Tuesday, 3 March 2015

Saham AS Catat Penurunan Dari Level Tertinggi Pada Sesi Siang Ini

BESTPROFIT FUTURES MALANG (4/3) - Saham AS catat penurunan pasca Indeks Nasdaq Composite ditutup di atas level 5.000 untuk pertama kalinya dalam 15 tahun terakhir, seiring saham otomotif dan kesehatan melemah.
Saham Ford Motor Co turun 2,6 % setelah penurunan penjualan kendaraan pada bulan Februari lalu. Saham perusahaan perawatan kesehatan di indeks Standard & Poor 500 melemah 1,2 %, dipimpin oleh saham bioteknologi. Alibaba Group Holding Ltd turun ke level terendah sejak mulai diperdagangkan pada bulan September lalu.
Indeks S&P 500 turun 0,8 % ke level 2,100.70 pukul 12:09 siang di New York, dan Indeks Dow Jones Industrial Average turun 131,75 poin, atau 0,7 %, ke level 18,156.88. Kedua Indeks acuan tersebut ditutup pada rekor terendah hari Senin kemarin. Indeks Nasdaq Composite turun 0,9 %. Perdagangan saham perusahaan di S&P 500 sebesar 14 % di bawah RSI 30-hari.
Indeks Nasdaq Composite berada di angka sebesar 1,6 % dari rekor dicapai pada tahun 2000 lalu. Hal ini telah mengambil dua pasar bullish dan lebih dari 4.500 hari untuk Indeks Nasdaq. Indeks tersebut menguat 7,1 % pada Februari lalu, merupakan bulan terbaik sejak 2012 lalu.
Indeks S&P 500 naik ke rekor terbarunya selama empat kali pada bulan Februari, sedangkan rata-rata Indeks Dow naik 5,6 % selama satu bulan sejak Januari 2013 lalu. Indeks tersebut juga mencapai level tertinggi pada Desember lalu untuk pertama kalinya di tahun ini. (vck)
Sumber: Bloomberg

Bursa Eropa Terkoreksi Tajam Setelah Saham Perbankan Melemah

BESTPROFIT FUTURES MALANG (4/3) - Saham-saham Eropa turun tajam dalam lebih dari sebulan setelah saham pemberi pinjaman melemah.
Indeks Stoxx Europe 600 turun 0,9% menjadi 387,68 pada penutupan perdagangan, menghapus gain sebanyak 0,3%. Perusahaan pemberi pinjaman menjadi hambatan terbesar pada indeks patokan, dengan ING Groep NV dan BNP Paribas SA turun lebih dari 3%. Saham Barclays Plc turun 3,2% setelah menyisihkan tambahan 750 juta pound ($ 1,2 milyar) untuk penyelesaian probe manipulasi mata uang.
Stoxx 600 pada minggu lalu naik ke level tertinggi sejak Juli 2007. Indeks tersebut telah menguat 13% pada tahun 2015 setelah Yunani mencapai kesepakatan bailout dan Bank Sentral Eropa mengumumkan pelonggaran kuantitatif. Presiden ECB Mario Draghi diprediksi hadir dalam rincian rencana pada pertemuan Dewan Pemerintahan di Nicosia, Kamis. Investor juga menunggu perkiraan pertumbuhan dan inflasi pertama ECB untuk tahun 2017 yang akan diumumkan pada hari itu, sebagai petunjuk terkait jangka waktu QE.
Rilis data pada hari Jumat diprediksi akan menunjukkan penguatan payrolls sebesar 235.000 pada bulan lalu, menyusul kenaikan pada bulan Februari sebesar 257.000, menurut ekonom yang disurvei oleh Bloomberg.(frk)
Sumber : Bloomberg

Monday, 2 March 2015

Laju Emas Terhenti Akibat Penguatan Ekuitas

BESTPROFIT FUTURES MALANG (3/3) - Emas berjangka jatuh untuk mengakhiri reli terpanjang dalam lima minggu setelah saham teknologi AS memangkas permintaan untuk logam mulia sebagai safe haven.
Indeks Nasdaq Composite naik di atas 5.000 untuk pertama kalinya sejak tahun 2000 terkait optimisme bahwa belanja konsumen akan menguat. Emas turun 29% dalam dua tahun sebelumnya setelah ekonomi memperoleh traksi dan ekuitas global melonjak.
Di Comex New York, emas berjangka untuk pengiriman April turun 0,4% untuk menetap di level $ 1,208.20 per ons pada pukul 1:46 siang. Penguatan harga terjadi dalam tiga sesi sebelumnya, yang merupakan reli terpanjang sejak 20 Januari.
Sebelumnya, logam mencapai level $ 1.223, level tertinggi untuk kontrak teraktif sejak 17 Februari, setelah pemotongan biaya pinjaman di China, konsumen terbesar kedua di dunia.
Bank Rakyat China menurunkan patokan suku bunga kredit dan deposito seperempat persentase poin pada hari Sabtu. Impor emas oleh India, konsumen teratas, dapat melonjak ke 100 metrik ton pada bulan Maret dari sekitar 25 ton pada bulan Februari, menurut Rajesh Mehta, ketua Rajesh Ekspor Ltd.(frk)
Sumber : Bloomberg

Minyak Brent Terkoreksi, Sementara WTI Menguat

BESTPROFIT FUTURES MALANG (3/3) - Minyak mentah terkoreksi dari penutupan tertingginya dalam tahun ini di London terkait kekhawatiran surplus global akan berkepanjangan. Minyak berjangka AS rebound setelah survey industri melaporkan kenaikan tipis dalam cadangan di hub persedian utama.
Brent untuk pengiriman bulan April menyelesaikan turun $ 2.31, atau 3.7%, menjadi $ 60.27 per barel pada pukul 11:40 siang waktu New York di bursaICE Futures Europe exchange. Harga naik 18% di bulan Februari, kenaikan bulanan terbesar sejak Mei 2009. Minyak acuan Eropa menyempit dengan WTI menjadi $ 9,81 setelah melebar ke level terbesar sejak Januari 2014.
Minyak mentah WTI untuk pengiriman bulan April naik 82 sen, atau 1.7%, menjadi $ 50.58 per barel di New York Mercantile Exchange setelah sebelumnya turun 2.1%. Minyak berjangka 3.2% pada bulan lalu. Volume semua perdagangan berjangka sekitar 41% di atas rata-rata 100 hari untuk hari ini.(frk)
Sumber : Bloomberg

Indeks Nasdaq Composite Reli Diatas Level 5.000, Pertama Kali Dlm 15 Tahun

BESTPROFIT FUTURES MALANG (3/3) - Indeks Nasdaq Composite ditutup di atas level 5.000 untuk pertama kalinya dalam 15 tahun terakhir, sementara Indeks Dow Jones Industrial Average dan indeks Standard & Poor 500 mencapai rekornya seiring keuntungan dalam pembelian konsumen AS yang menandakan meningkat merupakan bagian terpenting dari perekonomian AS.
Indeks Nasdaq Composite naik 0,9 % ke level 5,008.10 pukul 04:00 sore di New York. Indeks S&P 500 naik 0,6 % ke level 2,117.18, dan indeks Dow naik 153,29 poin, atau 0,9 %, ke level 18,285.99, merupakan penutupan tinggi sepanjang waktu. Indeks Russell 2000 naik 0,7 % ke level 1,242.48.
Indeks S&P 500 mencapai rekor barunya sebanyak empat kali pada bulan Februari lalu, sedangkan rata-rata Indeks Dow naik 5,6 % yang merupakan bulan terbaik sejak Januari 2013 lalu. Indeks tersebut juga menduduki rekor tertinggi pada Desember lalu untuk pertama kalinya pada tahun ini.
Sumber: Bloomberg

Indeks Nasdaq Composite Catat Kenaikan Diatas Level 5.000

BESTPROFIT FUTURES MALANG (3/3) - Saham AS naik, mengirimkan Indeks Nasdaq Composite di atas level 5.000 untuk pertama kalinya dalam 15 tahun terakhir, sementara obligasi turun dan dolar menguat seiring keuntungan dalam pembelian konsumen sehingga menandakan kekuatan terbesar dari perekonomian AS.
Indeks Standard & Poor 500 naik 0,3 % pukul 12:55 siang di New York, yang dipimpin oleh perusahaan consumer-discretionary. Indeks Stoxx Europe 600 melemah 0,2 %. Obligasi dengan tenor 10-tahun naik delapan basis poin menjadi 2,07 %. Indeks Dollar Spot Bloomberg naik 0,3 %, sementara minyak di New York naik 1,4 % setelah menghapus penurunan. Mata uang yuan turun ke level terendah dua tahun terakhir pasca China memangkas suku bunga.
Indeks Nasdaq telah melampaui level itu hanya dalam tujuh hari pada Maret 2000 silam. Indeks Pembelian konsumen yang disesuaikan dengan tingkat inflasi naik 0,3 % pada Januari lalu. The Federal Reserve menilai inflasi dan tingkat lapangan kerja dapat menentukan waktu untuk meningkatkan biaya pinjaman. Harga konsumen zona euro turun kurang dari perkiraan bulan lalu, sehingga menawarkan beberapa bantuan kepada bank sentral di kawasan itu yang sedang mempersiapkan diri untuk melakukan program pembelian obligasi. (vck)
Sumber: Bloomberg

Saham Eropa Ditutup Turun Dari Level Tertinggi Sejak 2007

BESTPROFIT FUTURES MALANG (3/3) - Saham Eropa catat penurunan dari level tertinggi dalam lebih dari tujuh tahun terakhir seiring pelemahan saham perusahaan energi.
Indeks Stoxx Europe 600 melemah 0,2 % ke level 391,29 pada penutupan perdagangan hari ini, sehingga memangkas penurunan sebelumnya sebesar 0,7 %. Indeks acuan ekuitas naik 2,6 % pekan lalu, memperpanjang gain bulan Februari sebesar 6,4 %, di tengah hasil keuangan yang lebih baik dari perkiraan saham perusahaan termasuk EADS NV, dan sentimen data konsumen AS.
Indeks Stoxx 600 telah reli sebesar 14 % pada tahun ini, merupakan kenaikan terbaik yang pernah ada mulai tahun ini, karena Yunani mencapai kesepakatan bailout dan Bank Sentral Eropa mengumumkan pelonggaran kuantitatif. Indeks tersebut diperdagangkan 16,6 kali laba yang diproyeksikan anggotanya, merupakan yang tertinggi dalam setidaknya satu dekade terakhir.
Indeks ASE Yunani turun 2,5 %, merupakan kinerja terburuk dari 18 pasar saham Eropa. Saham perbankan memimpin penurunan, diikuti Piraeus Bank SA dan National Bank of Greece SA yang turun lebih dari 11 %. Indeks ekuitas naik 22 % pada Februari lalu.
Indeks acuan saham energi turun dari level tertinggi dalam tiga bulan terakhir, sehingga mencatatkan kinerja terburuk dari 19 kelompok industri pada Stoxx 600, karena melemahnya minyak mentah setelah data menunjukkan produksi minyak OPEC melebihi kuotanya untuk bulan kesembilan pada bulan Februari lalu. Royal Dutch Shell Plc mengalami penurunan terbesarnya, sebesar 1,7 %. (vck)
Sumber: Bloomberg

Sunday, 1 March 2015

Yen Tahan Penurunan Pasca China Pangkas Suku Bunga, Aussie Dolar Melemah

BESTPROFIT FUTURES MALANG (2/3) - Yen mengadakan penurunan dua hari setelah China memangkas suku bunga, sehingga memacu spekulasi saham di Asia yang akan mengalami penguatan dan permintaan untuk aset safe haven.
Indeks dolar adalah 0,1% dari penutupan tertinggi sejak setidaknya 2004 terkait outlook The Fed yang akan menaikkan suku bunga tahun ini, meningkatkan daya tarik mata uang itu. Dolar Australia turun jelang Reserve Bank menetapkan kebijakan moneter pada pertemuan Selasa.
Mata uang Jepang turun 0,1% ke level 119,77 ¥ per dolar pada 08:35 pagi di Tokyo, memperpanjang penurunan sebanyak turun 0,6 % selama dua hari terakhir.
Indeks Spot Dollar Bloomberg, yang menelusuri mata uang terhadap 10 mata uang utama, naik 0,1% menjadi 1,174.06 Senin, setelah menyentuh level 1,174.87 pada 11 Februari.
Aussie turun 0,2% menjadi 77,90 sen AS. Euro turun 0,3% menjadi $ 1,1168.
Bank Rakyat China menurunkan suku bunga deposito satu tahun menjadi 2,5% dan satu tahun suku bunga pinjaman menjadi 5,35%
Pedagang bertaruh ada 60% kemungkinan Reserve Bank of Australia akan menurunkan suku bunga 2,25% ke rekor 2 persen pada Selasa,  menurut data dihimpun oleh Bloomberg. Delapan belas dari 29 ekonom dalam survei Bloomberg News memprediksi lpenurunan.
Dolar Selandia Baru turun 0,3% menjadi 75,43 sen AS.(yds)
Sumber: Bloomberg

Saham Asia Dibuka Menguat Diikuti Tembaga Pasca Suku Bunga China

BESTPROFIT FUTURES MALANG (2/3) - Saham Asia dibuka naik diikuti indeks berjangka AS dan tembaga, sedangkan yuan tergelincir ke level dua tahun terendah karena para pedagang mengkaji suku bunga China ditengah tanda-tanda pelemahan di bidang manufaktur. Minyak jatuh pasca gain bulanan pertama sejak Juni.
Indeks MSCI Asia Pacific naik 0,1% pada 09:16 pagi di Tokyo, Indeks ekuitas dari Jepang ke Australia naik setidaknya 0,2%. Indeks Standard & Poor 500 berjangka naik 0,2% pasca penurunan tiga hari dalam Indeks acuan, sementara tembaga berjangka melonjak sebanyak 0,5%. Mata uang China menyentuh level terlemah sejak Oktober 2012 di perdagangan luar negeri, seiring pelemahan pada dolar Australia dan Selandia Baru. Minyak di New York dan London turun setidaknya 0,6% diikuti dengan produksi OPEC yang melebihi kuotanya untuk bulan kesembilan pada bulan Februari ini.(yds)
Sumber: Bloomberg

Bursa Saham Jepang Dibuka Menguat Menyusul Penurunan Yen

BESTPROFIT FUTURES MALANG (3/2) - Bursa Saham Jepang dibuka menguat, kenaikan dipimpin oleh saham-saham perusahaan pelaku ekspor, hal itu seiring yen yang kembali mencatat penurunan pada hari ke-3 dan para investor mengkaji pemangkasan suku bunga oleh pemerintah China ditengah tanda-tanda penurunan perekonomian negeri Tirai Bambu tersebut.

Indeks Topix menguat 0.3% ke level 1,528.13 pukul 9:02 pagi ini waktu Tokyo, dengan 2 saham menguat untuk setiap yang melemah. Pekan lalu indeks acuan tersebut mengalami kenaikan 1.6% dengan mencatat lonjakan 7.7% pada Februari lalu, kenaikan tertinggi sejak September 2013 silam. Indeks Nikkei 225 Stock Average mencatat gain 0.3% ke level 18,862.71. Sedangkan yen melemah 0.2% ke level 119.83 per dolar.

PMI (purchasing managers index) China yang dirilis hari Minggu kemarin memberikan sinyal terjadinya kontraksi kembali pada output manufaktur di bulan Februari lalu, sehari setelah bank sentral meningkatkan dukungan bagi perekonomian dengan memangkas suku bunga kedua kalinya dalam 3 bulan terakhir.

Pemangkasan suku bunga diumumkan akhir Sabtu lalu menjelang pertemuan tahunan pemerintah China yang akan mengesahkan anggaran dan mengumumkan target pertumbuhan ekonomi tahun 2015 ini yang oleh sebgaian besar ekonom perkirakan akan melambat 7%. Upaya untuk beragbung dengan negara-negar lainnya di arena global dengan pelonggaran mencerminkan kekhawatiran yang mendalam mengenai penurunan perekonomian oleh merosotnya sektor properti, pengawasan yang lebih ketat terkait hutang pemerintah lokal dan arus modal keluar. (bgs)

Sumber : Bloomberg

Diwarnai Aksi Ambil Untung, Laju IHSG Bakal Mendatar

BESTPROFIT FUTURES MALANG (2/3) - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan cenderung mendatar dan rawan koreksi pada perdagangan saham pekan ini. Pelaku pasar akan melakukan ambil untung setelah pasar relatif menguat pada perdagangan saham pekan lalu.

"Peluang koreksi di seminggu ke depan. Karena ambil untung," kata Direktur PT Investa Saran Mandiri, Hans Kwee saat berbincang dengan Liputan6.com, Jakarta, Senin (2/3/2015).

Dia mengatakan, saat ini pelaku pasar tengah menunggu laporan data ekonomi makro yang rilis awal pekan. Badan Pusat Statistik (BPS) akan melaporkan inflasi untuk  Februari 2015 .

"Inflasi jadi perhatian plus neraca perdagangan, karena pelemahan rupiah yang cukup mencemaskan," ujar Hans.

Di sisi lain, pemerintah telah menetapkan harga baru bahan bakar minyak (BBM) untuk jenis premium menjadi Rp 6.800 per liter. Angka ini naik dari sebelumnya Rp 6.600 per liter.

Menurut Hans, kenaikan ini tak terlalu berimbas ke perdagangan saham. Lantaran, kenaikan BBM awal Maret ini terhitung tipis. "BBM naik tipis pasti nggak signifikan pengaruhnya," ucapnya.

Pada perdagangan saham kali ini, Hans memprediksi IHSG bergerak pada level support 5.425-5.380 dan resistance 5.470-5.490.

Sementara itu, Analis PT Woori Korindo Securities Indonesia, Reza Priyambada menuturkan,  laju IHSG masih mampu bertahan di atas area target support 5.300-5.355 dan hampir melampaui target resistance 5.438-5.465. Kenaikan IHSG mulai terbatas untuk mencoba menyentuh target resistance berikutnya.

Meski demikian, IHSG masih ada peluang bagi IHSG untuk bertahan di zona hijau. Namun, pelaku pasar perlu mewaspadai potensi pembalikan arah bila aksi ambil untung terus berlanjut sehingga membuka peluang IHSG melemah.

"IHSG akan berada di rentang support 5.374-5.390 dan resistance 5.471-5.485 pada perdagangan saham pekan ini," ujar Reza.

Menurut Reza, ada sejumlah rilis data ekonomi yang akan keluar pada pekan ini. Dari dalam negeri akan dirilis data inflasi, HSBC manufacturing PMI, dan consumer confidence. Sedangkan China merilis data NBS manufacturing PMI, non manufacturing PMI, HSBC manufacturing PMI, dan HSBC China services PMI.

Sedangkan dari Jepang akan dirilis data manufacturing PMI, markit service PMI, dan capital spending. Dari Amerika Serikat akan dirilis data personal income, personal spending, markit manufacturing PMI, ISM manufacturing PMI, ISM non manufacturing PMI, dan klaim pengangguran.

Untuk pilihan saham pada pekan ini, Hans merekomendasikasikan akumulasi PT Adaro Energy Tbk (ADRO) dan PT Tbk Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG). Kemudian jual untuk saham PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) dan PT Multipolar Tbk  (MLPL).

Sedangkan Reza memilih saham PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP), PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP), PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG), dan PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE).

Pada perdagangan, Jumat 27 Februari 2015, IHSG ditutup pada level 5.450,29. Investor asing mencatatkan aksi beli bersih Rp 200 miliar. (Amd/Ahm)


Sumber : Liputan6

Negara Ini Bantu Dongkrak Harga Emas Dunia

BESTPROFIT FUTURES MALANG (2/3) - Harga emas di India diprediksi dapat naik sekitar US$ 5 per ounce, melampaui kenaikkan harga emas dunia pekan depan. Itu terjadi setelah Menteri Keuangan India Arun Jaitley mengurangi pajak impor ke level terendah akhir pekan lalu.

Mengutip laman Reuters, Senin (2/3/2015), musim pernikahan yang melebar hingga Mei biasanya juga meningkatkan permintaan emas. Tapi banyak pembelian yang ditunda karena pembeli memprediksi adanya pemangkasan pajak 10 persen.

Dalam beberapa pekan terakhir, pembelian emas sempat berkurang di Mumbai dan New Delhi.

"Sebelumnya, harga emas menurun karena para pembeli memprediksi pajak impor emas akan turun. Tapi kini harga emas akan naik hingga US$ 3 - US$ 4 per ounce," ujar Rahul Gupta, Direktur P.P. Jewellers di New Delhi.

Pimpinan riteler emas Muthoot Pappachan, Keyur Shah mengatakan, para pengusaha emas dan manufaktur akan mengeluarkan pasokan yang mendorong naik harga emas US$ 5 per ounce. Sebelumnya, para penjual dan produsen emas memang menunggu pajak impor turun untuk mengeluarkan pasokan.

"Pekan depan, akan ada pembelian emas dalam jumlah besar," kata Keyur.

Sekitar 20 ribu ton emas akan digelontorkan ke pasar menyambut penurunan pajak impor emas.

Analis Sudheesh Nambiath, India diprediksi dapat membeli lebih dari 90 ton pada Maret dibandingkan estimasi 50 ribu ton bulan ini. Meskipun pemerintahan Perdana Menteri Narendra Modi tidak memangkas bea impor pada 2013, saat ini pembatasan pembelian emas telah dilonggarkan. (Sis/Ndw)


Sumber : Liputan6

Thursday, 26 February 2015

Bursa AS Tergelincir Dibayangi Anjloknya Harga Minyak Dunia

BESTPROFIT FUTURES MALANG (27/2) - Bursa Amerika Serikat (AS) tergelincir pada penutupan perdagangan Jumat (Kamis) ini, ditunjukkan penurunan pada saham energi pada indeks indeks Dow dan S & P 500 seiring anjloknya harga minyak dunia. Hanya indeks Nasdaq yang tercatat menguat setelah adanya berita kesepakatan di sektor teknologi.

Saham energi memimpin penurunan indeks S & P 500 dan Dow, dengan indeks energi S & P 500 turun 2,3 persen usai harga minyak mentah AS turun 5,5 persen menjadi menetap di US$ 48,17 per barel, tertekan oleh naiknya persediaan di Amerika Serikat.

Sementara indeks Dow Jones Industrial Average turun 34,26 poin atau 0,19 persen menjadi 18.190,31 poin. Indeks S & P 500 kehilangan 7,11 poin atau 0,34 persen ke posisi 2.106,75, sedangkan indeks Nasdaq Composite bertambah 4,46 poin, atau 0,09 persen, ke level 4.971,59.
Setelah mengawali tahun dengan lambat, pasar saham AS kembali rebound tajam pada Februari. Baik Dow dan S & P 500 berada di jalur untuk kinerja bulanan terbaik sejak Oktober 2011, sedangkan Nasdaq berada pada kecepatan untuk bulan terbaik sejak Januari 2012.

"Ini salah satu bulan terkuat dalam beberapa tahun untuk S & P 500, Nasdaq bahkan yang tertinggi sepanjang masa, dan kami datang sangat jauh, sangat cepat. Tapi kita sudah punya langkah besar ... dan Anda memiliki harapan beberapa profit taking, "kata Adam Sarhan, CEO Sarhan Capital di New York melansir laman Reuters.

Adapun saham yang kondisinya meningkat antara lain Avago Technologies (AVGO.O) yang melonjak 13,2 persen menjadi US$ 129,47 dan menjadi pemain terbaik di kedua indeks S & P 500 dan Nasdaq 100, setelah perusahaan mencapai kesepakatan untuk mengakuisisi Emulex (ELX.N) sebesar US$ 8 per saham.

Demikian pula saham Apple juga sedikit lebih tinggi dan terakhir naik 0,6 persen pada posisi US$ 129,50.

Data ekonomi AS tercatat bercampu. Ini diperlihatkan data harga konsumen AS pada Januari memiliki penurunan terbesar sejak 2008 karena harga bensin jatuh.
Sementara klaim pengangguran mingguan naik, demikian pula barang tahan lama terakhir pesanan. Data deflasi bisa membuat Federal Reserve lebih berhati-hati dengan rencana kelonggaran untuk mempertahankan suku bunga rendah untuk sedikit lebih lama. (Nrm)

Sumber : Liputan6

Emas Berjangka Naik Ke Level Tertinggi Pada Bulan Ini

BESTPROFIT FUTURES MALANG (27/2) - Emas berjangka naik ke level tertinggi dalam lebih dari tiga pekan terakhir karena para pembeli telah kembali dari liburan di China, yang merupakan konsumen emas terbesar di dunia setelah India.
Volume untuk acuan kontrak di Shanghai Gold Exchange menguat untuk hari kedua secara berturut-turut. Pasar saham China ditutup dalam lima sesi sampai 24 Februari untuk liburan Tahun Baru Imlek. Sementara impor emas di China dari Hong Kong naik pada bulan Januari lalu dari bulan sebelumnya karena permintaan perhiasan yang meningkat, menurut data menunjukkan hari ini.
Kontrak berjangka emas naik untuk sesi kedua secara berturut-turut. Kemarin, Ketua Federal Reserve Janet Yellen menyimpulkan kesaksiannya di depan Kongres dan menegaskan bahwa jadwal bank sentral untuk menaikkan suku bunga bersifat fleksibel. Suku bunga yang lebih tinggi akan memangkas daya tarik emas karena emas umumnya menawarkan pengembalian hanya melalui kenaikan harga.
Emas berjangka untuk pengiriman April naik 0,7 % ke level $ 1,210.10 per ounce pada pukul 1:47 siang di Comex New York, merupakan kenaikan terbesar sejak 30 Januari lalu.
Impor emas China dari Hong Kong mencapai 71,6 metrik ton pada bulan lalu, naik dari 58,8 ton pada bulan Desember, menurut data yang dikumpulkan oleh Bloomberg dari angka yang dikeluarkan hari ini oleh Departemen Sensus dan Statistik Hong Kong. (vck)
Sumber: Bloomberg

Nasdaq Composite Menuju Rekornya Ditengah Reli Perusahaan Teknologi

BESTPROFIT FUTURES MALANG (27/2) - Indeks Nasdaq Composite naik mendekati rekornya di tengah reli pada perusahaan teknologi, sementara penurunan di saham energi menyeret Indeks Standard & Poor 500 lebih rendah.
Saham Salesforce.com Inc melonjak 12% setelah menaikkan proyeksi laba, memimpin gain diantara saham teknologi. Perusahaan telepon naik 0,5% di S&P 500. Chevron Corp. Exxon Mobil Corp. kehilangan lebih dari 1,1% seiring pelemahan perusahaan energi sebanyak 1,8%.
Nasdaq Composite naik 0,4% pada 04:00 sore di New York, melanjutkan peningkatan menuju level tertinggi sepanjang masa yang dicapai selama era dot-com pada tahun 2000. S&P 500 turun 0,2% menjadi 2,110.76. Indeks Dow Jones Industrial Average kehilangan 10,21 poin, atau 0,1%, menjadi 18,214.36.
S&P 500 telah naik 5,8% pada Februari, bersiap menuju performa bulanan terbaik sejak Oktober 2011, sedangkan Dow telah menambahkan 6,1%. Nasdaq Composite mencatat reli 7,6%, didukung oleh gain pada Apple Inc., yang memiliki bobot terbesar dalam indeks. Indeks tersebut naik selama 10 hari berturut-turut hingga 24 Februari, dan sekarang sekitar 1,2% dari rekor  2000-nya di Maret.(yds)
Sumber: Bloomberg

Pelemahan Saham Energi Akibatkan Saham AS Berfluktuasi Pada Sesi Siang

BESTPROFIT FUTURES MALANG (27/2) - Saham AS berfluktuasi, pasca indeks acuan ditutup kemarin mendekati level tertinggi sepanjang masa, karena pelemahan saham energi sementara saham perusahaan teknologi mengalami reli sehingga mendorong Indeks Nasdaq Composite mendekati rekornya.
Saham Salesforce.com Inc menguat 11 % setelah meningkatkan proyeksi pendapatannya. Chevron Corp. dan Exxon Mobil Corp. turun lebih dari 1 % karena mayoritas saham perusahaan energi turun 1,5 %.
Indeks Standard & Poor 500 turun 0,1 % ke level 2,111.28 pukul 12:02 siang di New York. Indeks Dow Jones Industrial Average melemah 17,25 poin, atau 0,1 %, ke level 18,207.32. Sementara Indeks Nasdaq Composite naik 0,3 %, melanjutkan kenaikan tertingginya sepanjang masa yang dicapai selama era dot-com pada tahun 2000 lalu.
Indeks S&P 500 naik 5,9 % pada bulan ini, merupakan kinerja bulanan terbaik sejak Oktober 2011 lalu, sedangkan Indeks Dow menguat 6,1 %. Indeks Nasdaq Composite telah reli 7,5 %, yang didukung oleh keuntungan pada saham Apple Inc., yang memiliki bobot terbesar dalam indeks tersebut. %. Indeks Nasdaq Composite naik selama 10 hari secara berturut-turut sampai 24 Februari kemarin, dan naik sampai 1,3 % dari rekor terendahnya pada Maret 2000 silam. (vck)
Sumber: Bloomberg

Saham Eropa Memperpanjang Level Tertinggi Sejak 2007

BESTPROFIT FUTURES MALANG (27/2) - Saham Eropa naik ke level tertinggi sejak Juli 2007 lalu karena Bayer AG dan GDF Suez SA naik setelah melaporkan labanya.
Indeks Stoxx Europe 600 naik 1% menjadi 390,69 pada sesi penutupan perdagangan, gain terbesar dalam lebih dari sebulan terakhir. Bayer naik 3,7% karena memperkirakan kenaikan penjualan pada tahun 2015. GDF Suez naik 1% setelah pihaknya mengatakan akan memangkas biaya dan membukukan laba bersih tahunan sesuai dengan perkiraan.
Indeks Stoxx 600 telah reli 6,4% pada Februari, mendorong gain tahun ini menjadi 14%, seiring Yunani mencapai kesepakatan bailout dan ECB mengumumkan pelonggaran kuantitatif.
Sementara di Jerman, indeks DAX naik 1% karena data menunjukkan pengangguran di Februari turun dua kali lipat dari perkiraan.
Di antara saham lain bergerak pasca merilis laba, Solvay SA reli 3,8% karena melaporkan laba bersih kuartalan yang lebih dari dua kali lipat proyeksi analis rata-rata.
Anheuser-Busch InBev NV naik 3,1% setelah mengumumkan rencana untuk membeli kembali senilai $ 1 miliar saham. Perusahaan bir mengatakan volume industri bir di AS, merupakan pasar terbesar dan akan terus meningkatkan di tahun ini. Peers Heineken NV dan Carlsberg A / S naik lebih dari 2%. Indeks perusahaan makanan dan minuman mencatat kinerja terbaik di antara 19 kelompok industri Stoxx 600.
Cie. De Saint-Gobain SA tergelincir 2,1% karena perusahaan pemasok bahan bangunan terbesar di Eropa tersebut melaporkan laba bersih tahunan yang tidak terjawab prediksi analis.
Royal Bank of Scotland Group Plc turun 4,1% setelah membukukan penurunan tahunan ketujuh.(yds)
Sumber: Bloomberg

Wednesday, 25 February 2015

Saham Asia dibuka Fluktuatif

BESTPROFIT FUTURES MALANG (26/2) - Saham Asia berayun antara keuntungan dan kerugian karena penurunan saham konsumen dan saham utilitas dan penguatan saham energi pasca lonjakan harga minyak kemarin.
Indeks MSCI Asia Pacific Index naik kurang dari 0,1 persen ke level 146,25 pukul 09:15 di Tokyo. Indeks tersebut naik ke level tertinggi sejak 11 September kemarin pasca Ketua Federal Reserve Janet Yellen mengindikasikan tidak akan menaikan suku bunga sebelum pertengahan tahun ini. Yellen mengulang kesaksiannya pada hari kedua didepan anggota parlemen AS bahwa laju inflasi dan pertumbuhan upah tetap terlalu rendah untuk menjamin pengetatan suku bunga pada pertemuan FOMC berikutnya.
Indeks acuan regional yang ditransaksikan pada 14,6 kali estimasi laba pada penutupan Rabu, tertinggi sejak Maret 2013 lalu, menurut data yang dikumpulkan oleh Bloomberg.
Indeks Topix Jepang naik sebesar 0,2 persen. Indeks Kospi Korea Selatan turun sebesar 0,2 persen. Indeks Australia S&P/ASX 200 melemah sebesar 0,4 persen. Indeks NZX 50 Selandia Baru mendatar pasca ditutup pada rekor tertinggi kemarin. Pasar finansial di China dan Hong Kong belum dibuka ketika berita ini diturunkan.
Minyak mentah Brent melonjak 5,1 persen di London pada Rabu, karena Arab Saudi mengisyaratkan kuatnya permintaan minyak, melawan kenaikan stok minyak AS.
Kontrak pada indeks Standard & Poor 500 mendatar hari ini. Ekuitas acuan AS melemah 0,1 persen kemarin, sedangkan Indeks Nasdaq menghentikan reli terpanjangnya sejak 2009 lalu. Saham Hewlett-Packard Co anjlok tajam dalam 18 bulan terakhir pasca mengatakan laba akan menurun akibat kenaikan dolar, sementara saham Apple Inc turun 2,6 persen. (izr)
Sumber: Bloomberg

Emas Catat Gain Pasca Testimoni Yellen

BESTPROFIT FUTURES MALANG (26/2) - Emas berjangka rebound dari level tujuh pekan terendahnya setelah Ketua Federal Reserve Janet Yellen mengisyaratkan bersabar dalam kenaikan suku bunga. Sementara palladium naik ke level tertinggi dalam hampir enam pekan terakhir.
Yellen, bersaksi kepada Komite Perbankan Senat pada hari Selasa, menunjukkan bahwa perubahan dalam pedoman The Fed terhadap suku bunga tidak akan mengunci jadwal bank sentral untuk pengetatan. Suku bunga yang lebih tinggi mengekang daya tarik emas karena logam secara umum memberikan pengembalian hanya melalui kenaikan harga.
Emas menguat 1,5 % tahun ini seiring tanda-tanda perlambatan ekonomi di China dan gejolak terhadap mata uang Yunani sehingga mendorong permintaan emas sebagai aset safe haven. Sementara pasar tenaga kerja AS membaik, inflasi turun dan upah pertumbuhan The Fed adalah "lamban," kata Yellen Selasa. Saat bersaksi di DPR hari ini.
Emas berjangka untuk pengiriman April naik 0,4 % untuk menetap di level $ 1,201.50 per ounce pukul 1:47 siang di Comex New York. Logam turun ke level $ 1.190 pada hari Selasa, merupakan level terendah sejak 5 Januari, sebelum memangkas penurunan pasca Yellen melakukan pembicaraan kepada Kongres. (vck)
Sumber: Bloomberg

Saham AS Ditutup Flat Mendekati Rekornya Ditengah Laba Perusahaan

BESTPROFIT FUTURES MALANG (26/2) - Saham AS flat mendekati level tertinggi sepanjang masa karena penurunan pada Hewlett-Packard Co dan Apple Inc mengimbangi kenaikan di antara perusahaan ritel ditengah laba perusahaan.
Hewlett-Packard jatuh 9,9% setelah pihaknya mengatakan laba menuurun dikarenakan penguatan dolar. Saham Apple turun 2,6% karena saham teknologi merosot 0,7%. Chesapeake Energy turun 9,6% seiring laba jatuh pendek dari proyeksi analis. Dollar Tree Inc dan TJX Cos naik lebih dari 2,2%.
Indeks Standard & Poor 500 turun kurang dari 0,1% menjadi 2,113.83 pada 16:00 sore di New York. Indeks Dow Jones Industrial Average naik 15,38 poin, atau kurang dari 0,1% , ke rekornya menjadi 18,224.57. Nasdaq Composite kehilangan kurang dari 1 poin, mengakhiri rally 10-hari yang membawa indeks tersebut ke dalam 1,6% dari rekor 2000-nya.(yds)
Sumber: Bloomberg

Saham AS Berfluktuasi Mendekati Rekornya Ditengah Laba Perusahaan

BESTPROFIT FUTURES MALANG (26/2) - Saham AS berfluktuasi, pasca Indeks acuan ditutup pada level tertinggi sepanjang masa, seiring gain diantara perusahaan ritel serta laba perusahaan mengimbangi penurunan di Hewlett-Packard Co dan Chesapeake Energy Corp.
Dollar Pohon Inc dan TJX Cos. Menambahkan lebih dari 3% pada gain diantara perusahaan ritel. Hewlett-Packard jatuh 9,5% setelah pihaknya mengatakan laba perusahaan tersebut akan turun dikarenakan penguatan dolar . Chesapeake Energy kehilangan 9,7% karena laba jatuh pendek dari proyeksi analis.
Indeks Standard & Poor 500 naik kurang dari 0,1% menjadi 2,115.91 pada 12:14 siang di New York. Indeks Dow Jones Industrial Average naik 15,71 poin, atau 0,1%, menjadi 18,224.90. Indeks Nasdaq Composite naik 0,1% pasca reli selama 10-hari membawa Indeks saham menjadi 1,6% dari rekor di 2000.
Indeks S&P 500 naik pekan lalu karena risalah dari pertemuan terakhir bank sentral menunjukkan beberapa para otoritas berpendapat untuk menjaga suku bunga rendah lebih lama ditengah risiko perekonomian.(yds)
Sumber: Bloomberg

Saham Eropa Ditutup Stagnan Seiring Pelemahan Saham Perbankan

BESTPROFIT FUTURES MALANG (26/2) - Saham Eropa ditutup stagnan mendekati level tujuh tahun tertinggi karena penurunan saham perbankan dan perusahaan mobil yang membalikan kenaikan saham Axa SA.
Pemberi pinjaman Yunani memimpin acuan penurunan saham perbankan, diikuti National Bank of Greece SA dan Piraeus Bank SA yang turun lebih dari 11 %. Saham otomotif mencatatkan kinerja terburuk dari 19 kelompok industri pada Indeks Stoxx Europe 600 seiring pelemahan Valeo SA sebesar 2,3 % setelah kehilangan perkiraan untuk laba operasi setahun penuh. Continental AG turun 2,5 %. Axa naik 2,6 % setelah membukukan penguatan 12 % dalam laba tahunan.
Indeks Stoxx 600 turun 0,1 % ke level 386,76 pada penutupan perdagangan hari ini, memangkas penurunan sebelumnya sebesar 0,4 %. Indeks ekuitas naik 0,6 % pada Selasa kemarin, sehingga mendorong keuntungan tahun ini sebesar 13 %, sementara Yunani mencapai kesepakatan bailout dan Federal Reserve berjanji bersabar dalam menaikkan suku bunga. Indeks Yunani ASE turun 1,6 % hari ini, merupakan penurunan terbesar di antara 18 pasar saham Eropa. (vck)
Sumber: Bloomberg

Tuesday, 24 February 2015

Dolar Melemah Pasca Komentar Yellen Mengenai Suku Bunga

BESTPROFIT FUTURES MALANG (25/2) - Dolar turun dari level tertingginya pasca Ketua Federal Reserve Janet Yellen mengatakan perubahan dalam bimbingan bank sentral tidak akan merubah waktu menaikkan suku bunga.
Mata uang AS naik sebelumnya seiring ungkapan Yellen kepada sebuah komite Senat yang mengatakan bahwa pasar tenaga kerja membaik meskipun terjadi inflasi dan pertumbuhan upah tetap terlalu rendah. Dolar telah reli tahun ini karena ekonomi AS mengungguli rekan-rekan utama, The Fed bergerak untuk mempertimbangkan pengurangan stimulus moneter, sementara suku bunga yang lebih rendah di seluruh bank sentral dunia serta program pembelian obligasi dalam upaya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.
Indeks Spot Dollar Bloomberg, yang menelusuri mata uang terhadap 10 mata uang utama, turun 0,3% menjadi 1,165.30 pada 15:22 sore di New York. Menambahkan sebanyak 0,5% sebelumnya. Indeks tersebut menyentuh 1,175.99 pada 11 Februari lalu, yang merupakan level tertinggi pada data di 2004.
Mata uang AS diperdagangkan stagnan pada level 118,91 ¥ dan level $ 1,1336 per euro.(yds)
Sumber: Bloomberg

Emas Membukukan Kenaikan Terpanjang Di Tahun Ini

BESTPROFIT FUTURES MALANG (25/2) - Emas berjangka membukukan penurunan, sehingga memangkas penurunan terpanjang tahun ini, pasca Ketua Federal Reserve Janet Yellen gagal meredakan kekhawatiran bahwa suku bunga AS akan naik, sehingga mengurangi daya tarik logam mulia sebagai aset alternatif.
Yellen mengisyaratkan bahwa The Fed akan melakukan perubahan pada tingkat suku bunga dan tidak akan menguncinya pada jadwal pengetatan, menurut kesaksian dipersiapkan untuk pengiriman sebelum melakukan pertemuan dengan Komite Perbankan Senat. Sementara emas memperpanjang penurunan ke level tujuh pekan terendah.
Emas berjangka untuk pengiriman April turun 0,3 % untuk menetap di level $ 1,197.30 per ounce pukul 2:03 siang di Comex New York. Harga emas turun untuk sesi ketiga secara berturut-turut, merupakan penurunan terpanjang sejak 24 Desember tahun lalu, logam menyentuh level $ 1.190, merupakan level terendah untuk kontrak teraktif sejak 5 Januari lalu.
Yellen bersaksi di Senat pada hari ini dan dijadwalkan untuk tampil di hadapan DPR Rabu besok. Menurut Presiden Federal Reserve Bank of Richmond Jeffrey Lacker yang dikutip oleh Market News International mengatakan bank sentral akan menaikkan suku pada bulan Juni atau April mendatang. Tingkat suku bunga yang lebih tinggi akan menurunkan daya tarik emas karena logam secara umum memberikan kembali hanya melalui kenaikan harga. (vck)
Sumber: Bloomberg

Saham AS Naik Terkait Spekulasi Suku Bunga Pasca Pernyataan Yellen

BESTPROFIT FUTURES MALANG (25/2) - Saham AS naik, sehingga mengirimkan indeks acuan ke rekor tertingginya, pasca Ketua Federal Reserve Janet Yellen menunjukkan kenaikan suku bunga tidak mungkin terjadi sebelum pertengahan tahun ini karena inflasi dan pertumbuhan upah yang masih terlalu rendah.
Indeks Standard & Poor 500 naik 0,3 % ke level 2,115.52 pukul 04:00 sore di New York. Indeks Dow Jones Industrial Average naik 92,67 poin, atau 0,5 %, ke level 18,209.51, sementara saham Home Depot Inc dan JPMorgan Chase & Co. melakukan reli. Indeks Nasdaq Composite naik 0,1 %, naik untuk hari ke-10 sebesar 1,6 % dari rekor tertingginya sejak tahun 2000.
Indeks S&P 500 telah naik 2,8 % tahun ini dan Indeks Dow menguat 2,2 %. Indeks Nasdaq Composite menguat 5,1 % dalam 10 hari terakhir, merupakan kenaikan beruntun terpanjang sejak Juli 2009 lalu. Saham Apple Inc., yang memiliki bobot terbesar dalam Nasdaq Composite, menguat 20 % tahun ini.
Indeks Volatilitas Chicago Board Options Exchange turun 6,1 % pada hari ini ke level 13,67, merupakan level terendah sejak Desember lalu. Indeks, yang dikenal sebagai VIX, berada di jalur bulan terburuk. (vck)
Sumber: Bloomberg

Saham AS Pangkas Gain Pasca Komentar Yellen Terkait Suku Bunga

BESTPROFIT FUTURES MALANG (25/2) - Saham AS memangkas gain pasca mencapai level tertinggi sepanjang masa, karena para investor mengkaji waktu kenaikan suku bunga acuan pasca testimoni dari Ketua Federal Reserve Janet Yellen.
Indeks Standard & Poor 500 naik kurang dari 0,1% menjadi 2,110.57 pada 12:42 siang di New York, setelah naik sebanyak 0,3% sebelumnya. Indeks Dow Jones Industrial Average naik 54,36 poin, atau 0,3%, menjadi 18,171.20 seiring reli Home Depot Inc dan JPMorgan Chase & Co. Indeks Nasdaq Composite turun 0,2% setelah naik sembilan hari sebesar 1,7% dari rekor di tahun 2000 lalu.(yds)
Sumber: Bloomberg

Saham Eropa Perpanjang Kenaikan Seiring Kesepakatan Bailout Yunani

BESTPROFIT FUTURES MALANG (25/2) - Saham Eropa memperpanjang kenaikan dalam tujuh tahun terakhir seiring Yunani mencapai kesepakatan bailout dan Federal Reserve berjanji bersabar untuk menaikkan suku bunga. Sementara saham Yunani menguat.
Indeks Stoxx Europe 600 naik 0,6 % ke level 387,25 pada penutupan perdagangan hari ini, sehingga mendorong kenaikan tahun ini sebesar 13 %. Indeks acuan FTSE 100 Inggris ditutup pada level tertingginya sepanjang masa, naik sebesar 0,5 % untuk melampaui rekor sebelumnya pada tahun 1999 silam.
Indeks ASE Yunani naik 9,8 %, menyusul libur pasar saham pada Senin kemarin, karena para pemimpin di zona euro menyetujui perpanjangan bailout Yunani selama empat bulan kedepan. Indeks tersebut naik ke level tertinggi sejak mantan Perdana Menteri Antonis Samaras mengumumkan pemilu pada bulan Desember lalu, yang memicu keprihatinan atas negosiasi utang Yunani. Sementara National Bank of Greece dan Alpha Bank AE melakukan reli sebesar 17 %.
Saham Eropa memperpanjang kenaikan karena Ketua The Fed Janet Yellen mengatakan bank sentral akan fleksibel terhadap waktu kenaikan suku bunga. Dia menegaskan dalam pernyataannya di depan Senat Komite Perbankan bahwa kenaikan tidak akan terjadi setidaknya dalam beberapa pertemuan berikutnya. (vck)
Sumber: Bloomberg

Monday, 23 February 2015

Harga Minyak Turun Seret Wall Street Melemah

BESTPROFIT FUTURES MALANG (24/2) - Bursa saham Amerika Serikat (AS) ditutup variatif dengan indeks saham acuan Dow Jones dan S&P 500 tertekan pada perdagangan saham awal pekan ini. Harga minyak melemah mendorong sektor saham energi merosot sehingga menekan indeks saham.
Pada penutupan perdagangan saham, Senin (Selasa pagi WIB), indeks saham Dow Jones tergelincir 23,28 poin (0,13 persen) menjadi 18.117,16. Indeks saham S&P 500 melemah 0,68 poin (0,03 persen) menjadi 2.109,62. Sedangkan indeks saham Nasdaq menguat tipis 5,01 poin (0,1 persen) menjadi 4.960,97 didorong saham Apple Inc.
Sentimen harga minyak mempengaruhi bursa saham. Harga minyak acuan Amerika Serikat West Texas Intermediate turun US$ 1,30 menjadi US$ 49,50 per barel seiring penguatan dolar dan pasokan minyak berlebih. Hal ini juga mendorong indeks saham sektor energi S&P 500 tergelincir 0,6 persen.
Selain itu, rilis data ekonomi seperti penjualan rumah juga menjadi perhatian pelaku pasar. Indeks sektor perumahan turun 0,7 persen setelah penjualan rumah existing turun tajam dalam sembilan bulan.
Pelaku pasar juga mencermati kebijakan bank sentral Amerika Serikat/The Federal Reserve. Pimpinan bank sentral AS Janet Yellen akan memberikan testimoni mengenai ekonomi dan kebijakan moneter pada pekan ini sebelum pertemuan senat. Pelaku pasar akan memperhatikan semua indikator untuk mengetahui kapan waktu kenaikan suku bunga.
"Harga minyak melanjutkan pelemahan. Akan tetapi ini cenderung stabil, dan ini juga belum tentu positif. Saat ini tergantung dari kinerja dan berita makro ekonomi yang pengaruhi pasar," ujar Uri Landesman, President of Platinum Partners, seperti dikutip dari laman Reuters, Selasa (24/2/2015). (Ahm/)

Sumber : Liputan6

Emas Turun Ke Level Tujuh Tahun Terendah Pasca Kesepakan Yunani

BESTPROFIT FUTURES MALANG (24/2) - Emas berjangka jatuh ke tujuh minggu pasca Yunani mencapai kesepakatan sementara pada bailout dengan menteri keuangan zona euro sehingga mengurangi permintaan sebagai aset safe heaven. Platinum turun ke termurah di lima tahun terakhir.
Emas telah turun di bawah $ 1.200 per ons pasca bulan lalu mencapai $ 1,300, sebagian terkait spekulasi bahwa Yunani akan mencapai kesepakatan utang. Logam jatuh karena dolar menguat ditengah spekulasi Federal Reserve yang akan menaikkan suku bunga tahun ini. Ketua The Fed Janet Yellen dijadwalkan akan melakukan pembicaraan pada Selasa di Senat serta hari berikutnya di gedung putih
Sementara di New York Comex, emas berjangka untuk pengiriman April turun 0,3% untuk menetap di level $ 1,200.80 pada 1:40 siang. Sebelumnya, harga menyentuh level $ 1,190.60, yang terendah untuk kontrak teraktif sejak 5 Januari lalu.
Agregat perdagangan adalah 30% di bawah rata-rata untuk 100 hari terakhir, menurut data yang dihimpun oleh Bloomberg.(yds)
Sumber: Bloomberg

Saham AS Sedikit Berubah, Nasdaq Perpanjang Reli; Minyak, Emas Melemah

BESTPROFIT FUTURES MALANG (24/2) - Saham AS sedikit berubah, dengan indeks acuan mendekati level tertinggi sepanjang masa, Apple Inc. mencatat reli untuk mengirim Indeks Nasdaq Composite menuju gain kesembilan secara beruntun. Minyak turun berada di bawah $ 50 per barel, sementara emas turun ke level terendah tujuh pekan. Dolar menguat dan Treasuries naik.

Indeks Standard & Poor 500 turun kurang dari 0,1% pada 16:00 sore di New York setelah ditutup di level tertinggi sepanjang masa pada hari Jumat. Indeks Nasdaq Composite naik 0,1% mencatat reli terpanjang sejak September 2010 lau. Imbal hasil dengan tenor 10 tahun turun lima basis poin menjadi 2,06%. Dolar menguat terhadap mata uang emerging-market jelang terstimoni Ketua Federal Reserve Janet Yellen pada Kongres pekan ini. Minyak AS turun 2,7%, dan emas merosot ke level $ 1,200.80 per ons.

Apple Inc. melonjak 2,7% , sementara saham energi turun 0,4% karena minyak kembali mencatat pelemahan. Mayoritas Indeks saham AS ditutup di rekornya pada Jumat pasca Yunani mencapai kesepakatan terkait bailout. Pemerintah di Athena sampai tengah malam waktu Yunani menyelesaikan daftar kebijakan imbalan pendanaan lanjutan. Seorang pejabat pemerintah Yunani mengatakan akan dikirim pada hari Selasa. Investor akan mengamati testimoni semi-tahunan janet Yellen kepada Kongres mulai Selasa guna petunjuk kapan waktu kenaikan suku bunga acuan.(yds)

Sumber: Bloomberg

Saham AS Catat Penurunan Pada Sesi Siang Seiring Pelemahan Minyak

BESTPROFIT FUTURES MALANG (24/2) - Saham AS catat penurunan dari rekor tertingginya seiring pelemahan minyak di bawah level US $ 50 per barel. Sementara dolar menguat terhadap pasar mata uang negara berkembang jelang Ketua Federal Reserve Janet Yellen membahasnya pada Kongres pekan ini.

Indeks Standard & Poor 500 turun 0,3 % pukul 12:47 siang di New York setelah ditutup di level tertinggi sepanjang masa pada hari Jumat kemarin. Indeks Stoxx Europe 600 naik 0,7 %, sementara suku bunga Portugal dalam 10 tahun mencapai 2,118 %, di bawah level AS. Dolar menguat, sedangkan rubel turun 3,6 % dalam perdagangan luar negeri setelah Moody`s Investors Service menurunkan peringkat. Sementara Minyak turun 3,2 % di New York.

Indeks ekuitas utama AS ditutup pada rekor tertinggi pada Jumat kemarin pasca Yunani mencapai kesepakatan untuk memperpanjang persyaratan bailout. Sementara investor akan mengamati pernyataan semi-tahunan Yellen kepada Kongres mulai Selasa besok untuk menunjukan pada waktu kenaikan suku bunga. Sebuah laporan hari ini menunjukkan penjualan rumah AS turun lebih dari perkiraan bulan lalu. Sementara ekuitas Eropa menguat terkait kesepakatan Yunani. (vck)

Sumber: Bloomberg

Saham Eropa Perpanjang Kenaikan Pasca Perjanjian Yunani

BESTPROFIT FUTURES MALANG (24/2) - Saham Eropa naik untuk hari kelima pasca kreditur Yunani setuju untuk memperpanjang dana talangan negara tersebut.
Indeks Stoxx Europe 600 naik 0,7 % ke level 385,08 pada penutupan di London hari ini. Indeks FTSE 100 melampaui rekor penutupan tertinggi dalam perdagangan intraday sebelum turun sebesar 0,4 % seiring laba lebih rendah dari perkiraan di HSBC Holdings Plc yang menyeret saham ke level terendahnya. Sementara Indeks U.K. berakhir stagnan.
Indeks Stoxx 600 mencapai level tertinggi sejak Oktober 2007 lalu setelah naik untuk pekan ketiga, merupakan kenaikan terpanjang sejak awal Desember lalu, optimisme Yunani dan kreditur akan menyetujui kesepakatan. Bailout Yunani diperpanjang empat bulan kedepan, dan Yunani perlu untuk menyelesaikannya pada akhir hari daftar kebijakan terkait imbalan atas dana lanjutan. Mentri keuangan kemudian akan memutuskan apakah usulan penawawran yang cukup jauh atau memicu putaran perundingan darurat pekan ini.
Indeks ASE  Yunani turun 4,5 % pekan lalu. Pasar saham Yunani ditutup pada hari ini untuk hari libur. Sementara Indeks ISEQ Irlandia, Indeks AEX Belanda dan indeks OMX Copenhagen 20 naik ke level tertingginya di antara 18 pasar saham Eropa pada hari ini. (vck)
Sumber: Bloomberg

Sunday, 22 February 2015

Sentimen Yunani Bakal Warnai IHSG

BESTPROFIT FUTURES MALANG (23/2) - Gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih menguat pada perdagangan saham awal pekan ini. Hal itu didukung dari sentimen politik berkurang sehingga meningkatkan kepercayaan investor.

Analis PT Lautandhana Securindo, Willy Sanjaya menuturkan, IHSG akan melanjutkan penguatan. Hal itu didukung dari sentimen politik dalam negeri dengan keputusan Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengangkat pimpinan baru Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"IHSG akan bergerak di kisaran 5.371-5.450 pada perdagangan saham Senin pekan ini," ujar Willy, saat dihubungi Liputan6.com, Senin (23/2/2015).

Ia mengatakan, sentimen penurunan suku bunga acuan/BI Rate juga masih akan mempengaruhi laju IHSG. Ditambah harga minyak dunia menurun. Harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) turun US$ 82 sen atau -1,6 persen menjadi US$ 50,34 per barel di New York Mercantile Exchange. Sementara jenis Brent ditutup naik 1 sen, atau 0,02 persen menjadi US$ 60,22 per barel di bursa ICE Futures London.

Ia menambahkan, penyelesaian utang Yunani juga menjadi fokus perhatian pelaku pasar. Akhir pekan lalu, menteri keuangan zona Eropa memutuskan untuk memberikan dana talangan ke Yunani.

Willy optimistis, IHSG dapat melanjutkan tren positif. Bahkan IHSG dapat menembus level 6.000 pada akhir 2015. Meski demikian, hal itu bergantung dari realisasi program pemerintah Presiden Joko Widodo (Jokowi)

Analis PT Asjaya Indosurya Securities, William Suryawijaya mengatakan, IHSG sedang berusaha menuju level resistance 5.444. Potensi untuk ditembus cukup besar di tengah penguatan dolar, dan didukung aliran dana investor asing.

"Peluang untuk menembus dan menuju level resistance yang baru masih terbentang cukup lebar. Support bertahan di level 5.310, dan cukup kuat menahan tekanan terhadap IHSG," kata William.

Untuk rekomendasi saham, Willy memilih sejumlah saham yang dapat dicermati antara lain saham PT Sentul City Tbk (BKSL), PT Pakuwon Jati Tbk (PWON), PT Ciputra Development Tbk (CTRA), dan PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA).

Selain itu, ia menambahkan, pelaku pasar juga dapat akumulasi saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN), dan PT Astra International Tbk (ASII).

Sedangkan William merekomendasikan pelaku pasar untuk memilih saham PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA), PT Jasa Marga Tbk (JSMR), dan PT AKR Corporindo Tbk (AKRA).

IHSG menguat tipis 9,65 poin (0,18 persen) menjadi 5.400,10. Indeks saham LQ45 naik 0,07 persen ke level 941,11 pada penutupan perdagangan saham Jumat 20 Februari 2015. IHSG tembus 5.400 itu tertinggi sepanjang sejarah pasar modal Indonesia. Penguatan indeks saham ini ditopang dari aliran dana investor asing yang mencapai Rp 886 miliar pada akhir pekan lalu.


Sumber : Liputan6

Nikkei Awal Pekan Waspadai Profit Taking Pasca Tertinggi 15 Tahun

BESTPROFIT FUTURES MALANG (23/2) - Mengawali perdagangan pekan terakhir bulan Februari (23/02), bursa saham Jepang dibuka melanjutkan penguatan tertinggi 15 tahunnya oleh dorongan penguatan bursa saham AS pasca disetujuinya program bailout Yunani oleh komisi Eropa sehingga semakin memperlemah kurs Yen terhadap dollar AS.
Dalam rapat akhir menteri keuangan negara Eropa dengan pejabat Yunani mengenai nasib Yunani yang terancam keluar dari kawasan Euro oleh ketidakpastian diperpanjangnya program bailout Yunani, yang akhirnya disepakati program bailout tersebut diperpanjang sampai 4 bulan dari 6 bulan yang diminta oleh Yunani.
Untuk kurs Yen terhadap dollar masih mengalami pelemahan lanjutan setelah pekan lalu ditekan dollar di kisaran 119 yen, dan awal perdagangan pekan ini Yen kembali melemah hingga 0,002% ke posisi 119,03 yen.  Pelemahan Yen ini memberikan penguatan terhadap saham-saham eksportir seperti Mitsubhisi Electric dan Toyota Motors yang naik diatas 1 persen.
Indeks spot Nikkei dibuka menguat 0,9 persen ke posisi penguatan 15 tahun tertinggi baru di kisaran 18,498.03 dan untuk nikkei berjangka juga dibuka menguat hingga 0.9 persen ke posisi 18,495 setelah pekan lalu berakhir di level 18,415. Untuk perdagangan selanjutnya analyst Vibiz research Center memperkirakan indeks Nikkei berjangka akan bergerak menguat namun diwaspadai profit taking pasca penguatan tertinggi 15 tahun pada perdagangan pekan lalu dan bergerak dalam kisaran 18350 – 18500 setelah perdagangan sebelumnya sempat menyentuh kisaran tertinggi di 18445 dan kisaran terendah di 18275.

Sumber : Vibiznews

Saham Asian Menguat Terkait Kesepakatan Bailout Yunani

BESTPROFIT FUTURES MALANG (23/2) - Saham Asia naik, dengan indeks Nikkei 225 Stock Average meningkat ke level 15-tahun tertingginya, dan emas meorosot karena investor menunggu kemajuan ekstensi bailout Yunani yang disepakati pada jumat kemarin. Minyak turun di New York.
Indeks Nikkei 225 naik sebesar 0,8 persen pukul 09:20 pagi di Tokyo, sementara Indeks Australia S&P/ASX 200 menguat 0,4 persen pasca kenaikan mingguan kelima berturut-turut. Kontrak pada indeks Standard & Poor 500 stagnan pasca wallstreet AS ditutup pada rekor tertingginya. Euro mendatar, sementara emas ditransaksikan pada level $1,202.41 per ons pasca turun 0,4 persen pada Jumat kemarin. Minyak di New York turun setelah anjlok sebesar 4,6 persen pekan lalu.
Pemerintah Yunani sampai akhir Senin untuk menyelesaikan daftar kebijakan sebagai imbalan atas perpanjangam program bailout selama empat bulan kedepan pasca pembicaraan pada 20 Februari kemarin. Gubernur Bank of Japan Haruhiko Kuroda dijadwalkan berpidato di depan parlemen pasca rilis risalah pertemuan Januari-nya. Para pejabat di Kiev mengatakan pemberontak pro-Rusia di timur Ukraina terus menyerang pasukan Ukraina, sementara itu, bom telah menewaskan dua orang di kota Kharkiv. (izr)
Sumber: Bloomberg

Investor Sambut Baik Progres Hutang Yunani Dorong Penguatan Saham Jepang

BESTPROFIT FUTURES MALANG (23/2) - Saham Jepang naik, dipimpin oleh saham pembuat instrumen presisi, karena investor menunggu perkembangan kesepakatan antar menteri keuangan euro-area terkait program bailout Yunani.
Indeks Topix naik sebesar 0,6 persen ke level 1,508.76 pukul 09:01 di Tokyo, di jalur untuk kenaikan untuk hari ketujuh, penguatan beruntun terpanjang sejak awal Desember lalu. sekitar 30 saham dari 33 saham sub industri menguat. Indeks Nikkei 225 melonjak sebesar 0,9 persen ke level 18,487.61, di jalur untuk penutupan tertinggi sejak April 2000 lalu.
Pasca pembicaraan di Brussels antara pejabat dari 19 anggota euro menyimpulkan akhir pertemuan pada jumat kemarin dengan kesepakatan untuk memperpanjang bailout Yunani selama empat bulan ke depan, pemerintah Yunani sekarang memiliki waktu sampai akhir hari Senin untuk menyelesaikan daftar kebijakan imbalan untuk meneruskan pendanaan. Kepala keuangan kemudian akan memutuskan apakah usulan dianggap cukup jauh atau memicu putaran perundingan darurat pekan ini.
Kontrak pada indeks Standard & Poor 500 mnedatar pasca indek acuan menguat sebesar 0,6 persen ke rekor penutupan tertingginya jumat kemarin di New York terkait optimisme tentang kesepakatan hutang Yunani.
Langkah-langkah reformasi Yunani masih tunduk pada validasi oleh Dana Moneter Internasional, Bank Sentral Eropa dan Lembaga Komisi Eropa, yang dikenal sebagai troika yang Perdana Menteri Alexis Tsipras bersumpah untuk tidak mengakui.
Gubernur Bank of Japan Haruhiko Kuroda dijadwalkan untuk muncul di parlemen Jepang pukul 10:40 waktu setempat. Para pembuat kebijakan setuju bahwa ekonomi Jepang secara bertahap ditingkatkan, menurut risalah rapat bank sentral Januari yang dirilis hari ini. (izr)
Sumber: Bloomberg

Euro Menguat Pasca Yunani Setuju Perpanjang Program Bailout

BESTPROFIT FUTURES MALANG (23/2) - Euro menguat terhadap dolar pasca Yunani sepakat untuk memperpanjang program bailoutnya, menghapus spekulasi Yunani akan keluar wilayah blok mata uang euro.
19 negara zona mata uang euro hapus penurunan sebesar 0,8 persen pada jumat kemarin pasca menteri keuangan kawasan euro mencapai kesepakatan akan membailout Yunani selama empat bulan kedepan. Pilihan pedagang bersedia membayar lebih dalam sebulan untuk menjaga terhadap kerugian euro dengan Yunani memiliki sampai akhir hari Senin untuk menyelesaikan daftar kebijakan sebagai imbalan atas dana lanjutan.
Euro ditransaksikan pada level $1,1385 pukul 8:49 di Tokyo, dibandingkan dengan pada Jumat di level $1,1381, ketika naik 0,1 persen. Euro naik sebesar 0,3 persen pada Senin. Terhadap yen, Euro mendatar pada level 135,56 yen, setelah naik 0,2 persen pada akhir pekan lalu.
Premi kontrak satu minggu untuk menjual euro terhadap dolar AS, atas orang-orang untuk membeli, menyentuh 1,65 persen, terbesar sejak 19 Januari, menurut data risiko pembalikan 25-delta yang dikumpulkan oleh Bloomberg. (izr)
Sumber: Bloomberg

Thursday, 19 February 2015

Harga Minyak Tertekan Gara-gara Kebanjiran Stok di AS

BESTPROFIT FUTURES MALANG (20/2) - Harga minyak melanjutkan pelemahannya pada Kamis (Jumat pagi WIB), setelah pemerintah Amerika Serikat (AS) mengumumkan rekor tertinggi dalam persediaan minyak mentah.
Dilansir dari Reuters, Jumat (20/2/2015), harga minyak jenis Brent yang menjadi patokan di pasar internasional turun US$ 32 sen menjadi US$ 60,21 per barel, dengan level terendah pada hari ini US$ 57,80 per barel. Pada hari Selasa, harga minyak Brent sempat menyentuh level tertinggi dalam dua bulan di kisaran US$ 63 per barel.

Sementara Harga mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) yang menjadi patokan minyak di AS ditutup melemah US$ 98 sen menjadi US$ 51,16. Pada awal sesi, harga sempat turun lebih dari US$ 2 per barel.

Badan Administrasi Informasi Energi AS melaporkan persediaan minyak mentah di AS naik 7,7 juta barel pada pekan lalu ke rekor 425,6 juta barel.

Stok minyak AS lebih dari dua kali lipat 3,2 juta barel di atas yang diperkirakan oleh analis dalam jajak pendapat Reuters, tapi jauh di bawah 14,3 juta barel diperkirakan para pelaku industri perminyakan AS.
Harga sempat melonjak selama bulan lalu, dengan Brent tercatat naik 35 persen dari level rendah pada pertengahan Januari. Beberapa analis meramalkan harga minyak bisa terdongkrak karena berkurangnya jumlah rig minyak di AS.
Dalam beberapa pekan terakhir mentah telah jatuh akibat menguatnya laporan stok yang melimpah,  kemudian rally dalam seminggu ketika data dari Baker Hughes menunjukkan jumlah rig pengeboran minyak AS berada di posisi terendah tiga tahun.

"Namun fokusnya kembali lagi pada kelebihan pasokan. Pertanyaan besarnya adalah untuk berapa lama?" " kata Carsten Fritsch, analis minyak di Commerzbank di Frankfurt. (Ndw)


Sumber : Liputan6