BESTPROFIT FUTURES (2/9) - Presiden Ukraina Petro Poroshenko Senin
menuduh Rusia melakukan agresi terbuka, sementara militer Ukraina
memerintahkan pasukannya untuk mundur dari pertempuran melawan satu
batalion tank Rusia di Ukraina Timur.
Situs kepresidenan Ukraina
mengutip Poroshenko yang mengatakan bahwa œagresi langsung dan terbuka
terhadap Ukraina dari sebuah negara tetangga kini dimulai, sehingga
mengubah situasi secara radikal di zona konflik di Ukraina Timur.
Andriy
Lysenko, jurubicara Dewan Keamanan dan Pertahanan Nasional Ukraina,
mengatakan, pasukan Ukraina diperintahkan untuk mundur dari bandara di
dekat kubu pertahanan pemberontak di kota Luhansk. Ia mengklaim pasukan
itu menjadi sasaran penembakan pasukan bersenjata Rusia, berdasarkan
ketepatan serangan-serangan tersebut.
Lysenko mengatakan tujuh
tentara Ukraina tewas dan 25 terluka dalam pertempuran selama 24 jam
sebelumnya. Hari Minggu, sebuah kapal patroli garda pantai Ukraina
tenggelam di Laut Azov akibat tembakan artileri dari separatis pro-Rusia
di daerah pantai. Delapan pelaut selamat dari serangan tersebut dan
dirawat karena cedera dan luka bakar, kata seorang pejabat garda pantai.
NATO
memperkirakan sedikitnya seribu tentara Rusia berada di Ukraina. Para
pemimpin Uni Eropa telah menuntut agar Rusia segera menarik pasukannya
dari Ukraina. Rusia telah berkali-kali menyangkal keberadaan pasukannya
di Ukraina.
Sekjen NATO Ander Fogh Rasmussen Senin mengatakan
kepada wartawan di Brussels bahwa parlemen yang akan dibentuk dari
pemilihan legislatif mendatang kemungkinan besar akan mengubah status
nonaliansi negara tersebut “ suatu langkah pertama yang mungkin mengarah
ke pengajuan diri menjadi bagian aliansi Barat tersebut.
Sementara
itu, Presiden Rusia Vladimir Putin, dalam lawatannya ke Siberia, Senin
mendesak Uni Eropa agar menunjukkan akal sehat dan tidak terlibat dalam
aksi saling menetapkan sanksi yang merugikan, dalam reaksi pertamanya
menanggapi ancaman langkah-langkah hukuman tambahan terkait Ukraina.
Pembicaraan
yang dijadwalkan berlangsung hari Senin di Minsk, Belarus, akan diikuti
wakil-wakil Rusia, Ukraina, Organisasi bagi Keamanan dan Kerjasama di
Eropa, dan separatis pro-Rusia di Ukraina Timur. Kantor berita Rusia
Interfax Senin melaporkan bahwa para pemimpin separatis di Donetsk dan
Luhanks yang memproklamirkan diri sebagai œrepublik rakyat akan meminta
agar Kiev mengakui status khusus bagi kedua wilayah tersebut dan
mengakhiri kegiatan militernya di Ukraina Timur.
Menurut
Interfax, para pemimpin separatis menginginkan republik mereka, antara
lain, memiliki unit-unit pasukan khusus mereka sendiri yang terdiri dari
warga bersenjata, untuk mengangkat jaksa dan hakim sendiri, menggunakan
bahasa Rusia sebagai bahasa œresmi, dan memiliki prosedur perdagangan
internasional khusus œyang mempertimbangkan kebutuhan untuk memperdalam
integrasi ekonomi dengan Rusia dan pasar bersama yang dibentuk
baru-baru ini yang mencakup Rusia, Belarus dan Kazakhstan.
Sumber : VOA
Monday, 1 September 2014
Euro Diperdagangkan Kelevel 1 Tahun Terendah Seiring Picu Spekulasi
BESTPROFIT FUTURES (2/9) - Euro
diperdagangkan 0,1 persen dari level terendahnya dalam hampir setahun
terakhir jelang rilis data besok diperkirakan para ekonom untuk
menunjukkan penjualan ritel yang melemah pada sektor regional dan jasa,
memicu stimulus moneter tambahan.
Penurunan euro
terhadap dolar pada bulan lalu adalah yang terbesar di antara 16 mata
uang utama, didorong oleh prospek Bank Sentral Eropa akan menambah
langkah-langkah yang cenderung merendahkan mata uang lainnya. Para
pejabat akan berkumpul untuk membahas keputusan kebijakan pekan ini.
Dolar Australia mengalami gain dari bulan lalu sebelum Bank Reserve
bertemu hari ini. Rubel Rusia jatuh ke level terendahnya kemarin terkait
konflik yang terjadi antara Rusia dan Ukraina.
Euro stagnan pada
level $ 1,3131 pukul 09:12 pagi waktu Tokyo kemarin, turun ke level $
1,3119, level terendahnya sejak 6 September tahun lalu. Kemarin euro
berada di level 137,04 yen
setelah naik sebesar 0,2 persen ke level 137. Dolar diperdagangkan di
level 104,36 yen setelah menyentuh level 104,37, level tertingginya
sejak 25 Agustus kemarin.
Mata uang Australia
sedikit berubah pada level 93,35 sen AS, setelah sebelumnya di posisi
0,5 persen pada bulan Agustus. Rubel ditutup pada level 37,29 per dolar
kemarin setelah menyentuh ke level terendahnya sebesar 37,51 sepanjang
waktu. (knc)
Sumber : Bloomberg
Yen Tahan Penurunan, Bursa Saham Jepang Dibuka Menguat
BESTPROFIT FUTURES (2/9) - Bursa Saham Jepang menguat, Indeks Topix
memperpanjang penguatan kemarin, penguatan tersebut akibat yen menahan
penurunan dan saham-saham produsen mesin pimpin kenaikan.
Indeks Topix menguat sebesar 0.2% ke level 1,285.51 pukul 9:02 pagi waktu Tokyo, dengan sekitar 2 saham menguat untuk setiap yang melemah. Kemarin acuan saham tersebut mencatat gain sebesar 0.4%. Sementara Indeks Nikkei 225 Stock Average menguat sebesar 0.3% ke level 15,516.99. Yen bertahan pada level 104.35 per dollar setelah 2 hari sebelumnya mengalami penurunan sebesar 0.6.
Besok Perdana Menteri Shinzo Abe mengumumkan cabinet baru, sementara BOJ memulai pertemuan selama 2 hari guna membahas kebijakan. Perhatian beralih ke Eropa, dimana ECB diperkirakan akan mempertahankan acuan suku bunganya pada pertemuan tanggal 4 September mendatang, menurut perkiraan rata-rata dari para ekonom pada survei Bloomberg News. (bgs)
Sumber : Bloomberg
Indeks Topix menguat sebesar 0.2% ke level 1,285.51 pukul 9:02 pagi waktu Tokyo, dengan sekitar 2 saham menguat untuk setiap yang melemah. Kemarin acuan saham tersebut mencatat gain sebesar 0.4%. Sementara Indeks Nikkei 225 Stock Average menguat sebesar 0.3% ke level 15,516.99. Yen bertahan pada level 104.35 per dollar setelah 2 hari sebelumnya mengalami penurunan sebesar 0.6.
Besok Perdana Menteri Shinzo Abe mengumumkan cabinet baru, sementara BOJ memulai pertemuan selama 2 hari guna membahas kebijakan. Perhatian beralih ke Eropa, dimana ECB diperkirakan akan mempertahankan acuan suku bunganya pada pertemuan tanggal 4 September mendatang, menurut perkiraan rata-rata dari para ekonom pada survei Bloomberg News. (bgs)
Sumber : Bloomberg
Kembangkan Bisnis Di 10 Negara, Saham TLKM Dalam Potensi Rebound
Tahun ini PT Telekomunikasi
Indonesia(Persero) Tbk. terus melakukan ekspansi bisnis ke pasar global
untuk menciptakan mesin pertumbuhan baru. TLKM tengah merealisasikan ber
ekspansi ke sepuluh negara. Hal tersebut merupakan langkah perseroan
untuk meningkatkan pendapatan dari lini bisnis luar negeri yang dikelola
anak usaha, PT Telekomunikasi International Indonesia (Telin).
Hingga saat ini, emiten jasa
telekomunikasi berkode saham TLKM itu telah merambah bisnis di
Singapura, Hong Kong, Timor Leste, Australia, dan Myanmar.Negara lain
yang juga sudah dimasuki yakni Malaysia, Amerika Serikat, Macau,Taiwan,
dan Arab Saudi.Tahun ini juga, perseroan akan membeli sebagian saham
perusahaan telekomunikasi, masing-masing di Australia dan Selandia Baru.
TLKM mengatakan perseroan tengah
mengincar kontribusi pendapatan dari bisnis luar negeri sebesar 5% pada
2015,meningkat dari target kontribusi tahun ini sebesar 4%. Untuk
mencapai kontribusi pendapatan yang lebih besar dari bisnis luar negeri,
TLKM gencar melakukan kerja sama MVNO, merger and acquisition
(M&A), serta pembentukan perusahaan patungan.
Bisnis luar negeri yang dimaksud
perseroan yakni bisnis aplikasi over-the-top (OTT), yakni bisnis layanan
yang melewati jaringan telekomunikasi dan sangat membutuhkan bandwidth.
EBITDA bisnis telekomunikasi saat ini 18,6 kali.Bisnis OTT lebih tinggi
dari itu. Bisnis OTT pun menghasilkan titik impas antara pendapatan dan
biaya (break even point)/BEP) yanglebih cepat, yakni di bawah lima
tahun, ketimbang bisnis telekomunikasi yang makan waktu 5 tahun-10
Seperti kita ketahui TLKM saat ini
tengah menggandeng Telstra Corporation Limited untuk membangun
perusahaan patungan yang menyediakan network & application services
(NAS). Nantinya, layanan tersebut ditujukan bagi pelanggan korporasi
di Indonesia serta perusahaan multinasional dan perusahaan Australia
yang beroperasi di Indonesia.
TLKM juga berencana dengan rencana
akuisisi 27% saham operator asal Selandia Baru, Telecom New
Zealand.alasan perseroan membidik saham Telecom NZ karena sejalan dengan
strategi untuk menjadi pemain global. Saham yang dibidik nantinya
berasal dari private equity di mana pendanaan untuk akuisisi ini berasal
dari dana internal dan eksternal.
Menilik kabar dari lantai bursa
perdagangan saham hari Senin (1/9/14), saham TLKM dibuka pada level
2,685 dan ditutup di 2710 dalam kisaran 2,675 – 2,705 dan volume
perdagangan saham TLKM mencapai 72,9 juta lot saham.
Analis Vibiz Research dari Vibiz
Consulting melihat sisi indikator teknikal, harga saham TLKM sejak awal
bulan Juli terlihat terus mengalami penguatan namun saat ini
pergerakannya dalam kondisi terkoreksi. Indikator MA sudah bergerak
sepanjang bolinger band tengah. Selain itu indikator stochastic mulai
bergerak ke area jenuh beli.
Sementara indikator ADX terpantau
bergerak naik didukung oleh +DI yang juga bergerak naik yang menunjukan
pergerakan TLKM dalam konsolidasi. Dengan kondisi teknikalnya dan
didukung fundamentalnya, diprediksi laju TLKM masih akan menguat
terbatas dan menunggu sentimen fundamental yang menggerakan TLKM. Saat
ini level support berada pada Rp2600 hingga resistance Rp2790.
Sumber : Vibiznews
Data BPS September, Ekspor Indonesia Dilaporkan Turun
Badan Pusat
Statistik melaporkan pada rilis data September bahwa nilai ekspor
Indonesia untuk kinerja di bulan Juli 2014 mencapai US$14,18 miliar atau
mengalami penurunan sebesar 7,99 persen dibanding ekspor Juni 2014.
Demikian juga bila dibanding Juli 2013 mengalami penurunan sebesar 6,03
persen.
Dikemukakan bahwa ekspor nonmigas pada
bulan Juli 2014 hanya mencapai US$11,63 miliar, turun 7,86 persen
dibanding Juni 2014, demikian juga bila dibanding ekspor Juli 2013 turun
9,17 persen.
Secara kumulatif nilai ekspor Indonesia
Januari- Juli 2014 mencapai US$103,00 miliar atau menurun 2,97 persen
dibanding periode yang sama tahun 2013, demikian juga ekspor nonmigas
mencapai US$84,77 miliar atau menurun 3,17 persen.
Analis Vibiz Research dari Vibiz
Consulting mengemukakan bahwa pada analisa kurs BI hari ini Dollar
Amerika Serikat terpantau bergerak terdesak turun sekitar -0.74 %
terhadap mata uang Rupiah pada perdagangan valuta asing dari awal Juli
hingga pekan ini.
Sumber : Vibiznews
Sunday, 31 August 2014
Harga Emas LLG Kembali Dapat Tumpuan Geopolitik, Nilai Dollar AS Beri Perlawanan
Harga emas LLG pada penutupan perdagangan
pekan lalu, 25-29 Agustus 2014, terpantau ditutup dengan penguatan
secara agregat sepekan. Penguatan harga emas LLG disebabkan oleh faktor
kembalinya dorongan fundamental dari peningkatan tensi konflik
Ukraina-Rusia meskipun pergerakn Dollar AS terus menekan pergerakan
hampir sepanjang pekan.
Pergerakan harga emas pada pekan lalu,
terpantau lebih didominasi dalam trend penguatan sepanjang pekan.
Tercatat, 3 dari 5 hari perdagangan sepanjang pekan lalu diwarnai dengan
peningkatan harga emas spot. Walaupun demikian, pergerakan sepanjang
pekan lalu lebih didominasi oleh tekanan dari pergerakan bursa global
dan juga nilai Dollar AS.
Pada awal pekan, tekanan nilai Dollar AS
dan bursa saham global sangat terlihat di dua hari awal perdagangan.
Pergerakan yang masih minim sentimen pada kedua hari tersebut membuat
tindakan investor lebih dilandasi oleh fluktuasi Dollar AS dan
pergerakan bursa global meskipun dalam kedua hari tersebut pergerakan
emas tidak searah.
Pergerakan harga emas di hari pertama
perdagangan, harus ditutup melemah akibat penguatan nilai Dollar AS dan
bursa saham global. Penguatan kedua hal tersebut memicu pelemahan daya
beli investor serta peralihan pola investasi dari safe haven yang
memiliki return lebih rendah. Namun pergerakan melemah pada hari pertama
perdagangan tersebut, cukup tertahan oleh adanya laporang penurunan
keyakinan bisnis di Jerman. Laporan keyakinan bisnin Jerman yang turun
dari level 108 ke 106,3 memicu penguatan harga emas akibat dorongan
sentimen perekonomian Eropa.
Pengaruh pergerakan nilai Dollar AS pun
masih terlihat cukup dominan pada perdagangan hari kedua pekan lalu.
Sempat tertahannya rally pada Dollar AS sempat membuat harga emas
melambung akibat penguatan aksi beli. Penguatan aksi beli pun mendapat
support dari kondisi teknikal yang telah jenuh sehingga harga emas
sempat melambung. Namun, kembali bergerak menguatnya nilai Dollar AS
akibat data keyakinan konsumen AS yang meningkat dari 90,3-92,4 membuat
penguatan harga emas tergerus di akhir perdagangan meskipun masih dapat
ditutup menguat.
Dasar dorongan penguatan harga emas yang
berhasil memicu emas dapat ditutup menguat secara agregat sepekan pun,
akhirnya mulai muncul pada perdagangan hari ke-3. Kabar adanya gugatan
Ukraina terhadap Rusia terkait laporan keberadaan pasukan Rusia di
Ukraina, membuat investor kembali menarik fokus ke konflik kedua negara
tersebut. Dampak dari hal tersebut, pergerakan pun terpantau mulai cukup
kokoh menghijau sejak Rabu pekan lalu sehingga dapat ditutup menguat
meskipun nilai Dollar AS relatif masih tinggi.
Kelanjutan dorongan yang cukup
membuktikan kokohnya dorongan geopolitik global pun terpantau pada
perdagangan Kamis pekan lalu. Laporan NATO yang menyatakan keberadaaan
1000 pasukan Rusia di Ukraina membuat harga emas kian kokoh menguat.
Bahkan data perekonomian AS yang positif pada rilis hari tersebut pun
tidak mampun menahan penguatan harga emas. Adapun data-data penting AS
tersebut bahkan tergolong sangat vital yakni GDP AS yang dilaporkan naik
dari -2,1% ke 4,2% dan klaim pengangguran awal AS yang membaik dari
level 299.000 ke level 298.000.
Namun, pergerakan rally harga emas pada 3
hari perdagangan pekan lalu harus diakhir pada perdagangan akhir pekan
lalu. Sentimen negatif laporan pendapatan personal AS yang turun membuat
indikasi daya beli Amerika Serikat melemah. Adapun data yang menunjukan
penurunan pendapat personal AS dari 0,5% ke 0,2% menjadi determinan
pelemah selain kembali menguatnya bursa saham global pada hari
perdagangan tersebut.
Pada penutupan perdagangan pekan lalu,
harga emas LLG terpantau ditutup menguat secara agregat sepekan. Harga
emas LLG ditutup menguat 0,51% ke tingkat harga $1.287,20/t oz atau
menguat $6,50/t oz.
Sementara pada penutupan perdagangan emas
berjangka di Bursa Comex, harga emas juga ditutup menguat secara
agregat sepekan. Harga emas berjangka Comex untuk kontrak Desember 2014
ditutup naik 0,56% ke tingkat harga $1.287,4/t oz atau menguat $7,2/t
oz.
Analis Vibiz Research dari Vibiz
Consulting memprediksi harga emas masih akan mendapatkan dorongan
penguatan dari faktor geopolitik global pada pekan ini. Namun,
pergerakan harus mewaspadai rilis-rilis data penting seperti data
manufaktur AS, rapat ECB dan BoE, GDP Uni Eropa, dan data pekerja AS
sebagai dfaktor-faktor yang diperkirakan akan menjadi sentimen kuat.
Terkait pergerakan harga, range normal diprediksi akan berada di kisaran
$1.260-$1.310 pada emas LLG dan $1.265-$1.310 pada emas berjangka Comex
kontrak Desember 2014.
Sumber : Vibiznews
Bursa Saham Asia Melemah Jelang Rilis Data PMI China
BESTPROFIT FUTURES (1/9) - Bursa Saham Asia melemah, dipimpin oleh
saham-saham alat kesehatan, hal tersebut akibat para investor mengkaji
eskalasi ketegangan di Ukraina yang akan memicu sanksi baru terhadap
Russia dan menunggu rilis data manufaktur China.
Indeks MSCI Asia Pacific melemah sebesar 0.1% ke level 147.81 pukul 9:02 pagi waktu Tokyo. Pada Agustus lalu indeks acuan tersebut mengalami penurunan sebesar 0.6%, penurunan bulanan pertama sejak April lalu. Pemerintah Uni Eropa menyepakati untuk memberikan sanksi baru jika konflik di Ukraina semakin memburuk, sehingga European Commission dalam sepekan terakhir membuat proposal yang diperkirakan akan menargetkan sanksi kepada sektor energy dan industri keuangan Russia.
Manufaktur PMI China yang akan dirilis hari ini diperkirakan akan menunjukkan pertumbuhan yang melambat untuk pertama kalinya dalam 6 bulan terakhir, dengan ekonom memeprkirakan berada pada level 51.2, turun dari 51.7 di Juli lalu. Angka pembacaan akhir manufaktur PMI China dari HSBC Holdings Plc dan Markit Economic akan dirilis hari ini, setelah angka pembacaan awal turun di level 50.3, level terendah sejak Mei lalu. Angka pembacaan diatas 50 memberikan sinyal kenaikan.
Indeks NZX 50 Index Selandia Baru melemah sebesar 0.2%. Indeks S&P/ASX 200 Australia satgnan. Indeks Topix Jepang menguat sebesar 0.2% dan Indeks Kospi Korea Selatan menguat 0.1%. Sementara Bursa Saham China dan Hong Kong belum buka. (bgs)
Sumber : Bloomberg
Indeks MSCI Asia Pacific melemah sebesar 0.1% ke level 147.81 pukul 9:02 pagi waktu Tokyo. Pada Agustus lalu indeks acuan tersebut mengalami penurunan sebesar 0.6%, penurunan bulanan pertama sejak April lalu. Pemerintah Uni Eropa menyepakati untuk memberikan sanksi baru jika konflik di Ukraina semakin memburuk, sehingga European Commission dalam sepekan terakhir membuat proposal yang diperkirakan akan menargetkan sanksi kepada sektor energy dan industri keuangan Russia.
Manufaktur PMI China yang akan dirilis hari ini diperkirakan akan menunjukkan pertumbuhan yang melambat untuk pertama kalinya dalam 6 bulan terakhir, dengan ekonom memeprkirakan berada pada level 51.2, turun dari 51.7 di Juli lalu. Angka pembacaan akhir manufaktur PMI China dari HSBC Holdings Plc dan Markit Economic akan dirilis hari ini, setelah angka pembacaan awal turun di level 50.3, level terendah sejak Mei lalu. Angka pembacaan diatas 50 memberikan sinyal kenaikan.
Indeks NZX 50 Index Selandia Baru melemah sebesar 0.2%. Indeks S&P/ASX 200 Australia satgnan. Indeks Topix Jepang menguat sebesar 0.2% dan Indeks Kospi Korea Selatan menguat 0.1%. Sementara Bursa Saham China dan Hong Kong belum buka. (bgs)
Sumber : Bloomberg
Cari Pinjaman Beli Pesawat Airbus, Saham GIAA Belum Keluar Dari Konsolidasi
PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk.
mengumumkan tengah mencari pendanaan untuk membeli 18 unit pesawat
Airbus. Diperkirakan dan tersebut berjumlah US$810 juta setara dengan
Rp9,3 triliun. Garuda mencari pinjaman bertenor 10-12 tahun untuk
membeli 8 unit pesawat dengan tipe A320 dan 10 unit pesawat A320
Aircraft incorporting the New Engine Option (neo Aircraft). Kedua jenis
pesawat itu akan diproduksi pada 2016-2018 dengan tipe transaksi
pinjaman bertenor 10-12 tahun pembiayaan.
Perseroan mengundang calon-calon penawar
untuk berpartisipasi dalam proses lelang pembiayaan tersebut. pinjaman
yang akan dicari perseroan memiliki skema beli-sewa atau leasing.
Pesawat yang akan dibeli itu diperuntukkan bagi anak usaha Garuda,
Citilink.
Sebelumnya, GIAA telah memperoleh
pinjaman senilai US$200 juta yang diperoleh dari Emirates NBD dan
Standard Chartered Bank yang merupakan sindikasi dari beberapa bank di
Timur Tengah.
Secara fundamental kondisi keuangan,
neraca perseroan memang tengah tertekan. Tercatat Rasio utang terhadap
ekuitas atau debt to equity ratio (DER) Garuda yang tercatat mencapai
1,1 kali, dinilai terlalu ketat untuk mendukung kinerja perseroan.
Hingga akhir Juni 2014, total utang Garuda mencapai US$1,2 miliar dengan
nilai ekuitas mencapai US$1 miliar. Sehingga, DER perseroan mencapai
1,1 kali dengan utang jatuh tempo tahun ini mencapai US$200 juta-US$300
juta.
Menilik kabar dari lantai bursa
perdagangan saham hari Jumat (29/8/14), saham GIAA dibuka pada level 432
dan ditutup pada level 433 dalam kisaran 430 – 436 dan volume
perdagangan saham GIAA mencapai 4 juta lot saham dan terus bertambah
Analis Vibiz Research dari Vibiz
Consulting melihat sisi indikator teknikal, harga saham GIAA sejak awal
bulan Agustus terlihat terus mengalami penguatan dan saat ini bergerak
konsolidasi. Indikator MA sudah bergerak sepanjang bolinger band atas.
Selain itu indikator stochastic mulai bergerak ke area jenuh beli.
Sementara indikator ADX terpantau
bergerak naik didukung oleh +DI yang juga bergerak flat yang menunjukan
pergerakan GIAA dalam konsolidasi. Dengan kondisi teknikalnya dan
didukung fundamentalnya, diprediksi laju GIAA akan menguat terbatas dan
rawan koreksi dan menunggu sentimen fundamental yang menggerakan GIAA.
Saat ini level support berada pada Rp420 hingga resistance Rp440.
Sumber : Vibiznews
Minyak Mentah WTI Turun Pasca Gain Tertinggi Selama 6 Bulan Terakhir
BESTPROFIT FUTURES (1/9) - Minyak
mentah West Texas Intermediate (WTI) turun setelah naik tertinggi sejak
Februari lalu seiring produksi minyak mentah OPEC meningkat ke level
tertingginya dalam satu tahun terakhir. Brent turun di London.
Kontrak berjangka
tergelincir sebesar 0,3 persen di New York setelah naik selama empat
hari terakhir sejak 29 Agustus kemarin. Organisasi Negara Pengekspor
Minyak menaikkan output dari 891.000 barel menjadi 31 juta barel per
hari pada bulan lalu, menurut data yang disurvei oleh Bloomberg terhadap
perusahaan minyak, produsen dan para analis. Pasukan Irak memasuki kota
Amirli, melanggar pengepungan yang diberlakukan oleh militan Negara
Islam yang berlangsung selama lebih dari dua bulan, menurut seorang
ulama Syiah-Muslim senior . Pasar AS ditutup karena liburan Hari Buruh
pada hari ini.
Minyak WTI untuk
pengiriman bulan Oktober turun sebesar 25 sen ke level $ 95,71 per barel
di perdagangan elektronik di New York Mercantile Exchange dan berada di
level $ 95,72 pukul 8:40 pagi waktu Seoul. Volume semua berjangka yang
diperdagangkan sebesar 14 persen di bawah rata-rata 100 hari. Minyak
mentah WTI melemah sebesar 2,3 persen pada bulan Agustus dan merosot
sebesar 2,7 persen tahun ini.
Minyak Brent untuk
pengiriman bulan Oktober sebesar 9 sen lebih rendah ke level $ 103,10
per barel di London berbasis ICE Futures Europe exchange. Minyak mentah
acuan Eropa diperdagangkan dengan premi sebesar $ 7,38, dibandingkan WTI
sebesar $ 7,23 pada akhir pekan lalu. (knc)
Sumber : Bloomberg
Dollar Tahan Gain Jelang Rilis Data Manufaktur
BESTPROFIT FUTURES (1/9) - Dollar mempertahankan gain terhadap
mayoritas mata uang lainnya menjelang rilis data manufaktur China dan
zona Eropa. Sementara minyak mentah turun dan palladium naik pasca
Indeks Standard & Poor 500 menguat ke rekor barunya.
Dollar AS berada pada level $1.3135 per euro pukul 7:58 pagi waktu Tokyo, setelah 29 Agustus lalu naik ke level 1 tahun tertingginya akibat rilis data yang menunjukkan inflasi Zona Eropa bulan lalu melambat ke laju terendahnya sejak 2009 silam. Dollar mendekati level 7 bulan tertingginya terhadap yen. Sementara itu, minyak di New York untuk pertama kalinya turun dalam 5 hari terakhir pada perdagangan elektronik, dengan Bursa Saham AS tutup untuk memperingati Labor Day dan palladium naik sebesar 0.3%. Indeks Berjangka S&P 500 melemah sebesar 0.1% setelah acuan kontrak tersebut ditutup pada level 2,003.37.
Spekulasi para pembuat kebijakan yang akan melanjutkan dukungan mereka terhadap ekonomi ditopang oleh gain bulanan tertinggi sejak Februari lalu pada bursa saham global, sementara dollar menguat dan obligasi reli telah menyebabkan imbal hasilnya tumbang. Meskipun bank sentral dari Australia hingga Zona Eropa pada pekan ini akan mengadakan pertemuan, output manufaktur menjadi fokus utama dengan sektor manufaktur dari China, Japan, India dan Zona Eropa yang dijadwalkan akan rilis hari ini. Di akhir pekan lalu Pemerintah Uni Eropa mengadakan voting guna memberikan sanksi kepada Russia sehingga hal tersebut menyebabkan konflik dengan Ukraina semakin memburuk. (bgs)
Sumber : Bloomberg
Dollar AS berada pada level $1.3135 per euro pukul 7:58 pagi waktu Tokyo, setelah 29 Agustus lalu naik ke level 1 tahun tertingginya akibat rilis data yang menunjukkan inflasi Zona Eropa bulan lalu melambat ke laju terendahnya sejak 2009 silam. Dollar mendekati level 7 bulan tertingginya terhadap yen. Sementara itu, minyak di New York untuk pertama kalinya turun dalam 5 hari terakhir pada perdagangan elektronik, dengan Bursa Saham AS tutup untuk memperingati Labor Day dan palladium naik sebesar 0.3%. Indeks Berjangka S&P 500 melemah sebesar 0.1% setelah acuan kontrak tersebut ditutup pada level 2,003.37.
Spekulasi para pembuat kebijakan yang akan melanjutkan dukungan mereka terhadap ekonomi ditopang oleh gain bulanan tertinggi sejak Februari lalu pada bursa saham global, sementara dollar menguat dan obligasi reli telah menyebabkan imbal hasilnya tumbang. Meskipun bank sentral dari Australia hingga Zona Eropa pada pekan ini akan mengadakan pertemuan, output manufaktur menjadi fokus utama dengan sektor manufaktur dari China, Japan, India dan Zona Eropa yang dijadwalkan akan rilis hari ini. Di akhir pekan lalu Pemerintah Uni Eropa mengadakan voting guna memberikan sanksi kepada Russia sehingga hal tersebut menyebabkan konflik dengan Ukraina semakin memburuk. (bgs)
Sumber : Bloomberg
Thursday, 28 August 2014
Pemerintah AS Berhasil Recovery Ekonominya, PDB Kuartal Kedua Tetap Melonjak
Pertumbuhan ekonomi AS pada kuartal
kedua tahun ini kembali menunjukkan lonjakan seperti yang dilaporkan
Biro Analisis Ekonomi untuk perkiraan kedua rilis data PDB kuartal
II-2014. Dari laporan biro tersebut menunjukkan PDB tahunan kuartal
kedua secara basis tahunan naik 4,2 persen, yang lebih tinggi dari
perkiraan pertama untuk pertumbuhan sebesar 4 persen.
Pertumbuhan ini disebabkan oleh
pertumbuhan investasi bisnis dan ekspor memberikan kontribusi lebih
untuk pertumbuhan. Peningkatan PDB riil pada kuartal kedua ini terutama
tercermin kontribusi positif dari pengeluaran konsumsi pribadi (PCE),
investasi persediaan swasta, ekspor, investasi tetap non hunian, negara
dan belanja pemerintah daerah, dan investasi tetap perumahan. Impor,
yang merupakan pengurangan dalam perhitungan PDB.
Indeks harga untuk pembelian domestik bruto, yang mengukur harga yang
dibayar oleh warga AS meningkat 1,9 persen pada kuartal kedua,
peningkatan yang sama seperti pada perkiraan sebelumnya dan indeks ini
naik 1,4 persen pada kuartal pertama. Tidak termasuk harga makanan dan
energi, indeks harga untuk pembelian domestik bruto meningkat 1,7
persen, dibandingkan dengan peningkatan sebesar 1,3 persen.Pengeluaran konsumsi pribadi meningkat 2,5 persen pada kuartal kedua, dibandingkan dengan peningkatan sebesar 1,2 persen pada kuartal pertama. Barang tahan lama meningkat 14,3 persen, dibandingkan dengan peningkatan sebesar 3,2 persen. Barang tahan lama meningkat 1,9 persen pada kuartal kedua, jumlah ini tidak berubah dari sebelumnya.
Selain itu biro ini juga melaporkan
investasi tetap non hunian meningkat 8,4 persen pada kuartal kedua,
dibandingkan dengan peningkatan sebesar 1,6 persen pada kuartal pertama.
Investasi dalam struktur nonhunian meningkat 9,4 persen, dibandingkan
dengan peningkatan sebesar 2,9 persen.
Jumlah ekspor riil barang dan jasa
meningkat 10,1 persen pada kuartal kedua, berbeda dengan penurunan 9,2
persen pada kuartal pertama. Impor riil barang dan jasa meningkat 11,0
persen, dibandingkan dengan peningkatan sebesar 2,2 persen.
Dan untuk pengeluaran konsumsi riil pemerintah federal dan investasi
bruto menurun 0,9 persen pada kuartal kedua, dibandingkan dengan
penurunan 0,1 persen pada kuartal pertama. Untuk biaya pertahanan
nasional meningkat 0,9 persen, berbeda dengan penurunan 4,0 persen.
Dari semua data ini terlihatlah kondisi ekonomi AS pada kuartal kedua
tahun ini menunjukkan pertumbuhan yang signifikan.Sumber : Vibiznews
WHO: Dua puluh Ribu Orang akan Terinfeksi Ebola
BESTPROFIT FUTURES (29/8) - Organisasi
Kesehatan Dunia mengatakan wabah mematikan Ebola di Afrika Barat dapat
menginfeksi lebih 20.000 orang sebelum dapat dikendalikan.
Badan
PBB tersebut mengatakan jumlah kasus kemungkinan sudah lebih tinggi
empat kalinya dibandingkan 3.000 orang yang tercatat saat ini.
WHO
juga meminta maskapai penerbangan untuk melanjutkan penerbangan
"penting" di kawasan, dengan mengatakan pelarangan penerbangan mengancam
usaha mengatasi epidemi.
Sampai sejauh ini 1.552 orang tewas di Liberia, Sierra Leone, Guinea dan Nigeria.
Saat
mengumumkan rencana aksi WHO dalam mengatasi wabah ini, Asisten
Direktur Jenderal WHO Bruce Aylward mengatakan "jumlah kasus sebenarnya
kemungkinan dua hingga empat kali lebih tinggi dibandingkan yang saat
ini dilaporkan" pada sejumlah daerah.
Pejabat
WHO tersebut mengatakan kemungkinan adanya 20.000 kasus "adalah sebuah
skala yang saya pikir tidak pernah terpikirkan sebelumnya terkait dengan
wabah Ebola".
Rencana
aksi WHO memerlukan dana sebesar US$489 juta dalam sembilan bulan ini,
di samping 750 pekerja internasional dan 12.000 pekerja nasional di
Afrika Barat.
Sumber : BBC
Yen Menguat Seiring Meningkatnya Ketengangan di Ukraina
BESTPROFIT FUTURES (29/8) - Yen
menguat terhadap sebagian besar mitra utama seiring meningkatnya
ketegangan antara Rusia dan Ukraina mendorong permintaan untuk aset
haven.
Mata
uang Jepang memangkas kenaikan terhadap dolar pasca laporan menunjukkan
ekonomi AS tumbuh lebih cepat dari perkiraan pada kuartal kedua. Yen
menguat seiring presiden Ukraina mengadakan pertemuan dengan dewan
keamanan, sementara rubel Rusia melemah. Euro mendekati level 11-bulan
terendahnya terhadap dolar sebelum data inflasi zona euro dirilis besok
sementara Krona Swedia turun tajam dalam delapan pekan terakhir terhadap
mata uang bersama pasca penjualan ritel mengalami penurunan.
Yen
menguat sebesar 0,2 persen ke level 103,70 per dolar pukul 16:18 di New
York. Mata uang Jepang naik sebesar 0,3 persen ke level 136,71 per
euro. Euro merosot sebesar 0,1 persen ke level $ 1,3183.
Sumber: Bloomberg
Emas Naik ke Level Satu Pekan Tertinggi Akibat Ketengangan di Ukraina
BESTPROFIT FUTURES (29/8) - Emas
berjangka naik ke level tertingginya dalam lebih dari sepekan terakhir
akibat meningkatnya ketegangan di Ukraina sehingga mendorong permintaan
aset haven. Perak naik.
Presiden
Ukraina Petro Poroshenko berjanji untuk meningkatkan pertahanan
negaranya terhadap apa yang sebelumnya ia disebut "de facto" dari
serbuan Rusia pasca separatis pro-Rusia meningkatkan serangan di wilayah
timur. AS mengatakan Rusia mungkin mengarahkan serangan, dan Perancis
dan Jerman mengancam pemerintah Presiden Vladimir Putin dengan sanksi
lebih lanjut.
Bullion
telah naik sebesar 7,3 persen tahun ini akibat kekerasan yang terjadi
di Eropa Timur dan Timur Tengah menghidupkan kembali daya beli investor.
Penguatan menentang perkiraan bearish dari bank termasuk Goldman Sachs
Group Inc, dan emas telah mengungguli langkah-langkah komoditas yang
luas, ekuitas global dan Treasuries pada tahun 2014.
Emas
berjangka untuk pengiriman Desember naik sebesar 0,5 persen untuk
menetap di level $1,290.40 pukul 1:50 di Comex New York, setelah
menyentuh level $1,297.60, tertinggi untuk kontrak teraktif sejak 20
Agustus lalu.
Logam
mulia mengupas keuntungan pasca sebuah laporan pemerintah menunjukkan
ekonomi AS berkembang lebih dari perkiraan sebelumnya pada kuartal
kedua. Harga emas turun sebesar 3 persen pada Juli kemarin di tengah
kekhawatiran bahwa pertumbuhan yang lebih cepat akan mendorong Federal
Reserve untuk menaikkan suku bunga, meredamnya permintaan untuk nilai
lindung inflasi. (izr)
Sumber: Bloomberg
Bursa Saham AS Ditutup Turun Terkait Konflik Di Ukraina
BESTPROFIT FUTURES (29/8) - Saham-saham
AS turun mengirim Indeks Standard & Poor 500 di bawah level 2.000
terkait kekerasan di Ukraina dan pendapatan ritel yang mengecewakan
membayangi data yang menunjukkan pertumbuhan ekonomi melebihi dari
perkiraan.
Indeks S & P 500
turun sebesar 0,2 persen ke level 1,996.9 pukul 16:00 di New York,
memangkas penurunan sebelumnya sebesar 0,5 persen. Indeks Dow Jones
Industrial Average melemah sebesar 41,67 poin, atau 0,2 persen, ke level
17,080.34.
Indeks ekuitas AS
rebound sekitar 4,6 persen dari level tiga bulan terendahnya sejak 7
Agustus lalu terkait spekulasi Federal Reserve akan mempertahankan
tingkat suku bunga ultra rendahnya seiring menguatnya perekonomian.
Indeks S & P 500 ditutup menembus level 2.000 untuk pertama kalinya
pada 26 Agustus kemarin. (knc)
Sumber : Bloomberg
Wednesday, 27 August 2014
Ekspor Nonmigas Ke Jepang Dilaporkan Naik, Data Agustus
Ekspor nonmigas ke negara Jepang menurut
laporan Badan Pusat Statistik (BPS) terkini menunjukkan kinerja yang
membaik dan perkembangan tersebut ditunjukkan dengan adanya kenaikan
pada nilai ekspor nonmigas. Nilai pada bulan Juni dilaporkan dapat
mencapai nilai 1214.4 juta Dollar AS .
Sementara itu pada bulan sebelumnya
ekspor nonmigas ke negara tersebut hanya mencapai nilai 1161.8 juta
Dollar AS. Dengan demikian kinerja ekspor nonmigas pada periode tersebut
mengalami peningkatan sebesar + 52.60 juta Dollar AS, atau naik sebesar
+ 4.52 %.
Data terkini dari Badan Pusat Statistik
juga menunjukkan bahwa ekspor nonmigas dari awal tahun ini sampai bulan
Juni secara total mencapai angka 7108.3 juta Dollar AS. Perkembangan
tersebut menunjukkan adanya penurunan sebesar -1042 juta Dollar AS atau
turun sekitar -12.78 %, dimana pada periode yang sama tahun lalu hanya
mencapai nilai 8150.3 juta Dollar AS.
Indikator fundamental ekonomi GfK German
Consumer Climate dilaporkan turun ke angka 8.6 dari nilai pada periode
sebelumnya yaitu 8.9. Penurunan tersebut menunjukkan performa yang lebih
buruk dari estimasi sejumlah ekonom, yang memperkirakan akan tetap
berada di angka 8.9. Nilai tukar Euro terpantau bergerak turun merespon
perkembangan tersebut.
Sumber : Vibiznews
Impor Nonmigas Dari Jepang Dilaporkan Meningkat, Rilis BPS Agustus
Perkembangan impor nonmigas dari negara
asal Jepang mengacu kepada laporan Badan Pusat Statistik (BPS) terkini
menunjukkan kenaikan. Hal ini ditunjukkan dengan adanya kenaikan pada
nilai impor nonmigas dari negara tersebut dimana nilai pada bulan Juni
dilaporkan dapat mencapai angka sekitar 1529.2 juta Dollar AS (CIF).
Sementara itu kinerja impor nonmigas pada
bulan sebelumnya hanya mencapai nilai 1257.6 juta Dollar AS . Dengan
demikian kinerja impor nonmigas pada rentang waktu Mei – Juni mengalami
peningkatan sebesar + 271.6 juta Dollar AS, atau sekitar + 21.59 %.
Laporan terkini dari Badan Pusat
Statistik juga menunjukkan bahwa impor nonmigas dari awal tahun ini
sampai bulan Juni secara total mencapai nilai 8672 juta Dollar AS. Data
ini menunjukkan adanya penurunan sebesar -1089.8 juta Dollar AS atau
sekitar -11.16 %, dimana pada periode yang sama tahun lalu hanya
mencapai nilai 9761.8 juta Dollar AS.
Analis Vibiz Research dari Vibiz
Consulting mengemukakan bahwa pada analisa kurs BI hari ini Yen Jepang
terpantau bergerak melemah sekitar -2.19 % terhadap mata uang Rupiah
pada perdagangan valas dari awal Jui hingga pekan ini.
Sumber : Vibiznews
Emas Turun untuk kali Kedua dalam Tiga Hari Terkait Kurangnya Minat Investor
BESTPROFIT FUTURES (28/8) - Emas
berjangka turun untuk kedua kalinya dalam tiga hari terakhir terkait
tanda-tanda memudarnya permintaan investor untuk logam sebagai aset
alternatif.
Pengelolaan
uang telah memangkas spekulasi mereka pada reli emas dalam tiga dari
empat pekan terakhir, dan open interest di New York berjangka dan harga
opsi mendekati level terendah dalam lima tahun terakhir, data dari
pemerintah AS menunjukkan. Indeks Standard & Poor 500 mendatar pasca
penutupan di atas level 2.000 untuk pertama kalinya kemarin.
Emas
berjangka untuk pengiriman Desember turun sebesar 0,1 persen untuk
menetap di level $1,283.40 per ons pada pukul 1:44 di Comex di New York.
Harga emas menyentuh level $1,273.40 pada 21 Agustus lalu, terendah
sejak Juni lalu.
Harga emas telah meningkat 6,7 persen tahun ini karena kekerasan di Ukraina mendorong permintaan aset haven.
Perak berjangka untuk pengiriman Desember naik sebesar 0,1 persen ke level $19,475 per ons di Comex.
Di
New York Mercantile Exchange, platinum berjangka untuk pengiriman
Oktober naik kurang dari 0,1 persen ke level $1,419.90 per ons.
Palladium berjangka untuk pengiriman Desember melonjak sebesar 0,5
persen ke level $ 894,70 per ons.
Kepemilikan
reksadana berbasis paladium yang ditransaksikan dibursa terbesar
kemarin tergelincir 3,8 metrik ton menjadi 91,6 ton, penurunan terbesar
sejak 2007 lalu, ketika data yang dihimpun oleh Bloomberg dimulai. Aset
naik ke rekor tertingginya sebesar 95,9 ton pada 4 Agustus lalu. (izr)
Sumber: Bloomberg
Euro Menguat Dari level 11 Bulan Terendahnya
BESTPROFIT FUTURES (28/8) - Euro
naik dari level terendahnya dalam hampir satu tahun terakhir karena
dinginnya spekulasi bahwa Bank Sentral Eropa akan menambah stimulus
moneter lebih lanjut pada pertemuannya pekan depan.
Mata
uang 18-negara (Euro) naik untuk pertama kalinya dalam empat hari
terakhir terhadap dolar pasca sebuah laporan Reuters yang mengutip
sumber dari pejabat ECB yang tidak dikenal mengatakan bahwa bank sentral
tidak mungkin untuk menambah stimulus kecuali laporan inflasi Agustus
menimbulkan risiko deflasi. Menteri Keuangan Jerman Wolfgang Schaeuble
mengatakan kemarin bahwa komentar oleh Presiden ECB Mario Draghi
mengadvokasi dukungan untuk kebijakan fiskal zona euro yang
"over-ditafsirkan." Mata uang Selandia Baru menguat, sementara lira
Turki naik ke level tertingginya dalam dua pekan terakhir.
Euro
menguat sebesar 0,2 persen ke level $1,3195 pukul 14:41 di New York
pasca jatuh ke level $1,3153, level terendah sejak 6 September lalu.
Euro naik sebesar 0,1 persen ke level 137,12 yen. Dolar melemah sebesar
0,1 persen ke level 103,92 yen setelah menyelesaikan kenaikan selama
tujuh hari terakhir itu penguatan terpanjang sejak Juli lalu. (izr)
Sumber: Bloomberg
Saham AS Kehilangan Momentum Seiring Valuasi
BESTPROFIT FUTURES (28/08) - Rally saham yang mendorong Indeks Standard & Poor 500 tembus level 2.000 kehilangan sedikit momentumnya saat ini.
Indeks
S & P 500 naik sebesar 0,1 poin ke level 2,000.12 pukul 04:00 waktu
New York dengan sekitar jumlah yang sama saham naik seiring dengan
saham yang turun. Sekitar 4,2 miliar saham ditransaksikan di bursa AS,
yang merupakan volume perdagangan terendahnya sejak 3 Juli lalu, rilis
data yang disurvei oleh Bloomberg.
Pasar
global terlampaui diatas krisis di Ukraina, Jalur Gaza dan Irak karena
para investor memperbaharui spekulasi stimulus yang akan menghidupkan
kembali pertumbuhan ekonomi. Aksi unjuk rasa dari Brasil hingga Jepang
dan Indeks AS menembus level diatas 2.000 untuk pertama kalinya telah
mengirim nilai ekuitas global ke rekor baru tertingginya sebesar $ 66
triliun.
Indeks
S & P 500 naik hampir 5 persen sejak 7 Agustus lalu, didorong oleh
spekulasi bahwa Federal Reserve akan tetap mempertahankan tingkat suku
bunga ultra rendahnya karena menguatnya ekonomi. Presiden Bank Sentral
Eropa Mario Draghi juga telah mengisyaratkan para pembuat kebijakan
dapat mempertimbangkan memperkenalkan rencana pembelian aset. (knc)
Sumber : Bloomberg
Subscribe to:
Posts (Atom)