Wednesday, 17 December 2014

Saham Jepang Menguat Pasca The Fed Menunda Kenaikan Suku Bunga AS

BESTPROFIT FUTURES MALANG (18/12) - Saham Jepang melonjak tertinggi dalam 6 pekan terakhir seiring yen melemah terhadap dolar pasca Federal Reserve mengatakan akan menunda kenaikan suku bunga AS.
Indeks Topix menguat 2,6 % ke level 1,386.62 pukul 09:02 pagi waktu Tokyo, menuju lonjakan terbesarnya sejak 4 November lalu. Sebanyak 33 kelompok industri meningkat. Indeks Nikkei 225 Stock Average naik 2,2 % ke level 17,187.13. Sementara mata uang yen diperdagangkan pada level 118,76 per dolar hari ini setelah kemarin melemah 1,9 %. Saham AS mengalami kenaikan terbesarnya sejak 2013 lalu terkait Ketua Janet Yellen mengatakan The Fed tidak mungkin untuk bergerak sebelum akhir April mendatang dan suku bunga akan tetap rendah untuk "waktu yang lama."
Kontrak pada Indeks Standard & Poor 500 sedikit berubah hari ini. Yang mendasari indeks ekuitas AS melonjak 2 % kemarin setelah The Fed menepati janji sebelumnya untuk menjaga suku bunga mendekati nol untuk "waktu yang lama," dan meningkatkan penilaian dari pasar tenaga kerja.
Indeks harga konsumen AS menurun 0,3 % pada November lalu, penurunan terbesarnya sejak Desember 2008 silam, setelah stagnan pada bulan sebelumnya, menurut Departemen Tenaga Kerja kemarin. Harga bahan bakar memimpin penurunan. (knc)
Sumber : Bloomberg

Saham AS Reli, Bursa Saham Asia Dibuka Menguat 0.7%

BESTPROFIT FUTURES MALANG (18/12) - Bursa Saham Asia menguat yang mengikuti lonjakan tajam Bursa Saham AS sejak Oktober 2013 lalu, setelah Federal Reserve menunda menaikkan suku bunga dan pelemahan yen, sehingga mendorong ekuitas Jepang.

Indeks MSCI Asia Pacific menguat 0.7% ke level 134.55 pukul 9:04 pagi waktu Tokyo. Dalam 3 hari terakhir indeks acuan tersebut mengalami penurunan 2.5% akibat penurunan harga minyak mentah dan mata uang Russia yang memicu kekhawatiran mengenai pertumbuhan ekonomi global. The Fed menyatakan akan bersabar terkait batas waktu kenaikan suku bunga, mengganti komitmen untuk mempertahankan suku bunga pinjaman mendekati 0 untuk “waktu yang lama,” meskipun perekonomian AS menguat. Kemarin Indeks Standard & Poor 500 melonjak 2% ketika yen turun 1.9% terhadap dollar.

Indeks Topix Jepang menguat 2.4%. Indeks Kospi Korea Selatan menguat 0.6%. Indeks S&P/ASX 200 Australia catat gain 1.6%, sementara Indeks NZX 50 Seladia Baru menguat 0.4%. (bgs)

Sumber : Bloomberg

S&P 500 Menguat Tajam Sejak Oktober 2013 Lalu

BESTPROFIT FUTURES MALANG (18/12) - Saham AS rally, memberikan indeks Standard & Poor 500 gain terbesar sejak Oktober 2013 lalu, karena saham energi rebound dan Federal Reserve mengatakan akan bersabar terkait waktu kenaikan suku bunga.
Indeks S & P 500 naik sebesar 2 persen ke level 2,012.84 pukul 04:00 di New York, pasca mengalami koreksi selama tiga sesi. Indeks Dow Jones Industrial Average naik 287,03 poin, atau 1,7 persen, ke level 17,355.90. Volume perdagangan di S & P 500 sebesar 34 persen di atas moving average 30-hari hari ini.
Bank sentral AS mengatakan akan bersabar terkait waktu kenaikan suku bunga pertama sejak tahun 2006 lalu, menggantikan janji untuk menjaga biaya pinjaman mendekati nol untuk "waktu yang cukup," dan meningkatkan penilaian dari pasar tenaga kerja.
Perubahan dalam petunjuk merupakan langkah dalam rencana The Fed untuk keluar dari pelonggaran kebijakan moneter dalam sejarah 100 tahun terakhir. Sementara penurunan tingkat pengangguran yang lebih cepat dari perkiraan mendorong bank sentral untuk menaikkan suku tahun depan, jatuhnya harga minyak dan komoditas membuat laju inflasi di bawah target. (izr)
Sumber: Bloomberg

Tuesday, 16 December 2014

Emas Berjangka Catat Penurunan Terpanjang Terkait Suku Bunga The Fed

BESTPROFIT FUTURES MALANG (17/12) - Emas berjangka membukukan penurunan terpanjang dalam lima minggu di tengah kekhawatiran bahwa Federal Reserve bergerak lebih dekat dalam menaikkan suku bunga AS dan spekulasi bahwa Rusia akan menjual cadangan logam.
Para pembuat kebijakan akan bertemu hari ini dan besok untuk membahas langkah-langkah dalam menaikkan suku bunga acuan The Fed, yang telah mendekati nol sejak tahun 2008. Pada kuartal ketiga, emas telah turun 8,4% karena menguatnya perekonomian AS. Rubel Rusia turun menuju rekor terhadap dolar setelah kenaikan suku bunga terbesar di negara tersebut dalam 16 tahun gagal untuk menghidupkan kembali kepercayaan terhadap mata uang.
Emas tergelincir ke level terendah sejak 2010 pada bulan lalu karena investor memburuk terhadap logam di tengah inflasi yang rendah dan spekulasi bahwa membaiknya ekonomi AS akan memicu The Fed. Tumpukan uang tunai Rusia telah turun ke titik terendah lima tahun setelah bank sentral menghabiskan lebih dari $ 80 miliar dalam tahun ini mencoba untuk memperlambat kemunduran mata uang rubel, memicu kekhawatiran bahwa negara tersebut akan dipaksa untuk menjual beberapa emas yang dimiliki.
Emas berjangka untuk pengiriman Februari turun 1,1% untuk menetap di level $ 1,194.30 per ons pada pukul 1:52 siang di Comex New York. Penurunan kelima berturut merupakan kemerosotan terpanjang sejak 6 November yang lalu.(frk)
Sumber : Bloomberg

Ekspor Jepang Bulan November Naik Tidak Sesuai Perkiraan

BESTPROFIT FUTURES MALANG (17/12) - Ekspor Jepang bulan November naik kurang dari perkiraan sebelumnya, sehingga mempertegas berbagai tantangan kepada upaya Perdana Menteri Shinzo Abe guna menarik ekonomi dari resesi.

Eskpor naik 4.9% dari awal tahun ini, menurut rilis data dari kementerian keuangan, angka tersebut dibawah perkiraan rata-rata dari survey Bloomberg News yang menyatakan naik 7%. Sementara impor tergelincir 1.7%, sehingga menyebabkan defisit neraca perdagangan sebesar 892 miliar yen ($7.6 miliar).

Abe menghadapi tekanan yang meningkat guna mendorong pertumbuhan ekonomi setelah memengkan pemilu dia berjuang terkait komitmen guna mengejar kebijakan Abenomic yang dicetuskannya. Ekspor yang akan naik secara bertahap akan membantu pelemahan yen saat harga minyak mentah turun yang akan mendorong pertumbuhan ekonomi dan memicu inflasi pada jangka panjang, menurut Kepala Bank Sentral Haruhiko Kuroda.

Di lain pihak yen diperdagangkan pada level 116.63 per dollar pukul 8:59 pagi waktu Tokyo setelah kemarin mencapai level 115.57, level tertinggi dalam sebulan terakhir. (bgs)

Sumber : Bloomberg

Saham Asia Menguat Jelang Keputusan The Fed

BESTPROFIT FUTURES MALANG (17/12) - Saham Asia naik jelang keputusan kebijakan Federal Reserve seiring kenaikan sektor energi dan utilitas saham melampaui penurunan ekuitas Jepang didorong oleh penguatan yen.
Indeks MSCI Asia Pacific naik 0,1 % ke level 134,49 pukul 09:09 pagi waktu Tokyo setelah dua hari sebelumnya turun 2 %. Indeks Topix Jepang merosot 0,5 % setelah yen menguat 1,2 % terhadap dolar AS kemarin.
Mata uang Rusia kemarin anjlok ke rekornya, menentang kenaikan suku bunga kejutan, sementara minyak mentah kembali melemah hari ini. The Fed akan berjanji untuk menurunkan atau mempertahankan suku bunga mendekati nol untuk "waktu yang cukup," menurut para ekonom.
Indeks Kospi Korea Selatan menguat 0,3 %. Indeks Australia S & P / ASX 200 naik 0,4 %, sementara Indeks NZX 50 Selandia Baru stagnan.
Pasar perdagangan di Hong Kong dan China belum dibuka. Kontrak pada Indeks Hang Seng Hong Kong turun 0,2 % pada sesi perdagangan terbaru, dan kontrak pada Indeks Hang Seng China Enterprises melemah 0,6 %. Indeks Hang Seng kemarin memasuki koreksi setelah memperpanjang penurunan dari level tertingginya sejak 3 September lalu sampai 10 %. (knc)
Sumber : Bloomberg

Saham Jepang Melemah Diikuti Yen dari Level 4 Pekan Tertinggi

BESTPROFIT FUTURES MALANG (17/12) - Saham Jepang turun untuk hari ketiga beruntun setelah mata uang yen mencapai level 4 pekan tertinggi seiring para investor membeli aset haven di tengah harga minyak merosot dan mata uang rubel Rusia yang menambah kekhawatiran bahwa pertumbuhan ekonomi global goyah.
Indeks Topix melemah 0,5 % ke level 1,346.98 pukul 09:01 pagi waktu Tokyo, setelah penutupan kemarin di level 6 pekan terendah. Semua kelompok industri kecuali 7 dari 33 kelompok industri pada Indeks Topix turun. Indeks Nikkei 225 Stock Average kehilangan 0,5 % ke level 16,675.87. Yen diperdagangkan pada level 116,61 per dolar setelah kemarin menguat 1,2 %. Investor menunggu kesimpulan dari pertemuan Federal Reserve hari ini untuk memberikan sinyal pada prospek suku bunga AS.
Minyak mentah Brent tergelincir di bawah level $ 60 untuk pertama kalinya dalam 5 tahun terakhir sementara minyak AS berada di dekat level terendahnya karena suku bunga mengalami kenaikan terbesarnya sejak Mei 2009 silam. Sejak tahun 1998 Rusia gagal untuk menahan penurunan mata uang rubel di tengah merosotnya harga minyak. Mata uang rubel tenggelam melampaui level 80 per dolar untuk pertama kalinya, pasca Bank of Rusia meningkatkan suku bunganya sebesar 6,5 poin persentase.
Kontrak pada Indeks Standard & Poor 500 naik 0,2 % hari ini. Yang mendasari indeks ekuitas AS melemah 0,9 % kemarin, memukul para investor dengan saham terbesar berayun dalam 2 bulan. (knc)
Sumber : Bloomberg

Saham AS Berakhir di Zona Merah Pasca Pelemahan Saham Teknologi

BESTPROFIT FUTURES MALANG (17/12) - Saham AS jatuh akibat penurunan saham pada perusahaan teknologi dan konsumen-discretionary mengimbangi rebound saham energi sebelum keputusan moneter para pembuat kebijakan Federal Reserve besok.
Untuk hari kedua, investor mengalami kurugian oleh ayunan saham terbesar dalam dua bulan terbesar. Indeks S&P 500 turun sebesar 0,7 persen pada 10 menit pertama perdagangan kemudian rebound, melonjak sebanyak 1,4 persen seiring minyak mentah hapus kerugian. Indeks membalikan keuntungan pada sore hari, naik lagi dan kemudian menuju level terendah di jam terakhir. 44-point bergerak dari atas ke bawah adalah yang terbesar untuk setiap hari sejak pertengahan Oktober, ketika indeks berakhir penurunan terburuknya di tahun 2014.
Saham Microsoft Corp, Google Inc dan Facebook Inc turun setidaknya 2,8 persen karena merosotnya saham teknologi. Saham Amazon.com Inc anjlok 3,4 persen. Saham Range Resources Corp, Nabors Industries Ltd dan Diamond Offshore Drilling Inc diantara keuntungan antara perusahaan energi. Saham Boeing Co, 3M Co dan CVS Health Corp meningkat lebih dari 1,7 persen pasca menaikkan dividen mereka.
Indeks S&P 500 turun sebesar 0,8 persen ke level 1,973.07 pukul 04:00 di New York. Indeks Dow Jones Industrial Average merosot 103,14 poin, atau sebesar 0,6 persen, ke level 17,077.70. Indeks saham Teknologi Nasdaq 100 anjlok 1,6 persen. Volume perdagangan di S & P 500 sebesar 39 persen di atas moving average 30-hari untuk hari ini. (izr)
Sumber: Bloomberg

Monday, 15 December 2014

Sosialisasi Perdagangan Berjangka Komoditi PT.Bestprofit Futures dengan STIEKN Malang

Pada hari minggu tanggal 16 Desember 2014, PT.Bestprofit Futures Malang mengadakan kegiatan yang bertema Sosialisasi tentang Perdagangan Berjangka Komoditi. PT Bestprofit Futures Malang mengundang Mahasiswa dan Dosen kampus STIEKN Malang untuk mengikuti kegiatan ini. Kegiatan ini dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan Masyarakat, khususnya masyarakat Kota Malang tentang apa itu Perdagangan Berjangka. Baik itu Perdagangan Berjangka Komoditi maupun Sistem Perdagangan Alternatif (SPA). 

















Harga Emas Catat Penurunan Terpanjang Terkait Outlook Suku Bunga The Fed

BESTPROFIT FUTURES MALANG (16/12) - Emas berjangka membukukan penurunan terpanjang dalam lima minggu terkait kekhawatiran bahwa Federal Reserve bergerak lebih dekat untuk menaikkan suku bunga AS, menahan permintaan untuk logam mulia sebagai alternatif investasi.
Pada kuartal ketiga, emas turun 8,4% karena ekonomi AS menguat. The Fed memulai pertemuan dua hari besok dan para pembuat kebijakan akan membahas langkah-langkah menaikkan biaya pinjaman setelah mempertahankan suku bunga acuan mendekati nol persen sejak tahun 2008.
Bulan lalu, emas turun ke level terendah dalam empat tahun setelah ekuitas melonjak ke rekor dan harga minyak memasuki bear market. Jeffrey Currie, kepala riset komoditas di Goldman Sachs Group Inc, mengatakan pekan lalu bahwa logam akan turun karena membaiknya ekonomi AS. Ekonom dan pejabat The Fed yang disurvei oleh Bloomberg memperkirakan suku bunga yang lebih tinggi pada tahun 2015.
Emas berjangka untuk pengiriman Februari turun 1,2% dan ditutup pada level $ 1,207.70 per ons pada pukul 1:46 siang di Comex New York. Harga catat penurunan keempat berturut-turut, yang merupakan kemerosotan terpanjang sejak 6 November.(frk)
Sumber : Bloomberg

Nilai mata uang Rusia turun ke titik terendah

BESTPROFIT FUTURES MALANG (16/12) - Nilai mata uang Rusia, rubel, mencapai titik terendah, 60 rubel per US$1 dalam perdagangan Senin (15/12) meskipun Bank Sentral berusaha menjaga stabilitas mata uang itu.

Sejak awal tahun ini nilai mata uang negara itu mencatat penurunan lebih dari 45%.

Di antara penyebab utamanya, lapor wartawan BBC di Moskow, Steven Rosenberg, adalah penurunan harga minyak, salah satu ekspor terbesar Rusia, dan sanksi-sanksi yang diterapkan Barat.

Hal tersebut mendorong kenaikan harga barang-barang sehingga inflasi tahun ini diperkirakan akan mencapai 10%.

Atas perkembangan ini, Bank Sentral telah menempuh sejumlah langkah, termasuk menaikkan suku bunga pinjaman 1% menjadi 10,5% sebagai upaya menekan laju inflasi.

Namun langkah itu tidak mampu menekan penurunan rubel. Pasar juga khawatir Rusia kemungkinan masih menghadapi risiko dikenai sanksi-sanksi lain terkait peran Rusia dalam konflik di Ukraina.

Awal bulan ini pemerintah memperingatkan perekonomian akan jatuh ke resesi tahun 2015. Pemerintah mengatakan perekonomian akan menyusut 0,8% pada tahun 2015, setelah sebelumnya diperkirakan tumbuh 1,2%

Sumber: BBC

Penurunan Minyak, Bursa Saham Asia Kembali Dibuka Melemah 0.3%

BESTPROFIT FUTURES MALANG (16/12) - Bursa Saham Asia melemah, indeks acuan saham regional tersebut memperpanjang level 8 pekan terendah, pelemahan akibat dari penurunan minyak mentah yang menaikkan kekhawatiran mengenai perekonomian global dan penguatan yen yang memberikan tekanan terhadap ekuitas Jepang.

Indeks MSCI Asia Pacific melemah 0.3% ke level 135.24 pukul 9:01 pagi waktu Tokyo setelah kemarin ditutup pada level terendahnya sejak 17 Oktober lalu. Sementara itu, Indeks Standard & Poor 500 melemah 0.6% akibat aksi penjualan saham terkait penurunan harga minyak mentah yang mengimbangi lonjakan produksi industri. Yen catat gain 0.8% terhadap dollar. Hari ini Federal Reserve akan memulai pertemuan yang akan berlangsung selama 2 hari, dengan para  investor menunggu apakah bank sentral akan menekan kembali batas waktu menaikkan suku bunga.

Harga minyak mentah turun ke level terendahnya dalam lebih dari 5 tahun terakhir setelah United Arab Emirates menyatakan bahwa OPEC tidak akan memperketat produksi dalam menanggapi penurunan minyak. Kemarin WTI (West Texas Intermediate) untuk pengiriman Januari turun $1.90 atau 3.3% ke level $55.91 per barel di New York Mercantile Exchange, penyelesaian terendah sejak Mei 2009 silam. Sehingga hari ini memperpanjang penurunan ke level $55.67 per barel.

Indeks Topix Jepang melemah 1.2% akibat yen kemarin mempertahankan penguatan yang diperdagangkan pada level 117.85 per dollar. Indeks Kospi Korea Selatan dan Indeks S&P/ASX 200 Australia melemah 0.7%. Indeks NZX 50 Selandia Baru tergelincir 0.2%. (bgs)

Sumber: Bloomberg

Saham Jepang Melemah di Hari Kedua Seiring Yen Menguat

BESTPROFIT FUTURES MALANG (16/12) - Saham Jepang turun untuk hari kedua beruntun setelah yen menguat seiring para investor mencari aset haven di tengah aksi jual berlanjut pada minyak mentah.
Indeks Topix melemah sebesar 1,2 % ke level 1,363.46 pukul 09:01 pagi waktu Tokyo, setelah penutupan kemarin di level 1 bulan terendah. Semua 33 kelompok Industri Topix turun. Indeks Nikkei 225 merosot sebesar 1,4 % ke level 16,864.28. Mata uang yen diperdagangkan pada level 117,87 per dolar setelah kemarin naik sebesar 0,8 %. Saham juga jatuh di AS dan Eropa.
Kontrak pada Indeks Standard & Poor 500 naik 0,2 % hari ini. Yang mendasari saham ekuitas AS turun 0,6 % kemarin menurun kelima dalam 6 sesi terakhir. Indeks Stoxx Europe 600 merosot sebesar 2,2 % ke level terendahnya sejak 20 Oktober lalu. The Fed memulai pertemuan hari ini membahas kebijakan moneter dan menentukan waktu untuk meningkatkan suku bunga acuan AS.
Harga minyak acuan ditutup anjlok pada hari kelima berturut-turut, tergelincir ke level 5 tahun terendah pasca Uni Emirat Arab mengatakan OPEC tidak akan mengurangi produksi.
Bank of Rusia menaikkan suku bunganya menjadi 17 % dari 10,5 % karena anjloknya minyak mentah mendorong negara eksportir minyak mentah terbesar dunia menuju resesi. (knc)
Sumber : Bloomberg

Bursa AS Sesi I Ditutup Melemah Terkait Selloff dalam Harga Minyak

BESTPROFIT FUTURES MALANG (16/12) - Saham AS turun, pasca minggu terburuk dalam lebih dari dua tahun terakhir untuk indeks Standard & Poor 500, karena berlanjutnya aksi jual dalam harga minyak membayangi lonjakan produksi industri dan transaksi perusahaan.
Indeks S&P 500 turun 0,5% menjadi 1,992.63 pada pukul 12:34 siang di New York, turun di bawah harga rata-rata selama 50 hari terakhir. Indeks tersebut kehilangan sebanyak 1%, tergelincir di bawah pergerakan rata-rata 100-hari sebelum memangkas penurunan.
Indeks Dow Jones Industrial Average turun 70,87 poin hari ini, atau 0,4%, ke level 17,209.96. Indeks tersebut turun 3,8% pekan lalu, penurunan terbesar sejak November 2011. Perdagangan saham dalam S&P 500 adalah 19% di atas rata-rata 30-hari dalam hari ini.
Indeks S&P 500 menghentikan penguatan dari 0,8% akibat minyak mentah turun lebih dari 2,3%. Indeks tersebut kehilangan 3,5% pekan lalu ke level terendah dalam enam minggu pasca minyak mentah jatuh ke posisi terendah lima tahun.
Lebih dari $ 1,8 triliun dihapus dari nilai ekuitas global pekan lalu karena harga minyak jatuh terkait tanda-tanda melemahnya permintaan, meningkatkan kekhawatiran atas kekuatan ekonomi global. Indeks Volatilitas Chicago Board Options Exchange, juga dikenal sebagai VIX (VIX), melonjak 78% dalam lima hari terakhir, kenaikan terbesar dalam lebih dari empat tahun. Indeks tersebut menambahkan 4,9% hari ini.(frk)
Sumber : Bloomberg

Sunday, 14 December 2014

Koalisi PM Abe Menang Telak Pemilu di Jepang

BESTPROFIT FUTURES MALANG (15/12) - Koalisi pimpinan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe memenangkan secara telak pemilu sela majelis rendah parlemen, meski hanya sedikit pemilih yang ikut.
Beberapa jajak pendapat menunjukkan Partai Demokratik Liberal LDP dan mitra juniornya Komeito memenangkan lebih dari 310 kursi dari 475 kursi di majelis rendah.
Abe menyerukan pemilu tersebut dua tahun lebih cepat untuk memperoleh mandat bagi kebijakan “Abenomics” terkait stimulus fiskal dan reformasi struktural.
Mandat yang diperoleh dari pemilu baru itu memberi kesempatan empat tahun lagi kepada Abe untuk menerapkan kebijakan reformasi yang rumit, termasuk pengurangan utang yang sangat besar dan restrukturisasi sektor pertanian Jepang.
Sumber : VOA

Minyak Mentah Memperpanjang Penurunan Seiring Yen Menguat

BESTPROFIT FUTURES MALANG (15/12) - Minyak mentah turun, memperpanjang penurunan dari level 5 tahun terendah di tengah kekhawatiran atas mengurangnya permintaan global untuk komoditas tersebut. Sementara saham Australia melemah dan indeks berjangka Jepang tergelincir sedangkan mata uang yen menguat setelah pemilu nasional.
Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) merosot 1,8 % ke level $ 56,79 per barel pukul 08:56 pagi waktu Tokyo, turun untuk hari keempat beruntun seiring minyak mentah Brent melemah 1,3 %. Indeks S & P / ASX 200 turun 1,3 % di Sydney. Kontrak pada Indeks Nikkei 225 Stock Average yang mengajukan penawaran di bawah 1,3 % pada 12 Desember kemarin di pre-market Osaka, sementara yen naik 0,5 % pasca Perdana Menteri Shinzo Abe memastikan kemenangan dalam pemungutan suara kemarin. Indeks Standard & Poor 500 berjangka sedikit berubah setelah penurunan pada 12 Desember ditutup untuk penurunan mingguan pertama pada Indeks AS sejak pertengahan Oktober lalu.
Harga minyak telah jatuh lebih dari $ 40 per barel tahun ini output AS berkontribusi terhadap global di tengah perkiraan pada menurunnya permintaan. Minyak WTI memperpanjang penurunan di bawah level $ 58 memicu aksi jual di ekuitas AS pada 12 Desember, dengan Dow Jones Industrial Average melemah sebesar 100 poin dalam satu jam terakhir perdagangan. Di Jepang, Abe yang penguasa blok memenangkan lebih dari dua pertiga kursi di parlemen, sementara survei sentimen korporasi Tankan bercampur pada kuartal keempat. (knc)
Sumber : Bloomberg

Pasca Pemilu, Yen Kembali Menanjak

BESTPROFIT FUTURES MALANG (15/12) - Yen menguat ditengah spekulasi bahwa para trader mencatat laba pasca kemenangan Perdana Menteri Shinzo Abe dalam pemilu yang mana dia menyatakan memperoleh mandat baru pada kebijakan-kebijakan yang telah mendorong mata uang Jepang berada pada level 7 tahun terendah.

Dollar Australia dekati level terendah sejak Juni 2010 silam setelah keamrin Bendahara Joe Hockey menyatakan bahwa defisit anggaran mengalami kenaikan tajam akibat penurunan tajam neraca perdagangan Australia sejak mencatat rekor lebih dari 50 tahun terakhir. Sementara krone Norwegia dekati level 11 tahun terendah setelah minyak mentah turun di bawah level $58 per barel untuk pertama kalinya sejak 2009 lalu.

Yen menguat 0.4% ke level 118.29 per dollar pukul 8 pagi waktu Tokyo. Dollar berada pada level $1.2471 per euro, setelah 5 hari terakhir hingga 12 Desember lalu mengalami penurunan 1.4%. Euro turun 0.2% ke level 147.71 yen.

Aussie diperdagangkan pada level 82.52 sen AS setelah menyentuh level 4 tahun terendah sebesar 82.15 yang tercapai pada 11 Desember lalu.

Pekan lalu Indeks Dollar Bloomberg mengalami penurunan 0.6% di New York, penurunan mingguan pertama sejak 17 Oktober lalu. Indeks acuan tersebut yang pada 5 Desember lalu ditutup padal level 5 tahun tertingginya sebesar 1,122.34, telah mencatat gain sepanjang tahun 2014 ini ditengah spekulasi bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga seiring pulihnya perekonomian AS. (bgs)

Sumber : Bloomberg

Saham Jepang Diikuti Bursa AS Melemah Seiring Yen Menguat Pasca Kemenangan Abe

BESTPROFIT FUTURES MALANG (15/12) - Kemenangan pemilihan oleh Perdana Menteri Shinzo Abe tidak menghentikan saham Jepang menurun hari ini, seiring melemahnya dalam ekuitas AS akibat kekhawatiran atas kemerosotan minyak dan penguatan yen menekan sentimen.
Indeks Topix turun sebesar 1,2 % ke level 1,387.76 pukul 09:00 pagi waktu Tokyo setelah pekan lalu anjlok sebesar 3,2 %. Langkah ini bersiap untuk penutupan terendahnya sejak 17 November lalu. Indeks Nikkei 225 Stock Average melemah sebesar 1,4 % ke level 17,121.67. Koalisi Abe memenangkan lebih dari dua-pertiga kursi dari 475 kursi di parlemen, hampir sama seperti penilaian kemarin. Sementara mata uang yen naik sebesar 0,5 % ke level 118,11 per dolar di tengah spekulasi pedagang mengunci kenaikan setelah hasil. Indeks Standard & Poor 500 jatuh 1,6 % pada 12 Desember kemarin.
Sementara kemenangan Abe dibayangi oleh pemilih terendah sejak Perang Dunia II, ia tidak perlu memanggil pemilu lain hingga tahun 2018, berpotensi membuatnya perdana menteri terlama dalam 4 dekade terakhir. Indeks Topix telah hampir dua kali lipat sejak pemungutan suara pada tahun 2012 yang membawa pemerintah ke kekuasaan, meski data menunjukkan bangsa tergelincir kembali ke dalam resesi tahun ini setelah kenaikan penjualan pajak menyeret konsumsi.
Kontrak pada Indeks Standard & Poor 500 sedikit berubah. Aksi jual dalam indeks ekuitas yang mendasari pada 12 Desember mengambil kecepatan di jam terakhir perdagangan terkait rata-rata Dow anjlok lebih dari 100 poin dan Indeks S & P 500 yang berakhir sekitar 2 poin di atas harga rata-rata untuk 50 hari terakhir, menurut pantauan oleh teknis analis. (knc)
Sumber : Bloomberg

Bursa Saham Asia Dibuka Melemah 0.6% Pasca Penurunan Bursa Saham AS

BESTPROFIT FUTURES MALANG (15/12) - Bursa Saham Asia melemah, setelah Bursa Saham AS mencatat penurunan mingguan tertajam dalam 3 tahun terakhir ditengah kekhawatiran bahwa penurunanharga minyak mentah mengantarkan sinyal pelemahan pada outlook pertumbuhan ekonomi global.

Indeks MSCI Asia Pacific melemah 0.6% ke level 136.60 pukul 9:01 pagi waktu Tokyo, menuju level 1 ½ bulan terendah jelang pembukaan Bursa Saham Hong Kong dan China. Sementara Indeks Standard & Poor 500 melemah 1.6% pada 12 Desember lalu, memperpanjang penurunan di akhir jam perdagangan akibat saham-saham perusahaan material pimpin penurunan. Indeks Dow Jones Industrial Average mengalami penurunan 3.8% dalam sepekan terakhir ini, penurunan tersebut merupakan penurunan mingguan tertajam sejak November 2011 silam.

Pekan lalu sekitar $2 triliun telah hilang dari nilai ekuitas global akibat penurunan harga minyak dunia,sehingga meningkatkan kekhawatiran mengenai penguatan ekonomi global. Minyak mentah WTI (West Texas Intermediate) hari ini melanjutkan penurunan dengan turun 1.9% ke level $56.69 per barel setelah pekan lalu turum 12%.

China memperkirakan pertumbuhan ekonomi tahun depan melambat 7.1% akibat pelambatan investasi real estate yang berlanjut, menurut Ma Jun selaku Kepala Ekonom dari pusat penelitian People Bank of China. Kontrak Berjangka Hang Seng Hong Kong melemah 0.5% pada hari ini, sementara Kontrak Berjangka pada Indeks Hang Seng China Enterprises melemah 0.9%. (bgs)

Sumber : Bloomberg

Thursday, 11 December 2014

WTI Memperpanjang Penurunan Di Bawah Level $ 60

BESTPROFIT FUTURES MALANG (12/12) - Minyak mentah West Texas Intermediate memperpanjang penurunannya di bawah level $ 60 per barel dan menuju penurunan mingguan ke-10 sejak Oktober lalu di tengah spekulasi bahwa anggota terbesar OPEC akan mempertahankan pangsa pasar terhadap produsen AS.
Minyak berjangka turun sebesar 1,8 % di New York dan bersiap untuk penurunan sebesar 10,3 % pekan ini. Irak, sebagai produsen terbesar kedua di OPEC, mengatakan keputusan untuk memperpanjang diskon untuk penjualan minyak mentah ke Asia pada Januari. Sementara brent di London ditutup di bawah level $ 64 per barel kemarin.
WTI untuk pengiriman Januari turun ke level $ 1,10 dari level $ 58,85 per barel pada  perdagangan elektronik di New York Mercantile Exchange dan berada di level $ 59,08 pukul 10:46 pagi waktu Sydney. Kontrak tersebut turun sebesar 99 sen kelevel $ 59,95 per barel kemarin, merupakan level terendah sejak Juli 2009 lalu. Sementara volume semua berjangka yang diperdagangkan adalah sekitar 57 persen di bawah RSI 100-hari. Sedangkan harga tersebut  turun 40 % pada tahun ini.
Brent untuk pengiriman Januari turun sebesar 56 sen, atau 0,9 %, ke level $ 63,68 per barel di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London kemarin, merupakan penutupan terendah sejak Juli 2009 lalu. Sementara minyak mentah acuan Eropa mengakhiri sesi perdagangan lebih tinggi di level $ 3,73 di bandingkan WTI. Harga tersebut sebesar 43 persen lebih rendah untuk tahun ini. (vck)
Sumber: Bloomberg