Monday, 2 November 2015

Saham Eropa Naik Terkait Indeks Manufaktur Zona Euro Melebihi Perkiraan

BESTPROFIT FUTURES MALANG (3/11) - Saham Eropa menguat seiring membaiknya data indeks manufaktur yang melebihi perkiraan di wilayah tersebut melampaui output data China yang mengecewakan.
Saham Commerzbank AG melonjak 6,6 % setelah pemberi pinjaman di Jerman mengatakan laba pada kuartalan meningkat 25 %, sementara Chief Executive Officer Martin Blessing bersiap untuk meninggalkan perusahaan. Saham HSBC Holdings Plc turun 0,8 % seiring RBC Capital mengatakan bahwa penurunan laba bank akan menyebabkan analis untuk menurunkan perkiraan mereka. Saham Rio Tinto Group dan BHP Billiton Ltd merosot 1,4 %, menyeret saham penambang sebagai salah satu yang mengalami kinerja terburuk dari 19 kelompok industri pada Indeks Stoxx Europe 600 diiringi kemerosotan harga komoditas.
Indeks Stoxx 600 naik 0,3 % ke level 376,75 pada penutupan perdagangan, membalikkan penurunan sebanyak 0,7 %. Saham tersebut memperpanjang kenaikan sebelumnya seiring rilis data Markit Economics yang menunjukkan output dalam kawasan euro secara tak terduga diperluas pada bulan Oktober karena membaiknya laporan laba perusahaan Jerman. Indeks pembelian manajer (PMI) resmi China pada bulan lalu, tidak sesuai dengan perkiraan dan memicu kembali kekhawatiran tentang pertumbuhan dan permintaan terhadap perekonomian terbesar kedua di dunia.
Indeks Stoxx 600 mencatatkan reli bulanan terbesar dalam 6 tahun terakhir di bulan Oktober pasca Presiden Mario Draghi mengatakan Bank Sentral Eropa akan mempertimbangkan pelonggaran tambahan pada bulan Desember, dan China meningkat langkah-langkah stimulus. Rebound pada ekuitas di kuartalan telah memimpin kenaikan pada produsen mobil, penambang dan produsen energi - kelompok yang mengalami penurunan dalam aksi jual. (knc)
Sumber : Bloomberg

Sunday, 1 November 2015

TRED FEDRATE DAN PASAR KOMODITI

Saat ada ekspetasi besar US FedFundsRate (fedrate) akan naik, harga emas dunia cenderung turun. Ini mungkin berlaku umum namun tak mutlak, karena masih banyak determinan global lainnya. Mengapa begitu? Dalam periode tertentu pergerakan fedrate berkorelasi negatif dengan dinamika harga emas dunia. Fedrate dan harga top komoditi adalah basis acuan aset yang berbeda namun terkait dalam ranah investasi, suatu informasi vital dalam kerangka portofolio investasi.

Di US suku bunga ditetapkan secara bersama oleh The Fed (disebut Board) dan Federal Open Market Committee (FOMC, disebut komite). Board memutuskan tingkat diskonto setelah menerima rekomendasi dari satu atau lebih Regional Federal Reserve Bank. Sementara FOMC memutuskan inisiatif operasi pasar terbuka. Secara historis per tanggal 4 September 2007 fedrate masih 5.25%, harga emas saat itu usd 666.80 per toz (troy ounce). Krisis 2008 telah menurunkan fedrate sangat tajam menjadi 0.25% per 16 Desember 2008, dimana harga emas saat itu melonjak menjadi usd 823.90 per toz. Sejak Desember 2008 sampai September 2011, target rentang fedrate konstan di 0.00-0.25%, sementara harga emas dunia melonjak hingga usd 1890 per toz di September 2011. Setelah harga minyak dunia turun drastis dari usd 111.68 per barrel di April 2011 (sebelumnya Juli 2008 mencapai top usd 144.96 per barrel dan nyemplung ke usd 31.10 per barrel di Desember 2008) menjadi usd 75.42 per barrel di Oktober 2011, harga emas dunia juga turun (dari usd 1890 menjadi usd 1630 per toz). Hingga kni target rentang fedrate masih sama. Namun range itu bakal berubah. Kebijakan baru ini akan mempengaruhi harga emas (Top metal) dan dunia (top energy).

Apa pertimbangan US sehingga melansir pernyataan rencana kenaikan target fedrate lebih dini? Sudah cukup lama fedrate berada di rentang 0.00% - 0.25%. Namun baru-baru ini otoritas/ perumus kebijakan ekonomi US menilai ada tren peningkatan risiko di pasar keuangan dan pembangunan ekonomi global. Tren ini berdampak besar bagi kondisi internal perekonomian US. Komite menilai bahwa data perekonomian terkini mengindikasikan adanya kondisi dan tren yang unfavorable dalam ranah lapangan kerja di negeri Paman Sam. Oleh karena itu, Komite pun melansir kebijakan antisipatif berupa rencana perubahan target range fedrate dalam waktu dekat (sebelumnya dijadwalkan tahun 2016). Kebijakan tersebut diharapkan mampu memperbaiki figur unemployment serta memberikan sentimen positif bagi investasi di sektor riil termasuk US Capital Market.

Bagaimana tren harga komoditi dunia terkait kebijakan US tersebut? Negara US masih berperan dominan dalam pasar komoditi dunia baik di sisi produksi maupun konsumsi (terutama komoditi minyak dan emas). Jika stabilitas harga secara umum (laju inflasi) belum terbentuk di US, maka tren harga komoditi global masih berpeluang besar bergerak fluktuatif dalam jangka pendek.


Tumpal Sihombing
Chief Research Officer
Bestprofit Futures

Pidato Yellen dan Data Makro Ekonomi Warnai IHSG Sepekan

BESTPROFIT FUTURES MALANG (2/11) - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi cenderung melemah namun terbatas pada perdagangan saham sepekan. Sentimen dari regional dan domestik mempengaruhi IHSG.

Analis PT Investa Saran Mandiri Hans Kwee menerangkan, dari regional dipengaruhi oleh pidato Gubernur Bank Sentral Amerika Serikat (AS) Janet Yellen yang menjadi indikasi awal kenaikan suku bunga acuan.

"Tanggal 4 akan bicara ada indikasi awal. Sebelumnya pertumbuhan ekonomi rendah di bawah harapan pasar," kata dia kepada Liputan6.com, Jakarta, Senin (2/11/2015).

Dari dalam negeri, dipengaruhi oleh penyesuaian portofolio saham. Lantaran, saham PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk (HMSP) akan masuk ke pasar.Hans mengatakan, pergerakan IHSG juga dipengaruhi oleh laporan keuangan emiten kuartal III 2015. Ditambah laporan makro ekonomi RI yaitu inflasi.

"Inflasi diperkirakan rendah. Namun risikonya inflasi masih rendah," tutur Hans.

Dia memprediksi IHSG bergerak pada level support 4.414-4.346. Kemudian resistance pada level 4.483-4.500.Hans merekomendasi saham PT AKR Corporindo Tbk (AKRA), PT PP Tbk (PTPP), PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) untuk dicermati pelaku pasar.

Kepala Riset NH Korindo Securities Reza Priyambada mengatakan IHSG bergerak pada support 4.420-4.445 dan resistance pada 4.505-4.615. Dia mengatakan, IHSG cenderung melemah karena maraknya aksi jual.

"Pasca mampu bertahan dari tren pelemahan dengan pergerakan yang berada di zona hijau, laju IHSG kembali melemah seiring maraknya sentimen negatif yang memicu aksi jual. Penguatan sebelumnya hanya kamuflase yang dimanfaatkan untuk profit taking seiring belum nyamannya pelaku pasar pada kondisi saat ini," tulis dia dalam risetnya.I

HSG ditutup melemah  0,38 persen ke level 4.455,18 pada perdagangan saham Jumat, 30 Oktober 2015. Secara mingguan, pergerakan IHSG di periode 26 Oktober 2015-30 Oktober 2015, terkoreksi 4,25 persen dibandingkan penutupan di pekan sebelumnya yang berada di level 4.653,146 poin.

Rata-rata nilai transaksi harian di PT Bursa Efek Indonesia (BEI) naik 78,88 persen menjadi Rp9,65 triliun dari Rp5,39 triliun pada sepekan sebelumnya. Investor asing mencatatkan jual bersih di pasar saham dalam lima hari terakhir dengan nilai Rp 7,83 triliun, dan secara tahunan, aliran dana investor asing di pasar saham masih tercatat aksi jual Rp 17,84 triliun. (Amd/Ahm)


Sumber : Liputan6

Harga Beras Naik Akibat El Nino Kerek Inflasi Oktober

BESTPROFIT FUTURES MALANG (2/11) - Indonesia diprediksi akan mengecap inflasi pada Oktober 2015 atau berbanding terbalik dengan realisasi September yang mencatatkan deflasi 0,05 persen. Alasannya karena bahan pangan mengalami kenaikan harga akibat kemarau berkepanjangan atau El Nino.

Pengamat Ekonomi Universitas Indonesia (UI), Riyanto mengungkapkan, kecenderungan realisasi deflasi tidak akan terjadi secara berurutan, sehingga diramalkan ada inflasi di bulan kesepuluh ini.

"Mungkin inflasinya saya perkirakan kecil ya di bawah 0,2 persen, karena tidak ada peristiwa atau kebijakan yang bikin harga naik," ujarnya saat berbincang dengan Liputan6.com, Jakarta, Senin (2/11/2015).

Inflasi, kata Riyanto, disumbang dari kenaikan harga jual komoditas pertanian, seperti beras, sayur mayur akibat musim kering berkepanjangan karena El Nino. Ia bilang, saat ini terjadi paceklik atau bergesernya musim panen.

"Tapi sampai akhir tahun saya pikir akan mencapai target bahkan inflasi bisa di bawah 4 persen," paparnya.

Berbeda, Kepala Ekonom Danareksa Research Institute Damhuri Nasution memproyeksikan, Oktober ini, Indonesia akan mendulang deflasi 0,02 persen (month to month/MoM) dan inflasi tahunan diperkirakan 6,32 persen.

Sementara Ekonom DBS Group Research, Gundi Cahyadi memperkirakan inflasi tahunan akan mengarah ke angka 6,4 persen dan inflasi inti 5,1 persen pada Oktober ini (year on year/YoY).

"Indonesia harus tetap hati-hati ke depan, karena inflasi inti telah‎ bergerak meningkat sejak 2014. Sebab inflasi masih dibayang-bayangi pelemahan kurs rupiah serta risiko kenaikan harga makanan akibat El Nino," ucap Gundi.

Ekonom Utama Bank Dunia, Ndiame Diop pernah menyampaikan, tekanan harga bahan pangan terutama beras telah meningkat pada beberapa bulan terakhir sebagai akibat musim kemarau berkepanjangan atau El Nino di sejumlah daerah di Indonesia.

Bahkan Bank Dunia memperkirakan kondisi El Nino akan moderat dan mendongkrak harga beras hingga 10 persen tahun ini.

"Dampak El Nino berpotensi meningkatkan harga beras 10 persen tahun ini sehingga ada inflasi tambahan 0,3 persen-0,6 persen. Rumah tangga miskin menggunakan sebagian besar pendapatannya untuk makanan dan akan
merasa dampak yang lebih besar dari naiknya harga-harga barang ini," jelas Diop. (Fik/Ndw)


Sumber : Liputan6

Duka Rusia di Semenanjung Sinai

BESTPROFIT FUTURES MALANG (2/11) - Dunia penerbangan kembali berduka. Kali ini kepiluan itu menyelimuti Negeri Beruang Merah, Rusia. Pesawat maskapainya bernama Kolavia jatuh di Semanjung Sinai, Mesir.

Burung besi bernomor penerbangan 7K9268 itu hilang beberapa saat usai lepas landas dari Bandara Sharm el-Sheikh dalam perjalanan menuju St Petersburg, Sabtu 31 Oktober 2015. Ada 224 penumpang, termasuk 17 anak-anak, berada dalam lambung kapal terbang Airbus A-321 tersebut.

Usai kabar tragedi diterima, Mesir menerbangkan pesawat militernya mencari burung besi nahas tersebut. Hasilnya, pesawat ditemukan di Hasna, Semenanjung Sinai dalam kondisi hancur. Puing-puingnya, termasuk black box, ditemukan di wilayah pegunungan terpencil di sisi utara.

"Pesawat militer telah menemukan puing-puing pesawat di wilayah pegunungan. Petugas penyelamat menyebut Airbus KGL-9268 nyaris seluruhnya hancur," demikian dilaporkan Telegraph, Sabtu 31 Oktober 2015.

Pejabat pemerintah Mesir menyatakan, 224 penumpang dan kru pesawat Rusia yang jatuh di Sinai, tewas dalam peristiwa nahas tersebut.

"Sebanyak 45 ambulans telah diarahkan ke lokasi untuk mengevakuasi mereka yang meninggal dunia dan terluka."

Kepada Reuters, seorang petugas keamanan Mesir mengaku mendengar suara misterius, yang diduga berasal dari penumpang yang terjebak di dalam puing pesawat -- yang dilaporkan terbelah dua.

"Ada bagian lain dari pesawat di mana masih ada penumpang yang terjebak di dalamnya. Tim penyelamat masih mencoba masuk ke dalamnya dan kami berharap menemukan korban selamat, apalagi kami mendengar suara manusia dari dalamnya," kata petugas yang tak tak mau disebutkan namanya itu.

Sementara keluarga dan kerabat penumpang mendatangi Bandara St Petersburg untuk memperoleh informasi jelas tentang insiden di Mesir. Mereka kemudian dinaikkan ke bus dan dibawa ke crisis centre.

"Kami sangat terkejut. Ia masih sangat muda," kata Olga Ofitserova, yang temannya Nadya Laisheva berada dalam pesawat tersebut kepada Gazeta.ru, seperti dikutip dari Guardian, Sabtu 31 Oktober 2015.

Sumber : Liputan6

Partai AK Kembali Rebut Kursi Mayoritas Parlemen Turki

BESTPROFIT FUTURES MALANG (2/11) - Partai pendukung pemerintah Turki, AKP, kian memperkokoh kekuasaannya. Perdana Menteri Ahmet Davutoglu menyatakan AKP atau Partai Keadilan dan Pembangunan yang berkuasa memenangkan pemilu parlemen, yang merupakan pencoblosan kali kedua dalam beberapa bulan terakhir.

Di hadapan para pendukungnya, Minggu (1/11/2015) malam waktu setempat, Davutoglu mengatakan pemerintah akan membangun kembali Turki bersama semua elemen masyarakat lain. Termasuk mereka yang mencoblos partai-partai lain.

"Ini adalah hari kemenangan," ucap Davutoglu di kota kelahirannya, Konya. "Kemenangan ini milik semua orang," imbuh PM Davutoglu, seperti dikutip dari BBC, Senin (2/11/2015).

"Tidak ada yang kalah, semuanya menang. Kita akan membangun kembali Turki yang baru bersama semua elemen rakyat," sambung Davutoglu.

Sejauh ini hampir seluruh kartu suara telah dihitung. Hasilnya memperlihatkan AKP meraih lebih dari 276 kursi -- jumlah minimal yang dibutuhkan untuk membentuk pemerintahan sendiri tanpa harus berkoalisi dengan partai lain.

Sementara Partai pro-Kurdi, HDP, mendapatkan lebih dari 10% atau setara dengan 59 kursi di parlemen -- 21 kursi lebih sedikit dari perolehan pada pemilu Juni lalu, ketika Partai AKP untuk pertama kalinya dalam kurun 13 tahun gagal menjadi kekuatan mayoritas.

Ketika itu upaya untuk membentuk pemerintah koalisi gagal hingga diputuskan digelar kembali pencoblosan pada 1 November 2015. (Ans/Nda)


Sumber : Liputan6

Hutan Terbakar, 200 Pendaki Dievakuasi dari Gunung Merapi

BESTPROFIT FUTURES MALANG (2/11) - Lereng Gunung Merapi kembali terbakar. Tim SAR gabungan dari kemarin fokus mengevakuasi pendaki. Ratusan pendaki telah dievakuasi ke tempat yang aman di kaki gunung.

"Asap kebakaran di Taman Nasional Gunung Merapi masih mengarah ke atas. 200 pendaki berhasil dievakuasi," tulis Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Sutopo Purwo Nugroho, dalam akun Twitter-nya, Jakarta, Senin (2/11/2015).

Namun, sampai saat ini, api masih belum bisa dipadamkan. Asap masih muncul di lereng tersebut.

Titik api pertama kali muncul di kawasan Hutan Lindung Gunung Merapi di Desa Sepi, Selo, Boyolali pada Minggu 1 November 2015 pagi. Api di titik ini menyebar ke kawasan sekitarnya.

Embusan angin kencang mengakibatkan kebakaran meluas.

Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi, melalui akunnya di Twitter @BPPTKG, turut mengabarkan kebakaran hutan di Merapi.

"Kebakaran #Merapi via cctv #Merbabu terlihat dua jalur api. Mohon doanya api tdk smkin besar," tweet @BPPTKG, Minggu 1 November 2015 malam. (Bob/Ans)


Sumber : Liputan6

Thursday, 29 October 2015

Emas Ditutup di Level 3 Minggu Terendah Terkait Spekulasi Fed Rate Tumbuh

BESTPROFIT FUTURES MALANG (30/10) - Harga emas mengakhiri hari Kamis pada tingkat terendah dalam tiga minggu, sehari setelah Komite Pasar Terbuka Federal mempertimbangkan kenaikan suku bunga pada pertemuan bulan Desember.
Emas untuk pengiriman Desember turun $ 28,80, atau 2,5%, untuk menetap di level $ 1,147.30 per ounce di Comex. Itu merupakan penutupan terendah sejak 8 Oktober
Harga telah menetap di level tertinggi satu minggu pada hari Rabu, tapi kemudian berbalik ke level yang lebih rendah di perdagangan elektronik setelah pernyataan Fed dirilis pada penutupan pertemuan dua hari bank sentral.
Pasar telah cukup yakin bahwa The Fed akan menunda kenaikan suku bunga tahun ini, tetapi pernyataan yang lebih hawkish dari perkiraan membuat pasar terkejut. Alat FedWatch CME Group menunjukkan investor mengkalkulasi pada kesempatan 50% dari kenaikan suku bunga pada pertemuan Desember, dijadwalkan 15-16 Desember
Emas telah menjadi penerima manfaat dari kebijakan moneter ultraloose Fed seiring komoditas seperti emas tidak mampu menawarkan bunga. Dolar juga terlihat bergerak tajam untuk ke level yang lebih lebih tinggi pada hari Rabu, dan yang juga dapat menarik mata uang berdenominasi dolar seperti emas. Dolar mencapai level tertinggi terhadap euro dalam hampir tiga bulan pada hari Rabu, namun melemah sejak itu.
Pada Comex, logam lainnya berakhir melemah tajam. Desember perak berjangka turun 74,3 sen, atau 4,6%, ke level $ 15,55 per ounce, sementara tembaga Desember kehilangan 4,2 sen, atau 1,8%, ke level $ 2,321 per pon. (sdm)
Sumber: MarketWatch

Pasangan GBP/USD Berada Diatas Level 1,5300

BESTPROFIT FUTURES MALANG (30/10) - Pasangan mata uang GBP/USD memperpanjang keuntungan selama sesi Amerika dan mencapai level harian tertinggi sebesar 1,5312. Per jam 100-MA membatasi kenaikan. Itu diperdagangkan pada level 1,5295 / 99, naik 35 pips untuk hari ini.
Greenback jatuh pada hari Kamis terhadap semua mata uang utama lainnya kecuali terhadap yen, yang merupakan kinerja terburuknya. Sementara Euro dan Pound memimpin reli terhadap USD tetapi keuntungan sejauh ini telah moderat; pasangan mata uang EUR/USD dan GBP/USD tetap di bawah levelnya sebelum rilis pernyataan FOMC kemarin. (knc)
Sumber : FX Street

Harga Konsumen Jepang Jatuh 0,1% Sebelum Keputusan Kebijakan BOJ

BESTPROFIT FUTURES MALANG (30/10) - Indeks inflasi utama bank Jepang turun untuk bulan kedua berturut-turut seiring dampak dari turunnya harga minyak, menjaga Gubernur Haruhiko Kuroda jauh dari target inflasi 2 persen nya.
Harga konsumen tidak termasuk makanan segar turun 0,1 persen pada September dari tahun sebelumnya, setelah jatuh pada bulan Agustus untuk pertama kalinya sejak April 2013, menurut biro statistik. Perkiraan median ekonom yang disurvei oleh Bloomberg yakni untuk harga turun 0,2 persen. mengikis makanan dan energi, harga naik 0,9 persen.
Analis terbagi pada apakah BOJ akan meningkatkan stimulus nanti pada  hari Jumat seiring anggota dewan memeriksa prospek inflasi dan pertumbuhan ekonomi. Meskipun harga konsumen inti Jepang jatuh, Kuroda mengatakan tren inflasi membaik, dibantu oleh ketatnya pasar tenaga kerja dan keuntungan perusahaan yang tinggi.
Pengeluaran rumah tangga turun 0,4 persen pada bulan September, sementara tingkat pengangguran menguat 3,4 persen, menurut laporan terpisah oleh biro statistik.
Sementara 16 dari 36 analis yang disurvei Bloomberg mengatakan mereka mengharapkan Kuroda dan para pembuat kebijakan untuk memperkuat kebijakan moneter.
Kuroda mengatakan pada 16 Oktober bahwa tren inflasi "pasti meningkat" dan mengutip indeks yang tidak termasuk makanan segar dan energi, yang naik 1,1 persen pada Agustus. (sdm)
Sumber: Bloomberg

Prospek Kenaikan Suku Bunga The Fed Jadikan Rally pada Saham AS Terhenti

BESTPROFIT FUTURES MALANG (30/10) - Sebuah reli saham AS terhenti pada Kamis ini, setelah ekuitas menyentuh level 2 bulan tertinggi, seiring para investor mengkaji laba perusahaan dan prospek suku bunga yang lebih tinggi pada tahun ini.
Indeks Standard & Poor 500 sedikit berubah berada di level 2,089.40 pada pukul 4 sore waktu New York, dekati level tertinggi sejak 18 Agustus lalu, setelah menghapus penurunan untuk sementara waktu pada setengah jam terakhir. Indeks tersebut melonjak 8,8 % pada bulan Oktober, bersiap untuk kenaikan bulanan terbesar dalam 4 tahun terakhir, didorong oleh keuntungan di produsen komoditas dan saham teknologi.
Pejabat The Fed kemarin memperkirakan pertumbuhan moderat, dan menjatuhkan referensi untuk risiko global dalam sebuah pernyataan kebijakan setelah pertemuan selama 2 hari. Mereka juga menyebutkan akan mengadakan "pertemuan berikutnya" pada 15-16 Desember mendatang karena mereka akan membahas untuk menentukkan waktu kenaikan suku bunga. Pedagang harga sekarang berkesempatan sebesar 52 % yang menyerukan kenaikan pada bulan Desember, dibandingkan dengan pekan lalu sebesar 30 %. Sebelum pertemuan The Fed, Maret menjadi bulan pertama yang diperkirakan berpeluang untuk menaikan suku bunga.
Data ekonomi terus menjadi pertunjuk The Fed sebagai dorongan tingkat akhir, dan laporan hari ini menunjukkan data ekonomi tumbuh pada laju yang lebih lambat di kuartal ketiga seiring perusahaan mengambil keuntungan dari meningkatnya belanja konsumen dan bisnis untuk mengurangi kelebihan stok. Dalam ukuran terpisah menunjukkan penandatanganan kontrak untuk membeli rumah yang sebelumnya dimiliki secara tak terduga mengalami penurunan pada bulan September, yang merupakan penurunan terbesar sejak akhir 2013 lalu, memicu pasar perumahan real estate merosot dan memberikan dampak untuk mengambil langkah cepat saat ini. (knc)
Sumber : Bloomberg

Saham Eropa Berakhir Stagnan Ditengah Penurunan Laba Penambang

BESTPROFIT FUTURES MALANG (30/10) - Saham Eropa berfluktuasi sebelum penutupan sedikit berubah seiring para investor mengkaji laporan laba campuran, dengan laba pada sektor penambang mengalami penurunan terkait kemungkinan kenaikan suku bunga Federal Reserve pada bulan Desember yang dapat menekan harga komoditas.
Saham Deutsche Bank AG dan Barclays Plc turun lebih dari 6 % karena laba yang mengecewakan. Indeks yang melacak terkait sumber daya saham termasuk BHP Billiton Ltd dan Rio Tinto Group mengalami penurunan terbesar pada Indeks Stoxx Europe 600 seiring perusahaan Liberum Capital menurunkan kedua perusahaan untuk penjualan, dan harga komoditas turun karena komentar The Fed yang mendorong penguatan dolar. Danone, salah satu produsen terbesar di dunia dari susu formula bayi, naik 1,5 % setelah China mengatakan akan menghentikan kebijakan satu anak.
Indeks Stoxx 600 turun tipis kurang dari 0,1 % ke level 375,7 pada penutupan perdagangan, setelah sebelumnya jatuh 0,6 % dan naik 0,4 %. Indeks acuan Eropa masih menguat sebesar 8 % pada bulan Oktober, rebound dari penurunan kuartalan dan menuju reli bulanan terbesar sejak 2009 silam di tengah peningkatan stimulus China dan petunjuk dari pelonggaran tambahan Bank Sentral Eropa. (knc)
Sumber : Bloomberg

Market Update 28-10-2015


Wednesday, 28 October 2015

Saham Eropa Ditutup Menguat Jelang Keputusan The Fed

BESTPROFIT FUTURES MALANG (29/10) - Saham Eropa naik, didukung oleh rebound pada perusahaan energi seiring para investor menunggu hasil dari pertemuan Federal Reserve untuk indikasi kenaikan suku bunga AS.
Saham BP Plc dan Royal Dutch Shell Plc menguat 1,5 % atau lebih diiringi rebound harga minyak dari level 2 bulan terendah setelah data industri menunjukkan penurunan pada persediaan bahan bakar AS dan stok minyak mentah di pusat penyimpanan terbesar bangsa. Saham Saipem SpA melonjak 11 % setelah Eni SpA setuju untuk menjual saham di perusahaan untuk Fondo Strategico Italiano SpA. Saham Eni naik 2,2 %.
Indeks Stoxx Europe 600 naik 1,1 % pada penutupan perdagangan. Semua 19 kelompok industri mengalami kenaikan, dengan perusahaan minyak dan gas memimpin keuntungan dan menghentikan penurunan selama 3 hari. Indeks acuan Eropa telah menguat 8,1 % pada bulan Oktober, rebound dari penurunan kuartalan dan ditetapkan untuk kenaikan bulanan terbesar sejak 2009 silam. (knc)
Sumber : Bloomberg

Pasangan EUR/USD Dekati Level 1,0900 Pasca Keputusan The Fed

BESTPROFIT FUTURES MALANG (29/10) - EUR / USD melemah ke level 2 bulan terendah, menghentikan dibawah beberapa level support dan secara cepat mendekati level 1,0900 seiring The Fed memutuskan untuk menahan suku bunga tidak berubah tetapi membuka peluang untuk kenaikan suku bunga pada bulan Desember.
The Fed mengatakan akan menentukan apakah hal itu tepat untuk menaikkan suku bunga "pada pertemuan berikutnya" setelah menilai kenaikan menuju targetnya dan tingkat inflasi sebesar 2 %. The Fed juga menyingkirkan dari komentar pernyataan yang mengenai perkembangan global berpotensi untuk menahan kegiatan ekonomi dan inflasi.
Pasangan mata uang EUR/USD kehilangan sekitar 170 pips setelah rilis dari pertemuan The Fed dan menyentuh level terendahnya di level 1,0897. Pada saat penulisan, pasangan mata uang ini diperdagangkan pada level 1,0905, mencatat penurunan sebesar 1,3 % pada hari Rabu. (knc)
Sumber : FX Street

Emas Jatuh Pasca Berita Fed Meski Sempat Menetap di Level 1 Minggu Tertinggi

BESTPROFIT FUTURES MALANG (29/10) - Emas berjangka naik pada hari Rabu untuk menetap pada level tertinggi satu minggu, meskipun kemudian berbalik ke level yang lebih rendah lebih rendah di perdagangan elektronik setelah Federal Reserve tetap menahan suku bunga tidak berubah meskipun menghembuskan kemungkinan untuk kenaikan suku bunga pada pertemuan berikutnya.
Tak lama setelah harga penyelesaian untuk emas, komite pengatur kebijakan Fed mengatakan pihaknya memutuskan untuk mempertahankan suku bunga mendekati nol, tetapi juga menunjukkan dalam pernyataannya bahwa mereka akan fokus pada "pertemuan berikutnya" pada pertengahan Desember untuk apakah akan menaikkan suku bunga.
Sebelum berita Fed, emas untuk pengiriman Desember naik $ 10.30, atau 0,9%, untuk menetap di level $ 1,176.10 per ounce di Comex. Level tersubut merupakan level penyelesaian tertinggi sejak 20 Oktober.
Namun, Tak lama setelah berita Fed, , harga jatuh ke level $ 1.162 per ounce di perdagangan elektronik. Keuntungan pasar saham lenyap.
Emas telah diuntungkan dari kebijakan moneter ultraloose Fed karena komoditas seperti emas tidak menawarkan bunga. Suku bunga yang lebih rendah juga terus menjaga pergerakan dolar AS terkendali. Dolar yang lebih kuat dapat menjadi hambatan pada komoditas denominasi dolar, membuat mereka lebih mahal untuk pembeli yang menggunakan mata uang asing.
Logam lainnya di Comex menetap di llevel yang ebih tinggi pada hari Rabu sebelum berita Fed, dengan perak Desember rally 43 sen, atau 2,7%, ke level $ 16,293 per ounce, Januari platinum melanjutkan kenaikan untuk menguat $ 23,60, atau 2,4%, ke level $ 1,012.80 dan paladium Desember menetap di level $ 686,10 per ounce, atau 1,1%. Tembaga Desember berakhir nyaris tidak lebih tinggi pada $ 2,363 per pon. 9sdm)
Sumber: MarketWatch

Dollar Melonjak ke 2 Bulan Tertinggi seiring Fed Isyaratkan 2015 Belum Berakhir

BESTPROFIT FUTURES MALANG (29/10) - Dolar menguat ke level tertinggi dua bulan pasca Federal Reserve mengisyaratkan mungkin masih akan menaikkan suku bunga tahun ini setelah memutuskan untuk menunda pertemuan Rabu.
Mata uang AS menguat terhadap sebagian besar mata uang utama setelah pembuat kebijakan mengatakan ekonomi masih terus berkembang pada kecepatan "moderat", memberikan diri mereka pilihan untuk mengetatkan kebijakan pada pertemuan mereka berikutnya pada bulan Desember tanpa membuat komitmen untuk bertindak tahun ini. Harga berjangka menunjukkan peningkatan probabilitas kenaikan suku bunga pada Desember menyusul Fed juga menghapus jalur dari pernyataan bulan September yang mengatakan bahwa perkembangan ekonomi dan keuangan global " sedikit mampu menahan kegiatan ekonomi."
Indeks Bloomberg Dollar Spot naik 0,5 persen ke level 1,216.96 pada pukul 02:31 siang waktu New York, menyentuh level tertinggi secara intraday sejak 7 Agustus. Mata uang AS menguat 1,1 persen ke level $ 1,0931 per euro dan naik 0,3 persen ke level 120,84 ¥ . (sdm)
Sumber: Bloomberg

Minyak Bergerak Naik Seiring Meningkatnya Tingkat Operasional

BESTPROFIT FUTURES MALANG (29/10) - Minyak bergerak naik ke level tertinggi dalam 8 minggu terakhir di New York seiring peningkatan aktivitas kilang AS menandai akhir dari pemeliharaan musiman dan meningkatnya permintaan minyak mentah.
Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik sebanyak 6,4 % setelah Administrasi Informasi Energi mengatakan kilang minyak di AS meningkatkan tingkat operasi. Penyuling AS biasanya lamban selama bulan September dan Oktober untuk melakukan pemeliharaan selama periode permintaan bahan bakar yang rendah. Bensin dan stok penyulingan bahan bakar menurun pada minggu lalu, sementara tingkat konsumsi meningkat. Persediaan minyak mentah naik 3,38 juta barel, dibandingkan dengan kenaikan 3,75 juta barel yang diperkirakan survei Bloomberg.
Minyak telah merosot sejak reli di atas $ 50 awal bulan ini terkait meningkatnya persediaan minyak mentah AS menjadi lebih dari 100 juta barel di atas rata-rata 5 tahun musiman. Minyak berjangka telah merosot lebih dari 45 % dalam satu tahun terakhir di tengah melimpahnya persediaan global yang diperkirakan oleh Badan Energi Internasional akan tetap sampai setidaknya pertengahan 2016 mendatang. Harga minyak tidak mungkin pulih sampai akhir tahun depan, menurut Brian Gilvary, ketua badan keuangan BP Plc.
Minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Desember naik $ 2,50 atau 5,8 %, menjadi $ 45,70 per barel pada pukul 12:28 siang di New York Mercantile Exchange. Kontrak berjangka menuju kenaikan terbesar sejak 31 Agustus lalu. Volume semua berjangka yang diperdagangkan adalah 31 % di atas rata-rata 100 hari. Kontrak kemarin jatuh ke level $ 43,20, yang merupakan penutupan terendah sejak 27 Agustus.
Brent untuk pengiriman Desember menguat $ 2,20 atau 4,7 %, ke level $ 49,01 per barel di London berbasis ICE Futures Europe exchange. Minyak mentah acuan Eropa yang diperdagangkan pada premium sebesar $ 3,31 dibandingkan minyak mentah WTI. (knc)
Sumber : Bloomberg

Tuesday, 27 October 2015

AS Rencanakan Jual Stok, Minyak Ditutup 1,8% lebih Rendah

BESTPROFIT FUTURES MALANG (28/10) - Minyak berjangka menetap di level terendah dalam dua bulan pada hari Selasa setelah pemerintah AS mengumumkan rencana untuk menjual jutaan barel minyak dari perusahaan Strategic Petroleum Reserve, seiring dengan spekulasi para pedagang pada peningkatan mingguan lebih lanjut dalam pasokan minyak mentah.
Desember West Texas Intermediate mentah jatuh 78 sen, atau 1,8%, untuk menetap di level $ 43,20 per barel di New York Mercantile Exchange. Itu merupakan penutupan terendah sejak 27Agustus. Desember Brent di ICE Futures exchange kehilangan 73 sen, atau 1,5%, ke level $ 46,81 per barel.
Pemerintah mengumumkan "test penarikan dan penjualan" lima juta barel dari SPR pada bulan Maret 2014, namun rilis terakhir yang signifikan yakni pada 2011, ketika AS menjual 30 juta barel untuk mengimbangi produksi yang hilang dari Libya. SPR memiliki kapasitas 713.5 juta barel, namun saat ini memegang sekitar 695 juta.
Harga minyak WTI telah jatuh selama dua minggu berturut-turut, menyeret harga produk energi lainnya dengan mereka.
Pedagang juga akan fokus pada pertemuan Federal Reserve, yang berakhir pada hari Rabu, untuk petunjuk tentang nasib suku bunga. (sdm)
Sumber: MarketWatch

Emas Sedikit Berubah seiring Pedagang Tunggu Keputusan Terkait Fed Rate

BESTPROFIT FUTURES MALANG (28/10) - Pedagang emas sedang menunggu menjelang pertemuan pembuat kebijakan AS yang bisa memberikan petunjuk tentang kapan suku bunga akan naik.
Emas Berjangka ditutup sedikit berubah di New York dengan perdagangan agregat yakni 35 persen di bawah rata-rata 100 hari, menurut data yang dikumpulkan oleh Bloomberg. Pada hari Senin, sekitar 93.000 kontrak berpindah tangan, yang terendah dalam tiga minggu. Pejabat Federal Reserve memulai pertemuan dua hari pada hari Selasa.
Investor telah membangun posisi untuk rally di tengah spekulasi bahwa Fed akan menahan diri untuk menaikkan suku bunga tahun ini. Biaya pinjaman yang lebih tinggi mengekang daya tarik emas karena ketidakmampuannya memberikan hasil seperti obligasi atau saham. Mantan Ketua Fed Ben S. Bernanke mengatakan dalam sebuah wawancara CNN yang disiarkan hari Minggu bahwa pembuat kebijakan akan perlu untuk mempertimbangkan perlambatan di Cina dan pasar negara berkembang lainnya terhadap kekuatan ekonomi AS.
Emas berjangka untuk pengiriman Desember turun kurang dari 0,1 persen untuk menetap di level $ 1,165.80 per ounce pada pukul 1:43 siang waktu New York di Comex. Futures telah mendapatkan 4,5 persen bulan ini.
Pedagang menempatkan probabilitas bahwa Fed akan menaikkan suku bunga pada pertemuan pekan ini di angka 4 persen, menurut data yang dikumpulkan oleh Bloomberg. Kemungkinan meningkatnya biaya pinjaman pada bulan Desember yakni 33 persen, data menunjukkan.
Perak berjangka jatuh di Comex, sementara platinum dan paladium turun di New York Mercantile Exchange. (sdm)
Sumber: Bloomberg