Bestprofit
(1/8) – Pada hari Rabu, 31 Juli, pasar emas berjangka mencatat
pencapaian yang signifikan dengan harga mencapai rekor tertinggi baru.
Kenaikan harga emas ini terutama didorong oleh ekspektasi pemangkasan
suku bunga oleh Federal Reserve (Fed) Amerika Serikat dalam beberapa
bulan mendatang, serta meningkatnya ketegangan di Timur Tengah yang
turut meningkatkan daya tarik investasi pada logam mulia ini.
Pencapaian Rekor Tertinggi
Harga emas berjangka untuk pengiriman Desember mengalami lonjakan
signifikan, naik sebesar $21,10 atau 0,9% untuk ditutup pada level
$2.473 per ons di bursa Comex. Kenaikan ini juga merupakan bagian dari
tren kenaikan bulanan, dengan harga emas mengalami kenaikan sebesar 5,7%
sepanjang bulan Juli. Ini adalah kenaikan bulanan keempat dalam lima
bulan terakhir, menurut data dari Dow Jones Market Data.
Momen pencapaian harga tertinggi ini melampaui rekor tertinggi
sebelumnya sebesar $2.467,80 yang dicapai pada 16 Juli. Meskipun harga
intraday tertinggi pada hari Rabu mencapai $2.474,30, angka ini masih
berada di bawah harga tertinggi intraday sepanjang masa sebesar
$2.488,40 yang dicapai pada 17 Juli.
Salah satu faktor utama yang mendorong lonjakan harga emas adalah
ekspektasi pasar terhadap pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve.
Penurunan suku bunga biasanya meningkatkan daya tarik emas sebagai aset
safe haven, karena emas tidak menghasilkan bunga seperti halnya
instrumen keuangan lainnya. Dengan suku bunga yang lebih rendah, potensi
keuntungan dari investasi di emas menjadi lebih menarik dibandingkan
dengan instrumen investasi berbunga.
Han Tan, kepala analis pasar di Exinity, menyatakan bahwa “Meningkatnya
ketegangan di Timur Tengah dan harapan pemangkasan suku bunga Fed telah
mengembalikan emas kembali di atas level psikologis penting $2.400.” Tan
menambahkan bahwa sinyal dari kebijakan bank sentral AS dapat menjadi
pemicu bagi emas untuk mengejar rekor tertinggi baru atau sebaliknya,
mengarahkannya kembali ke wilayah di bawah $2.400. bestprofit
Ketegangan di Timur Tengah
Ketegangan yang meningkat di Timur Tengah juga berkontribusi pada
lonjakan harga emas. Ketidakstabilan politik dan konflik di kawasan ini
sering kali mengarah pada peningkatan permintaan untuk aset safe haven
seperti emas. Ketika situasi di Timur Tengah memburuk, investor
cenderung beralih ke emas sebagai cara untuk melindungi nilai investasi
mereka dari risiko geopolitik dan ketidakpastian.
Krisis dan ketegangan di kawasan Timur Tengah telah menambah volatilitas
pasar dan menciptakan ketidakpastian global, yang pada gilirannya
mendukung kenaikan harga emas. Emas, sebagai logam mulia yang telah lama
dikenal sebagai tempat perlindungan nilai, mendapatkan manfaat langsung
dari situasi ini.
Tren Kenaikan Harga Emas
Tren kenaikan harga emas yang konsisten dalam beberapa bulan terakhir
menunjukkan adanya permintaan yang kuat dari investor. Kenaikan harga
yang stabil ini menunjukkan bahwa investor melihat emas sebagai tempat
yang aman untuk berinvestasi di tengah ketidakpastian ekonomi dan
geopolitik.
Selama lima bulan terakhir, harga emas telah mengalami empat kali
kenaikan bulanan, mencerminkan minat yang terus meningkat dari pasar
terhadap logam mulia ini. Kenaikan bulan Juli sebesar 5,7% adalah bagian
dari pola yang menunjukkan bahwa investor tetap optimis mengenai
prospek emas di masa depan.
Pengaruh Kebijakan Bank Sentral
Kebijakan yang diumumkan oleh Federal Reserve dan bank sentral lainnya
memiliki dampak signifikan terhadap harga emas. Ketika bank sentral
seperti Fed mengumumkan pemangkasan suku bunga, hal ini biasanya
direspons dengan kenaikan harga emas. Pemangkasan suku bunga sering kali
dilihat sebagai langkah untuk merangsang ekonomi, dan hal ini dapat
mengurangi daya tarik mata uang fiat, seperti dolar AS, serta mendorong
investor untuk mencari perlindungan dalam bentuk emas.
Sebaliknya, jika bank sentral mengindikasikan potensi kenaikan suku
bunga atau kebijakan moneter yang lebih ketat, hal ini dapat menekan
harga emas. Oleh karena itu, pengumuman kebijakan dari bank sentral,
terutama yang terkait dengan suku bunga, menjadi faktor kunci dalam
menentukan arah harga emas.
Prospek Masa Depan Harga Emas
Ke depan, prospek harga emas akan sangat dipengaruhi oleh beberapa
faktor utama, termasuk kebijakan moneter dari bank sentral, situasi
geopolitik, dan kondisi ekonomi global. Dengan adanya ekspektasi
pemangkasan suku bunga yang mungkin terjadi, serta ketegangan yang terus
meningkat di Timur Tengah, investor akan terus memantau berita dan
peristiwa yang dapat mempengaruhi harga emas.
Han Tan, dalam wawancaranya dengan MarketWatch, mencatat bahwa sinyal
kebijakan yang masuk dari bank sentral dapat memicu upaya emas untuk
mencapai rekor tertinggi baru atau sebaliknya, memaksanya kembali ke
wilayah di bawah $2.400. Ini menunjukkan bahwa pasar emas akan tetap
dinamis dan rentan terhadap perubahan kebijakan serta kondisi global.
Kesimpulan
Harga emas berjangka yang mencapai rekor tertinggi baru pada 31 Juli
mencerminkan pengaruh besar dari ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh
Federal Reserve dan ketegangan yang meningkat di Timur Tengah. Lonjakan
harga emas ini menunjukkan minat investor yang tinggi terhadap logam
mulia sebagai aset safe haven. Dengan tren kenaikan yang konsisten dan
ketidakpastian global yang berlanjut, prospek harga emas akan terus
dipengaruhi oleh faktor-faktor ini, menjadikannya salah satu instrumen
investasi yang perlu diperhatikan dengan seksama.
Jangan lupa jelajahi website kami di demo bestprofit
dan temukan beragam informasi menarik yang siap menginspirasi dan
memberikan pengetahuan baru! Ayo, kunjungi sekarang untuk pengalaman
online yang menyenangkan!
demo bpf, demo bestprofit futures, bestprofit, best profit, pt best profit, best, pt best, bpfpt bpf, bestprofit futures, pt bestprofit futures, Bestprofit futures, pt best profit futures malang
Bestprofit
(30/7) – Pada hari Senin, 29 Juli 2024, harga emas mengalami penurunan
sebagai respons terhadap kenaikan dolar AS dan ketidakpastian seputar
kebijakan moneter yang akan dibahas dalam pertemuan Federal Reserve
(Fed) AS mendatang. Berikut adalah analisis mendalam mengenai
faktor-faktor yang mempengaruhi pergerakan harga emas dan dampaknya
terhadap pasar global.
Penurunan Harga Emas pada 29 Juli 2024
Pada tanggal 29 Juli 2024, harga emas spot tercatat turun sebesar 0,1%
menjadi $2.382,40 per ons. Di sisi lain, harga emas berjangka AS untuk
pengiriman Agustus turun kurang dari 0,1%, mencapai $2.379,90. Penurunan
ini terjadi di tengah peningkatan nilai dolar AS, yang membuat emas
menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang asing. Kenaikan dolar, yang
mencapai sekitar 0,3% ke puncak lebih dari dua pekan, memberikan tekanan
tambahan pada harga emas.
Kenaikan nilai dolar AS sering kali berhubungan langsung dengan
penurunan harga emas. Dolar yang lebih kuat membuat emas, yang biasanya
diperdagangkan dalam dolar AS, menjadi lebih mahal bagi investor yang
menggunakan mata uang lain. Hal ini dapat mengurangi daya tarik emas
sebagai aset investasi dan menyebabkan penurunan harga. Kenaikan dolar
ini juga mencerminkan sentimen investor yang cenderung mencari keamanan
dan stabilitas dalam mata uang yang dianggap lebih aman, seperti dolar
AS, terutama menjelang pertemuan kebijakan moneter penting.
Ketidakpastian Kebijakan Federal Reserve
Salah satu faktor utama yang mempengaruhi pasar emas saat ini adalah
ketidakpastian seputar kebijakan moneter Federal Reserve. Pasar saat ini
memantau dengan cermat pertemuan kebijakan Fed yang dijadwalkan pada
hari Rabu mendatang. Investor berharap bahwa Fed akan memberikan
indikasi mengenai kemungkinan penurunan suku bunga di masa depan.
Penurunan suku bunga biasanya dapat mendukung harga emas, karena
mengurangi peluang bagi investor untuk memperoleh imbal hasil dari aset
lain dan meningkatkan daya tarik emas sebagai aset lindung nilai. bestprofit
Penurunan Konsumsi Emas di Tiongkok
Sementara itu, konsumsi emas di Tiongkok—sebagai pengguna emas terbesar
di dunia—menunjukkan penurunan yang signifikan pada paruh pertama tahun
2024. Data menunjukkan bahwa konsumsi emas di negara ini turun sebesar
5,6% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Penurunan ini
sebagian besar disebabkan oleh penurunan permintaan perhiasan emas.
Namun, terdapat lonjakan signifikan dalam pembelian emas batangan dan
koin, menunjukkan adanya pergeseran preferensi konsumen di Tiongkok.
Risiko Geopolitik dan Permintaan Emas sebagai Lindung Nilai
Di luar faktor ekonomi, risiko geopolitik juga berperan dalam mendukung
permintaan emas. Salah satu sumber ketidakpastian geopolitik terbaru
adalah ketegangan di Timur Tengah. Serangan roket di Dataran Tinggi
Golan yang diduduki Israel meningkatkan kekhawatiran akan kemungkinan
meluasnya konflik di kawasan tersebut. Dalam situasi seperti ini,
investor cenderung mencari aset yang dianggap aman, seperti emas, untuk
melindungi nilai investasi mereka dari potensi volatilitas pasar.
Prospek Pasar Emas ke Depan
Melihat ke depan, pergerakan harga emas akan sangat dipengaruhi oleh
beberapa faktor utama. Pertama, hasil pertemuan kebijakan Federal
Reserve akan menjadi kunci utama. Jika Fed memberikan sinyal bahwa
mereka akan mempertimbangkan penurunan suku bunga dalam waktu dekat, ini
bisa memberikan dorongan positif bagi harga emas. Di sisi lain, jika
Fed memutuskan untuk mempertahankan suku bunga atau menunjukkan sikap
hawkish, harga emas mungkin akan mengalami tekanan lebih lanjut.
Kesimpulan
Harga emas pada hari Senin, 29 Juli 2024, mengalami penurunan yang
dipengaruhi oleh kenaikan nilai dolar AS dan ketidakpastian seputar
kebijakan moneter Federal Reserve. Sementara konsumsi emas di Tiongkok
menunjukkan penurunan, terdapat peningkatan dalam pembelian emas
batangan dan koin. Risiko geopolitik, terutama ketegangan di Timur
Tengah, terus mendukung permintaan emas sebagai aset lindung nilai.
Keputusan yang diambil oleh Federal Reserve pada pertemuan mendatang
akan memiliki dampak signifikan terhadap arah pergerakan harga emas ke
depannya.
Jangan lupa jelajahi website kami di demo bestprofit
dan temukan beragam informasi menarik yang siap menginspirasi dan
memberikan pengetahuan baru! Ayo, kunjungi sekarang untuk pengalaman
online yang menyenangkan!
demo bpf, demo bestprofit futures, bestprofit, best profit, pt best profit, best, pt best, bpfpt bpf, bestprofit futures, pt bestprofit futures, Bestprofit futures, pt best profit futures malang
Bestprofit
(26/7) – Harga emas mengalami penurunan signifikan pada hari Kamis
(25/7), mencapai titik terendah dalam lebih dari dua minggu. Penurunan
ini disebabkan oleh aksi ambil untung setelah lonjakan harga emas
baru-baru ini, sementara para pedagang menunggu data ekonomi AS yang
dapat memberikan petunjuk lebih lanjut tentang kebijakan suku bunga
Federal Reserve. Artikel ini akan membahas faktor-faktor yang
mempengaruhi pergerakan harga emas, serta dampak yang dirasakan oleh
pasar logam mulia lainnya.
Penurunan Harga Emas
Pada pukul 17.44 GMT, harga emas spot turun sebesar 1,8% menjadi
$2.355,22 per ons. Harga tersebut mencapai titik terendah sejak 9 Juli.
Selain itu, harga emas berjangka AS juga turun sekitar 2,6%, ditutup
pada $2.353,50 per ons. Penurunan ini mengikuti lonjakan harga emas yang
mencapai puncaknya di $2.483,60 minggu lalu.
Lonjakan harga emas tersebut didorong oleh optimisme pasar terkait
pemangkasan suku bunga yang mungkin dilakukan oleh Federal Reserve pada
bulan September. Para pelaku pasar dan analis melihat adanya kemungkinan
kuat bahwa Fed akan menurunkan suku bunga, yang biasanya meningkatkan
daya tarik emas sebagai aset yang tidak memberikan imbal hasil.
Spekulasi tentang Pemangkasan Suku Bunga Federal Reserve
Spekulasi mengenai pemangkasan suku bunga semakin meningkat setelah
mantan Presiden Fed New York, Bill Dudley, menulis sebuah kolom di
Bloomberg pada hari Rabu. Dudley menyarankan bahwa Fed harus memangkas
suku bunga pada pertemuan mendatang berdasarkan data ketenagakerjaan
terbaru.
Menurut CME FedWatch Tool, pasar kini melihat peluang 100% untuk
pemangkasan suku bunga pada bulan September. Dalam lingkungan suku bunga
yang lebih rendah, emas cenderung lebih menarik karena tidak memberikan
imbal hasil seperti aset lainnya, namun biasanya dapat meningkat
nilainya saat suku bunga menurun. bestprofit
Data Ekonomi yang Diharapkan
Para pedagang saat ini sedang menunggu data pengeluaran konsumsi pribadi
(PCE) AS yang dijadwalkan dirilis pada hari Jumat. Data PCE adalah
salah satu pengukur inflasi yang dianggap penting oleh Federal Reserve
dalam menentukan kebijakan suku bunga. Hasil dari data ini diharapkan
dapat memberikan petunjuk lebih lanjut mengenai arah kebijakan moneter
Fed, yang akan mempengaruhi pergerakan harga emas di masa mendatang.
Penurunan Permintaan Emas di Tiongkok
Selain faktor makroekonomi, faktor-faktor lokal juga mempengaruhi
pergerakan harga emas. Data terbaru dari Departemen Sensus dan Statistik
Hong Kong menunjukkan bahwa impor emas bersih Tiongkok melalui Hong
Kong turun sebesar 18% pada bulan Juni dibandingkan dengan bulan
sebelumnya. Penurunan ini sebagian besar disebabkan oleh lonjakan harga
emas yang membebani permintaan perhiasan.
Tiongkok adalah salah satu konsumen utama emas di dunia, dan penurunan
permintaan dari negara ini dapat mempengaruhi pasar global emas.
Meskipun harga emas yang tinggi biasanya menarik bagi investor, hal ini
dapat membuat permintaan untuk perhiasan emas menurun karena harga yang
terlalu tinggi.
Dampak pada Logam Mulia Lainnya
Penurunan harga emas juga berdampak pada logam mulia lainnya. Harga
perak spot turun sebesar 4,2% menjadi $27,77 per ons, mencapai level
terendah dalam 11 minggu. Selain itu, harga platinum turun 1,4% menjadi
$934,85 per ons, mendekati level terendah dalam tiga bulan. Paladium
juga mengalami penurunan, turun 2,8% menjadi $907,08 per ons.
Pergerakan harga logam mulia lainnya sering kali berkorelasi dengan
harga emas, karena emas sering dianggap sebagai indikator utama dalam
pasar logam mulia. Penurunan harga emas dapat mengakibatkan penurunan
harga logam mulia lainnya, meskipun masing-masing logam memiliki
dinamika pasar yang unik.
Kesimpulan
Harga emas mengalami penurunan tajam pada hari Kamis setelah mencapai
titik tertinggi baru-baru ini. Penurunan ini disebabkan oleh aksi ambil
untung dan spekulasi pasar mengenai pemangkasan suku bunga Federal
Reserve yang akan datang. Para pedagang dan investor kini menunggu data
ekonomi AS yang akan memberikan petunjuk lebih lanjut mengenai kebijakan
moneter Fed.
Jangan lupa jelajahi website kami di demo bestprofit
dan temukan beragam informasi menarik yang siap menginspirasi dan
memberikan pengetahuan baru! Ayo, kunjungi sekarang untuk pengalaman
online yang menyenangkan!
demo bpf, demo bestprofit futures, bestprofit, best profit, pt best profit, best, pt best, bpfpt bpf, bestprofit futures, pt bestprofit futures, Bestprofit futures, pt best profit futures malang
Bestprofit
(24/7) – Emas telah menjadi sorotan utama pada pasar komoditas minggu
ini, dengan harga untuk pengiriman Desember naik signifikan dalam
perdagangan Selasa. Kenaikan ini terjadi seiring dengan melemahnya imbal
hasil obligasi Treasury AS dan penguatan dolar menjelang data inflasi
terbaru yang diantisipasi akan dirilis akhir pekan ini.
Kenaikan Harga Emas
Pada perdagangan Selasa, harga emas untuk pengiriman Desember naik
sebesar US$10,90 menjadi mencapai US$2.453,00 per ons. Logam mulia ini
berhasil bertahan dekat dengan rekor tertinggi sebelumnya di US$2.467,80
yang tercatat pada 15 Juli lalu. Peningkatan ini terjadi seiring
harapan pasar bahwa Federal Reserve AS mungkin akan memulai siklus
pemotongan suku bunga pada bulan September mendatang.
Beberapa faktor kunci yang mempengaruhi kenaikan harga emas meliputi:
Imbal Hasil Treasury AS Melemah: Imbal hasil
obligasi Treasury AS mengalami penurunan, dengan obligasi dua tahun
turun 3,0 basis poin menjadi 4,496% dan imbal hasil obligasi sepuluh
tahun turun 2,0 poin menjadi 4,236%. Penurunan ini menandakan bahwa
investor mungkin mencari perlindungan di emas sebagai aset safe haven.
Penguatan Dolar: Meskipun dolar menguat sedikit
pada awal perdagangan, dengan indeks dolar ICE naik 0,13 poin menjadi
104,45, emas tetap menguat. Ini menunjukkan bahwa kekuatan dalam harga
emas saat ini tidak sepenuhnya dipengaruhi oleh pergerakan dolar, tetapi
juga oleh faktor-faktor fundamental lainnya.
Ketidakpastian Politik Global: Gejolak politik
yang berkelanjutan di Timur Tengah dan ketidakpastian yang muncul
menjelang pemilihan presiden AS juga turut mempengaruhi harga emas.
Investor sering kali mencari aset safe haven seperti emas dalam
situasi-situasi geopolitik yang tidak stabil. bestprofit
Prospek Inflasi AS
Pada Jumat, pasar akan fokus pada rilis Indeks Pengeluaran Konsumsi
Pribadi (PCE) untuk bulan Juni. Estimasi konsensus menurut Marketwatch
menunjukkan bahwa indeks ini mungkin naik sebesar 2,5% secara tahunan,
sedikit lebih rendah dari 2,6% yang tercatat pada bulan Mei sebelumnya.
Data ini akan memberikan petunjuk lebih lanjut mengenai tekanan inflasi
di AS, yang dapat mempengaruhi keputusan Federal Reserve mengenai
kebijakan suku bunga.
Outlook Pasar Emas ke Depan
Dengan berbagai faktor yang berkontribusi terhadap kenaikan harga emas,
pasar komoditas menghadapi minggu yang menantang. Investor akan terus
memantau perkembangan imbal hasil Treasury AS, pergerakan dolar, dan
berita ekonomi utama seperti data inflasi AS untuk menentukan arah harga
emas ke depan.
Kesimpulan
Secara keseluruhan, emas terus menunjukkan kinerja kuat di tengah-tengah
lingkungan pasar global yang penuh tantangan. Dengan imbal hasil yang
terus melemah dan ekspektasi inflasi AS yang sedang dipantau, tidak
mengherankan jika harga emas tetap berada di level yang tinggi.
Bagaimanapun juga, kejelasan mengenai kebijakan suku bunga Federal
Reserve AS akan menjadi katalis penting yang akan mempengaruhi arah
pasar emas dalam beberapa minggu mendatang.
Jangan lupa jelajahi website kami di demo bestprofit
dan temukan beragam informasi menarik yang siap menginspirasi dan
memberikan pengetahuan baru! Ayo, kunjungi sekarang untuk pengalaman
online yang menyenangkan!
demo bpf, demo bestprofit futures, bestprofit, best profit, pt best profit, best, pt best, bpfpt bpf, bestprofit futures, pt bestprofit futures, Bestprofit futures, pt best profit futures malang
Bestprofit
(22/7) – Hari Jumat, 19 Juli, menyaksikan penurunan signifikan dalam
harga emas, dipicu oleh beberapa faktor ekonomi global yang mempengaruhi
pasar logam mulia. Dalam artikel ini, kita akan mengeksplorasi penyebab
penurunan tersebut, dampaknya terhadap pasar global, serta prospek ke
depan untuk investasi emas.
Penyebab Penurunan Harga Emas
Harga emas spot mengalami penurunan sebesar 1,9%, turun menjadi
$2.399,27 per ons pada pukul 17.58 GMT pada hari Jumat. Ini terjadi
setelah harga mencatatkan rekor tertinggi sepanjang masa di $2.483,60
pada hari Rabu sebelumnya. Faktor utama yang mempengaruhi penurunan ini
adalah:
Penguatan Dolar AS: Dolar AS menguat sekitar 0,2%
terhadap mata uang lainnya. Kenaikan ini mengurangi daya tarik emas
sebagai aset safe haven karena membuatnya lebih mahal bagi investor yang
menggunakan mata uang lain untuk membeli emas.
Aksi Ambil Untung: Setelah mencapai puncak
tertinggi baru-baru ini, terjadi fenomena alami aksi ambil untung di
pasar emas. Investor cenderung menjual aset mereka untuk mengamankan
keuntungan setelah kenaikan harga yang signifikan.
Imbal Hasil Treasury 10-Tahun: Kenaikan imbal
hasil Treasury AS 10-tahun memberikan tekanan tambahan pada harga emas.
Imbal hasil yang lebih tinggi cenderung membuat obligasi dan logam mulia
lainnya kurang menarik dibandingkan investasi lain yang memberikan
pengembalian yang lebih tinggi.
Penurunan harga emas juga berdampak pada logam mulia lainnya. Perak spot
turun sekitar 3,2% menjadi $29,11 per ons, sementara platinum dan
paladium masing-masing mengalami penurunan 0,3% dan 2,7%. Hal ini
menunjukkan bahwa ketegangan di pasar logam mulia tidak hanya terbatas
pada emas, tetapi juga merambah ke logam lain yang sering kali bergerak
seiring dengan emas. bestprofit
Analisis dan Tren Pasar
Alex Ebkarian, kepala operasi di Allegiance Gold, menyatakan bahwa
selain aksi ambil untung, pasar juga sedang mengalami ketidakpastian
terkait narasi soft landing ekonomi AS. Ini mengisyaratkan bahwa
ekspektasi penurunan suku bunga oleh Federal Reserve pada bulan
September dapat menekan harga emas lebih lanjut. Investor mungkin akan
cenderung mengalihkan investasi dari aset yang dianggap aman seperti
emas ke investasi yang lebih berisiko untuk memanfaatkan potensi imbal
hasil yang lebih tinggi.
Prospek Ke Depan
Ketua Federal Reserve, Jerome Powell, juga memberikan dampak dengan
pernyataannya mengenai inflasi yang sedang terkendali, yang menambah
keyakinan pasar terkait kebijakan moneter yang lebih ketat di masa
depan. Hal ini berpotensi memberikan tekanan lebih lanjut terhadap harga
emas jika ekspektasi suku bunga yang lebih tinggi berlanjut.
Dengan demikian, keputusan investasi terkait emas saat ini sangat
dipengaruhi oleh dinamika pasar global yang kompleks, termasuk kebijakan
moneter AS dan perubahan sentimen investor terhadap aset safe haven di
tengah kondisi ekonomi yang tidak pasti.
Jangan lupa jelajahi website kami di demo bestprofit
dan temukan beragam informasi menarik yang siap menginspirasi dan
memberikan pengetahuan baru! Ayo, kunjungi sekarang untuk pengalaman
online yang menyenangkan!
demo bpf, demo bestprofit futures, bestprofit, best profit, pt best profit, best, pt best, bpfpt bpf, bestprofit futures, pt bestprofit futures, Bestprofit futures, pt best profit futures malang
Bestprofit
(18/7) – Pada hari Rabu, 17 Juli, pasar logam mulia terpantau dengan
cermat karena harga emas mencatat rekor tertinggi baru, dipicu oleh
meningkatnya optimisme terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve
AS yang direncanakan pada bulan September mendatang. Kombinasi dari
faktor-faktor ini, termasuk pelemahan dolar AS yang signifikan, telah
menjadi pendorong utama di balik lonjakan harga emas spot dan berjangka.
Lonjakan Harga Emas
Harga emas spot pada pukul 17.48 GMT menunjukkan penurunan sekitar 0,6%
dari puncaknya, tetapi tidak sebelum mencatat rekor tertinggi mencapai
$2.482,29 per ons pada awal sesi. Sementara itu, harga emas berjangka AS
ditutup 0,3% lebih rendah menjadi $2.459,90 per ons. Lonjakan harga ini
menandai ketegangan ekonomi global yang semakin meningkat, ditambah
dengan kebijakan moneter yang longgar dari bank sentral utama.
Menurut David Meger, direktur investasi dan perdagangan alternatif di
High Ridge Futures, “Ekspektasi akan pemangkasan suku bunga oleh Federal
Reserve AS semakin dekat, serta penurunan imbal hasil yang teramati
secara gradual sebagai antisipasi, bersama dengan pelemahan dolar,
semuanya menjadi faktor pendukung utama dalam pergerakan harga emas
belakangan ini.”
Selain emas, pergerakan harga juga terlihat pada logam lainnya. Perak,
yang sering kali bergerak sejalan dengan emas, mengalami penurunan
signifikan sebesar 3,7% menjadi $30,21 per ons. Platinum dan paladium
juga mengalami penurunan, dengan turun masing-masing 0,4% dan 0,5%,
mencapai $996,30 dan $953,93 per ons.
Konteks Makroekonomi Global
Kenaikan harga emas tidak bisa dilepaskan dari konteks makroekonomi
global yang rumit. Berbagai kebijakan moneter yang diterapkan oleh bank
sentral utama, termasuk Federal Reserve AS, Bank Sentral Eropa, dan Bank
Jepang, telah mempengaruhi arah pasar logam mulia secara signifikan.
Kebijakan yang cenderung mempertahankan suku bunga rendah atau bahkan
memangkasnya lebih lanjut, seperti yang direncanakan oleh Federal
Reserve AS, mengirim sinyal kepada investor untuk mencari aset safe
haven seperti emas. bestprofit
Implikasi Terhadap Investasi dan Strategi Hedging
Lonjakan harga emas ini juga memiliki dampak yang luas bagi strategi
investasi dan hedging di pasar global. Investor yang mencari
perlindungan terhadap fluktuasi nilai mata uang atau ketidakpastian
ekonomi cenderung beralih ke emas sebagai aset yang stabil dan memiliki
nilai intrinsik yang tinggi. Namun demikian, volatilitas harga emas dan
risiko geopolitik tetap menjadi faktor yang perlu diperhitungkan dalam
mengelola portofolio investasi.
Proyeksi dan Outlook Pasar
Dalam beberapa bulan mendatang, pasar akan terus memperhatikan
perkembangan terkait kebijakan moneter global, data ekonomi utama, dan
dinamika geopolitik yang dapat mempengaruhi harga emas dan logam
lainnya. Proyeksi tentang arah pergerakan harga emas juga akan sangat
dipengaruhi oleh kebijakan yang diambil oleh Federal Reserve AS dan
respons pasar terhadap keputusan-keputusan tersebut.
Kesimpulan
Harga emas mencapai rekor tertinggi adalah cerminan dari kompleksitas
yang terjadi di pasar global saat ini. Dukungan terhadap emas sebagai
safe haven semakin menguat, didorong oleh ekspektasi akan pemangkasan
suku bunga Federal Reserve AS dan pelemahan dolar AS yang signifikan.
Meskipun demikian, pasar logam mulia tetap rentan terhadap volatilitas
dan perubahan sentimen investor yang dapat mempengaruhi harga secara
tajam dalam waktu singkat. Sebagai hasilnya, pemantauan terus-menerus
terhadap faktor-faktor fundamental dan kebijakan global akan menjadi
kunci dalam memahami dan merespons dinamika pasar logam mulia ke
depannya.
Jangan lupa jelajahi website kami di demo bestprofit
dan temukan beragam informasi menarik yang siap menginspirasi dan
memberikan pengetahuan baru! Ayo, kunjungi sekarang untuk pengalaman
online yang menyenangkan!
demo bpf, demo bestprofit futures, bestprofit, best profit, pt best profit, best, pt best, bpfpt bpf, bestprofit futures, pt bestprofit futures, Bestprofit futures, pt best profit futures malang
Bestprofit
(16/7) – Pada hari Senin, 15 Juli, pasar keuangan global mengalami
pergerakan yang signifikan sebagai tanggapan terhadap berita dan
komentar terbaru dari sejumlah tokoh kunci. Dolar AS mengalami penurunan
tipis setelah pernyataan Ketua Federal Reserve Jerome Powell, sementara
mata uang kripto naik berkat taruhan yang mendukung mantan Presiden
Donald Trump untuk kembali ke kursi kepresidenan.
Komentar Powell dan Dampaknya terhadap Dolar
Ketua Federal Reserve Jerome Powell memulai minggu ini dengan pidato
yang memberikan sinyal terkait kebijakan moneter di Amerika Serikat.
Powell mencatat bahwa tiga pembacaan inflasi AS selama kuartal kedua
“sedikit menambah keyakinan” bahwa inflasi akan kembali ke target Fed
secara berkelanjutan. Pernyataan ini mengindikasikan bahwa
langkah-langkah untuk memangkas suku bunga mungkin akan segera
dilakukan. Reaksi pasar terhadap komentar tersebut langsung terlihat
pada dolar, yang sempat mengalami penurunan tajam sebelum kemudian
berbalik naik.
Indeks dolar AS, yang mengukur kinerja dolar terhadap sekeranjang mata
uang utama, turun 0,07% menjadi 104,22 setelah sebelumnya mencapai level
tertinggi 104,31. Euro turun 0,09% terhadap dolar AS, mencapai $1,0897,
sementara poundsterling juga melemah 0,22% menjadi $1,2964.
Kripto Naik Berkat Spekulasi Pemilu dan Kebijakan Trump
Di sisi lain, pasar mata uang kripto menunjukkan reaksi yang berlawanan
arus. Kenaikan nilai beberapa kripto utama seperti Bitcoin dan Ethereum
terjadi seiring dengan spekulasi bahwa upaya pembunuhan terhadap Donald
Trump dapat meningkatkan peluangnya untuk memenangkan kembali jabatan
presiden. Trump, yang dikenal sebagai pendukung kripto, belum memberikan
detail spesifik mengenai kebijakan kripto yang akan diusulkannya, namun
taruhannya meningkat di mata investor.
Pergerakan Yen Jepang dan Intervensi Bank of Japan
Pasar juga memantau pergerakan yen Jepang terhadap dolar AS, dengan
greenback tidak mengalami perubahan signifikan pada 157,89 yen. Namun,
saat Powell memberikan pidatonya, dolar AS jatuh hingga mencapai 157,15
yen, level terendah sejak Juni lalu, sebelum akhirnya pulih kembali.
Bank of Japan (BoJ) diperkirakan telah melakukan intervensi di pasar
untuk menopang yen minggu lalu, sebagai respons terhadap laporan inflasi
AS yang lebih rendah dari perkiraan. Data dari bank sentral menunjukkan
bahwa intervensi tersebut melibatkan pengeluaran sebesar 3,57 triliun
yen ($22,4 miliar), menunjukkan komitmen BoJ untuk menjaga stabilitas
mata uangnya di tengah gejolak eksternal.
Prospek Kebijakan Moneter AS dan Reaksi Pasar Global
Pasar sepenuhnya memperkirakan bahwa Federal Reserve akan melakukan
penurunan suku bunga setidaknya sebesar 25 basis poin pada bulan
September mendatang, menurut alat FedWatch milik CME Group. Sentimen ini
tercermin dalam pergerakan pasar global, dengan investor mencerna
potensi dampak kebijakan moneter AS terhadap perekonomian global secara
keseluruhan. bestprofit
Kesimpulan
Pergerakan hari Senin ini menunjukkan kompleksitas dan sensitivitas
pasar terhadap berita dan komentar dari pemangku kebijakan utama seperti
Jerome Powell dan spekulasi terkait politik Amerika Serikat. Meskipun
dolar AS mengalami fluktuasi, terutama dalam konteks pidato Powell yang
mempengaruhi ekspektasi pasar terhadap kebijakan suku bunga AS, mata
uang kripto menunjukkan kekuatan dengan kenaikan nilai yang signifikan.
Di sisi lain, yen Jepang terus dipantau dengan intervensi Bank of Japan
sebagai upaya untuk menjaga stabilitas mata uangnya di tengah
ketidakpastian ekonomi global.
Peristiwa dan pergerakan pasar hari Senin ini memberikan gambaran yang
jelas tentang bagaimana dinamika politik dan kebijakan moneter dapat
mempengaruhi pergerakan mata uang dan aset keuangan global. Pelaku pasar
di seluruh dunia tetap waspada terhadap perkembangan lebih lanjut dan
berusaha untuk menyesuaikan portofolio mereka dengan cepat dalam
menghadapi gejolak yang mungkin terjadi di masa mendatang.
Jangan lupa jelajahi website kami di demo bestprofit
dan temukan beragam informasi menarik yang siap menginspirasi dan
memberikan pengetahuan baru! Ayo, kunjungi sekarang untuk pengalaman
online yang menyenangkan!
demo bpf, demo bestprofit futures, bestprofit, best profit, pt best profit, best, pt best, bpfpt bpf, bestprofit futures, pt bestprofit futures, Bestprofit futures, pt best profit futures malang
Bestprofit
(12/7) – Emas berjangka ditutup naik tajam pada hari Kamis (11/7),
dengan harga diperdagangkan mendekati rekor tertinggi baru. Para
pedagang menginterpretasikan laporan inflasi AS yang menunjukkan
penurunan sebagai “amunisi” potensial untuk Federal Reserve memangkas
suku bunga tahun ini.
Laporan Inflasi AS Turun 0,1% di Bulan Juni
Pada hari Kamis, pemerintah AS melaporkan bahwa biaya barang dan jasa
konsumen turun 0,1% di bulan Juni. Ini menandai penurunan pertama sejak
puncak pandemi COVID-19 pada bulan Mei 2020. Penurunan ini dianggap
sebagai indikasi potensial bagi Federal Reserve untuk bertindak dengan
memangkas suku bunga.
Di pasar Comex, harga emas untuk pengiriman Agustus mengalami kenaikan
sebesar $42,20 atau 1,8%, menetap di level $2,421.90 per ons setelah
mencapai titik tertinggi di $2,430.40. Harga tersebut tidak jauh dari
rekor harga intraday tertinggi di $2,454 dan harga tertinggi sepanjang
masa di $2,438.50, yang keduanya tercatat pada 20 Mei lalu menurut Dow
Jones Market Data.
Pergerakan Harga Perak Juga Menguat
Tidak hanya emas yang mengalami kenaikan, harga perak juga menunjukkan
performa positif. Kontrak perak bulan September naik sebesar 66 sen atau
2,1% menjadi $31,67 per ons pada penutupan hari Kamis. Ini merupakan
level penutupan tertinggi sejak 29 Mei lalu, menandai daya tarik yang
kuat terhadap logam mulia lainnya selain emas di tengah gejolak pasar
global. bestprofit
Sentimen Pasar Terhadap Potensi Pemangkasan Suku Bunga
Sentimen pasar terhadap potensi pemangkasan suku bunga oleh Federal
Reserve dipicu oleh laporan inflasi yang mengecewakan, yang menunjukkan
perlambatan dalam kenaikan harga. Investor dan pedagang melihat
penurunan ini sebagai “amunisi” yang dapat digunakan Fed untuk mendukung
ekonomi dengan langkah-langkah stimulus lebih lanjut.
Prospek dan Tantangan Bagi Emas dan Perak
Meskipun menghadapi prospek positif, baik emas maupun perak tetap
dihadapkan pada tantangan yang signifikan. Volatilitas pasar global,
kebijakan moneter dari bank sentral utama di seluruh dunia, serta
faktor-faktor geopolitik akan terus mempengaruhi harga-harga ini ke
depannya. Investor perlu memperhatikan pergerakan pasar dengan cermat
untuk menangkap peluang dan mengelola risiko dengan bijak dalam
investasi mereka.
Kesimpulan
Dalam suasana ekonomi global yang terus berubah dan ketidakpastian yang
meningkat, logam mulia seperti emas dan perak tetap menjadi pilihan yang
menarik bagi para investor yang mencari aset yang stabil dan dapat
diandalkan. Kenaikan harga yang tajam pada hari Kamis mencerminkan
kepekaan pasar terhadap berita-berita fundamental terkait kebijakan
moneter dan inflasi.
Jangan lupa jelajahi website kami di demo bestprofit
dan temukan beragam informasi menarik yang siap menginspirasi dan
memberikan pengetahuan baru! Ayo, kunjungi sekarang untuk pengalaman
online yang menyenangkan!
demo bpf, demo bestprofit futures, bestprofit, best profit, pt best profit, best, pt best, bpfpt bpf, bestprofit futures, pt bestprofit futures, Bestprofit futures, pt best profit futures malang
Bestprofit
(10/7) – Hari Selasa (9/7) menjadi saksi kenaikan harga emas di pasar
spot meskipun dolar menguat dan imbal hasil obligasi pemerintah AS
menunjukkan kenaikan. Investor tengah menantikan dengan antusias data
inflasi AS bulan Juni yang akan dirilis pekan ini, mencari petunjuk
lebih lanjut mengenai arah kebijakan suku bunga Federal Reserve AS.
Kenaikan Emas di Pasar Spot dan Berjangka
Pada pukul 14:35 siang waktu timur AS (1835 GMT), harga emas di pasar
spot menguat 0,2% menjadi mencapai $2,363.64 per ons. Sebelumnya, emas
ini mengalami penurunan lebih dari 1% dalam sesi perdagangan sebelumnya.
Sementara itu, emas berjangka AS juga menunjukkan kenaikan sebesar
0,2%, mencapai $2,367.90.
Dampak Penguatan Dolar dan Kenaikan Imbal Hasil Obligasi
Meskipun dolar AS menguat sebesar 0,2% terhadap sejumlah mata uang utama
lainnya, yang membuat harga emas lebih mahal bagi pemegang mata uang
non-dolar, dan imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun naik
sedikit, investor tetap memilih untuk mempertahankan minatnya terhadap
logam mulia ini.
Sentimen Pasar dan Ekspektasi Kebijakan Federal Reserve
Bart Melek, kepala strategi komoditas di TD Securities, menyoroti bahwa
ada keyakinan di pasar bahwa Federal Reserve AS kemungkinan akan mulai
menurunkan suku bunga sejak awal September. Hal ini memberikan dorongan
positif bagi kondisi pasar saat ini. Data ekonomi terbaru dari AS
menunjukkan bahwa pasar tenaga kerja mengalami pelemahan, yang
memperkuat ekspektasi bahwa bank sentral AS akan segera mengambil
langkah-langkah untuk merangsang perekonomian.
Proyeksi dan Prediksi Pasar
Menurut FedWatch Tool dari CME Group, peluang penurunan suku bunga pada
bulan September diperkirakan mencapai sekitar 75%. Ini mengindikasikan
bahwa pasar sedang bergerak dalam arah yang mendukung daya tarik emas
batangan yang tidak memberikan imbal hasil, yang cenderung meningkat
ketika suku bunga turun. bestprofit
Pergerakan Logam Mulia Lainnya
Sementara harga emas mengalami kenaikan, perak spot juga menunjukkan
peningkatan sebesar 0,1%, mencapai $30,80 per ons. Di sisi lain,
platinum mengalami penurunan sebesar 1,3% menjadi $983,51 per ons, dan
paladium turun signifikan sebesar 2,8% menjadi $980,50 per ons.
Kesimpulan
Kenaikan harga emas pada hari Selasa (9/7) menunjukkan bahwa meskipun
dolar menguat dan imbal hasil obligasi AS mengalami kenaikan, investor
tetap optimis dan mencari arah dari data inflasi AS yang akan datang.
Ekspektasi penurunan suku bunga Federal Reserve AS memberikan dukungan
yang kuat bagi emas, yang merupakan aset lindung tradisional dalam
kondisi suku bunga rendah. Bagaimanapun, pergerakan harga emas dan logam
mulia lainnya tetap tergantung pada perkembangan lebih lanjut dalam
kebijakan moneter AS dan data ekonomi global yang berkelanjutan.
Jangan lupa jelajahi website kami di demo bestprofit
dan temukan beragam informasi menarik yang siap menginspirasi dan
memberikan pengetahuan baru! Ayo, kunjungi sekarang untuk pengalaman
online yang menyenangkan!
demo bpf, demo bestprofit futures, bestprofit, best profit, pt best profit, best, pt best, bpfpt bpf, bestprofit futures, pt bestprofit futures, Bestprofit futures, pt best profit futures malang
Bestprofit
(8/7) – Pada Jumat (5/7), harga emas di pasar spot mencatat kenaikan
signifikan, mencapai level tertinggi dalam lebih dari sebulan. Kenaikan
ini terjadi seiring dengan perilisan data pekerjaan utama AS yang
menunjukkan tanda-tanda pelemahan pasar tenaga kerja, yang pada
gilirannya meningkatkan ekspektasi penurunan suku bunga Federal Reserve
pada bulan September.
Kenaikan Harga Emas di Pasar Spot
Harga emas di pasar spot mengalami lonjakan sebesar 1,3%, mencapai
$2,385.63 per ons pada pukul 14:10 waktu timur AS (18.10 GMT) pada hari
Jumat. Emas batangan juga mengalami kenaikan lebih dari 2% sepanjang
pekan ini, menandai pergerakan positif yang signifikan.
Tidak hanya itu, emas berjangka AS juga menunjukkan kenaikan yang cukup
besar. Pada penutupan perdagangan, emas berjangka AS naik 1,2% menjadi
$2,397.7 per ons. Kenaikan ini mencerminkan respons pasar terhadap data
non-farm payrolls AS yang dirilis, yang menunjukkan pertumbuhan lapangan
kerja yang sedikit di atas ekspektasi.
Analisis Data Non-Farm Payrolls AS
Data non-farm payrolls AS untuk bulan Juni menunjukkan pertumbuhan
sebanyak 206.000 pekerjaan, sedikit lebih tinggi dari perkiraan sejumlah
ekonom yang disurvei sebelumnya oleh Reuters yang memperkirakan hanya
akan ada 190.000 pekerjaan baru. Meskipun demikian, perkiraan
pertumbuhan lapangan kerja untuk bulan Mei direvisi turun menjadi
218.000 lapangan kerja baru dari sebelumnya 272.000 lapangan kerja,
sementara bulan April mengalami revisi turun menjadi 108.000 lapangan
kerja baru dari sebelumnya 165.000 lapangan kerja. Tingkat pengangguran
juga sedikit naik menjadi 4,1%, sedikit melebihi perkiraan sebelumnya
yang sebesar 4,0%.
Dampak Terhadap Kebijakan Suku Bunga AS
Data yang dirilis ini mempengaruhi ekspektasi pasar terhadap kebijakan
suku bunga Federal Reserve. Dengan pertumbuhan lapangan kerja yang lebih
lemah dari yang diharapkan, pasar semakin yakin bahwa Federal Reserve
akan melakukan penurunan suku bunga pada pertemuan bulan September
mendatang. Probabilitas penurunan suku bunga tersebut diperkirakan tetap
tinggi, dengan pasar menilai kemungkinan sekitar 72%.
Penurunan Dolar dan Imbal Hasil Obligasi Pemerintah AS
Selain itu, respons pasar terhadap data ketenagakerjaan AS juga terlihat
dari penurunan nilai dolar terhadap mata uang lainnya. Dolar AS turun
ke level terendah dalam tiga minggu setelah data dirilis, membuat emas
menjadi lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya. Di sisi lain, imbal
hasil obligasi pemerintah AS yang menjadi acuan juga menunjukkan
penurunan, menurunkan opportunity cost dari memegang emas yang tidak
memberikan imbal hasil. bestprofit
Pergerakan Logam Mulia Lainnya
Kenaikan Perak dan Logam Lainnya
Tidak hanya emas, logam mulia lainnya juga mengalami kenaikan yang
signifikan. Perak spot naik sebesar 2,7% menjadi $31,25 per ons,
menandai peningkatan mingguan terbesar sejak 17 Mei. Platinum juga
mengalami kenaikan sebesar 2,6%, mencapai $1,028.62 per ons, sementara
paladium naik tipis 0,2% menjadi $1,019.75 per ons.
Kesimpulan
Dengan demikian, pergerakan harga emas dan logam mulia lainnya dalam
beberapa hari terakhir sangat dipengaruhi oleh data ekonomi AS yang
menunjukkan gambaran yang lebih lemah dari yang diharapkan tentang pasar
tenaga kerja. Ekspektasi pasar terhadap penurunan suku bunga Federal
Reserve yang lebih tinggi telah mengangkat harga emas, sementara
pelemahan dolar dan rendahnya imbal hasil obligasi pemerintah AS turut
memberikan dorongan tambahan bagi logam mulia. Di tengah ketidakpastian
ekonomi global, investor cenderung mencari aset safe haven seperti emas,
menambahkan dorongan lebih lanjut bagi harga emas untuk tetap berada
pada tren kenaikan.
Jangan lupa jelajahi website kami di demo bestprofit
dan temukan beragam informasi menarik yang siap menginspirasi dan
memberikan pengetahuan baru! Ayo, kunjungi sekarang untuk pengalaman
online yang menyenangkan!
demo bpf, demo bestprofit futures, bestprofit, best profit, pt best profit, best, pt best, bpfpt bpf, bestprofit futures, pt bestprofit futures, Bestprofit futures, pt best profit futures malang
Bestprofit
(4/7) – Pada hari Rabu, 3 Juli, harga emas mengalami lonjakan lebih
dari 1%, mencapai level tertinggi dalam dua pekan terakhir. Kenaikan ini
dipicu oleh meningkatnya spekulasi bahwa Federal Reserve AS akan
menurunkan suku bunga pada bulan September mendatang. Data terbaru dari
AS menunjukkan bahwa pasar tenaga kerja mengalami pelemahan, memperkuat
keyakinan akan langkah stimulus dari the Fed.
Kenaikan Harga Emas
Harga emas di pasar spot naik sebesar 1,2% menjadi $2,357.06 per ons
pada pukul 02:08 waktu timur AS (1808 GMT). Sementara itu, emas
berjangka AS menguat 1,5% dan ditutup pada $2,369.40 per ons. Kenaikan
ini mencerminkan ketertarikan yang meningkat dari investor terhadap
logam mulia sebagai aset safe haven di tengah ketidakpastian ekonomi
global.
Data terbaru menunjukkan bahwa permohonan tunjangan pengangguran AS
mengalami peningkatan untuk pertama kalinya dalam beberapa pekan
terakhir. Angka pengangguran juga mencatatkan lonjakan ke level
tertinggi dalam 2,5 tahun menjelang akhir bulan Juni. Kondisi ini
konsisten dengan indikasi penurunan gradual di pasar tenaga kerja AS,
yang menjadi sorotan utama para pengamat ekonomi.
Penurunan Indeks Aktivitas Sektor Jasa AS
Pada bulan Juni, indeks aktivitas sektor jasa AS turun tajam mencapai
level terendah dalam empat tahun. Penurunan ini terjadi seiring dengan
perlambatan pesanan, yang dapat mengindikasikan hilangnya momentum
ekonomi di akhir kuartal kedua tahun ini. Penurunan ini memperkuat
argumen untuk intervensi lebih lanjut dari the Fed guna mendukung
pertumbuhan ekonomi AS.
Melemahnya Dolar AS
Reaksi pasar terhadap data ekonomi AS juga terlihat dalam penurunan
nilai dolar AS ke level terendah dalam dua pekan. Hal ini membuat emas
menjadi lebih menarik bagi pemegang mata uang lainnya, karena harga emas
yang dinyatakan dalam dolar menjadi lebih murah. Penurunan ini juga
menyertai turunnya imbal hasil obligasi pemerintah AS bertenor 10 tahun,
mencerminkan ekspektasi pasar terhadap penurunan suku bunga yang lebih
lanjut.
Prospek Penurunan Suku Bunga AS
Pasar saat ini memperkirakan sebesar 68% kemungkinan the Fed akan
memangkas suku bunga pada bulan September mendatang. Langkah ini
diharapkan dapat mengurangi biaya kesempatan untuk memegang emas
batangan, yang tidak menghasilkan pendapatan bunga. Keputusan ini dipicu
oleh pengakuan para pejabat the Fed bahwa ekonomi AS mengalami
perlambatan dan adanya penurunan tekanan inflasi, sebagaimana terungkap
dalam risalah pertemuan Juni mereka.
Pengaruh Terhadap Pasar Logam Mulia Lainnya
Selain emas, harga perak di pasar spot juga mengalami kenaikan
signifikan sebesar 3,4% menjadi $30,51 per ons. Platinum juga naik 0,8%
menjadi $999,12 per ons, sementara paladium mengalami sedikit penurunan
0,1% menjadi $1,020.98 per ons. Kenaikan ini menunjukkan bahwa investor
tidak hanya mengalihkan perhatian pada emas, tetapi juga pada logam
mulia lainnya sebagai alternatif investasi di tengah ketidakpastian
ekonomi global. bestprofit
Antisipasi Terhadap Laporan Nonfarm Payrolls
Para investor dan pelaku pasar saat ini menantikan laporan nonfarm
payrolls yang akan dirilis pada hari Jumat mendatang. Laporan ini
dianggap krusial untuk memberikan gambaran lebih lanjut mengenai kondisi
pasar tenaga kerja AS dan potensi langkah selanjutnya yang akan diambil
oleh the Fed. Data ini akan menjadi penentu penting bagi arah
pergerakan harga emas dan pasar keuangan global dalam beberapa minggu ke
depan.
Kesimpulan
Kenaikan harga emas yang signifikan pada hari Rabu, 3 Juli, mencerminkan
reaksi pasar terhadap data ekonomi AS yang menunjukkan perlambatan di
sektor tenaga kerja dan aktivitas ekonomi. Spekulasi terhadap penurunan
suku bunga oleh the Fed pada bulan September mendatang telah mendorong
minat investor terhadap emas sebagai aset safe haven. Pergerakan ini
tidak hanya mempengaruhi harga emas, tetapi juga pasar logam mulia
secara keseluruhan, menyoroti pentingnya kebijakan moneter global dalam
mempengaruhi pasar keuangan.
Jangan lupa jelajahi website kami di demo bestprofit
dan temukan beragam informasi menarik yang siap menginspirasi dan
memberikan pengetahuan baru! Ayo, kunjungi sekarang untuk pengalaman
online yang menyenangkan!
demo bpf, demo bestprofit futures, bestprofit, best profit, pt best profit, best, pt best, bpfpt bpf, bestprofit futures, pt bestprofit futures, Bestprofit futures, pt best profit futures malang
Bestprofit
(2/7) – Harga emas mengalami kenaikan tipis pada awal pekan ini,
didorong oleh beberapa short-covering dari investor. Pergerakan ini
terjadi seiring perubahan fokus pasar ke data ketenagakerjaan AS yang
akan dirilis akhir pekan ini, yang diharapkan memberikan isyarat terkait
kebijakan suku bunga Federal Reserve.
Kenaikan Harga Emas di Pasar Spot
Pada Senin (1/7), harga emas di pasar spot mengalami kenaikan sebesar
0,2%, mencapai $2,329.79 per ons pada pukul 13:52 waktu timur AS (1752
GMT). Kenaikan ini signifikan mengingat emas telah mencatat peningkatan
lebih dari 4% selama kuartal kedua.
Sementara itu, harga emas berjangka AS sebagian besar ditutup stagnan
pada level $2,338.9. Hal ini mencerminkan ketidakpastian pasar terhadap
kebijakan Fed yang dapat mempengaruhi arah harga emas dalam jangka
pendek.
Tren Manufaktur AS dan Implikasi Terhadap Inflasi
Data terbaru menunjukkan bahwa sektor manufaktur AS mengalami kontraksi
selama tiga bulan beruntun hingga Juni. Ini terjadi seiring turunnya
ukuran harga yang dibayarkan oleh pabrik untuk bahan baku, mencatat
level terendah dalam enam bulan. Penurunan ini sebagian besar dipicu
oleh lemahnya permintaan barang, yang secara tidak langsung
mengindikasikan potensi untuk inflasi yang lebih rendah di masa
mendatang. bestprofit
Agenda Ekonomi Minggu Ini
Pekan ini, pasar akan memfokuskan perhatiannya pada beberapa peristiwa penting:
Pernyataan Jerome Powell: Ketua Federal Reserve
AS dijadwalkan untuk memberikan pernyataan pada hari Selasa. Pernyataan
ini sangat dinantikan karena pasar mencari petunjuk terkait kebijakan
suku bunga Federal Reserve di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Risalah Pertemuan Kebijakan Terbaru: Bank sentral
akan merilis risalah dari pertemuan kebijakan terbarunya pada hari
Rabu. Ini akan memberikan wawasan lebih lanjut tentang pemikiran di
balik keputusan-keputusan Fed terkait kebijakan moneter.
Data Upah Non-Pertanian AS: Data yang paling
dinantikan akan dirilis pada hari Jumat. Angka ini penting karena dapat
memberikan gambaran yang lebih jelas tentang kondisi pasar tenaga kerja
AS dan potensi dampaknya terhadap kebijakan Fed.
Pergerakan Logam Lainnya
Selain emas, logam lain juga mengalami pergerakan yang menarik:
Perak Spot: Naik 0,6% menjadi $29,29 per ons, menunjukkan ketahanannya meskipun volatilitas pasar.
Platinum: Mengalami penurunan sebesar 1,6% menjadi $977,70 per ons, mencerminkan sentimen yang beragam di antara investor logam mulia.
Paladium: Mencatat kenaikan tipis 0,1%, mencapai
$973,61 per ons. Pergerakan ini menunjukkan bahwa paladium tetap menjadi
fokus investor di tengah permintaan yang stabil dari industri otomotif.
Kesimpulan
Dalam rangkaian pekan ini, pasar akan menghadapi banyak data ekonomi
yang dapat mempengaruhi arah harga emas dan logam lainnya. Dengan
perhatian yang terfokus pada kebijakan moneter Federal Reserve dan
indikasi-indeks ekonomi AS, investor harus siap menghadapi potensi
volatilitas yang lebih tinggi dalam perdagangan logam mulia.
Langkah-langkah kebijakan yang diambil oleh Fed akan menjadi kunci utama
dalam menentukan tren pasar dalam jangka panjang.
Jangan lupa jelajahi website kami di demo bestprofit
dan temukan beragam informasi menarik yang siap menginspirasi dan
memberikan pengetahuan baru! Ayo, kunjungi sekarang untuk pengalaman
online yang menyenangkan!
demo bpf, demo bestprofit futures, bestprofit, best profit, pt best profit, best, pt best, bpfpt bpf, bestprofit futures, pt bestprofit futures, Bestprofit futures, pt best profit futures malang