BESTPROFIT FUTURES MALANG (5/3) - Wall Street kembali tumbang pada penutupan perdagangan Rabu (Kamis pagi waktu Jakarta), melanjutkan penurunan pada sehari sebelumnya. Padahal di awal pekan ini, Wall Street mampu mencetak rekor tertinggi.
Mengutip Reuters, Kamis (5/3/2015), Indeks Dow Jones Industrial Averange turun 130,75 poin atau 0,72 persen ke level 18.072. Indeks Standard & Poor 500 kehilangan 12,2 poin atau 0,58 persen ke level 2.095,58 dan Nasdaq Composite melemah 16,53 poin atau 0,33 persen ke 4.963,37.
Padahal sebelumnya atau di awal pekan ini, Dow Jones Industrial Averange dan Standard & Poor 500 mencetak level tertinggi. Sedangkan Nasdaq melampaui level 5.000 untuk pertama kalinya dalam 15 tahun terakhir.
"Pelaku pasar sedang menunggu sentimen baru yang bisa mendorong kenaikan indeks setelah mencapai rekor tertinggi di awal pekan ini," jelas Analis RidgeWorth Investments, Atlanta, Amerika Serikat, Alan Gayle.
Data ekonomi yang akan keluar pada Jumat nanti kemungkinan besar akan dijadikan oleh Bank Sentral Amerika Serikat sebagai pertimbangan untuk menaikkan suku bunga acuan. Data tersebut mengenai jumlah tenaga kerja baru dan laporan mengenai gaji bulanan yang bakal dikeluarkan oleh Departemen Tenaga Kerja AS.
Pada perdagangan Rabu ini, hanya saham-saham di sektor kesehatan yang mampu membukukan penguatan setelah regulator AS setuju Opdivo digunakan untuk penyakit kanker paru-paru. Saham Bristol Myers Squibb naik 4,2 persen menjadi US$ 64,43 per saham. Saham HCA Holdings juga naik 5,4 persen menjadi US$ 74,61 per saham dan Tenet Healthcare menguat 4,3 persen menjadi 49,10 per saham.
Sehari sebelumnya, Wall Street juga tumbang. Penurunan angka penjualan mobil dan pernyataan Iran membuat investor menarik diri untuk bertransaksi setelah sempat reli sehingga memperkuat indeks pada Februari. Pedagang juga masih menunggu data ekonomi yang dirilis pekan ini, diprediksi akan mencapai puncaknya dengan laporan gaji bulanan.
Saham teknologi jatuh karena investor mengambil keuntungan sehari setelah Nasdaq sempat menembus 5.000 untuk pertama kalinya sejak puncaknya pada Maret 2000. (Gdn)
Sumber : Liputan6
Wednesday, 4 March 2015
Emas Memperpanjang Penurunan Terkait Data Tenaga Kerja AS
BESTPROFIT FUTURES MALANG (5/3) - Emas
berjangka mengalami penurunan beruntun ketiga mereka secara
berturut-turut karena para pedagang mengkaji data tenaga kerja AS di dan
melihat ke depannya terhadap laporan tenaga kerja pada hari Jumat
mendatang.
Emas
untuk pengiriman April turun US $ 3,50, atau 0,3%, menetap di level $
1,200.90 per ounce di Comex, pasca menyentuh level terendah $ 1,197.70.
Silver untuk pengiriman Mei turun 13,8 sen, atau 0,9%, ke level $ 16,158
per ounce. (vck)
Sumber: MarketWatch
Bursa AS Perpanjang Penurunan; Euro Melemah Jelang Keputusan ECB
BESTPROFIT FUTURES MALANG (5/3) - Saham-saham
AS melemah untuk hari kedua, sementara dolar menguat karena investor
menilai data pekerjaan dan industri jasa sebagai petunjuk waktu kenaikan
suku bunga. Euro merosot ke level terendah dalam 11 tahun terakhir dan
emas turun.
Semua
kecuali satu dari 10 kelompok industri turun di indeks Standard &
Poor 500, turun 0,4% pada pukul 16:00 sore di New York, hanya 1% dari
rekor. Saham-saham Eropa menghentikan penurunan dua hari. Indeks
Bloomberg Dollar Spot kembali ke level satu dekade tertinggi setelah
euro menyentuh level terlemah sejak September 2003. Emas berjangka turun
0,3%. Sementara minyak mentah AS naik 2%, sedangkan minyak mentah Brent
tergelincir 0,5%.
Perusahaan
menambahkan sedikit pekerja untuk payroll AS pada bulan Februari
dibandingkan dengan bulan sebelumnya, data swasta menunjukkan sebelum
laporan pekerjaan bulanan resmi pada hari Jumat, sedangkan industri jasa
tiba-tiba berkembang dengan kecepatan yang lebih cepat di bulan
Februari. Federal Reserve Beige Book menunjukkan
sebagian besar ekonomi AS terus tumbuh dari bulan Januari sampai
pertengahan Februari, setelah pengeluaran dan manufaktur menguat. Bank
Sentral Eropa diperkirakan akan mengungkapkan rincian lebih lanjut
tentang rencana pelonggaran kuantitatif pada hari Kamis.(frk)
Sumber : Bloomberg
Bursa AS Turun, Dolar Menguat Ditengah Data Ekonomi; Euro Melemah
BESTPROFIT FUTURES MALANG (5/3) - Saham-saham AS turun untuk hari kedua, sementara dolar menguat karena investor menilai data pekerjaan dan layanan sebagai petunjuk terkait waktu suku bunga yang lebih tinggi. Euro melemah ke level terendah dalam 11 tahun dan komoditi logam tenggelam.
Indeks Standard & Poor 500 turun 0,4% pada pukul 12:30 siang di New York setelah penutupan Senin pada rekor. Indeks Stoxx Europe 600 menghentikan penurunan dua hari, sementara mata uang bersama Eropa meluncur ke level $ 1,1098, level terlemah sejak September 2003. Yield Treasury note dengan tenor 10-tahun naik satu basis poin menjadi 2,13%. Indeks Bloomberg Dollar Spot melonjak 0,4%. Sementara minyak mentah turun setelah persediaan naik melebihi perkiraan.
Sekitar empat saham melemah untuk setiap satu saham yang naik dalam S&P 500 setelah sembilan dari 10 kelompok utama yang turun dalam indeks. Perusahaan menambahkan sedikit pekerja untuk payroll pada bulan Februari, menurut data ADP Research Institute menunjukkan sebelum laporan pekerjaan pemerintah pada hari Jumat. Industri jasa tiba-tiba berkembang dengan kecepatan yang lebih cepat di bulan Februari. Euro memperpanjang penurunan sebelum pertemuan kebijakan Bank Sentral Eropa pada hari Kamis.(frk)
Sumber : Bloomberg
Indeks Standard & Poor 500 turun 0,4% pada pukul 12:30 siang di New York setelah penutupan Senin pada rekor. Indeks Stoxx Europe 600 menghentikan penurunan dua hari, sementara mata uang bersama Eropa meluncur ke level $ 1,1098, level terlemah sejak September 2003. Yield Treasury note dengan tenor 10-tahun naik satu basis poin menjadi 2,13%. Indeks Bloomberg Dollar Spot melonjak 0,4%. Sementara minyak mentah turun setelah persediaan naik melebihi perkiraan.
Sekitar empat saham melemah untuk setiap satu saham yang naik dalam S&P 500 setelah sembilan dari 10 kelompok utama yang turun dalam indeks. Perusahaan menambahkan sedikit pekerja untuk payroll pada bulan Februari, menurut data ADP Research Institute menunjukkan sebelum laporan pekerjaan pemerintah pada hari Jumat. Industri jasa tiba-tiba berkembang dengan kecepatan yang lebih cepat di bulan Februari. Euro memperpanjang penurunan sebelum pertemuan kebijakan Bank Sentral Eropa pada hari Kamis.(frk)
Sumber : Bloomberg
Saham Eropa Ditutup Menguat 0,6 %
BESTPROFIT FUTURES MALANG (5/3) - Indeks acuan saham perbankan reli sehingga mendorong ekuitas Eropa naik pasca penurunan dalam dua hari terakhir.
Indeks
Stoxx Europe 600 naik 0,6 % ke level 389,9 pada penutupan di London
hari ini, diikuti ekuitas yang reli dalam dua jam terakhir perdagangan.
Saham Standard Chartered Plc memimpin kenaikan saham kreditur ke harga
tertinggi sejak Oktober lalu. Indeks acuan menguat sebelumnya turun
sebesar 0,2 % setelah memantau indeks manufaktur zona euro dan jasa
meningkat kurang dari perkiraan.
Investor
menunggu pertemuan Bank Sentral Eropa (ECB) hari Kamis untuk rincian
tentang program pelonggaran kuantitatif yang diumumkan pada bulan
Januari. ECB juga akan memberikan perkiraan pertumbuhan dan inflasi
pertama sampai 2017 mendatang. Langkah bank sentral memicu reli Indeks
Stoxx 600 hampir 15 % dalam tahun ini sampai akhir Februari.
Pembacaan
akhir dari Indeks Purchasing Managers untuk industri manufaktur dan
jasa di zona euro naik ke level tertinggi dalam tujuh bulan terakhir di
angka sebesar 53,3 pada Februari dari 52,6 pada bulan sebelumnya,
menurut Markit Economics. Hasil rilis lainnya menunjukkan penjualan
ritel bulan Januari di wilayah tersebut naik lebih dari perkiraan. (vck)
Sumber: Bloomberg
Tuesday, 3 March 2015
Emas memperpanjang penurunan untuk sesi kedua berturut-turut
BESTPROFIT FUTURES MALANG (4/3) - Emas
berjangka memperpanjang penurunan berturut-turut pada hari Selasa,
setelah investor mencerna serentetan laporan ekonomi dari seminggu yang
sibuk dengan indikator ekonomi, yang berpuncak pada laporan pekerjaan
hari Jumat mendatang.
Emas
untuk pengiriman bulan April turun $ 3,80, atau 0,3%, untuk menetap di
level $ 1,204.40 per ons di Comex New York, sementara perak untuk bulan
Mei menetap di level 15,5 sen, atau 0,9%, ke $ 16,296 per ons setelah
kehilangan 0,7% sehari sebelumnya.(frk)
Sumber : MarketWatch
Dolar Tertekan oleh Data Ekonomi Eropa & Inggris Yang Kuat
BESTPROFIT FUTURES MALANG (4/3) - Dolar beringsut lebih rendah melawan rival utamanya pada hari Selasa setelah data ekonomi yang kuat dari Eropa dan Inggris mengindikasikan bahwa pertumbuhan ekonomi di seluruh dunia mulai mengejar AS
Euro diperdagangkan di level $ 1,1175, dibandingkan dengan $ 1,1183 pada Senin malam, sementara pound diperdagangkan di level $ 1,5363, dibandingkan dengan $ 1,5359.
Dolar juga melayang lebih rendah terhadap yen, diperdagangkan pada 119,70 yen, dibandingkan dengan 120,14 yen.
Penjualan ritel di Jerman memulai tahun yang kuat, menunjukkan pertumbuhan tahunan sebesar 5,3% pada bulan Februari, naik dari pembacaan revisi pertumbuhan 4,8% pada bulan Januari. Ekonom yang disurvei oleh The Wall Street Journal memperkirakan pertumbuhan sebesar 2,6%.
Laporan penjualan ritel pada hari Selasa adalah yang terbaru dalam serangkaian laporan ekonomi yang menunjukkan pertumbuhan yang cukup kuat di zona euro.
Markit Inggris / CIPS PMI Konstruksi Inggris menunjukkan industri konstruksi di Inggris memiliki satu lagi bulan terbaik pada bulan Februari. Indeks tersebut mencatatkan 60,1, pembacaan tertinggi dalam empat bulan. Ekonom yang disurvei oleh The Wall Street Journal memperkirakan pembacaan di angka 59, sedikit menurun dari pembacaan indeks bulan Januari di 59,1.
Volatilitas pasar mata uang anjlok pada bulan Februari, dengan perdagangan dolar dalam rentang yang ketat terhadap yen, euro dan pound.
Dean Popplewell, wakil presiden analisis mata uang dan penelitian di Oanda Corp., mengatakan pasar akan mengamati laporan pekerjaan pada hari Jumat untuk kejutan yang bisa memaksa dolar kembali ke rentang tersebut.
Indeks ICE US Dollar yang mengukur kekuatan dolar terhadap enam mitra dagang terbesarnya, turun 0,06% pada hari ini ke 95,4090.
Ada kelangkaan pada rilis data ekonomi AS selama sesi hari Selasa. Tapi angka penjualan mobil AS, dianggap data tingkat kedua oleh analis, mengungkapkan sedikit penurunan dari bulan Januari.(frk)
Sumber : MarketWatch
Euro diperdagangkan di level $ 1,1175, dibandingkan dengan $ 1,1183 pada Senin malam, sementara pound diperdagangkan di level $ 1,5363, dibandingkan dengan $ 1,5359.
Dolar juga melayang lebih rendah terhadap yen, diperdagangkan pada 119,70 yen, dibandingkan dengan 120,14 yen.
Penjualan ritel di Jerman memulai tahun yang kuat, menunjukkan pertumbuhan tahunan sebesar 5,3% pada bulan Februari, naik dari pembacaan revisi pertumbuhan 4,8% pada bulan Januari. Ekonom yang disurvei oleh The Wall Street Journal memperkirakan pertumbuhan sebesar 2,6%.
Laporan penjualan ritel pada hari Selasa adalah yang terbaru dalam serangkaian laporan ekonomi yang menunjukkan pertumbuhan yang cukup kuat di zona euro.
Markit Inggris / CIPS PMI Konstruksi Inggris menunjukkan industri konstruksi di Inggris memiliki satu lagi bulan terbaik pada bulan Februari. Indeks tersebut mencatatkan 60,1, pembacaan tertinggi dalam empat bulan. Ekonom yang disurvei oleh The Wall Street Journal memperkirakan pembacaan di angka 59, sedikit menurun dari pembacaan indeks bulan Januari di 59,1.
Volatilitas pasar mata uang anjlok pada bulan Februari, dengan perdagangan dolar dalam rentang yang ketat terhadap yen, euro dan pound.
Dean Popplewell, wakil presiden analisis mata uang dan penelitian di Oanda Corp., mengatakan pasar akan mengamati laporan pekerjaan pada hari Jumat untuk kejutan yang bisa memaksa dolar kembali ke rentang tersebut.
Indeks ICE US Dollar yang mengukur kekuatan dolar terhadap enam mitra dagang terbesarnya, turun 0,06% pada hari ini ke 95,4090.
Ada kelangkaan pada rilis data ekonomi AS selama sesi hari Selasa. Tapi angka penjualan mobil AS, dianggap data tingkat kedua oleh analis, mengungkapkan sedikit penurunan dari bulan Januari.(frk)
Sumber : MarketWatch
Saham AS Ditutup Turun 0,5 % Dari Rekor Tertingginya
BESTPROFIT FUTURES MALANG (4/3) - Saham
AS turun pasca Indeks Nasdaq Composite naik di atas level 5.000 untuk
pertama kalinya dalam 15 tahun terakhir, karena melemahnya saham
perusahaan perawatan kesehatan dan teknologi.
Saham
perusahaan perawatan kesehatan di Indeks Standard & Poor 500 turun
0,9 %, setelah mencapai level tertinggi sepanjang masa pada Senin
kemarin. Alibaba Group Holding Ltd turun ke level terendah sejak mulai
diperdagangkan pada bulan September lalu.
Indeks
S&P 500 turun 0,5 % ke level 2,107.80 pukul 16:00 sore di New York,
setelah ditutup pada rekor Senin kemarin. Indeks Nasdaq Composite turun
0,6 %.
Indeks
S&P 500 naik ke rekor terbaru sebanyak empat kali pada bulan
Februari lalu, sementara Indeks Dow Jones Industrial Average naik 5,6 %
selama satu bulan terbaik sejak Januari 2013 lalu. Indeks tersebut juga
mencapai rekor tertingginya dari Desember untuk pertama kalinya pada
tahun ini. (vck)
Sumber: Bloomberg
Saham AS Catat Penurunan Dari Level Tertinggi Pada Sesi Siang Ini
BESTPROFIT FUTURES MALANG (4/3) - Saham
AS catat penurunan pasca Indeks Nasdaq Composite ditutup di atas level
5.000 untuk pertama kalinya dalam 15 tahun terakhir, seiring saham
otomotif dan kesehatan melemah.
Saham
Ford Motor Co turun 2,6 % setelah penurunan penjualan kendaraan pada
bulan Februari lalu. Saham perusahaan perawatan kesehatan di indeks
Standard & Poor 500 melemah 1,2 %, dipimpin oleh saham bioteknologi.
Alibaba Group Holding Ltd turun ke level terendah sejak mulai
diperdagangkan pada bulan September lalu.
Indeks
S&P 500 turun 0,8 % ke level 2,100.70 pukul 12:09 siang di New
York, dan Indeks Dow Jones Industrial Average turun 131,75 poin, atau
0,7 %, ke level 18,156.88. Kedua Indeks acuan tersebut ditutup pada
rekor terendah hari Senin kemarin. Indeks Nasdaq Composite turun 0,9 %.
Perdagangan saham perusahaan di S&P 500 sebesar 14 % di bawah RSI
30-hari.
Indeks
Nasdaq Composite berada di angka sebesar 1,6 % dari rekor dicapai pada
tahun 2000 lalu. Hal ini telah mengambil dua pasar bullish dan lebih
dari 4.500 hari untuk Indeks Nasdaq. Indeks tersebut menguat 7,1 % pada
Februari lalu, merupakan bulan terbaik sejak 2012 lalu.
Indeks
S&P 500 naik ke rekor terbarunya selama empat kali pada bulan
Februari, sedangkan rata-rata Indeks Dow naik 5,6 % selama satu bulan
sejak Januari 2013 lalu. Indeks tersebut juga mencapai level tertinggi
pada Desember lalu untuk pertama kalinya di tahun ini. (vck)
Sumber: Bloomberg
Bursa Eropa Terkoreksi Tajam Setelah Saham Perbankan Melemah
BESTPROFIT FUTURES MALANG (4/3) - Saham-saham Eropa turun tajam dalam lebih dari sebulan setelah saham pemberi pinjaman melemah.
Indeks
Stoxx Europe 600 turun 0,9% menjadi 387,68 pada penutupan perdagangan,
menghapus gain sebanyak 0,3%. Perusahaan pemberi pinjaman menjadi
hambatan terbesar pada indeks patokan, dengan ING Groep NV dan BNP
Paribas SA turun lebih dari 3%. Saham Barclays Plc turun 3,2% setelah
menyisihkan tambahan 750 juta pound ($ 1,2 milyar) untuk penyelesaian
probe manipulasi mata uang.
Stoxx
600 pada minggu lalu naik ke level tertinggi sejak Juli 2007. Indeks
tersebut telah menguat 13% pada tahun 2015 setelah Yunani mencapai
kesepakatan bailout dan
Bank Sentral Eropa mengumumkan pelonggaran kuantitatif. Presiden ECB
Mario Draghi diprediksi hadir dalam rincian rencana pada pertemuan Dewan
Pemerintahan di Nicosia, Kamis. Investor juga menunggu perkiraan
pertumbuhan dan inflasi pertama ECB untuk tahun 2017 yang akan diumumkan
pada hari itu, sebagai petunjuk terkait jangka waktu QE.
Rilis data pada hari Jumat diprediksi akan menunjukkan penguatan payrolls sebesar 235.000 pada bulan lalu, menyusul kenaikan pada bulan Februari sebesar 257.000, menurut ekonom yang disurvei oleh Bloomberg.(frk)
Sumber : Bloomberg
Monday, 2 March 2015
Laju Emas Terhenti Akibat Penguatan Ekuitas
BESTPROFIT FUTURES MALANG (3/3) - Emas
berjangka jatuh untuk mengakhiri reli terpanjang dalam lima minggu
setelah saham teknologi AS memangkas permintaan untuk logam mulia
sebagai safe haven.
Indeks
Nasdaq Composite naik di atas 5.000 untuk pertama kalinya sejak tahun
2000 terkait optimisme bahwa belanja konsumen akan menguat. Emas turun
29% dalam dua tahun sebelumnya setelah ekonomi memperoleh traksi dan
ekuitas global melonjak.
Di
Comex New York, emas berjangka untuk pengiriman April turun 0,4% untuk
menetap di level $ 1,208.20 per ons pada pukul 1:46 siang. Penguatan
harga terjadi dalam tiga sesi sebelumnya, yang merupakan reli terpanjang
sejak 20 Januari.
Sebelumnya,
logam mencapai level $ 1.223, level tertinggi untuk kontrak teraktif
sejak 17 Februari, setelah pemotongan biaya pinjaman di China, konsumen
terbesar kedua di dunia.
Bank
Rakyat China menurunkan patokan suku bunga kredit dan deposito
seperempat persentase poin pada hari Sabtu. Impor emas oleh India,
konsumen teratas, dapat melonjak ke 100 metrik ton pada bulan Maret dari
sekitar 25 ton pada bulan Februari, menurut Rajesh Mehta, ketua Rajesh
Ekspor Ltd.(frk)
Sumber : Bloomberg
Minyak Brent Terkoreksi, Sementara WTI Menguat
BESTPROFIT FUTURES MALANG (3/3) - Minyak
mentah terkoreksi dari penutupan tertingginya dalam tahun ini di London
terkait kekhawatiran surplus global akan berkepanjangan. Minyak
berjangka AS rebound setelah survey industri melaporkan kenaikan tipis dalam cadangan di hub persedian utama.
Brent
untuk pengiriman bulan April menyelesaikan turun $ 2.31, atau 3.7%,
menjadi $ 60.27 per barel pada pukul 11:40 siang waktu New York di bursaICE Futures Europe exchange.
Harga naik 18% di bulan Februari, kenaikan bulanan terbesar sejak Mei
2009. Minyak acuan Eropa menyempit dengan WTI menjadi $ 9,81 setelah
melebar ke level terbesar sejak Januari 2014.
Minyak
mentah WTI untuk pengiriman bulan April naik 82 sen, atau 1.7%, menjadi
$ 50.58 per barel di New York Mercantile Exchange setelah sebelumnya
turun 2.1%. Minyak berjangka 3.2% pada bulan lalu. Volume semua
perdagangan berjangka sekitar 41% di atas rata-rata 100 hari untuk hari
ini.(frk)
Sumber : Bloomberg
Indeks Nasdaq Composite Reli Diatas Level 5.000, Pertama Kali Dlm 15 Tahun
BESTPROFIT FUTURES MALANG (3/3) - Indeks
Nasdaq Composite ditutup di atas level 5.000 untuk pertama kalinya
dalam 15 tahun terakhir, sementara Indeks Dow Jones Industrial Average
dan indeks Standard & Poor 500 mencapai rekornya seiring keuntungan
dalam pembelian konsumen AS yang menandakan meningkat merupakan bagian
terpenting dari perekonomian AS.
Indeks
Nasdaq Composite naik 0,9 % ke level 5,008.10 pukul 04:00 sore di New
York. Indeks S&P 500 naik 0,6 % ke level 2,117.18, dan indeks Dow
naik 153,29 poin, atau 0,9 %, ke level 18,285.99, merupakan penutupan
tinggi sepanjang waktu. Indeks Russell 2000 naik 0,7 % ke level
1,242.48.
Indeks
S&P 500 mencapai rekor barunya sebanyak empat kali pada bulan
Februari lalu, sedangkan rata-rata Indeks Dow naik 5,6 % yang merupakan
bulan terbaik sejak Januari 2013 lalu. Indeks tersebut juga menduduki
rekor tertinggi pada Desember lalu untuk pertama kalinya pada tahun ini.
Sumber: Bloomberg
Indeks Nasdaq Composite Catat Kenaikan Diatas Level 5.000
BESTPROFIT FUTURES MALANG (3/3) - Saham
AS naik, mengirimkan Indeks Nasdaq Composite di atas level 5.000 untuk
pertama kalinya dalam 15 tahun terakhir, sementara obligasi turun dan
dolar menguat seiring keuntungan dalam pembelian konsumen sehingga
menandakan kekuatan terbesar dari perekonomian AS.
Indeks Standard & Poor 500 naik 0,3 % pukul 12:55 siang di New York, yang dipimpin oleh perusahaan consumer-discretionary.
Indeks Stoxx Europe 600 melemah 0,2 %. Obligasi dengan tenor 10-tahun
naik delapan basis poin menjadi 2,07 %. Indeks Dollar Spot Bloomberg
naik 0,3 %, sementara minyak di New York naik 1,4 % setelah menghapus
penurunan. Mata uang yuan turun ke level terendah dua tahun terakhir
pasca China memangkas suku bunga.
Indeks
Nasdaq telah melampaui level itu hanya dalam tujuh hari pada Maret 2000
silam. Indeks Pembelian konsumen yang disesuaikan dengan tingkat
inflasi naik 0,3 % pada Januari lalu. The Federal Reserve menilai
inflasi dan tingkat lapangan kerja dapat menentukan waktu untuk
meningkatkan biaya pinjaman. Harga konsumen zona euro turun kurang dari
perkiraan bulan lalu, sehingga menawarkan beberapa bantuan kepada bank
sentral di kawasan itu yang sedang mempersiapkan diri untuk melakukan
program pembelian obligasi. (vck)
Sumber: Bloomberg
Saham Eropa Ditutup Turun Dari Level Tertinggi Sejak 2007
BESTPROFIT FUTURES MALANG (3/3) - Saham
Eropa catat penurunan dari level tertinggi dalam lebih dari tujuh tahun
terakhir seiring pelemahan saham perusahaan energi.
Indeks
Stoxx Europe 600 melemah 0,2 % ke level 391,29 pada penutupan
perdagangan hari ini, sehingga memangkas penurunan sebelumnya sebesar
0,7 %. Indeks acuan ekuitas naik 2,6 % pekan lalu, memperpanjang gain
bulan Februari sebesar 6,4 %, di tengah hasil keuangan yang lebih baik
dari perkiraan saham perusahaan termasuk EADS NV, dan sentimen data
konsumen AS.
Indeks
Stoxx 600 telah reli sebesar 14 % pada tahun ini, merupakan kenaikan
terbaik yang pernah ada mulai tahun ini, karena Yunani mencapai
kesepakatan bailout dan Bank Sentral Eropa mengumumkan pelonggaran
kuantitatif. Indeks tersebut diperdagangkan 16,6 kali laba yang
diproyeksikan anggotanya, merupakan yang tertinggi dalam setidaknya satu
dekade terakhir.
Indeks
ASE Yunani turun 2,5 %, merupakan kinerja terburuk dari 18 pasar saham
Eropa. Saham perbankan memimpin penurunan, diikuti Piraeus Bank SA dan
National Bank of Greece SA yang turun lebih dari 11 %. Indeks ekuitas
naik 22 % pada Februari lalu.
Indeks
acuan saham energi turun dari level tertinggi dalam tiga bulan
terakhir, sehingga mencatatkan kinerja terburuk dari 19 kelompok
industri pada Stoxx 600, karena melemahnya minyak mentah setelah data
menunjukkan produksi minyak OPEC melebihi kuotanya untuk bulan
kesembilan pada bulan Februari lalu. Royal Dutch Shell Plc mengalami
penurunan terbesarnya, sebesar 1,7 %. (vck)
Sumber: Bloomberg
Sunday, 1 March 2015
Yen Tahan Penurunan Pasca China Pangkas Suku Bunga, Aussie Dolar Melemah
BESTPROFIT FUTURES MALANG (2/3) - Yen
mengadakan penurunan dua hari setelah China memangkas suku bunga,
sehingga memacu spekulasi saham di Asia yang akan mengalami penguatan
dan permintaan untuk aset safe haven.
Indeks
dolar adalah 0,1% dari penutupan tertinggi sejak setidaknya 2004
terkait outlook The Fed yang akan menaikkan suku bunga tahun ini,
meningkatkan daya tarik mata uang itu. Dolar Australia turun jelang
Reserve Bank menetapkan kebijakan moneter pada pertemuan Selasa.
Mata
uang Jepang turun 0,1% ke level 119,77 ¥ per dolar pada 08:35 pagi di
Tokyo, memperpanjang penurunan sebanyak turun 0,6 % selama dua hari
terakhir.
Indeks
Spot Dollar Bloomberg, yang menelusuri mata uang terhadap 10 mata uang
utama, naik 0,1% menjadi 1,174.06 Senin, setelah menyentuh level
1,174.87 pada 11 Februari.
Aussie turun 0,2% menjadi 77,90 sen AS. Euro turun 0,3% menjadi $ 1,1168.
Bank Rakyat China menurunkan suku bunga deposito satu tahun menjadi 2,5% dan satu tahun suku bunga pinjaman menjadi 5,35%
Pedagang bertaruh ada 60% kemungkinan Reserve Bank of Australia akan menurunkan suku bunga 2,25% ke rekor 2 persen pada Selasa, menurut data dihimpun oleh Bloomberg. Delapan belas dari 29 ekonom dalam survei Bloomberg News memprediksi lpenurunan.
Dolar Selandia Baru turun 0,3% menjadi 75,43 sen AS.(yds)
Sumber: Bloomberg
Saham Asia Dibuka Menguat Diikuti Tembaga Pasca Suku Bunga China
BESTPROFIT FUTURES MALANG (2/3) - Saham
Asia dibuka naik diikuti indeks berjangka AS dan tembaga, sedangkan
yuan tergelincir ke level dua tahun terendah karena para pedagang
mengkaji suku bunga China ditengah tanda-tanda pelemahan di bidang
manufaktur. Minyak jatuh pasca gain bulanan pertama sejak Juni.
Indeks
MSCI Asia Pacific naik 0,1% pada 09:16 pagi di Tokyo, Indeks ekuitas
dari Jepang ke Australia naik setidaknya 0,2%. Indeks Standard &
Poor 500 berjangka naik 0,2% pasca penurunan tiga hari dalam Indeks
acuan, sementara tembaga berjangka melonjak sebanyak 0,5%. Mata uang
China menyentuh level terlemah sejak Oktober 2012 di perdagangan luar
negeri, seiring pelemahan pada dolar Australia dan Selandia Baru. Minyak
di New York dan London turun setidaknya 0,6% diikuti dengan produksi
OPEC yang melebihi kuotanya untuk bulan kesembilan pada bulan Februari
ini.(yds)
Sumber: Bloomberg
Bursa Saham Jepang Dibuka Menguat Menyusul Penurunan Yen
BESTPROFIT FUTURES MALANG (3/2) - Bursa Saham Jepang dibuka menguat,
kenaikan dipimpin oleh saham-saham perusahaan pelaku ekspor, hal itu
seiring yen yang kembali mencatat penurunan pada hari ke-3 dan para
investor mengkaji pemangkasan suku bunga oleh pemerintah China ditengah
tanda-tanda penurunan perekonomian negeri Tirai Bambu tersebut.
Indeks Topix menguat 0.3% ke level 1,528.13 pukul 9:02 pagi ini waktu Tokyo, dengan 2 saham menguat untuk setiap yang melemah. Pekan lalu indeks acuan tersebut mengalami kenaikan 1.6% dengan mencatat lonjakan 7.7% pada Februari lalu, kenaikan tertinggi sejak September 2013 silam. Indeks Nikkei 225 Stock Average mencatat gain 0.3% ke level 18,862.71. Sedangkan yen melemah 0.2% ke level 119.83 per dolar.
PMI (purchasing managers index) China yang dirilis hari Minggu kemarin memberikan sinyal terjadinya kontraksi kembali pada output manufaktur di bulan Februari lalu, sehari setelah bank sentral meningkatkan dukungan bagi perekonomian dengan memangkas suku bunga kedua kalinya dalam 3 bulan terakhir.
Pemangkasan suku bunga diumumkan akhir Sabtu lalu menjelang pertemuan tahunan pemerintah China yang akan mengesahkan anggaran dan mengumumkan target pertumbuhan ekonomi tahun 2015 ini yang oleh sebgaian besar ekonom perkirakan akan melambat 7%. Upaya untuk beragbung dengan negara-negar lainnya di arena global dengan pelonggaran mencerminkan kekhawatiran yang mendalam mengenai penurunan perekonomian oleh merosotnya sektor properti, pengawasan yang lebih ketat terkait hutang pemerintah lokal dan arus modal keluar. (bgs)
Sumber : Bloomberg
Indeks Topix menguat 0.3% ke level 1,528.13 pukul 9:02 pagi ini waktu Tokyo, dengan 2 saham menguat untuk setiap yang melemah. Pekan lalu indeks acuan tersebut mengalami kenaikan 1.6% dengan mencatat lonjakan 7.7% pada Februari lalu, kenaikan tertinggi sejak September 2013 silam. Indeks Nikkei 225 Stock Average mencatat gain 0.3% ke level 18,862.71. Sedangkan yen melemah 0.2% ke level 119.83 per dolar.
PMI (purchasing managers index) China yang dirilis hari Minggu kemarin memberikan sinyal terjadinya kontraksi kembali pada output manufaktur di bulan Februari lalu, sehari setelah bank sentral meningkatkan dukungan bagi perekonomian dengan memangkas suku bunga kedua kalinya dalam 3 bulan terakhir.
Pemangkasan suku bunga diumumkan akhir Sabtu lalu menjelang pertemuan tahunan pemerintah China yang akan mengesahkan anggaran dan mengumumkan target pertumbuhan ekonomi tahun 2015 ini yang oleh sebgaian besar ekonom perkirakan akan melambat 7%. Upaya untuk beragbung dengan negara-negar lainnya di arena global dengan pelonggaran mencerminkan kekhawatiran yang mendalam mengenai penurunan perekonomian oleh merosotnya sektor properti, pengawasan yang lebih ketat terkait hutang pemerintah lokal dan arus modal keluar. (bgs)
Sumber : Bloomberg
Diwarnai Aksi Ambil Untung, Laju IHSG Bakal Mendatar
BESTPROFIT FUTURES MALANG (2/3) - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan cenderung mendatar dan rawan koreksi pada perdagangan saham pekan ini. Pelaku pasar akan melakukan ambil untung setelah pasar relatif menguat pada perdagangan saham pekan lalu.
"Peluang koreksi di seminggu ke depan. Karena ambil untung," kata Direktur PT Investa Saran Mandiri, Hans Kwee saat berbincang dengan Liputan6.com, Jakarta, Senin (2/3/2015).
Dia mengatakan, saat ini pelaku pasar tengah menunggu laporan data ekonomi makro yang rilis awal pekan. Badan Pusat Statistik (BPS) akan melaporkan inflasi untuk Februari 2015 .
"Inflasi jadi perhatian plus neraca perdagangan, karena pelemahan rupiah yang cukup mencemaskan," ujar Hans.
Di sisi lain, pemerintah telah menetapkan harga baru bahan bakar minyak (BBM) untuk jenis premium menjadi Rp 6.800 per liter. Angka ini naik dari sebelumnya Rp 6.600 per liter.
Menurut Hans, kenaikan ini tak terlalu berimbas ke perdagangan saham. Lantaran, kenaikan BBM awal Maret ini terhitung tipis. "BBM naik tipis pasti nggak signifikan pengaruhnya," ucapnya.
Pada perdagangan saham kali ini, Hans memprediksi IHSG bergerak pada level support 5.425-5.380 dan resistance 5.470-5.490.
Sementara itu, Analis PT Woori Korindo Securities Indonesia, Reza Priyambada menuturkan, laju IHSG masih mampu bertahan di atas area target support 5.300-5.355 dan hampir melampaui target resistance 5.438-5.465. Kenaikan IHSG mulai terbatas untuk mencoba menyentuh target resistance berikutnya.
Meski demikian, IHSG masih ada peluang bagi IHSG untuk bertahan di zona hijau. Namun, pelaku pasar perlu mewaspadai potensi pembalikan arah bila aksi ambil untung terus berlanjut sehingga membuka peluang IHSG melemah.
"IHSG akan berada di rentang support 5.374-5.390 dan resistance 5.471-5.485 pada perdagangan saham pekan ini," ujar Reza.
Menurut Reza, ada sejumlah rilis data ekonomi yang akan keluar pada pekan ini. Dari dalam negeri akan dirilis data inflasi, HSBC manufacturing PMI, dan consumer confidence. Sedangkan China merilis data NBS manufacturing PMI, non manufacturing PMI, HSBC manufacturing PMI, dan HSBC China services PMI.
Sedangkan dari Jepang akan dirilis data manufacturing PMI, markit service PMI, dan capital spending. Dari Amerika Serikat akan dirilis data personal income, personal spending, markit manufacturing PMI, ISM manufacturing PMI, ISM non manufacturing PMI, dan klaim pengangguran.
Untuk pilihan saham pada pekan ini, Hans merekomendasikasikan akumulasi PT Adaro Energy Tbk (ADRO) dan PT Tbk Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG). Kemudian jual untuk saham PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) dan PT Multipolar Tbk (MLPL).
Sedangkan Reza memilih saham PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP), PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP), PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG), dan PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE).
Pada perdagangan, Jumat 27 Februari 2015, IHSG ditutup pada level 5.450,29. Investor asing mencatatkan aksi beli bersih Rp 200 miliar. (Amd/Ahm)
Sumber : Liputan6
"Peluang koreksi di seminggu ke depan. Karena ambil untung," kata Direktur PT Investa Saran Mandiri, Hans Kwee saat berbincang dengan Liputan6.com, Jakarta, Senin (2/3/2015).
Dia mengatakan, saat ini pelaku pasar tengah menunggu laporan data ekonomi makro yang rilis awal pekan. Badan Pusat Statistik (BPS) akan melaporkan inflasi untuk Februari 2015 .
"Inflasi jadi perhatian plus neraca perdagangan, karena pelemahan rupiah yang cukup mencemaskan," ujar Hans.
Di sisi lain, pemerintah telah menetapkan harga baru bahan bakar minyak (BBM) untuk jenis premium menjadi Rp 6.800 per liter. Angka ini naik dari sebelumnya Rp 6.600 per liter.
Menurut Hans, kenaikan ini tak terlalu berimbas ke perdagangan saham. Lantaran, kenaikan BBM awal Maret ini terhitung tipis. "BBM naik tipis pasti nggak signifikan pengaruhnya," ucapnya.
Pada perdagangan saham kali ini, Hans memprediksi IHSG bergerak pada level support 5.425-5.380 dan resistance 5.470-5.490.
Sementara itu, Analis PT Woori Korindo Securities Indonesia, Reza Priyambada menuturkan, laju IHSG masih mampu bertahan di atas area target support 5.300-5.355 dan hampir melampaui target resistance 5.438-5.465. Kenaikan IHSG mulai terbatas untuk mencoba menyentuh target resistance berikutnya.
Meski demikian, IHSG masih ada peluang bagi IHSG untuk bertahan di zona hijau. Namun, pelaku pasar perlu mewaspadai potensi pembalikan arah bila aksi ambil untung terus berlanjut sehingga membuka peluang IHSG melemah.
"IHSG akan berada di rentang support 5.374-5.390 dan resistance 5.471-5.485 pada perdagangan saham pekan ini," ujar Reza.
Menurut Reza, ada sejumlah rilis data ekonomi yang akan keluar pada pekan ini. Dari dalam negeri akan dirilis data inflasi, HSBC manufacturing PMI, dan consumer confidence. Sedangkan China merilis data NBS manufacturing PMI, non manufacturing PMI, HSBC manufacturing PMI, dan HSBC China services PMI.
Sedangkan dari Jepang akan dirilis data manufacturing PMI, markit service PMI, dan capital spending. Dari Amerika Serikat akan dirilis data personal income, personal spending, markit manufacturing PMI, ISM manufacturing PMI, ISM non manufacturing PMI, dan klaim pengangguran.
Untuk pilihan saham pada pekan ini, Hans merekomendasikasikan akumulasi PT Adaro Energy Tbk (ADRO) dan PT Tbk Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG). Kemudian jual untuk saham PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) dan PT Multipolar Tbk (MLPL).
Sedangkan Reza memilih saham PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP), PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP), PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG), dan PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE).
Pada perdagangan, Jumat 27 Februari 2015, IHSG ditutup pada level 5.450,29. Investor asing mencatatkan aksi beli bersih Rp 200 miliar. (Amd/Ahm)
Sumber : Liputan6
Negara Ini Bantu Dongkrak Harga Emas Dunia
BESTPROFIT FUTURES MALANG (2/3) - Harga emas di India diprediksi dapat naik sekitar US$ 5 per ounce, melampaui kenaikkan harga emas dunia pekan depan. Itu terjadi setelah Menteri Keuangan India Arun Jaitley mengurangi pajak impor ke level terendah akhir pekan lalu.
Mengutip laman Reuters, Senin (2/3/2015), musim pernikahan yang melebar hingga Mei biasanya juga meningkatkan permintaan emas. Tapi banyak pembelian yang ditunda karena pembeli memprediksi adanya pemangkasan pajak 10 persen.
Dalam beberapa pekan terakhir, pembelian emas sempat berkurang di Mumbai dan New Delhi.
"Sebelumnya, harga emas menurun karena para pembeli memprediksi pajak impor emas akan turun. Tapi kini harga emas akan naik hingga US$ 3 - US$ 4 per ounce," ujar Rahul Gupta, Direktur P.P. Jewellers di New Delhi.
Pimpinan riteler emas Muthoot Pappachan, Keyur Shah mengatakan, para pengusaha emas dan manufaktur akan mengeluarkan pasokan yang mendorong naik harga emas US$ 5 per ounce. Sebelumnya, para penjual dan produsen emas memang menunggu pajak impor turun untuk mengeluarkan pasokan.
"Pekan depan, akan ada pembelian emas dalam jumlah besar," kata Keyur.
Sekitar 20 ribu ton emas akan digelontorkan ke pasar menyambut penurunan pajak impor emas.
Analis Sudheesh Nambiath, India diprediksi dapat membeli lebih dari 90 ton pada Maret dibandingkan estimasi 50 ribu ton bulan ini. Meskipun pemerintahan Perdana Menteri Narendra Modi tidak memangkas bea impor pada 2013, saat ini pembatasan pembelian emas telah dilonggarkan. (Sis/Ndw)
Sumber : Liputan6
Mengutip laman Reuters, Senin (2/3/2015), musim pernikahan yang melebar hingga Mei biasanya juga meningkatkan permintaan emas. Tapi banyak pembelian yang ditunda karena pembeli memprediksi adanya pemangkasan pajak 10 persen.
Dalam beberapa pekan terakhir, pembelian emas sempat berkurang di Mumbai dan New Delhi.
"Sebelumnya, harga emas menurun karena para pembeli memprediksi pajak impor emas akan turun. Tapi kini harga emas akan naik hingga US$ 3 - US$ 4 per ounce," ujar Rahul Gupta, Direktur P.P. Jewellers di New Delhi.
Pimpinan riteler emas Muthoot Pappachan, Keyur Shah mengatakan, para pengusaha emas dan manufaktur akan mengeluarkan pasokan yang mendorong naik harga emas US$ 5 per ounce. Sebelumnya, para penjual dan produsen emas memang menunggu pajak impor turun untuk mengeluarkan pasokan.
"Pekan depan, akan ada pembelian emas dalam jumlah besar," kata Keyur.
Sekitar 20 ribu ton emas akan digelontorkan ke pasar menyambut penurunan pajak impor emas.
Analis Sudheesh Nambiath, India diprediksi dapat membeli lebih dari 90 ton pada Maret dibandingkan estimasi 50 ribu ton bulan ini. Meskipun pemerintahan Perdana Menteri Narendra Modi tidak memangkas bea impor pada 2013, saat ini pembatasan pembelian emas telah dilonggarkan. (Sis/Ndw)
Sumber : Liputan6
Thursday, 26 February 2015
Bursa AS Tergelincir Dibayangi Anjloknya Harga Minyak Dunia
BESTPROFIT FUTURES MALANG (27/2) - Bursa Amerika Serikat (AS) tergelincir pada penutupan perdagangan
Jumat (Kamis) ini, ditunjukkan penurunan pada saham energi pada indeks
indeks Dow dan S & P 500 seiring anjloknya harga minyak dunia. Hanya
indeks Nasdaq yang tercatat menguat setelah adanya berita kesepakatan
di sektor teknologi.
Saham energi memimpin penurunan indeks S & P 500 dan Dow, dengan indeks energi S & P 500 turun 2,3 persen usai harga minyak mentah AS turun 5,5 persen menjadi menetap di US$ 48,17 per barel, tertekan oleh naiknya persediaan di Amerika Serikat.
Sementara indeks Dow Jones Industrial Average turun 34,26 poin atau 0,19 persen menjadi 18.190,31 poin. Indeks S & P 500 kehilangan 7,11 poin atau 0,34 persen ke posisi 2.106,75, sedangkan indeks Nasdaq Composite bertambah 4,46 poin, atau 0,09 persen, ke level 4.971,59.
Setelah mengawali tahun dengan lambat, pasar saham AS kembali rebound tajam pada Februari. Baik Dow dan S & P 500 berada di jalur untuk kinerja bulanan terbaik sejak Oktober 2011, sedangkan Nasdaq berada pada kecepatan untuk bulan terbaik sejak Januari 2012.
"Ini salah satu bulan terkuat dalam beberapa tahun untuk S & P 500, Nasdaq bahkan yang tertinggi sepanjang masa, dan kami datang sangat jauh, sangat cepat. Tapi kita sudah punya langkah besar ... dan Anda memiliki harapan beberapa profit taking, "kata Adam Sarhan, CEO Sarhan Capital di New York melansir laman Reuters.
Adapun saham yang kondisinya meningkat antara lain Avago Technologies (AVGO.O) yang melonjak 13,2 persen menjadi US$ 129,47 dan menjadi pemain terbaik di kedua indeks S & P 500 dan Nasdaq 100, setelah perusahaan mencapai kesepakatan untuk mengakuisisi Emulex (ELX.N) sebesar US$ 8 per saham.
Demikian pula saham Apple juga sedikit lebih tinggi dan terakhir naik 0,6 persen pada posisi US$ 129,50.
Data ekonomi AS tercatat bercampu. Ini diperlihatkan data harga konsumen AS pada Januari memiliki penurunan terbesar sejak 2008 karena harga bensin jatuh.
Sementara klaim pengangguran mingguan naik, demikian pula barang tahan lama terakhir pesanan. Data deflasi bisa membuat Federal Reserve lebih berhati-hati dengan rencana kelonggaran untuk mempertahankan suku bunga rendah untuk sedikit lebih lama. (Nrm)
Sumber : Liputan6
Saham energi memimpin penurunan indeks S & P 500 dan Dow, dengan indeks energi S & P 500 turun 2,3 persen usai harga minyak mentah AS turun 5,5 persen menjadi menetap di US$ 48,17 per barel, tertekan oleh naiknya persediaan di Amerika Serikat.
Sementara indeks Dow Jones Industrial Average turun 34,26 poin atau 0,19 persen menjadi 18.190,31 poin. Indeks S & P 500 kehilangan 7,11 poin atau 0,34 persen ke posisi 2.106,75, sedangkan indeks Nasdaq Composite bertambah 4,46 poin, atau 0,09 persen, ke level 4.971,59.
Setelah mengawali tahun dengan lambat, pasar saham AS kembali rebound tajam pada Februari. Baik Dow dan S & P 500 berada di jalur untuk kinerja bulanan terbaik sejak Oktober 2011, sedangkan Nasdaq berada pada kecepatan untuk bulan terbaik sejak Januari 2012.
"Ini salah satu bulan terkuat dalam beberapa tahun untuk S & P 500, Nasdaq bahkan yang tertinggi sepanjang masa, dan kami datang sangat jauh, sangat cepat. Tapi kita sudah punya langkah besar ... dan Anda memiliki harapan beberapa profit taking, "kata Adam Sarhan, CEO Sarhan Capital di New York melansir laman Reuters.
Adapun saham yang kondisinya meningkat antara lain Avago Technologies (AVGO.O) yang melonjak 13,2 persen menjadi US$ 129,47 dan menjadi pemain terbaik di kedua indeks S & P 500 dan Nasdaq 100, setelah perusahaan mencapai kesepakatan untuk mengakuisisi Emulex (ELX.N) sebesar US$ 8 per saham.
Demikian pula saham Apple juga sedikit lebih tinggi dan terakhir naik 0,6 persen pada posisi US$ 129,50.
Data ekonomi AS tercatat bercampu. Ini diperlihatkan data harga konsumen AS pada Januari memiliki penurunan terbesar sejak 2008 karena harga bensin jatuh.
Sementara klaim pengangguran mingguan naik, demikian pula barang tahan lama terakhir pesanan. Data deflasi bisa membuat Federal Reserve lebih berhati-hati dengan rencana kelonggaran untuk mempertahankan suku bunga rendah untuk sedikit lebih lama. (Nrm)
Sumber : Liputan6
Emas Berjangka Naik Ke Level Tertinggi Pada Bulan Ini
BESTPROFIT FUTURES MALANG (27/2) - Emas
berjangka naik ke level tertinggi dalam lebih dari tiga pekan terakhir
karena para pembeli telah kembali dari liburan di China, yang merupakan
konsumen emas terbesar di dunia setelah India.
Volume
untuk acuan kontrak di Shanghai Gold Exchange menguat untuk hari kedua
secara berturut-turut. Pasar saham China ditutup dalam lima sesi sampai
24 Februari untuk liburan Tahun Baru Imlek. Sementara impor emas di
China dari Hong Kong naik pada bulan Januari lalu dari bulan sebelumnya
karena permintaan perhiasan yang meningkat, menurut data menunjukkan
hari ini.
Kontrak
berjangka emas naik untuk sesi kedua secara berturut-turut. Kemarin,
Ketua Federal Reserve Janet Yellen menyimpulkan kesaksiannya di depan
Kongres dan menegaskan bahwa jadwal bank sentral untuk menaikkan suku
bunga bersifat fleksibel. Suku bunga yang lebih tinggi akan memangkas
daya tarik emas karena emas umumnya menawarkan pengembalian hanya
melalui kenaikan harga.
Emas
berjangka untuk pengiriman April naik 0,7 % ke level $ 1,210.10 per
ounce pada pukul 1:47 siang di Comex New York, merupakan kenaikan
terbesar sejak 30 Januari lalu.
Impor
emas China dari Hong Kong mencapai 71,6 metrik ton pada bulan lalu,
naik dari 58,8 ton pada bulan Desember, menurut data yang dikumpulkan
oleh Bloomberg dari angka yang dikeluarkan hari ini oleh Departemen
Sensus dan Statistik Hong Kong. (vck)
Sumber: Bloomberg
Nasdaq Composite Menuju Rekornya Ditengah Reli Perusahaan Teknologi
BESTPROFIT FUTURES MALANG (27/2) - Indeks
Nasdaq Composite naik mendekati rekornya di tengah reli pada perusahaan
teknologi, sementara penurunan di saham energi menyeret Indeks Standard
& Poor 500 lebih rendah.
Saham
Salesforce.com Inc melonjak 12% setelah menaikkan proyeksi laba,
memimpin gain diantara saham teknologi. Perusahaan telepon naik 0,5% di
S&P 500. Chevron Corp. Exxon Mobil Corp. kehilangan lebih dari 1,1%
seiring pelemahan perusahaan energi sebanyak 1,8%.
Nasdaq
Composite naik 0,4% pada 04:00 sore di New York, melanjutkan
peningkatan menuju level tertinggi sepanjang masa yang dicapai selama
era dot-com pada tahun 2000. S&P 500 turun 0,2% menjadi 2,110.76.
Indeks Dow Jones Industrial Average kehilangan 10,21 poin, atau 0,1%,
menjadi 18,214.36.
S&P
500 telah naik 5,8% pada Februari, bersiap menuju performa bulanan
terbaik sejak Oktober 2011, sedangkan Dow telah menambahkan 6,1%. Nasdaq
Composite mencatat reli 7,6%, didukung oleh gain pada Apple Inc., yang
memiliki bobot terbesar dalam indeks. Indeks tersebut naik selama 10
hari berturut-turut hingga 24 Februari, dan sekarang sekitar 1,2% dari
rekor 2000-nya di Maret.(yds)
Sumber: Bloomberg
Pelemahan Saham Energi Akibatkan Saham AS Berfluktuasi Pada Sesi Siang
BESTPROFIT FUTURES MALANG (27/2) - Saham
AS berfluktuasi, pasca indeks acuan ditutup kemarin mendekati level
tertinggi sepanjang masa, karena pelemahan saham energi sementara saham
perusahaan teknologi mengalami reli sehingga mendorong Indeks Nasdaq
Composite mendekati rekornya.
Saham
Salesforce.com Inc menguat 11 % setelah meningkatkan proyeksi
pendapatannya. Chevron Corp. dan Exxon Mobil Corp. turun lebih dari 1 %
karena mayoritas saham perusahaan energi turun 1,5 %.
Indeks
Standard & Poor 500 turun 0,1 % ke level 2,111.28 pukul 12:02 siang
di New York. Indeks Dow Jones Industrial Average melemah 17,25 poin,
atau 0,1 %, ke level 18,207.32. Sementara Indeks Nasdaq Composite naik
0,3 %, melanjutkan kenaikan tertingginya sepanjang masa yang dicapai
selama era dot-com pada tahun 2000 lalu.
Indeks
S&P 500 naik 5,9 % pada bulan ini, merupakan kinerja bulanan
terbaik sejak Oktober 2011 lalu, sedangkan Indeks Dow menguat 6,1 %.
Indeks Nasdaq Composite telah reli 7,5 %, yang didukung oleh keuntungan
pada saham Apple Inc., yang memiliki bobot terbesar dalam indeks
tersebut. %. Indeks Nasdaq Composite naik selama 10 hari secara
berturut-turut sampai 24 Februari kemarin, dan naik sampai 1,3 % dari
rekor terendahnya pada Maret 2000 silam. (vck)
Sumber: Bloomberg
Saham Eropa Memperpanjang Level Tertinggi Sejak 2007
BESTPROFIT FUTURES MALANG (27/2) - Saham Eropa naik ke level tertinggi sejak Juli 2007 lalu karena Bayer AG dan GDF Suez SA naik setelah melaporkan labanya.
Indeks
Stoxx Europe 600 naik 1% menjadi 390,69 pada sesi penutupan
perdagangan, gain terbesar dalam lebih dari sebulan terakhir. Bayer naik
3,7% karena memperkirakan kenaikan penjualan pada tahun 2015. GDF Suez
naik 1% setelah pihaknya mengatakan akan memangkas biaya dan membukukan
laba bersih tahunan sesuai dengan perkiraan.
Indeks
Stoxx 600 telah reli 6,4% pada Februari, mendorong gain tahun ini
menjadi 14%, seiring Yunani mencapai kesepakatan bailout dan ECB
mengumumkan pelonggaran kuantitatif.
Sementara di Jerman, indeks DAX naik 1% karena data menunjukkan pengangguran di Februari turun dua kali lipat dari perkiraan.
Di
antara saham lain bergerak pasca merilis laba, Solvay SA reli 3,8%
karena melaporkan laba bersih kuartalan yang lebih dari dua kali lipat
proyeksi analis rata-rata.
Anheuser-Busch
InBev NV naik 3,1% setelah mengumumkan rencana untuk membeli kembali
senilai $ 1 miliar saham. Perusahaan bir mengatakan volume industri bir
di AS, merupakan pasar terbesar dan akan terus meningkatkan di tahun
ini. Peers Heineken NV dan Carlsberg A / S naik lebih dari 2%. Indeks
perusahaan makanan dan minuman mencatat kinerja terbaik di antara 19
kelompok industri Stoxx 600.
Cie.
De Saint-Gobain SA tergelincir 2,1% karena perusahaan pemasok bahan
bangunan terbesar di Eropa tersebut melaporkan laba bersih tahunan yang
tidak terjawab prediksi analis.
Royal Bank of Scotland Group Plc turun 4,1% setelah membukukan penurunan tahunan ketujuh.(yds)
Sumber: Bloomberg
Wednesday, 25 February 2015
Saham Asia dibuka Fluktuatif
BESTPROFIT FUTURES MALANG (26/2) - Saham
Asia berayun antara keuntungan dan kerugian karena penurunan saham
konsumen dan saham utilitas dan penguatan saham energi pasca lonjakan
harga minyak kemarin.
Indeks
MSCI Asia Pacific Index naik kurang dari 0,1 persen ke level 146,25
pukul 09:15 di Tokyo. Indeks tersebut naik ke level tertinggi sejak 11
September kemarin pasca Ketua Federal Reserve Janet Yellen
mengindikasikan tidak akan menaikan suku bunga sebelum pertengahan tahun
ini. Yellen mengulang kesaksiannya pada hari kedua didepan anggota
parlemen AS bahwa laju inflasi dan pertumbuhan upah tetap terlalu rendah
untuk menjamin pengetatan suku bunga pada pertemuan FOMC berikutnya.
Indeks
acuan regional yang ditransaksikan pada 14,6 kali estimasi laba pada
penutupan Rabu, tertinggi sejak Maret 2013 lalu, menurut data yang
dikumpulkan oleh Bloomberg.
Indeks
Topix Jepang naik sebesar 0,2 persen. Indeks Kospi Korea Selatan turun
sebesar 0,2 persen. Indeks Australia S&P/ASX 200 melemah sebesar 0,4
persen. Indeks NZX 50 Selandia Baru mendatar pasca ditutup pada rekor
tertinggi kemarin. Pasar finansial di China dan Hong Kong belum dibuka
ketika berita ini diturunkan.
Minyak
mentah Brent melonjak 5,1 persen di London pada Rabu, karena Arab Saudi
mengisyaratkan kuatnya permintaan minyak, melawan kenaikan stok minyak
AS.
Kontrak
pada indeks Standard & Poor 500 mendatar hari ini. Ekuitas acuan AS
melemah 0,1 persen kemarin, sedangkan Indeks Nasdaq menghentikan reli
terpanjangnya sejak 2009 lalu. Saham Hewlett-Packard Co anjlok tajam
dalam 18 bulan terakhir pasca mengatakan laba akan menurun akibat
kenaikan dolar, sementara saham Apple Inc turun 2,6 persen. (izr)
Sumber: Bloomberg
Emas Catat Gain Pasca Testimoni Yellen
BESTPROFIT FUTURES MALANG (26/2) - Emas
berjangka rebound dari level tujuh pekan terendahnya setelah Ketua
Federal Reserve Janet Yellen mengisyaratkan bersabar dalam kenaikan suku
bunga. Sementara palladium naik ke level tertinggi dalam hampir enam
pekan terakhir.
Yellen,
bersaksi kepada Komite Perbankan Senat pada hari Selasa, menunjukkan
bahwa perubahan dalam pedoman The Fed terhadap suku bunga tidak akan
mengunci jadwal bank sentral untuk pengetatan. Suku bunga yang lebih
tinggi mengekang daya tarik emas karena logam secara umum memberikan
pengembalian hanya melalui kenaikan harga.
Emas
menguat 1,5 % tahun ini seiring tanda-tanda perlambatan ekonomi di
China dan gejolak terhadap mata uang Yunani sehingga mendorong
permintaan emas sebagai aset safe haven. Sementara pasar tenaga kerja AS
membaik, inflasi turun dan upah pertumbuhan The Fed adalah "lamban,"
kata Yellen Selasa. Saat bersaksi di DPR hari ini.
Emas
berjangka untuk pengiriman April naik 0,4 % untuk menetap di level $
1,201.50 per ounce pukul 1:47 siang di Comex New York. Logam turun ke
level $ 1.190 pada hari Selasa, merupakan level terendah sejak 5
Januari, sebelum memangkas penurunan pasca Yellen melakukan pembicaraan
kepada Kongres. (vck)
Sumber: Bloomberg
Saham AS Ditutup Flat Mendekati Rekornya Ditengah Laba Perusahaan
BESTPROFIT FUTURES MALANG (26/2) - Saham
AS flat mendekati level tertinggi sepanjang masa karena penurunan pada
Hewlett-Packard Co dan Apple Inc mengimbangi kenaikan di antara
perusahaan ritel ditengah laba perusahaan.
Hewlett-Packard
jatuh 9,9% setelah pihaknya mengatakan laba menuurun dikarenakan
penguatan dolar. Saham Apple turun 2,6% karena saham teknologi merosot
0,7%. Chesapeake Energy turun 9,6% seiring laba jatuh pendek dari
proyeksi analis. Dollar Tree Inc dan TJX Cos naik lebih dari 2,2%.
Indeks
Standard & Poor 500 turun kurang dari 0,1% menjadi 2,113.83 pada
16:00 sore di New York. Indeks Dow Jones Industrial Average naik 15,38
poin, atau kurang dari 0,1% , ke rekornya menjadi 18,224.57. Nasdaq
Composite kehilangan kurang dari 1 poin, mengakhiri rally 10-hari yang
membawa indeks tersebut ke dalam 1,6% dari rekor 2000-nya.(yds)
Sumber: Bloomberg
Saham AS Berfluktuasi Mendekati Rekornya Ditengah Laba Perusahaan
BESTPROFIT FUTURES MALANG (26/2) - Saham
AS berfluktuasi, pasca Indeks acuan ditutup pada level tertinggi
sepanjang masa, seiring gain diantara perusahaan ritel serta laba
perusahaan mengimbangi penurunan di Hewlett-Packard Co dan Chesapeake
Energy Corp.
Dollar
Pohon Inc dan TJX Cos. Menambahkan lebih dari 3% pada gain diantara
perusahaan ritel. Hewlett-Packard jatuh 9,5% setelah pihaknya mengatakan
laba perusahaan tersebut akan turun dikarenakan penguatan dolar .
Chesapeake Energy kehilangan 9,7% karena laba jatuh pendek dari proyeksi
analis.
Indeks
Standard & Poor 500 naik kurang dari 0,1% menjadi 2,115.91 pada
12:14 siang di New York. Indeks Dow Jones Industrial Average naik 15,71
poin, atau 0,1%, menjadi 18,224.90. Indeks Nasdaq Composite naik 0,1%
pasca reli selama 10-hari membawa Indeks saham menjadi 1,6% dari rekor
di 2000.
Indeks
S&P 500 naik pekan lalu karena risalah dari pertemuan terakhir bank
sentral menunjukkan beberapa para otoritas berpendapat untuk menjaga
suku bunga rendah lebih lama ditengah risiko perekonomian.(yds)
Sumber: Bloomberg
Saham Eropa Ditutup Stagnan Seiring Pelemahan Saham Perbankan
BESTPROFIT FUTURES MALANG (26/2) - Saham
Eropa ditutup stagnan mendekati level tujuh tahun tertinggi karena
penurunan saham perbankan dan perusahaan mobil yang membalikan kenaikan
saham Axa SA.
Pemberi pinjaman Yunani memimpin acuan
penurunan saham perbankan, diikuti National Bank of Greece SA dan
Piraeus Bank SA yang turun lebih dari 11 %. Saham otomotif mencatatkan
kinerja terburuk dari 19 kelompok industri pada Indeks Stoxx Europe 600
seiring pelemahan Valeo SA sebesar 2,3 % setelah kehilangan perkiraan
untuk laba operasi setahun penuh. Continental AG turun 2,5 %. Axa naik
2,6 % setelah membukukan penguatan 12 % dalam laba tahunan.
Indeks Stoxx 600 turun 0,1 % ke level
386,76 pada penutupan perdagangan hari ini, memangkas penurunan
sebelumnya sebesar 0,4 %. Indeks ekuitas naik 0,6 % pada Selasa kemarin,
sehingga mendorong keuntungan tahun ini sebesar 13 %, sementara Yunani
mencapai kesepakatan bailout dan Federal Reserve berjanji bersabar dalam
menaikkan suku bunga. Indeks Yunani ASE turun 1,6 % hari ini, merupakan
penurunan terbesar di antara 18 pasar saham Eropa. (vck)
Sumber: Bloomberg
Tuesday, 24 February 2015
Dolar Melemah Pasca Komentar Yellen Mengenai Suku Bunga
BESTPROFIT FUTURES MALANG (25/2) - Dolar
turun dari level tertingginya pasca Ketua Federal Reserve Janet Yellen
mengatakan perubahan dalam bimbingan bank sentral tidak akan merubah
waktu menaikkan suku bunga.
Mata
uang AS naik sebelumnya seiring ungkapan Yellen kepada sebuah komite
Senat yang mengatakan bahwa pasar tenaga kerja membaik meskipun terjadi
inflasi dan pertumbuhan upah tetap terlalu rendah. Dolar telah reli
tahun ini karena ekonomi AS mengungguli rekan-rekan utama, The Fed
bergerak untuk mempertimbangkan pengurangan stimulus moneter, sementara
suku bunga yang lebih rendah di seluruh bank sentral dunia serta program
pembelian obligasi dalam upaya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.
Indeks
Spot Dollar Bloomberg, yang menelusuri mata uang terhadap 10 mata uang
utama, turun 0,3% menjadi 1,165.30 pada 15:22 sore di New York.
Menambahkan sebanyak 0,5% sebelumnya. Indeks tersebut menyentuh 1,175.99
pada 11 Februari lalu, yang merupakan level tertinggi pada data di
2004.
Mata uang AS diperdagangkan stagnan pada level 118,91 ¥ dan level $ 1,1336 per euro.(yds)
Sumber: Bloomberg
Emas Membukukan Kenaikan Terpanjang Di Tahun Ini
BESTPROFIT FUTURES MALANG (25/2) - Emas
berjangka membukukan penurunan, sehingga memangkas penurunan terpanjang
tahun ini, pasca Ketua Federal Reserve Janet Yellen gagal meredakan
kekhawatiran bahwa suku bunga AS akan naik, sehingga mengurangi daya
tarik logam mulia sebagai aset alternatif.
Yellen
mengisyaratkan bahwa The Fed akan melakukan perubahan pada tingkat suku
bunga dan tidak akan menguncinya pada jadwal pengetatan, menurut
kesaksian dipersiapkan untuk pengiriman sebelum melakukan pertemuan
dengan Komite Perbankan Senat. Sementara emas memperpanjang penurunan ke
level tujuh pekan terendah.
Emas
berjangka untuk pengiriman April turun 0,3 % untuk menetap di level $
1,197.30 per ounce pukul 2:03 siang di Comex New York. Harga emas turun
untuk sesi ketiga secara berturut-turut, merupakan penurunan terpanjang
sejak 24 Desember tahun lalu, logam menyentuh level $ 1.190, merupakan
level terendah untuk kontrak teraktif sejak 5 Januari lalu.
Yellen
bersaksi di Senat pada hari ini dan dijadwalkan untuk tampil di hadapan
DPR Rabu besok. Menurut Presiden Federal Reserve Bank of Richmond
Jeffrey Lacker yang dikutip oleh Market News International mengatakan
bank sentral akan menaikkan suku pada bulan Juni atau April mendatang.
Tingkat suku bunga yang lebih tinggi akan menurunkan daya tarik emas
karena logam secara umum memberikan kembali hanya melalui kenaikan
harga. (vck)
Sumber: Bloomberg
Saham AS Naik Terkait Spekulasi Suku Bunga Pasca Pernyataan Yellen
BESTPROFIT FUTURES MALANG (25/2) - Saham
AS naik, sehingga mengirimkan indeks acuan ke rekor tertingginya, pasca
Ketua Federal Reserve Janet Yellen menunjukkan kenaikan suku bunga
tidak mungkin terjadi sebelum pertengahan tahun ini karena inflasi dan
pertumbuhan upah yang masih terlalu rendah.
Indeks
Standard & Poor 500 naik 0,3 % ke level 2,115.52 pukul 04:00 sore
di New York. Indeks Dow Jones Industrial Average naik 92,67 poin, atau
0,5 %, ke level 18,209.51, sementara saham Home Depot Inc dan JPMorgan
Chase & Co. melakukan reli. Indeks Nasdaq Composite naik 0,1 %, naik
untuk hari ke-10 sebesar 1,6 % dari rekor tertingginya sejak tahun
2000.
Indeks
S&P 500 telah naik 2,8 % tahun ini dan Indeks Dow menguat 2,2 %.
Indeks Nasdaq Composite menguat 5,1 % dalam 10 hari terakhir, merupakan
kenaikan beruntun terpanjang sejak Juli 2009 lalu. Saham Apple Inc.,
yang memiliki bobot terbesar dalam Nasdaq Composite, menguat 20 % tahun
ini.
Indeks
Volatilitas Chicago Board Options Exchange turun 6,1 % pada hari ini ke
level 13,67, merupakan level terendah sejak Desember lalu. Indeks, yang
dikenal sebagai VIX, berada di jalur bulan terburuk. (vck)
Sumber: Bloomberg
Saham AS Pangkas Gain Pasca Komentar Yellen Terkait Suku Bunga
BESTPROFIT FUTURES MALANG (25/2) - Saham
AS memangkas gain pasca mencapai level tertinggi sepanjang masa, karena
para investor mengkaji waktu kenaikan suku bunga acuan pasca testimoni
dari Ketua Federal Reserve Janet Yellen.
Indeks
Standard & Poor 500 naik kurang dari 0,1% menjadi 2,110.57 pada
12:42 siang di New York, setelah naik sebanyak 0,3% sebelumnya. Indeks
Dow Jones Industrial Average naik 54,36 poin, atau 0,3%, menjadi
18,171.20 seiring reli Home Depot Inc dan JPMorgan Chase & Co.
Indeks Nasdaq Composite turun 0,2% setelah naik sembilan hari sebesar
1,7% dari rekor di tahun 2000 lalu.(yds)
Sumber: Bloomberg
Saham Eropa Perpanjang Kenaikan Seiring Kesepakatan Bailout Yunani
BESTPROFIT FUTURES MALANG (25/2) - Saham
Eropa memperpanjang kenaikan dalam tujuh tahun terakhir seiring Yunani
mencapai kesepakatan bailout dan Federal Reserve berjanji bersabar untuk
menaikkan suku bunga. Sementara saham Yunani menguat.
Indeks
Stoxx Europe 600 naik 0,6 % ke level 387,25 pada penutupan perdagangan
hari ini, sehingga mendorong kenaikan tahun ini sebesar 13 %. Indeks
acuan FTSE 100 Inggris ditutup pada level tertingginya sepanjang masa,
naik sebesar 0,5 % untuk melampaui rekor sebelumnya pada tahun 1999
silam.
Indeks
ASE Yunani naik 9,8 %, menyusul libur pasar saham pada Senin kemarin,
karena para pemimpin di zona euro menyetujui perpanjangan bailout Yunani
selama empat bulan kedepan. Indeks tersebut naik ke level tertinggi
sejak mantan Perdana Menteri Antonis Samaras mengumumkan pemilu pada
bulan Desember lalu, yang memicu keprihatinan atas negosiasi utang
Yunani. Sementara National Bank of Greece dan Alpha Bank AE melakukan
reli sebesar 17 %.
Saham
Eropa memperpanjang kenaikan karena Ketua The Fed Janet Yellen
mengatakan bank sentral akan fleksibel terhadap waktu kenaikan suku
bunga. Dia menegaskan dalam pernyataannya di depan Senat Komite
Perbankan bahwa kenaikan tidak akan terjadi setidaknya dalam beberapa
pertemuan berikutnya. (vck)
Sumber: Bloomberg
Monday, 23 February 2015
Harga Minyak Turun Seret Wall Street Melemah
BESTPROFIT FUTURES MALANG (24/2) - Bursa saham Amerika Serikat (AS) ditutup variatif dengan indeks saham
acuan Dow Jones dan S&P 500 tertekan pada perdagangan saham awal
pekan ini. Harga minyak melemah mendorong sektor saham energi merosot
sehingga menekan indeks saham.
Pada penutupan perdagangan saham, Senin (Selasa pagi WIB), indeks saham Dow Jones tergelincir 23,28 poin (0,13 persen) menjadi 18.117,16. Indeks saham S&P 500 melemah 0,68 poin (0,03 persen) menjadi 2.109,62. Sedangkan indeks saham Nasdaq menguat tipis 5,01 poin (0,1 persen) menjadi 4.960,97 didorong saham Apple Inc.
Sentimen harga minyak mempengaruhi bursa saham. Harga minyak acuan Amerika Serikat West Texas Intermediate turun US$ 1,30 menjadi US$ 49,50 per barel seiring penguatan dolar dan pasokan minyak berlebih. Hal ini juga mendorong indeks saham sektor energi S&P 500 tergelincir 0,6 persen.
Selain itu, rilis data ekonomi seperti penjualan rumah juga menjadi perhatian pelaku pasar. Indeks sektor perumahan turun 0,7 persen setelah penjualan rumah existing turun tajam dalam sembilan bulan.
Pelaku pasar juga mencermati kebijakan bank sentral Amerika Serikat/The Federal Reserve. Pimpinan bank sentral AS Janet Yellen akan memberikan testimoni mengenai ekonomi dan kebijakan moneter pada pekan ini sebelum pertemuan senat. Pelaku pasar akan memperhatikan semua indikator untuk mengetahui kapan waktu kenaikan suku bunga.
"Harga minyak melanjutkan pelemahan. Akan tetapi ini cenderung stabil, dan ini juga belum tentu positif. Saat ini tergantung dari kinerja dan berita makro ekonomi yang pengaruhi pasar," ujar Uri Landesman, President of Platinum Partners, seperti dikutip dari laman Reuters, Selasa (24/2/2015). (Ahm/)
Sumber : Liputan6
Pada penutupan perdagangan saham, Senin (Selasa pagi WIB), indeks saham Dow Jones tergelincir 23,28 poin (0,13 persen) menjadi 18.117,16. Indeks saham S&P 500 melemah 0,68 poin (0,03 persen) menjadi 2.109,62. Sedangkan indeks saham Nasdaq menguat tipis 5,01 poin (0,1 persen) menjadi 4.960,97 didorong saham Apple Inc.
Sentimen harga minyak mempengaruhi bursa saham. Harga minyak acuan Amerika Serikat West Texas Intermediate turun US$ 1,30 menjadi US$ 49,50 per barel seiring penguatan dolar dan pasokan minyak berlebih. Hal ini juga mendorong indeks saham sektor energi S&P 500 tergelincir 0,6 persen.
Selain itu, rilis data ekonomi seperti penjualan rumah juga menjadi perhatian pelaku pasar. Indeks sektor perumahan turun 0,7 persen setelah penjualan rumah existing turun tajam dalam sembilan bulan.
Pelaku pasar juga mencermati kebijakan bank sentral Amerika Serikat/The Federal Reserve. Pimpinan bank sentral AS Janet Yellen akan memberikan testimoni mengenai ekonomi dan kebijakan moneter pada pekan ini sebelum pertemuan senat. Pelaku pasar akan memperhatikan semua indikator untuk mengetahui kapan waktu kenaikan suku bunga.
"Harga minyak melanjutkan pelemahan. Akan tetapi ini cenderung stabil, dan ini juga belum tentu positif. Saat ini tergantung dari kinerja dan berita makro ekonomi yang pengaruhi pasar," ujar Uri Landesman, President of Platinum Partners, seperti dikutip dari laman Reuters, Selasa (24/2/2015). (Ahm/)
Sumber : Liputan6
Emas Turun Ke Level Tujuh Tahun Terendah Pasca Kesepakan Yunani
BESTPROFIT FUTURES MALANG (24/2) - Emas
berjangka jatuh ke tujuh minggu pasca Yunani mencapai kesepakatan
sementara pada bailout dengan menteri keuangan zona euro sehingga
mengurangi permintaan sebagai aset safe heaven. Platinum turun ke
termurah di lima tahun terakhir.
Emas
telah turun di bawah $ 1.200 per ons pasca bulan lalu mencapai $ 1,300,
sebagian terkait spekulasi bahwa Yunani akan mencapai kesepakatan
utang. Logam jatuh karena dolar menguat ditengah spekulasi Federal
Reserve yang akan menaikkan suku bunga tahun ini. Ketua The Fed Janet
Yellen dijadwalkan akan melakukan pembicaraan pada Selasa di Senat serta
hari berikutnya di gedung putih
Sementara
di New York Comex, emas berjangka untuk pengiriman April turun 0,3%
untuk menetap di level $ 1,200.80 pada 1:40 siang. Sebelumnya, harga
menyentuh level $ 1,190.60, yang terendah untuk kontrak teraktif sejak 5
Januari lalu.
Agregat perdagangan adalah 30% di bawah rata-rata untuk 100 hari terakhir, menurut data yang dihimpun oleh Bloomberg.(yds)
Sumber: Bloomberg
Saham AS Sedikit Berubah, Nasdaq Perpanjang Reli; Minyak, Emas Melemah
BESTPROFIT FUTURES MALANG (24/2) - Saham AS sedikit berubah, dengan indeks acuan mendekati level tertinggi sepanjang masa, Apple Inc. mencatat reli untuk mengirim Indeks Nasdaq Composite menuju gain kesembilan secara beruntun. Minyak turun berada di bawah $ 50 per barel, sementara emas turun ke level terendah tujuh pekan. Dolar menguat dan Treasuries naik.
Indeks Standard & Poor 500 turun kurang dari 0,1% pada 16:00 sore di New York setelah ditutup di level tertinggi sepanjang masa pada hari Jumat. Indeks Nasdaq Composite naik 0,1% mencatat reli terpanjang sejak September 2010 lau. Imbal hasil dengan tenor 10 tahun turun lima basis poin menjadi 2,06%. Dolar menguat terhadap mata uang emerging-market jelang terstimoni Ketua Federal Reserve Janet Yellen pada Kongres pekan ini. Minyak AS turun 2,7%, dan emas merosot ke level $ 1,200.80 per ons.
Apple Inc. melonjak 2,7% , sementara saham energi turun 0,4% karena minyak kembali mencatat pelemahan. Mayoritas Indeks saham AS ditutup di rekornya pada Jumat pasca Yunani mencapai kesepakatan terkait bailout. Pemerintah di Athena sampai tengah malam waktu Yunani menyelesaikan daftar kebijakan imbalan pendanaan lanjutan. Seorang pejabat pemerintah Yunani mengatakan akan dikirim pada hari Selasa. Investor akan mengamati testimoni semi-tahunan janet Yellen kepada Kongres mulai Selasa guna petunjuk kapan waktu kenaikan suku bunga acuan.(yds)
Sumber: Bloomberg
Indeks Standard & Poor 500 turun kurang dari 0,1% pada 16:00 sore di New York setelah ditutup di level tertinggi sepanjang masa pada hari Jumat. Indeks Nasdaq Composite naik 0,1% mencatat reli terpanjang sejak September 2010 lau. Imbal hasil dengan tenor 10 tahun turun lima basis poin menjadi 2,06%. Dolar menguat terhadap mata uang emerging-market jelang terstimoni Ketua Federal Reserve Janet Yellen pada Kongres pekan ini. Minyak AS turun 2,7%, dan emas merosot ke level $ 1,200.80 per ons.
Apple Inc. melonjak 2,7% , sementara saham energi turun 0,4% karena minyak kembali mencatat pelemahan. Mayoritas Indeks saham AS ditutup di rekornya pada Jumat pasca Yunani mencapai kesepakatan terkait bailout. Pemerintah di Athena sampai tengah malam waktu Yunani menyelesaikan daftar kebijakan imbalan pendanaan lanjutan. Seorang pejabat pemerintah Yunani mengatakan akan dikirim pada hari Selasa. Investor akan mengamati testimoni semi-tahunan janet Yellen kepada Kongres mulai Selasa guna petunjuk kapan waktu kenaikan suku bunga acuan.(yds)
Sumber: Bloomberg
Saham AS Catat Penurunan Pada Sesi Siang Seiring Pelemahan Minyak
BESTPROFIT FUTURES MALANG (24/2) - Saham AS catat penurunan dari rekor tertingginya seiring pelemahan minyak di bawah level US $ 50 per barel. Sementara dolar menguat terhadap pasar mata uang negara berkembang jelang Ketua Federal Reserve Janet Yellen membahasnya pada Kongres pekan ini.
Indeks Standard & Poor 500 turun 0,3 % pukul 12:47 siang di New York setelah ditutup di level tertinggi sepanjang masa pada hari Jumat kemarin. Indeks Stoxx Europe 600 naik 0,7 %, sementara suku bunga Portugal dalam 10 tahun mencapai 2,118 %, di bawah level AS. Dolar menguat, sedangkan rubel turun 3,6 % dalam perdagangan luar negeri setelah Moody`s Investors Service menurunkan peringkat. Sementara Minyak turun 3,2 % di New York.
Indeks ekuitas utama AS ditutup pada rekor tertinggi pada Jumat kemarin pasca Yunani mencapai kesepakatan untuk memperpanjang persyaratan bailout. Sementara investor akan mengamati pernyataan semi-tahunan Yellen kepada Kongres mulai Selasa besok untuk menunjukan pada waktu kenaikan suku bunga. Sebuah laporan hari ini menunjukkan penjualan rumah AS turun lebih dari perkiraan bulan lalu. Sementara ekuitas Eropa menguat terkait kesepakatan Yunani. (vck)
Sumber: Bloomberg
Indeks Standard & Poor 500 turun 0,3 % pukul 12:47 siang di New York setelah ditutup di level tertinggi sepanjang masa pada hari Jumat kemarin. Indeks Stoxx Europe 600 naik 0,7 %, sementara suku bunga Portugal dalam 10 tahun mencapai 2,118 %, di bawah level AS. Dolar menguat, sedangkan rubel turun 3,6 % dalam perdagangan luar negeri setelah Moody`s Investors Service menurunkan peringkat. Sementara Minyak turun 3,2 % di New York.
Indeks ekuitas utama AS ditutup pada rekor tertinggi pada Jumat kemarin pasca Yunani mencapai kesepakatan untuk memperpanjang persyaratan bailout. Sementara investor akan mengamati pernyataan semi-tahunan Yellen kepada Kongres mulai Selasa besok untuk menunjukan pada waktu kenaikan suku bunga. Sebuah laporan hari ini menunjukkan penjualan rumah AS turun lebih dari perkiraan bulan lalu. Sementara ekuitas Eropa menguat terkait kesepakatan Yunani. (vck)
Sumber: Bloomberg
Saham Eropa Perpanjang Kenaikan Pasca Perjanjian Yunani
BESTPROFIT FUTURES MALANG (24/2) - Saham Eropa naik untuk hari kelima pasca kreditur Yunani setuju untuk memperpanjang dana talangan negara tersebut.
Indeks
Stoxx Europe 600 naik 0,7 % ke level 385,08 pada penutupan di London
hari ini. Indeks FTSE 100 melampaui rekor penutupan tertinggi dalam
perdagangan intraday sebelum turun sebesar 0,4 % seiring laba lebih
rendah dari perkiraan di HSBC Holdings Plc yang menyeret saham ke level
terendahnya. Sementara Indeks U.K. berakhir stagnan.
Indeks
Stoxx 600 mencapai level tertinggi sejak Oktober 2007 lalu setelah naik
untuk pekan ketiga, merupakan kenaikan terpanjang sejak awal Desember
lalu, optimisme Yunani dan kreditur akan menyetujui kesepakatan. Bailout
Yunani diperpanjang empat bulan kedepan, dan Yunani perlu untuk
menyelesaikannya pada akhir hari daftar kebijakan terkait imbalan atas
dana lanjutan. Mentri keuangan kemudian akan memutuskan apakah usulan
penawawran yang cukup jauh atau memicu putaran perundingan darurat pekan
ini.
Indeks ASE Yunani
turun 4,5 % pekan lalu. Pasar saham Yunani ditutup pada hari ini untuk
hari libur. Sementara Indeks ISEQ Irlandia, Indeks AEX Belanda dan
indeks OMX Copenhagen 20 naik ke level tertingginya di antara 18 pasar
saham Eropa pada hari ini. (vck)
Sumber: Bloomberg
Subscribe to:
Comments (Atom)
