BESTPROFIT FUTURES MALANG (18/12) - Emas mendekati level 2 pekan terendah
setelah The Fed menurunkan komitmen untuk mempertahankan suku bunga
pinjaman rendah untuk “waktu yang lama,†mengantarkan Federal
Reserve akan menaikkan suku bunga acuan yang pertama kalinya sejak 2006
silam seiring kenaikan dollar.
Bullion untuk pengiriman segera
diperdagangkan pada level $1,189.78 per ounce pukul 8:21 pagu waktu
Singapura dari level kemarin $1,189.71 ketika harga turun ke level
$1,183.89, level terendah sejak 1 Desember lalu setelah komnetar The Fed
muncul, menurut harga dari Bloomberg. Emas bersiap untuk memangkas
gain dalam 2 pekan terakhir akibat penurunan harga energi telah
mengancam kenaikan inflasi dibawah target Bank Sentral AS sebesar 2%.
Janet
Yellen menyatakan bahwa The Fed diperkirakan tidak akan mengubah suku
bunga sebelum akhir April mendatang setelah The Fed mengganti komitmen
waktu yang lama dengan komitmen “sabar.†Hal tersebut mengantarkan
Indeks Dollar Bloomberg bergerak ke level 5 tahun tertingginya dan
Indeks Standard & Poor 500 menguat tajam sejak Oktober 2013 silam.
Rilis data kemarin menunjukkan bahwa indeks harga konsumen AS naik 1.3%,
gain terendah sejak Februari tahun ini dengan minyak mentah berada pada
level 5 tahun terendah.
Saat komentar The Fed tidak menjadi
acuan terhadap krisis mata uang Russia atau resiko global lainnya yang
telah menyebabkan pasar keuangan bergejolak, Yellen menyatakan adanya
potensi kelebihan pasokan minyak dari Russia terhadap pasokan AS akan
menurun. Sementara itu, pekan ini ruble turun pada rekornya meskipun
Bnak Sentral Russia menaikkan suku bunga, sehingga memicu spekulasi
bahwa Russia diperkirakan akan menjual beberapa cadangan emasnya. (bgs)
Sumber : Bloomberg
Wednesday, 17 December 2014
Saham Jepang Menguat Pasca The Fed Menunda Kenaikan Suku Bunga AS
BESTPROFIT FUTURES MALANG (18/12) - Saham
Jepang melonjak tertinggi dalam 6 pekan terakhir seiring yen melemah
terhadap dolar pasca Federal Reserve mengatakan akan menunda kenaikan
suku bunga AS.
Indeks Topix menguat
2,6 % ke level 1,386.62 pukul 09:02 pagi waktu Tokyo, menuju lonjakan
terbesarnya sejak 4 November lalu. Sebanyak 33 kelompok industri
meningkat. Indeks Nikkei 225 Stock Average naik 2,2 % ke level
17,187.13. Sementara mata uang yen diperdagangkan pada level 118,76 per
dolar hari ini setelah kemarin melemah 1,9 %. Saham AS mengalami
kenaikan terbesarnya sejak 2013 lalu terkait Ketua Janet Yellen
mengatakan The Fed tidak mungkin untuk bergerak sebelum akhir April
mendatang dan suku bunga akan tetap rendah untuk "waktu yang lama."
Kontrak pada Indeks
Standard & Poor 500 sedikit berubah hari ini. Yang mendasari indeks
ekuitas AS melonjak 2 % kemarin setelah The Fed menepati janji
sebelumnya untuk menjaga suku bunga mendekati nol untuk "waktu yang
lama," dan meningkatkan penilaian dari pasar tenaga kerja.
Indeks harga konsumen
AS menurun 0,3 % pada November lalu, penurunan terbesarnya sejak
Desember 2008 silam, setelah stagnan pada bulan sebelumnya, menurut
Departemen Tenaga Kerja kemarin. Harga bahan bakar memimpin penurunan.
(knc)
Sumber : Bloomberg
Saham AS Reli, Bursa Saham Asia Dibuka Menguat 0.7%
BESTPROFIT FUTURES MALANG (18/12) - Bursa Saham Asia menguat yang mengikuti
lonjakan tajam Bursa Saham AS sejak Oktober 2013 lalu, setelah Federal
Reserve menunda menaikkan suku bunga dan pelemahan yen, sehingga
mendorong ekuitas Jepang.
Indeks MSCI Asia Pacific menguat 0.7% ke level 134.55 pukul 9:04 pagi waktu Tokyo. Dalam 3 hari terakhir indeks acuan tersebut mengalami penurunan 2.5% akibat penurunan harga minyak mentah dan mata uang Russia yang memicu kekhawatiran mengenai pertumbuhan ekonomi global. The Fed menyatakan akan bersabar terkait batas waktu kenaikan suku bunga, mengganti komitmen untuk mempertahankan suku bunga pinjaman mendekati 0 untuk “waktu yang lama,†meskipun perekonomian AS menguat. Kemarin Indeks Standard & Poor 500 melonjak 2% ketika yen turun 1.9% terhadap dollar.
Indeks Topix Jepang menguat 2.4%. Indeks Kospi Korea Selatan menguat 0.6%. Indeks S&P/ASX 200 Australia catat gain 1.6%, sementara Indeks NZX 50 Seladia Baru menguat 0.4%. (bgs)
Sumber : Bloomberg
Indeks MSCI Asia Pacific menguat 0.7% ke level 134.55 pukul 9:04 pagi waktu Tokyo. Dalam 3 hari terakhir indeks acuan tersebut mengalami penurunan 2.5% akibat penurunan harga minyak mentah dan mata uang Russia yang memicu kekhawatiran mengenai pertumbuhan ekonomi global. The Fed menyatakan akan bersabar terkait batas waktu kenaikan suku bunga, mengganti komitmen untuk mempertahankan suku bunga pinjaman mendekati 0 untuk “waktu yang lama,†meskipun perekonomian AS menguat. Kemarin Indeks Standard & Poor 500 melonjak 2% ketika yen turun 1.9% terhadap dollar.
Indeks Topix Jepang menguat 2.4%. Indeks Kospi Korea Selatan menguat 0.6%. Indeks S&P/ASX 200 Australia catat gain 1.6%, sementara Indeks NZX 50 Seladia Baru menguat 0.4%. (bgs)
Sumber : Bloomberg
S&P 500 Menguat Tajam Sejak Oktober 2013 Lalu
BESTPROFIT FUTURES MALANG (18/12) - Saham
AS rally, memberikan indeks Standard & Poor 500 gain terbesar sejak
Oktober 2013 lalu, karena saham energi rebound dan Federal Reserve
mengatakan akan bersabar terkait waktu kenaikan suku bunga.
Indeks
S & P 500 naik sebesar 2 persen ke level 2,012.84 pukul 04:00 di
New York, pasca mengalami koreksi selama tiga sesi. Indeks Dow Jones
Industrial Average naik 287,03 poin, atau 1,7 persen, ke level
17,355.90. Volume perdagangan di S & P 500 sebesar 34 persen di atas
moving average 30-hari hari ini.
Bank
sentral AS mengatakan akan bersabar terkait waktu kenaikan suku bunga
pertama sejak tahun 2006 lalu, menggantikan janji untuk menjaga biaya
pinjaman mendekati nol untuk "waktu yang cukup," dan meningkatkan
penilaian dari pasar tenaga kerja.
Perubahan
dalam petunjuk merupakan langkah dalam rencana The Fed untuk keluar
dari pelonggaran kebijakan moneter dalam sejarah 100 tahun terakhir.
Sementara penurunan tingkat pengangguran yang lebih cepat dari perkiraan
mendorong bank sentral untuk menaikkan suku tahun depan, jatuhnya harga
minyak dan komoditas membuat laju inflasi di bawah target. (izr)
Sumber: Bloomberg
Tuesday, 16 December 2014
Emas Berjangka Catat Penurunan Terpanjang Terkait Suku Bunga The Fed
BESTPROFIT FUTURES MALANG (17/12) - Emas berjangka membukukan penurunan terpanjang dalam lima minggu di tengah kekhawatiran bahwa Federal Reserve bergerak lebih dekat dalam menaikkan suku bunga AS dan spekulasi bahwa Rusia akan menjual cadangan logam.
Para
pembuat kebijakan akan bertemu hari ini dan besok untuk membahas
langkah-langkah dalam menaikkan suku bunga acuan The Fed, yang telah
mendekati nol sejak tahun 2008. Pada kuartal ketiga, emas telah turun
8,4% karena menguatnya perekonomian AS. Rubel Rusia turun menuju rekor
terhadap dolar setelah kenaikan suku bunga terbesar di negara tersebut
dalam 16 tahun gagal untuk menghidupkan kembali kepercayaan terhadap
mata uang.
Emas
tergelincir ke level terendah sejak 2010 pada bulan lalu karena
investor memburuk terhadap logam di tengah inflasi yang rendah dan
spekulasi bahwa membaiknya ekonomi AS akan memicu The Fed.
Tumpukan uang tunai Rusia telah turun ke titik terendah lima tahun
setelah bank sentral menghabiskan lebih dari $ 80 miliar dalam tahun ini
mencoba untuk memperlambat kemunduran mata uang rubel, memicu
kekhawatiran bahwa negara tersebut akan dipaksa untuk menjual beberapa
emas yang dimiliki.
Emas
berjangka untuk pengiriman Februari turun 1,1% untuk menetap di level $
1,194.30 per ons pada pukul 1:52 siang di Comex New York. Penurunan
kelima berturut merupakan kemerosotan terpanjang sejak 6 November yang
lalu.(frk)
Sumber : Bloomberg
Ekspor Jepang Bulan November Naik Tidak Sesuai Perkiraan
BESTPROFIT FUTURES MALANG (17/12) - Ekspor Jepang bulan November naik kurang
dari perkiraan sebelumnya, sehingga mempertegas berbagai tantangan
kepada upaya Perdana Menteri Shinzo Abe guna menarik ekonomi dari
resesi.
Eskpor naik 4.9% dari awal tahun ini, menurut rilis data dari kementerian keuangan, angka tersebut dibawah perkiraan rata-rata dari survey Bloomberg News yang menyatakan naik 7%. Sementara impor tergelincir 1.7%, sehingga menyebabkan defisit neraca perdagangan sebesar 892 miliar yen ($7.6 miliar).
Abe menghadapi tekanan yang meningkat guna mendorong pertumbuhan ekonomi setelah memengkan pemilu dia berjuang terkait komitmen guna mengejar kebijakan Abenomic yang dicetuskannya. Ekspor yang akan naik secara bertahap akan membantu pelemahan yen saat harga minyak mentah turun yang akan mendorong pertumbuhan ekonomi dan memicu inflasi pada jangka panjang, menurut Kepala Bank Sentral Haruhiko Kuroda.
Di lain pihak yen diperdagangkan pada level 116.63 per dollar pukul 8:59 pagi waktu Tokyo setelah kemarin mencapai level 115.57, level tertinggi dalam sebulan terakhir. (bgs)
Sumber : Bloomberg
Eskpor naik 4.9% dari awal tahun ini, menurut rilis data dari kementerian keuangan, angka tersebut dibawah perkiraan rata-rata dari survey Bloomberg News yang menyatakan naik 7%. Sementara impor tergelincir 1.7%, sehingga menyebabkan defisit neraca perdagangan sebesar 892 miliar yen ($7.6 miliar).
Abe menghadapi tekanan yang meningkat guna mendorong pertumbuhan ekonomi setelah memengkan pemilu dia berjuang terkait komitmen guna mengejar kebijakan Abenomic yang dicetuskannya. Ekspor yang akan naik secara bertahap akan membantu pelemahan yen saat harga minyak mentah turun yang akan mendorong pertumbuhan ekonomi dan memicu inflasi pada jangka panjang, menurut Kepala Bank Sentral Haruhiko Kuroda.
Di lain pihak yen diperdagangkan pada level 116.63 per dollar pukul 8:59 pagi waktu Tokyo setelah kemarin mencapai level 115.57, level tertinggi dalam sebulan terakhir. (bgs)
Sumber : Bloomberg
Saham Asia Menguat Jelang Keputusan The Fed
BESTPROFIT FUTURES MALANG (17/12) - Saham
Asia naik jelang keputusan kebijakan Federal Reserve seiring kenaikan
sektor energi dan utilitas saham melampaui penurunan ekuitas Jepang
didorong oleh penguatan yen.
Indeks MSCI Asia
Pacific naik 0,1 % ke level 134,49 pukul 09:09 pagi waktu Tokyo setelah
dua hari sebelumnya turun 2 %. Indeks Topix Jepang merosot 0,5 % setelah
yen menguat 1,2 % terhadap dolar AS kemarin.
Mata uang Rusia
kemarin anjlok ke rekornya, menentang kenaikan suku bunga kejutan,
sementara minyak mentah kembali melemah hari ini. The Fed akan berjanji
untuk menurunkan atau mempertahankan suku bunga mendekati nol untuk
"waktu yang cukup," menurut para ekonom.
Indeks Kospi Korea
Selatan menguat 0,3 %. Indeks Australia S & P / ASX 200 naik 0,4 %,
sementara Indeks NZX 50 Selandia Baru stagnan.
Pasar perdagangan di
Hong Kong dan China belum dibuka. Kontrak pada Indeks Hang Seng Hong
Kong turun 0,2 % pada sesi perdagangan terbaru, dan kontrak pada Indeks
Hang Seng China Enterprises melemah 0,6 %. Indeks Hang Seng kemarin
memasuki koreksi setelah memperpanjang penurunan dari level tertingginya
sejak 3 September lalu sampai 10 %. (knc)
Sumber : Bloomberg
Saham Jepang Melemah Diikuti Yen dari Level 4 Pekan Tertinggi
BESTPROFIT FUTURES MALANG (17/12) - Saham
Jepang turun untuk hari ketiga beruntun setelah mata uang yen mencapai
level 4 pekan tertinggi seiring para investor membeli aset haven di
tengah harga minyak merosot dan mata uang rubel Rusia yang menambah
kekhawatiran bahwa pertumbuhan ekonomi global goyah.
Indeks Topix melemah
0,5 % ke level 1,346.98 pukul 09:01 pagi waktu Tokyo, setelah penutupan
kemarin di level 6 pekan terendah. Semua kelompok industri kecuali 7
dari 33 kelompok industri pada Indeks Topix turun. Indeks Nikkei 225
Stock Average kehilangan 0,5 % ke level 16,675.87. Yen diperdagangkan
pada level 116,61 per dolar setelah kemarin menguat 1,2 %. Investor
menunggu kesimpulan dari pertemuan Federal Reserve hari ini untuk
memberikan sinyal pada prospek suku bunga AS.
Minyak mentah Brent
tergelincir di bawah level $ 60 untuk pertama kalinya dalam 5 tahun
terakhir sementara minyak AS berada di dekat level terendahnya karena
suku bunga mengalami kenaikan terbesarnya sejak Mei 2009 silam. Sejak
tahun 1998 Rusia gagal untuk menahan penurunan mata uang rubel di tengah
merosotnya harga minyak. Mata uang rubel tenggelam melampaui level 80
per dolar untuk pertama kalinya, pasca Bank of Rusia meningkatkan suku
bunganya sebesar 6,5 poin persentase.
Kontrak pada Indeks
Standard & Poor 500 naik 0,2 % hari ini. Yang mendasari indeks
ekuitas AS melemah 0,9 % kemarin, memukul para investor dengan saham
terbesar berayun dalam 2 bulan. (knc)
Sumber : Bloomberg
Saham AS Berakhir di Zona Merah Pasca Pelemahan Saham Teknologi
BESTPROFIT FUTURES MALANG (17/12) - Saham
AS jatuh akibat penurunan saham pada perusahaan teknologi dan
konsumen-discretionary mengimbangi rebound saham energi sebelum
keputusan moneter para pembuat kebijakan Federal Reserve besok.
Untuk
hari kedua, investor mengalami kurugian oleh ayunan saham terbesar
dalam dua bulan terbesar. Indeks S&P 500 turun sebesar 0,7 persen
pada 10 menit pertama perdagangan kemudian rebound, melonjak sebanyak
1,4 persen seiring minyak mentah hapus kerugian. Indeks membalikan
keuntungan pada sore hari, naik lagi dan kemudian menuju level terendah
di jam terakhir. 44-point bergerak dari atas ke bawah adalah yang
terbesar untuk setiap hari sejak pertengahan Oktober, ketika indeks
berakhir penurunan terburuknya di tahun 2014.
Saham
Microsoft Corp, Google Inc dan Facebook Inc turun setidaknya 2,8 persen
karena merosotnya saham teknologi. Saham Amazon.com Inc anjlok 3,4
persen. Saham Range Resources Corp, Nabors Industries Ltd dan Diamond
Offshore Drilling Inc diantara keuntungan antara perusahaan energi.
Saham Boeing Co, 3M Co dan CVS Health Corp meningkat lebih dari 1,7
persen pasca menaikkan dividen mereka.
Indeks
S&P 500 turun sebesar 0,8 persen ke level 1,973.07 pukul 04:00 di
New York. Indeks Dow Jones Industrial Average merosot 103,14 poin, atau
sebesar 0,6 persen, ke level 17,077.70. Indeks saham Teknologi Nasdaq
100 anjlok 1,6 persen. Volume perdagangan di S & P 500 sebesar 39
persen di atas moving average 30-hari untuk hari ini. (izr)
Sumber: Bloomberg
Monday, 15 December 2014
Sosialisasi Perdagangan Berjangka Komoditi PT.Bestprofit Futures dengan STIEKN Malang
Pada hari minggu tanggal 16 Desember 2014, PT.Bestprofit Futures Malang mengadakan kegiatan yang bertema Sosialisasi tentang Perdagangan Berjangka Komoditi. PT Bestprofit Futures Malang mengundang Mahasiswa dan Dosen kampus STIEKN Malang untuk mengikuti kegiatan ini. Kegiatan ini dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan Masyarakat, khususnya masyarakat Kota Malang tentang apa itu Perdagangan Berjangka. Baik itu Perdagangan Berjangka Komoditi maupun Sistem Perdagangan Alternatif (SPA).
Harga Emas Catat Penurunan Terpanjang Terkait Outlook Suku Bunga The Fed
BESTPROFIT FUTURES MALANG (16/12) - Emas
berjangka membukukan penurunan terpanjang dalam lima minggu terkait
kekhawatiran bahwa Federal Reserve bergerak lebih dekat untuk menaikkan
suku bunga AS, menahan permintaan untuk logam mulia sebagai alternatif
investasi.
Pada
kuartal ketiga, emas turun 8,4% karena ekonomi AS menguat. The Fed
memulai pertemuan dua hari besok dan para pembuat kebijakan akan
membahas langkah-langkah menaikkan biaya pinjaman setelah mempertahankan
suku bunga acuan mendekati nol persen sejak tahun 2008.
Bulan lalu, emas turun ke level terendah dalam empat tahun setelah ekuitas melonjak ke rekor dan harga minyak memasuki bear market.
Jeffrey Currie, kepala riset komoditas di Goldman Sachs Group Inc,
mengatakan pekan lalu bahwa logam akan turun karena membaiknya ekonomi
AS. Ekonom dan pejabat The Fed yang disurvei oleh Bloomberg
memperkirakan suku bunga yang lebih tinggi pada tahun 2015.
Emas
berjangka untuk pengiriman Februari turun 1,2% dan ditutup pada level $
1,207.70 per ons pada pukul 1:46 siang di Comex New York. Harga catat
penurunan keempat berturut-turut, yang merupakan kemerosotan terpanjang
sejak 6 November.(frk)
Sumber : Bloomberg
Nilai mata uang Rusia turun ke titik terendah
BESTPROFIT FUTURES MALANG (16/12) - Nilai mata uang Rusia, rubel, mencapai titik terendah, 60 rubel per US$1 dalam perdagangan Senin (15/12) meskipun Bank Sentral berusaha menjaga stabilitas mata uang itu.
Sejak awal tahun ini nilai mata uang negara itu mencatat penurunan lebih dari 45%.
Di antara penyebab utamanya, lapor wartawan BBC di Moskow, Steven Rosenberg, adalah penurunan harga minyak, salah satu ekspor terbesar Rusia, dan sanksi-sanksi yang diterapkan Barat.
Hal tersebut mendorong kenaikan harga barang-barang sehingga inflasi tahun ini diperkirakan akan mencapai 10%.
Atas perkembangan ini, Bank Sentral telah menempuh sejumlah langkah, termasuk menaikkan suku bunga pinjaman 1% menjadi 10,5% sebagai upaya menekan laju inflasi.
Namun langkah itu tidak mampu menekan penurunan rubel. Pasar juga khawatir Rusia kemungkinan masih menghadapi risiko dikenai sanksi-sanksi lain terkait peran Rusia dalam konflik di Ukraina.
Awal bulan ini pemerintah memperingatkan perekonomian akan jatuh ke resesi tahun 2015. Pemerintah mengatakan perekonomian akan menyusut 0,8% pada tahun 2015, setelah sebelumnya diperkirakan tumbuh 1,2%
Sumber: BBC
Sejak awal tahun ini nilai mata uang negara itu mencatat penurunan lebih dari 45%.
Di antara penyebab utamanya, lapor wartawan BBC di Moskow, Steven Rosenberg, adalah penurunan harga minyak, salah satu ekspor terbesar Rusia, dan sanksi-sanksi yang diterapkan Barat.
Hal tersebut mendorong kenaikan harga barang-barang sehingga inflasi tahun ini diperkirakan akan mencapai 10%.
Atas perkembangan ini, Bank Sentral telah menempuh sejumlah langkah, termasuk menaikkan suku bunga pinjaman 1% menjadi 10,5% sebagai upaya menekan laju inflasi.
Namun langkah itu tidak mampu menekan penurunan rubel. Pasar juga khawatir Rusia kemungkinan masih menghadapi risiko dikenai sanksi-sanksi lain terkait peran Rusia dalam konflik di Ukraina.
Awal bulan ini pemerintah memperingatkan perekonomian akan jatuh ke resesi tahun 2015. Pemerintah mengatakan perekonomian akan menyusut 0,8% pada tahun 2015, setelah sebelumnya diperkirakan tumbuh 1,2%
Sumber: BBC
Penurunan Minyak, Bursa Saham Asia Kembali Dibuka Melemah 0.3%
BESTPROFIT FUTURES MALANG (16/12) - Bursa Saham Asia melemah, indeks acuan
saham regional tersebut memperpanjang level 8 pekan terendah, pelemahan
akibat dari penurunan minyak mentah yang menaikkan kekhawatiran mengenai
perekonomian global dan penguatan yen yang memberikan tekanan terhadap
ekuitas Jepang.
Indeks MSCI Asia Pacific melemah 0.3% ke level 135.24 pukul 9:01 pagi waktu Tokyo setelah kemarin ditutup pada level terendahnya sejak 17 Oktober lalu. Sementara itu, Indeks Standard & Poor 500 melemah 0.6% akibat aksi penjualan saham terkait penurunan harga minyak mentah yang mengimbangi lonjakan produksi industri. Yen catat gain 0.8% terhadap dollar. Hari ini Federal Reserve akan memulai pertemuan yang akan berlangsung selama 2 hari, dengan para investor menunggu apakah bank sentral akan menekan kembali batas waktu menaikkan suku bunga.
Harga minyak mentah turun ke level terendahnya dalam lebih dari 5 tahun terakhir setelah United Arab Emirates menyatakan bahwa OPEC tidak akan memperketat produksi dalam menanggapi penurunan minyak. Kemarin WTI (West Texas Intermediate) untuk pengiriman Januari turun $1.90 atau 3.3% ke level $55.91 per barel di New York Mercantile Exchange, penyelesaian terendah sejak Mei 2009 silam. Sehingga hari ini memperpanjang penurunan ke level $55.67 per barel.
Indeks Topix Jepang melemah 1.2% akibat yen kemarin mempertahankan penguatan yang diperdagangkan pada level 117.85 per dollar. Indeks Kospi Korea Selatan dan Indeks S&P/ASX 200 Australia melemah 0.7%. Indeks NZX 50 Selandia Baru tergelincir 0.2%. (bgs)
Sumber: Bloomberg
Indeks MSCI Asia Pacific melemah 0.3% ke level 135.24 pukul 9:01 pagi waktu Tokyo setelah kemarin ditutup pada level terendahnya sejak 17 Oktober lalu. Sementara itu, Indeks Standard & Poor 500 melemah 0.6% akibat aksi penjualan saham terkait penurunan harga minyak mentah yang mengimbangi lonjakan produksi industri. Yen catat gain 0.8% terhadap dollar. Hari ini Federal Reserve akan memulai pertemuan yang akan berlangsung selama 2 hari, dengan para investor menunggu apakah bank sentral akan menekan kembali batas waktu menaikkan suku bunga.
Harga minyak mentah turun ke level terendahnya dalam lebih dari 5 tahun terakhir setelah United Arab Emirates menyatakan bahwa OPEC tidak akan memperketat produksi dalam menanggapi penurunan minyak. Kemarin WTI (West Texas Intermediate) untuk pengiriman Januari turun $1.90 atau 3.3% ke level $55.91 per barel di New York Mercantile Exchange, penyelesaian terendah sejak Mei 2009 silam. Sehingga hari ini memperpanjang penurunan ke level $55.67 per barel.
Indeks Topix Jepang melemah 1.2% akibat yen kemarin mempertahankan penguatan yang diperdagangkan pada level 117.85 per dollar. Indeks Kospi Korea Selatan dan Indeks S&P/ASX 200 Australia melemah 0.7%. Indeks NZX 50 Selandia Baru tergelincir 0.2%. (bgs)
Sumber: Bloomberg
Saham Jepang Melemah di Hari Kedua Seiring Yen Menguat
BESTPROFIT FUTURES MALANG (16/12) - Saham
Jepang turun untuk hari kedua beruntun setelah yen menguat seiring para
investor mencari aset haven di tengah aksi jual berlanjut pada minyak
mentah.
Indeks Topix melemah
sebesar 1,2 % ke level 1,363.46 pukul 09:01 pagi waktu Tokyo, setelah
penutupan kemarin di level 1 bulan terendah. Semua 33 kelompok Industri
Topix turun. Indeks Nikkei 225 merosot sebesar 1,4 % ke level 16,864.28.
Mata uang yen diperdagangkan pada level 117,87 per dolar setelah
kemarin naik sebesar 0,8 %. Saham juga jatuh di AS dan Eropa.
Kontrak pada Indeks
Standard & Poor 500 naik 0,2 % hari ini. Yang mendasari saham
ekuitas AS turun 0,6 % kemarin menurun kelima dalam 6 sesi terakhir.
Indeks Stoxx Europe 600 merosot sebesar 2,2 % ke level terendahnya sejak
20 Oktober lalu. The Fed memulai pertemuan hari ini membahas kebijakan
moneter dan menentukan waktu untuk meningkatkan suku bunga acuan AS.
Harga minyak acuan
ditutup anjlok pada hari kelima berturut-turut, tergelincir ke level 5
tahun terendah pasca Uni Emirat Arab mengatakan OPEC tidak akan
mengurangi produksi.
Bank of Rusia
menaikkan suku bunganya menjadi 17 % dari 10,5 % karena anjloknya minyak
mentah mendorong negara eksportir minyak mentah terbesar dunia menuju
resesi. (knc)
Sumber : Bloomberg
Bursa AS Sesi I Ditutup Melemah Terkait Selloff dalam Harga Minyak
BESTPROFIT FUTURES MALANG (16/12) - Saham
AS turun, pasca minggu terburuk dalam lebih dari dua tahun terakhir
untuk indeks Standard & Poor 500, karena berlanjutnya aksi jual
dalam harga minyak membayangi lonjakan produksi industri dan transaksi
perusahaan.
Indeks
S&P 500 turun 0,5% menjadi 1,992.63 pada pukul 12:34 siang di New
York, turun di bawah harga rata-rata selama 50 hari terakhir. Indeks
tersebut kehilangan sebanyak 1%, tergelincir di bawah pergerakan
rata-rata 100-hari sebelum memangkas penurunan.
Indeks
Dow Jones Industrial Average turun 70,87 poin hari ini, atau 0,4%, ke
level 17,209.96. Indeks tersebut turun 3,8% pekan lalu, penurunan
terbesar sejak November 2011. Perdagangan saham dalam S&P 500 adalah
19% di atas rata-rata 30-hari dalam hari ini.
Indeks
S&P 500 menghentikan penguatan dari 0,8% akibat minyak mentah turun
lebih dari 2,3%. Indeks tersebut kehilangan 3,5% pekan lalu ke level
terendah dalam enam minggu pasca minyak mentah jatuh ke posisi terendah
lima tahun.
Lebih
dari $ 1,8 triliun dihapus dari nilai ekuitas global pekan lalu karena
harga minyak jatuh terkait tanda-tanda melemahnya permintaan,
meningkatkan kekhawatiran atas kekuatan ekonomi global. Indeks
Volatilitas Chicago Board Options Exchange,
juga dikenal sebagai VIX (VIX), melonjak 78% dalam lima hari terakhir,
kenaikan terbesar dalam lebih dari empat tahun. Indeks tersebut
menambahkan 4,9% hari ini.(frk)
Sumber : Bloomberg
Sunday, 14 December 2014
Koalisi PM Abe Menang Telak Pemilu di Jepang
BESTPROFIT FUTURES MALANG (15/12) - Koalisi
pimpinan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe memenangkan secara telak
pemilu sela majelis rendah parlemen, meski hanya sedikit pemilih yang
ikut.
Beberapa jajak
pendapat menunjukkan Partai Demokratik Liberal LDP dan mitra juniornya
Komeito memenangkan lebih dari 310 kursi dari 475 kursi di majelis
rendah.
Abe menyerukan pemilu
tersebut dua tahun lebih cepat untuk memperoleh mandat bagi kebijakan
“Abenomics†terkait stimulus fiskal dan reformasi struktural.
Mandat yang diperoleh
dari pemilu baru itu memberi kesempatan empat tahun lagi kepada Abe
untuk menerapkan kebijakan reformasi yang rumit, termasuk pengurangan
utang yang sangat besar dan restrukturisasi sektor pertanian Jepang.
Sumber : VOA
Minyak Mentah Memperpanjang Penurunan Seiring Yen Menguat
BESTPROFIT FUTURES MALANG (15/12) - Minyak
mentah turun, memperpanjang penurunan dari level 5 tahun terendah di
tengah kekhawatiran atas mengurangnya permintaan global untuk komoditas
tersebut. Sementara saham Australia melemah dan indeks berjangka Jepang
tergelincir sedangkan mata uang yen menguat setelah pemilu nasional.
Minyak mentah West
Texas Intermediate (WTI) merosot 1,8 % ke level $ 56,79 per barel pukul
08:56 pagi waktu Tokyo, turun untuk hari keempat beruntun seiring minyak
mentah Brent melemah 1,3 %. Indeks S & P / ASX 200 turun 1,3 % di
Sydney. Kontrak pada Indeks Nikkei 225 Stock Average yang mengajukan
penawaran di bawah 1,3 % pada 12 Desember kemarin di pre-market Osaka,
sementara yen naik 0,5 % pasca Perdana Menteri Shinzo Abe memastikan
kemenangan dalam pemungutan suara kemarin. Indeks Standard & Poor
500 berjangka sedikit berubah setelah penurunan pada 12 Desember ditutup
untuk penurunan mingguan pertama pada Indeks AS sejak pertengahan
Oktober lalu.
Harga minyak telah
jatuh lebih dari $ 40 per barel tahun ini output AS berkontribusi
terhadap global di tengah perkiraan pada menurunnya permintaan. Minyak
WTI memperpanjang penurunan di bawah level $ 58 memicu aksi jual di
ekuitas AS pada 12 Desember, dengan Dow Jones Industrial Average melemah
sebesar 100 poin dalam satu jam terakhir perdagangan. Di Jepang, Abe
yang penguasa blok memenangkan lebih dari dua pertiga kursi di parlemen,
sementara survei sentimen korporasi Tankan bercampur pada kuartal
keempat. (knc)
Sumber : Bloomberg
Pasca Pemilu, Yen Kembali Menanjak
BESTPROFIT FUTURES MALANG (15/12) - Yen menguat ditengah spekulasi bahwa para
trader mencatat laba pasca kemenangan Perdana Menteri Shinzo Abe dalam
pemilu yang mana dia menyatakan memperoleh mandat baru pada
kebijakan-kebijakan yang telah mendorong mata uang Jepang berada pada
level 7 tahun terendah.
Dollar Australia dekati level terendah sejak Juni 2010 silam setelah keamrin Bendahara Joe Hockey menyatakan bahwa defisit anggaran mengalami kenaikan tajam akibat penurunan tajam neraca perdagangan Australia sejak mencatat rekor lebih dari 50 tahun terakhir. Sementara krone Norwegia dekati level 11 tahun terendah setelah minyak mentah turun di bawah level $58 per barel untuk pertama kalinya sejak 2009 lalu.
Yen menguat 0.4% ke level 118.29 per dollar pukul 8 pagi waktu Tokyo. Dollar berada pada level $1.2471 per euro, setelah 5 hari terakhir hingga 12 Desember lalu mengalami penurunan 1.4%. Euro turun 0.2% ke level 147.71 yen.
Aussie diperdagangkan pada level 82.52 sen AS setelah menyentuh level 4 tahun terendah sebesar 82.15 yang tercapai pada 11 Desember lalu.
Pekan lalu Indeks Dollar Bloomberg mengalami penurunan 0.6% di New York, penurunan mingguan pertama sejak 17 Oktober lalu. Indeks acuan tersebut yang pada 5 Desember lalu ditutup padal level 5 tahun tertingginya sebesar 1,122.34, telah mencatat gain sepanjang tahun 2014 ini ditengah spekulasi bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga seiring pulihnya perekonomian AS. (bgs)
Sumber : Bloomberg
Dollar Australia dekati level terendah sejak Juni 2010 silam setelah keamrin Bendahara Joe Hockey menyatakan bahwa defisit anggaran mengalami kenaikan tajam akibat penurunan tajam neraca perdagangan Australia sejak mencatat rekor lebih dari 50 tahun terakhir. Sementara krone Norwegia dekati level 11 tahun terendah setelah minyak mentah turun di bawah level $58 per barel untuk pertama kalinya sejak 2009 lalu.
Yen menguat 0.4% ke level 118.29 per dollar pukul 8 pagi waktu Tokyo. Dollar berada pada level $1.2471 per euro, setelah 5 hari terakhir hingga 12 Desember lalu mengalami penurunan 1.4%. Euro turun 0.2% ke level 147.71 yen.
Aussie diperdagangkan pada level 82.52 sen AS setelah menyentuh level 4 tahun terendah sebesar 82.15 yang tercapai pada 11 Desember lalu.
Pekan lalu Indeks Dollar Bloomberg mengalami penurunan 0.6% di New York, penurunan mingguan pertama sejak 17 Oktober lalu. Indeks acuan tersebut yang pada 5 Desember lalu ditutup padal level 5 tahun tertingginya sebesar 1,122.34, telah mencatat gain sepanjang tahun 2014 ini ditengah spekulasi bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga seiring pulihnya perekonomian AS. (bgs)
Sumber : Bloomberg
Saham Jepang Diikuti Bursa AS Melemah Seiring Yen Menguat Pasca Kemenangan Abe
BESTPROFIT FUTURES MALANG (15/12) - Kemenangan
pemilihan oleh Perdana Menteri Shinzo Abe tidak menghentikan saham
Jepang menurun hari ini, seiring melemahnya dalam ekuitas AS akibat
kekhawatiran atas kemerosotan minyak dan penguatan yen menekan sentimen.
Indeks Topix turun
sebesar 1,2 % ke level 1,387.76 pukul 09:00 pagi waktu Tokyo setelah
pekan lalu anjlok sebesar 3,2 %. Langkah ini bersiap untuk penutupan
terendahnya sejak 17 November lalu. Indeks Nikkei 225 Stock Average
melemah sebesar 1,4 % ke level 17,121.67. Koalisi Abe memenangkan lebih
dari dua-pertiga kursi dari 475 kursi di parlemen, hampir sama seperti
penilaian kemarin. Sementara mata uang yen naik sebesar 0,5 % ke level
118,11 per dolar di tengah spekulasi pedagang mengunci kenaikan setelah
hasil. Indeks Standard & Poor 500 jatuh 1,6 % pada 12 Desember
kemarin.
Sementara kemenangan
Abe dibayangi oleh pemilih terendah sejak Perang Dunia II, ia tidak
perlu memanggil pemilu lain hingga tahun 2018, berpotensi membuatnya
perdana menteri terlama dalam 4 dekade terakhir. Indeks Topix telah
hampir dua kali lipat sejak pemungutan suara pada tahun 2012 yang
membawa pemerintah ke kekuasaan, meski data menunjukkan bangsa
tergelincir kembali ke dalam resesi tahun ini setelah kenaikan penjualan
pajak menyeret konsumsi.
Kontrak pada Indeks
Standard & Poor 500 sedikit berubah. Aksi jual dalam indeks ekuitas
yang mendasari pada 12 Desember mengambil kecepatan di jam terakhir
perdagangan terkait rata-rata Dow anjlok lebih dari 100 poin dan Indeks S
& P 500 yang berakhir sekitar 2 poin di atas harga rata-rata untuk
50 hari terakhir, menurut pantauan oleh teknis analis. (knc)
Sumber : Bloomberg
Bursa Saham Asia Dibuka Melemah 0.6% Pasca Penurunan Bursa Saham AS
BESTPROFIT FUTURES MALANG (15/12) - Bursa Saham Asia melemah, setelah Bursa
Saham AS mencatat penurunan mingguan tertajam dalam 3 tahun terakhir
ditengah kekhawatiran bahwa penurunanharga minyak mentah mengantarkan
sinyal pelemahan pada outlook pertumbuhan ekonomi global.
Indeks MSCI Asia Pacific melemah 0.6% ke level 136.60 pukul 9:01 pagi waktu Tokyo, menuju level 1 ½ bulan terendah jelang pembukaan Bursa Saham Hong Kong dan China. Sementara Indeks Standard & Poor 500 melemah 1.6% pada 12 Desember lalu, memperpanjang penurunan di akhir jam perdagangan akibat saham-saham perusahaan material pimpin penurunan. Indeks Dow Jones Industrial Average mengalami penurunan 3.8% dalam sepekan terakhir ini, penurunan tersebut merupakan penurunan mingguan tertajam sejak November 2011 silam.
Pekan lalu sekitar $2 triliun telah hilang dari nilai ekuitas global akibat penurunan harga minyak dunia,sehingga meningkatkan kekhawatiran mengenai penguatan ekonomi global. Minyak mentah WTI (West Texas Intermediate) hari ini melanjutkan penurunan dengan turun 1.9% ke level $56.69 per barel setelah pekan lalu turum 12%.
China memperkirakan pertumbuhan ekonomi tahun depan melambat 7.1% akibat pelambatan investasi real estate yang berlanjut, menurut Ma Jun selaku Kepala Ekonom dari pusat penelitian People Bank of China. Kontrak Berjangka Hang Seng Hong Kong melemah 0.5% pada hari ini, sementara Kontrak Berjangka pada Indeks Hang Seng China Enterprises melemah 0.9%. (bgs)
Sumber : Bloomberg
Indeks MSCI Asia Pacific melemah 0.6% ke level 136.60 pukul 9:01 pagi waktu Tokyo, menuju level 1 ½ bulan terendah jelang pembukaan Bursa Saham Hong Kong dan China. Sementara Indeks Standard & Poor 500 melemah 1.6% pada 12 Desember lalu, memperpanjang penurunan di akhir jam perdagangan akibat saham-saham perusahaan material pimpin penurunan. Indeks Dow Jones Industrial Average mengalami penurunan 3.8% dalam sepekan terakhir ini, penurunan tersebut merupakan penurunan mingguan tertajam sejak November 2011 silam.
Pekan lalu sekitar $2 triliun telah hilang dari nilai ekuitas global akibat penurunan harga minyak dunia,sehingga meningkatkan kekhawatiran mengenai penguatan ekonomi global. Minyak mentah WTI (West Texas Intermediate) hari ini melanjutkan penurunan dengan turun 1.9% ke level $56.69 per barel setelah pekan lalu turum 12%.
China memperkirakan pertumbuhan ekonomi tahun depan melambat 7.1% akibat pelambatan investasi real estate yang berlanjut, menurut Ma Jun selaku Kepala Ekonom dari pusat penelitian People Bank of China. Kontrak Berjangka Hang Seng Hong Kong melemah 0.5% pada hari ini, sementara Kontrak Berjangka pada Indeks Hang Seng China Enterprises melemah 0.9%. (bgs)
Sumber : Bloomberg
Subscribe to:
Posts (Atom)