BESTPROFIT FUTURES MALANG (18/3) - Dolar Australia melemah menyusul Federal
Reserve AS memulai melaksanakan pertemuan yang akan berlangsung selama 2
hari kedepan terkait kebijakan moneter.
Pukul 7 pagi ini waktu Australia, Aussie diperdagangkan di level US76.18c atau turun dari level US76.29c pada Selasa kemarin.
Sementara
itu Dolar AS naik terhadap mata uang lainnya akibat Federal Open Market
Committee The Fed mulai melaksanakan pertemuan terkait pembahasan suku
bunga.
Para trader melakukan aksi wait and see terkait pengumuman
resmi pada Kamis pagi besok guna mempertimbangkan apabila The Fed
mengganti istilah "patience" dalam kemungkinannya menaikkan suku bunga.
Sedangkan melemahnya harga komoditas dan naiknya dolar AS juga memberikan tekanan kepada dolar Australia.
Mata
uang Negeri Kangguru melemah pada hari Selasa kemarin setelah hasil
pertemuan RBA (Reserve Bank of Australia) bulan Maret lalu meyakinkan
para trader akan adanya pemangkasan suku bunga pada waktu terdekat ini.
(bgs)
Sumber : MarketsSpectator
Tuesday, 17 March 2015
Para Investor Jual Aset ETP Tekan Emas Berjangka Ke Level 18 Pekan Terendah
BESTPROFIT FUTURES MALANG (18/3) - Emas
berjangka turun ke level 18 pekan terendahnya terkait para investor
keluar dari dana yang berbasis logam menjelang pertemuan kebijakan
Federal Reserve.
Holdings pada produk
yang diperdagangkan di bursa emas kemarin merosot selama 14 hari
beruntun, dalam jangka waktu terpanjang di lebih dari satu tahun
terakhir. Hampir 90 % dari para ekonom yang disurvei oleh Bloomberg
memprediksikan bahwa pejabat The Fed akan bersabar untuk menaikkan suku
bunga menurut pernyataan kebijakan pada akhir pertemuan mereka pada hari
Rabu.
Logam mulia telah
jatuh sebesar 3 % pada tahun 2015 karena meningkatnya kekhawatiran,
mengirim para investor untuk aset dengan prospek hasil yang lebih baik
terkait obligasi dan saham. Manajer investasi telah menurunkan spekulasi
tingkat pembelian emas selama 6 minggu berturut-turut, dan aset ETP
berada di level terendahnya sejak 21 Januari lalu.
Emas berjangka untuk
pengiriman bulan April turun 0,4 % untuk menetap di level $ 1,148.20 per
ons pada pukul 1:43 siang di Comex New York. Harga emas menyentuh level
$ 1,141.60, yang merupakan level terendahnya sejak 7 November,
sementara logam mencapai level $ 1,130.40 merupakan level terendah dalam
4 tahun terakhir. (knc)
Sumber : Bloomberg
Saham Komoditi Melemah Antarkan Bursa AS Ditutup Menurun
BESTPROFIT FUTURES MALANG (18/3) - Saham
AS turun dari reli terbesarnya dalam lebih dari sebulan terakhir
seiring saham komoditas dan konsumen melemah jelang keputusan tingkat
suku bunga Federal Reserve.
Indeks Standard &
Poor 500 turun 0,3 % ke level 2,074.17 pada pukul 16:00 sore waktu New
York, setelah sebelumnya mengalami penurunan sebesar 0,8 %. Indeks
Nasdaq Composite naik 0,2 %, didorong oleh saham Apple Inc dan Facebook
Inc.
Indeks S&P 500
telah melemah sebesar 2 % dari rekornya sejak 2 Maret lalu terkait
munculnya kekhawatiran bahwa penguatan mata uang dolar akan mengurangi
laba perusahaan. Pejabat The Fed akan mengkaji perekonomian dan
menentukan waktu kenaikan suku bunga pertama sejak 2006 silam. The Fed
akan bersabar untuk menentukan kenaikan suku bunga. (knc)
Sumber : Bloomberg
Monday, 16 March 2015
Harga Minyak Sentuh Level US$ 43/Barel Terendah dalam 6 Tahun
BESTPROFIT FUTURES MALANG (17/3) - Harga minyak dunia merosot 2 persen pada perdagangan Senin pekan ini
dengan harga acuan minyak mentah Amerika Serikat (AS) sentuh level
terendah dalam enam tahun.
Hal itu didorong dari kenaikan hasil produksi minyak AS dan Libya. Ditambah kemungkinan kesepakatan mengakhiri sanksi nuklir terhadap Iran sehingga mendorong produksi minyak bertambah di pasar.
Harga minyak Brent ditutup melemah US$ 1,23 ke level US$ 53,44 per barel. Level ini terendah dalam enam tahun.
Sementara itu, harga minyak mentah acuan AS melemah 96 sen ke level US$ 43,88. Harga minyak itu turun mendekati 2 persen dari level terendah pada Maret 2009 sekitar US$ 42,85. Analis teknikal melihat, harga minyak bisa sentuh US$ 37.
Penyedia data memperkirakan, ada sekitar 3 juta barel minyak di Cushing, Oklahoma. Adanya kekhawatiran AS akan menyentuh produksi tertinggi telah menambah kekhawatiran di pasar.
Menurut sumber, Libya juga mencatatkan produksi minyak mencapai 490 ribu barel per hari. Kenaikan ini mencapai dua kali lipat.
Mengutip laman Reuters, Selasa (17/3/2015), AS dan Iran juga akan mencapai kesepakatan soal sanksi nuklir. Iran menyatakan akan menaikkan ekspor minyak bila sanksi telah dicabut. Hal itu menambah tekanan ke harga minyak.
"AS banjir pasokan minyak, dan produksi lain dari seluruh dunia juga belum mereview produksinya. Pertanyaannya hingga kapan penampungan minyak dapat bertahan sebelum full kapasitas," ujar Gene McGillian, Senior Market Analyst Tradition Energy.
Societe Generale memperkirakan, pasokan minyak sekitar 1,6 juta bpd, dan akan sentuh 1,7 juta bpd pada kuartal II. "Ini pertanda penurunan harga minyak," kata Analis Societe Generale, Michael Wittner. (Ahm/)
Sumber : Liputan6
Hal itu didorong dari kenaikan hasil produksi minyak AS dan Libya. Ditambah kemungkinan kesepakatan mengakhiri sanksi nuklir terhadap Iran sehingga mendorong produksi minyak bertambah di pasar.
Harga minyak Brent ditutup melemah US$ 1,23 ke level US$ 53,44 per barel. Level ini terendah dalam enam tahun.
Sementara itu, harga minyak mentah acuan AS melemah 96 sen ke level US$ 43,88. Harga minyak itu turun mendekati 2 persen dari level terendah pada Maret 2009 sekitar US$ 42,85. Analis teknikal melihat, harga minyak bisa sentuh US$ 37.
Penyedia data memperkirakan, ada sekitar 3 juta barel minyak di Cushing, Oklahoma. Adanya kekhawatiran AS akan menyentuh produksi tertinggi telah menambah kekhawatiran di pasar.
Menurut sumber, Libya juga mencatatkan produksi minyak mencapai 490 ribu barel per hari. Kenaikan ini mencapai dua kali lipat.
Mengutip laman Reuters, Selasa (17/3/2015), AS dan Iran juga akan mencapai kesepakatan soal sanksi nuklir. Iran menyatakan akan menaikkan ekspor minyak bila sanksi telah dicabut. Hal itu menambah tekanan ke harga minyak.
"AS banjir pasokan minyak, dan produksi lain dari seluruh dunia juga belum mereview produksinya. Pertanyaannya hingga kapan penampungan minyak dapat bertahan sebelum full kapasitas," ujar Gene McGillian, Senior Market Analyst Tradition Energy.
Societe Generale memperkirakan, pasokan minyak sekitar 1,6 juta bpd, dan akan sentuh 1,7 juta bpd pada kuartal II. "Ini pertanda penurunan harga minyak," kata Analis Societe Generale, Michael Wittner. (Ahm/)
Sumber : Liputan6
Jelang Pertemuan The Fed Seret Dolar Turun dari Level 12 Tahun Tertinggi
BESTPROFIT FUTURES MALANG (17/3) - Dolar
melemah dari level tertingginya terhadap euro sejak tahun 2003 seiring
data ekonomi menimbulkan keraguan terhadap luasnya pemulihan ekonomi AS
jelang pertemuan pejabat Federal Reserve pekan ini untuk menetapkan
kebijakan moneter.
Indeks mata uang
terhadap mata uang utama turun setelah catat kenaikan dalam 4 pekan
terakhir, terkait langkah manufaktur dan produksi industri menurun.
Dolar AS menguat di tengah spekulasi The Fed yang akan menghapus atau
mengubah komitmennya untuk "bersabar" pada waktu kenaikan suku bunga.
Para pembuat kebijakan memulai pertemuan selama dua hari di Washington,
dimulai hari Selasa.
Mata uang dolar
melemah 0,7 % ke level $ 1,0571 per euro pada pukul 4:04 sore waktu New
York setelah sebelumnya mencapai level $ 1,0458, yang merupakan level
tertingginya sejak Januari 2003 silam. Mata uang AS sedikit berubah pada
level 121,41 yen.
Indeks Spot Dolar
Bloomberg, yang melacak dolar AS terhadap 10 mata uang utama turun 0,4 %
ke level 1,216.70. Hari Jumat kemarin mencapai level 1,222.12, level
tertingginya berdasarkan harga penutupan untuk kembali ke tahun 2004.
(knc)
Sumber : Bloomberg
Emas Kembali Kehilangan Kemilaunya Jelang Pertemuan Federal Reserve
BESTPROFIT FUTURES MALANG (17/3) - Emas diperdagangkan dengan bergerak
mendekati level 3 bulan terendahnya menyusul aksi wait and see para
investor terhadap pertemuan Federal Reserve.
Hal utama yang menjadi perdebatan pada pertemuan The Fed pekan ini yaitu mengenai apakah perekonomian AS telah mendapatkan dukungan yang cukup untuk menjamin komitmen yang menunda kenaikan suku bunga pinjaman. Sementara itu, para manajer investasi telah menurunkan spekulasinya terkait lonjakan pembelian emas pada pekan ke-6 secara beruntun ditengah berkembangnya spekulasi bahwa AS akan menaikkan suku bunga.
Emas berjangka untuk pengiriman bulan April naik 0.1% dengan ditutup di level $1,153.20 per ounce pukul 1:37 siang ini waktu New York di Comex. Pada 11 Maret kemarin emas sempat mencapai level $1,146.50 sekaligus level terendah sejak 1 Desember tahun lalu. Logam mulia tersebut telah mencatatkan penurunan mingguan keduanya secara beruntun.
Hasil pertemuan The Fed akan diumumkan pada tanggal 18 Maret mendatang pukul 2 siang waktu Washington. Kenaikan pada pasar tenaga kerja telah meningkatkan peluang Bank Sentral AS untuk menaikkan suku bunga, sehingga memangkas daya tarik emas dan mengantarkan para investor kepada aset dengan prospek imbal hasil yang lebih baik seperti obligasi dan ekuitas.
Sementara Perak berjangka untuk pengiriman bulan Mei mendulang gain 0.8% ke level $15.617 per ounce di Comex yang sekaligus membukukan kenaikan keduanya pada sesi ke-3.
Sedangkan Platinum berjangka untuk pengiriman bulan April turun 0.7% ke level $1,107.90 per ounce di New York Mercantile Exchange. Harga platinum sempat mencapai level $1,105 yang merupakan level terendah sejak Juli 2009 silam dan Palladium berjangka untuk pengiriman bulan Juni anjlok 1.1% ke level $780.10 per ounce. (bgs)
Sumber : Bloomberg
Hal utama yang menjadi perdebatan pada pertemuan The Fed pekan ini yaitu mengenai apakah perekonomian AS telah mendapatkan dukungan yang cukup untuk menjamin komitmen yang menunda kenaikan suku bunga pinjaman. Sementara itu, para manajer investasi telah menurunkan spekulasinya terkait lonjakan pembelian emas pada pekan ke-6 secara beruntun ditengah berkembangnya spekulasi bahwa AS akan menaikkan suku bunga.
Emas berjangka untuk pengiriman bulan April naik 0.1% dengan ditutup di level $1,153.20 per ounce pukul 1:37 siang ini waktu New York di Comex. Pada 11 Maret kemarin emas sempat mencapai level $1,146.50 sekaligus level terendah sejak 1 Desember tahun lalu. Logam mulia tersebut telah mencatatkan penurunan mingguan keduanya secara beruntun.
Hasil pertemuan The Fed akan diumumkan pada tanggal 18 Maret mendatang pukul 2 siang waktu Washington. Kenaikan pada pasar tenaga kerja telah meningkatkan peluang Bank Sentral AS untuk menaikkan suku bunga, sehingga memangkas daya tarik emas dan mengantarkan para investor kepada aset dengan prospek imbal hasil yang lebih baik seperti obligasi dan ekuitas.
Sementara Perak berjangka untuk pengiriman bulan Mei mendulang gain 0.8% ke level $15.617 per ounce di Comex yang sekaligus membukukan kenaikan keduanya pada sesi ke-3.
Sedangkan Platinum berjangka untuk pengiriman bulan April turun 0.7% ke level $1,107.90 per ounce di New York Mercantile Exchange. Harga platinum sempat mencapai level $1,105 yang merupakan level terendah sejak Juli 2009 silam dan Palladium berjangka untuk pengiriman bulan Juni anjlok 1.1% ke level $780.10 per ounce. (bgs)
Sumber : Bloomberg
Indeks S&P 500 Melonjak Tajam dalam 5 Pekan Terakhir
BESTPROFIT FUTURES MALANG (17/3) - Indeks Standard & Poor 500 mengalami kenaikan terbesarnya sejak 3 Februari lalu, di tengah transaksi perusahaan dan karena para investor mempertimbangkan waktu kenaikan suku bunga setelah data ekonomi yang lebih rendah dari perkiraan.
Perusahaan perawatan kesehatan dalam Indeks S&P 500 menguat 2,2 % seiring perusahaan Salix Pharmaceuticals Ltd mengambil alih penawaran sebesar $ 11.1 miliar dari Valeant Pharmaceuticals International Inc. Saham Life Time Fitness Inc melonjak 5,2 % setelah menyetujui untuk dibeli oleh perusahaan ekuitas swasta.
Indeks S&P 500 naik 1,3 % ke level 2,081.00 pada pukul 04:00 sore waktu New York, dan bergerak di atas harga rata-rata selama 50 hari terakhir.
Imbal hasil obligasi tenor 10-tahun sebelumnya melemah lima basis poin menjadi 2,06 %, yang merupakan level terendahnya dalam dua minggu terakhir.
Indeks S&P 500 telah kehilangan 1,8 % dari rekornya pada tanggal 2 Maret, terkait penguatan mata uang dolar dapat memicu pertumbuhan laba dan meredam kekhawatiran dari proyek investor. Indeks mata uang terhadap mata uang utama turun, setelah catat kenaikan dalam 4 pekan terakhir, sebelum pejabat The Fed memulai pertemuan selama dua hari. (knc)
Sumber : Bloomberg
Perusahaan perawatan kesehatan dalam Indeks S&P 500 menguat 2,2 % seiring perusahaan Salix Pharmaceuticals Ltd mengambil alih penawaran sebesar $ 11.1 miliar dari Valeant Pharmaceuticals International Inc. Saham Life Time Fitness Inc melonjak 5,2 % setelah menyetujui untuk dibeli oleh perusahaan ekuitas swasta.
Indeks S&P 500 naik 1,3 % ke level 2,081.00 pada pukul 04:00 sore waktu New York, dan bergerak di atas harga rata-rata selama 50 hari terakhir.
Imbal hasil obligasi tenor 10-tahun sebelumnya melemah lima basis poin menjadi 2,06 %, yang merupakan level terendahnya dalam dua minggu terakhir.
Indeks S&P 500 telah kehilangan 1,8 % dari rekornya pada tanggal 2 Maret, terkait penguatan mata uang dolar dapat memicu pertumbuhan laba dan meredam kekhawatiran dari proyek investor. Indeks mata uang terhadap mata uang utama turun, setelah catat kenaikan dalam 4 pekan terakhir, sebelum pejabat The Fed memulai pertemuan selama dua hari. (knc)
Sumber : Bloomberg
Saham Eropa Memperpanjang Level 7 Tahun Tertinggi pada Sesi Penutupan
BESTPROFIT FUTURES MALANG (17/3) - Saham Eropa memperpanjang kenaikan, dengan ekuitas Jerman mencapai rekor terbarunya.
Indeks Stoxx Europe 600 naik 0,9 % ke level 400,18 pada penutupan perdagangan di London, dengan perusahaan pembuat mobil terkemuka mengalami gain. Indeks DAX Jerman menguat 2,2 %, melebihi level 12.000 untuk pertama kalinya. Indeks Swiss Market naik 0,9 %, memperoleh kembali kerugian seiring bank sentral negara tersebut memangkas saham kecil terhadap mata uang euro.
Bank Sentral Eropa memulai program pelonggaran kuantitatif yang membantu mendorong Indeks Stoxx 600 naik selama pekan keenam. Indeks tersebut pada hari Senin ditutup di level tertingginya sejak Juni 2007 lalu dan sebesar 1,3 % dari tercapai rekornya ditahun 2000.
Indeks DAX telah rally sebesar 24 % pada tahun ini, dengan K + S AG dan Merck KGaA memimpin kenaikan pada hari Senin. Indeks Swiss SMI telah menguat sebesar 17 % dari level terendahnya pada bulan Januari. Para pejabat Swiss National Bank (SNB) sedang mempersiapkan prakiraan pertumbuhan ekonomi pertama mereka untuk menilai dampak dari langkah tersebut, dan Presiden Thomas Jordan akan memberikan pandangan mereka pada tanggal 19 Maret mendatang.
Indeks Stoxx 600 naik seiring perusahaan pembuat mobil menguat lebih dari 2,2 %, diikuti saham Volkswagen AG dan Daimler AG melonjak lebih dari 2,8 %. (knc)
Sumber : Bloomberg
Indeks Stoxx Europe 600 naik 0,9 % ke level 400,18 pada penutupan perdagangan di London, dengan perusahaan pembuat mobil terkemuka mengalami gain. Indeks DAX Jerman menguat 2,2 %, melebihi level 12.000 untuk pertama kalinya. Indeks Swiss Market naik 0,9 %, memperoleh kembali kerugian seiring bank sentral negara tersebut memangkas saham kecil terhadap mata uang euro.
Bank Sentral Eropa memulai program pelonggaran kuantitatif yang membantu mendorong Indeks Stoxx 600 naik selama pekan keenam. Indeks tersebut pada hari Senin ditutup di level tertingginya sejak Juni 2007 lalu dan sebesar 1,3 % dari tercapai rekornya ditahun 2000.
Indeks DAX telah rally sebesar 24 % pada tahun ini, dengan K + S AG dan Merck KGaA memimpin kenaikan pada hari Senin. Indeks Swiss SMI telah menguat sebesar 17 % dari level terendahnya pada bulan Januari. Para pejabat Swiss National Bank (SNB) sedang mempersiapkan prakiraan pertumbuhan ekonomi pertama mereka untuk menilai dampak dari langkah tersebut, dan Presiden Thomas Jordan akan memberikan pandangan mereka pada tanggal 19 Maret mendatang.
Indeks Stoxx 600 naik seiring perusahaan pembuat mobil menguat lebih dari 2,2 %, diikuti saham Volkswagen AG dan Daimler AG melonjak lebih dari 2,8 %. (knc)
Sumber : Bloomberg
Sunday, 15 March 2015
Dolar Pertahankan Penguatan Terkait Outlook Suku Bunga AS
BESTPROFIT FUTURES MALANG (16/3) - Dolar
mempertahankan reli pada pagi ini, perdagangan berada di dekat level
tertinggi 12-tahun terhadap euro setelah investor mempertimbangkan
timeline untuk suku bunga AS yang lebih tinggi menjelang pertemuan
Federal Reserve dalam minggu ini. Minyak mentah memperpanjang
kemerosotannya.
Greenback
berada di level $ 1,0498 per euro pada pukul 8:16 pagi di Tokyo,
setelah mencapai level terkuat sejak Januari 2003. Dolar mempertahankan
gain mingguan 0,4% versus mata uang Australia dan Selandia Baru. Indeks
Standard & Poor 500 berjangka tergelincir 0,1% menyusul penurunan
0,6% dalam indeks saham AS pada hari Jumat, sementara saham-saham
Australia terkoreksi dan indeks saham berjangka Jepang berakhir mixed.
Di sektor komoditi, minyak turun lebih dari 1,7% di Amerika Serikat dan
London di tengah kekhawatiran atas berkepanjangannya kelimpahan minyak
di pasar.
Indeks
Bloomberg Dollar Spot berada pada dekade tinggi setelah prospek
kenaikan suku bunga AS menopang daya tarik relatif greenback terhadap
rekan-rekan mata uang global. Gubernur bank sentral dari Eropa hingga
Asia melakukan pelonggaran kebijakan untuk meningkatkan ekspansi, dengan
Perdana Menteri China, Li Keqiang menjanjikan dalam pidatonya di
stasiun televisi lokal pada akhir pekan untuk melakukan intervensi jika
pertumbuhan ekonomi negara tersebut tertinggal terlalu jauh. Sementara
Indonesia mencatatkan perdagangan data pada hari Senin dan India akan
melaporkan harga grosir, sebelum pertemuan The Fed pada tanggal 17-18
Maret.(frk)
Sumber: Bloomberg
Sentimen Domestik Warnai Laju IHSG
BESTPROFIT FUTURES MALANG (16/3) - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi menguat pada perdagangan saham awal pekan ini. Hal itu seiring rilis pemerintah soal paket kebijakan ekonomi sehingga dapat menolong gerak Rupiah.
Analis PT Lautandhana Securindo, Willy Sanjaya menuturkan, pelaku pasar diharapkan dapat merespons positif paket kebijakan ekonomi untuk menstabilkan rupiah. Dengan respons positif itu diharapkan dapat mengangkat IHSG di awal pekan ini. Willy memperkirakan, IHSG akan bergerak di kisaran 5.425-5.550.
"Sentimen masih dari dalam negeri. Kami harapkan rupiah kembali menguat. Paket kebijakan ekonomi pemerintah iya pasti beri sentimen," ujar Willy saat dihubungi Liputan6.com, yang ditulis Senin (16/3/2015).
Sementara itu, Analis PT Asjaya Indosurya Securities, William Suryawijaya mengatakan, IHSG masih akan melanjutkan pola uptren yang menuju target resistance 5.547 masih terus berlangsung.
"Selama support terdekat 5.401 masih kuat menghadapi ujian, maka potensi IHSG untuk menembus target resistance 5.547 masih cukup besar," kata William.
Ia menambahkan, proses gerak IHSG itu akan ditunjang dari rilis data ekonomi seperti BI Rate, dan nilai tukar rupiah terhadap mata uang dolar Amerika Serikat (AS).
Sumber : Liputan6
Analis PT Lautandhana Securindo, Willy Sanjaya menuturkan, pelaku pasar diharapkan dapat merespons positif paket kebijakan ekonomi untuk menstabilkan rupiah. Dengan respons positif itu diharapkan dapat mengangkat IHSG di awal pekan ini. Willy memperkirakan, IHSG akan bergerak di kisaran 5.425-5.550.
"Sentimen masih dari dalam negeri. Kami harapkan rupiah kembali menguat. Paket kebijakan ekonomi pemerintah iya pasti beri sentimen," ujar Willy saat dihubungi Liputan6.com, yang ditulis Senin (16/3/2015).
Sementara itu, Analis PT Asjaya Indosurya Securities, William Suryawijaya mengatakan, IHSG masih akan melanjutkan pola uptren yang menuju target resistance 5.547 masih terus berlangsung.
"Selama support terdekat 5.401 masih kuat menghadapi ujian, maka potensi IHSG untuk menembus target resistance 5.547 masih cukup besar," kata William.
Ia menambahkan, proses gerak IHSG itu akan ditunjang dari rilis data ekonomi seperti BI Rate, dan nilai tukar rupiah terhadap mata uang dolar Amerika Serikat (AS).
Sumber : Liputan6
Hari Ini Minyak Mentah Bisa Turun Lagi, Kenaikan Pasokan Non-OPEC Penyebabnya
BESTPROFIT FUTURES MALANG (16/3) - Harga minyak mentah di bursa komoditas
Amerika Serikat kembali melemah signifikan pada akhir perdagangannya
Sabtu dini hari lalu (16/3). Harga komoditas ini terpenggal turun dan
mencapai posisi paling rendah sejak tanggal 28 Januari lalu.
Pelemahan harga minyak mentah terjadi
setelah International Energy Agency menyatakan bahwa pasokan minyak
mentah global masih tinggi dan terus bertambah. Produksi minyak mentah
di Amerika Serikat juga tidak menunjukkan tanda-tanda melambat.
Meskipun output OPEC turun di bulan
Februari pasokan global justru bertambah sebesar 1,3 juta barel per hari
dibandingkan bulan Februari tahun 2014 lalu. Tingkat produksi saat ini
menjadi 94 juta bph didorong oleh kenaikan 1,4 juta bph dari
negara-negara non-OPEC.
Harga minyak mentah berjangka jenis WTI
untuk kontrak April yang merupakan kontrak paling aktif saat ini ditutup
dengan pelemahan sebesar 2,21 dollar atau 4,7 persen di level 44,84
dollar per barel.
Sementara itu harga minyak mentah Brent
untuk kontrak bulan April terpantau turut mengalami penurunan yang
signifikan. Harga ditutup melemah sebesar 2,16 dollar menjadi 55,13
dollar per barel.
Analyst Vibiz Research Center
memperkirakan bahwa pergerakan harga minyak mentah jenis WTI kontrak
paling aktif pada perdagangan hari ini berpotensi untuk melanjutkan
pelemahannya. Dominannya sentimen negatif pembengkakan pasokan minyak
mentah global menjadi faktor utama yang menekan harga komoditas
tersebut.
Untuk perdagangan hari ini harga minyak
mentah WTI kontrak April diperkirakan akan mengalami level resistance di
48,00 dollar. Resistance selanjutnya ada di 50,00 dollar. Jika terjadi
pelemahan harga akan menemui support pada posisi 42,00 dollar dan 40,00
dollar.
Sumber : Vibiznews
Modal Nekat, Pria Ini Kini Masuk Jajaran Orang Terkaya Dunia
BESTPROFIT FUTURES MALANG (16/3) - Pantang menyerah dan tekad yang kuat merupakan dua modal utama Christos Lazari untuk menjadi salah satu miliarder terkaya di dunia. Di usia 16 tahun, dia meninggalkan keluarganya di kota kecil di Siprus dan pindah ke London.
Saat itu, Lazari yang baru berusia 16 tahun hanya berbekal 20 pound sterling di sakunya.
"Saya merasa bahwa rumput di London selalu lebih hijau dari manapun. Saya tak perlu berpikir dua kali untuk pindah ke sana meski tanpa uang," ujarnya seperti dikutip dari laman Forbes, Senin (16/3/2015).
Kala itu, demi memenuhi keperluannya, Lazari mencuci piring kotor dan melayani pengunjung restoran. Semua itu dia lakukan untuk menabung demi pendidikannya.
Setelah uangnya cukup dia lantas mendaftar ke London Fashion Design. Dia lantas membuat label fashion sendiri, Drendie Girl.
Di awal, bisnisnya tentu tak lancar dan terhalang banyak hambatan. Tapi dia akhirnya mampu menjadi salah satu riteler di High Street London.
Tapi pada 1978, dia merasa itu waktu yang tepat untuk diversifikasi. Dia lantas megnambil untung dari penjualannya dan mulai menanam saham di bisnis properti.
Lazari, yang perusahaan investasinya kini memiliki properti seluas 2,64 juta kaki persegi telah menjadi salah satu miliarder terkaya di dunia. Dia menjadi salah satu dari 290 miliarder baru tahun ini. Sebagian besar propertinya terdiri dari ruang perkantoran. (Sis/Ndw)SiskS
Sumber : Liputan6
Saat itu, Lazari yang baru berusia 16 tahun hanya berbekal 20 pound sterling di sakunya.
"Saya merasa bahwa rumput di London selalu lebih hijau dari manapun. Saya tak perlu berpikir dua kali untuk pindah ke sana meski tanpa uang," ujarnya seperti dikutip dari laman Forbes, Senin (16/3/2015).
Kala itu, demi memenuhi keperluannya, Lazari mencuci piring kotor dan melayani pengunjung restoran. Semua itu dia lakukan untuk menabung demi pendidikannya.
Setelah uangnya cukup dia lantas mendaftar ke London Fashion Design. Dia lantas membuat label fashion sendiri, Drendie Girl.
Di awal, bisnisnya tentu tak lancar dan terhalang banyak hambatan. Tapi dia akhirnya mampu menjadi salah satu riteler di High Street London.
Tapi pada 1978, dia merasa itu waktu yang tepat untuk diversifikasi. Dia lantas megnambil untung dari penjualannya dan mulai menanam saham di bisnis properti.
Lazari, yang perusahaan investasinya kini memiliki properti seluas 2,64 juta kaki persegi telah menjadi salah satu miliarder terkaya di dunia. Dia menjadi salah satu dari 290 miliarder baru tahun ini. Sebagian besar propertinya terdiri dari ruang perkantoran. (Sis/Ndw)SiskS
Sumber : Liputan6
Harga Emas Bisa Menguat ke US$ 1.400 per Ounce
BESTPROFIT FUTURES MALANG (16/3) - Pada Januari 2015, harga emas sempat menguat hingga US$ 1.300 per ounce saat harga-harga saham melemah. Namun hanya dalam dua bulan, harga emas telah merosot lebih dari 11 persen dari level tertingginya menjadi US$ 1.150 per ounce.
Semua penguatan harga emas terhapus setelah dolar Amerika Serikat (AS) menguat dalam beberapa minggu. Tapi harga emas dapat kembali ke level US$ 1.400 per ounce tahun ini.
Mengutip laman CNN Money, Senin (16/3/2015), harga emas seringkali dipandang sebagai mata uang alternatif. Emas berfungsi dengan baik saat para investor khawatir mengenai proyeksi tender yang dicetak pemerintah.
Secara mengejutkan, beberapa ahli masih yakin harga emas akan bergerak menguat. Analis perusahaan manajemen keuangan DoubleLine Jeffrey Gundlach melaporkan, harga emas dapat berbalik ke harga US$ 1.400 per ounce.
Alasannya, yield obligasi negatif di Eropa akan membuat emas tampak lebih menarik. Emas merupakan aset yang selalu tampi menakjubkan di tengah inflasi dan deflasi.
Dengan kata lain, saat para pelaku pasar takut akan sesuatu, mereka akan cenderung mencari emas. Dan rate obligasi yang negatif merupakan tanda dari kekhawatiran deflasi.
Para investor akan terdorong oleh jatuhnya harga emas dan berpikir obligasi tersebut menjadi risiko.
Gundlach tetap menganggap harga emas akan menguat terlebih setelah Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) menaikkan suku bunganya. Meski harga dolar akan menguat, dan berdampak buruk bagi emas dalam jangka pendek, Gundlach tetap yakin dalam jangka panjag harga emas akan pulih. (Sis/Ndw)
Sumber : Liputan6
Semua penguatan harga emas terhapus setelah dolar Amerika Serikat (AS) menguat dalam beberapa minggu. Tapi harga emas dapat kembali ke level US$ 1.400 per ounce tahun ini.
Mengutip laman CNN Money, Senin (16/3/2015), harga emas seringkali dipandang sebagai mata uang alternatif. Emas berfungsi dengan baik saat para investor khawatir mengenai proyeksi tender yang dicetak pemerintah.
Secara mengejutkan, beberapa ahli masih yakin harga emas akan bergerak menguat. Analis perusahaan manajemen keuangan DoubleLine Jeffrey Gundlach melaporkan, harga emas dapat berbalik ke harga US$ 1.400 per ounce.
Alasannya, yield obligasi negatif di Eropa akan membuat emas tampak lebih menarik. Emas merupakan aset yang selalu tampi menakjubkan di tengah inflasi dan deflasi.
Dengan kata lain, saat para pelaku pasar takut akan sesuatu, mereka akan cenderung mencari emas. Dan rate obligasi yang negatif merupakan tanda dari kekhawatiran deflasi.
Para investor akan terdorong oleh jatuhnya harga emas dan berpikir obligasi tersebut menjadi risiko.
Gundlach tetap menganggap harga emas akan menguat terlebih setelah Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) menaikkan suku bunganya. Meski harga dolar akan menguat, dan berdampak buruk bagi emas dalam jangka pendek, Gundlach tetap yakin dalam jangka panjag harga emas akan pulih. (Sis/Ndw)
Sumber : Liputan6
Thursday, 12 March 2015
Pasar Saham AS Menguat Ditopang Sektor Perbankan
BESTPROFIT FUTURES MALANG (13/3) - Pasar
saham AS mencetak kenaikan dibantu penjualan ritel yang lebih lemah dan
terhentinya penguatan dolar Amerika Seirkat (AS) serta prospek suku
bunga.
Kenaikan mengangkat indeks Dow dan S & P 500 kembali ke wilayah positif di tahun ini.
Melansir laman Reuters, indeks Dow Jones Industrial Average naik 259,83 poin atau 1,47 persen ke posisi 17.895,22. Sementara indeks S&P 500 naik 25,71 poin atau 1,26 persen menjadi 2.065,95.
Ini menjadi persentase keuntungan terbesar bagi Dow dan S & P 500 dalam waktu kurun satu bulan. Adapula indeks Nasdaq Composite bertambah 43,35 poin, atau 0,89 persen ke posisi 4.893,29.
Kenaikan ini dipicu rally saham perbankan setelah Federal Reserve melakukan pemeriksaan tahunan pada industri ini. Saham sektor keuangan pada indeks S & P naik 2,2 persen dan menjadi pemenang terbesar hari ini.
Penjualan ritel secara tak terduga turun untuk bulan ketiga pada Februari, yang membantu rebound euro selama 12 tahun terendah terhadap dolar.
Pelemahan saham baru-baru ini di didorong oleh data pekerjaan yang lebih kuat dari perkiraan yang menggarisbawahi pandangan Fed bisa menaikkan suku pada awal Juni.
"Bagi saya, hal itu menunjukkan mungkin itu bergerak kenaikan tarif lebih dekat memiliki potensi dampak yang berkaitan dengan dolar AS yang terus menguat, dan itu menjadi angin untuk pertumbuhan dan pendapatan bagi banyak perusahaan yang melakukan bisnis di luar AS," kata Bucky Hellwig, Wakil Presiden Senior di BB & T Wealth Management di Birmingham, Alabama.
Saham Citigroup (CN) naik 3,3 persen menjadi US$ 54,08. Namun saham Bank of America (BAC.N) tergelincir 0,1 persen menjadi US$ 16,09.
Sekitar 6,5 miliar saham berpindah tangan di bursa AS, dibandingkan dengan 6,6 miliar rata-rata untuk bulan sampai saat ini, menurut data dari BATS Global Markets.(Nrm)
Sumber : Liputan6
Kenaikan mengangkat indeks Dow dan S & P 500 kembali ke wilayah positif di tahun ini.
Melansir laman Reuters, indeks Dow Jones Industrial Average naik 259,83 poin atau 1,47 persen ke posisi 17.895,22. Sementara indeks S&P 500 naik 25,71 poin atau 1,26 persen menjadi 2.065,95.
Ini menjadi persentase keuntungan terbesar bagi Dow dan S & P 500 dalam waktu kurun satu bulan. Adapula indeks Nasdaq Composite bertambah 43,35 poin, atau 0,89 persen ke posisi 4.893,29.
Kenaikan ini dipicu rally saham perbankan setelah Federal Reserve melakukan pemeriksaan tahunan pada industri ini. Saham sektor keuangan pada indeks S & P naik 2,2 persen dan menjadi pemenang terbesar hari ini.
Penjualan ritel secara tak terduga turun untuk bulan ketiga pada Februari, yang membantu rebound euro selama 12 tahun terendah terhadap dolar.
Pelemahan saham baru-baru ini di didorong oleh data pekerjaan yang lebih kuat dari perkiraan yang menggarisbawahi pandangan Fed bisa menaikkan suku pada awal Juni.
"Bagi saya, hal itu menunjukkan mungkin itu bergerak kenaikan tarif lebih dekat memiliki potensi dampak yang berkaitan dengan dolar AS yang terus menguat, dan itu menjadi angin untuk pertumbuhan dan pendapatan bagi banyak perusahaan yang melakukan bisnis di luar AS," kata Bucky Hellwig, Wakil Presiden Senior di BB & T Wealth Management di Birmingham, Alabama.
Saham Citigroup (CN) naik 3,3 persen menjadi US$ 54,08. Namun saham Bank of America (BAC.N) tergelincir 0,1 persen menjadi US$ 16,09.
Sekitar 6,5 miliar saham berpindah tangan di bursa AS, dibandingkan dengan 6,6 miliar rata-rata untuk bulan sampai saat ini, menurut data dari BATS Global Markets.(Nrm)
Sumber : Liputan6
Korea Selatan Punya Kecepatan Internet Paling Tinggi di Seluruh Dunia
BESTPROFIT FUTURES MALANG (13/3) - Korea Selatan dinobatkan sebagai negara
dengan yang memiliki kecepatan internet tercepat di dunia. Menurut
laporan tren global online yang dikeluarkan oleh Korea Tourism
Organization pekan ini. Perusahaan riset bernama Statista, yang berbasis
di Jerman ini menempatkan Korea Selatan berada diperingkat 1 dalam hal
kecepatan internet hingga kuartal ketiga 2014.
Statista mengatakan bahwa pengguna
internet di Korea Selatan memiliki pengalaman berselancar dengan
kecepatan rata-rata 25Mbps per detik, ini berarti 5,6 kali rata-rata
kecepatan secara global. Di bawah Korea Selatan ada Hong Kong,
diikuti Jepang, Swiss, Swedia, Belanda dan Irlandia. Sedangkan di posisi
10 ditempati oleh Latvia, Republik Ceko dan Singapura.
Bukan itu saja, Korea Selatan juga
termasuk sebagai negara dengan pengguna internet terbanyak di dunia,
yang menempati urutan ke 12. Dalam hal populasi pengguna internet,
urutan teratas diduduki oleh Tiongkok dengan jumlah 641,6 juta, diikuti
oleh Amerika Serikat dengan 280 juta, India pada 240 juta, Jepang dengan
jumlah 109 juta, dan Brasil dengan jumlah 107,8 juta.
Sumber : Vibiznews
Emas Catat Gain Pertama Dalam Tiga Sesi
BESTPROFIT FUTURES MALANG (13/3) - Emas berjangka pada Kamis mencatatkan kenaikan pertama dalam tiga sesi terakhir, karena melemahnya dolar AS sehingga mendorong emas rebound dari level terendah dalam waktu sekitar empat bulan terakhir.
Emas untuk pengiriman April naik ke level US $ 1,30, atau 0,1%, untuk menetap di level $ 1,151.90 per ounce di Comex pasca menghitung-hitung penurunannya sebesar 1,4% selama dua sesi perdagangan terakhir. Harga penurtupan hari Rabu kemarin merupakan level terendah sejak awal November lalu.
Indeks Dolar pada hari Kamis turun terhadap mata uang utama lainnya terkait berita bahwa penjualan ritel AS turun untuk bulan ketiga secara berturut-turut pada bulan Februari lalu. Sementara itu, klaim pengangguran mingguan turun lebih dari yang diharapkan.
Harga emas tertekan pada Rabu kemarin ketika indeks dolar naik, karena pelemahan mata uang euro ke level hampir 12 tahun terakhir terhadap dolar. (vck)
Sumber: MarketWatch
Emas untuk pengiriman April naik ke level US $ 1,30, atau 0,1%, untuk menetap di level $ 1,151.90 per ounce di Comex pasca menghitung-hitung penurunannya sebesar 1,4% selama dua sesi perdagangan terakhir. Harga penurtupan hari Rabu kemarin merupakan level terendah sejak awal November lalu.
Indeks Dolar pada hari Kamis turun terhadap mata uang utama lainnya terkait berita bahwa penjualan ritel AS turun untuk bulan ketiga secara berturut-turut pada bulan Februari lalu. Sementara itu, klaim pengangguran mingguan turun lebih dari yang diharapkan.
Harga emas tertekan pada Rabu kemarin ketika indeks dolar naik, karena pelemahan mata uang euro ke level hampir 12 tahun terakhir terhadap dolar. (vck)
Sumber: MarketWatch
Saham AS Rebound dari Aksi Selloff
BESTPROFIT FUTURES MALANG (13/3) - Saham
AS rebound dari aksi selloff selama dua hari terakhir didorong oleh
reli saham perbankan dan penurunan penjualan retail mendorong kasus the
Fed akan tetap menjaga tingkat suku bunga rendahnya. Dolar turun dari
level 12 tahun tertingginya terhadap euro.
Indeks
S&P 500 melonjak sebesar 1.3 persen pukul 4 sore waktu New York
pasca terkoreksi 1,9 persen dalam dua sesi sebelumnya. Dolar melemah 0,7
persen ke level $1.062 per euro. Obligasi imbal hasil tenor 10 tahun
stagnan di kisaran 2.11 persen. Minyak mentah AS ditutup pada level enam
pekan terendahnya terkait meningkatnya produksi minyak yang dapat
menambah banjirnya pasokan minyak global.
Penjualan
ritel AS secara tak terduga turun pada bulan Februari untuk bulan
ketiga berturut-turut, sementara klaim pengangguran menurun lebih dari
perkiraan, laporan menunjukkan pada Kamis pagi. Spekulasi bahwa Federal
Reserve bergerak lebih dekat untuk meningkatkan suku bunga seiring mitra
di Eropa dan Asia melonggarkan kebijakan mengirim Indeks Bloomberg
Dollar Spot naik 3,6 persen dalam enam hari terakhir.
Penjualan
ritel turun 0,6 persen pasca penurunan 0,8 persen pada Januari lalu,
angka dari Departemen Perdagangan menunjukkan. Perkiraan rata-rata dari
86 ekonom yang disurvei oleh Bloomberg menyerukan kenaikan sebesar 0,3
persen. (izr)
Sumber: Bloomberg
Saham Eropa Ditutup Stagnan Pasca Catat Gain Terbesar Dalam 6 Pekan
BESTPROFIT FUTURES MALANG (13/3) - Saham Eropa stagnan, pasca mencatat kenaikan terbesar dalam lebih dari enam pekan terakhir.
Indeks
Stoxx Europe 600 turun kurang dari 0,1 % ke level 395,36 pada penutupan
perdagangan hari ini. Sebelumnya Indeks tersebut memangkas kenaikan
sebesar 0,4 % setelah sebuah laporan menunjukkan penjualan ritel AS pada
bulan Februari secara tak terduga turun untuk bulan ketiga.
Indeks
acuan Eropa naik 1,5 % ke level tertingginya dalam tujuh tahun terakhir
kemarin, karena relinya saham eksportir. Indeks Stoxx 600 catat
kenaikan sebesar 15 % tahun ini karena Bank Sentral Eropa (ECB) memulai
pelonggaran kuantitatif untuk merangsang pertumbuhan dan meningkatkan
inflasi. (vck)
Sumber: Bloomberg
Wednesday, 11 March 2015
Coba Angkat Perekonomian, Tiongkok Tiru Indonesia Beralih Ke Investasi Infrastruktur
BESTPROFIT FUTURES MALANG (12/3) - Pemerintah Tiongkok harus bekerja keras
untuk memenuhi target ekspansi ekonominya di tahun ini terutama dalam
hal menciptakan lapangan pekerjaan yang cukup. Seperti diketahui,
Perdana Menteri Tiongkok, Li Keqiang, telah mengumumkan pekan lalu
target baru produk domestik bruto negaranya dapat bertumbuh di kisaran 7
persen tahun ini.
Target ini masih jauh lebih rendah jika
dibandingkan dengan target tahun lalu yang tercatat sebesar 7,5%, namun
realisasi pertumbuhan ekonominya hanya mampu tumbuh sebesar 7,4%,
terendah dalam 24 tahun terakhir.
Target lebih rendah yang dipatok tahun
ini didasarkan pada pertimbangan kebutuhan dan kemungkinan adanya
tantangan yang lebih besar. Adapun salah satu strategi yang akan mereka
lakukan dalam mengubah perekonomian negaranya yaitu dengan beralih yang
semula fokus pada produksi industri manufaktur ke industri yang dapat
memberikan nilai tambah serta melakukan inovasi.
Selain itu pemerintah juga telah
merencanakan defisit anggaran hingga 1,62 triliun yuan ($
259.000.000.000) untuk tahun ini, dimana pengeluaran publik tahun 2015
ini akan difokuskan pada proyek-proyek infrastruktur seperti jalan dan
rel kereta api, pembangunan kembali daerah-daerah kumuh, upgrade sistem
drainase perkotaan dan jaringan irigasi di daerah pedesaan.
Hal ini dilakukan karena mengingat masih tingginya kelebihan kapasitas di bidang manufaktur dan pasar real-estate, sehingga pengeluaran untuk infrastruktur dapat menjadi pusat untuk mempertahankan pertumbuhan ekonomi.
Pemerintah pusat Tiongkok sendiri telah
menyampaikan keinginan mereka agar para investor swasta dapat berperan
lebih besar terhadap perekonomian dalam negeri, misalnya dengan
berinvestasi di bidang infrastruktur jalan raya tol atau jaringan kereta
api. Kemitraan dalam bentuk Public Private Partnership (PPP)
ini telah menjadi sebuah kata kunci utama dalam lingkaran ekonomi
Tiongkok selama beberapa tahun terakhir sebagai suatu bentuk upaya
pemerintah dalam mempercepat ekspansi pertumbuhan ekonomi.
Sayangnya, keinginan pemerintah ini
sedikit terhambat pasalnya dari 80 proyek percontohan PPP yang telah
diluncurkan pada akhir Mei tahun lalu, hanya 49 proyek yang mendapat
dukungan dari investor swasta. Tindakan yang dilakukan pemerintah negara
ekonomi besar kedua ini sama dengan upaya pemerintah Jokowi yang juga
fokus kepada investasi infrastruktur.
Sumber : Vibiznews
Emas Catat Penurunan Terpanjang dalam Enam Tahun Terakhir
BESTPROFIT FUTURES MALANG (12/3) - Emas
menuju penurunan terpanjang dalam enam tahun terakhir dan platinum
jatuh ke level 67 bulan terendah seiring reli penguatan dolar pangkas
permintaan untuk logam mulia sebagai aset alternative.
Dolar
melonjak ke level tertinggi hampir dalam 12 tahun terakhir terhadap
enam mata uang utama terkait spekulasi The Fed akan lebih dekat untuk
menaikan suku bunga. Sementara itu, Bank Sentral Eropa (ECB) memulai
pembelian obligasi. Spot emas mencapai level 14 pekan terendah.
Kepemilikan
reksadana berbasis emas yang ditransaksikan di bursa turun untuk hari
ke sepuluh berturut-turut, penurunan terpanjang sejak November. Para
pembuat kebijakan lebih baik melakukan pengetatan lebih awal dan lebih
bertahap daripada nanti dan cepat, Presiden The Fed Bank of Dallas
Richard Fisher mengatakan dua hari lalu.
Emas
untuk pengiriman segera turun sebesar 0,9 persen ke level $1,151.07 per
ons pukul 01:44 waktu New York, menurut harga generik Bloomberg. Harga
emas menuju penurunan hari kedelapan secara berturut, kemerosotan
terpanjang sejak Maret 2009 lalu. Sebelumnya, logam menyentuh level
$1,147.72, terendah sejak 1 Desember lalu.
Kepemilikan
emas ETPS turun sebesar 5,5 metrik ton pada hari Selasa menjadi 1,653
ton, terendah sejak 26 Januari lalu, menurut data yang dikumpulkan oleh
Bloomberg.
Emas berjangka untuk pengiriman April turun sebesar 0,8 persen untuk menetap di level $1,150.60 di Comex di New York.
Spot platinum turun sebanyak 1,3 persen ke level $1,114.05 per ons, terendah sejak 14 Juli 2009.
Spot
perak turun sebesar 1,9 persen ke level $15,376 per ons. Harga emas
menuju penurunan hari kedelapan secara berturut-turut, kemerosotan
terpanjang sejak April 2013 lalu. Sebelumnya, Perak menyentuh level
$15,2977, terendah sejak 1 Desember. (izr)
Sumber: Bloomberg
Aksi Selloff Kirim Saham AS Ditutup Melemah
BESTPROFIT FUTURES MALANG (12/3) - Saham
AS catat penurunan, pasca aksi jual saham besar-besaran dalam lebih
dari dua bulan terakhir di tengah penguatan dolar, karena penurunan pada
saham perusahaan consumer mengimbangi rebound saham perbankan.
Indeks
Standard & Poor 500 turun 0,2 % ke level 2,040.42 pukul 04:00 sore
di New York. Indeks tersebut turun di bawah harga RSI untuk 100 hari
terakhir.
Penguatan
dolar ke level tertinggi dalam 12-tahun terakhir terhadap mata uang
euro mengirim saham AS turun kemarin, sehingga menghapus keuntungan
untuk tahun ini terkait perhatian pendapatan dalam bentuk yang lebih
buruk dari yang diakui investor. Indeks S&P 500 turun 0,8 % pada
tahun ini, indeks tersebut membuntuti semua kenaikan pasar saham dari 24
negara kecuali satu. (vck)
Sumber: Bloomberg
Saham Eropa Meningkat Tajam dalam Enam Pekan Akibat Pelemahan Euro
BESTPROFIT FUTURES MALANG (12/3) - Saham Eropa meningkat tajam dalam lebih dari enam pekn terakhir akibat pelemahan euro yang mendorong saham perusahaan eksportir.
Indeks
Stoxx Europe 600 naik sebesar 1,5 persen ke level 395,48 pada penutupan
perdagangan. Saham produsen mobil memimpin kenaikan seiring mata uang
euro ditransaksikan di dekat level 12 tahun terendah dan menuju
penurunan kuartalan rekor terendahnya. Indeks CAC 40 Prancis dan Indeks
DAX Jerman mencatat kenaikan terbesar dari 18 pasar Eropa barat.
Bank
sentral Eropa telah membeli Obliasi Jerman, Belgia, Perancis, Italia
dan Spanyol pekan ini, mengirim suku bunga di seluruh Eropa ke rekor
terendahnya. Pembelian merupakan bagian dari program pembelian aset oleh
Bank Sentral Eropa, yang dikenal sebagai pelonggaran kuantitatif.
Presiden ECB Mario Draghi mengatakan hari ini bahwa mereka akan
mendorong laju inflasi di kawasan euro kembali ke tujuannya.
Pelemahan
euro membuat barang-barang Eropa menjadi lebih murah mengawasi untuk
pembelian, mendorong permintaan dan umumnya lebih banyak melakukan aksi
jual.
Indeks
Stoxx 600 telah jatuh sebesar 1,2 persen sampai Selasa ini dari level
penutupan tujuh tahun tertinggi pada tanggal 6 Maret lalu, akibat
merosotnya saham energi, dan tumbuhnya kekhawatiran bahwa Federal
Reserve akan menaikan suku bunga lebih cepat. Pertemuan The Fed
selanjutnya akan dilakukan pada 17-18 Maret mendatang. (izr)
Sumber: Bloomberg
Saham AS Bergerak Fluktuatif
BESTPROFIT FUTURES MALANG (12/3) - Saham
AS berfluktuasi, pasca aksi jual saham besar-besaran dalam lebih dari
dua bulan terakhir di tengah penguatan dolar, karena penurunan pada
saham perusahaan consumer mengimbangi rebound saham perbankan.
Saham
Tyson Foods Inc dan Pilgrim Pride Corp turun lebih dari 4,5 % di tengah
laporan dugaan flu burung di Arkansas. Citigroup Inc dan Bank of
America Corp naik sebesar 1,6 % setelah saham keuangan pada Selasa
kemarin di Indeks Standard & Poor 500 turun tajam sejak April. Saham
Intel melakukan reli terbesar sejak November lalu pasca penurunan
terbesar dalam lebih dari sebulan terakhir.
Indeks
S&P 500 naik kurang dari 0,1 % ke level 2,045.05 pukul 12:33 siang
di New York. Indeks tersebut diperdagangkan mendekati harga RSI 100 hari
terakhir. Sementara Indeks Dow Jones Industrial Average naik 30,85
poin, atau 0,2 %, ke level 17,693.79. Sedangkan Indeks Nasdaq Composite
stagnan.
Penguatan
dolar ke level tertinggi dalam 12-tahun terakhir terhadap mata uang
euro mengirim saham AS turun kemarin, sehingga menghapus keuntungan
untuk tahun ini terkait perhatian pendapatan dalam bentuk yang lebih
buruk dari yang diakui investor. Indeks S&P 500 turun 0,6 % pada
tahun ini, diikuti indeks tersebut membuntuti semua kenaikan pasar saham
24 negara kecuali satu. (vck)
Sumber: Bloomberg
Tuesday, 10 March 2015
Dolar Menguat Ke Level 12 Tahun Tertinggi Ditengah Pembelian Obligasi Eropa
BESTPROFIT FUTURES MALANG (11/03) - Dolar
menguat ke level tertinggi dalam hampir 12 tahun terakhir karena momok
kenaikan suku bunga AS yang lebih tinggi dan percepatan program
pembelian obligasi oleh Bank Sentral Eropa (ECB) yang mengalir melalui
pasar keuangan global.
Dolar
menguat terhadap 14 dari 16 mata uang utama karena bank sentral
nasional di zona euro menyatakan telah membeli utang untuk hari kedua
dalam program pelonggaran kuantitatif mereka. Dolar menyentuh level
tertinggi dalam 7 1/2 tahun terhadap yen dan naik ke rekornya terhadap
peso Meksiko.
Dolar
menguat 1,4 % ke level $ 1,0698 per euro pada pukul 5 sore di New York
dan mencapai level $ 1,0693, merupakan level tertinggi sejak April 2003
lalu. Dolar menyentuh level ¥ 122,03, merupakan level terendah sejak
Juli 2007 lalu, sebelum diperdagangkan stagnan pada level 121,13 ¥.
Greenback
naik diikuti Swiss franc untuk pertama kalinya sejak Swiss National
Bank (SNB) menghapus pencatatan mata uang terhadap euro pada bulan
Januari lalu. (vck)
Sumber: Bloomberg
Emas Tembus Level 3 Bulan Terendah Akibat Penguatan Dolar
BESTPROFIT FUTURES MALANG (11/03) - Emas turun ke level terendah dalam tiga bulan terakhir pada hari Selasa, akibat tertekan oleh kenaikan mata uang dolar ke level tertinggi dalam hampir 12 tahun terakhir dan juga ekspektasi kenaikan suku bunga AS pada pertengahan tahun ini.
Spot emas turun ke level terendah sejak 1 Desember ke level $ 1,155.60 per ounce pada awal perdagangan dan turun 0,4 persen ke level $ 1,161.55 pukul 02:09 siang, sementara emas untuk pengiriman April menetap di level $ 6,40 per ounce ke level $ 1,160.10.
Platinum turun ke level terendah sejak Juli 2009 ke level $ 1.124 per ounce. Logam ini telah turun sebesar 6,3 % sejak awal tahun ini di tengah ekspektasi permintaan yang lebih rendah dari sektor otomotif dan perlengkapan tambang yang lebih tinggi.
Dolar naik ke level tertinggi sejak September 2003 lalu terhadap sekumpulan mata uang utama, sehingga membuat emas melemah dibandingkan mata uang lainnya.
Posisi investor menunjukkan outlook bearish. Sementara kepemilikan emas di SPDR Gold Trust, turun 0,43 % ke level 753,04 ton pada hari Senin kemarin. (vck)
Sumber: Reuters
Spot emas turun ke level terendah sejak 1 Desember ke level $ 1,155.60 per ounce pada awal perdagangan dan turun 0,4 persen ke level $ 1,161.55 pukul 02:09 siang, sementara emas untuk pengiriman April menetap di level $ 6,40 per ounce ke level $ 1,160.10.
Platinum turun ke level terendah sejak Juli 2009 ke level $ 1.124 per ounce. Logam ini telah turun sebesar 6,3 % sejak awal tahun ini di tengah ekspektasi permintaan yang lebih rendah dari sektor otomotif dan perlengkapan tambang yang lebih tinggi.
Dolar naik ke level tertinggi sejak September 2003 lalu terhadap sekumpulan mata uang utama, sehingga membuat emas melemah dibandingkan mata uang lainnya.
Posisi investor menunjukkan outlook bearish. Sementara kepemilikan emas di SPDR Gold Trust, turun 0,43 % ke level 753,04 ton pada hari Senin kemarin. (vck)
Sumber: Reuters
Penguatan Dolar Kirim Saham AS ke Penurunan Terbesar dalam Dua Bulan Terakhir
BESTPROFIT FUTURES MALANG (11/03) - Dolar
berada pada level terkuat dalam hampir 12 tahun terakhir terhadap euro
dan momok kenaikan suku bunga AS memicu aksi jual di pasar saham global
yang mengirim indeks Standard & Poor 500 anjlok tajam sejak 5
Januari lalu. Minyak dan tembaga menurun.
Indeks
S&P 500 turun sebesar 1,7 persen pukul 16:00 di New York, merosot
di bawah harga rata-rata selama 50 hari terakhir dan menghapus
keuntungan pada 2015 ini. Indeks Dow Jones Industrial Average kehilangan
328 poin, penurunan terbesar sejak 5 Januari lalu. Indeks Stoxx Europe
600 terkoreksi sebesar 0,9 persen. Euro melemah 1,4 persen ke level
$1,0704 dan merupakan ukuran dari 20 mata uang emerging market yang
jatuh untuk hari kesembilan. Obligasi Imbal hasil Jerman 10-tahun turun
menjadi rekor terendahnya, seiring perbedaan imbal hasil tenor 10-tahun
dan obligasi terluas sejak 1989 lalu. Minyak mentah AS turun di bawah
$49 per barel sementara tembaga turun terbesar sejak Januari lalu.
Presiden
Federal Reserve Bank of Dallas Richard Fisher mengatakan bank sentral
harus mulai menaikkan suku seiring membaiknya pasar tenaga kerja.
Sementara pembuat kebijakan dari Sydney hingga Wellington, Tokyo, Zurich
dan Frankfurt memotong suku bunga dan membeli obligasi pemerintah untuk
merangsang pertumbuhan ekonomi negaranya, the Fed menonjol dalam
menerima suku bunga nilai tukar yang lebih tinggi seiring tanda-tanda
menguatnya perekonomian. Dolar telah rally tahun ini terhadap 14 dari 16
mata uang utama. (izr)
Sumber: Bloomberg
Saham Eropa Ditutup Turun Ditengah Kekhawatiran Suku Bunga AS
BESTPROFIT FUTURES MALANG (11/03) - Saham
Eropa turun untuk hari kedua karena pelemahan saham minyak dan gas dan
meningkatnya kekhawatiran terhadap Federal Reserve yang semakin dekat
dalam menaikan tingkat suku bunga.
Indeks
Stoxx Europe 600 turun 0,9 % ke level 389,66 pada penutupan perdagangan
hari ini. Indeks tersebut sebelumnya naik sebesar 0,2 %. Mayoritas
saham dari 19 kelompok industri turun, diikuti penurunan tajam saham
energi. Royal Dutch Shell Plc, BG Group Plc dan BP Plc turun lebih dari 3
% seiring pelemahan minyak mentah untuk hari kelima di tengah
tanda-tanda melimpahnya pasokan global yang terus bertahan.
Indeks
Stoxx 600 naik pada hari Jumat ke level tertinggi dalam tujuh tahun
terakhir karena Bank Sentral Eropa (ECB) akan menetapkan tanggal mulai
untuk program pembelian obligasi pemerintah tersebut. Sehingga membuat
indeks tersebut menguat 14 % di tahun ini.
Di
AS, Indeks Standard & Poor 500 menghapus keuntungan untuk tahun
ini, sementara dolar menguat mendekati level 12 tahun tertingginya
terhadap euro, di tengah spekulasi tentang kenaikan suku bunga. Dalam
pidato terakhirnya Presiden Fed Bank of Dallas, Richard Fisher
mengatakan bank sentral harus mulai secara bertahap dalam menaikkan
tingkat suku bunga. The Fed selanjutnya akan melakukan pertemuan pada
17-18 Maret mendatang. (vck)
Sumber: Bloomberg
Deutsche Bank : S&P 500 Akan Turun Sebesar 9% Akibat Membaiknya Pasar Tenaga Kerja
BESTPROFIT FUTURES MALANG (11/3) - Indeks
S&P 500 dalam lima pekan terakhir berada diatas kisaran level 2000
mungkin cukup lama, kata David Bianco dari Deutsche Bank AG.
Pasca
rilis laporan ketenagakerjaan AS pekan lalu, investor semakin yakin
Federal Reserve akan menaikkan suku bunga pada pertengahan tahun ini,
kata Bianco. Itu bisa mengakibatkan penurunan pada indeks acuan hingga 9
persen, menurut Bianco. Level terkuat dolar terhadap euro sejak 2003
mengancam pertumbuhan laba AS, katanya.
Saham
AS menghapuskan keuntungan untuk tahun ini, mendorong turun indeks
S&P 500 sebesar 1,4 persen ke level 2,050.42 pukul 12:04 di New
York. Dolar juga memberikan tekanan karena rally terhadap semua mata
uang utama hari ini, melonjak hampir ke level 12 tahun tertingginya
terhadap euro dan tertinggi di level 7 1/2 tahun terhadap yen.
Indeks
S&P 500 anjlok tajam dalam dua bulan terakhir pada hari Jumat
kemarin di tengah pengusaha melaporkan telah menambahkan lapangan
pekerjaan lebih dari perkiraan pada bulan Februari dan tingkat
pengangguran turun menjadi 5,5 persen, terendah dalam hampir tujuh tahun
terakhir, menunjukkan pasar tenaga kerja tengah mempertahankan kemajuan
pasca mencatat kinerja tahunan terbaiknya dalam 15 tahun terakhir. (izr)
Sumber: Bloomberg
Monday, 9 March 2015
Saham Jepang Dibuka Menguat Terkait Pelemahan Yen Terhadap Dolar
BESTPROFIT FUTURES MALANG (10/3) - Saham
Jepang dibuka menguat terkait pelemahan yen ke level terendahnya
terhadap dolar dalam tiga bulan terakhir, meningkatkan prospek laba
untuk sektor eksportir.
Indeks
Topix naik 0,5% menjadi 1,539.88 pada 09:01 pagi di Tokyo, dengan semua
kecuali satu dari 33 kelompok industri yang meningkat. Indeks Nikkei
225 Stock Average naik 0,6% menjadi 18,902.55. Yen turun 0,2% menjadi
121,42 per dolar, turun untuk hari keempat ke level terlemah sejak awal
Desember lalu.
Sementara
mengenai kebijakan moneter The Fed pada tanggal 18 Maret, para pelaku
pasar menunggu apakah para otoritas mempertahankan janji mereka
"bersabar" untuk menaikkan biaya pinjaman.
Kontrak
pada indeks S&P 500 tergelincir 0,1% Indeks tersebut naik 0,4%
kemarin karena ekuitas AS memasuki tahun ketujuh dari bull run.(yds)
Sumber: Bloomberg
Kecemasan Terhadap Yunani Dorong Harga Emas
BESTPROFIT FUTURES MALANG (10/3) - Emas
berjangka naik dari level terendah dalam tiga bulan terakhir di tengah
kekhawatiran bahwa kesepakatan sementara untuk memberikan bantuan ke
Yunani akan terurai, mendorong permintaan untuk aset haven.
Ketua
Eurogroup Jeroen Dijsselbloem mengatakan pada hari Minggu bahwa daftar
langkah-langkah yang pemerintah Yunani diusulkan sebagai bagian bail out
selama empat bulan yang "jauh" dari lengkap, dan Yunani mungkin tidak
akan menerima pencairan bantuan bulan ini. Emas hentikan penurunan
terpanjang dalam 11 pekan terakhir.
Logam
ini turun sebesar 5,2 persen pada Februari lalu seiring menteri
keuangan kawasan euro menyetujui paket ekonomi Yunani untuk
memperpanjang kesepakatan bailout. Pada hari Jumat, emas anjlok terbesar
sejak Desember 2013 lalu untuk menghapus keuntungan 2015 pasca laporan
menunjukkan tingkat pengangguran AS turun ke level terendah dalam hampir
tujuh tahun terakhir, meningkatkan spekulasi bahwa Federal Reserve akan
menaikkan suku bunga dengan segera.
Emas
berjangka untuk pengiriman April naik 0,2 persen untuk menetap di level
$1.166,50 per ons pada pukul 1:39 di Comex di New York. Logam turun
dalam lima sesi sebelumnya, kemerosotan terpanjang sejak pertengahan
Desember lalu. Pada hari Jumat, harga emas menyentuh $1,162.90, terendah
untuk kontrak teraktif sejak 1 Desember lalu. (izr)
Sumber: Bloomberg
Aktifitas Merger Dorong Saham AS ditutup Menguat
BESTPROFIT FUTURES MALANG (10/3) - Saham
AS naik di tengah transaksi akuisisi perusahaan pasca indeks Standard
& Poor 500 anjlok tajam dalam dua bulan terakhir pada hari Jumat
kemarin.
Indeks
S&P 500 menguat 0,4 persen ke level 2,079.43 pada penutupan di New
York, seiring ekuitas memasuki bull run tahun ketujuh. Indeks Dow Jones
Industrial Average menguat 138,94 poin, atau 0,8 persen, ke level
17,995.72. Sekitar 6,2 miliar saham berpindah tangan di bursa AS, 11
persen di bawah moving average tiga bulan.
Kekhawatiran
Federal Reserve yang mungkin akan menaikkan suku bunga tahun ini di
tengah penguatan ekonomi telah menyeret ekuitas terkoreksi tajam. Indeks
S&P 500 turun 1,6 persen pekan lalu, terbesar sejak Januari, pasca
data menunjukkan tingkat pengangguran mencapai kisaran full employment
bagi bank sentral. Para pembuat kebijakan bertemu berikutnya pada 17-18
Maret mendatang. (izr)
Sumber: Bloomberg
Saham Eropa Ditutup Turun Dari Level 7-Tahun Tertingginya
BESTPROFIT FUTURES MALANG (10/3) - Penurunan saham Yunani mendorong ekuitas Eropa turun lebih rendah pasca reli dalam lima pekan terakhir.
Indeks
Stoxx Europe 600 turun 0,3 % ke level 393,19 pada penutupan perdagangan
di London hari ini setelah turun sebesar 0,9 %. Indeks ASE Yunani turun
tajam di antara 18 pasar saham Eropa karena menteri keuangan zona euro
mengatakan negara harus bergerak lebih cepat untuk memenuhi komitmen
penyelamatan untuk membuka dana talangan lebih.
Menteri
Keuangan Belanda Jeroen Dijsselbloem, yang memimpin kelompok menteri
keuangan di kawasan itu, mengatakan pembicaraan dengan Yunani telah
meluncur mundur sejak kesepakatan bulan lalu seiring negara tersebut
tidak menawarkan langkah-langkah rinci yang diperlukan. Sehingga
mengirim Indeks ASE turun 4,2 %, merupakan penurunan terbesar dalam
sebulan terakhir. Eurobank Ergasias SA dan Piraeus Bank SA melemah lebih
dari 11 %.
Indeks
Stoxx 600 yang ditutup pada Jumat lalu catat kenaikan beruntun
terpanjang mingguan sejak Juni lalu, ditutup pada level tertinggi sejak
Juli 2007, karena Bank Sentral Eropa (ECB) mengatakan akan memulai
program pembelian aset. Sehingga akan membeli obligasi Belgia, Prancis,
Jerman, Italia dan Spanyol pada hari Senin. (vck).
Sumber: Bloomberg
Saham AS Catat Kenaikan 0,4% Pada Sesi Siang
BESTPROFIT FUTURES MALANG (10/3) - Saham AS naik di tengah transaksi perusahaan pasca indeks Standard & Poor 500 turun tajam dalam dua bulan terakhir pada hari Jumat lalu.
Saham Macerich Co naik 6,1 % setelah tawaran pembelian saham dari Simon Property Group Inc senilai sekitar $ 22.4 miliar, termasuk utang. RTI International Metals Inc. menguat 37 % setelah Alcoa Inc setuju untuk mengakuisisi saham mereka sekitar $ 1.26 miliar. General Motors Co naik setelah mengumumkan program pembelian kembali sahamnya sebesar $ 5 miliar.
Indeks S&P 500 naik 0,4 % ke level 2,078.62 pukul 12:58 siang di New York. Indeks Dow Jones Industrial Average naik 131,04 poin, atau 0,7 %, ke level 17,987.82 seiring ekuitas memasuki tahun ketujuh dari bullish run. Perdagangan saham perusahaan di S&P 500 sebesar 15 % di bawah RSI 30-hari.
Kekhawatiran Federal Reserve mungkin mulai menaikkan suku bunga tahun ini di tengah penguatan ekonomi telah menyeret ekuitas ke level yang lebih rendah. Indeks S&P 500 turun 1,6 % pekan lalu, merupakan penurunan terbesar sejak Januari lalu, karena data menunjukkan tingkat pengangguran mencapai kisaran bank sentral untuk apa yang dianggap full employment. Para pembuat kebijakan akan melakukan pertemuan berikutnya pada 17-18 Maret mendatang. (vck)
Sumber: Bloomberg
Saham Macerich Co naik 6,1 % setelah tawaran pembelian saham dari Simon Property Group Inc senilai sekitar $ 22.4 miliar, termasuk utang. RTI International Metals Inc. menguat 37 % setelah Alcoa Inc setuju untuk mengakuisisi saham mereka sekitar $ 1.26 miliar. General Motors Co naik setelah mengumumkan program pembelian kembali sahamnya sebesar $ 5 miliar.
Indeks S&P 500 naik 0,4 % ke level 2,078.62 pukul 12:58 siang di New York. Indeks Dow Jones Industrial Average naik 131,04 poin, atau 0,7 %, ke level 17,987.82 seiring ekuitas memasuki tahun ketujuh dari bullish run. Perdagangan saham perusahaan di S&P 500 sebesar 15 % di bawah RSI 30-hari.
Kekhawatiran Federal Reserve mungkin mulai menaikkan suku bunga tahun ini di tengah penguatan ekonomi telah menyeret ekuitas ke level yang lebih rendah. Indeks S&P 500 turun 1,6 % pekan lalu, merupakan penurunan terbesar sejak Januari lalu, karena data menunjukkan tingkat pengangguran mencapai kisaran bank sentral untuk apa yang dianggap full employment. Para pembuat kebijakan akan melakukan pertemuan berikutnya pada 17-18 Maret mendatang. (vck)
Sumber: Bloomberg
Sunday, 8 March 2015
Laju IHSG Dibayangi Aksi Ambil Untung
BESTPROFIT FUTURES MALANG (9/3) - Gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ada potensi melemah di awal pekan kedua Maret 2015 seiring pelaku pasar akan merealisasikan keuntungan usai indeks saham cetak rekor baru.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menembus level tertinggi sepanjang sejarah pasar modal Indonesia. IHSG naik 1,17 persen menjadi 5.514,78 pada penutupan perdagangan saham Jumat 6 Maret 2015.
Analis PT Sucorinvest Asset Management, Jemmy Paul menuturkan, investor asing melakukan aksi beli bersih ketimbang investor lokal telah mengangkat IHSG. Investor asing melakukan aksi beli ini didukung ada harapan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang membaik. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), aksi beli investor asing mencapai Rp 11 triliun sepanjang awal 2015.
"Selain itu, tren suku bunga turun juga membuat investor asing tertarik karena laba bersih per saham perusahaan naik," kata Jemmy, saat dihubungi Liputan6.com, yang ditulis Senin (9/3/2015).
Meski demikian, Jemmy memprediksi, IHSG rawan koreksi di awal pekan ini. Hal itu mengingat bursa saham Amerika Serikat melemah pada penutupan perdagangan saham Jumat pekan lalu seiring spekulasi kenaikan suku bunga The Federal Reserve. Indeks Dow Jones turun 226,21 atau 1,25 persen menjadi 17.909,51, indeks S&P 500 telah kehilangan 23,35 poin atau 1,11 persen menjadi 2.077,69.
Ia menambahkan, di awal pekan ini juga belum ada rilis data ekonomi yang akan keluar sehingga pergerakan IHSG tidak terlalu banyak. Pelaku pasar akan cenderung menunggu keputusan Bank Indonesia (BI) soal suku bunga acuan/BI Rate. Ada harapan kalau BI akan kembali menurunkan suku bunga.
Jemmy mengatakan, meski ada koreksi di IHSG tapi selama investor asing masih masuk ke pasar modal Indonesia maka mendorong kenaikan IHSG ke depan. Hingga akhir 2015, IHSG akan berada di kisaran 6.000-6.300.
Dalam riset PT Bahana Securities menyebutkan, IHSG akan bergerak variatif dengan kecenderungan menguat di kisaran 5.475-5.525 pada perdagangan saham Senin pekan ini.
Analis teknikal PT BNI Securities, Andri Zakarias Siregar menuturkan, IHSG ditutup di atas 5.409-5.463 dapat mendorong kenaikan indeks ke target 5.480-5.550 di awal pekan ini.
Untuk rekomendasi saham, Andri memilih sejumlah saham yang dapat dicermati pelaku pasar antara lain PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Astra International Tbk (ASII), PT Summarecon Agung Tbk (SMRA), dan PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON).
Sedangkan riset PT Bahana Securities menyebutkan, saham yang dapat diperhatikan yaitu saham BRMI, PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR), PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), dan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM). (Ahm/)
Sumber : Liputan6
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menembus level tertinggi sepanjang sejarah pasar modal Indonesia. IHSG naik 1,17 persen menjadi 5.514,78 pada penutupan perdagangan saham Jumat 6 Maret 2015.
Analis PT Sucorinvest Asset Management, Jemmy Paul menuturkan, investor asing melakukan aksi beli bersih ketimbang investor lokal telah mengangkat IHSG. Investor asing melakukan aksi beli ini didukung ada harapan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang membaik. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), aksi beli investor asing mencapai Rp 11 triliun sepanjang awal 2015.
"Selain itu, tren suku bunga turun juga membuat investor asing tertarik karena laba bersih per saham perusahaan naik," kata Jemmy, saat dihubungi Liputan6.com, yang ditulis Senin (9/3/2015).
Meski demikian, Jemmy memprediksi, IHSG rawan koreksi di awal pekan ini. Hal itu mengingat bursa saham Amerika Serikat melemah pada penutupan perdagangan saham Jumat pekan lalu seiring spekulasi kenaikan suku bunga The Federal Reserve. Indeks Dow Jones turun 226,21 atau 1,25 persen menjadi 17.909,51, indeks S&P 500 telah kehilangan 23,35 poin atau 1,11 persen menjadi 2.077,69.
Ia menambahkan, di awal pekan ini juga belum ada rilis data ekonomi yang akan keluar sehingga pergerakan IHSG tidak terlalu banyak. Pelaku pasar akan cenderung menunggu keputusan Bank Indonesia (BI) soal suku bunga acuan/BI Rate. Ada harapan kalau BI akan kembali menurunkan suku bunga.
Jemmy mengatakan, meski ada koreksi di IHSG tapi selama investor asing masih masuk ke pasar modal Indonesia maka mendorong kenaikan IHSG ke depan. Hingga akhir 2015, IHSG akan berada di kisaran 6.000-6.300.
Dalam riset PT Bahana Securities menyebutkan, IHSG akan bergerak variatif dengan kecenderungan menguat di kisaran 5.475-5.525 pada perdagangan saham Senin pekan ini.
Analis teknikal PT BNI Securities, Andri Zakarias Siregar menuturkan, IHSG ditutup di atas 5.409-5.463 dapat mendorong kenaikan indeks ke target 5.480-5.550 di awal pekan ini.
Untuk rekomendasi saham, Andri memilih sejumlah saham yang dapat dicermati pelaku pasar antara lain PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Astra International Tbk (ASII), PT Summarecon Agung Tbk (SMRA), dan PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON).
Sedangkan riset PT Bahana Securities menyebutkan, saham yang dapat diperhatikan yaitu saham BRMI, PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR), PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), dan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM). (Ahm/)
Sumber : Liputan6
Rebound Jepang dari Resesi Lebih Lemah dari Perkiraan Pertama
BESTPROFIT FUTURES MALANG (9/3) - Rebound
ekonomi Jepang dari resesi merupakan yang terlemah dari perkiraan
pertama oleh Pemerintah mengikuti penurunan tak terduga dalam investasi
usaha.
Produk
domestik bruto Jepang diperluas menjadi 1,5% secara tahunan dalam tiga
bulan sampai dengan bulan Desember dari kuartal sebelumnya, kurang dari
data awal sebesar 2,2%, menurut data revisi yang dirilis pada hari Senin
oleh Kantor Kabinet. Ekspansi mengikuti kontraksi dalam dua kuartal
berturut-turut yang disebabkan oleh peningkatan pajak penjualan pada
bulan April tahun lalu.
Gubernur Bank of Japan (BOJ)
Haruhiko Kuroda mengandalkan kenaikan pertumbuhan untuk mengurangi
penurunan dalam perekonomian dan meningkatkan tekanan inflasi. Sementara
itu ia mengatakan pelemahan harga minyak akan menguntungkan negaranya
dalam jangka panjang, energi yang lebih murah mengancam akan memicu
penurunan harga konsumen dalam beberapa bulan mendatang yang menantang
target inflasiyang dicanangkannya sebesar 2%.
Belanja
modal swasta turun 0,1% dari kuartal sebelumnya, pasca pembacaan awal
naik 0,1%. Belanja konsumen naik 0,5%. Data awal menunjukkan penguatan
dari 0,3%.
Yen menguat 0,1% menjadi 120,74 per dolar pada pukul 08:58 pagi di Tokyo.(frk)
Sumber : Bloomberg
Saham Jepang Turun Terkait Spekulasi Meningkatnya Suku Bunga AS
BESTPROFIT FUTURES MALANG (9/3) - Saham
Jepang turun pasca rilid data pekerjaan AS sehingga memicu spekulasi
kenaikan suku bunga AS, sementara laporan menunjukkan Jepang keluar dari
resesi lebih lemah dari yang dilaporkan sebelumnya.
Indeks
Topix turun 0,4% menjadi 1,534.69 pada 09:01 pagi di Tokyo, setelah
naik 1,1% pekan lalu. Indeks Nikkei 225 Stock Average turun 0,5% menjadi
18,868.51. Yen diperdagangkan pada level 120,75 pasca melemah 0,6% pada
hari Jumat karena saham AS merosot tajam dalam dua bulan terakhir
setelah meningkatnya nonfarm payrolls lebih dari yang diproyeksikan dan
tingkat pengangguran merosot ke level terendah tujuh tahun.
Sebuah
laporan pemerintah yang dirilis Senin pagi ini menunjukkan GDP Jepang
pada kuartal keempat diperluas menjadi 1,5% pada kuartal keempat, kurang
dari 2,2% yang dilaporkan dalam laporan awal bulan lalu.
Obligasi
AS turun tajam dalam sebulan terakhir, sedangkan kontrak berjangka
menunjukkan kemungkinan kenaikan suku bunga di bulan Juni naik menjadi
22% dari 17% pada hari Kamis. Bulan yang paling mungkin untuk kenaikan
suku bunga adalah September, dimana keyakinan para trader sebesar 60%.
Kontrak pada indeks Standard & Poor 500 tergelincir 0,1% Indeks saham turun 1,4% pada hari Jumat lalu.(yds)
Sumber: Bloomberg
Harga Emas Bisa Terpuruk ke US$ 1.000 per Ounce
BESTPROFIT FUTURES MALANG (9/3) - Akhir pekan lalu, harga emas tercatat turun lebih dari US$ 30 per ounce setelah data tenaga kerja Amerika Serikat (AS) meningkat dan membuat nilai tukar dolar melonjak. Dengan kondisi tersebut, Chairman of Sprott Asset Management, Rick Rule mengatakan, harga emas dapat dengan mudah jatuh ke level US$ 1.000 per ounce.
"Harga emas dapat dengan mudah jatuh ke harga US$ 1.000 per ounce. Saya bukan analis teknis tapi pergerakan emas tampak lemah dan kepercayaan para konsumen terhadap dolar AS masih sangat tinggi," kata Rule seperti dikutip dari Mining.com, Senin (9/3/2014).
Dia menjelaskan, sebelum aksi jual pada akhir pekan lalu, harga emas banyak bergerak di kisaran US$ 1.200 per ounce. Ini mendorong para spekulator bahwa harga emas dapat menuju level terendah tahun ini.
Harga emas untuk pengiriman April jatuh US$ 32,33 per ounce atau 2,7 persen pada perdagangan Kamis ke level terendah di harga US$ 1.163,87 per ounce. Itu menjadi salah satu perdagangan terburuk sepanjang tahun.
Harga emas kini berada di harga terendah sejak pertengahan November tahun lalu dan lebih rendah US$ 140 dari level tertinggi pada 2015.
Naiknya harga emas tahun ini sebelumnya diterjemahkan sebagai nilai lindung investasi di tengah melemahnya mata uang, lelemahan ekonomi global, kekhawatiran geopolitik, dan jatuhnya harga minyak dunia.
Namun dengan isu kenaikkan suku bunga AS dalam lebih dari enam tahun terakhir yang rencananya akan dilakukan pada Juni, para pelaku pasar mengalihkan fokusnya pada faktor yang lebih fundamental. Suku bunga yang lebih tinggi juga mendorong naik nilai tukar dolar ke level tertinggi sepanjang tahun.
Dolar AS telah menguat lebih dari 20 persen dalam setahun terakhir.
"Emas selalu bereaksi negatif pada kepercayaan para pelaku pasar dan saat ini kepercayaan diri para pelaku pasar berada pada dolar AS. Harga emas akan bergerak bertentangan dengan nilai tukar dolar AS," tuturnya.
Rule menegaskan, saat ini nilai tukar dolar bergerak jauh lebih positif dibandingkan mata uang lain. (Sis/Ndw)
Sumber : Liputan6
"Harga emas dapat dengan mudah jatuh ke harga US$ 1.000 per ounce. Saya bukan analis teknis tapi pergerakan emas tampak lemah dan kepercayaan para konsumen terhadap dolar AS masih sangat tinggi," kata Rule seperti dikutip dari Mining.com, Senin (9/3/2014).
Dia menjelaskan, sebelum aksi jual pada akhir pekan lalu, harga emas banyak bergerak di kisaran US$ 1.200 per ounce. Ini mendorong para spekulator bahwa harga emas dapat menuju level terendah tahun ini.
Harga emas untuk pengiriman April jatuh US$ 32,33 per ounce atau 2,7 persen pada perdagangan Kamis ke level terendah di harga US$ 1.163,87 per ounce. Itu menjadi salah satu perdagangan terburuk sepanjang tahun.
Harga emas kini berada di harga terendah sejak pertengahan November tahun lalu dan lebih rendah US$ 140 dari level tertinggi pada 2015.
Naiknya harga emas tahun ini sebelumnya diterjemahkan sebagai nilai lindung investasi di tengah melemahnya mata uang, lelemahan ekonomi global, kekhawatiran geopolitik, dan jatuhnya harga minyak dunia.
Namun dengan isu kenaikkan suku bunga AS dalam lebih dari enam tahun terakhir yang rencananya akan dilakukan pada Juni, para pelaku pasar mengalihkan fokusnya pada faktor yang lebih fundamental. Suku bunga yang lebih tinggi juga mendorong naik nilai tukar dolar ke level tertinggi sepanjang tahun.
Dolar AS telah menguat lebih dari 20 persen dalam setahun terakhir.
"Emas selalu bereaksi negatif pada kepercayaan para pelaku pasar dan saat ini kepercayaan diri para pelaku pasar berada pada dolar AS. Harga emas akan bergerak bertentangan dengan nilai tukar dolar AS," tuturnya.
Rule menegaskan, saat ini nilai tukar dolar bergerak jauh lebih positif dibandingkan mata uang lain. (Sis/Ndw)
Sumber : Liputan6
Laporan Keuangan Warnai IHSG Sepekan
BESTPROFIT FUTURES MALANG (9/3) - Gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan kurang menggembirakan pada perdagangan saham sepekan. Setelah menembus rekor di level 5.5514,78, IHSG bakal terkoreksi.
Analis PT Investa Saran Mandiri, Hans Kwee mengatakan, pasar akan memanfaatkan penguatan tersebut dengan aksi ambil untung.
"Saya melihat terbuka peluang koreksi lebih dahulu," kata dia saat berbincang dengan Liputan6.com, Jakarta, Senin (9/3/2015).
Dia menerangkan, IHSG tembus rekor dipengaruhi oleh sentimen bank sentral Eropa yang akan merealisasikan stimulus. Dana asing masuk ke negara emerging market, tak terkecuali Indonesia.
"Sebenarnya yang ada ECB untuk memutuskan bulan Maret stimulus mereka di pasar. Itu sentimen yang positif pasar modal, tetapi dengan rencana tersebut membuat nilai tukar langsung melemah," lanjutnya.
Lebih lanjut, dia menerangkan sentimen positif yang membayangi IHSG saat ini berasal dari dua faktor, yakni laporan keuangan serta rencana pembagian deviden.
"Sentimen yang ada cuma laporan keuangan. Setelah itu melihat ke dividen. Cuma dua faktor itu, kalau laporan keuangan bagus," paparnya.
Hans memprediksi IHSG bergerak pada level support 5.500-5.435. Kemudian resistance pada level 5.520-5.555 selama sepekan.
Sementara itu, Analis PT NH Koorindo Securities Indonesia, Reza Priyambada mengatakan, IHSG telah empat kali menyentuh level tertinggi terbarunya. Oleh karena itu, pelaku pasar perlu mewaspadai potensi pembalikan arah jika ada aksi ambil untung. Namun, IHSG masih ada peluang untuk bertahan di zona hijau.
"IHSG akan berada di rentang support 5.428-5.470 dan resistance di kisaran 5.528-5.542 selama pekan ini," kata Reza.
Adapun data ekonomi yang keluar antara lain dari China ada rilis neraca perdagangna, pinjaman, penjualan ritel, fixed asset investment, dan produksi industri. Lalu dari Korea Selatan ada rilis suku bunga, dan Jepang akan merilis neraca transaksi berjalan, produk domestik bruto, dan kepercayaan konsumen.
Untuk saham, Hans merekomendasikan akumulasi saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Semen Indonesia Tbk (SMGR), PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA), PT Modernland Realty Tbk (MDLN). (Amd/Ahm)
Sumber : Liputan6
Analis PT Investa Saran Mandiri, Hans Kwee mengatakan, pasar akan memanfaatkan penguatan tersebut dengan aksi ambil untung.
"Saya melihat terbuka peluang koreksi lebih dahulu," kata dia saat berbincang dengan Liputan6.com, Jakarta, Senin (9/3/2015).
Dia menerangkan, IHSG tembus rekor dipengaruhi oleh sentimen bank sentral Eropa yang akan merealisasikan stimulus. Dana asing masuk ke negara emerging market, tak terkecuali Indonesia.
"Sebenarnya yang ada ECB untuk memutuskan bulan Maret stimulus mereka di pasar. Itu sentimen yang positif pasar modal, tetapi dengan rencana tersebut membuat nilai tukar langsung melemah," lanjutnya.
Lebih lanjut, dia menerangkan sentimen positif yang membayangi IHSG saat ini berasal dari dua faktor, yakni laporan keuangan serta rencana pembagian deviden.
"Sentimen yang ada cuma laporan keuangan. Setelah itu melihat ke dividen. Cuma dua faktor itu, kalau laporan keuangan bagus," paparnya.
Hans memprediksi IHSG bergerak pada level support 5.500-5.435. Kemudian resistance pada level 5.520-5.555 selama sepekan.
Sementara itu, Analis PT NH Koorindo Securities Indonesia, Reza Priyambada mengatakan, IHSG telah empat kali menyentuh level tertinggi terbarunya. Oleh karena itu, pelaku pasar perlu mewaspadai potensi pembalikan arah jika ada aksi ambil untung. Namun, IHSG masih ada peluang untuk bertahan di zona hijau.
"IHSG akan berada di rentang support 5.428-5.470 dan resistance di kisaran 5.528-5.542 selama pekan ini," kata Reza.
Adapun data ekonomi yang keluar antara lain dari China ada rilis neraca perdagangna, pinjaman, penjualan ritel, fixed asset investment, dan produksi industri. Lalu dari Korea Selatan ada rilis suku bunga, dan Jepang akan merilis neraca transaksi berjalan, produk domestik bruto, dan kepercayaan konsumen.
Untuk saham, Hans merekomendasikan akumulasi saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Semen Indonesia Tbk (SMGR), PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA), PT Modernland Realty Tbk (MDLN). (Amd/Ahm)
Sumber : Liputan6
Thursday, 5 March 2015
Euro Turun Dibawah Level $ 1,10 Pertama Kali Sejak 2003
BESTPROFIT FUTURES MALANG (6/3) - Mata
uang euro turun di bawah level $ 1,10 untuk pertama kalinya dalam lebih
dari 11 tahun terakhir pasca Presiden Bank Sentral Eropa Mario Draghi
mengungkapkan rincian pembelian utang yang direncanakan untuk
meningkatkan inflasi dan mengembalikan pertumbuhan ekonomi.
Mata
uang euro turun untuk hari keenam, merupakan penurunan terpanjang lebih
dari satu tahun terakhir, Draghi mengatakan ECB akan mulai membeli
obligasi pekan depan dan termasuk utang dengan hasil negatif. Dolar
menguat ke level tertinggi dalam lebih dari 10 tahun terakhir karena
investor menunggu laporan tenaga kerja Jumat besok yang mungkin
mendukung Federal Reserve yang akan menaikkan suku bunga untuk pertama
kalinya sejak tahun 2006 lalu.
Mata
uang euro turun sebesar 0,8 % ke level $ 1,0988 sebelumnya
diperdagangkan pada level $ 1,1030 pukul 05:00 sore di New York, turun
0,4 %. Mata uang euro turun di bawah level $ 1,10 pada September 2003
lalu. Euro stagnan pada level 132,50 ¥.
Indeks
Dollar Spot Bloomberg, yang memantau dolar AS terhadap 10 mata uang
utama, naik 0,5 % ke level 1,185.15, merupakan penutupan tertinggi dalam
data sejak 2004 silam.
ECB
akan mulai membeli obligasi pada tanggal 9 Maret, Draghi mengatakan
kepada wartawan di Nicosia, Siprus, setelah pertemuan kebijakan. Dia
menegaskan bahwa pembelian sebesar 60 miliar euro ($ 66 miliar) setiap
bulan dan dijalankan pada September 2016 mendatang. (vck)
Sumber: Bloomberg
Emas Melemah Setelah Volatilitas Turun ke 4 Bulan Terendah
BESTPROFIT FUTURES MALANG (6/3) - Volatilitas
historis 30 hari logam turun ke level terendah sejak awal bulan
November pada hari Kamis, menurut data yang dikumpulkan oleh Bloomberg.
Bahkan Mario Draghi berencana untuk membeli lebih banyak obligasi yang
mengirim euro ke level terendah dalam 11-tahun terhadap dolar tidak
cukup untuk memacu beberapa gerakan untuk emas, dengan perdagangan
berjangka sedikit berubah untuk sebagian besar hari ini di New York.
Harga naik 1% pada tahun 2015, memangkas gain
sebanyak 10% sampai pertengahan bulan Januari. Emas turun 1,5% pada
tahun 2014, dan pada tahun lalu logam adalah yang paling volatile dari
22 komponen yang dilacak oleh Bloomberg Commodity Index.
Departemen Tenaga Kerja AS akan merilis data pekerjaan pada tanggal 6
Maret yang diprediksi akan menunjukkan lebih banyak perbaikan bagi
perekonomian, yang memungkinkan Federal Reserve akan menaikkan suku bunga lebih cepat.
Emas berjangka untuk pengiriman April
turun 0,4% untuk menetap di level $ 1,196.20 pada pukul 1:46 siang di
Comex New York. Perdagangan adalah sekitar 11% lebih rendah dari
rata-rata 100-hari untuk hari ini, data yang dikumpulkan oleh Bloomberg menunjukkan.(frk)
Sumber : Bloomberg
Saham AS Ditutup Naik Jelang Laporan Tenaga Kerja Bulan Februari
BESTPROFIT FUTURES MALANG (6/3) - Saham
AS catat kenaikan, pasca ekuitas membukukan penurunan terbesar mereka
selama dua hari lebih dari sebulan terakhir, di tengah transaksi
perusahaan jelang rilis laporan tenaga kerja pemerintah Jumat besok.
Saham
Pharmacyclics Inc menguat 10 % setelah AbbVie Inc setuju untuk membeli
saham produsen obat tersebut dalam kesepakatan sebesar $ 21 miliar.
Saham Mallinckrodt Plc naik 4,8 % setelah membeli saham Ikaria Inc.
sebesar $ 2,3 miliar.
Indeks Standard & Poor 500 naik 0,1 % ke level 2,101.09 pukul 16:00 sore di New York.
Presiden
Bank Sentral Eropa (ECB) Mario Draghi mengisyaratkan para investor
bersiap untuk pertama kalinya dalam pembelian obligasi bank sentral saat
ia mengisyaratkan para pejabat yakin Indeks acuan akan berhasil dari
ancaman deflasi. (vck)
Sumber: Bloomberg
Subscribe to:
Comments (Atom)