Monday, 23 March 2015

Saham Jepang Bergerak Turun Untuk Pertama Kali Dalam 3 Hari

BESTPROFIT FUTURES MALANG (24/3) - Saham Jepang bergerak turun untuk pertama kalinya dalam tiga hari terakhir karena mata uang yen menuju kenaikan dalam dua hari di tengah spekulasi Federal Reserve yang bersabar untuk menaikkan suku bunga.
Indeks Topix turun 0,3 % ke level 1,587.30 pukul 09:02 pagi di Tokyo, setelah pada penutupan kemarin berada di level tertinggi dalam tujuh tahun terakhir. Lebih dari dua saham yang turun untuk setiap satu saham yang naik. Indeks Nikkei 225 Stock Average turun 0,2 % ke level 19,702.42. Sementara mata uang yen diperdagangkan pada level 119,75 per dolar setelah Wakil Ketua Federal Reserve Stanley Fischer mengatakan tidak akan ada " jalan mulus " untuk suku bunga AS, bahkan jika kenaikan pertama pada akhir 2015 mendatang.
Nilai ekuitas global naik lebih dari $ 2.4 triliun pekan lalu karena para pembuat kebijakan The Fed mengisyaratkan kecepatan yang lebih bertahap dalam pengetatan moneter dari perkiraan sebelumnya. Presiden San Francisco Fed John Williams berbicara kepada para ekonom di Sydney pada hari ini setelah komentar Fischer Senin kemarin di Economic Club of New York.
E-mini berjangka pada indeks Standard & Poor 500 naik 0,1 % setelah indeks acuan ekuitas turun 0,2 % pada Senin kemain di New York. (vck)
Sumber: Bloomberg

Penurunan Saham Transportasi Tekan Bursa AS Pada Sesi Penutupan

BESTPROFIT FUTURES MALANG (24/3) - Saham AS melemah setelah Indeks Standard & Poor 500 menguat sebesar 4 poin dari rekornya, seiring penurunan pada perusahaan transportasi mengimbangi kenaikan pada saham konsumen.
Indeks Dow Jones Transportation Average turun setelah perusahaan kereta api Kansas City Southern memangkas outlook. Indeks Nasdaq Bioteknologi turun 2,2 % setelah menetapkan rekornya pada Jumat kemarin.
Indeks S&P 500 melemah 0,2 % ke level 2,104.44 pada pukul 04:00 sore waktu New York. Indeks Nasdaq Composite merosot 0,3 %.
Indeks S&P 500 dan Indeks Dow masing-masing turun kurang dari 1 % dari catatan yang masih ada sampai tanggal 2 Maret. Indeks Nasdaq Composite Jumat kemarin naik ke level 15 tahun tertinggi, hampir menghapus penurunan sejak akhir bubble dot-com. Indeks S&P 500 pekan lalu melonjak sebesar 2,7 %, dengan melemahnya mata uang dolar, terkait meredanya kekhawatiran tentang kenaikan suku bunga. (knc)
Sumber : Bloomberg

Bursa Saham Eropa Ditutup Melemah 0,7% Pasca Catat Gain Mingguan

BESTPROFIT FUTURES MALANG (24/3) - Bursa Saham Eropa ditutup melemah, setelah mencatat gain mingguan ke-7 yang sekaligus mendorong ekuitas tersebut mendekati level tertingginya sepanjang sejarah.

Indeks Stoxx Europe 600 melemah 0.7% ke level 401.24 pada sesi pentupan perdagangan saham dengan memangkas penurunan awal sebesar 1%. Acuan ekuitas tersebut mengakhiri hari Jumat lalu naik 0.4% dari rekor penutupan pada Maret 2000 silam yang melampaui perkiraan dari 12 survei analis oleh Bloomberg pada Januari lalu. Sementara pekan lalu Indeks FTSE 100 untuk pertama kalinya naik diatas level 7,000 dan hari ini menguat 0.2%.

Pekan lalu Indeks Stoxx 600 melampaui level tertingginya seperti yang tercapai pada tahun 2007 silam terkait spekulasi bahwa Federal Reserve tidak akan terburu-buru dalam menaikkan suku bunga. Sepanjang tahun 2015 ini indeks acuan Eropa telah reli 17% ditengah optimisme bahwa stimulus dari ECB (European Central Bank) akan memulihkan perekonomian Zona Eropa, sementara pelemahan euro akan mendorong laba perusahaan. Reli bulan ini telah mendorong saham-saham perusahaan pada Bursa Eropa mencatat level tertingginya terhadap estimasi pendapatan perusahaan dalam satu dekade terakhir ini.

Sementara itu, para investor juga mengkaji pidato Presiden ECB Mario Draghi dihadapan Parlemen Eropa. Saat pembukaan pidatonya, dia mengesampingkan kekhawatiran bahwa rencana pelonggaran kuantitaif ECB akan terhambat oleh kekurangan obligasi yang ada untuk dibeli. (bgs)

Sumber : Bloomberg

Sunday, 22 March 2015

Harga Minyak Melonjak Akhiri 4 Minggu Penurunan

BESTPROFIT FUTURES MALANG (23/3) - Harga minyak mentah di bursa komoditas Amerika Serikat di akhir perdagangan pekan lalu mengalami kenaikan harian yang mengesankan (23/3). Harga komoditas ini melonjak kencang di akhir perdagangan dan mengakhiri fase penurunan mingguan yang telah terjadi selama 4 minggu sebelumnya. Dollar mengalami penurunan di tengah kembalinya ketidakpastian mengenai pergerakan suku bunga acuan. Melemahnya dollar mengangkat minat para investor terhadap komoditas yang diperdagangkan dalam dollar.
 
Dollar mengalami pelemahan pada hari Jumat lalu di tengah ekspektasi bahwa Fed akan menaikkan suku bunga acuan dengan kecepatan rendah. Euro menguat terhadap dollar setelah para pemimpin Yunani dan Jerman mencapai nota kesepakatan mengenai usaha untuk mempertahankan Yunani di Eurozone.
Di samping melemahnya dollar kenaikan harga minyak juga didukung oleh penurunan produksi pengeboran minyak di Amerika Serikat. Minggu lalu jumlah kegiatan pengeboran dikurangi 41 menjadi 825, angka paling rendah sejak tahun 2011.

Harga minyak mentah berjangka jenis WTI untuk kontrak Mei yang merupakan kontrak paling aktif saat ini ditutup melonjak kencang. Di akhir perdagangan harga minyak WTI tersebut mengalami kenaikan sebesar 1,76 dollar atau 4 persen pada posisi 45,72 dollar per barel. Peningkatan harian tersebut merupakan yang paling tajam sejak tanggal 12 Februari lalu. Sementara itu secara mingguan harga mengalami kenaikan sebesar 2,97 persen.

Harga minyak mentah Brent untuk kontrak paling aktif yaitu Mei mengalami peningkatan sebesar 1,6 persen di level 55,20 dollar per barel. Harga sempat mengalami penurunan ke posisi 53,55 dollar. Harga minyak Brent menguat 1 persen sepanjang minggu.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bahwa pergerakan harga minyak mentah jenis WTI kontrak paling aktif pada perdagangan hari ini berpotensi untuk bergerak menguat terbatas. Meskipun masih tidak terlalu kuat, sentiment positif mulai menguasai pergerakan harga minyak mentah.

Untuk perdagangan hari ini harga minyak mentah WTI kontrak April diperkirakan akan mengalami level resistance di 47,00 dollar. Resistance selanjutnya ada di 48,00 dollar. Jika terjadi pergerakan retreat sehingga harga melemah support akan ditemui pada posisi 44,00 dollar dan 43,00 dollar.

Sumber : Vibiznews

Kontribusi Terhadap Perekonomian Masih Kecil, Ekspor Produk Industri Pengolahan Turun

BESTPROFIT FUTURES MALANG (23/3) - Badan Pusat Statistik (BPS) pada pekan lalu telah merilis neraca perdagangan Indonesia bulan Februari 2015 yang dalam laporannya berhasil kembali mencatat surplus sebesar 0,74 miliar dolar Amerika Serikat (AS). Surplus ini relatif stabil jika dibandingkan dengan surplus pada Januari 2015 yang tercatat sebesar 0,75 miliar dolar AS. Pencapaian tersebut ditopang oleh surplus neraca migas maupun nonmigas. 
Ekspor nonmigas untuk industri pengolahan pada bulan Februari lalu mencatat penurunan sebesar 8,6 persen. Dilihat dari kontribusinya terhadap ekspor keseluruhan Januari-Februari 2015, kontribusi ekspor nonmigas produk industri pengolahan adalah sebesar 68.43 persen.
Beberapa komoditi yang termasuk dalam produk industri pengolahan mencatatkan penurunan ekspor yang cukup besar, seperti mesin/peralatan listrik sebesar US$42.3juta (5.89%), alas kaki US$64juta (16.19%), sedangkan perangkat optik mencatat kenaikan sebesar US$7.5juta (15%). 
Berdasarkan data statistik perdagangan terkini yang dikeluarkan oleh BPS, menunjukkan bahwa peran industri pengolahan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional menunjukkan tren yang terus menurun. Hal ini ditandai dengan kontribusi peran industri pengolahan terhadap pendapatan negara yang terus menurun. Dapat disimpulkan bahwa sektor industri belum mampu menggerakkan pertumbuhan dan daya saing ekonomi,
Untuk saat ini produk industri pengolahan dalam negeri yang berpotensi di ekspor seperti produk tekstil, kayu olahan, mebel/furniture dan peralatan elektronik. Sedangkan negara tujuan utama untuk ekspor industri pengolahan ini antara lain AS, Tiongkok, Jepang, Jerman, Turki, Korea Selatan.
Analys Vibiz Research Center mengemukakan bahwa kinerja saham untuk sektor terkait di Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk tiga bulan ini yaitu sektor industri nampak menunjukkan kinerja yang positif dimana indeks saham untuk sektor MISC-IND mengalami kenaikan sekitar 3.57 % dalam 3 bulan terakhir. Sementara untuk indeks BASIC-IND menunjukkan penurunan sekitar -4.11% dalam 3 bulan terakhir.

Sumber : Vibiznews

Saham Asia Kembali Menguat Seiring Peningkatan Harga Emas

BESTPROFIT FUTURES MALANG (23/3) - Saham Asia naik mengirim indeks saham regional memperpanjang penguatannya ke level tertinggi dalam enam bulan terakhir pasca meningkatnya spekulasi bahwa suku bunga AS akan ditahan mendekati nol persen sampai pertengahan tahun ini mendorong ekuitas global catat kenaikan mingguan terbesar sejak 2013 lalu. Sementara itu, harga minyak mentah turun, emas naik.
Indeks MSCI Asia Pacific naik untuk hari kelima berturut-turut, naik sebesar 0,6 persen pukul 09:19 di Tokyo. Indeks Topix Jepang naik sebesar 0,7 persen. Indeks Standard & Poor 500 berjangka menguat 0,1 persen pasca pekan lalu indeks catat perfoma terbaik sejak awal Februari lalu. Minyak AS anjlok sebesar 1,2 persen, setelah naik sebesar 4 persen pada Jumat lalu, Arab Saudi mengatakan tengah mengeksplorasi minyak mendekati rekor jumlah minyak mentah. Emas memperpanjang kenaikan mingguan tertinggi dalam dua bulan terakhir. Indeks Bloomberg Dollar Spot jatuh, mengirim turun untuk hari kedua menjadi 1,4 persen. Mata uang emerging market mengalami penguatan.
Nilai ekuitas global meningkat sekitar US$2.4 triluin pekan lalu karena Federal Reserve mengisyaratkan memperlambat kecepatan pengetatan moneter dari perkiraan sebelumnya di tengah ekonomi yang moderat. Hal itu cukup member tekanan terhadap dolar, dengan indeks dolar catat penurunan tajam sejak 2011 lalu. Minggu kemarin, China Petroleum & Chemical Corp melaporkan laba tahunan yang terendah sejak awal krisis keuangan global di tengah merosotnya harga minyak sebesar 46 persen. Taiwan akan mengupdate tingkat pengangguran hari ini dan Singapura akan merilis laju inflasi.
Indeks Australia S&P/ASX 200 stagnan di 50 menit pertama awal perdagangan, sedangkan indeks NZX 50 turun sebesar 0,2 persen di Wellington. Sementara, indeks Kospi di Seoul. Kedua indeks Nasdaq Composite dan Stoxx Europe 600 naik 0,5 persen dari rekor level tertingginya pekan lalu. (izr)
Sumber : Bloomberg

Emas Lanjutkan Kenaikan Mingguannya Pasca Dolar Anjlok Tajam Sejak 2011

BESTPROFIT FUTURES MALANG (23/3) - Emas menuju gain terpanjang sejak Oktober lalu, naik untuk hari keempat berturut-turut, akibat dolar catat performa mingguan terburuk pasca Federal Reserve menurunkan proyeksi kenaikan suku bunga AS.
Bullion untuk pengiriman segera naik sebanyak 0,4 persen ke level $1,187.31 per ons dan berada di level $1,186.68 pukul 8:01 di Singapura, menurut harga generik Bloomberg. Logam meningkat sebesar 2,1 persen pekan lalu, rebound dari level terendahnya dalam tiga bulan terakhir pada jumat lalu, seiring dengan pelemahan indeks Dolar Bloomberg sebesar 2,2 persen.
Ketua The Fed Janet Yellen menyarankan pekan lalu bahwa bank sentral AS tidak akan terburu-buru dalam menaikkan suku bunga, bahkan seiring dengan pernyataan pasca pertemuan kebijakan menunjukkan para pejabat otoritas menjatuhkan janji untuk bersabar terkait pengetatan kebijakan moneter. Pedagang telah melepas emas dalam mengantisipasi biaya pinjaman yang lebih tinggi, yang biasanya mengirim investor beralih pada aset dengan prospek hasil yang lebih baik seperti saham.
Para Pejabat The Fed pada 18 Maret lalu menurunkan perkiraan mereka untuk biaya pinjaman pada akhir 2015 menjadi 0,625 persen, dari perkiraan bulan Desember yang sebesar 1,125 persen. Perdagangan emas berbanding terbalik dengan mata uang AS.
Emas untuk pengiriman April ditransaksikan pada level $1,186.30 di Comex dari level $1,184.60 pada penutupan pada jumat lalu.
Perak untuk pengiriman segera naik sebesar 0,5 persen ke level $16,834 per ons, memperpanjang kenaikan menjadi 7 persen pekan lalu. Spot platinum naik sebesar 0,1 persen menjadi $ ,140.13 per ons, sedangkan paladium turun sebesar 0,1 persen ke level $ 776,10 per ons. (izr)
Sumber: Bloomberg

Saham Jepang Menuju Ke Level Tertingginya Dalam 7 Tahun Terakhir

BESTPROFIT FUTURES MALANG (23/3) - Saham Jepang bergerak naik, dengan indeks Topix menuju level tertinggi dalam tujuh tahun terakhir, karena ekuitas global yang kembali reli di tengah ekspektasi terhadap Federal Reserve agar bersabar dalam menaikkan suku bunga.
Indeks Topix naik 0,2 % ke level 1,583.14 pukul 09:01 pagi di Tokyo, bersiap untuk penutupan tertinggi sejak November 2007 lalu, setelah membatasi kenaikan mingguan kesembilan. Indeks Nikkei 225 Stock Average naik 0,1 % ke level 19,584.73. Sementara mata uang yen diperdagangkan pada level 119,95 per dolar setelah pekan lalu menguat sebesar 1,1 %. Lebih dari $ 2,4 triliun ditambahkan ke nilai saham global dalam lima hari terakhir sampai 20 Maret karena The Fed mengisyaratkan bersabar dalam menaikkan suku bunga.
Indeks Topix naik 12 % tahun ini pada pekan lalu, menjadikannya pemain terbaik di antara pasar ekuitas Asia yang di pantau oleh Bloomberg, didukung oleh stimulus bank sentral dan stok pembelian dan pergeseran dana pensiun senilai $ 1.1 triliun dari obligasi ke saham negara tersebut. Tiga dana pensiun publik Jepang lainnya senilai ¥ 30.3 triliun ($ 252 miliar) mereka mengatakan pekan lalu akan mengadopsi target aset alokasi serupa dengan Dana Pensiun Investasi Pemerintah, menurut pernyataan bersama di situs Web mereka.
E-mini berjangka pada Indeks S&P 500 naik 0,1 % setelah indeks acuan mendasari reli sebesar 0,9 % pada Jumat lalu, sementara Indeks Nasdaq Composite menguat ke level tertinggi dalam 15 tahun terakhir. (vck)
Sumber: Bloomberg

Thursday, 19 March 2015

IHSG Berpeluang Menguat Jelang Akhir Pekan

BESTPROFIT FUTURES MALANG (20/3) - Gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan melanjutkan penguatan pada perdagangan saham Jumat pekan ini.

Analis PT Asjaya Indosurya Securities, William Suryawijaya menuturkan, target IHSG untuk kembali mengukir rekor baru melampaui level resistance 5.514 kembali terbuka lebar. Hal itu dapat terjadi bila support 5.401 masih terjaga kuat.

"IHSG berpotensi melanjutkan kenaikan pasca melakukan technical rebound," ujar William dalam ulasannya, Jumat (20/3/2015).

Sementara itu, riset PT Sinarmas Sekuritas menyebutkan, IHSG bergerak menguat di kisaran level 5.435-5.478 pada perdagangan saham menjelang akhir pekan ini.

Ada sejumlah sentimen yang pengaruhi laju IHSG antara lain penguatan nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Ditambah AS akan merilis data initial jobless claims yang diperkirakan naik 2.000 ke 301 ribu.

Untuk rekomendasi saham, William memilih sejumlah saham yang dapat diperhatikan pelaku pasar antara lain saham PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Jasa Marga Tbk (JSMR), dan PT Pakuwon Jati Tbk (PWON).

Sedangkan riset PT Sinarmas Sekuritas menuliskan saham-saham yang dapat diperhatikan yaitu saham PWON, PT Summarecon Agung Tbk (SMRA), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), dan PT Charoen Phokpand Indonesia Tbk (CPIN). (Ahm/)


Sumber : Liputan6

Sentimen Suku Bunga The Fed, Antarkan Emas Pangkas Gain Dari Level 2 Pekan Tertinggi

BESTPROFIT FUTURES MALANG (20/3) - Emas memangkas gain setelah hampir mencapai level 2 pekan tertingginya ditengah adanya kecemasan baru bahwa Federal Reserve akan meningkatkan suku bunga AS, meskipun The Fed sendiri memangkas outlook suku bunga pinjaman.

The Fed menurunkan komitmen bersabar terkait pengetatan kebijakan pada pernyataannya hari Rabu kemarin ditengah The Fed menurunkan proyeksi suku bunga di akhir tahun 2015 ini. Sementara dolar mengalami rebound dengan mencatatkan kenaikan sebesar 1.5% terhadap 10 mata uang lainnya terkait spekulasi bahwa suku bunga pinjaman yang akan naik ditengah ekonomi negara lainnya melakukan pelonggaran moneter.

Peningkatan suku bunga menurunkan daya tarik emas karena logam mulia secara umum memberikan return hanya dengan kenaikan harga, hal tersebut mengantarkan para investor kepada aset dengan prospek imbal hasil yang lebih baik seperti obligasi. Sedangkan kepemilikan pada ETF (exchange-traded fund) berbasis emas mencatat penurunan mingguan ke-3 secara beruntun akibat para investor yang telah meninggalkan emas terkait antisipasi kenaikan suku bunga pinjaman.

Emas untuk pengiriman segera naik sebesar 0.3% dengan ditutup di level $1,171.18 per ounce, menurut harga dari Bloomberg. Sebelumnya emas sempat naik dengan mencapai level $1,177.96 yang sekaligus level tertingginya sejak 6 Maret lalu. (bgs)

Sumber : Bloomberg

Outlook Suku Bunga The Fed Angkat Dolar Rebound dari Penurunan Terbesar

BESTPROFIT FUTURES MALANG (20/3) - Dolar rebound dari penurunan terbesarnya dalam 6 tahun terakhir di tengah spekulasi Federal Reserve yang tetap akan menaikkan suku bunga pada tahun ini bahkan setelah memangkas proyeksi suku bunga acuan.
Mata uang Dolar AS menguat terhadap 13 dari 16 mata uang utama pasca The Fed semakin mendekati untuk tingkat yang lebih tinggi dengan latar belakang pelonggaran global, yang dipimpin oleh Bank Sentral Eropa (ECB) dan Bank of Japan (BOJ). Ketua Fed Janet Yellen tidak akan mengabaikan kenaikan suku bunga pada awal Juni mendatang setelah bank sentral menghapus komitmennya untuk bersabar pada pengetatan kebijakan moneter hari Rabu.
Indeks Spot Dollar Bloomberg, yang mengukur kinerja mata uang terhadap 10 mata uang utama, naik 1,4 % ke level 1,211.18 pada pukul 15:05 siang waktu New York, menghentikan penurunan selama tiga hari. Indeks tersebut mencapai level 1,222.12 pada tanggal 13 Maret lalu, yang merupakan level tertingginya berdasarkan harga penutupan untuk kembali ke tahun 2004 silam.
Mata uang AS menguat 2 % ke level $ 1,0644 per euro, kenaikan pertamanya dalam 4 hari terakhir. Dolar naik 0,7 % ke level 120,94 yen.
Indeks Dollar Bloomberg kemarin melemah sebesar 1,8 %, merupakan penurunan terbesarnya sejak The Fed mengumumkan pembelian imbal hasil obligasi bulan Maret 2009, seiring ekspektasi dari bank sentral AS hampir setengahnya untuk menaikan suku bunga pada akhir tahun ini. Perkiraan para anggota The Fed, suku bunga di akhir tahun 2015 ini sebesar 0,625 %, dibandingkan dengan perkiraan bulan Desember tahun lalu sebesar 1,125 %. (knc)
Sumber : Bloomberg

Melemahnya Saham Energi, Jatuhkan Bursa AS 0.5% di Sesi Penutupan

BESTPROFIT FUTURES MALANG (20/3) - Bursa Saham AS ditutup melemah, setelah mengalami reli pada hari Rabu kemarin terkait pernyataan kebijakan Federal Reserve, pelemahan hari ini akibat anjloknya saham perbankan dan perusahaan energi pasca penurunan harga minyak.

Indeks Standard & Poor 500 melemah 0.5% ke level 2,089.40 pukul 4 sore ini waktu New York. Sementara Indeks Nasdaq Composite menguat 0.2% setelah sempat kembali mencapai level 5,000.

Indeks S&P 500 berada pada laju sesi ke 22 secara beruntun tanpa kenaikan yang sekaligus sesi penurunan terpanjangnya sejak pelemahan selama 23 hari pada Juni 2010 silam. Indeks acuan tersebut tidak pernah turun selama 4 hari beruntun di tahun 2014 kemarin.

Sementara itu, dolar rebound dari penurunan tertajamnya terhadap euro dalam waktu 6 tahun terakhir. Indeks Spot Dolar Bloomberg mendulang gain 1.4% yang sekaligus menghentikan penurunan selama 3 hari terakhir.

Kemarin Indeks S&P 500 menguat sebesar 1.2% setelah The Fed menyatakan bahwa rilis data mengisyaratkan pertumbuhan ekonomi telah memasuki masa moderat. Bank Sentral AS tersebut juga menyatakan bahwa kenaikan suku bunga di bulan April mendatang sepertinya tidak akan terjadi dan The Fed tidak akan melakukan pengetatan kebijakan hingga cukup yakin dengan inflasi akan kembali ke targetnya dan pasar tenaga kerja kembali membaik. (bgs)

Sumber : Bloomberg

Pasca Pernyataan The Fed Antarkan Saham Eropa Berakhir Menguat

BESTPROFIT FUTURES MALANG (20/3) - Saham Eropa menguat ke level tertingginya sejak tahun 2000, terkait dengan Federal Reserve mengakui moderasi dalam pertumbuhan ekonomi, memicu spekulasi bahwa The Fed  tidak akan terburu-buru untuk menaikkan suku bunga.
Sebanyak 16 dari 19 kelompok industri pada Indeks Stoxx Europe 600 naik, dipimpin oleh perusahaan-perusahaan energi. Saham Royal Dutch Shell Plc naik 1,2 %, sementara saham Premier Oil Plc melonjak sebesar 8,1 %, yang merupakan kenaikan terbesarnya di Indeks Stoxx 600.
Indeks Stoxx 600 naik 0,6 % ke level 400,98 pada pukul 4:30 sore waktu London. Ekuitas kemarin naik diikuti saham Inggris setelah presentasi anggaran dan saham Swedia melonjak setelah menurunkan suku bunga acuan. Indeks Stoxx 600 telah melonjak sebesar 17 % pada tahun ini.
The Fed memangkas estimasi untuk suku bunga acuan AS pada akhir tahun 2015, mengurangi kekhawatiran bahwa memperketat kebijakan moneter yang akan menghambat permintaan untuk aset berisiko dan mengirim penguatan mata uang dolar. (knc)
Sumber : Bloomberg

Wednesday, 18 March 2015

The Fed Pangkas Outlook Suku Bunga, Emas Mencatat Kenaikan Tajam di Sesi Penutupan

BESTPROFIT FUTURES MALANG (19/3) - Harga emas naik tajam sejak Januari kemarin menyusul Federal Reserve menyatakan bahwa meningkatkan suku bunga bulan depan kemungkinan tidak akan terjadi dan The Fed memangkas outlook suku bunga pinjaman.

Pertumbuhan ekonomi AS telah memasuki Ã…“sedikit moderat dan laju inflasi telah berlanjut menurun dibawah target The Fed, hal itu disampaikan Federal Open Market Committee pada hari Rabu waktu AS. Bank Sentral AS menurunkan perkiraan rata-ratanya terkait suku bunga diakhir tahun 2015 ini sebesar 0.625%, dibandingkan dengan 1.125% pada perkiraan Desember tahun kemarin.

Sepanjang tahun 2015 ini emas telah mengalami penurunan sebesar 1,4% ini terkait kekhawatiran bahwa suku bunga yang akan dinaikkan, sehingga hal tersebut memangkas daya tarik logam mulia yang secar umum memberikan return melalui kenaikan harga. Acuan suku bunga sendiri telah mendekati 0 sejak tahun 2008 silam.

Emas untuk pengiriman segera naik sebesar 1.6% dengan ditutup di level $1,167.61 per ounce yang sekaligus mencatatkan gain tertingginya sejak 30 Januari lalu.

Sementara itu, para investor telah meninggalkan emas atas antisipasi kenaikan suku bunga pinjaman dalam waktu terdekat dan beralih ke aset dengan prospek imbal hasil yang lebih baik seperti obligasi dan ekuitas. Pada bulan Maret ini lebih dari $4 miliar telah beralih dari nilai reksadana berbasis bullion yang diperdagangkan di bursa yang juga merupakan penurunan bulanan tertajam sejak September tahun kemarin. (bgs)

Sumber : Bloomberg

Dolar Merosot Tajam Sejak 2009 Pasca The Fed Pangkas Perkiraan Suku Bunga

BESTPROFIT FUTURES MALANG (19/3) - Dolar merosot tajam dalam 6 tahun terakhir setelah Federal Reserve pangkas perkiraan suku bunga AS, The Fed mencabut janji untuk tetap "bersabar" menaikkan tingkat suku bunga.
Mata uang Dolar AS melemah terhadap sebagian besar mata uang utama seiring pejabat bank sentral hampir setengahnya dari mereka memperkirakan untuk target tingkat tahun ini. Dolar berada di level terendahnya dalam 6 bulan terakhir, dengan para pedagang meningkatkan spekulasi untuk kenaikan lebih lanjut ke rekor tertingginya, karena The Fed mendekati pengetatan untuk pertama kalinya dalam hampir satu dekade terakhir.
Indeks Spot Dolar Bloomberg, yang mengukur kinerja mata uang terhadap 10 mata uang utama, merosot sebesar 1,75 % ke level 1,194.89, yang merupakan penurunan terbesarnya sejak The Fed mengumumkan pembelian obligasi pada Maret 2009 lalu. Pada hari Jumat, indeks tersebut mencapai level tertingginya berdasarkan harga penutupan kembali pada tahun 2004 silam.
Dolar melemah sebesar 1 % ke level 120,11 yen dan anjlok sebesar 2,5 % ke level $ 1,0864 per euro. (knc)
Sumber : Bloomberg

The Fed Pangkas Outlook Suku Bunga, Angkat Emas Naik Tajam Sejak Januari

BESTPROFIT FUTURES MALANG (19/3) - Harga emas naik tajam sejak Januari kemarin menyusul Federal Reserve menyatakan bahwa meningkatkan suku bunga bulan depan kemungkinan tidak akan terjadi dan The Fed memangkas outlook suku bunga pinjaman.

Pertumbuhan ekonomi AS telah memasuki Å“sedikit moderat dan laju inflasi telah berlanjut menurun dibawah target The Fed, hal itu disampaikan Federal Open Market Committee pada hari Rabu waktu AS. Bank Sentral AS menurunkan perkiraan rata-ratanya terkait suku bunga diakhir tahun 2015 ini sebesar 0.625%, dibandingkan dengan 1.125% pada perkiraan Desember tahun kemarin.

Hingga tanggal 17 Maret kemarin emas telah mengalami penurunan sebesar 3% sepanjang tahun 2015 ini terkait kekhawatiran bahwa suku bunga yang akan dinaikkan, sehingga hal tersebut memangkas daya tarik logam mulia yang secar umum memberikan return melalui kenaikan harga. Acuan suku bunga sendiri telah mendekati 0 sejak tahun 2008 silam.

Emas untuk pengiriman segera naik sebesar 1.3% ke level $1,164.39 per ounce pukul 2:37 sore ini waktu New York yang sekaligus mencatatkan gain tertingginya sejak 30 Januari lalu.

Sementara itu, para investor telah meninggalkan emas atas antisipasi kenaikan suku bunga pinjaman dalam waktu terdekat dan beralih ke aset dengan prospek imbal hasil yang lebih baik seperti obligasi dan ekuitas. Pada bulan Maret ini lebih dari $4 miliar telah beralih dari nilai reksadana berbasis bullion yang diperdagangkan di bursa yang juga merupakan penurunan bulanan tertajam sejak September tahun kemarin. (bgs)

Sumber : Bloomberg

Saham AS Ditutup Menguat Seiring Pernyataan The Fed

BESTPROFIT FUTURES MALANG (19/3) - Saham AS naik, menghentikan penurunan sebelumnya, setelah Federal Reserve mengatakan data pertumbuhan ekonomi telah dimoderasi, memicu spekulasi bahwa The Fed tidak akan terburu-buru untuk menaikkan suku bunga.
Indeks Standard & Poor 500 menguat 1,2 % ke level 2,099.26 pada pukul 16:00 sore waktu New York. Indeks Russell 2000 naik 0,8 % ke rekornya. Indeks Nasdaq Composite meningkat 0,9 %, dan secara singkat naik kembali di atas level 5.000.
Bank sentral mengatakan kenaikan suku bunga pada bulan April kemungkinan tidak akan terjadi dan tidak akan melakukan pengetatan sampai "yakin" inflasi akan kembali ke targetnya dan selanjutnya pasar tenaga kerja akan meningkat. The Fed juga akan "bersabar" dalam menaikkan suku bunga.
Federal Reserve menurunkan perkiraan rata-ratanya terkait suku bunga di akhir tahun 2015 ini sebesar 0,625 %, dibandingkan dengan 1.125 % pada perkiraan bulan Desember tahun kemarin. Perkiraan rata-rata pada akhir tahun 2016 menurun menjadi 1.875 % dari sebelumnya sebesar 2,5 %, menurut ringkasan triwulan Federal Open Market Committee (FOMC) dari perkiraan ekonomi. (knc)
Sumber : Bloomberg

Bursa Eropa Berakhir Menguat Diikuti Saham Inggris

BESTPROFIT FUTURES MALANG (19/3) - Bursa saham Eropa naik diikuti saham Inggris setelah presentasi anggaran dan ekuitas Swedia melonjak setelah menurunkan suku bunga.
Indeks Stoxx Europe 600 naik 0,3 % ke level 398,65 pada penutupan perdagangan, menghapus penurunan sebelumnya sebesar 0,4 %. Investor juga menunggu keputusan kebijakan Federal Reserve untuk menetukan waktu kenaikan suku bunga.
Indeks FTSE 100 Inggris menguat 1,6 % terkait Menteri Keuangan Britania Raya George Osborne menaikkan perkiraan pertumbuhan ekonomi Inggris untuk tahun 2015 dan 2016. Indeks OMX Stockholm 30 melonjak 1,7 % ke rekornya karena bank sentral Swedia memangkas suku bunga acuan dan diperluas program pelonggaran kuantitatif.
Perusahaan pembuat mobil catat penurunan terburuknya di antara 19 kelompok industri, dengan saham Bayerische Motoren Werke AG anjlok sebesar 4,2 % setelah memperkirakan melambatnya pertumbuhan laba pada tahun 2015. Indeks auto jatuh untuk hari kedua, setelah pada hari Senin naik ke rekornya. (knc)
Sumber : Bloomberg

Tuesday, 17 March 2015

Iron Man Hadiahkan Lengan Robotik

BESTPROFIT FUTURES MALANG (18/3) - Robert Downey Jr. yang memainkan peran sebagai Tony Stark dalam film laga Iron Man tergugah hatinya untuk menghadiahi lengan robotik buatan kepada seorang anak yang memerlukan.
Dalam suatu tayangan video yang diunggah ke YouTube, Iron Man melibatkan diri dalam menghadiahkan sebuah lengan bionik kepada Alex Pring, seorang bocah lelaki berusia 7 tahun yang memerlukannya.
Dari situs web University of Cental Florida (UCF), disebutkan bahwa kerja bersama ini melibatkan Albert Manero, seorang mahasiswa S3 bidang mekanika dari UCF.
Mahasiswa penerima beasiswa Fulbright ini memimpin Limbitless Solutions yang secara sukarela menggagas penciptaan lengan-lengan bionik dengan cetakan 3D untuk diberikan kepada anak-anak yang membutuhkan. Bocah penerima lengan buatan dari Iron Man itu dilahirkan dengan lengan kanan yang tidak tumbuh secara sempurna.
Microsoft OneNote mendukung gagasan ini melalui “The Collective Project”, yaitu kampanye yang bertujuan mempertunjukkan bagaimana teknologi menggalang upaya bersama untuk mengubah dunia.

Sumber : Liputan6

Bursa AS Tumbang Jelang Pernyataan The Fed

BESTPROFIT FUTURES MALANG (18/3) - Bursa Amerika Serikat (AS) tumbang ditandai jatuhnya indeks saham Dow dan S&P 500 akibat meningkatnya kegelisahan menjelang pernyataan Federal Reserve (The Fed). Hanya indeks Nasdaq yang berakhir lebih tinggi.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 128,34 poin, atau 0,71 persen ke posisi 17.849,08. Indeks S & P 500 kehilangan 6,91 poin atau 0,33 persen menjadi 2.074,28 poin dan Nasdaq Composite menambahkan 7,93 poin, atau 0,16 persen, ke level 4.937,44 melansir laman Reuters.

Pelemahan ini dipicu investor cemas menanti keputusan Komite Pasar Terbuka The Fed yang akan memulai pertemuan kebijakan dua hari, yang akan diikuti dengan pernyataan dari Ketua Fed Janet Yellen.

Sebagian besar ekonom memperkirakan Fed akan tetap menjalankan rencananya menaikkan suku bunga. Strategi pasar mengatakan dengan atau tanpa perubahan dalam bahasa, the Fed mungkin masih berada di jalur untuk menaikkan suku awal Juni.

"Orang-orang menunggu untuk Fed untuk memberikan sedikit kejelasan," kata Michael O'Rourke, Kepala Strategi Pasar JonesTrading di Greenwich, Connecticut.

Selain kecemasan tentang pernyataan Fed, opsi kadaluarsa juga telah berkontribusi terhadap volatilitas bursa AS, menurut Bruce Zaro, Kepala Strategi Teknis, Bolton Global Asset Management di Boston.

Sementara tingkat yang lebih tinggi akan menjadi tanda kekuatan dalam ekonomi AS, beberapa investor mempertanyakan apakah ekonomi cukup kuat untuk menangani peningkatan biaya pinjaman.

Sekitar 6,1 miliar saham berpindah tangan di bursa AS, di bawah rata-rata 6,6 miliar untuk bulan sampai saat ini, menurut BATS Global Markets.(Nrm)


Sumber : Liputan6