Bestprofit (24/2) – Pada Jumat, 21 Februari 2025, harga emas mengalami penurunan tipis setelah mencatatkan rekor tertinggi pada sesi sebelumnya. Harga emas spot turun sebesar 0,1%, diperdagangkan di level $2.935,75 per ons, setelah sebelumnya mencapai harga tertingginya di $2.954,69 per ons pada Kamis (20/2). Meskipun ada aksi ambil untung ini, emas tetap berada pada jalur untuk mencatatkan kenaikan mingguan kedelapan berturut-turut.
Faktor Penyebab Penurunan Harga Emas
Harga emas merosot pada hari Jumat setelah investor membukukan keuntungan dari harga tertinggi yang tercatat sebelumnya. Aksi ini sering terjadi dalam pasar logam mulia setelah sebuah aset mencapai puncak baru, yang biasa disebut sebagai aksi ambil untung (profit-taking). Meskipun demikian, meskipun ada penurunan ini, para analis dan pakar pasar tetap optimis tentang prospek harga emas ke depan, mengingat faktor-faktor yang mendasari permintaan yang masih kuat.
Alex Ebkarian, kepala operasi di Allegiance Gold, menyatakan bahwa “pergerakan ini adalah pergerakan klasik dari rekor tertinggi baru dan aksi ambil untung.” Ia menambahkan bahwa fundamental emas tetap solid, yang berarti harga emas kemungkinan besar akan terus mengalami tren naik dalam waktu dekat.
Kunjungi juga : bestprofit futures
Kenaikan Mingguan Kedelapan Berturut-Turut
Meskipun harga emas turun sedikit pada hari Jumat, tren kenaikan emas secara keseluruhan tetap terlihat kuat. Dalam minggu tersebut, harga emas batangan tercatat naik sekitar 1,7%, yang menandakan bahwa permintaan terhadap logam mulia ini masih sangat tinggi. Bahkan, pada Kamis (20/2), harga emas sempat mencapai rekor tertinggi sepanjang masa di level $2.954,69 per ons. Ini merupakan lonjakan signifikan, menunjukkan bahwa pasar masih sangat berfokus pada keamanan yang ditawarkan oleh emas.
Emas juga telah mencatatkan kenaikan sebesar 11,5% sepanjang tahun 2025, yang menunjukkan bahwa minat investor terhadap aset ini meningkat secara signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Kondisi ini menunjukkan bahwa investor semakin cenderung beralih ke emas sebagai instrumen investasi yang aman, di tengah ketidakpastian global dan ketidakstabilan ekonomi.
Permintaan Emas yang Kuat dari Investor Barat dan Bank Sentral
Menurut analis Commerzbank, permintaan emas saat ini terutama didorong oleh investor di negara-negara Barat dan bank sentral. Investor dalam bentuk ETF (Exchange-Traded Fund) juga ikut terlibat dalam tren ini, yang semakin memperkuat permintaan terhadap emas. Ketidakpastian ekonomi global, termasuk ketegangan politik dan resesi yang mungkin terjadi, menjadikan emas sebagai pilihan yang lebih menarik dibandingkan dengan investasi lainnya.
Permintaan emas dari investor barat dan bank sentral juga tercermin dari strategi diversifikasi yang lebih agresif dalam portofolio investasi mereka. Banyak dari mereka yang berupaya melindungi nilai aset mereka dengan membeli emas dalam jumlah besar, mengingat potensi inflasi yang dapat timbul akibat kebijakan ekonomi global yang tidak pasti.
Ketidakpastian Ekonomi Global dan Kebijakan Trump
Salah satu faktor utama yang mendorong kenaikan harga emas adalah ketidakpastian yang terjadi di pasar global. Pada awal minggu ini, Presiden AS Donald Trump mengumumkan serangkaian rencana tarif baru yang termasuk bea masuk terhadap kayu dan produk hutan, serta tarif baru yang dikenakan pada mobil impor, semikonduktor, dan produk farmasi. Kebijakan ini menambah ketegangan dalam hubungan perdagangan internasional, yang menyebabkan investor semakin mencari aset aman seperti emas.
Selain itu, kebijakan ekonomi Trump yang sering kali kontroversial, seperti penerapan tarif yang agresif terhadap negara-negara lain, semakin meningkatkan ketidakpastian global. Ketidakpastian ini, ditambah dengan potensi dampak dari kebijakan tersebut terhadap pertumbuhan ekonomi dunia, semakin membuat investor mencari perlindungan dalam bentuk emas.
Peran Emas sebagai Aset Safe Haven
Peran emas sebagai tempat berlindung yang aman (safe haven) masih menjadi daya tarik utama bagi investor. Namun, meskipun ada peralihan dari aset berisiko ke aset yang lebih aman, seperti emas, peralihan ini belum terlihat secara signifikan dalam jumlah uang yang masuk ke pasar emas. Alex Ebkarian menyatakan bahwa meskipun ada minat yang besar terhadap emas, peralihan investasi dari aset yang lebih berisiko ke emas belum sepenuhnya terwujud.
Namun, investor tetap memandang emas sebagai aset yang dapat melindungi nilai di tengah ketidakpastian ekonomi. Pasar saham yang volatile, suku bunga yang rendah, serta kekhawatiran inflasi menjadi alasan kuat mengapa banyak orang memilih untuk berinvestasi dalam emas.
Pengaruh Kebijakan Suku Bunga The Fed
Sementara itu, pasar juga memperhatikan pergerakan suku bunga yang diterapkan oleh Federal Reserve AS. Kebijakan suku bunga yang lebih tinggi akan mengurangi daya tarik emas, karena emas tidak memberikan imbal hasil seperti halnya obligasi atau saham. Oleh karena itu, jika inflasi meningkat dan Federal Reserve memutuskan untuk mempertahankan suku bunga tinggi, maka daya tarik emas bisa berkurang.
Namun, jika inflasi terus meningkat dan suku bunga tetap rendah, emas akan terus menjadi pilihan utama bagi investor yang ingin melindungi nilai aset mereka. Oleh karena itu, keputusan The Fed mengenai suku bunga akan menjadi faktor yang sangat penting dalam menentukan arah pergerakan harga emas.
Pergerakan Harga Logam Mulia Lainnya
Selain emas, harga logam mulia lainnya juga mengalami fluktuasi pada minggu ini. Perak spot turun sebesar 0,8% menjadi $32,68 per ons, sementara paladium juga turun 0,9% menjadi $968,74 per ons. Meskipun keduanya mengalami penurunan pada hari Jumat, mereka tetap berada dalam jalur untuk mencatatkan kenaikan mingguan. Harga platinum, di sisi lain, turun sebesar 0,7% menjadi $972,19 per ons, dengan perkiraan bahwa platinum akan mencatatkan penurunan mingguan.
Kesimpulan
Meskipun harga emas mengalami sedikit penurunan pada Jumat (21/2), prospek jangka panjang untuk emas tetap positif. Dengan ketidakpastian yang terus mengemuka di pasar global dan kebijakan ekonomi yang kontroversial, permintaan terhadap emas tetap tinggi. Investor dan bank sentral terus berinvestasi dalam emas sebagai langkah perlindungan terhadap potensi risiko ekonomi. Oleh karena itu, meskipun ada aksi ambil untung sesaat, harga emas diperkirakan akan terus mengalami tren kenaikan dalam waktu dekat, seiring dengan berlanjutnya ketidakpastian global dan kebijakan ekonomi yang mempengaruhi pasar.