Thursday, 13 February 2025

Bestprofit | Emas Naik Akibat Kekhawatiran Tarif Trump

 https://best-profit-futures-malang.com/wp-content/uploads/2024/04/Gold-Emas-1.jpg

Bestprofit (14/2) – Pada hari Kamis (13/2), harga emas mengalami kenaikan signifikan setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan rencana untuk mengenakan tarif timbal balik pada negara-negara yang mengenakan pajak terhadap impor AS. Langkah ini memicu kekhawatiran di pasar mengenai dampak kebijakan perdagangan global yang bisa mengganggu stabilitas ekonomi dunia. Kenaikan harga emas ini tidak hanya mencerminkan ketidakpastian ekonomi, tetapi juga menunjukkan permintaan akan aset aman di tengah kondisi pasar yang fluktuatif.

Kenaikan Harga Emas Spot dan Emas Berjangka

Harga emas spot pada Kamis, 13 Februari, tercatat naik sebesar 0,4% menjadi $2.915,76 per ons. Harga ini semakin mendekati rekor tertingginya yang tercatat pada hari Selasa sebelumnya, yaitu $2.942,70 per ons. Selain itu, harga emas berjangka AS juga mengalami kenaikan sebesar 0,6%, mencapai $2.945,40 per ons pada penutupan pasar. Kenaikan harga emas ini terjadi seiring dengan ketegangan global yang dipicu oleh kebijakan perdagangan yang kontroversial.


Kunjungi juga : bestprofit futures

Trump Umumkan Tarif Timbal Balik pada Negara Pengenal Pajak Impor AS

Keputusan Donald Trump untuk mengenakan tarif timbal balik pada negara-negara yang memberlakukan pajak terhadap barang-barang impor dari AS semakin memperburuk ketegangan dalam hubungan perdagangan internasional. Dalam sebuah pernyataan, Trump menyebutkan bahwa AS akan memberlakukan tarif terhadap negara-negara yang memungut pajak impor atas produk-produk asal AS. Langkah ini memicu kekhawatiran pasar karena dapat memperburuk perang dagang yang sudah berlangsung lama antara AS dan beberapa negara besar lainnya, seperti China dan Uni Eropa.

Ketidakpastian yang ditimbulkan oleh keputusan Trump ini berdampak langsung pada harga emas. Sebagai aset yang dianggap aman, emas sering kali menjadi pilihan utama investor ketika ada ketidakpastian atau ketegangan geopolitik. Oleh karena itu, ketegangan yang muncul akibat kebijakan perdagangan ini mendorong minat terhadap emas, yang tercermin dalam lonjakan harga emas pada hari Kamis.

Kenaikan Harga Produsen AS dan Dampaknya terhadap Inflasi

Selain kebijakan perdagangan, data harga produsen AS yang dirilis pada bulan Januari juga memberikan dampak signifikan terhadap harga emas. Pada bulan Januari, harga produsen AS mengalami peningkatan yang cukup pesat, memberikan indikasi bahwa inflasi di negara tersebut semakin meningkat.

Kenaikan inflasi ini turut memperkuat ekspektasi pasar bahwa Federal Reserve (Bank Sentral AS) kemungkinan akan menunda pemotongan suku bunga hingga paruh kedua tahun 2025. Kenaikan inflasi dapat meningkatkan kekhawatiran akan penurunan daya beli masyarakat, yang membuat emas semakin menarik sebagai lindung nilai terhadap inflasi. Dengan ekspektasi bahwa suku bunga akan tetap stabil atau bahkan naik, emas menjadi lebih menarik bagi para investor yang mencari perlindungan dari ketidakpastian ekonomi.

Pernyataan Ketua Federal Reserve dan Dampaknya pada Kebijakan Moneter

Pada minggu yang sama, Ketua Federal Reserve Jerome Powell memberikan kesaksian di hadapan Kongres mengenai kebijakan moneter yang akan diambil oleh bank sentral AS. Powell menegaskan kembali bahwa Federal Reserve tidak akan terburu-buru untuk memangkas suku bunga, meskipun ada tekanan inflasi yang meningkat. Hal ini menandakan bahwa kebijakan moneter yang lebih ketat mungkin masih berlaku dalam waktu dekat.

Pernyataan Powell ini berpengaruh pada sentimen pasar, karena banyak investor yang sebelumnya mengharapkan penurunan suku bunga segera. Dengan tidak adanya pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat, permintaan terhadap emas tetap tinggi, karena investor lebih cenderung membeli aset yang tidak memberikan imbal hasil (seperti emas) untuk melindungi nilai kekayaan mereka.

Posisi Dolar AS dan Pengaruhnya terhadap Harga Emas

Selain faktor kebijakan perdagangan dan inflasi, posisi dolar AS juga turut mempengaruhi pergerakan harga emas. Pada hari Kamis, indeks dolar AS (.DXY) mengalami penurunan sebesar 0,5%, yang membuat emas yang dihargakan dalam dolar AS menjadi lebih murah bagi pembeli asing. Penurunan dolar ini memberikan dorongan tambahan bagi harga emas untuk naik, karena lebih banyak pembeli luar negeri yang tertarik untuk membeli emas dengan harga yang lebih murah.

Emas sebagai Lindung Nilai di Tengah Ketidakpastian Ekonomi Global

Emas dikenal sebagai aset safe haven yang digunakan oleh investor untuk melindungi kekayaan mereka dari inflasi, ketidakpastian politik, dan gejolak ekonomi. Di tengah situasi ketidakpastian yang ditimbulkan oleh kebijakan perdagangan Donald Trump dan ancaman perang dagang, permintaan terhadap emas meningkat tajam. Emas dianggap sebagai tempat berlindung yang aman ketika pasar saham atau instrumen keuangan lainnya menghadapi tekanan.

Selain itu, tingginya inflasi yang tercatat di AS membuat emas semakin menarik sebagai lindung nilai. Banyak investor yang memilih untuk membeli emas untuk melindungi nilai aset mereka dari potensi penurunan daya beli akibat inflasi yang meningkat. Dalam konteks ini, kebijakan Trump yang dapat memicu ketegangan perdagangan global semakin memperburuk ketidakpastian ekonomi, sehingga semakin banyak investor yang beralih ke emas.

Dampak terhadap Pasar Perhiasan dan Pedagang Emas di Asia

Kenaikan harga emas ini juga berimbas pada sektor perhiasan, khususnya di pasar India dan China. Di India, yang merupakan salah satu konsumen terbesar emas di dunia, kenaikan harga emas membuat permintaan perhiasan untuk musim pernikahan sedikit terhambat. Meskipun harga emas naik tajam, tradisi membeli perhiasan emas di India tetap menjadi bagian penting dari perayaan pernikahan, namun banyak pembeli yang lebih berhati-hati karena harga yang semakin tinggi.

Di sisi lain, pedagang emas di China memberikan diskon untuk menarik pembeli. Meskipun harga emas internasional naik, pedagang emas di China mencoba menarik konsumen dengan penawaran harga yang lebih murah untuk mempertahankan volume penjualan. Diskon ini menjadi strategi yang digunakan untuk menanggapi ketegangan pasar dan kebutuhan untuk mempertahankan permintaan domestik terhadap emas.

Harga Logam Mulia Lainnya: Perak, Platinum, dan Paladium

Selain emas, harga logam mulia lainnya juga menunjukkan pergerakan yang signifikan. Harga perak spot tercatat turun 0,2% menjadi $32,15 per ons, sementara harga platinum turun sedikit 0,1% menjadi $991,25 per ons. Sebaliknya, harga paladium mengalami lonjakan sebesar 1,6%, mencapai $989,50 per ons. Pergerakan harga logam mulia lainnya mencerminkan volatilitas pasar yang dipengaruhi oleh faktor-faktor global seperti kebijakan perdagangan AS, inflasi, dan permintaan terhadap aset safe haven.

Kesimpulan

Harga emas yang naik pada Kamis (13/2) menunjukkan bagaimana faktor-faktor eksternal seperti kebijakan perdagangan Donald Trump dan data inflasi di AS dapat mempengaruhi pasar logam mulia. Ketidakpastian yang ditimbulkan oleh kebijakan tarif AS mendorong investor untuk beralih ke emas sebagai aset aman. Selain itu, faktor suku bunga, inflasi, dan posisi dolar AS juga berperan dalam pergerakan harga emas. Ke depan, harga emas kemungkinan akan terus dipengaruhi oleh dinamika ekonomi global, terutama terkait dengan kebijakan perdagangan dan ketegangan geopolitik yang terus berkembang.

Jangan lupa jelajahi website kami di demo bestprofit dan temukan beragam informasi menarik yang siap menginspirasi dan memberikan pengetahuan baru! Ayo, kunjungi sekarang untuk pengalaman online yang menyenangkan!