Thursday, 3 April 2025

Bestprofit | Emas Turun Usai Capai Rekor Tertinggi

 https://best-profit-futures-malang.com/wp-content/uploads/2023/08/Bestprofit-Emas-13.jpg

Bestprofit (4/4) – Pada Kamis, 3 April 2025, harga emas mengalami penurunan tajam setelah mencapai rekor tertinggi sepanjang masa. Aksi jual besar-besaran di pasar, dipicu oleh kebijakan tarif impor yang diumumkan oleh Presiden AS, Donald Trump, menyebabkan penurunan harga emas yang cukup signifikan. Meskipun demikian, harga emas masih berusaha mempertahankan momentum jangka panjang, dan para analis menyarankan bahwa emas tetap menjadi tempat berlindung yang aman bagi investor di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Penurunan Harga Emas Setelah Mencapai Rekor Tertinggi

Harga emas spot tercatat turun sebesar 0,85%, mencapai $3.106,99 per ounce pada pukul 01:47 EDT (1747 GMT) setelah sebelumnya menyentuh harga tertinggi sepanjang masa, yaitu $3.167,57 per ounce. Sementara itu, harga emas berjangka AS turun 1,4%, berakhir di $3.121,70 per ounce. Penurunan ini terjadi setelah harga emas sempat meroket, mencatatkan kenaikan lebih dari $500 pada tahun ini, sebagian besar dipicu oleh ketegangan perdagangan internasional dan kebijakan tarif impor yang diberlakukan oleh Trump.


Kunjungi juga : bestprofit futures

Faktor Penyebab Penurunan Harga Emas

Para pedagang emas mengaitkan penurunan harga emas dengan beberapa faktor yang saling terkait. Salah satu faktor utama adalah aksi ambil untung yang dilakukan oleh investor setelah harga emas mencapai level tertinggi. Aksi ambil untung ini seringkali terjadi setelah pasar mengalami lonjakan harga yang signifikan, dan investor berusaha untuk merealisasikan keuntungan mereka sebelum terjadi koreksi harga.

Selain itu, margin call yang terjadi pada kelas aset lain juga turut berperan dalam mendorong penurunan harga emas. Dalam kondisi pasar yang bergejolak, investor sering kali harus menjual sebagian aset mereka, termasuk emas, untuk menutupi kerugian pada investasi lainnya. Hal ini memperburuk tekanan jual di pasar emas.

Menurut Peter Grant, wakil presiden dan ahli strategi logam senior di Zaner Metals, “Ketika pasar melakukan aksi jual karena tekanan deleveraging, pasar mencari peluang pembelian pada saat penurunan. Orang-orang menjual posisi yang menguntungkan untuk menutupi margin tersebut, tetapi saya pikir dalam jangka panjang mereka akan terus mencari tempat berlindung yang aman, dan emas tentu saja termasuk di dalamnya.”

Dampak Tarif Impor Trump terhadap Pasar Emas

Kebijakan tarif impor yang diumumkan oleh Presiden Donald Trump menyebabkan penurunan tajam di pasar keuangan secara keseluruhan. Para pelaku pasar khawatir bahwa kebijakan tarif ini akan menghambat pertumbuhan ekonomi global, yang pada gilirannya dapat mengurangi permintaan terhadap barang-barang komoditas, termasuk emas. Ketidakpastian ini mendorong banyak investor untuk mencari aset yang lebih aman, seperti emas, yang diharapkan dapat melindungi nilai kekayaan mereka di tengah ketegangan pasar.

Namun, meskipun ada penurunan harga pada hari Kamis, banyak analis percaya bahwa tren jangka panjang emas tetap positif. Harga emas telah melonjak lebih dari $500 sejak awal tahun, menunjukkan bahwa investor masih melihat emas sebagai tempat berlindung yang aman dari volatilitas pasar yang disebabkan oleh kebijakan perdagangan AS dan ketegangan geopolitik lainnya.

Prospek Emas ke Depan

David Meger, direktur perdagangan logam di High Ridge Futures, menyebut pergerakan harga emas saat ini sebagai “penarikan kembali atau retracement dalam tren menyamping menuju yang lebih tinggi.” Hal ini menunjukkan bahwa meskipun harga emas mengalami penurunan dalam jangka pendek, prospek jangka panjang tetap cerah. Pembelian besar-besaran oleh bank-bank sentral, yang berupaya mendiversifikasi cadangan mereka dari dolar, diperkirakan akan mendukung reli emas tahun ini. Selain itu, kebijakan Trump yang menciptakan ketidakpastian ekonomi global dapat memperkuat permintaan terhadap emas sebagai aset yang aman.

Namun, meskipun prospek emas masih positif pada semester pertama tahun 2025, ada beberapa faktor yang dapat menekan harga emas pada akhir tahun. HSBC, dalam sebuah catatan, memperkirakan bahwa harga emas akan mengalami penurunan pada paruh kedua tahun ini, dengan perkiraan harga rata-rata emas diperkirakan mencapai $3.015 per ounce. Faktor-faktor pasar fisik dan keuangan yang beragam diperkirakan akan menekan harga emas, meskipun permintaan dari bank sentral tetap menjadi faktor pendorong utama.

Penurunan Harga Perak dan Logam Lainnya

Selain emas, harga perak juga mengalami penurunan yang signifikan pada hari Kamis. Harga perak tercatat turun 5,9%, mencapai $32,01 per ounce, level terendah sejak 4 Maret. Meskipun perak biasanya mengikuti pergerakan harga emas, harga perak lebih rentan terhadap fluktuasi pasar yang lebih luas, mengingat peranannya yang signifikan dalam aplikasi industri. Kekhawatiran terhadap permintaan industri yang tertekan oleh aksi jual global menjadi faktor utama di balik penurunan harga perak.

Phillip Streible, kepala strategi pasar di Blue Line Futures, menyatakan bahwa penurunan harga perak disebabkan oleh kekhawatiran terkait permintaan, terutama setelah aksi jual global yang terjadi di pasar keuangan. Penurunan ini mencerminkan ketidakpastian di pasar industri, yang mempengaruhi prospek harga perak ke depan.

Tidak hanya perak, harga logam lainnya juga tertekan. Platinum turun 3,2% menjadi $951,87 per ounce, sementara harga paladium jatuh lebih dalam, turun 4,2% menjadi $929,43 per ounce. Penurunan harga platinum dan paladium ini mencerminkan tekanan yang dihadapi oleh pasar logam mulia secara keseluruhan, yang dipicu oleh ketidakpastian ekonomi global dan dampak dari kebijakan perdagangan internasional.

Kesimpulan

Harga emas memangkas kerugian pada hari Kamis setelah penurunan tajam dari rekor tertingginya, namun prospek jangka panjang emas tetap terlihat positif. Meskipun adanya aksi ambil untung dan margin call yang terjadi di pasar, emas tetap menjadi tempat berlindung yang aman bagi investor yang mencari perlindungan dari ketidakpastian ekonomi global. Kebijakan tarif impor Trump dan dampaknya terhadap perekonomian global turut mempengaruhi pasar emas, namun tren kenaikan harga emas diperkirakan akan terus berlanjut, didukung oleh pembelian bank sentral dan permintaan dari investor. Di sisi lain, harga perak dan logam lainnya mengalami tekanan, dengan perak khususnya menghadapi tantangan dari fluktuasi pasar yang lebih luas dan kekhawatiran terhadap permintaan industri.


Jangan lupa jelajahi website kami di demo bestprofit dan temukan beragam informasi menarik yang siap menginspirasi dan memberikan pengetahuan baru! Ayo, kunjungi sekarang untuk pengalaman online yang menyenangkan!


bestprofit futures
 

Tuesday, 1 April 2025

Bestprofit | Emas Turun Usai Capai Rekor Tertinggi

 https://best-profit-futures-malang.com/wp-content/uploads/2024/07/c1_20240630_04500512-768x383-1.jpeg

Bestprofit (2/4) – Harga emas mengalami penurunan pada hari Selasa, 1 April 2025, akibat aksi profit taking yang dilakukan oleh para investor. Namun, meskipun terjadi penurunan, harga emas tetap mendekati rekor tertinggi sepanjang masa. Penurunan harga ini terjadi di tengah kekhawatiran investor terhadap pengumuman besar yang diharapkan datang dari Presiden Donald Trump terkait tarif perdagangan, yang diperkirakan akan mempengaruhi hubungan perdagangan antara Amerika Serikat dan negara-negara lain.

Artikel ini akan membahas lebih dalam mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi pergerakan harga emas pada tanggal 1 April 2025, dampak dari pengumuman tarif besar-besaran yang diantisipasi, serta situasi pasar yang mendukung emas sebagai aset safe haven.

1. Penurunan Harga Emas Akibat Profit Taking

Pada 1 April 2025, harga emas spot turun sebesar 0,3%, menjadi $3.113,43 per ons pada pukul 1:46 siang waktu timur AS (1746 GMT). Meskipun mengalami penurunan ini, harga emas sempat menyentuh rekor tertingginya sepanjang masa pada angka $3.148,88 sebelumnya pada hari yang sama. Sementara itu, harga emas berjangka AS juga ditutup lebih rendah, dengan penurunan 0,1%, mencatatkan harga di $3.146.

Penurunan harga ini dipengaruhi oleh aksi profit taking yang dilakukan oleh investor setelah harga emas mencapai level tertinggi. Peter Grant, wakil presiden dan ahli strategi logam senior di Zaner Metals, menjelaskan bahwa penurunan harga emas ini dapat dimengerti mengingat pasar yang telah mengalami pembelian berlebihan (overbought). Sebagai hasilnya, beberapa investor memutuskan untuk melepaskan sebagian posisi mereka untuk merealisasikan keuntungan sebelum harga kembali turun. Namun, menurut Grant, dia tidak melihat adanya perubahan signifikan pada faktor-faktor fundamental yang mendasari pasar emas, yang menunjukkan bahwa meskipun ada penurunan sementara, prospek jangka panjang untuk emas tetap positif.


Kunjungi juga : bestprofit futures

2. Pengumuman Tarif Trump dan Dampaknya terhadap Pasar Emas

Salah satu faktor yang mendukung harga emas tetap mendekati rekor tertingginya adalah ketidakpastian yang dipicu oleh pengumuman tarif besar-besaran yang direncanakan oleh Presiden Donald Trump. Menurut laporan dari The Washington Post, para pembantu Gedung Putih telah menyusun rencana tarif sekitar 20% untuk sebagian besar impor AS, yang dijadwalkan akan diumumkan pada hari Rabu, 2 April 2025.

Tarif yang tinggi ini diperkirakan akan memberatkan negara-negara yang memiliki ketidakseimbangan perdagangan dengan Amerika Serikat, dan dapat menyebabkan ketegangan lebih lanjut dalam hubungan perdagangan internasional. Ketidakpastian terkait tarif ini mendorong para investor untuk mencari aset yang lebih aman, dan emas telah lama dianggap sebagai salah satu pilihan utama dalam situasi seperti ini.

Investor yang mengkhawatirkan potensi dampak negatif dari kebijakan perdagangan Presiden Trump terhadap pasar saham dan ekonomi global, beralih ke emas sebagai lindung nilai terhadap ketidakpastian. Hal ini tercermin dalam permintaan yang tetap tinggi terhadap emas meskipun ada aksi profit taking di pasar.

3. Emas sebagai Aset Safe Haven

Emas dikenal sebagai aset safe haven yang sering dicari oleh investor dalam situasi ketidakpastian ekonomi atau politik. Saat pasar saham atau mata uang fiat lainnya menunjukkan volatilitas atau risiko yang lebih tinggi, investor sering kali beralih ke emas sebagai perlindungan terhadap potensi kerugian. Fenomena ini kembali terjadi menjelang pengumuman tarif besar-besaran oleh Trump.

Berdasarkan analisis pasar, meskipun terjadi penurunan harga emas pada 1 April 2025, permintaan terhadap emas tidak menunjukkan tanda-tanda penurunan signifikan. Sebaliknya, pasar emas tetap menunjukkan ketahanan karena investor tetap cemas akan dampak yang ditimbulkan oleh kebijakan tarif Trump.

Para analis percaya bahwa jika tarif yang direncanakan oleh Trump diberlakukan, kemungkinan besar akan terjadi ketegangan yang lebih besar dalam perdagangan internasional, yang dapat memperburuk ketidakpastian ekonomi global. Dalam kondisi seperti itu, emas akan terus dipandang sebagai aset yang dapat memberikan perlindungan terhadap inflasi dan ketegangan geopolitik.

4. Pergerakan Logam Lainnya: Perak, Platinum, dan Paladium

Selain emas, logam mulia lainnya juga menunjukkan pergerakan harga yang signifikan pada hari yang sama. Harga perak turun 1,4% menjadi $33,6 per ons, sementara harga platinum mengalami penurunan sebesar 0,8%, menjadi $984,64 per ons. Paladium juga mengalami penurunan meskipun lebih kecil, turun 0,2% menjadi $981,0 per ons.

Penurunan harga logam-logam ini dapat dikaitkan dengan faktor profit taking yang juga mempengaruhi pasar emas. Meskipun perak, platinum, dan paladium sering dipandang sebagai logam mulia yang lebih volatil dibandingkan emas, mereka juga sering dipengaruhi oleh perubahan dalam sentimen pasar terhadap ketidakpastian ekonomi dan politik global.

Secara keseluruhan, meskipun harga-harga logam mulia lainnya turun pada 1 April 2025, emas tetap menjadi pilihan utama bagi banyak investor yang mencari stabilitas di tengah ketidakpastian yang ditimbulkan oleh rencana tarif Trump.

5. Prospek Masa Depan Emas dan Logam Mulia

Melihat ke depan, prospek harga emas tetap cerah meskipun terdapat fluktuasi harga jangka pendek. Ketegangan perdagangan global, inflasi yang lebih tinggi, serta potensi ketidakstabilan ekonomi global menjadikan emas sebagai aset yang semakin menarik bagi para investor. Selain itu, kebijakan moneter yang lebih longgar di banyak negara, termasuk suku bunga rendah dan stimulus fiskal, juga berpotensi mendorong harga emas lebih tinggi di masa depan.

Dalam konteks pasar logam mulia secara keseluruhan, emas kemungkinan besar akan tetap menjadi pemimpin, sementara logam lainnya seperti perak dan platinum dapat mengalami pergerakan yang lebih tajam tergantung pada permintaan industri dan kondisi pasar global. Para analis memperkirakan bahwa harga emas dapat terus menguat jika ketegangan perdagangan internasional dan ketidakpastian ekonomi terus berkembang.

6. Kesimpulan

Pada tanggal 1 April 2025, harga emas mengalami penurunan kecil akibat aksi profit taking setelah mencapai rekor tertingginya. Meskipun demikian, harga emas tetap mendekati level tertinggi sepanjang masa, didorong oleh ketidakpastian yang ditimbulkan oleh rencana tarif besar-besaran Presiden Donald Trump terhadap negara-negara yang memiliki ketidakseimbangan perdagangan dengan Amerika Serikat. Para investor beralih ke emas sebagai aset safe haven untuk melindungi kekayaan mereka di tengah ketegangan perdagangan global dan kemungkinan dampak ekonomi yang lebih luas.

Dengan rencana tarif yang akan diumumkan dalam waktu dekat, harga emas diperkirakan akan terus dipengaruhi oleh perkembangan ini, dengan banyak investor yang tetap berhati-hati dan mencari perlindungan di pasar emas. Meskipun terjadi fluktuasi harga jangka pendek, prospek jangka panjang untuk emas tetap positif, dan pasar logam mulia secara keseluruhan tetap menarik bagi mereka yang mencari perlindungan terhadap ketidakpastian ekonomi.


Jangan lupa jelajahi website kami di demo bestprofit dan temukan beragam informasi menarik yang siap menginspirasi dan memberikan pengetahuan baru! Ayo, kunjungi sekarang untuk pengalaman online yang menyenangkan!


bestprofit futures
 

Bestprofit | Tarif Balasan Dorong Harga Emas Rekor Baru

 https://best-profit-futures-malang.com/wp-content/uploads/2023/08/Bestprofit-Emas-3.jpeg

Bestprofit (1/4) – Pada hari Selasa (1/4), harga emas mencatatkan rekor tertinggi sepanjang masa, dengan harga spot mencapai $3.131 per ons, setelah sempat mencapai angka $3.148,88 di awal sesi. Selain itu, harga emas berjangka juga mencatatkan lonjakan signifikan dengan mencapai $3.158,50 per ons. Lonjakan harga emas ini dipicu oleh meningkatnya permintaan untuk aset safe haven, seiring dengan kekhawatiran pelaku pasar mengenai potensi dampak negatif dari kebijakan tarif balasan yang akan diumumkan oleh pemerintah Amerika Serikat (AS). Artikel ini akan membahas faktor-faktor yang mendasari lonjakan harga emas tersebut, dampaknya terhadap pasar global, serta prospek harga emas ke depan.

Katalisator Kenaikan Harga Emas: Kekhawatiran Tarif Balasan AS

Kenaikan harga emas yang signifikan pada 1 April 2025 ini tidak terlepas dari ketidakpastian yang disebabkan oleh rencana tarif balasan AS. Presiden Donald Trump telah mengumumkan bahwa pada tanggal 2 April, AS akan merilis rencana tarif komprehensif yang akan dikenakan pada sejumlah negara. Tarif balasan ini diperkirakan akan menargetkan hampir semua negara, dengan tujuan untuk mengatasi kebijakan perdagangan yang dianggap merugikan ekonomi AS.

Pengumuman tarif balasan ini telah menambah kekhawatiran bahwa ketegangan perdagangan internasional dapat menyebabkan inflasi yang lebih tinggi dan menghambat pertumbuhan ekonomi global. Ketidakpastian tersebut, menurut sejumlah analis pasar, telah membuat investor beralih ke emas sebagai aset yang lebih aman untuk melindungi nilai kekayaan mereka dari volatilitas yang ditimbulkan oleh fluktuasi pasar global.

Emas Sebagai Aset Safe Haven

Emas dikenal sebagai aset safe haven yang memiliki nilai yang relatif stabil, terutama di tengah ketidakpastian ekonomi dan geopolitik. Ketika pasar saham atau aset berisiko lainnya mengalami tekanan, investor sering kali beralih ke emas untuk melindungi nilai investasi mereka. Hal ini terjadi karena emas cenderung tidak terpengaruh oleh faktor-faktor yang mempengaruhi pasar keuangan lainnya, seperti suku bunga atau kebijakan moneter.

Seiring dengan meningkatnya ketegangan perdagangan dan potensi dampak negatif dari tarif balasan AS, investor mencari perlindungan di pasar emas. Selain itu, lonjakan harga emas ini juga didorong oleh antisipasi bahwa tarif tersebut akan menyebabkan inflasi yang lebih tinggi, yang dapat merugikan daya beli mata uang dan menyebabkan ketidakstabilan ekonomi lebih lanjut.


Kunjungi juga : bestprofit futures

Rekor Tertinggi Sejak 1986: Kinerja Kuartalan Emas

Pada sesi sebelumnya, harga emas mencatatkan kinerja kuartalan terbaiknya sejak 1986, yang menjadi bukti meningkatnya daya tarik investor terhadap logam mulia ini. Dengan lonjakan harga yang signifikan, emas berhasil membukukan kenaikan yang stabil sepanjang kuartal pertama tahun 2025. Kenaikan ini menunjukkan bahwa meskipun ada sedikit ketidakpastian tentang masa depan ekonomi global, emas tetap menjadi pilihan utama bagi banyak investor yang mencari perlindungan terhadap fluktuasi pasar yang tajam.

Salah satu alasan di balik kinerja emas yang kuat adalah pengaruh dari kebijakan moneter yang longgar di banyak negara. Bank sentral di seluruh dunia, termasuk Federal Reserve AS dan Bank Sentral Eropa, telah mempertahankan suku bunga rendah dalam upaya untuk merangsang pertumbuhan ekonomi. Kebijakan ini berimbas pada menurunnya nilai mata uang utama, yang pada gilirannya meningkatkan daya tarik emas sebagai aset lindung nilai.

Pengaruh Tarif Balasan AS Terhadap Inflasi dan Pertumbuhan Ekonomi

Salah satu kekhawatiran utama yang mendorong investor ke pasar emas adalah potensi inflasi yang akan muncul akibat tarif balasan AS. Inflasi yang lebih tinggi dapat menurunkan daya beli konsumen dan meningkatkan biaya produksi bagi perusahaan-perusahaan global. Jika tarif tersebut dikenakan pada barang-barang impor dari sejumlah negara, maka harga barang-barang tersebut dapat meningkat, yang pada gilirannya dapat memperburuk tekanan inflasi.

Di sisi lain, tarif balasan juga dapat menghambat pertumbuhan ekonomi global. Ketegangan perdagangan yang meningkat dapat menyebabkan penurunan dalam volume perdagangan internasional, yang akan memengaruhi pendapatan negara dan perusahaan. Dalam situasi seperti ini, investor cenderung mencari aset yang lebih aman, dan emas sering kali menjadi pilihan utama karena sifatnya yang tidak terpengaruh oleh peristiwa ekonomi dunia.

Prospek Harga Emas ke Depan

Menurut beberapa analis, harga emas mungkin akan terus menunjukkan potensi kenaikan, terutama jika ketidakpastian ekonomi global dan dampak dari tarif balasan AS semakin jelas. Beberapa pakar pasar memperkirakan bahwa harga emas bisa menguji level $3.200 per ons dalam waktu dekat, mengingat permintaan yang terus meningkat dan daya tariknya sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan volatilitas pasar.

Di sisi lain, ada juga yang berpendapat bahwa harga emas bisa mengalami koreksi jika ketegangan perdagangan mereda atau jika kebijakan moneter global mulai mengalami perubahan. Meskipun demikian, faktor ketidakpastian yang ada saat ini membuat prospek harga emas tetap bullish dalam jangka pendek.

Mengapa Emas Terus Menjadi Pilihan Utama bagi Investor

Emas memiliki sejumlah keunggulan yang menjadikannya pilihan utama dalam portofolio investasi, terutama dalam situasi ketidakpastian ekonomi. Selain fungsinya sebagai lindung nilai terhadap inflasi, emas juga memiliki likuiditas yang sangat tinggi, artinya investor dapat dengan mudah membeli atau menjualnya di pasar global. Selain itu, emas juga dikenal dengan daya tahannya terhadap fluktuasi mata uang dan pasar saham, menjadikannya sebagai aset yang relatif aman dalam periode ketegangan ekonomi.

Sifat stabilitas emas ini sangat dibutuhkan oleh investor, terutama ketika pasar saham mengalami gejolak atau ketika ada ketegangan politik yang dapat mempengaruhi perekonomian. Keputusan pemerintah AS untuk mengumumkan tarif balasan pada 2 April hanya menambah ketidakpastian global, yang mendorong lebih banyak investor untuk melirik emas sebagai pilihan investasi yang aman.

Kesimpulan

Harga emas yang mencapai rekor tertinggi pada 1 April 2025 mencerminkan peningkatan permintaan terhadap aset safe haven di tengah ketidakpastian yang dipicu oleh kebijakan tarif balasan AS. Dalam situasi ketegangan perdagangan global, emas terus menjadi pilihan utama bagi investor yang ingin melindungi nilai kekayaan mereka. Meskipun ada risiko terkait dengan potensi inflasi dan hambatan pertumbuhan ekonomi, prospek emas tetap cerah dalam jangka pendek, dengan banyak yang memperkirakan harga emas akan menguji level $3.200 per ons dalam waktu dekat. Sebagai aset yang memiliki daya tahan terhadap fluktuasi pasar dan inflasi, emas tetap menjadi primadona bagi banyak investor di tengah ketidakpastian global.


Jangan lupa jelajahi website kami di demo bestprofit dan temukan beragam informasi menarik yang siap menginspirasi dan memberikan pengetahuan baru! Ayo, kunjungi sekarang untuk pengalaman online yang menyenangkan!


bestprofit futures