BESTPROFIT FUTURES MALANG (24/12) - Emas mendekati level 3 pekan terendah
seiring perekonomian AS tumbuh melampaui dari perkiraan sebelumnya,
sehingga mendorong kenaikan suku bunga AS. Sementara itu, kepemilikan
pada reksadana terbesar berbasis emas turun pada laju tertingginya dalam
18 bulan terakhir.
Bullion untuk pengiriman segera
diperdagangkan pada level $1,176.79 per ounce pukul 9:37 pagi waktu
Singapura dari level $1,176.57. Pada 22 Desember lalu harga turun ke
level $1,170.76, level terendah sejak 1 Desember lalu. Kontrak berjangka
emas di Comex berada pada level $1,176.80 per ounce dari level kemarin
$1,178.
Emas mengalami penurunan sebesar 2.1% sepanjang tahun
2014 ini setelah 2013 lalu merosot 28% setelah prospek akan kenaikan
suku bunga AS ditengah naiknya pertumbuhan ekonomi dan mersotonya harga
minyak mentah dunia yang menurunkan daya tarik emas sebagai tempat
lindung inflasi. Perekonomian kuartal ketiga tumbuh 5% pada laju
tahunan, kenaikan tertinggi sejak 2003 silam. Indeks Spot Dollar
Bloomberg yang memonitor mata uang AS terhadap 10 mata uang lainnya
dekati level 5 tahun tertinggi.
Hari ini indeks dollar turun 0.2%
setelah kemarin ditutup naik pada level tertingginya sejak Maret 2009
lalu. Aset di SPDR Gold Trust turun 1.6% menjadi 712.9 metrik ton,
penurunan tertajam sejak Juni 2013 lalu, hal itu menurut rilis data yang
dihimpun oleh Bloomberg.
Perak untuk pengiriman segera naik 0.2%
ke level $15.7922 per ounce. Palladium naik 0.2% ke level $814.75 per
ounce, sementara platinum merosot 0.2% ke level $1,191.06 per ounce.
(bgs)
Sumber : Bloomberg
Tuesday, 23 December 2014
Saham Eropa Bukukan Lonjakan Tertajam Enam Hari Dlm 3 Thn Terakhir
BESTPROFIT FUTURES MALANG (24/12) - Saham Eropa ditutup naik untuk hari keenam ditengah data pertumbuhan ekonomi AS yang lebih baik dari perkiraan sebelumnya.
Indeks
Stoxx Europe 600 naik 0,6% menjadi 344,06 pada sesi penutupan
perdagangan. Memangkas gain sementara pasca laporan yang menunjukkan
bahwa jumlah penjualan rumah baru AS tak terduga turun pada bulan
November. Indeks Saham Eropa membukukan lonjakan tertajam enam hari
dalam tiga tahun terakhir, naik 6,4%.
Data
Departemen Perdagangan menunjukkan ekonomi terbesar dunia tersebut
tumbuh pada kuartal ketiga yang lebih dari perkiraan sebelumnya, naik
pada laju tercepat dalam lebih dari satu dekade terakhir. GDP meningkat
pada tingkat tahunan sebesar 5%, naik dari perkiraan sebelumnya sebesar
3,9%, menurut angka revisi yang dirilis hari ini di Washington. Indeks
Dow Jones Industrial Average naik di atas level 18.000 untuk pertama
kalinya setelah laporan GDP.
Indeks
saham acuan dari Portugal, Perancis dan Italia membukukan beberapa gain
terbesar, reli lebih dari 15. Volume Indeks Stoxx 600 yang
ditransaksikan adalah 38% lebih rendah dari rata-rata 30-hari, menurut
data yang dihimpun oleh Bloomberg menunjukkan.(yds)
Sumber: Bloomberg
Dow Average Naik Diatas Level 18.000 Untuk Pertama Kalinya
BESTPROFIT FUTURES MALANG (24/12) - Indeks
Dow Jones Industrial Average naik di atas 18.000 untuk pertama kalinya
lebih cepat dari perkiraan pertumbuhan GDP sehingga mendorong keyakinan
dalam perekonomian serta dibayangi penurunan perusahaan perawatan
kesehatan.
The
Dow rata menambahkan 66,66 poin, atau 0,4%, ke rekor menjadi 18,026.10
pukul 4 sore di New York. Indeks Standard & Poor 500 naik 0,2%
menjadi 2,082.21, juga mencapai level tertinggi sepanjang masa. Kedua
Indeks tersebut telah naik hari berturut-turut. Indeks Nasdaq
Bioteknologi tergelincir 4,6% untuk penurunan tertajam sejak April.
Sudah
172 hari sejak Dow ditutup di atas level 17.000 pada tanggal 3 Juli
lalu, menurut data yang dihimpun oleh Bloomberg menunjukkan., dengan
rekor diantara 35 hari menjadi 11.000 pada Mei 1999. mengirim indeks
hampir 5.200 hari menuju 1.000 menjadi 2.000 antara tahun 1972 dan 1987,
menurut Howard Silverblatt seorang analis indeks di New -York yang
berbasis di Indeks S&P Dow Jones.
Dow
ditutup pada level terendah delapan bulan pada 16 Oktober sebelum
mengumpulkan lebih dari 1.882 poin, atau 12%, untuk naik diatas level
18.000.(yds)
Sumber: Bloomberg
Monday, 22 December 2014
Volatilitas Menyentuh Level 11 Bulan Tertinggi, Harga Emas Turun di New York
BESTPROFIT FUTURES MALANG (23/12) - Emas
berjangka turun karena anjloknya minyak meredam daya tarik akan logam
sebagai nilai lindung inflasi. Volatilitas pada logam mendekati level
tertinggi sejak Januari.
Indeks
dari 60 hari volatilitas historis mencapai angka 18,2, yang tertinggi
sejak 10 Januari perdagangan agregat adalah 27% lebih rendah dari
rata-rata dalam 100 hari terakhir untuk kali ini, menurut data yang
dikumpulkan oleh Bloomberg.
Emas
pada bulan November menyentuh $ 1,130.40 per ounce, level terendah
empat tahun. Pekan lalu, kepemilikan emas ETF turun ke level terendah
sejak 2009 karena dolar melonjak ke level tertinggi lima tahun terhadap
sekumpulan10 mata uang terakit outlook suku bunga AS yang lebih tinggi.
Minyak mentah Berjangka di New York turun sebanyak 3,3% hari ini.
Emas
berjangka untuk pengiriman Februari turun 1,3% menjadi $ 1,180.30 pada
12:21 siang di New York Comex. Sampai 19 Desember, harga turun 14% dari
level tertinggi tahun ini sebesar $ 1,392.60 pada 17 Maret.
Harga
memperpanjang penurunan karena Indeks Bloomberg Dollar Spot menghapus
penurunan dan harga minyak yang kembali mengalami penurunan. Sementara
Departemen Perdagangan AS akan merilis laporan GDP pada kuartal ketiga
besok.(yds)
Sumber: Bloomberg
Emas Turun Tajam Pasca Volatilitas Capai Level Tertinggi
BESTPROFIT FUTURES MALANG (23/12) - Emas
berjangka mengalami penurunan terbesar dalam lebih dari dua minggu
setelah kemerosotan dalam minyak memotong daya tarik logam sebagai
lindung nilai inflasi. Volatilitas dalam logam menguat ke level
tertinggi sejak Januari.
Indeks dari 60-day historical volatility
mencapai 18,4, tertinggi sejak 10 Januari yang lalu. Keseluruhan jumlah
perdagangan adalah 22% lebih rendah dari rata-rata dalam 100 hari
terakhir untuk kali ini, menurut data yang dikumpulkan oleh Bloomberg.
Pada bulan November emas menyentuh level
$ 1,130.40 per ons, level terendah dalam empat tahun. Pekan lalu,
kepemilikan dalam ETP berbasis logam anjlok ke level terendah sejak
tahun 2009 akibat dolar melonjak ke level tertinggi dalam lima tahun
terhadap sekeranjang 10 mata uang terakait outlook suku bunga AS yang
lebih tinggi. Minyak mentah berjangka di New York turun sebanyak 3,5%
hari ini.
Emas berjangka untuk pengiriman Februari
turun 1,4% untuk menetap di $ 1,179.80 pada pukul 1:42 siang di Comex
New York. Logam tersebut telah turun 15% dari level tertinggi tahun ini
sebesar $ 1,392.60 pada 17 Maret yang lalu.
Harga memperpanjang penurunan setelah
Bloomberg Dollar Spot Index menghapus penurunan dan harga minyak
mengalami penurunan lagi. Besok, Departemen Perdagangan AS akan
melaporkan produk domestik bruto (GDP) pada kuartal ketiga.
Sumber : Bloomberg
S&P 500 Naik Ke Rekor Pasca Reli 3 harinya; Saham Teknologi Melemah
BESTPROFIT FUTURES MALANG (23/12) - Indeks
Standard & Poor 500 naik ke rekornya terkait saham teknologi
mengalami lonjakan membantu indeks acuan pulih sepenuhnya dari aksi
sell-off selama tujuh hari di awal Desember ini.
Saham Facebook Inc dan Intel Corp naik lebih dari 2% pada laju kenaikan di antara saham teknologi.
Indeks
S&P 500 naik 0,4% menjadi 2,078.68 pada 16:00 sore di New York, di
atas rekor penutupan sebelumnya di level 2,075.37 yang dicapi pada 5
Desember lalu.
Ekuitas
AS melonjak 5% dalam tiga sesi terakhir karena Ketua The Fed Janet
Yellen yang mengatakan bahwa bank sentral Kemungkinan menahan tingkat
suku mendekati nol setidaknya sampai kuartal pertama, bahkan ketika
ekonomi AS mengalami penguatan.
Penurunan
harga minyak dan memburuknya krisis keuangan di Rusia bergejolak
melalui pasar finansial di awal bulan ini, menghapus lebih dari $ 1
triliun dari nilai ekuitas AS dalam waktu kurang dari dua pekan. S&P
500 turun 5% dalam tujuh hari perdagangan sampai 16 Desember.
Saham
AS telah tiga kali lipat selama 5 2/1 tahun di bull market, didorong
oleh tiga putaran pembelian obligasi The Fed serta biaya pinjaman yang
mendekati nol guna merangsang ekonomi.
Data
hari ini menunjukkan jumlah pembelian rumah AS yang sebelumnya turun
lebih dari perkiraan pada bulan November dikarenakan perumahan real
estate berjuang untuk mempertahankan pemulihan bahkan seiring biaya
pinjaman tetap rendah.(yds)
Sumber: Bloomberg
Bursa AS Stagnan Pasca Mengalami Reli; Saham Energi Turun
BESTPROFIT FUTURES MALANG (23/12) - Saham-saham
AS berfluktuasi, setelah lonjakan terbesar dalam tiga hari sejak 2011,
pasca gain dalam saham-saham teknologi mengimbangi penurunan dalam saham
bioteknologi dan penurunan pertama kali saham-saham energy dalam 5 hari
terakhir.
Indeks Nasdaq Biotechnology merosot 2.6%
setelah saham Gilead Sciences Inc. tenggelam 14%, saham Chevron Corp.
kehilangan 1.3%, sementara saham Facebook Inc. dan Intel Corp. naik
lebih dari 2.3% untuk memimpin gain diantara saham-saham teknologi.
Indeks S&P 500 menambahkan kurang
lebih 0.1% ke level 2,071.01 pada pukul 12:14 siang di New York,
mendekati rekor penutupan. Dow Jones Industrial Average melonjak 89.72
point, atau 0.5%, ke level 17,894.52. Perdagangan perusahaan dalam
S&P 500 adalah 9% dibawah rata-rata 30-hari untuk hari ini.
Ekuitas AS melonjak 5% dalam tiga sesi
terakhir pasca ketua The Fed Janet Yellen mengatakan bahwa bank sentral
kemungkinan akan menahan tingkat suku bunga mendekati nol setidaknya
sampai kuartal pertama, bahkan saat ekonomi AS menguat.
Sumber : Bloomberg
Bursa Saham Eropa Ditutup Naik Untuk Hari Kelima
BESTPROFIT FUTURES MALANG (23/12) - Saham Eropa ditutup menguat untuk hari kelima, dengan perusahaan perbankan memberikan kontribusi gain yang paling tajam.
Indeks
Stoxx Europe 600 naik 0,5% menjadi 341,97 pada sesi penutupan
perdagangan di London, setelah sebelumnya menambahkan sebanyak 0,9%.
Perusahaan pemberi pinjaman memberikan kontribusi gain yang paling
tajam, dibantu oleh HSBC Holdings Plc dan Intesa Sanpaolo SpA. Saham
energi membalikan kenaikan sebelumnya.
Indeks
acuan telah reli sebesar 5,8% dalam lima hari terakhir, yang paling
tajam dalam dua bulan terakhir. Indeks menguat 3% pekan lalu, merupakan
lonjakan tertajam tahun ini dan peningkatan kelima dalam enam pekan
terakhir. Reboundnya saham-saham energy dikrenakan The Fed mengatakan
mungkin akan mempertahankan suku mendekati nol setidaknya sampai kuartal
pertama, dan Swiss National Bank (SNB) memgumumkan suku bunga deposito
negatif yang pertama sejak tahun 1970-an membantu memicu reli.
Spekulasi
bahwa Bank Sentral Eropa akan mulai membeli obligasi pemerintah
mengirim Indeks Stoxx 600 naik 13% dari tahun ini yang level terendah
pada bulan Oktober sampai hampir tujuh tahun tertinggi pada 5 Desember
ini. Dan membukukan kemerosotan terburuk enam hari dalam tiga tahun
seiring saham energi saham tergelincir diikuti harga minyak. Indeks
Eropa telah kembali lebih dari setengah penurunannya dan berakhir pada
minggu lalu sebesar 3% di bawah level tertingginya di bulan Desember.(yds)
Sumber: Bloomberg
Sunday, 21 December 2014
Minyak Berayun Setelah Gain Terbesarnya dalam 2 Tahun Terakhir
BESTPROFIT FUTURES MALANG (22/12) - Minyak
berfluktuasi setelah kenaikan terbesarnya dalam lebih dari 2 tahun
terakhir seiring Arab Saudi mengatakan bahwa harga minyak akan rebound
atas pertumbuhan ekonomi global yang diikuti meningkatkan permintaan.
Brent di London
berayun antara keuntungan dan kerugian setelah naik 3,6 % pada 19
Desember, kenaikan tertingginya sejak Oktober 2012 lalu. Pertumbuhan
ekonomi global yang telah mendorong harga yang lebih rendah diciptakan
oleh kurangnya kerjasama dari produsen luar Organisasi Negara-negara
Pengekspor Minyak, menurut menteri Perminyakan Arab Saudi, Ali Al-Naimi.
Pasar kelebihan pasokan sebesar 2 juta barel per hari, kata Mohammed Al
Sada, Menteri Energi Qatar.
Minyak telah anjlok
lebih dari 20 % sejak OPEC memutuskan untuk mempertahankan kuota
kolektif pada pertemuan bulan lalu sementara AS meningkatkan minyak
mentah pada tingkat rekornya. Produsen luar kelompok 12-anggota "tidak
bertanggung jawab" mengurangi output terkait kelebihan pasokan yang
dapat merugikan pasar, menurut Suhail Al Mazrouei, menteri energi Uni
Emirat Arab.
Brent untuk pengiriman
bulan Februari sebesar 19 sen lebih tinggi pada level $ 61,57 pada
berbasis di London ICE Futures Europe exchange pukul 11:00 pagi di
Sydney. Harga minyak merosot sebesar 45 % tahun ini. Minyak mentah acuan
Eropa dengan premi sebesar $ 4,16 dibandingkan West Texas Intermediate
(WTI).
WTI untuk pengiriman
bulan Februari berada di level $ 57,42 per barel di New York Mercantile
Exchange, menguat 29 sen. Kontrak bulan Januari yang berakhir pada 19
Desember lalu setelah naik dari level $ 2,41 ke level $ 56,52. Volume
semua berjangka yang diperdagangkan adalah sekitar 51 % di atas
rata-rata 100-hari. Bulan depan harga minyak telah turun 42 % tahun ini.
(knc)
Sumber : Bloomberg
Produsen non-OPEC 'penyebab' harga minyak dunia turun
BESTPROFIT FUTURES MALANG (22/12) - Menteri Perminyakan Uni Emirat Arab,
Souhail al-Mazroui, menyatakan penurunan harga minyak lebih dari 40%
dalam beberapa bulan terakhir disebabkan oleh negara-negara non-OPEC
yang menggenjot produksi secara berlebihan.
Tudingan ini dikeluarkan ketika negara-negara Arab penghasil minyak menggelar pertemuan di Abu Dhabi, hari Minggu (21/12).
Al-Mazroui mengatakan harga akan segera stabil di tahun baru jika semua negara penghasil minyak tidak menaikkan produksi.
Menteri Perminyakan Arab Saudi, Ali al-Naimi, menyatakan cara terbaik mengatasi gejolak harga minyak adalah dengan memberi kesempatan kepada negara-negara yang paling efisien dalam memproduksi minyak untuk mengatur tata kelola minyak dunia.
Arab Saudi termasuk salah satu anggota OPEC, organisasi negara-negara pengekspor minyak, yang tidak setuju dengan usul pemangkasan produksi untuk membantu menaikkan harga minyak.
"Jika mereka (negara-negara non-OPEC) ingin mengurangi produksi, tentu disambut baik. Tapi kami, Arab Saudi, tidak akan mengurangi produksi," kata Al-Naimi.
Yang juga tidak setuju dengan pengurangan produksi adalah Kuwait.
Sementara itu produsen lain seperti Iran dan Rusia mendesak pengurangan produksi agar harga minyak naik.
Sumber : BBC
Tudingan ini dikeluarkan ketika negara-negara Arab penghasil minyak menggelar pertemuan di Abu Dhabi, hari Minggu (21/12).
Al-Mazroui mengatakan harga akan segera stabil di tahun baru jika semua negara penghasil minyak tidak menaikkan produksi.
Menteri Perminyakan Arab Saudi, Ali al-Naimi, menyatakan cara terbaik mengatasi gejolak harga minyak adalah dengan memberi kesempatan kepada negara-negara yang paling efisien dalam memproduksi minyak untuk mengatur tata kelola minyak dunia.
Arab Saudi termasuk salah satu anggota OPEC, organisasi negara-negara pengekspor minyak, yang tidak setuju dengan usul pemangkasan produksi untuk membantu menaikkan harga minyak.
"Jika mereka (negara-negara non-OPEC) ingin mengurangi produksi, tentu disambut baik. Tapi kami, Arab Saudi, tidak akan mengurangi produksi," kata Al-Naimi.
Yang juga tidak setuju dengan pengurangan produksi adalah Kuwait.
Sementara itu produsen lain seperti Iran dan Rusia mendesak pengurangan produksi agar harga minyak naik.
Sumber : BBC
Saham Perusahaan Material Naik, Bursa Saham Asia Dibuka Menguat 0.3%
BESTPROFIT FUTURES MALANG (22/12) - Bursa Saham Asia menguat pada hari ke-3,
dipimpin oleh kenaikan saham perusahaan material seiring dengan kontrak
berjangka minyak mentah rebound. Sementara itu Bursa Saham Australia
mencatat gain tertinggi pada hari ke-2 dalam 3 tahun terakhir.
Indeks MSCI Asia Pacific menguat 0.3% ke level 137.34 pukul 9:05 pagi waktu Tokyo. Pada 19 Desember lalu indeks acuan tersebut melonjak tajam dalam 2 bulan terakhir ditengah reli ekuitas global setelah pekan lalu Federal Reserve berkomitmen menunda eaktu kenaikan suku bunga. Indeks S&P/ASX 200 Australia mencatat gain 3.5% pada hari ke-2, kenaikan tajam sejak Desember 2011 silam.
Indeks Topix Jepang dand Indeks Kospi Korea Selatan catat gain 0.3%. Indeks NZX 50 Selandia Baru menguat 0.1%. Pada 19 Desember lalu minyak mentah Brent naik 0.1% ke level $61.45 per barel setelah reli tajam sejak Oktober 2012 silam. (bgs)
Sumber : Bloomberg
Indeks MSCI Asia Pacific menguat 0.3% ke level 137.34 pukul 9:05 pagi waktu Tokyo. Pada 19 Desember lalu indeks acuan tersebut melonjak tajam dalam 2 bulan terakhir ditengah reli ekuitas global setelah pekan lalu Federal Reserve berkomitmen menunda eaktu kenaikan suku bunga. Indeks S&P/ASX 200 Australia mencatat gain 3.5% pada hari ke-2, kenaikan tajam sejak Desember 2011 silam.
Indeks Topix Jepang dand Indeks Kospi Korea Selatan catat gain 0.3%. Indeks NZX 50 Selandia Baru menguat 0.1%. Pada 19 Desember lalu minyak mentah Brent naik 0.1% ke level $61.45 per barel setelah reli tajam sejak Oktober 2012 silam. (bgs)
Sumber : Bloomberg
Minyak Naik Seret Saham Jepang Dibuka Menguat untuk Hari Ketiga
BESTPROFIT FUTURES MALANG (22/12) - Saham
Jepang naik untuk hari ketiga beruntun, dipimpin oleh
perusahaan-perusahaan energi pasca harga minyak mentah menguat dan mata
uang yen melemah terhadap dolar.
Indeks Topix naik 0,5 %
ke level 1,417.10 pukul 09:01 pagi waktu Tokyo terkait semua saham
kecuali 2 dari 33 kelompok industri meningkat. Indeks tersebut menghapus
penurunan untuk bulan Desember dan di jalur untuk melonjak 8,7 % tahun
ini. Indeks Nikkei 225 Stock Average naik 0,2 % ke level 17,651.33 hari
ini. Bank of Japan (BoJ) merilis laporan perekonomian bulan Desember
pada hari ini. Sementara mata uang yen diperdagangkan pada level 119,50
per dolar setelah melemah selama 3 sesi pekan lalu seiring Federal
Reserve mengatakan akan bersabar dalam menaikkan suku bunga AS.
Indeks Standard &
Poor 500 menguat 3,4 % pekan lalu setelah komentar The Fed memicu saham
AS rally tiga hari. Kontrak pada indeks tersebut sedikit berubah hari
ini.
BOJ pekan lalu mempertahankan perluasan basis moneter pada laju tahunan sebesar 80 triliun yen ($ 676 miliar).
Minyak mentah Brent
naik 0,7 % ke level $ 61,79 per barel setelah menguat pada 19 Desember
lalu yang merupakan kenaikan terbesarnya sejak Oktober 2012 lalu.
Produk domestik bruto
(PDB) AS pada kuartal ketiga besok, menurut para ekonom yang disurvei
oleh Bloomberg memprediksi pertumbuhan ekonomi tahunan akan direvisi
meningkat menjadi 4,3 % untuk periode 3 bulan, dari perkiraan sebelumnya
sebesar 3,9 %. Data perumahan, pesanan barang dan konsumsi pribadi di
ekonomi terbesar dunia juga meningkat pekan ini.
Ketua Fed Janet Yellen
mengatakan pekan lalu bahwa para pembuat kebijakan mungkin akan menahan
tingkat suku bunga mendekati nol setidaknya sampai kuartal pertama,
bahkan ketika ekonomi AS menguat. Bank sentral, dalam sebuah pernyataan
setelah pertemuan terakhir tahun 2014, menggantikan referensi untuk suku
bunga tetap rendah untuk "waktu yang lama" dengan janji untuk bersabar
hingga waktunya. (knc)
Sumber : Bloomberg
Dolar Catat Gain Ditengah Divergen Kebijakan Moneter
BESTPROFIT FUTURES MALANG (22/12) - Dolar catat gain dari level pekan lalu
terhadap mayoritas mata uang lainnya ditengah spekulasi bahwa Federal
Reserve yang akan menaikkan suku bunga pada awal April tahun depan
ditengah mayoritas bank sentral lainnya melanjutkan pelonggaran moneter.
Mata uang AS naik ke level 2 tahun tertingginya terhadap euro setelah Wakil Presiden ECB (European Central Bank) Vitor Constancio menyatakan diahdapan majalah dari Jerman Wirtschaftswoche bahwa bank sentral tidak mengesampingkan pelonggaran kuantitatif. Dolar AS menahan gain dalam 3 hari terakhir terhadap yen setelah pekan lalu BOJ (Bank of Japan) mempertahankan stimulus. Semenatra itu dolar Selandia Baru turun setelah merosotnya indeks kepercayaan konsumen.
Dolar diperdagangkan pada level $1.2224 per euro pukul 8:49 pagi waktu Tokyo dari level $1.2229 pada 19 Desember lalu, mengikuti lonjakan 1.9% pada 5 hari terakhir. Sempat mencapai level $1.2220, sesuai dengan level tetinggi sejak Agustus 2012 silam. Dolar AS berada pada level 119.55 yen, setelah pekan lalu catat gain 0.6%. Euro dibeli pada level 146.10 yen dari level 146.15 di New York.
Dolar Selandia Baru melemah 0.2% ke level 77.42 sen AS stelah indeks sentimen konsumen dari Westpac Banking Corp. pada kuartal ke-4 turun 114.8, level terendah selama 3 bulan hingga Maret 2013 silam. (bgs)
Sumber : Bloomberg
Mata uang AS naik ke level 2 tahun tertingginya terhadap euro setelah Wakil Presiden ECB (European Central Bank) Vitor Constancio menyatakan diahdapan majalah dari Jerman Wirtschaftswoche bahwa bank sentral tidak mengesampingkan pelonggaran kuantitatif. Dolar AS menahan gain dalam 3 hari terakhir terhadap yen setelah pekan lalu BOJ (Bank of Japan) mempertahankan stimulus. Semenatra itu dolar Selandia Baru turun setelah merosotnya indeks kepercayaan konsumen.
Dolar diperdagangkan pada level $1.2224 per euro pukul 8:49 pagi waktu Tokyo dari level $1.2229 pada 19 Desember lalu, mengikuti lonjakan 1.9% pada 5 hari terakhir. Sempat mencapai level $1.2220, sesuai dengan level tetinggi sejak Agustus 2012 silam. Dolar AS berada pada level 119.55 yen, setelah pekan lalu catat gain 0.6%. Euro dibeli pada level 146.10 yen dari level 146.15 di New York.
Dolar Selandia Baru melemah 0.2% ke level 77.42 sen AS stelah indeks sentimen konsumen dari Westpac Banking Corp. pada kuartal ke-4 turun 114.8, level terendah selama 3 bulan hingga Maret 2013 silam. (bgs)
Sumber : Bloomberg
Thursday, 18 December 2014
Swiss Franc Turun Tajam Sejak 2013 Terkait Suku Bunga Negatif
BESTPROFIT FUTURES MALANG (19/12) - Swiss
franc melemah tajam dalam 18 bulan terakhir terhadap euro pasca bank
sentral Swiss memperkenalkan suku bunga negatif untuk mempertahankan
mata uang.
Euro
jatuh untuk hari kedua terhadap dolar karena keputusan Swiss National
Bank yang mendorong spekulasi Bank Sentral Eropa akan memperluas
langkah-langkah stimulus tahun depan. Indeks dolar mencapai leve
tertinggi dalam lima tahun terakhir di tengah sinyal janji Federal
Reserve untuk bersabar untuk menaikan suku bunga berarti peningkatan
tahun depan. Peso Kolombia naik untuk hari ketiga untuk memimpin
penguatan rekan-rekan mata uang emerging-market. Pound naik karena
volatilitas naik ke level tertingginya dalam 15-bulan terakhir.
Langkah
Swiss adalah "tanda-tanda bahwa SNB berhati-hati karena ECB," kata
David Song, seorang analis mata uang berbasis di New York di FXCM Inc
"The SNB akan mengikuti langkah bersama dengan ECB dalam hal siklus
pelonggaran . "
Franc
terdepresiasi sebesar 0,2 persen ke level 1,20388 per euro pukul 15:56
waktu New York pasca turun sebanyak 0,7 persen ke level 1,20974, level
terlemah sejak 10 Oktober lalu. Penurunan intraday terbesar sejak Mei
2013 lalu.
Dolar
menguat sebesar 0,2 persen ke level 118,83 yen pasca melonjak sebesar
1,9 persen kemarin, kenaikan terbesar sejak 31 Oktober lalu. Mata uang
AS terapresiasi sebesar 0,5 persen ke level $1,2284 per euro dan
menyentuh level $1,2266, terkuat sejak 8 Desember. Yen menguat 0,3
persen ke level 145,98 per euro. (izr)
Sumber: Bloomberg
Emas Rebound Dari Level Terendah Dua Minggu
BESTPROFIT FUTURES MALANG (19/12) - Spot emas mengalami rebound dari terendah dua minggu di tengah tanda-tanda meningkatnya permintaan fisik untuk logam.
Ekspor
emas Swiss naik ke tertinggi tahun ini, dan arus dari Inggris
menyarankan kilang Swiss bekerja pada kapasitas penuh untuk memenuhi
permintaan dari Asia, UBS Group AG mengatakan dalam sebuah catatan hari
ini. Perdagangan dari Shanghai Gold Exchange kontrak acuan spot bullion
menguat ke level tertinggi sejak April 2013.
Kemarin, logam turun 0,6% karena isyarat dari Federal Reserve yang
akan menaikkan biaya pinjaman tahun depan. Sementara ketua TheFed,
Janet Yellen mengatakan kemarin bahwa dia tidak meramalkan kenaikan suku
bunga untuk "setidaknya beberapa pertemuan berikutnya," tambahnya
"tidak ada pre-set time" dan "tidak ada pertemuan dari atas meja."
Bullion
untuk pengiriman segera naik 0,5% ke level $ 1.195 pada pukul 01:45
siang di New York. Harga bullion kemarin menyentuh level $ 1,183.89,
terendah sejak 1 Desember Di Comex, sementara untuk pengiriman Februari
naik kurang dari 0,1% untuk menetap di level $ 1,194.80 per ons.
Bullion
naik 70% dari Desember 2008 sampai Juni 2011 akibat bank sentral
meningkatkan pasokan uang dalam skala yang belum pernah terjadi
sebelumnya, memacu kekhawatiran bahwa inflasi akan berakselerasi. Logam
ini turun 28% pada tahun 2013, penurunan terbesar dalam tiga dekade
terakhir, di tengah kenaikan perekonomian AS.(frk)
Sumber : Bloomberg
S&P 500 Catat Gain Dua Hari Terbaiknya Sejak 2011 ditengah Reli Global
BESTPROFIT FUTURES MALANG (19/12) - Saham
AS naik mengirimkan Indeks Standard & Poor 500 menuju keuntungan
terbaik selama dua hari dalam tiga tahun terakhir, seiring ekuitas
global rally terkait janji Federal Reserve untuk bersabar meningkatkan
suku bunga.
Indeks
S&P 500 naik sebesar 2,4 persen ke level 2,061.14 pukul 16:00 sore
di New York, kenaikan satu hari terbesar sejak Januari 2013 lalu. Indeks
telah naik sebesar 4,5 persen selama dua hari terakhir, terbesar sejak
November 2011.
Indeks
MSCI All-Country World melonjak sebesar 2 persen dan saham emerging
market naik sebesar 1,8 persen. Indeks Stoxx Europe 600 melonjak 3
persen, terbesar dalam tiga tahun terakhir. Obligasi anjlok tajam dalam
17 bulan terakhir. Harga minyak merosot sebesar 3,2 persen pasca
menghapus rally sebesar 4 persen.
Indeks
Volatilitas Chicago Board Options Exchange kehilangan 13 persen ke
level16,95. The VIX anjlok sebesar 28 persen selama dua hari terakhir.
Indeks naik ke level dua bulan tertingginya pada 16 Desember lalu.
Saham
AS rebound dari penurunan tujuh hari yang menghapus $1 trliun dari
harga ekuitas dan bersamaan dengan penurunan sebesar 15 persen minyak
mentah West Texas Intermediate antara tanggal 5 Desember dan 16
Desember. saham produsen energi pada S&P 500 anjlok sebesar 8 persen
selama peregangan sementara saham produsen kimia dan perusahaan
pertambangan merosot sebesar 7,4 persen. (izr)
Sumber: Bloomberg
Saham AS Pimpin Reli Saham Global
BESTPROFIT FUTURES MALANG (19/12) - Saham
global melonjak mengirim Indeks Standard & Poor 500 menuju reli
terbaiknya dalam dua hari dalam hampir dua tahun terakhir, karena
Federal Reserve berjanji bersabar terkait peningkatan tingkat suku bunga
acuan. Obligasi imbal hasil turun tajam dalam 17 bulan terakhir terkait
spekulasi biaya pinjaman yang akan naik pada tahun depan, sementara
minyak mentah kembali melanjutkan aksi jual.
Indeks
S&P 500 melonjak sebesar 1,5 persen pukul 12:16 siang di New York,
menuju kenaikan dalam dua hari terakhir menjadi 3,6 persen. Obligasi
memperpanjang aksi jual terbesar dalam tiga bulan terakhir. Minyak West
Texas Intermediate (WTI) merosot sebesar 1,5 persen, menghapus reli
sebelumnya. Indeks Stoxx Europe 600 melonjak sebesar 3 persen, terbesar
dalam tiga tahun terakhir, seiring Indeks Swiss Market menguat pasca
bank sentral negara itu memperkenalkan suku bunga deposito negatif.
Indeks acuan Dubai mencatat naik tajam dan indeks Micex Rusia meningkat
seiring indeks MSCI All-Country World naik sebesar 1,6 persen.
Ketua
The Fed Janet Yellen menjelaskan rencana kebijakannya, dia mengatakan
kemungkinan akan mempertahankan suku bunga mendekati nol setidaknya
sampai kuartal pertama bahkan seiring kuatnya perekonomian. Potensi
peningkatan kemudian mendorong biaya pinjaman saham dan mata uang
negara-negara emerging market mungkin investasi terlihat menurun jika
suku bunga naik di negara-negara maju. Minyak WTI merosot lebih dari 5
persen dari level intraday tertingginya. Presiden Vladimir Putin
menyatakan sikap akan bertindak tanpa kompromi atas krisis Rusia. (izr)
Sumber: Bloomberg
Ekuitas Eropa Catat Kenaikan Terbesar Tiga Hari dalam 2 Tahun
BESTPROFIT FUTURES MALANG (19/12) - Saham-saham
Eropa naik untuk hari ketiga di tengah berkembangnya keyakinan bahwa
bank-bank sentral di seluruh dunia akan mendukung perekonomian.
Indeks
Stoxx Europe 600 melonjak sebesar 2,8% menjadi 338,65 pada pukul 04:33
sore di London, dengan bank-bank memberikan kontribusi terbesar untuk
mengangkat indeks. saham Novartis AG dan Roche Holding AG memimpin
Indeks Swiss Market naik 2,7% setelah bank sentral Swiss memperkenalkan
suku bunga deposito negatif untuk pertama kali sejak tahun 1970-an.
Pengumuman tersebut muncul setelah Janet Yellen mengatakan Federal Reserve mungkin
akan mempertahankan suku mendekati nol setidaknya hingga kuartal
pertama dan bahwa mereka tidak dapat kembali ke tingkat yang lebih
normal sampai tahun 2017.
Semua
19 kelompok industri dalam indeks Stoxx 600 naik pada hari ini, dengan
bank-bank mengalami reli sebesar 2,9%, yang dipimpin oleh Banco
Santander SA dan ING Groep NV. Perusahaan energi menuju lonjakan tiga
hari terbesar sejak Oktober 2011 setelah Total SA naik 2,1% dan Statoil
ASA menambahkan 5,5%.(frk)
Sumber : Bloomberg
Wednesday, 17 December 2014
Sentimen Suku Bunga The Fed, Antarkan Dolar Sentuh Level 5 Thn Tertinggi
BESTPROFIT FUTURES MALANG (18/12) - Mata uang dolar bergerak naik ke level 5
tahun tertinggi setelah Ketua Federal Reserve Janet Yellen
mengindikasikan bahwa bank sentral berada pada laju menaikan suku bunga
pada awal April tahun depan.
Dolar catat gain pada hari ke-2 terhadap yen setelah kemarin The Fed mengganti komitmen untuk mempertahankan suku bunga pinjaman mendekati 0 untuk â€Å“waktu yang lama,†dan mempertahankan suku bunga 0 hingga 0.25%, yang telah dipertahankan sejak 2008 lalu. Ruble Rusia memangkas penurunan selama 7 hari terkahir setelah kementerian keuangan menyatakan menjual cadangan emas guna meredam penurunan yang telah mengantarkan mata uang tersebut berada pada rekornya ditengah penurunan harga minyak mentah dunia.
Indeks Spot Dollar Bloomberg, indeks yang memonitor dolar terhadap 10 mata uang lainnya naik 0.1% ke level 1,122.19 pukul 9:27 pagi waktu Tokyo dari level kemarin saat menguat 0.9%. Pada 5 Desember lalu ditutup pada level 1,122.34, merupakan level tertinggi sejak Maret 2009 lalu.
Dollar menguat 0.2% ke level 118.84 yen, setelah kemarin melonjak 1.9%, gain tertinggi sejak Oktober lalu. Dolar AS berada pada level $1.2328 per euro mengikuti kenaikan kemarin sebesar 1.4%. Yen turun 0.1% ke level 146.51 per euro. (bgs)
Sumber : Bloomberg
Dolar catat gain pada hari ke-2 terhadap yen setelah kemarin The Fed mengganti komitmen untuk mempertahankan suku bunga pinjaman mendekati 0 untuk â€Å“waktu yang lama,†dan mempertahankan suku bunga 0 hingga 0.25%, yang telah dipertahankan sejak 2008 lalu. Ruble Rusia memangkas penurunan selama 7 hari terkahir setelah kementerian keuangan menyatakan menjual cadangan emas guna meredam penurunan yang telah mengantarkan mata uang tersebut berada pada rekornya ditengah penurunan harga minyak mentah dunia.
Indeks Spot Dollar Bloomberg, indeks yang memonitor dolar terhadap 10 mata uang lainnya naik 0.1% ke level 1,122.19 pukul 9:27 pagi waktu Tokyo dari level kemarin saat menguat 0.9%. Pada 5 Desember lalu ditutup pada level 1,122.34, merupakan level tertinggi sejak Maret 2009 lalu.
Dollar menguat 0.2% ke level 118.84 yen, setelah kemarin melonjak 1.9%, gain tertinggi sejak Oktober lalu. Dolar AS berada pada level $1.2328 per euro mengikuti kenaikan kemarin sebesar 1.4%. Yen turun 0.1% ke level 146.51 per euro. (bgs)
Sumber : Bloomberg
Sentimen Komentar The Fed, Emas Dekati Level 2 Pekan Terendah
BESTPROFIT FUTURES MALANG (18/12) - Emas mendekati level 2 pekan terendah
setelah The Fed menurunkan komitmen untuk mempertahankan suku bunga
pinjaman rendah untuk â€Å“waktu yang lama,†mengantarkan Federal
Reserve akan menaikkan suku bunga acuan yang pertama kalinya sejak 2006
silam seiring kenaikan dollar.
Bullion untuk pengiriman segera diperdagangkan pada level $1,189.78 per ounce pukul 8:21 pagu waktu Singapura dari level kemarin $1,189.71 ketika harga turun ke level $1,183.89, level terendah sejak 1 Desember lalu setelah komnetar The Fed muncul, menurut harga dari Bloomberg. Emas bersiap untuk memangkas gain dalam 2 pekan terakhir akibat penurunan harga energi telah mengancam kenaikan inflasi dibawah target Bank Sentral AS sebesar 2%.
Janet Yellen menyatakan bahwa The Fed diperkirakan tidak akan mengubah suku bunga sebelum akhir April mendatang setelah The Fed mengganti komitmen waktu yang lama dengan komitmen â€Å“sabar.†Hal tersebut mengantarkan Indeks Dollar Bloomberg bergerak ke level 5 tahun tertingginya dan Indeks Standard & Poor 500 menguat tajam sejak Oktober 2013 silam. Rilis data kemarin menunjukkan bahwa indeks harga konsumen AS naik 1.3%, gain terendah sejak Februari tahun ini dengan minyak mentah berada pada level 5 tahun terendah.
Saat komentar The Fed tidak menjadi acuan terhadap krisis mata uang Russia atau resiko global lainnya yang telah menyebabkan pasar keuangan bergejolak, Yellen menyatakan adanya potensi kelebihan pasokan minyak dari Russia terhadap pasokan AS akan menurun. Sementara itu, pekan ini ruble turun pada rekornya meskipun Bnak Sentral Russia menaikkan suku bunga, sehingga memicu spekulasi bahwa Russia diperkirakan akan menjual beberapa cadangan emasnya. (bgs)
Sumber : Bloomberg
Bullion untuk pengiriman segera diperdagangkan pada level $1,189.78 per ounce pukul 8:21 pagu waktu Singapura dari level kemarin $1,189.71 ketika harga turun ke level $1,183.89, level terendah sejak 1 Desember lalu setelah komnetar The Fed muncul, menurut harga dari Bloomberg. Emas bersiap untuk memangkas gain dalam 2 pekan terakhir akibat penurunan harga energi telah mengancam kenaikan inflasi dibawah target Bank Sentral AS sebesar 2%.
Janet Yellen menyatakan bahwa The Fed diperkirakan tidak akan mengubah suku bunga sebelum akhir April mendatang setelah The Fed mengganti komitmen waktu yang lama dengan komitmen â€Å“sabar.†Hal tersebut mengantarkan Indeks Dollar Bloomberg bergerak ke level 5 tahun tertingginya dan Indeks Standard & Poor 500 menguat tajam sejak Oktober 2013 silam. Rilis data kemarin menunjukkan bahwa indeks harga konsumen AS naik 1.3%, gain terendah sejak Februari tahun ini dengan minyak mentah berada pada level 5 tahun terendah.
Saat komentar The Fed tidak menjadi acuan terhadap krisis mata uang Russia atau resiko global lainnya yang telah menyebabkan pasar keuangan bergejolak, Yellen menyatakan adanya potensi kelebihan pasokan minyak dari Russia terhadap pasokan AS akan menurun. Sementara itu, pekan ini ruble turun pada rekornya meskipun Bnak Sentral Russia menaikkan suku bunga, sehingga memicu spekulasi bahwa Russia diperkirakan akan menjual beberapa cadangan emasnya. (bgs)
Sumber : Bloomberg
Subscribe to:
Comments (Atom)