Sunday, 24 August 2025

Bestprofit | Pemangkasan Suku Bunga Angkat Emas

 https://best-profit-futures-malang.com/wp-content/uploads/2023/08/Bestprofit-Emas-5.jpeg

Bestprofit (25/8) – Harga emas kembali menunjukkan kekuatannya di tengah sentimen pasar yang mengarah pada kemungkinan pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve pada bulan September. Ketidakpastian ekonomi, sinyal dovish dari Ketua The Fed Jerome Powell, serta penurunan imbal hasil obligasi mendukung pergerakan harga emas mendekati level tertingginya. Berikut ulasan lengkap tentang perkembangan terbaru pasar emas.

Pernyataan Powell Menjadi Katalis Positif bagi Emas

Pada simposium tahunan Jackson Hole yang dihadiri para pembuat kebijakan ekonomi dunia, Ketua The Fed Jerome Powell menyampaikan pandangan yang lebih lunak terhadap kebijakan moneter ke depan. Dalam pidatonya, Powell menyebut bahwa perekonomian Amerika Serikat tengah menghadapi situasi yang menantang, terutama dari sisi pasar tenaga kerja. Ia juga mengisyaratkan bahwa jika kondisi pasar tenaga kerja terus melemah, pemangkasan suku bunga bisa menjadi langkah yang layak pada pertemuan FOMC berikutnya.

Pernyataan tersebut langsung disambut positif oleh pasar emas. Harga emas spot mencapai hampir $3.370 per troy ounce pada Senin pagi waktu Asia, memperpanjang kenaikan 1,1% dari hari Jumat sebelumnya. Pasar melihat sinyal dari Powell sebagai indikasi kuat bahwa The Fed mungkin akan mulai menurunkan suku bunga acuan pada bulan September, sesuatu yang secara historis mendukung penguatan logam mulia.

Penurunan Imbal Hasil Obligasi dan Pelemahan Dolar AS

Salah satu faktor utama yang memperkuat harga emas adalah penurunan imbal hasil obligasi pemerintah AS, terutama tenor 2 tahun yang sensitif terhadap ekspektasi suku bunga. Imbal hasil obligasi tenor pendek tersebut turun setelah pernyataan Powell, mencerminkan ekspektasi pasar bahwa kebijakan moneter yang lebih longgar akan segera diterapkan.

Selain itu, indeks kekuatan dolar AS (DXY) juga melemah sebagai respons atas sinyal dovish dari The Fed. Karena emas dihargai dalam dolar AS dan tidak memberikan imbal hasil tetap, pelemahan dolar dan turunnya yield obligasi membuat emas menjadi lebih menarik dibandingkan aset berbunga lainnya. Kombinasi kedua faktor ini mendorong permintaan emas, baik dari investor institusional maupun individu.


Kunjungi juga : bestprofit futures

Pasar Derivatif: Probabilitas Pemangkasan Suku Bunga Meningkat

Data dari pasar derivatif menunjukkan bahwa probabilitas pemangkasan suku bunga pada bulan September kini diperkirakan lebih dari 85%. Ini merupakan lonjakan signifikan dibandingkan beberapa minggu sebelumnya ketika The Fed masih menunjukkan sikap yang lebih hati-hati.

Namun, arah kebijakan setelah pemangkasan pertama masih belum jelas. The Fed tetap berhati-hati karena inflasi inti masih berada di atas target 2% yang ditetapkan bank sentral. Di sisi lain, data ketenagakerjaan mulai menunjukkan tanda-tanda pelemahan, dengan pertumbuhan pekerjaan melambat dan tingkat partisipasi tenaga kerja menurun.

Ketidakseimbangan antara tekanan inflasi dan perlambatan pasar tenaga kerja menjadi dilema tersendiri bagi The Fed. Dalam konteks ini, emas dipandang sebagai aset lindung nilai yang menarik, karena dapat melindungi nilai kekayaan investor dalam kondisi ketidakpastian ekonomi dan kebijakan moneter yang fluktuatif.

Kekhawatiran Inflasi Masih Membayangi

Meski ekspektasi pasar terhadap pelonggaran kebijakan moneter meningkat, kekhawatiran soal inflasi belum sepenuhnya hilang. Dalam pidatonya, Powell menyinggung bahwa kebijakan tarif impor, seperti yang diterapkan di masa pemerintahan Presiden Donald Trump, berpotensi memicu inflasi lebih sistematis di masa depan jika kembali diberlakukan.

Hal ini menunjukkan bahwa The Fed masih mempertimbangkan berbagai skenario yang bisa mempengaruhi arah inflasi. Jika tekanan inflasi kembali meningkat akibat faktor eksternal seperti perang dagang atau gangguan rantai pasok, maka ruang untuk penurunan suku bunga bisa kembali tertutup. Ini membuat arah kebijakan The Fed ke depan menjadi lebih kompleks dan data-dependent.

Kinerja Emas Sepanjang Tahun: Naik Lebih dari 25%

Sejak awal tahun 2025, harga emas telah meningkat lebih dari 25%, mencerminkan kekhawatiran pasar terhadap berbagai risiko ekonomi global. Tidak hanya faktor suku bunga dan inflasi, ketegangan geopolitik seperti konflik di Timur Tengah, ketegangan antara Tiongkok dan Taiwan, serta ketidakpastian politik menjelang pemilihan presiden AS juga berkontribusi terhadap naiknya permintaan akan aset safe haven seperti emas.

Selain itu, pembelian emas oleh bank sentral, khususnya dari negara-negara berkembang seperti Tiongkok, India, dan Rusia, juga menjadi pendorong utama harga. Bank sentral cenderung menambah cadangan emas sebagai diversifikasi dari dolar AS dan lindung nilai terhadap ketidakstabilan ekonomi global.

Hedge Fund Justru Kurangi Posisi Bullish

Meskipun harga emas mengalami kenaikan signifikan, data dari Commodity Futures Trading Commission (CFTC) menunjukkan bahwa posisi bullish dari hedge fund justru mengalami penurunan ke level terendah dalam enam minggu terakhir. Hal ini mengindikasikan bahwa sebagian investor besar mulai mengambil sikap lebih hati-hati, mungkin karena mengantisipasi aksi ambil untung atau volatilitas pasar dalam waktu dekat.

Namun, pengurangan posisi tersebut belum menunjukkan pembalikan tren secara menyeluruh. Banyak analis percaya bahwa koreksi harga dalam jangka pendek justru bisa menjadi peluang akumulasi, terutama jika The Fed benar-benar mulai memangkas suku bunga dan ketidakpastian ekonomi berlanjut.

Logam Mulia Lainnya Bergerak Datar

Di samping emas, logam mulia lainnya seperti perak, platinum, dan palladium juga menunjukkan pergerakan yang relatif stabil. Perak dan platinum diperdagangkan mendatar pada Senin pagi, sementara palladium sedikit menguat.

Meskipun logam-logam ini juga dipengaruhi oleh faktor makroekonomi global, pergerakan harganya cenderung lebih volatil dan dipengaruhi oleh permintaan industri. Perak misalnya, digunakan dalam sektor elektronik dan energi surya, sedangkan platinum dan palladium banyak digunakan di industri otomotif untuk katalisator.

Kesimpulan: Emas Masih Menjadi Pilihan Favorit di Tengah Ketidakpastian

Harga emas tetap kokoh di tengah ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter AS dan melemahnya kekuatan dolar. Meskipun ada kekhawatiran mengenai inflasi dan sikap hati-hati dari investor institusional, tren jangka menengah hingga panjang masih mendukung penguatan harga emas.

Dengan meningkatnya ketegangan geopolitik, perlambatan ekonomi global, dan kemungkinan pemangkasan suku bunga oleh The Fed, logam mulia ini tetap menjadi aset safe haven pilihan di tengah ketidakpastian. Bagi investor, emas bisa menjadi bagian penting dari strategi diversifikasi portofolio dalam menghadapi kondisi pasar yang terus berubah.


Jangan lupa jelajahi website kami di demo bestprofit dan temukan beragam informasi menarik yang siap menginspirasi dan memberikan pengetahuan baru! Ayo, kunjungi sekarang untuk pengalaman online yang menyenangkan!


bestprofit futures