Tuesday, 5 August 2025

Bestprofit | Harga emas mengincar $3.400

 https://best-profit-futures-malang.com/wp-content/uploads/2023/08/Bestprofit-Emas-3.jpeg

Bestprofit (6/8) – Harga emas mengalami penguatan signifikan selama sesi perdagangan di Amerika Utara, seiring dengan meningkatnya spekulasi bahwa Federal Reserve (Fed) akan mulai memangkas suku bunga pada pertemuan berikutnya. Selain itu, investor juga sedang menantikan pengumuman mengenai penunjukan Gubernur The Fed yang baru oleh Presiden AS, Donald Trump. Harga emas batangan, yang diperdagangkan dalam pasangan XAU/USD, tercatat naik 0,20% menjadi $3.381. Penguatan ini menunjukkan adanya ketertarikan investor terhadap aset aman seperti emas di tengah ketidakpastian ekonomi.

Pemangkasan Suku Bunga dan Dampaknya terhadap Harga Emas

Harga emas mulai menunjukkan tren positif sejak Jumat lalu, seiring dengan keluarnya laporan Nonfarm Payrolls (NFP) bulan Juli yang menunjukkan revisi penurunan yang signifikan dibandingkan dengan angka bulan Mei dan Juni. Revisi data ini mengejutkan banyak investor dan memicu spekulasi bahwa Fed mungkin akan mempertimbangkan untuk melakukan pemangkasan suku bunga. Beberapa pihak mulai memperhitungkan bahwa pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin bisa terjadi pada pertemuan bulan September mendatang.

Pemangkasan suku bunga sering kali dianggap sebagai faktor yang mendukung harga emas. Ketika suku bunga diturunkan, biaya peluang untuk memegang emas (yang tidak memberikan hasil bunga) menjadi lebih rendah. Ini membuat investor lebih tertarik untuk beralih ke emas sebagai tempat menyimpan nilai, mendorong permintaan dan harga emas naik. Oleh karena itu, ekspektasi bahwa Fed akan mulai menurunkan suku bunga menjadi salah satu pendorong utama bagi kenaikan harga emas baru-baru ini.

Data Ekonomi yang Meningkatkan Optimisme Investor

Selain laporan NFP, data ekonomi lainnya juga memperkuat sentimen positif terhadap emas. Pada hari Selasa, Institute for Supply Management (ISM) merilis Indeks Manajer Pembelian (PMI) Jasa, yang menunjukkan perlambatan aktivitas bisnis. Hasil ini bertentangan dengan ekspektasi para ekonom yang mengharapkan aktivitas bisnis di sektor jasa tetap menunjukkan pertumbuhan yang stabil. Perlambatan ini bisa dilihat sebagai sinyal bahwa perekonomian AS mungkin tidak sekuat yang diperkirakan sebelumnya, yang pada gilirannya mendukung harapan pemangkasan suku bunga oleh Fed.

Data lain yang dirilis oleh Departemen Perdagangan AS juga memberikan gambaran positif. Defisit perdagangan AS pada bulan Juni dilaporkan menyempit, memberikan sedikit harapan bahwa ketegangan perdagangan global, khususnya yang melibatkan China, mulai mereda. Penyempitan defisit perdagangan ini berpotensi memberikan ruang bagi perekonomian AS untuk memperbaiki keseimbangan dalam perdagangan internasional, yang bisa membantu meningkatkan sentimen pasar terhadap emas.


Kunjungi juga : bestprofit futures

Penunjukan Gubernur The Fed yang Baru

Selain faktor ekonomi, perhatian pasar juga tertuju pada proses penunjukan Gubernur The Fed yang baru. Pengunduran diri Gubernur The Fed, Adriana Kugler, membuka kesempatan bagi Presiden Donald Trump untuk mencalonkan penggantinya. Salah satu nama yang sempat mencuat sebagai calon adalah Menteri Keuangan AS, Scott Bessent. Namun, Bessent telah mengungkapkan bahwa ia tidak tertarik untuk menggantikan Jerome Powell sebagai Ketua The Fed.

Proses penunjukan ini menjadi penting karena ketidakpastian tentang siapa yang akan memimpin The Fed berikutnya bisa mempengaruhi arah kebijakan moneter di AS. Jika Gubernur The Fed yang baru lebih cenderung untuk melonggarkan kebijakan moneter, hal ini bisa semakin memperkuat sentimen positif terhadap emas sebagai aset yang aman. Sebaliknya, jika penunjukan tersebut mengarah pada individu yang lebih hawkish (pro-suku bunga tinggi), maka harga emas bisa tertekan.

Dampak Perdagangan Global terhadap Harga Emas

Dalam konteks perdagangan global, tarif bea masuk yang diterapkan oleh AS pada beberapa negara juga dapat mempengaruhi dinamika harga emas. Berita yang beredar mengungkapkan bahwa tarif efektif pada 7 Agustus akan berkisar antara 10% hingga 41%, dengan Laboratorium Anggaran di Yale memperkirakan bahwa tarif bea masuk AS secara keseluruhan akan meningkat menjadi 18,3%, yang merupakan level tertinggi sejak tahun 1934.

Ketegangan perdagangan ini dapat meningkatkan ketidakpastian ekonomi global, mendorong investor untuk mencari aset yang lebih aman seperti emas. Ketika ketegangan perdagangan meningkat, emas sering dipandang sebagai pelindung nilai yang dapat melindungi investor dari volatilitas pasar. Oleh karena itu, perkembangan dalam hubungan perdagangan internasional juga berpotensi mendukung kenaikan harga emas.

Potensi Harga Emas Menembus Level $3.400

Mengingat kondisi fundamental yang ada, harga emas tampaknya siap untuk menembus level psikologis $3.400. Namun, ada beberapa faktor yang bisa membatasi kenaikan lebih lanjut. Salah satu faktor utama adalah pemulihan imbal hasil obligasi pemerintah AS. Jika imbal hasil obligasi kembali meningkat, hal ini bisa menarik investor dari emas ke aset lainnya yang lebih menguntungkan. Selain itu, penguatan Dolar AS juga dapat membatasi potensi kenaikan harga emas. Emas biasanya bergerak terbalik dengan dolar, sehingga jika dolar menguat, harga emas bisa tertekan.

Pada saat yang sama, kondisi pasar obligasi dan kebijakan moneter dari The Fed akan sangat menentukan arah harga emas dalam jangka pendek. Jika imbal hasil obligasi tetap tertekan atau jika Fed memutuskan untuk menurunkan suku bunga lebih lanjut, maka harga emas bisa melanjutkan tren kenaikannya. Sebaliknya, jika data ekonomi AS menunjukkan perbaikan yang lebih kuat dari yang diharapkan atau jika Dolar AS terus menguat, maka harga emas bisa mengalami koreksi.

Fokus Data Ekonomi AS Pekan Ini

Pekan ini, sejumlah data ekonomi AS yang penting akan dirilis, yang dapat memberikan petunjuk lebih lanjut mengenai arah kebijakan The Fed dan potensi dampaknya terhadap pasar. Salah satu data yang akan diperhatikan adalah laporan Klaim Pengangguran, yang memberikan gambaran tentang kondisi pasar tenaga kerja di AS. Jika klaim pengangguran terus menunjukkan angka yang rendah, hal ini bisa meningkatkan harapan bahwa ekonomi AS tetap tumbuh dengan stabil, yang bisa membatasi kebutuhan pemangkasan suku bunga.

Selain itu, data Sentimen Konsumen juga akan dirilis, yang memberikan gambaran tentang bagaimana pandangan konsumen terhadap perekonomian dan daya beli mereka. Sentimen konsumen yang baik bisa menunjukkan stabilitas ekonomi yang lebih besar, sementara sentimen yang buruk bisa mendukung pandangan bahwa ekonomi AS membutuhkan dukungan lebih lanjut dari kebijakan moneter yang lebih longgar.

Para pembicara dari The Fed juga dijadwalkan untuk memberikan pidato sepanjang pekan ini. Pidato-pidato ini akan memberikan wawasan lebih lanjut mengenai pandangan The Fed terhadap kondisi ekonomi dan apakah mereka masih berencana untuk memangkas suku bunga lebih lanjut. Apa yang mereka katakan dalam pidato-pidato ini akan sangat memengaruhi pasar emas.

Kesimpulan

Secara keseluruhan, harga emas saat ini dipengaruhi oleh sejumlah faktor fundamental yang saling terkait, termasuk ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve, data ekonomi AS yang kurang menggembirakan, dan ketidakpastian mengenai penunjukan Gubernur The Fed yang baru. Meskipun ada potensi harga emas untuk menembus level $3.400, faktor-faktor eksternal seperti pergerakan imbal hasil obligasi dan penguatan Dolar AS bisa membatasi kenaikan lebih lanjut. Investor harus memperhatikan data ekonomi AS yang akan dirilis dalam beberapa hari mendatang, serta pidato para pembicara The Fed, untuk mendapatkan petunjuk lebih lanjut tentang arah kebijakan moneter dan dampaknya terhadap pasar emas.


Jangan lupa jelajahi website kami di demo bestprofit dan temukan beragam informasi menarik yang siap menginspirasi dan memberikan pengetahuan baru! Ayo, kunjungi sekarang untuk pengalaman online yang menyenangkan!


bestprofit futures