada bulan September meskipun anjloknya harga bijih besi, yang merupakan ekspor terbesar negara itu.
Mata uang Australia sedikit berubah pada level 72,33 sen AS dari pukul 8:48 pagi waktu Tokyo, setelah naik 0,5 persen pada Senin yang merupakan kenaikan pertama sejak 24 November. Aussie menguat 3 persen selama dua bulan terakhir, reli dari penurunan yang mendorong mata uang itu ke posisi terendah dalam enam tahun di level 68,96 pada 7 September. (sdm)
Sumber: Bloomberg

Saham Asia Naik Sebelum Data Manufaktur Cina

BESTPROFIT FUTURES MALANG (1/12) - Saham Asia menguat setelah aksi jual pada hari seiring investor menunggu data manufaktur Cina dan saham keuangan China naik.
MSCI Asia Pacific Index naik 0,3 persen ke level 132,19 pada pukul 09:00 pagi waktu Tokyo setelah turun 1 persen pada hari Senin untuk ditutup dengan penurunan 2 persen untuk bulan November. Perusahaan keuangan dan industri memimpin kenaikan pada hari Selasa, seiring semua dari 10 saham kelompok industri naik. China melaporkan indeks manajer pembelian resmi untuk November, dengan ekonom mengharapkan pembacaan 49,8, tidak berubah dari dua bulan sebelumnya dan menunjukkan manufaktur di negara dengan ekonomi terbesar kedua di dunia masih berkontraksi.
Selain dari data manufaktur resmi, yang dijadwalkan akan dirilis pada 09:00 waktu setempat di Beijing, indeks Caixin Cina PMI Manufacturing dikompilasi swasta juga diperkirakan akan menunjukkan kontraksi dalam output pabrik nasional. Para ekonom memperkirakan indeks, akan dirilis 45 menit setelah data manufaktur resmi, akan menunjukkan pembacaan 48,3, yang juga tidak berubah dari bulan lalu.
Indeks Topix Jepang naik 0,3 persen setelah yen melemah 0,3 persen terhadap dolar pada hari Senin. Raksasa pengelola dana pensiun nasional, yang terbesar di dunia, membukukan hasil kuartalan terburuk sejak setidaknya 2008 dengan kerugian $ 64 miliar untuk tiga bulan yang berakhir pada September di tengah gejolak ekuitas global. (sdm)
Sumber: Bloomberg

Saham Jepang Naik untuk Pertama Kalinya dalam 3 Hari seiring Pelemahan Yen

BESTPROFIT FUTURES MALANG (1/12) - Saham Jepang naik untuk pertama kalinya dalam tiga hari seiring pelemahan yen mendorong prospek pendapatan ekspor dan data menunjukkan belanja modal melonjak lebih dari yang diharapkan seiring keuntungan perusahaan meningkat pada kuartal ketiga.
Indeks Topix naik 0,3 persen ke level 1,584.87 pada pukul 09:02 pagi waktu Tokyo, dengan sekitar delapan saham menguat untuk setiap tujuh yang jatuh. Indeks Nikkei 225 Stock Average naik 0,4 persen ke level 19,821.88. Yen diperdagangkan pada level 123,18 per dolar setelah melemah selama dua hari.
Data pemerintah menunjukkan belanja modal melonjak 11,2 persen pada kuartal ketiga dari tahun sebelumnya, lebih dari perkiraan ekonom untuk pertumbuhan 2,2 persen. Keuntungan perusahaan meningkat 9 persen setelah melompat hampir 24 persen dalam tiga bulan sebelumnya.
Topix ditutup dengan kenaikan bulanan berturut dalam dua bulan kemarin. Saham Jepang mampu bertahan dari kelesuan ekonomi Cina dan prospek pengetatan moneter oleh Federal Reserve untuk ratring di antara para pemain terbaik di negara-negara maju tahun ini. Topix menguat 12 persen pada tahun 2015 sampai hari Senin.
Pedagang bertaruh pada kesempatan 74 persen Fed akan menaikkan suku bunga AS pada Desember. Sebaliknya, ekonom yang disurvei Bloomberg memprediksi suara bulat Bank Sentral Eropa akan memperluas stimulus pada hari Kamis.
E-mini futures pada indeks Standard & Poor 500 menambahkan kurang dari 0,1 persen setelah indeks dasar ini kehilangan 0,5 persen pada Senin. (sdm)
Sumber: Bloomberg

Saham AS Pangkas Kenaikan Bulanan Seiring Investor Menunggu Keputusan Kebijakan

BESTPROFIT FUTURES MALANG (1/12) - Saham AS pangkas kenaikan bulanan, dengan Indeks Standard & Poor 500 mengirim peningkatan pada bulan November, seiring para investor bersiap untuk memutuskan kebijakan dari bank sentral ketika menunggu data ekonomi pekan ini.
Indeks S&P 500 menguat 0,1 % pada bulan ini terkait tanda-tanda penguatan ekonomi AS mengimbangi kekhawatiran bahwa Federal Reserve yang akan menaikkan suku bunga pada tahun ini, perlambatan memicu meningkatkan stimulus guna menopang kenaikan pasar selama 6 1/2 tahun. Meningkatnya prospek pengetatan kebijakan moneter mendorong saham keuangan untuk kenaikan 1,7 % pada bulan November, sementara saham utilitas jatuh 2,8 % seiring laba dividen menurun diiringi kenaikan obligasi.
Indeks S&P 500 turun 0,5 % ke level 2,080.67 pada pukul 04:00 sore waktu New York, menghentikan kenaikan bulanan pertama secara berturut-turut sejak Mei lalu.
Sementara itu, investor mencari konfirmasi lebih lanjut bahwa ekonomi cukup kuat untuk menopang suku bunga yang lebih tinggi, menurut data hari ini menunjukkan penandatanganan kontrak untuk pembelian rumah tangan kedua di AS pada bulan Oktober naik kurang dari perkiraan, yang menunjukkan bahwa perumahan real estate menurun. Laporan lain minggu ini termasuk data manufaktur yang akan dirilis besok dan laporan pekerjaan bulanan pada Jumat mendatang.
Ketua Federal Reserve Janet Yellen akan mengadakan pembicaraan kepada Kongres pada hari Kamis dan Bank Sentral Eropa akan mengadakan pertemuan kebijakan terakhir pada tahun ini di tengah spekulasi yang berkembang ECB akan mengambil langkah-langkah tambahan untuk meningkatkan inflasi. Anggota OPEC juga akan bertemu untuk membahas produksi minyak. (knc)
Sumber : Bloomberg

Saham AS Jatuh Ditengah Penurunan Pada Perusahaan Konsumen

BESTPROFIT FUTURES MALANG (1/12) - Saham AS jatuh karena perusahaan konsumen dan perawatan kesehatan memangkas gain bulanannya dan investor siap untuk keputusan kebijakan dari bank sentral sambil menunggu serangkaian rilisan data ekonomi pekan ini.
Indeks Standard & Poor 500 turun 0,4% menjadi 2,082.82 pada 12:00 siang di New York, setelah naik kurang dari 0,05% pekan lalu. Indeks tersebut berada di laju untuk kenaikan bulanan kedua secara berturut-turut. Dow Jones Industrial Average tergelincir 62,93 poin, atau 0,4%, ke level 17,735.56, dan Indeks Nasdaq Composite turun sebesar 0,4%.
S & P 500 telah kembali pulih 12% dari terendahnya pada bulan Agustus karena meredanya kekhawatiran bahwa perlambatan China akan meluas. Para pembuat kebijakan The Fed telah mengisyaratkan perekonomian cukup kuat untuk menahan kenaikan suku bunga AS yang pertama sejak 2006, dan trader memberikan peluang 76% bahwa bank sentral akan bertindak pada akhir pertemuan selama dua hari pada tanggal 16 Desember.
Indeks saham AS ditutup pada hari Jumat dalam 2% dari rekornya yang dicapai pada bulan Mei sementara bergantian antara antara naik dan turun selama sembilan sesi terakhir, beruntun terpanjang sejak 2013. Sementara itu, Indeks Russell 2000 berada di tengah reli terpanjang tahun ini dan berada pada level tertinggi tiga bulan. Indeks tersebut berada pada laju untuk kenaikan 3,4% bulan ini setelah reli sebesar 5,6% pada Oktober.
Indeks Volatilitas Chicago Board Options Exchange naik 9,3% ke level 16,52 pada Senin. Indeks gejolak pasar yang dikenal sebagai VIX tergelincir selama sepekan secara berturut-turut, sehingga memangkas kenaikan bulanan pertama sejak rekor kenaikan bulan Agustus.(yds)
Sumber: Bloomberg

Market Update Gold 30-11-2015


Sunday, 29 November 2015

Perdagangan Mata Uang Dunia di Akhir Minggu Lalu

BESTPROFIT FUTURES MALANG (30/11) - Dolar AS terus memanjat naik pada minggu yang lalu dengan GDP AS menunjukkan tingkat pertumbuah sebesar 2.1 % – sedikit lebih tinggi dari yang diperkirakan. Tetapi yang lebih penting lagi adalah pasar sedang menyiapkan diri untuk keputusan tingkat bunga ECB yang akan datang dan apakah hal ini akan memulai perubahan kebijakan lebih banyak lagi yang bertujuan mendepresiasikan euro.
Dolar AS naik terhadap kebanyakan rival utamanya pada hari Jumat, mendorong euro kebawah $1.06 di dalam sesi trading dengan volume yang rendah.
Kekalutan semalam di pasar saham Cina, dimana indeks komposit Shanghai mencatat penurunan terbesar sejak 25 Agustus, mendorong yen turun lebih rendah. Dolar AS diperdagangkan di Yen 122.82 pada perdagangan Jumat sore New York, dibandingkan dengan pada hari Kamis sore di Yen 122.65.
Regulator saham Cina melakukan investigasi terhadap dua pialang utama Cina yang dicurigai melakukan pelanggaran terhadap peraturan sekuritas, yang memicu ketakutan terhadap stabilitas sektor keuangan Cina.
Simon Smith kepala ekonom di FxPro di dalam catatannya pada hari Jumat mengatakan, “pengaruh FX terutama pada Yen, dengan liburan Thanksgiving di AS yang membuat volume sedikit, range perdagangan relatif rendah.”
Pelarian ke dolar AS yang aman pada minggu kemarin setelah militer Turki menembak jatuh pesawat tempur Rusia telah mereda. Perhatian sekarang beralih ke pertentangan kebijakan moneter dimana Federal Reserve berada pada jalur mengencangkan kondisi moneter sementara yang lain di dunia melanjutkan pelonggaran.
Para Trader sedang fokus pada pertemuan kebijakan moneter ECB pada tanggal 3 Desember, dan besarnya langkah pelonggaran buat zona euro, dan juga terhadap laporan pekerjaan AS yang jatuh tempo pada 4 Desember yang bisa menentukan apakah Federal Reserves akan menaikkan tingkat bunganya di bulan Desember.
Euro di perdagangkan di $1.0598 pada Jumat sore di New York dibandingkan dengan $1.0621 pada hari Kamis. Indeks dolar AS naik 0.2% di 100.03.
Para investor sebagian besar memperhitungkan kemungkinan keputusan the Fed untuk menaikkan tingkat bunga jangka pendek di bulan Desember, tetapi skeptic mengenai pengetatan moneter selanjutnya di bulan-bulan selanjutnya.
Imbal hasil di surat hutang pemerintah berjangka waktu dua tahun menunjukkan pasar telah siap untuk kemungkinan kenaikan tingkat bunga, sementara speculator International Monetery Market (IMM) terus menaruh posisi bullish terhadap dolar AS.
Euro diperdagangkan pada Yen 130.16 pada Jumat sore, dibandingkan dengan Yen 130.35 pada hari Kamis malam.

Sumber : Vibiznews

IHSG Berpotensi Melemah, Cermati Delapan Saham

BESTPROFIT FUTURES MALANG (30/11) - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bakal konsolidasi dengan kecenderungan melemah pada perdagangan saham awal pekan ini. Sejumlah sentimen internal dan eksternal akan pengaruhi laju IHSG.

Analis PT Asjaya Indosurya Securities, William Suryawihaya menuturkan IHSG mengalami fase konsolidasi wajar selama level support dapat bertahan kuat di level 4.534. Sedangkan target level resistance berada di level 4.657 yang berpotensi digapai dalam waktu dekat.

"Tekanan yang terjadi sifatnya sudah cukup terbatas ditunjukkan oleh aliran dana yang terjadi dalam beberapa waktu belakangan. Menjelang pergantian bulan, menyongsong rilis data ekonomi yang diperkirakan masih relatif stabil sehingga dapat memberikan angin positif ke dalam pergerakan IHSG," ujar William dalam ulasannya Senin (30/11/2015).

Sementara itu, Analis PT Investa Saran Mandiri Hans Kwee menuturkan IHSG akan konsolidasi dengan kecenderungan melemah. Ada sejumlah sentimen baik internal dan eksternal pengaruhi IHSG.

Dari luar negeri, pelaku pasar menanti masuknya yuan ke dalam keranjang special drawing rights (SDR). Selain itu, rencana kenaikan suku bunga bank sentral AS pada Desember 2015 juga masih membayangi IHSG.

"Dari dalam negeri, investor menanti rilis data inflasi dan perdagangan Indonesia," ujar Hans saat dihubungi Liputan6.com.

Hans memperkirakan, IHSG bergerak di kisaran support 4.541-4.479 sedangkan resistance di 4.600-4.645.

Sumber : Liputan6

Saham Asia Melemah Pasca Selloff Cina seiring Kejatuhan Saham Bahan Material

BESTPROFIT FUTURES MALANG (30/11) - Saham Asia di zona merah setelah Saham China membukukan aksi jual terbesar satu hari dalam tiga bulan. Bahan material dan saham konsumen-pokok memimpin kerugian pada indeks acuan pada awal minggu penting untuk pasar di kawasan itu.
MSCI Asia Pacific Index turun 0,3 persen ke level 132,82 pada pukul 09:02 pagi waktu Tokyo, menuju kerugian bulanan 1,2 persen, penurunan tersebut merupakan yang keenam dalam tujuh bulan. Minggu ini merupakan minggu dimana akan ada keputusan oleh Bank Sentral Eropa dan pembacaan terakhir di pekerjaan AS sebelum Federal Reserve memutuskan apakah akan menaikkan suku bunga pada bulan Desember. Shanghai Composite Index turun 5,5 persen pada hari Jumat, kerugian terbesar sejak kekalahan pasar yang dalam pada bulan Agustus, seiring regulator melarang para broker.
Indeks Topix Jepang turun 0,3 persen. Data Senin menunjukkan pembacaan awal untuk produksi industri naik kurang dari perkiraan ekonom pada bulan Oktober dibandingkan dengan bulan sebelumnya, sementara penjualan ritel naik lebih dari yang mereka perkirakan. (sdm)
Sumber: Bloomberg