Bestprofit (21/2) – Pada Kamis (20/2), harga emas mengalami penurunan moderat setelah mencapai rekor tertinggi lainnya, namun tetap didorong oleh dolar AS yang lebih lemah serta kekhawatiran terkait kondisi ekonomi global dan kebijakan tarif Amerika Serikat (AS). Meskipun terjadi beberapa penurunan, harga emas masih menunjukkan tren kenaikan yang signifikan, mencerminkan minat yang besar dari investor terhadap aset safe haven.
Rekor Harga Emas dan Pergerakan Harga Spot
Harga emas spot tercatat naik sebesar 0,1% menjadi $2.937,13 per ons pada sesi Kamis, meskipun sempat mencapai rekor tertinggi $2.954,89 per ons di awal perdagangan. Penurunan ini terjadi setelah harga emas mencapai titik tertinggi baru yang mencatatkan level harga tertinggi sepanjang sejarah. Meskipun terjadi penurunan, harga emas tetap mencatatkan kinerja yang cukup impresif, mempertahankan posisinya di atas level $2.900.
Harga emas berjangka untuk pengiriman bulan April juga menunjukkan tren yang positif dengan kenaikan 0,5%, mencapai $2.951,10 per ons. Kenaikan harga emas berjangka ini mencerminkan terus berkembangnya permintaan terhadap logam mulia ini, meskipun ada penurunan harga pada sesi-sesi berikutnya.
Kunjungi juga : bestprofit futures
Dolar Lemah Sebagai Faktor Pendorong Harga Emas
Kekhawatiran ekonomi yang melanda pasar global dan kebijakan tarif yang dipertahankan oleh pemerintah AS menjadi faktor utama yang mendorong permintaan terhadap emas. Para investor lebih memilih mengalihkan dananya ke aset safe haven seperti emas untuk melindungi nilai kekayaan mereka. Dolar AS yang lebih lemah juga menjadi faktor pendukung utama, karena emas diperdagangkan dalam dolar AS, sehingga harga emas cenderung bergerak seiring dengan fluktuasi nilai mata uang tersebut.
Ketidakpastian terkait kebijakan perdagangan AS, khususnya yang diusung oleh Presiden Donald Trump, semakin memperburuk sentimen pasar. Hal ini menciptakan kekhawatiran bahwa kebijakan proteksionis AS dapat memperlambat perekonomian global, yang pada gilirannya mendorong investor untuk mencari investasi yang lebih aman, seperti emas. Ketidakpastian ini telah menjadi pendorong utama dalam kenaikan harga emas beberapa waktu terakhir.
Kenaikan Harga Logam Mulia Lainnya
Tak hanya emas, harga logam mulia lainnya juga menunjukkan pergerakan positif meskipun ada beberapa penurunan minggu ini. Harga platinum berjangka, misalnya, naik 1% menjadi $995,65 per ons. Meskipun harga platinum sempat menghadapi koreksi dalam beberapa hari terakhir, tren positif tetap tercatat karena adanya permintaan yang kuat, terutama dari sektor industri yang menggunakan platinum sebagai bahan baku.
Selain itu, harga perak berjangka juga mengalami kenaikan yang signifikan, naik sebesar 0,9% menjadi $33,347 per ons. Kenaikan harga perak ini sebagian besar didorong oleh faktor-faktor yang sama yang mempengaruhi harga emas, seperti ketidakpastian ekonomi global dan kebijakan perdagangan AS.
Faktor Ekonomi dan Tarif AS Menekan Pasar
Selain kekhawatiran terkait kebijakan perdagangan Trump, adanya risiko ekonomi lainnya juga menambah ketidakpastian di pasar global. Salah satu faktor yang cukup memengaruhi pasar adalah keputusan AS terkait kebijakan tarif yang telah diberlakukan pada berbagai negara. Tarif impor yang tinggi, khususnya yang dikenakan pada barang-barang dari China dan Uni Eropa, menambah beban ekonomi dan meningkatkan ketegangan perdagangan internasional.
Kebijakan ini turut memicu respon pasar yang menyebabkan permintaan terhadap aset safe haven meningkat, seperti emas dan mata uang yen Jepang. Kekhawatiran ini berlanjut sepanjang perdagangan Kamis, mendorong permintaan terhadap logam mulia untuk menghindari potensi kerugian dari ketegangan ekonomi dan tarif AS yang lebih tinggi.
Harga Tembaga dan Pengaruhnya terhadap Industri
Selain logam mulia, harga tembaga juga menunjukkan pergerakan yang positif. Harga tembaga berjangka acuan di London Metal Exchange naik sebesar 1,1% menjadi $9.551,00 per ton, sementara harga tembaga berjangka Maret naik 0,9% menjadi $4,6052 per pon. Kenaikan harga tembaga ini dipengaruhi oleh keputusan China, sebagai salah satu importir utama tembaga global, yang mempertahankan suku bunga acuan pinjaman pada tingkat terendahnya.
Keputusan China untuk mempertahankan suku bunga rendah ini memberikan dukungan terhadap sektor-sektor industri yang bergantung pada tembaga, mengingat negara tersebut merupakan salah satu konsumen utama logam ini. Selain itu, harga tembaga juga mendapatkan dorongan dari sentimen pasar yang lebih positif seiring dengan potensi pertumbuhan ekonomi yang lebih stabil di China, meskipun ada ketidakpastian terkait ketegangan perdagangan global.
Kesimpulan: Dampak Ketidakpastian Ekonomi terhadap Harga Emas dan Logam Mulia
Secara keseluruhan, harga emas dan logam mulia lainnya tetap mencatatkan tren kenaikan yang signifikan meskipun ada penurunan kecil pada perdagangan Kamis (20/2). Ketidakpastian yang disebabkan oleh kebijakan perdagangan AS, ketegangan global, dan permintaan yang tinggi terhadap aset safe haven menjadi faktor utama yang mendukung kenaikan harga emas.
Sementara harga emas spot mencatatkan rekor tertinggi yang baru, harga logam mulia lainnya seperti platinum dan perak juga menunjukkan pergerakan positif, meskipun ada penurunan pada minggu ini. Harga tembaga, di sisi lain, menguat seiring dengan kebijakan ekonomi China yang mendukung stabilitas sektor industri.
Di tengah ketidakpastian ekonomi global dan kebijakan perdagangan yang kompleks, harga emas tetap menjadi pilihan utama bagi para investor yang ingin melindungi nilai kekayaan mereka. Dengan faktor-faktor ekonomi dan politik yang terus berkembang, harga emas dan logam mulia lainnya kemungkinan akan tetap menjadi komoditas yang menarik untuk dipantau oleh pasar keuangan di masa depan.