Monday, 1 September 2014

Presiden Ukraina Tuduh Rusia Lakukan Agresi Terbuka

BESTPROFIT FUTURES (2/9) - Presiden Ukraina Petro Poroshenko Senin menuduh Rusia melakukan agresi terbuka, sementara militer Ukraina memerintahkan pasukannya untuk mundur dari pertempuran melawan satu batalion tank Rusia di Ukraina Timur.

Situs kepresidenan Ukraina mengutip Poroshenko yang mengatakan bahwa œagresi langsung dan terbuka terhadap Ukraina dari sebuah negara tetangga kini dimulai, sehingga mengubah situasi secara radikal di zona konflik di Ukraina Timur.

Andriy Lysenko, jurubicara Dewan Keamanan dan Pertahanan Nasional Ukraina, mengatakan, pasukan Ukraina diperintahkan untuk mundur dari bandara di dekat kubu pertahanan pemberontak di kota Luhansk. Ia mengklaim pasukan itu menjadi sasaran penembakan pasukan bersenjata Rusia, berdasarkan ketepatan serangan-serangan tersebut.

Lysenko mengatakan tujuh tentara Ukraina tewas dan 25 terluka dalam pertempuran selama 24 jam sebelumnya. Hari Minggu, sebuah kapal patroli garda pantai Ukraina tenggelam di Laut Azov akibat tembakan artileri dari separatis pro-Rusia di daerah pantai. Delapan pelaut selamat dari serangan tersebut dan dirawat karena cedera dan luka bakar, kata seorang pejabat garda pantai.

NATO memperkirakan sedikitnya seribu tentara Rusia berada di Ukraina. Para pemimpin Uni Eropa telah menuntut agar Rusia segera menarik pasukannya dari Ukraina. Rusia telah berkali-kali menyangkal keberadaan pasukannya di Ukraina.

Sekjen NATO Ander Fogh Rasmussen Senin mengatakan kepada wartawan di Brussels bahwa parlemen yang akan dibentuk dari pemilihan legislatif mendatang kemungkinan besar akan mengubah status nonaliansi negara tersebut “ suatu langkah pertama yang mungkin mengarah ke pengajuan diri menjadi bagian aliansi Barat tersebut.

Sementara itu, Presiden Rusia Vladimir Putin, dalam lawatannya ke Siberia, Senin mendesak Uni Eropa agar menunjukkan akal sehat dan tidak terlibat dalam aksi saling menetapkan sanksi yang merugikan, dalam reaksi pertamanya menanggapi ancaman langkah-langkah hukuman tambahan terkait Ukraina.

Pembicaraan yang dijadwalkan berlangsung hari Senin di Minsk, Belarus, akan diikuti wakil-wakil Rusia, Ukraina, Organisasi bagi Keamanan dan Kerjasama di Eropa, dan separatis pro-Rusia di Ukraina Timur. Kantor berita Rusia Interfax Senin melaporkan bahwa para pemimpin separatis di Donetsk dan Luhanks yang memproklamirkan diri sebagai œrepublik rakyat akan meminta agar Kiev mengakui status khusus bagi kedua wilayah tersebut dan mengakhiri kegiatan militernya di Ukraina Timur.

Menurut Interfax, para pemimpin separatis menginginkan republik mereka, antara lain, memiliki unit-unit pasukan khusus mereka sendiri yang terdiri dari warga bersenjata, untuk mengangkat jaksa dan hakim sendiri, menggunakan bahasa Rusia sebagai bahasa œresmi, dan memiliki prosedur perdagangan internasional khusus œyang mempertimbangkan kebutuhan untuk memperdalam integrasi ekonomi dengan Rusia dan pasar bersama yang dibentuk baru-baru ini yang mencakup Rusia, Belarus dan Kazakhstan.

Sumber : VOA

Euro Diperdagangkan Kelevel 1 Tahun Terendah Seiring Picu Spekulasi

BESTPROFIT FUTURES (2/9) - Euro diperdagangkan 0,1 persen dari level terendahnya dalam hampir setahun terakhir jelang rilis data besok diperkirakan para ekonom untuk menunjukkan penjualan ritel yang melemah pada sektor regional dan jasa, memicu stimulus moneter tambahan.
Penurunan euro terhadap dolar pada bulan lalu adalah yang terbesar di antara 16 mata uang utama, didorong oleh prospek Bank Sentral Eropa akan menambah langkah-langkah yang cenderung merendahkan mata uang lainnya. Para pejabat akan berkumpul untuk membahas keputusan kebijakan pekan ini. Dolar Australia mengalami gain dari bulan lalu sebelum Bank Reserve bertemu hari ini. Rubel Rusia jatuh ke level terendahnya kemarin terkait konflik yang terjadi antara Rusia dan Ukraina.
Euro stagnan pada level $ 1,3131 pukul 09:12 pagi waktu Tokyo kemarin, turun ke level $ 1,3119, level terendahnya sejak 6 September tahun lalu. Kemarin euro berada di level  137,04 yen setelah naik sebesar 0,2 persen ke level 137. Dolar diperdagangkan di level 104,36 yen setelah menyentuh level 104,37, level tertingginya sejak 25 Agustus kemarin.
Mata uang Australia sedikit berubah pada level 93,35 sen AS, setelah sebelumnya di posisi 0,5 persen pada bulan Agustus. Rubel ditutup pada level 37,29 per dolar kemarin setelah menyentuh ke level terendahnya sebesar 37,51 sepanjang waktu. (knc)
Sumber : Bloomberg

Yen Tahan Penurunan, Bursa Saham Jepang Dibuka Menguat

BESTPROFIT FUTURES (2/9) - Bursa Saham Jepang menguat, Indeks Topix memperpanjang penguatan kemarin, penguatan tersebut akibat yen menahan penurunan dan saham-saham produsen mesin pimpin kenaikan.

Indeks Topix menguat sebesar 0.2% ke level 1,285.51 pukul 9:02 pagi waktu Tokyo, dengan sekitar 2 saham menguat untuk setiap yang melemah. Kemarin acuan saham tersebut mencatat gain sebesar 0.4%. Sementara Indeks Nikkei 225 Stock Average menguat sebesar 0.3% ke level 15,516.99. Yen bertahan pada level 104.35 per dollar setelah 2 hari sebelumnya mengalami penurunan sebesar 0.6.

Besok Perdana Menteri Shinzo Abe mengumumkan cabinet baru, sementara BOJ memulai pertemuan selama 2 hari guna membahas kebijakan. Perhatian beralih ke Eropa, dimana ECB diperkirakan akan mempertahankan acuan suku bunganya pada pertemuan tanggal 4 September mendatang, menurut perkiraan rata-rata dari para ekonom pada survei Bloomberg News. (bgs)

Sumber : Bloomberg

Kembangkan Bisnis Di 10 Negara, Saham TLKM Dalam Potensi Rebound

Tahun ini PT Telekomunikasi Indonesia(Persero) Tbk. terus melakukan ekspansi bisnis ke pasar global untuk menciptakan mesin pertumbuhan baru. TLKM tengah merealisasikan ber ekspansi ke sepuluh negara. Hal tersebut merupakan langkah perseroan untuk meningkatkan pendapatan dari lini bisnis luar negeri yang dikelola anak usaha, PT Telekomunikasi International Indonesia (Telin).
Hingga saat ini, emiten jasa telekomunikasi berkode saham TLKM itu telah merambah bisnis di Singapura, Hong Kong, Timor Leste, Australia, dan Myanmar.Negara lain yang juga sudah dimasuki yakni Malaysia, Amerika Serikat, Macau,Taiwan, dan Arab Saudi.Tahun ini juga, perseroan akan membeli sebagian saham perusahaan telekomunikasi, masing-masing di Australia dan Selandia Baru.
TLKM mengatakan perseroan tengah mengincar kontribusi pendapatan dari bisnis luar negeri sebesar 5% pada 2015,meningkat dari target kontribusi tahun ini sebesar 4%. Untuk mencapai kontribusi pendapatan yang lebih besar dari bisnis luar negeri, TLKM gencar melakukan kerja sama MVNO, merger and acquisition (M&A), serta pembentukan perusahaan patungan.
Bisnis luar negeri yang dimaksud perseroan yakni bisnis aplikasi over-the-top (OTT), yakni bisnis layanan yang melewati jaringan telekomunikasi dan sangat membutuhkan bandwidth. EBITDA bisnis telekomunikasi saat ini 18,6 kali.Bisnis OTT lebih tinggi dari itu. Bisnis OTT pun menghasilkan titik impas antara pendapatan dan biaya (break even point)/BEP) yanglebih cepat, yakni di bawah lima tahun, ketimbang bisnis telekomunikasi yang makan waktu 5 tahun-10
Seperti kita ketahui TLKM saat ini tengah menggandeng Telstra Corporation Limited untuk membangun perusahaan patungan yang menyediakan network & application services (NAS).   Nantinya, layanan tersebut ditujukan bagi pelanggan korporasi di Indonesia serta perusahaan multinasional dan perusahaan Australia  yang beroperasi di Indonesia.
TLKM juga berencana dengan rencana akuisisi 27% saham operator asal Selandia Baru, Telecom New Zealand.alasan perseroan membidik saham Telecom NZ karena sejalan dengan strategi untuk menjadi pemain global. Saham yang dibidik nantinya berasal dari private equity di mana pendanaan untuk akuisisi ini berasal dari dana internal dan eksternal.
Menilik kabar dari lantai bursa perdagangan saham hari Senin (1/9/14), saham TLKM dibuka pada level 2,685 dan ditutup di 2710 dalam kisaran 2,675 – 2,705 dan  volume perdagangan saham TLKM mencapai 72,9 juta lot saham.
Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting melihat sisi indikator teknikal, harga saham TLKM sejak awal bulan Juli terlihat terus mengalami penguatan namun saat ini pergerakannya dalam kondisi terkoreksi. Indikator MA sudah bergerak sepanjang bolinger band tengah. Selain itu indikator stochastic mulai bergerak ke area jenuh beli.
Sementara indikator ADX terpantau bergerak naik didukung oleh +DI yang juga bergerak naik yang menunjukan pergerakan TLKM dalam konsolidasi. Dengan kondisi teknikalnya dan didukung fundamentalnya, diprediksi laju TLKM masih akan menguat terbatas dan menunggu sentimen fundamental yang menggerakan TLKM. Saat ini level support berada pada Rp2600 hingga resistance Rp2790.

Sumber : Vibiznews

Data BPS September, Ekspor Indonesia Dilaporkan Turun

Badan Pusat Statistik melaporkan pada rilis data September bahwa nilai ekspor Indonesia untuk kinerja di bulan Juli 2014 mencapai US$14,18 miliar atau mengalami penurunan sebesar 7,99 persen dibanding ekspor Juni 2014. Demikian juga bila dibanding Juli 2013 mengalami penurunan sebesar 6,03 persen.
Dikemukakan bahwa ekspor nonmigas pada bulan Juli 2014 hanya mencapai US$11,63 miliar, turun 7,86 persen dibanding Juni 2014, demikian juga bila dibanding ekspor Juli 2013 turun 9,17 persen.
Secara kumulatif nilai ekspor Indonesia Januari- Juli 2014 mencapai US$103,00 miliar atau menurun 2,97 persen dibanding periode yang sama tahun 2013, demikian juga ekspor nonmigas mencapai US$84,77 miliar atau menurun 3,17 persen.
Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting mengemukakan bahwa pada analisa kurs BI hari ini Dollar Amerika Serikat terpantau bergerak terdesak turun sekitar -0.74 % terhadap mata uang Rupiah pada perdagangan valuta asing dari awal Juli hingga pekan ini.

Sumber : Vibiznews

Sunday, 31 August 2014

Harga Emas LLG Kembali Dapat Tumpuan Geopolitik, Nilai Dollar AS Beri Perlawanan

Harga emas LLG pada penutupan perdagangan pekan lalu, 25-29 Agustus 2014, terpantau ditutup dengan penguatan secara agregat sepekan. Penguatan harga emas LLG disebabkan oleh faktor kembalinya dorongan fundamental dari peningkatan tensi konflik Ukraina-Rusia meskipun pergerakn Dollar AS terus menekan pergerakan hampir sepanjang pekan.
Pergerakan harga emas pada pekan lalu, terpantau lebih didominasi dalam trend penguatan sepanjang pekan. Tercatat, 3 dari 5 hari perdagangan sepanjang pekan lalu diwarnai dengan peningkatan harga emas spot. Walaupun demikian, pergerakan sepanjang pekan lalu lebih didominasi oleh tekanan dari pergerakan bursa global dan juga nilai Dollar AS.
Pada awal pekan, tekanan nilai Dollar AS dan bursa saham global sangat terlihat di dua hari awal perdagangan. Pergerakan yang masih minim sentimen pada kedua hari tersebut membuat tindakan investor lebih dilandasi oleh fluktuasi Dollar AS dan pergerakan bursa global meskipun dalam kedua hari tersebut pergerakan emas tidak searah.
Pergerakan harga emas di hari pertama perdagangan, harus ditutup melemah akibat penguatan nilai Dollar AS dan bursa saham global. Penguatan kedua hal tersebut memicu pelemahan daya beli investor serta peralihan pola investasi dari safe haven yang memiliki return lebih rendah. Namun pergerakan melemah pada hari pertama perdagangan tersebut, cukup tertahan oleh adanya laporang penurunan keyakinan bisnis di Jerman. Laporan keyakinan bisnin Jerman yang turun dari level 108 ke 106,3 memicu penguatan harga emas akibat dorongan sentimen perekonomian Eropa.
Pengaruh pergerakan nilai Dollar AS pun masih terlihat cukup dominan pada perdagangan hari kedua pekan lalu. Sempat tertahannya rally pada Dollar AS sempat membuat harga emas melambung akibat penguatan aksi beli. Penguatan aksi beli pun mendapat support dari kondisi teknikal yang telah jenuh sehingga harga emas sempat melambung. Namun, kembali bergerak menguatnya nilai Dollar AS akibat data keyakinan konsumen AS yang meningkat dari 90,3-92,4 membuat penguatan harga emas tergerus di akhir perdagangan meskipun masih dapat ditutup menguat.
Dasar dorongan penguatan harga emas yang berhasil memicu emas dapat ditutup menguat secara agregat sepekan pun, akhirnya mulai muncul pada perdagangan hari ke-3. Kabar adanya gugatan Ukraina terhadap Rusia terkait laporan keberadaan pasukan Rusia di Ukraina, membuat investor kembali menarik fokus ke konflik kedua negara tersebut. Dampak dari hal tersebut, pergerakan pun terpantau mulai cukup kokoh menghijau sejak Rabu pekan lalu sehingga dapat ditutup menguat meskipun nilai Dollar AS relatif masih tinggi.
Kelanjutan dorongan yang cukup membuktikan kokohnya dorongan geopolitik global pun terpantau pada perdagangan Kamis pekan lalu. Laporan NATO yang menyatakan keberadaaan 1000 pasukan Rusia di Ukraina membuat harga emas kian kokoh menguat. Bahkan data perekonomian AS yang positif pada rilis hari tersebut pun tidak mampun menahan penguatan harga emas. Adapun data-data penting AS tersebut bahkan tergolong sangat vital yakni GDP AS yang dilaporkan naik dari -2,1% ke 4,2% dan klaim pengangguran awal AS yang membaik dari level 299.000 ke level 298.000.
Namun, pergerakan rally harga emas pada 3 hari perdagangan pekan lalu harus diakhir pada perdagangan akhir pekan lalu. Sentimen negatif laporan pendapatan personal AS yang turun membuat indikasi daya beli Amerika Serikat melemah. Adapun data yang menunjukan penurunan pendapat personal AS dari 0,5% ke 0,2% menjadi determinan pelemah selain kembali menguatnya bursa saham global pada hari perdagangan tersebut.
Pada penutupan perdagangan pekan lalu, harga emas LLG terpantau ditutup menguat secara agregat sepekan. Harga emas LLG ditutup menguat 0,51% ke tingkat harga $1.287,20/t oz atau menguat $6,50/t oz.
Sementara pada penutupan perdagangan emas berjangka di Bursa Comex, harga emas juga ditutup menguat secara agregat sepekan. Harga emas berjangka Comex untuk kontrak Desember 2014 ditutup naik 0,56% ke tingkat harga $1.287,4/t oz atau menguat $7,2/t oz.
Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memprediksi harga emas masih akan mendapatkan dorongan penguatan dari faktor geopolitik global pada pekan ini. Namun, pergerakan harus mewaspadai rilis-rilis data penting seperti data manufaktur AS, rapat ECB dan BoE, GDP Uni Eropa, dan data pekerja AS sebagai dfaktor-faktor yang diperkirakan akan menjadi sentimen kuat. Terkait pergerakan harga, range normal diprediksi akan berada di kisaran $1.260-$1.310 pada emas LLG dan $1.265-$1.310 pada emas berjangka Comex kontrak Desember 2014.

Sumber : Vibiznews

Bursa Saham Asia Melemah Jelang Rilis Data PMI China

BESTPROFIT FUTURES (1/9) - Bursa Saham Asia melemah, dipimpin oleh saham-saham alat kesehatan, hal tersebut akibat para investor mengkaji eskalasi ketegangan di Ukraina yang akan memicu sanksi baru terhadap Russia dan menunggu rilis data manufaktur China.

Indeks MSCI Asia Pacific melemah sebesar 0.1% ke level 147.81 pukul 9:02 pagi waktu Tokyo. Pada Agustus lalu indeks acuan tersebut mengalami penurunan sebesar 0.6%, penurunan bulanan pertama sejak April lalu. Pemerintah Uni Eropa menyepakati untuk memberikan sanksi baru jika konflik di Ukraina semakin memburuk, sehingga European Commission dalam sepekan terakhir membuat proposal yang diperkirakan akan menargetkan sanksi kepada sektor energy dan industri keuangan Russia.

Manufaktur PMI China yang akan dirilis hari ini diperkirakan akan menunjukkan pertumbuhan yang melambat untuk pertama kalinya dalam 6 bulan terakhir, dengan ekonom memeprkirakan berada pada level 51.2, turun dari 51.7 di Juli lalu. Angka pembacaan akhir manufaktur PMI China dari HSBC Holdings Plc dan Markit Economic akan dirilis hari ini, setelah angka pembacaan awal turun di level 50.3, level terendah sejak Mei lalu. Angka pembacaan diatas 50 memberikan sinyal kenaikan.

Indeks NZX 50 Index Selandia Baru melemah sebesar 0.2%. Indeks S&P/ASX 200 Australia satgnan. Indeks Topix Jepang menguat sebesar 0.2% dan Indeks Kospi Korea Selatan menguat 0.1%. Sementara Bursa Saham China dan Hong Kong belum buka. (bgs)

Sumber : Bloomberg

Cari Pinjaman Beli Pesawat Airbus, Saham GIAA Belum Keluar Dari Konsolidasi

PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. mengumumkan tengah mencari pendanaan untuk membeli 18 unit pesawat Airbus. Diperkirakan dan tersebut berjumlah US$810 juta setara dengan Rp9,3 triliun. Garuda mencari pinjaman bertenor 10-12 tahun untuk membeli 8 unit pesawat dengan tipe A320 dan 10 unit pesawat A320 Aircraft incorporting the New Engine Option (neo Aircraft). Kedua jenis pesawat itu akan diproduksi pada 2016-2018 dengan tipe transaksi pinjaman bertenor 10-12 tahun pembiayaan.
Perseroan mengundang calon-calon penawar untuk berpartisipasi dalam proses lelang pembiayaan tersebut. pinjaman yang akan dicari perseroan memiliki skema beli-sewa atau leasing. Pesawat yang akan dibeli itu diperuntukkan bagi anak usaha Garuda, Citilink.
Sebelumnya, GIAA telah memperoleh pinjaman senilai US$200 juta  yang diperoleh dari Emirates NBD dan Standard Chartered Bank yang merupakan sindikasi dari beberapa bank di Timur Tengah.
Secara fundamental kondisi keuangan, neraca perseroan memang tengah tertekan. Tercatat Rasio utang terhadap ekuitas atau debt to equity ratio (DER) Garuda yang tercatat mencapai 1,1 kali, dinilai terlalu ketat untuk mendukung kinerja perseroan. Hingga akhir Juni 2014, total utang Garuda mencapai US$1,2 miliar dengan nilai ekuitas mencapai US$1 miliar. Sehingga, DER perseroan mencapai 1,1 kali dengan utang jatuh tempo tahun ini mencapai US$200 juta-US$300 juta.
Menilik kabar dari lantai bursa perdagangan saham hari Jumat (29/8/14), saham GIAA dibuka pada level 432 dan ditutup pada level 433  dalam kisaran 430 – 436 dan  volume perdagangan saham GIAA mencapai 4 juta lot saham dan terus bertambah
Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting melihat sisi indikator teknikal, harga saham GIAA sejak awal bulan Agustus terlihat terus mengalami penguatan dan saat ini bergerak konsolidasi. Indikator MA sudah bergerak sepanjang bolinger band atas. Selain itu indikator stochastic mulai bergerak ke area jenuh beli.
Sementara indikator ADX terpantau bergerak naik didukung oleh +DI yang juga bergerak flat yang menunjukan pergerakan GIAA dalam konsolidasi. Dengan kondisi teknikalnya dan didukung fundamentalnya, diprediksi laju GIAA akan menguat terbatas dan rawan koreksi dan menunggu sentimen fundamental yang menggerakan GIAA. Saat ini level support berada pada Rp420 hingga resistance Rp440.

Sumber : Vibiznews

Minyak Mentah WTI Turun Pasca Gain Tertinggi Selama 6 Bulan Terakhir

BESTPROFIT FUTURES (1/9) - Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) turun setelah naik tertinggi sejak Februari lalu seiring produksi minyak mentah OPEC meningkat ke level tertingginya dalam satu tahun terakhir. Brent turun di London.
Kontrak berjangka tergelincir sebesar 0,3 persen di New York setelah naik selama empat hari terakhir sejak 29 Agustus kemarin. Organisasi Negara Pengekspor Minyak menaikkan output dari 891.000 barel menjadi 31 juta barel per hari pada bulan lalu, menurut data yang disurvei oleh Bloomberg terhadap perusahaan minyak, produsen dan para analis. Pasukan Irak memasuki kota Amirli, melanggar pengepungan yang diberlakukan oleh militan Negara Islam yang berlangsung selama lebih dari dua bulan, menurut seorang ulama Syiah-Muslim senior . Pasar AS ditutup karena liburan Hari Buruh pada hari ini.
Minyak WTI untuk pengiriman bulan Oktober turun sebesar 25 sen ke level $ 95,71 per barel di perdagangan elektronik di New York Mercantile Exchange dan berada di level $ 95,72 pukul 8:40 pagi waktu Seoul. Volume semua berjangka yang diperdagangkan sebesar 14 persen di bawah rata-rata 100 hari. Minyak mentah WTI melemah sebesar 2,3 persen pada bulan Agustus dan merosot sebesar 2,7 persen tahun ini.
Minyak Brent untuk pengiriman bulan Oktober sebesar 9 sen lebih rendah ke level $ 103,10 per barel di London berbasis ICE Futures Europe exchange. Minyak mentah acuan Eropa diperdagangkan dengan premi sebesar $ 7,38, dibandingkan WTI sebesar $ 7,23 pada akhir pekan lalu. (knc)
Sumber : Bloomberg

Dollar Tahan Gain Jelang Rilis Data Manufaktur

BESTPROFIT FUTURES (1/9) - Dollar mempertahankan gain terhadap mayoritas mata uang lainnya menjelang rilis data manufaktur China dan zona Eropa. Sementara minyak mentah turun dan palladium naik pasca Indeks Standard & Poor 500 menguat ke rekor barunya.

Dollar AS berada pada level $1.3135 per euro pukul 7:58 pagi waktu Tokyo, setelah 29 Agustus lalu naik ke level 1 tahun tertingginya akibat rilis data yang menunjukkan inflasi Zona Eropa bulan lalu melambat ke laju terendahnya sejak 2009 silam. Dollar mendekati level 7 bulan tertingginya terhadap yen. Sementara itu, minyak di New York untuk pertama kalinya turun dalam 5 hari terakhir pada perdagangan elektronik, dengan Bursa Saham AS tutup untuk memperingati Labor Day dan palladium naik sebesar 0.3%. Indeks Berjangka S&P 500 melemah sebesar 0.1% setelah acuan kontrak tersebut ditutup pada level 2,003.37.

Spekulasi para pembuat kebijakan yang akan melanjutkan dukungan mereka terhadap ekonomi ditopang oleh gain bulanan tertinggi sejak Februari lalu pada bursa saham global, sementara dollar menguat dan obligasi reli telah menyebabkan imbal hasilnya tumbang. Meskipun bank sentral dari Australia hingga Zona Eropa pada pekan ini akan mengadakan pertemuan, output manufaktur menjadi fokus utama dengan sektor manufaktur dari China, Japan, India dan Zona Eropa yang dijadwalkan akan rilis hari ini. Di akhir pekan lalu Pemerintah Uni Eropa mengadakan voting guna memberikan sanksi kepada Russia sehingga hal tersebut menyebabkan konflik dengan Ukraina semakin memburuk. (bgs)

Sumber : Bloomberg

Thursday, 28 August 2014

Pemerintah AS Berhasil Recovery Ekonominya, PDB Kuartal Kedua Tetap Melonjak

Pertumbuhan ekonomi AS pada kuartal kedua tahun ini kembali menunjukkan lonjakan seperti yang dilaporkan Biro Analisis Ekonomi untuk perkiraan kedua rilis data PDB kuartal II-2014. Dari laporan biro tersebut menunjukkan   PDB tahunan kuartal kedua secara basis tahunan  naik  4,2 persen, yang lebih tinggi dari perkiraan pertama untuk pertumbuhan sebesar 4 persen.
Pertumbuhan ini disebabkan oleh pertumbuhan  investasi bisnis dan ekspor memberikan kontribusi lebih untuk pertumbuhan. Peningkatan PDB riil pada kuartal kedua ini  terutama tercermin kontribusi positif dari pengeluaran konsumsi pribadi (PCE), investasi persediaan swasta, ekspor, investasi tetap non hunian, negara dan belanja pemerintah daerah, dan investasi tetap perumahan. Impor, yang merupakan pengurangan dalam perhitungan PDB.
Indeks harga untuk pembelian domestik bruto, yang mengukur harga yang dibayar oleh warga AS  meningkat 1,9 persen pada kuartal kedua, peningkatan yang sama seperti pada perkiraan sebelumnya dan indeks ini naik 1,4 persen pada kuartal pertama. Tidak termasuk harga makanan dan energi, indeks harga untuk pembelian domestik bruto meningkat 1,7 persen, dibandingkan dengan peningkatan sebesar 1,3 persen.
Pengeluaran konsumsi pribadi  meningkat 2,5 persen pada kuartal kedua, dibandingkan dengan peningkatan sebesar 1,2 persen pada kuartal pertama. Barang tahan lama meningkat 14,3 persen, dibandingkan dengan peningkatan sebesar 3,2 persen. Barang tahan lama meningkat 1,9 persen pada kuartal kedua, jumlah ini tidak berubah dari sebelumnya. 
Selain itu biro ini juga melaporkan  investasi tetap non hunian meningkat 8,4 persen pada kuartal kedua, dibandingkan dengan peningkatan sebesar 1,6 persen pada kuartal pertama. Investasi dalam struktur nonhunian meningkat 9,4 persen, dibandingkan dengan peningkatan sebesar 2,9 persen.
Jumlah ekspor riil barang dan jasa meningkat 10,1 persen pada kuartal kedua, berbeda dengan penurunan 9,2 persen pada kuartal pertama. Impor riil barang dan jasa meningkat 11,0 persen, dibandingkan dengan peningkatan sebesar 2,2 persen.
Dan untuk pengeluaran konsumsi riil pemerintah federal dan investasi bruto menurun 0,9 persen pada kuartal kedua, dibandingkan dengan penurunan 0,1 persen pada kuartal pertama. Untuk biaya pertahanan nasional meningkat 0,9 persen, berbeda dengan penurunan 4,0 persen.  Dari semua data ini terlihatlah kondisi ekonomi AS pada kuartal kedua tahun ini menunjukkan pertumbuhan yang signifikan.

Sumber : Vibiznews

WHO: Dua puluh Ribu Orang akan Terinfeksi Ebola

BESTPROFIT FUTURES (29/8) - Organisasi Kesehatan Dunia mengatakan wabah mematikan Ebola di Afrika Barat dapat menginfeksi lebih 20.000 orang sebelum dapat dikendalikan.
Badan PBB tersebut mengatakan jumlah kasus kemungkinan sudah lebih tinggi empat kalinya dibandingkan 3.000 orang yang tercatat saat ini.
WHO juga meminta maskapai penerbangan untuk melanjutkan penerbangan "penting" di kawasan, dengan mengatakan pelarangan penerbangan mengancam usaha mengatasi epidemi.
Sampai sejauh ini 1.552 orang tewas di Liberia, Sierra Leone, Guinea dan Nigeria.
Saat mengumumkan rencana aksi WHO dalam mengatasi wabah ini, Asisten Direktur Jenderal WHO Bruce Aylward mengatakan "jumlah kasus sebenarnya kemungkinan dua hingga empat kali lebih tinggi dibandingkan yang saat ini dilaporkan" pada sejumlah daerah.
Pejabat WHO tersebut mengatakan kemungkinan adanya 20.000 kasus "adalah sebuah skala yang saya pikir tidak pernah terpikirkan sebelumnya terkait dengan wabah Ebola".
Rencana aksi WHO memerlukan dana sebesar US$489 juta dalam sembilan bulan ini, di samping 750 pekerja internasional dan 12.000 pekerja nasional di Afrika Barat.
Sumber : BBC

Yen Menguat Seiring Meningkatnya Ketengangan di Ukraina

BESTPROFIT FUTURES (29/8) - Yen menguat terhadap sebagian besar mitra utama seiring meningkatnya ketegangan antara Rusia dan Ukraina mendorong permintaan untuk aset haven.
Mata uang Jepang memangkas kenaikan terhadap dolar pasca laporan menunjukkan ekonomi AS tumbuh lebih cepat dari perkiraan pada kuartal kedua. Yen menguat seiring presiden Ukraina mengadakan pertemuan dengan dewan keamanan, sementara rubel Rusia melemah. Euro mendekati level 11-bulan terendahnya terhadap dolar sebelum data inflasi zona euro dirilis besok sementara Krona Swedia turun tajam dalam delapan pekan terakhir terhadap mata uang bersama pasca penjualan ritel mengalami penurunan.
Yen menguat sebesar 0,2 persen ke level 103,70 per dolar pukul 16:18 di New York. Mata uang Jepang naik sebesar 0,3 persen ke level 136,71 per euro. Euro merosot sebesar 0,1 persen ke level $ 1,3183.
Sumber: Bloomberg

Emas Naik ke Level Satu Pekan Tertinggi Akibat Ketengangan di Ukraina

BESTPROFIT FUTURES (29/8) - Emas berjangka naik ke level tertingginya dalam lebih dari sepekan terakhir akibat meningkatnya ketegangan di Ukraina sehingga mendorong permintaan aset haven. Perak naik.
Presiden Ukraina Petro Poroshenko berjanji untuk meningkatkan pertahanan negaranya terhadap apa yang sebelumnya ia disebut "de facto" dari serbuan Rusia pasca separatis pro-Rusia meningkatkan serangan di wilayah timur. AS mengatakan Rusia mungkin mengarahkan serangan, dan Perancis dan Jerman mengancam pemerintah Presiden Vladimir Putin dengan sanksi lebih lanjut.
Bullion telah naik sebesar 7,3 persen tahun ini akibat kekerasan yang terjadi di Eropa Timur dan Timur Tengah menghidupkan kembali daya beli investor. Penguatan menentang perkiraan bearish dari bank termasuk Goldman Sachs Group Inc, dan emas telah mengungguli langkah-langkah komoditas yang luas, ekuitas global dan Treasuries pada tahun 2014.
Emas berjangka untuk pengiriman Desember naik sebesar 0,5 persen untuk menetap di level $1,290.40 pukul 1:50 di Comex New York, setelah menyentuh level $1,297.60, tertinggi untuk kontrak teraktif sejak 20 Agustus lalu.
Logam mulia mengupas keuntungan pasca sebuah laporan pemerintah menunjukkan ekonomi AS berkembang lebih dari perkiraan sebelumnya pada kuartal kedua. Harga emas turun sebesar 3 persen pada Juli kemarin di tengah kekhawatiran bahwa pertumbuhan yang lebih cepat akan mendorong Federal Reserve untuk menaikkan suku bunga, meredamnya permintaan untuk nilai lindung inflasi. (izr)
Sumber: Bloomberg

Bursa Saham AS Ditutup Turun Terkait Konflik Di Ukraina

BESTPROFIT FUTURES (29/8) - Saham-saham AS turun mengirim Indeks Standard & Poor 500 di bawah level 2.000 terkait kekerasan di Ukraina dan pendapatan ritel yang mengecewakan membayangi data yang menunjukkan pertumbuhan ekonomi melebihi dari perkiraan.
Indeks S & P 500 turun sebesar 0,2 persen ke level 1,996.9 pukul 16:00 di New York, memangkas penurunan sebelumnya sebesar 0,5 persen. Indeks Dow Jones Industrial Average melemah sebesar 41,67 poin, atau 0,2 persen, ke level 17,080.34.
Indeks ekuitas AS rebound sekitar 4,6 persen dari level tiga bulan terendahnya sejak 7 Agustus lalu terkait spekulasi Federal Reserve akan mempertahankan tingkat suku bunga ultra rendahnya seiring menguatnya perekonomian. Indeks S & P 500 ditutup menembus level 2.000 untuk pertama kalinya pada 26 Agustus kemarin. (knc)
Sumber : Bloomberg

Wednesday, 27 August 2014

Ekspor Nonmigas Ke Jepang Dilaporkan Naik, Data Agustus

Ekspor nonmigas ke negara Jepang menurut laporan Badan Pusat Statistik (BPS) terkini menunjukkan kinerja yang membaik dan perkembangan tersebut ditunjukkan dengan adanya kenaikan pada nilai ekspor nonmigas. Nilai pada bulan Juni dilaporkan dapat mencapai nilai 1214.4 juta Dollar AS . 
Sementara itu pada bulan sebelumnya ekspor nonmigas ke negara tersebut hanya mencapai nilai 1161.8 juta Dollar AS. Dengan demikian kinerja ekspor nonmigas pada periode tersebut mengalami peningkatan sebesar + 52.60 juta Dollar AS, atau naik sebesar + 4.52 %.
Data terkini dari Badan Pusat Statistik juga menunjukkan bahwa ekspor nonmigas dari awal tahun ini sampai bulan Juni secara total mencapai angka 7108.3 juta Dollar AS. Perkembangan tersebut menunjukkan adanya penurunan sebesar -1042 juta Dollar AS atau turun sekitar -12.78 %, dimana pada periode yang sama tahun lalu hanya mencapai nilai 8150.3 juta Dollar AS.
Indikator fundamental ekonomi GfK German Consumer Climate dilaporkan turun ke angka 8.6 dari nilai pada periode sebelumnya yaitu 8.9. Penurunan tersebut menunjukkan performa yang lebih buruk dari estimasi sejumlah ekonom, yang memperkirakan akan tetap berada di angka 8.9. Nilai tukar Euro terpantau bergerak turun merespon perkembangan tersebut.

Sumber : Vibiznews

Impor Nonmigas Dari Jepang Dilaporkan Meningkat, Rilis BPS Agustus

Perkembangan impor nonmigas dari negara asal Jepang mengacu kepada laporan Badan Pusat Statistik (BPS) terkini menunjukkan kenaikan. Hal ini ditunjukkan dengan adanya kenaikan pada nilai impor nonmigas dari negara tersebut dimana nilai pada bulan Juni dilaporkan dapat mencapai angka sekitar 1529.2 juta Dollar AS (CIF).
Sementara itu kinerja impor nonmigas pada bulan sebelumnya hanya mencapai nilai 1257.6 juta Dollar AS . Dengan demikian kinerja impor nonmigas pada rentang waktu Mei – Juni mengalami peningkatan sebesar + 271.6 juta Dollar AS, atau sekitar + 21.59 %.
Laporan terkini dari Badan Pusat Statistik juga menunjukkan bahwa impor nonmigas dari awal tahun ini sampai bulan Juni secara total mencapai nilai 8672 juta Dollar AS. Data ini menunjukkan adanya penurunan sebesar -1089.8 juta Dollar AS atau sekitar -11.16 %, dimana pada periode yang sama tahun lalu hanya mencapai nilai 9761.8 juta Dollar AS.
Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting mengemukakan bahwa pada analisa kurs BI hari ini Yen Jepang terpantau bergerak melemah sekitar -2.19 % terhadap mata uang Rupiah pada perdagangan valas dari awal Jui hingga pekan ini.

Sumber : Vibiznews

Emas Turun untuk kali Kedua dalam Tiga Hari Terkait Kurangnya Minat Investor

BESTPROFIT FUTURES (28/8) - Emas berjangka turun untuk kedua kalinya dalam tiga hari terakhir terkait tanda-tanda memudarnya permintaan investor untuk logam sebagai aset alternatif.
Pengelolaan uang telah memangkas spekulasi mereka pada reli emas dalam tiga dari empat pekan terakhir, dan open interest di New York berjangka dan harga opsi mendekati level terendah dalam lima tahun terakhir, data dari pemerintah AS menunjukkan. Indeks Standard & Poor 500 mendatar pasca penutupan di atas level 2.000 untuk pertama kalinya kemarin.
Emas berjangka untuk pengiriman Desember turun sebesar 0,1 persen untuk menetap di level $1,283.40 per ons pada pukul 1:44 di Comex di New York. Harga emas menyentuh level $1,273.40 pada 21 Agustus lalu, terendah sejak Juni lalu.
Harga emas telah meningkat 6,7 persen tahun ini karena kekerasan di Ukraina mendorong permintaan aset haven.
Perak berjangka untuk pengiriman Desember naik sebesar 0,1 persen ke level $19,475 per ons di Comex.
Di New York Mercantile Exchange, platinum berjangka untuk pengiriman Oktober naik kurang dari 0,1 persen ke level $1,419.90 per ons. Palladium berjangka untuk pengiriman Desember melonjak sebesar 0,5 persen ke level $ 894,70 per ons.
Kepemilikan reksadana berbasis paladium yang ditransaksikan dibursa terbesar kemarin tergelincir 3,8 metrik ton menjadi 91,6 ton, penurunan terbesar sejak 2007 lalu, ketika data yang dihimpun oleh Bloomberg dimulai. Aset naik ke rekor tertingginya sebesar 95,9 ton pada 4 Agustus lalu. (izr)
Sumber: Bloomberg

Euro Menguat Dari level 11 Bulan Terendahnya

BESTPROFIT FUTURES (28/8) - Euro naik dari level terendahnya dalam hampir satu tahun terakhir karena dinginnya spekulasi bahwa Bank Sentral Eropa akan menambah stimulus moneter lebih lanjut pada pertemuannya pekan depan.
Mata uang 18-negara (Euro) naik untuk pertama kalinya dalam empat hari terakhir terhadap dolar pasca sebuah laporan Reuters yang mengutip sumber dari pejabat ECB yang tidak dikenal mengatakan bahwa bank sentral tidak mungkin untuk menambah stimulus kecuali laporan inflasi Agustus menimbulkan risiko deflasi. Menteri Keuangan Jerman Wolfgang Schaeuble mengatakan kemarin bahwa komentar oleh Presiden ECB Mario Draghi mengadvokasi dukungan untuk kebijakan fiskal zona euro yang "over-ditafsirkan." Mata uang Selandia Baru menguat, sementara lira Turki naik ke level tertingginya dalam dua pekan terakhir.
Euro menguat sebesar 0,2 persen ke level $1,3195 pukul 14:41 di New York pasca jatuh ke level $1,3153, level terendah sejak 6 September lalu. Euro naik sebesar 0,1 persen ke level 137,12 yen. Dolar melemah sebesar 0,1 persen ke level 103,92 yen setelah menyelesaikan kenaikan selama tujuh hari terakhir itu penguatan terpanjang sejak Juli lalu. (izr)
Sumber: Bloomberg

Saham AS Kehilangan Momentum Seiring Valuasi

BESTPROFIT FUTURES (28/08) - Rally saham yang mendorong Indeks Standard & Poor 500 tembus level 2.000 kehilangan sedikit momentumnya saat ini.
Indeks S & P 500 naik sebesar 0,1 poin ke level 2,000.12 pukul 04:00 waktu New York dengan sekitar jumlah yang sama saham naik seiring dengan saham yang turun. Sekitar 4,2 miliar saham ditransaksikan di bursa AS, yang merupakan volume perdagangan terendahnya sejak 3 Juli lalu, rilis data yang disurvei oleh Bloomberg.
Pasar global terlampaui diatas krisis di Ukraina, Jalur Gaza dan Irak karena para investor memperbaharui spekulasi stimulus yang akan menghidupkan kembali pertumbuhan ekonomi. Aksi unjuk rasa dari Brasil hingga Jepang dan Indeks AS menembus level diatas 2.000 untuk pertama kalinya telah mengirim nilai ekuitas global ke rekor baru tertingginya sebesar $ 66 triliun.
Indeks S & P 500 naik hampir 5 persen sejak 7 Agustus lalu, didorong oleh spekulasi bahwa Federal Reserve akan tetap mempertahankan tingkat suku bunga ultra rendahnya karena menguatnya ekonomi. Presiden Bank Sentral Eropa Mario Draghi juga telah mengisyaratkan para pembuat kebijakan dapat mempertimbangkan memperkenalkan rencana pembelian aset. (knc)
Sumber : Bloomberg