Wednesday, 6 August 2025

Bestprofit | Emas Stabil, Geopolitik Jadi Sorotan

 https://best-profit-futures-malang.com/wp-content/uploads/2023/08/Bestprofit-Emas-5.jpeg

Bestprofit (7/8) – Harga emas menunjukkan stabilitas pada awal sesi perdagangan Asia setelah bergerak naik tipis sebesar 0,1% menjadi $3.368,47 per ons. Pasar logam mulia saat ini berada dalam fase penilaian menyeluruh terhadap perkembangan geopolitik dan kebijakan tarif global yang kompleks, terutama yang melibatkan Amerika Serikat, Rusia, dan India.

Pertemuan Trump dan Putin: Reduksi Risiko Geopolitik?

Salah satu faktor utama yang memengaruhi pergerakan emas adalah potensi pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin. Trump menyatakan ada “kemungkinan besar” bahwa dia akan segera bertemu dengan Putin untuk membahas konflik yang sedang berlangsung di Ukraina — sebuah sinyal diplomatik yang bisa meredam ketegangan internasional dan mengurangi ketidakpastian geopolitik.

Dalam konteks investasi, emas selama ini dipandang sebagai aset “safe haven” yang diminati investor saat terjadi gejolak global. Jika terjadi deeskalasi dalam konflik Rusia-Ukraina melalui jalur diplomasi, maka permintaan terhadap emas sebagai lindung nilai (hedge) terhadap risiko politik bisa menurun.

Namun, para analis menekankan bahwa arah pasti dari pembicaraan tersebut masih belum jelas. “Segala bentuk sinyal damai tentu akan memengaruhi permintaan terhadap emas, tetapi pasar saat ini cenderung menunggu bukti konkret,” ujar Samer Hasn, analis pasar senior di XS.com. Menurutnya, beberapa jam dan hari mendatang bisa menjadi penentu arah pergerakan harga emas dalam jangka pendek.

Ketegangan Dagang AS-India: Faktor Penggerak Baru?

Sementara pertemuan potensial antara Trump dan Putin bisa meredakan ketegangan global, tindakan Trump terhadap India justru meningkatkan ketidakpastian. Dalam langkah kontroversial terbaru, Trump menggandakan tarif impor terhadap India menjadi 50%, sebuah kebijakan yang langsung menuai kritik keras dari pihak pemerintah India.

Langkah ini diperkirakan akan memicu respons balasan dari India, memperburuk hubungan dagang kedua negara yang telah tegang dalam beberapa tahun terakhir. India menyebut tarif baru tersebut sebagai “diskriminatif” dan berjanji untuk mempertimbangkan tindakan balasan yang sepadan.

Kenaikan tarif terhadap negara dengan ekonomi berkembang seperti India bisa memperdalam kekhawatiran pasar terhadap potensi fragmentasi ekonomi global. Ketegangan dagang ini juga bisa memperlambat pertumbuhan global, yang biasanya berdampak positif terhadap permintaan emas.


Kunjungi juga : bestprofit futures

Emas sebagai Aset Safe Haven: Antara Optimisme dan Kekhawatiran

Seiring meningkatnya ketidakpastian global, emas sering kali mengalami lonjakan permintaan karena dipandang lebih stabil dibandingkan aset berisiko seperti saham atau mata uang dari negara berkembang. Namun, kondisi saat ini menunjukkan adanya tarik-ulur sentimen: satu sisi menunjukkan potensi deeskalasi (melalui diplomasi Trump-Putin), sementara sisi lain menambah ketegangan (melalui kebijakan tarif baru terhadap India).

Para investor saat ini cenderung berhati-hati. Volume perdagangan emas masih relatif rendah, mencerminkan pendekatan wait-and-see dari para pelaku pasar. Beberapa analis percaya bahwa emas masih memiliki ruang untuk naik jika ketegangan geopolitik memburuk atau jika terjadi eskalasi besar dalam perang dagang.

“Pasar emas tidak hanya memperhatikan faktor ekonomi, tetapi juga dinamika politik global yang sangat cair. Itulah sebabnya stabilitas harga saat ini sebenarnya mencerminkan ketidakpastian, bukan kepastian,” ungkap Hasn dalam email analisisnya.

Faktor Lain yang Mempengaruhi Harga Emas

Selain faktor geopolitik dan kebijakan tarif, ada sejumlah variabel lain yang juga memengaruhi pergerakan harga emas:

1. Kebijakan Moneter Bank Sentral

Kebijakan suku bunga dari Federal Reserve (The Fed) AS masih menjadi penggerak utama harga emas. Jika The Fed mempertahankan atau menaikkan suku bunga, maka nilai dolar AS akan menguat dan harga emas dalam dolar bisa turun. Namun, jika suku bunga ditahan atau diturunkan karena perlambatan ekonomi global, emas bisa kembali diminati.

2. Nilai Tukar Dolar AS

Harga emas sangat sensitif terhadap pergerakan dolar AS. Karena emas dihargai dalam dolar, penguatan dolar akan membuat emas lebih mahal bagi pemegang mata uang lain, sehingga bisa menekan permintaan. Sebaliknya, pelemahan dolar akan meningkatkan daya tarik emas secara global.

3. Permintaan Fisik dan Investasi

Permintaan dari pasar fisik, seperti India dan China, serta permintaan dari instrumen investasi seperti ETF berbasis emas, juga memberi pengaruh. Ketegangan dagang AS-India bisa berdampak pada permintaan emas fisik di pasar India, yang merupakan salah satu konsumen terbesar emas dunia.

Outlook Pasar Emas: Jalan Terbuka Menuju Volatilitas

Dalam waktu dekat, volatilitas harga emas diperkirakan akan meningkat seiring pasar menanti kejelasan dari berbagai faktor yang saling bertentangan. Kemungkinan pertemuan diplomatik antara Trump dan Putin bisa menjadi katalis penurunan harga, sementara respons India terhadap tarif AS bisa menjadi pemicu kebangkitan harga emas kembali.

Para pelaku pasar emas saat ini berada dalam fase yang sangat sensitif terhadap berita utama. Bahkan satu tweet atau pernyataan dari pejabat tinggi negara dapat memicu pergerakan besar. Inilah alasan mengapa emas tetap menjadi aset yang kompleks dan menarik — tidak hanya dari sisi nilai intrinsik, tetapi juga sebagai refleksi dari dinamika global yang terus berubah.

Kesimpulan: Emas dan Masa Depan Geopolitik

Harga emas saat ini berada dalam zona stabil, namun bukan berarti pasar sedang tenang. Justru, stabilitas tersebut bisa diartikan sebagai bentuk kehati-hatian pasar dalam menilai arah geopolitik dan kebijakan dagang yang sangat dinamis.

Di satu sisi, peluang diplomasi AS-Rusia bisa membawa harapan akan perdamaian dan stabilitas, yang biasanya menekan permintaan terhadap emas. Namun di sisi lain, langkah proteksionis terhadap India menciptakan ketegangan baru yang bisa memicu kekhawatiran ekonomi global dan mendorong harga emas lebih tinggi.

Dalam waktu dekat, semua mata tertuju pada pernyataan resmi dari Gedung Putih, Kremlin, dan New Delhi. Arah kebijakan mereka akan menjadi penentu utama dalam pergerakan harga emas. Seperti dikatakan oleh Samer Hasn, “Beberapa jam dan hari mendatang mungkin memainkan peran kunci dalam membentuk dinamika pasar emas.”

 
Jangan lupa jelajahi website kami di demo bestprofit dan temukan beragam informasi menarik yang siap menginspirasi dan memberikan pengetahuan baru! Ayo, kunjungi sekarang untuk pengalaman online yang menyenangkan!


bestprofit futures