Monday, 4 August 2025

Bestprofit | Pasar Emas Waspada Sikap The Fed

 https://best-profit-futures-malang.com/wp-content/uploads/2024/03/Gold-Emas.jpg

Bestprofit (5/8) – Pasar logam mulia membuka sesi Asia dengan penguatan tipis pada harga emas, di tengah meningkatnya ekspektasi bahwa Federal Reserve Amerika Serikat (The Fed) akan menurunkan suku bunga acuannya pada bulan depan. Pergerakan ini mencerminkan respons pasar terhadap kemungkinan perubahan arah kebijakan moneter AS.

Ekspektasi Penurunan Suku Bunga AS Picu Kenaikan Harga Emas

Pada awal sesi perdagangan Asia, harga emas spot tercatat naik 0,1% menjadi $3.378,35 per ons troi, sementara harga perak spot stagnan di kisaran $37,40 per ons troi. Kenaikan tipis ini terjadi seiring meningkatnya spekulasi bahwa The Fed mungkin akan segera memangkas suku bunga guna mendorong pertumbuhan ekonomi dan mengantisipasi tekanan inflasi yang mulai melandai.

Investor global saat ini memperhatikan setiap sinyal dari The Fed dengan seksama, terutama menjelang pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) berikutnya. Penurunan suku bunga biasanya mendukung harga emas, karena membuat logam mulia lebih menarik dibandingkan aset berbunga seperti obligasi atau deposito.


Kunjungi juga : bestprofit futures

Pernyataan Sucden Financial: Kenaikan Masih Dalam Kisaran Wajar

Dalam catatan hariannya, Sucden Financial menyatakan bahwa meskipun ada dorongan dari ekspektasi penurunan suku bunga, logam mulia diperkirakan akan tetap bergerak dalam kisaran harga tertentu, kecuali ada perubahan sikap dovish yang jelas dari The Fed.

“Tanpa perubahan sikap dovish yang jelas dari The Fed, yang belum terwujud, kami memperkirakan logam mulia akan diperdagangkan dalam kisaran harga tertentu,” demikian bunyi pernyataan Sucden.

Pernyataan ini menunjukkan bahwa sentimen pasar masih sangat berhati-hati. Meskipun arah suku bunga cenderung menurun, ketidakpastian terhadap komitmen kebijakan moneter jangka menengah The Fed membuat investor menahan diri.

Suku Bunga Lebih Rendah, Biaya Peluang Menurun

Secara fundamental, emas tidak memberikan bunga atau dividen seperti aset finansial lainnya. Oleh karena itu, ketika suku bunga acuan turun, biaya peluang untuk memegang emas juga menurun. Artinya, investor tidak terlalu rugi jika menempatkan dananya pada emas daripada instrumen berbunga seperti obligasi.

Dengan latar belakang tersebut, penurunan suku bunga cenderung meningkatkan daya tarik emas sebagai aset lindung nilai atau safe haven.

Ketegangan Ekonomi Global Juga Berkontribusi

Di luar faktor suku bunga, situasi geopolitik dan ketidakpastian ekonomi global juga turut menjadi faktor pendorong permintaan terhadap emas. Konflik yang masih berlangsung di beberapa wilayah, perlambatan pertumbuhan ekonomi Tiongkok, serta kekhawatiran terhadap ketahanan fiskal di berbagai negara maju, menciptakan tekanan tambahan pada pasar keuangan.

Dalam kondisi seperti ini, emas sering kali dipandang sebagai aset pelindung nilai terhadap risiko sistemik. Hal ini memperkuat dukungan terhadap harga logam mulia, meskipun dalam jangka pendek pergerakan harga bisa saja terbatas oleh data ekonomi dan kebijakan moneter.

Perak Tertahan, Tapi Potensial

Berbeda dengan emas, harga perak spot stagnan di kisaran $37,40/oz. Perak memiliki karakteristik unik karena digunakan dalam berbagai aplikasi industri, termasuk elektronik, panel surya, dan medis. Oleh karena itu, selain sebagai aset lindung nilai, permintaan perak juga sangat dipengaruhi oleh siklus industri global.

Ketika aktivitas manufaktur dan industri melambat, permintaan terhadap perak dari sektor industri bisa turun, yang pada gilirannya menahan laju kenaikan harga perak meskipun harga emas naik. Namun, apabila ekonomi global membaik atau dorongan energi hijau meningkat, perak berpotensi mencatatkan kinerja lebih baik dibandingkan emas karena permintaan industrinya yang luas.

Fokus Pasar Minggu Ini: Data Ekonomi dan Komentar The Fed

Ke depan, pasar akan mencermati sejumlah rilis data ekonomi penting dari Amerika Serikat, termasuk data ketenagakerjaan, inflasi, dan indeks manufaktur. Data ini akan menjadi bahan pertimbangan utama bagi The Fed dalam menentukan arah kebijakan moneter mereka.

Selain itu, pernyataan dari para pejabat The Fed akan menjadi sorotan utama. Jika ada indikasi yang lebih jelas mengenai perubahan arah kebijakan menjadi lebih dovish, maka kemungkinan besar harga emas akan terus naik.

Analisis Teknikal: Level Resistance dan Support Emas

Dari perspektif teknikal, saat ini emas menghadapi level resistance di kisaran $3.400–$3.420/oz, sementara level support kuat berada di sekitar $3.340–$3.350/oz. Pergerakan di luar kisaran ini kemungkinan hanya terjadi jika ada katalis besar seperti kejutan kebijakan moneter atau data ekonomi penting.

Trader jangka pendek mungkin akan mengambil posisi berdasarkan pergerakan harga intraday, sementara investor jangka panjang cenderung menunggu konfirmasi arah suku bunga sebelum menambah portofolio emasnya.

Kesimpulan: Arah Jangka Pendek Masih Bergantung pada The Fed

Harga emas mencatatkan kenaikan tipis di awal sesi Asia sebagai respons terhadap meningkatnya harapan penurunan suku bunga AS bulan depan. Namun, tanpa adanya sinyal dovish yang eksplisit dari The Fed, pasar masih cenderung bermain aman, dan logam mulia akan tetap bergerak dalam kisaran harga yang terbatas.

Faktor-faktor seperti ekspektasi suku bunga, inflasi, ketegangan geopolitik, dan kekuatan dolar AS akan terus memainkan peran penting dalam menentukan arah harga emas dan perak. Untuk saat ini, logam mulia tetap menjadi aset lindung nilai yang relevan, namun investor harus tetap waspada terhadap perubahan kebijakan moneter global.

 


Jangan lupa jelajahi website kami di demo bestprofit dan temukan beragam informasi menarik yang siap menginspirasi dan memberikan pengetahuan baru! Ayo, kunjungi sekarang untuk pengalaman online yang menyenangkan!


bestprofit futures