Sunday, 17 August 2014

Ekspor Nonmigas Ke ASEAN Lainnya Dilaporkan Naik

BESTPROFIT FUTURES (18/8) - Perkembangan ekspor nonmigas ke ASEAN Lainnya menurut laporan Badan Pusat Statistik (BPS) terkini menunjukkan peningkatan. Hal itu ditunjukkan dengan adanya kenaikan pada nilai ekspor nonmigas ke negara tersebut dimana nilai pada bulan Juni dilaporkan dapat mencapai nilai 598.2 juta Dollar AS .
Sementara itu pada bulan sebelumnya ekspor nonmigas ke negara tersebut hanya mencapai nilai 590.6 juta Dollar AS. Dengan demikian kinerja ekspor nonmigas pada periode tersebut mengalami penambahan sebesar + 7.60 juta Dollar AS, atau meningkat sebesar + 1.28 %.
Data terkini dari BPS juga menunjukkan bahwa ekspor nonmigas dari awal tahun ini sampai bulan Juni secara total mencapai angka 3462.7 juta Dollar AS. Nilai tersebut menunjukkan adanya penurunan sebesar -72.40 juta Dollar AS atau meningkat sekitar -2.04 %, dimana pada periode yang sama tahun lalu hanya mencapai nilai 3535.1 juta Dollar AS.
Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting mengemukakan bahwa pada analisa kurs BI hari ini Dollar Amerika Serikat terpantau bergerak melemah sekitar -0.40 % terhadap mata uang Rupiah pada perdagangan valas dari awal Juni hingga pekan ini.

Saham Asia Menuju Kenaikan Beruntun Dlm 4 Bulan Terakhir

BESTPROFIT FUTURES (18/8) - Saham Asia naik untuk hari keenam, dengan indeks acuan menuju kenaikan secara beruntun terpanjang dalam empat bulan terakhir, karena saham konsumen dan teknologi menguat.
Indeks MSCI Asia Pacific naik 0,1% ke level148,19 pada 09:03 pagi di Tokyo, sebelum pasar saham di Hong Kong dan China dibuka. Indeks saham reli 2,7% pekan lalu karena para investor mengkaji, laba Ukraina properti dan data ekonomi yang memicu spekulasi bank sentral yang akan mempertahankan stimulus.
Indeks Topix Jepang naik 0,1% dan indeks S & P / ASX 200 Australia stagnan. Indeks NZX 50 Selandia Baru tergelincir 0,1% dan indeks Kospi Korea Selatan naik 0,4%.
Kontrak pada indeks Standard & Poor 500 naik 0,3% hari ini. Pekan lalu Indeks saham AS ekuitas naik sebesar 1,2%, untuk gain pekan kedua.
Kontrak berjangka  pada Indeks Hang Seng di Hong Kong turun sebanyak  0,2 dan kontrak pada indeks Hang Seng China Enterprises turun 0,3% di sebagian besar perdagangan terakhir. Indeks Bloomberg China-US Equity dari saham China yang diperdagangkan di New York stagnan pada 15 Agustus, naik 2,1% pada pekan ini.
Indeks Asia Pasifik diperdagangkan pada 13,6 kali perkiraan laba pada sesi penutupan terakhir dibandingkan dengan 16,4 untuk S&P 500 dan 14,9 untuk indeks Stoxx Europe 600, menurut data yang dihimpun oleh Bloomberg.(yds)
Sumber: Bloomberg

Thursday, 14 August 2014

Harga Minyak Mentah WTI Terjun di Nymex, Demand Global Mengkhawatirkan

Harga minyak mentah WTI di Bursa Nymex pada penutupan perdagangan Kamis 14 Agustus 2014 terpantau ditutup melemah signifikan. Pelemahan harga minyak mentah WTI di Bursa Nymex dipicu oleh indikasi melemahnya demand global serta ekspektasi peningkatan output minyak mentah Amerika Serikat.
Keluarnya beberapa laporan perkiraan GDP di kawasan Eropa serta data pekerja AS yang berada dalam kondisi negatif, menjadi determinan kuat yang menggerus harga minyak mentah di Nymex. Data GDP Jerman dan Uni Eropa yang masing-masing turun dari 2,5% ke 0,8% dan 0,2% ke 0%, mengindikasikan akan adanya pelemahan demand dari pasar Eropa. Sementara data initial jobless claims AS yang kembali meningkat dari 290.000 ke 311.000 juga turut berdampak pada indikasi pelemahan demand dari pasar domestik AS.
Selain faktor dari sentimen sisi demand yang negatif kuat, sentimen sisi supply pun juga turut mendorong harga minyak mentah WTI dan Brent untuk bergerakn melemah. Data persediaan minyak mentah AS yang dinyatakan naik hingga 1.401.000 barrel pada akhir pekan lalu dan prediksi akan terjadinya peningkatan output minyak mentah AS ke level 8,5 juta bpd membuat minyak WTI tertekan dari sisi supply. Diluar produksi AS, harga minyak mentah pun juga terdorong melemah akibat sentimen negatif dari peningkatan output Libia.
Pada perdagangan Kamis 14 Agustus 2014 di Bursa Nymex, harga minyak mentah WTI terpantau ditutup melemah signifikan. Harga minyak mentah WTI berjangka Nymex untuk kontrak September 2014 anjlok 2,06% ke tingkat harga terendah hampir 7 bulan di $95,58/barrel atau melemah $2,01/barrel.
Sementara pada perdagangan minyak mentah jenis Brent, pergerakan harga yang ditutup dini hari tadi juga menunjukan adanya pelemahan signifikan pada harga minyak mentah Brent. Harga minyak mentah Brent berjangka Nymex untuk kontrak Desember 2014 anjlok 2,72% ke tingkat harga $103,16/barrel atau melemah $2,88/barrel.
Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memprediksi harga minyak mentah berpotensi bergerak menguat terbatas pada hari ini. Hal tersebut dilandasi oleh jenuhnya indikator teknikal pada pergerakan harga minyak mentah akibat anjloknya harga pada hari Kamis. Namun, penguatan dari indikator teknikal diprediksi akan tertahan oleh faktor fundamental yang dapat membuat penguatan akibat koreksi akan terbatas. Terkait pergerakan harga minyak mentah, range normal diprediksi akan berada di kisaran $93-$98,1 pada WTI dan $101-$107 pada Brent.

Sumber : Vibiznews

Naiknya Klaim Pengangguran AS Mendongkrak Harga Emas untuk Hari Ke-3


BESTPROFIT FUTURES (15/8) - Emas berjangka naik untuk sesi ketiga beruntun setelah klaim pengangguran AS naik lebih dari perkiraan, membatasi optimisme pada pasar tenaga kerja dan memacu spekulasi bahwa tingkat suku bunga akan tetap rendah.

Klaim pengangguran AS naik sebesar 21.000 orang menjadi 311.000 orang dalam pekan yang berakhir pada 9 Agustus lalu, level tertinggi dalam enam minggu terakhir, menurut data pemerintah hari ini. Perkiraan rata-rata dari 48 ekonom yang disurvei oleh Bloomberg menyerukan angka 295.000.

Tahun ini, emas telah menguat 9,4 karena konflik di Timur Tengah dan Ukraina mendorong permintaan untuk logam sebagai safe haven. Harga emas juga mengalami kenaikan di tengah tanda-tanda pemulihan yang tidak merata dalam perekonomian AS.

Emas berjangka untuk pengiriman Desember naik 0,1 persen untuk menetap di $ 1,315.70 per ons pada pukul 1:33 siang di Comex New York. Sebelumnya, harga emas naik sebanyak 0,6 persen. Pada 8 Agustus, logam kuning tersebut mencapai $ 1,324.30, level tertinggi sejak 18 Juli.

Tahun lalu, emas turun 28 persen, terbesar dalam tiga dekade terakhir, karena ekuitas AS reli ke rekor dan inflasi tetap diredam di tengah spekulasi bahwa Federal Reserve akan memangkas laju stimulus moneter.

Perak berjangka untuk pengiriman September naik 0,3 persen untuk ditutup pada level $ 19,906 per ons di Comex.(frk)

Sumber : Bloomberg

Saham Asia Menuju Kenaikan Mingguan Terbesar Sejak Maret

BESTPROFIT FUTURES (15/8) - Saham Asia stagnan, dengan indeks acuan menuju reli mingguan terbesarnya sejak Maret lalu, di tengah meredanya ketegangan di Ukraina dan data ekonomi yang melemah memicu spekulasi bahwa bank sentral akan mempertahankan stimulus.
Indeks MSCI Asia Pacific ditransaksikan di level 147,78 pukul 09:02 pagi di Tokyo. Menuju reli sebesar 2,5 persen pekan ini, pekan terbesar sejak periode yang berakhir pada 28 Maret kemarin. Presiden Vladimir Putin mengatakan Rusia akan menghentikan konflik di timur Ukraina.
Indeks Topix Jepang naik kurang dari 0,1 persen. Indeks S&P/ASX 200 Australia turun sebesar 0,1 persen, sementara Indeks NZX 50 Selandia Baru naik sebesar 0,1 persen. Pasar belum dibuka di Hong Kong dan Cina.
Rusia mengusulkan gencatan senjata dalam pengiriman bantuan kemanusiaan ke bdaerah yang dilanda perang di tenggara Ukraina terkait konvoi truk bantuan dari Moskow menunggu di dekat wilayah perbatasan yang dikuasai oleh pemberontak. (vck)
Sumber: Bloomberg

Topix Jepang Menuju Kenaikan Mingguan Tertajam Sejak April

BESTPROFIT FUTURES (15/8) - Indeks Topix Jepang jatuh setelah gain empat harinya, memangkas kenaikan mingguan tertajam dalam hampir empat bulan tertajam, karena para investor mengkaji ketegangan geopolitik.
Indeks Topix turun 0,2% ke level 1,268.54 pada 09:11 pagi di Tokyo, siap untuk kenaikan 3,3% pekan ini, yang akan menjadi terbesar sejak periode yang berakhir 18 April. Indeks Nikkei 225 Stock Average merosot 0,1 persen menjadi 15,293.75. Mata uang yen tergelincir 0,1% ke level  102.50 per dollar. Indeks Indeks Standard & Poor 500 naik 0,4%  ke level tertinggi dua pekan kemarin.
Presiden Vladimir Putin berjanji kemarin untuk mencoba menghentikan konflik dengan Ukraina. Bahkan saat Rusia merencanakanl catatan damai, wartawan di news outlet seperti Novoye Vremya dan Hromadske TV melaporkan melihat personil kendaraan lapis baja menyeberang ke Ukraina.
Perdana Menteri Irak Nouri al-Maliki mengundurkan diri untuk mengakhiri kebuntuan politik di tengah pemberontakan di bagian utara Negara tersebut. (yds)

Sumber: Bloomberg

Bursa Saham AS Ditutup Menguat Terkait Spekulasi Redanya Konflik Ukraina

BESTPROFIT FUTURES (15/8) - Bursa Saham AS menguat, Indeks Standard & Poor 500 mencatat level 2 pekan tertingginya, akibat spekulasi bahwa krisis di Ukraina telah mereda yang membayangi rilis data ekonomi yang menyatakan bahwa jumlah tenaga kerja turun dari perkiraan sebelumnya.

Indeks S&P 500 menguat 0.4% ke level 1,953.49 pukul 4 sore waktu New York, level tertinggi sejak 30 Juli lalu. Pekan ini indeks tersebut telah mengalami kenaikan sebesar 1.2%. Dow Jones Industrial Average naik 61.46 poin atau 0.4% ke level 16,713.26.

Saham berjangka dan Bursa Saham Eropa mengahpus penurunan sebelumnya setelah Presiden Vladimir Putin menyatakan bahwa Russia akan melakukan apapun guna menghentikan konflik di timur Ukraina. Saham-saham telah mengalami penurunan setelah rilis data menunjukkan bahwa pemulihan ekonomi zona Eropa kuartal ke-2 secara mengejutkan melambat.

Prospek ekonomi zona Eropa kembali tergelincir ke dalam resesi telah memicu spekulasi bahwa ECB (European Central Bank) diperkirakan akan melaukan stimulus, sementara naiknya ekonomi AS telah menciptakan kekhawatiran bahwa Federal Reserve dipekrirakan akan menaikkan suku bunga lebih cepat dari perkiraan sebelumnya.

Bank sentral AS maish berada pada laju pengurangan pembelian obligasi bulanannya pada Oktober mendatang. Ketua The Fed Janet Yellen telah menyatakan bahwa bank sentral akan mempertahankan acuan suku bunga rendah Å“pada waktu yang cukup lama setelah berakhirnya pembelian obligasi. (bgs)

Sumber : Bloomberg

Wednesday, 13 August 2014

Harga Perumahan Di Australia Melampaui Ekspektasi, 7 Kota Menjadi Kontributor Lonjakan Terbesar

Harga rumah di Australia naik 1,8 persen di sepanjang kuartal kedua tahun ini. Pencapaian ini melampaui perkiraan para ekonom yang sebelumnya hanya memprediksi  kenaikan sebesar 1,0 persen. Pada basis tahunan, harga rumah di negeri ini melonjak 10,1 persen, pencapaian ini juga melampaui ekspektasi awal yaitu sebesar 9,3 persen.

Kenaikan harga rumah kali ini telah memberikan kontribusi terhadap kenaikan terhadap nilai total penjualan sektor perumahan menjadi sekitrar $ 5,2 triliun pada kuartal kedua tahun ini. Peningkatan ini hampir mencapai setengah triliun dolar sejak Juni 2013 lalu.
Peningkatan triwulanan terutama disebabkan oleh peningkatan di Sydney (3,1 persen), Melbourne (1,3 persen), Brisbane (1,8 persen), Adelaide (1,0 persen), Canberra (0,8 persen), Darwin (0,7 persen) dan Hobart (0,3 persen). Perth adalah satu-satunya kota yang justru mencatta penurunan (-0.2 persen).
Setiap tahun, harga properti residensial  naik, seperti di Sydney (15,6 persen), Melbourne (9,3 persen), Brisbane (6,8 persen), Adelaide (5,6 persen), Hobart (4,3 persen), Perth (3,6), Darwin (3,4 persen), dan Canberra (2,2 persen).
Sedangkan untuk total penjualan sektor perumahan di Australia pada kuartal kedua tahun ini adalah sebesar A $ 5,196,355.9 juta atau naik sebesar A $ 112,598.5 juta.

Sumber : Vibiznews

Emas Diperdagangan Relatif Lebih Tinggi Terhadap WTI

BESTPROFIT FUTURES (14/8) - Emas diperdagangkan pada harga tertinggi relatif terhadap minyak mentah lebih dari empat bulan di tengah kekhawatiran ekonomi global.

Satu ons emas dibeli sebanyak 13,58 barel minyak pada hari ini, tertinggi sejak 18 Maret. Penjualan ritel AS pada bulan Juli merupakan yang paling lemah dalam enam bulan terakhir, sementara output industri di China tiba-tiba melambat, menurut laporan terpisah hari ini. Emas berjangka menguat di New York.

Logam mulia telah naik 9,3 persen dalam tahun ini akibat meningkatnya kekerasan di Timur Tengah dan Ukraina ditambah dengan tanda-tanda perlambatan pertumbuhan ekonomi mendorong daya tarik haven assets. Sementara itu, West Texas Intermediate tergelincir 0,8 persen. Amerika Serikat pemompa minyak paling banyak dalam 27 tahun terakhir setelah ekspansi di China diredam, mengindikasikan permintaan bahan bakar yang lebih sedikit.

Emas berjangka untuk pengiriman Desember naik 0,3 persen untuk menetap di $ 1,314.50 per ons pada pukul 1:36 siang di Comex. Pada 8 Agustus, harga emas mencapai $ 1,324.30, level tertinggi untuk kontrak teraktif sejak 18 Juli.

Perdagangan adalah 25 persen di bawah rata-rata 100-hari untuk saat ini, menurut data yang dikumpulkan oleh Bloomberg.

Berjangka WTI untuk pengiriman September naik 0,2 persen menjadi $ 97,59 per barel di New York Mercantile Exchange. Sebelumnya, harga WTI sempat turun sebanyak 0,6 persen menjadi $ 96,75.

Perak berjangka untuk pengiriman September turun 0,3 persen untuk ditutup di level $ 19,845 per ons di Comex.(frk)

Sumber : Bloomberg

Topix Jepang Naik Hari Ke-4 Terkait Pelemahan Yen Meningkatkan Eksportir

BESTPROFIT FUTURES (14/8) - Indeks Topix Jepang mengikuti saham AS berada pada level lebih tinggi dan menuju gain hari ke 4 setelah saham eksportir menguat karena yen yang masing mengalami pelemahan
Indeks Topix naik 0,4% ke level 1,267.18 pada 09:01 pagi di Tokyo, dengan semua kecuali dua dari  33 kelompok industri yang meningkat. Indeks saham melonjak 2,8% pekan ini sampai kemarin, kenaikan tiga hari tertajam sejak Juni. Indeks Nikkei 225 Stock Average naik 0,4% hari ini berada pada level 15,278.07. Yen berada di level 102,44 per dolar setelah jatuh sebanyak 0,2% kemarin.
Kontrak pada indeks Standard & Poor 500 stagnan. Indeks ekuitas yang mendasari melonjak 0,7% kemarin ke level tertinggi dua pekan setelah melembatnya penjualan ritel mendorong spekulasi Federal Reserve yang tidak akan memaksakan untuk menaikkan tingkat suku bunga lebih cepat dari yang diantisipasi.
Penjualan ritel AS flat pada bulan Juli, kinerja terburuk dalam enam bulan, karena permintaan mobil melambat dan pertumbuhan upah menahan konsumen. Perlambatan dalam pembelian diikuti kemajuan sebesar 0,2% pada Juni, Departemen Perdagangan melaporkan kemarin di Washington. (yds)
Sumber: Bloomberg

Saham Asia Naik Dalam 4 Hari Terakhir

BESTPROFIT FUTURES (14/8) - Saham Asia naik, dengan indeks acuan berada di hari keempat, terkait melambatnya penjualan ritel di AS sehingga memicu spekulasi bahwa The Fed tidak akan menaikkan tingkat suku bunga lebih awal dari yang diharapkan.
Indeks MSCI Asia Pacific naik sebesar 0,2 persen ke level 147,49 pukul 09:02 pagi di Tokyo pasca naik sebesar 2,2 persen selama tiga hari terakhir. Penurunan ekspansi kredit di China dan perlambatan tak terduga dalam pengeluaran investasi ditambahkan kedalam spekulasi bahwa para otoritas akan meningkatkan stimulus prekonomian terbesar kedua di dunia ini.
Kontrak berjangka pada indeks Standard & Poor 500 stagnan pada hari ini pasca naik sebesar 0,7 persen kemarin. Penjualan ritel flat pada bulan Juli kemarin, ,menjadi kinerja terburuk dalam enam bulan terakhir, terkait permintaan terhadap pembelian mobil menurun dan kenaikan upah sehingga menahan para konsumen AS. Perlambatan dalam pembelian diikuti kenaikan sebesar 0,2 persen pada Juni lalu, Departemen Perdagangan melaporkan kemarin di Washington.
Ketua The Fed Janet Yellen mengatakan para pejabat akan terus memberikan tingkat acuan suku bunga rendah kepada bank sentral untuk "waktu yang cukup" pasca pembelian obligasi berakhir. (vck)
Sumber: Bloomberg

Bursa Saham AS Ditutup Menguat 0.7%, Akibat Emerging Market Reli

BESTPROFIT FUTURES (14/8) - Bursa Saham AS menguat dengan obligasi Treasury AS setelah penurunan penjualan ritel memicu spekulasi bahwa Federal Reserve dalam waktu dekat tidak akan menaikkan suku bunga. Sementara saham pada emerging market reli terkait spekulasi bahwa China akan mengambil upaya guna memicu pertumbuhan ekonomi.

Indeks Standard & Poor 500 menguat 0.7% ke level tertingginya dalam 2 pekan terakhir pukul 4 sore waktu New York, membalikkan dari penurunan kemarin sebesar 0.2%. Imbal hasil obligasi Treasury AS dengan tenor 10 tahun turun 4 basis poin atau 2.42%. Indeks MSCI Emerging Markets menguat 0.5%, reli pada hari ke-3. Sementara tembaga turun 1.3% dan seng turun 2.1%. Poundsterling Inggris tergelincir setelah Bank of England menurunkan perkiraannya mengenai pertumbuhan upah.

Penjualan ritel AS Juli lalu sedikit berubah, pergerakan angka terburuk dalam 6 bulan terakhir, hal tersebut akibat melambatnya permintaan mobil dan melambatnya pertumbuhan upah telah menekan konsumen AS. Output industri China Juli lalu naik sebesar 9%, kurang dari perkiraan dari para ekonom di survey Bloomberg yang menyatakan sebesar 9.2%. Gubernur Bank of England Mark Carney menyatakan bahwa kenaikan suku bunga akan dilakukan secara bertahap setelah dia mengupayakan menyeimbangkan kenaikan ekonomi dengan tingkat inflasi yang dibawah target. (bgs)

Sumber : Bloomberg

Tuesday, 12 August 2014

Euro Dekati Level 9-Bulan Terendah Terkait Pelemahan Ekonomi; Yen Turun

BESTPROFIT FUTURES (13/8) - Euro ditransaksikan sebesar  0,3% pada level terendah sembilan bulan jelang laporan pekan ini yang mungkin menunjukkan pertumbuhan di Eropa melemah dan inflasi melambat, menambah tanda-tanda ekonomi blok tersebut sedang berjuang untuk pemulihan.
Mata uang Eropa bersama jatuh kemarin setelah data menunjukkan kepercayaan investor Jerman merosot lebih dari perkiraan para analis, setelah angka pekan lalu yang menunjukkan bahwa Italia kembali ke resesi. Yen bertahan di level terendah setelah penurunan dua harinya, Ungkap Pejabat Bank of  Jepang (BOJ)  mereka akan mempertahankan stimulus yang belum pernah terjadi sebelumnya sampai waktu yang diperlukan dan ekonomi Jepang menyusut untuk pertama kalinya sejak September 2012 lalu.
Euro stagnan pada level $ 1,3367 pada 09:32 pagi di Tokyo. Jatuh ke level $ 1,3333 pada 6 Agustus kemarin, level yang tidak terlihat sejak 8 November Mata uang bersama flat pada level ¥136,72. Yen diperdagangkan di level 102,28 per dolar setelah jatuh 0,2% selama dua sesi perdagangan sebelumnya di level 102,26 kemarin. (yds)
Sumber: Bloomberg

Pengaruh Pajak Penjualan, Ekonomi Jepang Turun Tajam Sejak Gempa Bumi 2011 Silam

BESTPROFIT FUTURES (13/8) - Ekonomi Jepang terkontraksi tajam sejak gempa bumi yang terjadi 3 tahun lalu, sejalan dengan konsumsi dan investasi turun setelah kenaikan pajak penjualan ditengah pembatasan beban hutang terbesar di dunia tersebut.

GDP (Gross domestic product) 3 bulan lalu hingga Juni turun sebesar 6.8%, menurut rilis data dari Kantor Kabinet hari ini. Angka tersebut kurang dari perkiraan rata-rata dari 37 survei ekonom oleh Bloomberg News yang menyatakan turun sebesar 7%. Tidak disesuaikan untuk perubahan harga, ekonomi turun sebesar 0.4%.

Tantangan penurunan upaya Perdana Menteri Shinzo Abe guna memulihkan ekonomi terbesar ketiga di dunia tersebut setelah dia mendorong  keuangan public dengan kenaikan pajak pertama kali  sejak 1997 silam. Sebuah rebound yang lemah pada kuratal ini akan meningkatkan tekanan bagi stimulus tambahan akibat Abe mengkaji mengenai waktu Jepang dapat menanggung lonjakan terkait kenaiakn pajak pada 2015 mendatang.

Kontraksi mengikuti lonjakan pada pertumbuhan ekonomi dalam 3 bulan hingga Maret lalu ketika konsumen dan perusahaan-perusahaan mendorong pembelian sebelum kenaikan pajak April tahun depan. Upaya Abe guna melanjutkan pemulihan ekonomi setelah pertama kali sukses dalam menghadapi 2 dekade ekonomi yang stagnan. (bgs)

Sumber : Bloomberg

Jepang GDP Seret Saham Asia Turun Pertama Kali di 3-Hari Terakhir

BESTPROFIT FUTURES (13/8) - Saham Asia turun, mengantarkan  indeks acuan bersiap dalam penurunan pertamanya dalam tiga hari terakhir, terkait para investor mempertimbangkan laporan yang menunjukkan perekonomian di Jepang mengalami penurunan tertajamnya sejak 2011 lalu dan sedang menunggu data dari China.
Indeks MSCI Asia Pacific turun sebesar 0,1 persen ke level 146,45 pukul 09:03 pagi di Tokyo. Saham acuan naik sebesar 1,7 persen dalam dua hari terakhir, memangkas penurunannya pada pekan lalu, terkait investor mengamati perkembangan geopolitik yang sedang terjadi. Indeks Topix Jepang turun  sebesar 0,2 persen pasca ekonomi Jepang mengalami kontraksi sebesar 6,8 persen tahun ini dalam tiga bulan terakhir hingga bulan Juni kemarin.
Kontrak berjangka pada Indeks Hang Seng Hong Kong dan kontrak di Indeks Hang Seng China Enterprises turun sebesar  0,1 persen pada sesi perdagangan terbaru mereka hari ini. Indeks Bloomberg China-US saham China yang ditransaksikan di AS naik sebesar 0,1 persen kemarin.
Sementara itu para ekonom memprediksi China akan melaporkan peningkatannya sebesar 12,5 persen atas penjualan ritel untuk bulan Juli kemarin dari tahun sebelumnya, naik dari 12,4 persen di bulan Juni lalu. peningkatan produksi pabrik mungkin berada di level 9,2 persen, menurut survei Bloomberg terhadap para analis. Data kredit China segera jatuh tempo pasca hari ini. (vck)
Sumber: Bloomberg

Investor Kaji GDP, Topix Jepang Turun Pasca Gain 2 Hari

BESTPROFIT FUTURES (13/8) - Indeks Topix Jepang jatuh, memangkas gain dua hari tertajam dalam 7 pekan terakhir, karena investor mengkaji hasil kuartal kedua dan perkembangan geopolitik.
Indeks Topix merosot 0,3% ke level 1,254.19 pada 09:00 pagi di Tokyo, dengan semua kecuali dua dari 33 kelompok industri menurun. Indeks saham naik 2,4% selama dua hari sebelumnya, merupakan yang tertajam sejak tanggal 19 Juni lalu. Indeks Nikkei 225 Stock Average turun 0,2% hari ini berada di level 15,128.73. Mata uang yen stagnan pada level 102,28 per dolar setelah domestic product data (GDP).
GDP menyusut 6,8% dalam tiga bulan sampai Juni lalu, Ungkap Kantor Kabinet hari ini. Hal tersebut kurang dari perkiraan rata-rata dari 37 ekonom yang disurvei Bloomberg News untuk penurunan sebesar 7%.
Kontrak pada indeks Standard & Poor 500 naik 0,1%. Indeks ekuitas turun 0,2% kemarin, karena saham energi merosot setelah harga minyak mentah Brent jatuh ke level terendah 13-bulan. (yds)
Sumber: Bloomberg

Bursa Saham AS Ditutup Melemah Ditengah Ketegangan Ukraina

BESTPROFIT FUTURES (13/8) - Bursa Saham AS melemah, setelah Indeks Standard & Poor 500 mencatat kenaikan tertingginya selama 2 hari lalu sejak April lalu, pelemahan tersebut akibat para investor mengkaji perkembangan geopolitik dan turunnya saham-saham energy setelah minyak mentah Brent mencapai level 9 bulan terendahnya.

Indeks S&P 500 melemah 0.2% ke level 1,933.80 pukul 4 sore waktu New York. Dow Jones Industrial Average turun 8.25 poin atau 0.1% ke level 16,551.73.

Indeks S&P 500 menguat 1.4% pada 2 hari sebelumnya ditengah spekulasi bahwa ketegangan di Ukraina akan mereda. Indeks S&P 500 telah mengalami penurunan sebesar 3.9% dari rekornya sebesar 1,987.98 yang tercatat pada 24 Juli lalu terkait kekhwatiran bahwa konflik di Irak hingga Israel dan Ukraina akan memperlambat pertumbuhan ekonomi global.

Rilis data hari ini dari Jerman telah menyulut kembali kekhawatiran tersebut, setelah kepercayaan investor yang dirilis oleh ZEW Center pada bulan ke-8 turun akibat krisis di Ukraina dan lambatnya pemulihan ekonomi zona Eropa telah mengurangi outlook bagi ekonomi terbesar di Eropa tersebut.

Sementara itu misi kemanusiaan Russia ke wilayah Timur Ukraina setelah AS memperingatkan Presiden Vladimir Putin untuk tidak memanfaatkan bantuan sebagai sebuah alasan guna mengirim pasukan. Ukraina menyatakan tidak akan membiarkan bentuk pusat konvoy saat ini karena Ukraina berpendapat bahwa misi itu tidak sesuai dengan aturan internasional. (bgs)

Sumber : Bloomberg

Monday, 11 August 2014

Microsoft Umumkan Matikan Dukungan Skype untuk Perangkat Symbian

Salah satu layanan chatting online yaitu Skype memang telah diakuisisi Microsoft dan memang, tapi ternyata semenjak diakuisisi Microsoft mulai terjadi beberapa perubahan yang salah satunya menghentikan dukungan untuk sistem operasi Symbian.
Seperti yang dilansir dari Softpedia, Microsoft mengumumkan akan menghentikan dukungan Skype di OS Symbian. Langkah yang diambil Microsoft memang dinilai tidak mengejutkan, pasalnya semenjak Nokia beralih dari sistem operasi Symbian ke Windows Phone, sudah tidak ada lagi smartphone baru yang diluncurkan dengan sistem operasi Symbian, apalagi saat ini Nokia sudah diakuisisi Microsoft.
Dengan dihentikannya dukungan terhadap Symbian tersebut, Microsoft mengumumkan kepada pemilik akun aktif Skype yang menggunakan Symbian bahwa perusahaan akan menghentikan aplikasi tersebut dan pengguna tidak akan bisa lagi login ke layanan tersebut.
Kabarnya perubahan tersebut akan berlaku dalam beberapa minggu mendatang dan pengguna Symbian masih bisa menggunakan Skype dalam jangka waktu terbatas.
Dalam sebuah pernyataannya pihak Microsoft mengatakan bahwa “Kami dengan menyesal memberitahukan bahwa akan menghentikan semua aplikasi Skype untuk ponsel Symbian selamanya. Jadi dalam beberapa minggu ke depan, pengguna tidak bisa lagi menggunakan Skype di ponsel Symbian mana pun.”
Sementara itu sebagai gantinya pihak Microsoft menganjurkan pengguna beralih menggunakan Skype di perangkat Lumia, Android atau komputer. Pihak Microsoft juga menambahkan “Anda bisa sign in ke semua platform itu dengan akun Skype yang sama.”
Aplikasi Skype sendiri sebelumnya memang tersedia di semua platform mobile, namun setelah Microsoft membeli Skype, perusahaan yang dipimpin oleh Satya Nadella ini mulai fokus memberikan layanan yang lebih baik untuk ekosistem Windows Phone, namun Microsoft tetap memberikan dukungan dan pembaruan untuk platform mobile lain.

Sumber : Vibiznews

Komedian Robin Williams Meninggal Akibat Bunuh Diri

BESTPROFIT FUTURES (12/8) - Pemenang Oscar Robin Williams (63 tahun), yang bergaya bebas dalam berkomedi serta penampilan yang mahir memukau penonton selama beberapa dekade, telah meninggal akibat bunuh diri.
Kantor Sheriff di Marin County mengatakan Williams dinyatakan meninggal di rumahnya di California pada hari Senin. Kantor sheriff tersebut mengatakan bahwa penyelidikan awal menunjukkan penyebab kematian adalah bunuh diri akibat asphyxia atau asfiksia (merupakan kondisi kekurangan oksigen pada pernafasan yang bersifat mengancam jiwa).
Williams meraih ketenaran di akhir 70-an sebagai alien dalam acara TV "Mork and Mindy." Ia berhasil menaklukkan layar lebar dalam film adaptasi dari komik seperti "Good Morning, Vietnam" dan "Mrs Doubtfire." Tapi ia memenangkan Academy Award-nya dalam peran yang serius - sebagai terapis di "Good Will Hunting."
Gaya penampilan Nya yang paling murni dalam berakting di standup, saat ia menyamar sebagai seorang imigran Rusia atau memparodikan siapa pun dari John Wayne hingga Keith Richards.

Sumber : Bloomberg

Yen Tahan Penurunan; Euro Dekati Sembilan Bulan Terendah

BESTPROFIT FUTURES (12/8) - Yen mengalami penurunan terhadap dolar kemarin terkait meredanya ketegangan di Ukraina dan Presiden Barack Obama memberikan dukungan penuh kepada Presiden Irak untuk membentuk pemerintahan baru, sehingga dapat mengurangi permintaan safe haven.
Euro turun ke level terendahnya sejak November lalu terhadap dolar AS sebelum data dari para ekonom pekan ini memperkirakan akan menunjukkan kepercayaan dari investor di Jerman menurun ke level terendahnya sejak Desember 2012 lalu sehingga pertumbuhan di wilayah ini melambat. Acuan penurunan pada dolar sebesar 0,3 persen dari level tertinggi sejak Februari kemarin sebelum laporan yang mungkin menunjukkan penjualan ritel AS naik untuk bulan keenam. Dolar Australia berada di dekat level terendahnya selama dua bulan terakhir sebelum rilis laporan pribadi dari kepercayaan pembisnis.
Yen stagnan di level 102,25 per dolar pukul 9:08 pagi di Tokyo sejak kemarin, disaat turun sebesar 0,2 persen, menjadi kerugian terbesarnya pada bulan ini. Yen membeli sebesar 136,84 per euro dari 136,78 di New York.
Sementara itu semua mata uang, ditransaksikan sebesar $ 1,3383 dari $ 1,3385, pasca mencapai $ 1,3333 pada 6 Agustus kemarin, terendah sejak 8 November lalu. Dolar Australia stagnan sebesar 92,55 sen AS dan menyentuh angka 92,39 pada 8 Agustus kemarin, menjadi level terendahnya sejak 3 Juni kemarin.
Indeks Bloomberg Dollar Spot, yang melacak dolar AS terhadap 10 mata uang utama yang beredar dipasaran, flat di angka 1,021.51. Indeks itu menyentuh angka 1,024.67 pada 6 Agustus kemarin, sesuai pada level tertingginya sejak 11 Februari lalu. (vck)
Sumber: Bloomberg

Bursa Saham China Turun Jelang Rilis Data Ekonomi

BESTPROFIT FUTURES (12/8) - Indeks saham China jatuh dari level tertinggi delapan bulan jelang rilis data ekonomi terkait pinjaman yuan baru dan produksi industri.
Saham China Citic Bank Corp dan Industrial Bank Co turun setidaknya 1% untuk memimpin penurunan di antara perusahaan pemberi pinjaman. China Yangtze Power Co, pemilik proyek PLTA terbesar dunia, turun sebanyak 1%. Yonghui Superstore Co melonjak 10% setelah pihaknya mengatakan Dairy Farm International Holdings Ltd membeli 20% saham pada operator supermarket.
Indeks Shanghai Composite turun 0,4% ke level 2,215.85 pada 09:46 pagi. Naik 1,4% kemarin ke level tertinggi sejak 10 Desember setelah data menunjukkan inflasi tetap terjaga. Indekssaham telah pulih 12% dari level terendahnya di tahun ini, mengirimkan indeks 14-day relative strenght ke level 71,4 kemarin. Angka diatas 70 mengindikasikan harga mungkin siap menglami penurunan.
Indeks CSI 300 turun 0,5% ke level 2,352.55. Indeks Hang Seng China Enterprises turun 0,2%. Indeks Bloomberg China-US Equity, Indeks perusahaan AS yang terdaftar paling banyak diperdagangkan di China, naik sebanyak 1,3% kemarin.
Shanghai Composite telah kembali pulih karena pelonggaran moneter, percepatan pengeluaran pemerintah dan kenaikandi bidang manufaktur memacu spekulasi China akan memenuhi target ekspansi ekonominya sebesar 7,%. Indeks tersebut bernilai 8,2 kali 12 bulan, dibandingkan dengan level terendah dalam tiga tahun dari 7.3 di bulan Maret, menurut data yang dihimpunoleh Bloomberg.
Sumber: Bloomberg

Emas Turun Dari Level Tertinggi 3 Pekan

BESTPROFIT FUTURES (12/8) - Emas turun dari level tertinggi dalam tiga minggu terakhir karena meredanya ketegangan di Timur Tengah dan Ukraina yang mendorong saham global, meredam permintaan untuk logam mulia sebagai alternatif investasi.
Emas untuk pengiriman segera diperdagangkan pada level $ 1,307.18 per ons pada pukul 9:13 pagi di Singapura dari level $ 1,308.48 kemarin, menurut harga Bloomberg. Penyetujuan serangan udara AS di Irak mengirim logam mulia berad di level $ 1,322.76  pada 8 Agustus, level tertinggi sejak 18 Juli. Harga mengalami pelemahan karena permintaan safe haven menurun.
Risiko geopolitik di Ukraina, Irak dan Gaza membantu emas rebound di tahun ini setelah harga turun sebanyak 28% pada 2013 karena spekulasi Federal Reserve yang akan memangkas stimulus. Indeks ekuitas global reli tajam sejak April kemarin. Gencatan senjata di Gaza antara pasukan Israel dan pejuang Hamas kembali menjadi pembicaraan di Kairo nanti.
Emas untuk pengiriman Desember diperdagangkan pada level $ 1,309 per ons di New York Comex dari level $ 1,310.50 kemarin. Holdings di SPDR Gold Trust tidak mengalami perubahan sejak kemarin.
Perak untuk pengiriman segera diperdagangkan pada level $ 20,0241 per ons dari level $ 20,0186. Spot platinum berada di level $ 1.469 per ons dari level $ 1,469.88. Palladium turun sebanyak 0,3% menjadi $ 873,06 per ons. (yds)
Sumber: Bloomberg

Sunday, 10 August 2014

Geopolitik Memanas, Harga Emas LLG Akhiri Trend Negatif

Harga emas LLG pada perdagangan pekan lalu terpantau berhasil ditutup dengan penguatan secara agregat sepekan pada Jumat 8 Agustus 2014. Penguatan harga emas LLG pada perdagangan pekan lalu dipicu oleh dorongan kuat dari semakin memanasnya kondisi geopolitik global yang memicu peningkatan minat investasi safe haven.
Pergerakan agregat sepekan harga emas pada pekan lalu, terpantau berhasil untuk mengakhiri trend bearish yang telah berlangsung hingga 3 pekan sebelumnya. Harga emas yang sempat melemah pada 2 hari awal perdagangan pekan lalu, langsung melonjak tajam untuk menutup pergerakan menguat secara sepekan pada perdagangan Rabu dan Kamis walaupun akhirnya kembali melemah pada Jumat.
Pada 2 awal perdagangan pekan lalu, kondisi perekonomian global yang membaik masih menjadi momok pergerakan harga emas. Harga emas yang sebelumnya sempat mengalami dorongan penguatan akibat pelemahan di Wall Street serta bursa saham Eropa, justru tertekan oleh pergerakan bursa saham tersebut pada perdagangan Senin pekan lalu. Laporan keuangan di Wall Street yang cenderung positif serta keputusan bail out terhadap Banco Espirito Santo Portugal memicu reboundnya bursa saham yang berimbas pada pelemahan minat safe haven.
Pelemahan pada harga emas pun masih berlanjut pada perdagangan hari kedua pekan lalu setelah rilis data perekonomian AS kembali berada dalam kondisi sangat baik. Rilis data sektor jasa Amerika Serikat yang rilis Selasa lalu dan berada pada kondisi positif melebihi ekspektasi, semakin menggerus harga emas akibat semakin melemahnya minat terhadap safe haven. Adapun dari rilis data sektor jasa AS, laporan menunjukan penguatan hingga 2,7 poin ke level tertinggi 8,5 tahun pada 58,7 dan jauh dari ekspektasi di 56,3.
Namun, pasca harga emas telah telihat berpotensi untuk kembali melemah akibat perbaikan ekonomi global, tensi konflik Ukraina-Rusia serta Irak terpantau memicu harga emas untuk dapat membalikan tekanan dari faktor ekonomi global. Konflik Ukraina-Rusia yang memanas pasca penambahan pasukan Rusia di wilayah perbatasan serta memanasnya konflik Irak akibat bantuan armada udara AS, membuat minat terhadap safe haven kembali bangkit pada dua hari perdagangan tengah pekan. Selain itu, kembali resesinya Italian akibat posisi GDP yang masih negatif di level -0,3% juga turut mendorong pembelian emas di pasar Eropa.
Walaupun demikian, dorongan faktor geopolitik global terpantau tidak dapat bertahan kokoh menjadi penggerak harga emas pada pekan lalu. Hal tersebut dilandasi oleh berangsur membaiknya potensi konflik Ukraina-Rusia pasca Otoritas di Moskow memberikan pernyataan akan mengakhiri pelatihan di wilayah selatan Rusia yang berdekatan dengan Ukraina. Dampat dari hal tersebut, bursa saham AS bergerak menguat signifikan hingga emas pun kembali melemah akibat peralihan pola investasi dari safe haven.
Pada perdagangan pekan lalu, 4-8 Agustus 2014, harga emas LLG terpantau ditutup menguat secara agregat sepekan. Harga emas LLG naik 1,46% ke tingkat harga $1.311,75/t oz atau menguat $18,90/t oz.
Sementara pada perdagangan emas berjangka di Comex, harga emas berjangka juga terpantau ditutup menguat secara agregat sepekan. Harga emas berjangka Comex untuk kontrak Desember 2014 naik 1,25% ke tingkat harga $1.311/t oz atau menguat $16,2/t oz.
Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memprediksi pergerakan harga emas pada pekan ini masih akan cenderung mendapat dorongan dari faktor geopolitik untuk menguat. Namun, beberapa dara estimasi awal GDP dari inggris, Uni Eropa, dan Jerman serta data pekerja Inggris dan AS diduga akan menjadi penggerak harga untuk pekan ini. Selain itu, pergerakan data inflasi yang meskipun diprediksi tidak akan terlaku mengalami perubahan dari wilayah Inggris dan Uni Eropa juga berpotensi untuk memberikan pengaruh. Terkait pergerakan harga emas, range normal diprediksi akan berada di kisaran $1.272-$1.343 pada emas LLG dan $1.265-$1.347 pada emas berjangka Comex untuk kontrak Desember 2014.

Sumber : Vibiznews

Li Keqiang Uji Kekuatan Kredit, Kondisi Moneter China mengendur

BESTPROFIT FUTURES (11/8) - China melonggarkan kondisi moneter kuartal terakhir di laju tercepat dalam hampir dua tahun teakhir, Indeks Bloomberg LP menunjukkan, menguji efektivitas memudarnya kredit dalam mendukung pertumbuhan ekonomi.
Indeks Bloomberg new China Monetary Conditions mengkaji rata-rata dari pertumbuhan kredit, tingkat suku bunga riil dan nilai tukar riil efektif China - naik 6.71 poin ke level 82,81 pada kuartal kedua dari tiga bulan sebelumnya. Hal tersebut merupakan lompatan tertajam sejak periode Juli-September 2012, dengan angka bacaan back-to-back pertama Mei dan Juni ini di atas 80 sejak Januari 2012.
Pinjaman baru yuan pada bulan Juli akan menjadi rekor tertinggi untuk bulan tersebut, menurut survei Bloomberg terhadap analis sebelum data jatuh tempo pada 15 Agustus, para otoritas menyarankan untuk menjaga keran kredit terbuka bahkan terkait meningkatnya risiko utang.
Sementara perdana mentri Li Keqiang mengatakan bahwa ia ingin memangkas beban finasial untuk beberapa sektor untuk mendukung pertumbuhan, "bank sentral akan tetap berada di bawah tekanan, belum tentu untuk memperluas kredit, tetapi untuk menurunkan biaya pinjaman," Ungkap Ding.
Setiap $ 1 pada kredit baru yang ditambahkan setara dengan tambahan 20 sen PDB pada semester pertama 2014, menurut data yang dihinpun oleh Bloomberg. Yang dibandingkan dengan 29 sen di tahun 2012 dan 2013 dan 83 sen pada tahun 2007, ketika pasar uang global mulai membeku.(yds)
Sumber: Bloomberg

Bursa Saham Asia Rebound Dari Level Terburuknya Sejak Mei

BESTPROFIT FUTURES (11/8) - Saham Asia menguat, seiring indeks acua rebound dari level penurunan tertajamnya sejak bulan Mei lalu, pasca diperpanjangnya gencatan senjata di Jalur Gaza dan saham AS naik terkait tanda-tanda konflik antara Rusia dan Ukraina mereda.
Indeks MSCI Asia Pacific naik sebesar 0,4 persen ke level 144,68 pukul 09:01 pagi di Tokyo. Indeks acuan turun sebesar 1,4 persen pada hari jumat kemarin,  menjadi penurunan tertajamnya sejak 7 Mei lalu, mencatat pada pekan penurunan tertajamnya sebesar 2,4 persen.
Indeks Topix Jepang naik sebesar 1,4 persen pasca turun sebesar 2,4 persen pada hari jumat kemarin. Indeks Kospi Korea Selatan naik sebesar 0,8 persen. Index S&P/ASX 200 Australia naik sebesar 0,2 persen, sementara Indeks NZX 50 Selandia Baru naik sebesar 0,1 persen. Pasar di Hong Kong dan China belum dibuka, sedangkan di Thailand besok ditutup untuk libur.
Kontrak berjangka pada indeks Standard & Poor 500 naik sebesar 0,2 persen pada hari ini. Indeks tersebut naik sebesar 1,2 persen pada hari jumat kemarin, menjadi reli terbesarnya sejak 4 Maret lalu, pasca Rusia mengatakan pesawat tempur telah mengakhiri latihan di dekat perbatasa Ukraina. Sementara itu, OPEC dibayangi persetujuan Presiden AS Barack Obama melakukan serangan udara di Irak. (vck)
Sumber: Bloomberg

Topix Jepang Rebound Dari Level Penurunan Terburuk Sejak Mei

BESTPROFIT FUTURES (11/8) - Indeks Topix Jepang rebound dari penurunan tertajam sejak Mei pasca rilis laporan dana pensiun sepenuhnya melepaskan diri untuk membeli saham ldomestik dan ditengah menurunnya ketegangan di Ukraina.
Indeks Topix naik 1,3% ke level 1,244.81 pada 09:01 pagi di Tokyo, dengan semua 33 kelompok industri naik. Indeks saham turun 2,4% pada 8 Agustus, penurunan tertajam sejak 7 Mei lalu. Indeks Nikkei 225 Stock Average naik 1,6% hari ini berada [ada level 15,008.26. Dana Pensiun Negara sebesar $ 1.2 triliun sementara dihapus pada investasi saham lokal, surat kabar Nikkei melaporkan. Indeks Standard & Poor 500 naik tertajam sejak bulan Maret di sesi terakhir perdagangan.
Langkah GPIF akan memungkinkan untuk mengalokasikan dana lebih banyak untuk aset saham domestik sebelum mengubah target untuk kelas kepemilikan aset dalam tinjauan mendatang. Dana tersebut diharapkan untuk meningkatkan target saham lokal sekitar 20% dari portofolio sekitar bulan September dari 12% saat ini.  
Kontrak pada indeks Standard & Poor 500 naik 0,2% hari ini. Indeks ekuitas naik 1,2% pada 8 Agustus di New York, rebound dari level penurunan mingguan paling tajam dalam lebih dari dua tahun terakhir.
Sementara militer Ukraina menuntut agar pemberontak pro-Rusia menyerah dan memberhentikan tawaran gencatan senjata, karena anggota parlemen siap untuk mempertimbangkan sanksi baru yang dapat mengurangi pengiriman gas alam Rusia ke Eropa. (yds)
Sumber: Bloomberg

Negosiasi Rusia Dengan Pemberontak Ukraina Akibatkan Yen Turun; Dolar Tahan Gain

BESTPROFIT FUTURES (11/8) - Yen jatuh terhadap 16 mata uang utama setelah kekhawatiran mereda mengenai gejolak di Ukraina pasca laporan pekan lalu bahwa pesawat tempur Rusia mengakhiri latihannya dan negara tersebut berusaha untuk menengahi antara Kiev dan pasukan pemberontak.
Dolar tahan gain dari pekan lalu lalu terhadap sebagian besar Kelompok 10 mata uang karena pedagang menambahkan sepkulasi  bullish pada greenback di laju tercepat dalam lebih dari setahun terakhir. Permintaan ditopang jelang rilis laporan pekan ini yang diperkirakan menunjukkan penjualan ritel tumbuh untuk bulan keenamnya.
Mata uang yen melemah sebanyak 0,1% ke level  102,13 per dolar pada 09:02 pagi di Tokyo setelah menyentuh level 101,51 pada 8 Agustus, yang terkuat sejak 24 Juli berada pada level 136,88 terhadap euro dari level 136,83. Euro 18 negara stagnan pada level $ 1,3403. (yds)
Sumber: Bloomberg

Thursday, 7 August 2014

Harga Kopi Arabika Anjlok Hingga Hampir 4%, Gain Pekan Lalu Tergerus Signifikan

Harga kopi Arabika di Bursa ICE Futures US pada perdagangan Kamis 7 Agustus 2014 terpantau ditutup melemah signifikan. Pelemahan harga kopi Arabika di Bursa ICE US masih dipicu oleh ketidakjelas tingkatan output kopi Brasil pada periode ini.
Posisi potensi output yang masih cukup jauh dari jelas, kembali memicu fluktuasi harga kopi Arabika di Bursa ICE US. Pergerakan harga kopi Arabika yang pada Rabu lalu ditutup menguat, kini langsung anjlok hingga hampir 4% hingga hampir menutup penguatan harga pekan lalu. Pengurangan harga kopi Arabika pada perdagangan Kamis lalu, juga diduga turut disupport oleh aksi profit taking untuk mengeruk keuntungan dari pekan lalu.
Sebelumnya, harga kopi Arabika telah berada dalam fluktuas signifikan dalam rentang waktu 4 bulan terakhir. Pergerakan harga kopi sempat mencapai level tertinggi pada pertengahan April akibat kekhawatiran akan kerusakan output Brasil. Namun, masih cukup lancarnya pengiriman kopi Brasil, sempat menekan harga kopi untuk melemah meskipun dalam sepekan terakhir kembali menguat akibat prediksi beberapa lembaga.
Pada perdagangan Kamis 7 Agustus 2014 di Bursa ICE US, harga kopi Arabika terpantau ditutup anjlok. Harga kopi Arabika berjangka ICE US untuk kontrak September 2014 turun hingga 3,59% ke tingkat harga $184/ton atau melemah $6,85/ton.
Sementara dari perdagangan di Bursa LIFFE, harga kopi Robusta juga terpantau ditutup melemah signifikan meskipun tidak berada dalam level seperti pergerakan pada kopi Arabika ICE. Harga kopi Robusta berjangka LIFFE untuk kontrak September 2014 turun 1,20% ke tingkat harga $1.908/ton atau melemah $24/ton.
Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memprediksi harga kopi Arabika akan cenderung untuk kembali menguat pada perdagangan hari ini di ICE US. Hal tersebut dilandasi oleh potensi aksi beli pasca anjloknya harga pada perdagangan Kamis. terkait pergerakan harga, range normal diprediksi akan berada di kisaran $179-$194 pada Arabika dan $1.940-$2015 pada Robusta.

Sumber : Vibiznews

Emas Menguat Pasca Ekuitas Turun Terkait Konflik di Ukraina

BESTPROFIT FUTURES (8/8) - Emas berjangka naik ke tertinggi dua minggu pasca penurunan dalam ekuitas AS mendorong permintaan untuk investasi alternatif.

Indeks S&P 500 turun sebanyak 0,6 persen terhadap kekhawatiran bahwa meningkatnya ketegangan antara Rusia dan Ukraina akan merugikan ekonomi global. Lebih banyak sanksi yang dapat diberikan jika Rusia tidak mengubah arah di Ukraina, pejabat Gedung Putih mengatakan hari ini.

Emas telah naik 9,2 persen dalam tahun ini akibat ketegangan di Eropa Timur dan kekerasan di Timur Tengah mendorong permintaan safe haven. Bank Sentral Eropa mempertahankan tingkat suku bunga tidak berubah pada rekor terendah karena krisis Ukraina memperkuat headwinds dalam menghadapi pemulihan kawasan euro.

Emas berjangka untuk pengiriman Desember naik 0,3 persen untuk menetap di levl $ 1,312.50 per ons pada pukul 1:43 siang di Comex di New York. Sebelumnya, harga emas mencapai level $ 1,315.50, level tertinggi untuk kontrak teraktif sejak 22 Juli.

Reli tahun ini menduduki keuntungan yang lebih luas untuk indeks saham, obligasi dan komoditas. Bulan lalu, kepemilikan pada ETP berbasis emas mengalami kenaikan terbesar sejak November 2012.(frk)

Sumber : Bloomberg

Ketegangan Ukraina Seret Turun Indeks Topix

BESTPROFIT FUTURES (8/8) - Saham Jepang turun, terkait indeks Topix yang ditetapkan untuk membatasi penurunan mingguannya, ketika ketegangan meningkat antara negara-negara Barat dan Rusia atas Ukraina sehingga membuat  para eksportir mundur.
Indeks Topix turun sebesar 0,8 persen ke level 1,247.55 pukul 09:01 pagi di Tokyo, terkait dari 33 Saham kelompok industri yang menurun. Saham tersebut menuju penurunannya di angka 2,6 di minggu ini. Indeks Nikkei 225 Stock Average turun sebesar 1,1 persen untuk hari ini  ke level 15,069.14. Yen sedikit berubah di level 102,09 per dolar. Bank of Japan (BOJ) mengeluarkan keputusan tentang kebijakan moneter saat ini.
Kontrak berjangka pada indeks Standard & Poor 500 naik sebesar 0,1 persen. Acuan ekuitas yang mendasari turun sebesar 0,6 persen kemarin, sementara Dow Jones Industrial Average membukukan penutupan di level terendahnya sejak bulan April lalu, terkait kekhawatiran konflik di Ukraina akan semakin memburuk mengimbangi lebih baik dari estimasi laba.
Sementara dari 34 ekonom yang disurvei Bloomberg News memperkirakan BOJ akan mempertahankan kebijakannya pasca pertemuan selama dua hari yang berakhir pada hari ini. Dua puluh enam persen dari mereka yang disurvei dalam survei Bloomberg memperkirakan bank sentral akan memperluas stimulus moneter pada salah satu pada dua pertemuan di bulan Oktober nanti, turun sebesar 35 persen pada bulan lalu. Tiga puluh dua persen mengatakan BOJ tidak akan memperluas pelonggaran di masa depan. (vck)
Sumber: Bloomberg

Indeks Berjangka Asia Jatuh Diikuti Saham AS; Minyak Catat Kenaikan

BESTPROFIT FUTURES (8/8) - Indeks saham berjangka Asia melemah karena kekhawatiran gejolak di Ukraina antara negara-negara Barat dan Rusia akan menghambat pemulihan ekonomi global mengirim ekuitas AS turun. Yen berada di dekat level tertinggi sepekan jelang ulasan kebijakan Bank of Japan (BOJ), sementara minyak mencatat kenaikan.
Indeks Nikkei 225 Stock Average berjangka turun di Osaka dan Chicago, dengan mata uang yen stabil pada level 102,05 per dolar, mendekati level terkuatnya sejak 28 Juli Kontrak pada indeks Dow Jones Industrial Average naik 0,1% pada 07:49 pagi di Tokyo setelah indeks saham ditutup pada level terendah sejak April. Kontrak berjangka Standard & Poor 500 stagnan pada level 1,905.75. Sementara Won Korea meneruskan pelemahan. Minyak di New York memperpanjang kenaikan untuk hari kedua dan emas mendekati level tertinggi lebih dari dua pekan.(yds).
Sumber: Bloomberg

Bursa AS Anjlok Sementara Treasury Mengalami Reli, Emas Naik

BESTPROFIT FUTURES (8/8) - Saham-saham AS mengalami penurunan, sementara itu Treasury gain dengan emas, setelah permintaan untuk haven assets meningkat di tengah kekhawatiran ketegangan antara negara Barat dan Rusia atas Ukraina yang memperlemah pemulihan ekonomi global.

Indeks S&P 500 tergelincir 0.6 persen pada pukul 4 sore di New York untuk ditutup di bawah harga rata-rata dalam 100 hari terakhir untuk pertama kalinya sejak bulan April yang lalu. Indeks Stoxx Europe 600 anjlok 0.7 persen menuju tiga bulan terendah. Tingkat suku bunga untuk Treasury dengan tenor 10 tahun turun enam basis point menuju ke terendah dua bulan sementara yield Jerman dengan tenor 2 tahun menyentuh minus 0.004 persen. Ekuitas negara berkembang tergelincir ke level terendah enam minggu dan emas naik ke level tertinggi dua minggu.

Pemerintah Rusia mengumumkan larangan impor makanan dari negara-negara Barat, setelah mengalami kebuntuan dengan Amerika Serikat dan sekutunya atas Ukraina yang meningkat menjadi konflik terburuk sejak Perang Dingin. Bank Sentral Eropa (ECB) mempertahankan tingkat suku bunga untuk tidah berubah di rekor terendah setelah krisis memperkuat headwinds dalam menghadapi pemulihan ekonomi dikawasan Eropa. Ekuitas AS awalnya mengalami kenaikan setelah terjadi penurunan dalam klaim pengangguran pada minggu lalu yang menghantarkan rata-rata dalam sebulan yang lalu ke level  terendah delapan tahun.(frk)

Sumber : Bloomberg

Wednesday, 6 August 2014

Harga Minyak Mentah WTI Tetap Melemah Meski EIA Beri Fundamental Positif

Harga minyak mentah WTI pada perdagangan Rabu 6 Agustus 2014 di Bursa Nymex terpantau ditutup melemah dini hari tadi. Pelemahan harga minyak mentah WTI dipicu oleh ekspektasi akan adanya tekanan dari penumpukan supply minyak mentah global.
Rilis data EIA terkait persediaan minyak mentah dan bensin Amerika Serikat yang dilaporkan mengalami penurunan, terpantau belum berhasil untuk mengangkat harga minyak mentah WTI. Data persediaan EIA yang melaporkan adanya penurunan 1,8 juta barrel pada minyak mentah AS dan penurunan sebesar 4,4 juta barrel pada bensin, masih tertutup akibat potensi lonjakan supply global.
Sebelumnya, harga minyak mentah WTI telah berada dalam tekanan kuat akibat demand yang terindikasi lemah. Namun, indikasi perbaikan demand dari data EIA Rabu lalu yang menunjukan pengurangan persediaan bensin masih belum mampu mengangkat harga minyak mentah WTI di Nymex.
Sementara pada pergerakan harga minyak mentah Brent, meski masih tertekan akibat tingginya output global, pergerakan harga terpantau rebound Rabu lalu. Rebound pada harga minyak mentah Brent di Nymex dipicu oleh faktor teknikal yang telah jenuh melemah hingga menembus BB support.
Pada perdagangan minyak mentah WTI di Nymex, Rabu 6 Agustus 2014, harga minyak mentah WTI ditutup melemah. Harga minyak mentah WTI berjangka Nymex untuk kontrak September 2014 turun 0,47% ke tingkat harga $96,92/barrel atau melemah $0,46/barrel.
Sementara pada pergerakan harga minyak mentah Brent, harga minyak mentah Brent rebound namun berada dalam skala pergerakan yang tidak terlalu signifikan. Harga minyak mentah Brent berjangka Nymex untuk kontrak Desember 2014 naik 0,11% ke tingkat harga $106,00/barrel atau menguat $0,12/barrel.
Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memprediksi harga minyak mentah WTI berpotensi untuk bergerak menguat pada perdagangan hari ini di Nymex. Hal tersebut dilandasi oleh adanya dorongan fundamental positif dari data EIA dan juga pergerakan indikator teknikal yang telah jenuh melemah. Terkait pergerakan harga minyak mentah, range normal diprediksi akan berada di kisaran, $94,75-$98,70 pada WTI dan $105,5-$107 pada Brent.

Sumber : Vibiznews

Harga Emas LLG Melambung Tinggi, Resesi Italia Support Geopolitik Global

Harga emas LLG pada penutupan perdagangan Rabu 6 Agustus 2014 terpantau ditutup menguat signifikan. Penguatan harga emas LLG dipicu oleh indikasi belum stabilnya perekonomian kawasan Eropa dan eskalasi konflik Ukraina dan Rusia.
Laporang NATO terkait peningkatan pasukan Rusia di wilayah perbatasan Ukraina-Rusia, terpantau berhasil memicu harga emas untuk kembali melambung di bursa. Anjloknya pergerakan saham global akibat info tersebut, memicu harga emas terdorong menguat signifikan akibat peralihan pola investasi ke aset safe haven.
Terkait konflik Ukraina-Rusia tersebut, NATO mengabarkan telah ada sekitar 20.000 tentata siap tempur Rusia di wilayah perbatasan. Dampak dari adanya laporan tersebut, investor was-was terhadap potensi terjadinya perang antar kedua negara sehingga aksi pengamanan investasi ke komoditas emas pun menguat pada Rabu lalu.
Selain faktor geopolitik global yang menguat, pergerakan menguat harga emas pada Rabu lalu juga didorong oleh kondisi resesi pada perekonomian Italia. Data GDP kuartal 2 Italia yang rilis Rabu lalu, melaporkan adanya penurunan pada total produksi dalam negeri Italia untuk kuartal 2 tahun ini meskipun sebelumnya pertumbuhan diprediksi akan positif.
 Berdasarkan rilis laporan GDP kuartal 2 Italia, pertumbuhan perekonomian Italia turun ke level -0,2% dari -0,1% pada kuartal sebelumnya secara MoM, namun membaik pada YoY meskipun masih negatif dengan pencapaian -0,3% setelah sebelumnya berada di -0,4%. Dampak dari laporan GDP kuartal 2 Italia tersebut bursa saham Eropa mengalami pelemahan akibat sentimen data tersebut sehingga minat terhadap emas pun menguat di Eropa.
Pada perdagangan Rabu 6 Agustus 2014, harga emas LLG terpantau ditutup menguat signifikan dini hari tadi. Harga emas LLG melambung 1,10% ke tingkat harga $1.305,85/t oz atau menguat $14,15/t oz.
Sementara dari perdagangan emas berjangka di Comex, harga emas juga ditutup menguat signifikan dini hari tadi. Harga emas berjangka Comex untuk kontrak Desember 2014 naik 1,78% ke tingkat harga $1.308,2/t oz atau menguat $22,9/t oz.
Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memprediksi harga emas masih akan cenderung bergerak menguat. Hal tersebut dilandasi oleh masih kuatnya sentimen positif dari peningkatan tensi geopolitik global. Namun, rilis pertemuan ECB dan juga BoE yang akan dilakukan hari ini, akan turut menjadi pantauan. Terkait pergerakan harga emas, range normal diprediksi akan berada di kisaran $1.282-$1.324 pada emas LLG dan $1.283-$1.326 pada emas berjangka Comex untuk kontrak Desember 2014.

Sumber : Vibiznews

Pertumbuhan Ekonomi Negara-negara Berkembang Melempem

Kegiatan pasar di negara-negara berkembang terpantau bergerak lebih lambat pada bulan Juli lalu, demikian berdasarkan hasil survei oleh HSBC. HSBC Emerging Markets Index PMI, jatuh ke 51,7 pada Juli lalu dari 52,3 pada bulan Juni.
Melambatnya tingkat output di pasar negara berkembang disebabkan oleh melambatnya pertumbuhan di sektor jasa sedangkam output di sektor manufaktur justru berhasil melaju dengan level tercepatnya sejak Maret 2013.
Tingkat output di sektor manufaktur dan pesanan baru meningkat di beberapa Negara seperti China, India, Indonesia, Taiwan, Rusia dan Republik Ceko. Namun hal sebaliknya justru trejaid di beberapa Negara ini seperti di Brasil, Turki dan Korea Selatan.
Di antara empat negara berkembang terbesar, pasar Brasil lah yang berhasil mencatat ekspektasi terhadap tingkat output tertinggi, yang kemudian disusul oleh India.
Harus disadari bahwa perkembangan pertumbuhan ekonomi di Negara berkembang belum mengalami kemajuan yang signifikan jika dibandingkan dengan Negara maju lainnya.
Meskipun saat ini perekonomian di negara berkembang sudah semakin menunjukkan adanya perbaikan jika dibandingkan dengan stagnansi yang terjadi di tahun-tahun sebelumnya, bahkan sempat menyentuh level tertingginya dalam 15 bulan terakhir di Juni lalu, sayangnya harus kembali merosot di bulan Juli.
Hal ini cukup menandikan bahwa ketidakstablian ekonomi emerging market masih melanda.

Sumber : Vibiznews

Pemerintah Thailand Akan Batasi Produksi Karet Dalam Negeri

Pemerintah militer Thailand pada Selasa lalu mengungkapkan rencana akan pengurangan produksi karet dalam negeri. Pengurangan produksi karet tersebut dilakukan untuk dapat mendongkrak harga karet yang cenderung tersungkur pada tahun ini.
Rendahnya harga karet di pasar global, terpantau mulai menyita perhatian pemerintah militer Thailand. Harga karet yang telah anjlok lebih dari 25% tahun ini akibat pelemahan demand Tiongkok serta posisi persediaan yang cenderung over supply juga turut berdampak pada perekonomian petani karet Thailand.
Dampak dari hal tersebut, pemerintah Thailand akan berupaya untuk memangkas produksi karet Thailand untuk membatasi supply global agar harga karet kembali menguat. Posisi Thailand sendiri dalam pasar karet global merupakan penghasil karet terbesar dunia sehingga memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap pergerakan harga global.
Sementara untuk pergerakan harga karet di bursa global pada perdagangan hari Rabu (6/8), harga karet terpantau ditutup melemah di Bursa Tocom dan SHFE. Harga karet berjangka Tocom untuk kontrak Januari 2015 turun tipis 0,10% ke tingkat harga 204,4 Yen/kg atau melemah 0,2 Yen/kg. Sementara di SHFE, karet berjangka SHFE untuk kontrak Januari 2015 juga turun 0,61% ke tingkat harga 15.435 Yuan/ton atau melemah 95 Yuan/ton.

Sumber : Vibiznews