Sunday, 13 April 2014

Jepang Masih Punya Kekuatan Untuk Tingkatkan Bisnis Industrinya

BESTPROFIT FUTURES (14/04)Secara garis besar, ekonomi Jepang diperkirakan akan melambat tahun ini, menyusul meningkatnya pajak penjualan mulai 1 April lalu untuk mengurangi defisit fiskal yang besar di negara tersebut.
Sebagian besar survei pemerintah  menunjukkan bahwa investasi bisnis akan menurun. Sebuah survei di bulan Maret dari Departemen Keuangan keuangan menunjukkan investasi bisnis di Jepang turun 5,1 persen secara year on year, sedangkan Bank of Japan pekan lalu memperkirakan penurunan investasi sebesar 4,2 persen.
Pekan lalu dalam outlook ekonomi yang dilaporkan International Monetary Fund (IMF) juga memperkirakan bahwa pertumbuhan ekonomi di Jepang akan melambat menjadi 1,4 persen tahun ini dari 1,5 persen tahun lalu.
Di antara industri yang ada, selama dua bulan pertama tahun ini penurunan konsumsi terlihat di sektor ritel. Penurunan ini diprediksi banyak terkait dengan kenaikan pajak penjualan.
Namun hal yang bisa membantu  ekonomi Jepang pekan terakhir ini datang dari bursa global dimana kepercayaan pasar terhadap pasar saham di AS melemah sehingga pasar beralih ke investasi safe haven yang salah satunya mata uang Yen. Sepanjang pekan lalu mata uang Yen menguat 3 persen terhadap kurs dolar.
Sektor yang bisa ambil untung dengan kondisi penguatan Yen ini sektor otomotif Jepang yang menunjukkan titik terang pertumbuhan pada bulan Februari lalu, dengan pengeluaran investasi yang meningkat hingga 14,4 persen.
Dengan penguatan Yen ini sektor industri juga bisa terangkat dimana bisa mendorong pesanan mesin inti di Jepang meningkat kembali setelah turun 8,8 persen pada bulan Februari. Turunnya pesanan bulan tersebut jauh lebih besar dari perkiraan yang sebesar 2,6 persen. Meskipun begitu, secara year on year, pesanan mesin inti naik 10,8 persen.
Sumber : vibiznews

Friday, 11 April 2014

Bursa Australia Akhiri Perdagangan Dengan Kerugian, Saham Utama Anjlok

BESTPROFIT FUTURES (11/04)Kabar dari negeri kangguru terpantau perdagangan bursa saham Australia hari ini ditutup anjlok mengikuti pergerakan bursa saham Wall Street dan bursa regional. Dimana para investor masih terpengaruh terhadap rilis data perdagangan China dan pergerakan saham-saham teknologi di AS yang bergerak overvalued.
Hari ini (11/4/2014) indeks benchmark di bursa Sydney ditutup melemah. Indeks S&P ASX 200 tersebut membukukan pelemahan sebesar 41.4 poin ke posisi  5,439.  Sementara indeks All Ordinaries jatuh 44.10 poin menjadi 5,433.
Pelemahan bursa sydney pada perdagangan hari ini diikuti oleh saham-saham sektor pertambangan dan sektor keuangan yang terpantau melemah.
Di sektor pertambangan BHP Billiton turun 1.06 persen menjadi $37.51, sementara pesaingnya Rio Tinto juga turun 1.31 persen menjadi $64.10. Sedangkan, Fortescue Metals turun 1.85 persen menjadi $5.31, Newcrest terpantau jatuh 0.46 persen menjadi $10.89 dan Oil Search turun 0.58 persen menjadi $8.53.
Di sektor keuangan, pelemahan dipimpin oleh emiten perbankan dimana, ANZ ditutup anjlok 0.82 persen menjadi $33.91 dan Commonwealth Bank jatuh 0.71 persen menjadi $77.34. Disusul National Australia Bank yang turun 0.51 persen menjadi $35.38, sementara Westpac jatuh 0.67 persen menjadi $34.2625.
Sumber : vibiznews

Rupiah Masih Tertekan di Atas Rp11.400/US$ Jelang Penutupan

BESTPROFIT FUTURES (11/04)Menjelang penutupan perdagangan Jumat (11/4/2014), nilai tukar rupiah tetap melemah terhadap dolar As.
Berdasarkan data Bloomberg Dollar Index, rupiah melemah 0,54% ke level Rp11.419 per dolar AS pada pukul 14.53 WIB.
Pada awal perdagangan, kurs rupiah sudah dibuka melemah 0,62% ke Rp11.428 per dolar AS dibandingkan dengan penutupan sebelumnya Rp11.358 per dolar AS.
Rupiah pun masih terpantau yang paling tertekan terhadap dolar AS diantara mata uang Asia-Pasifik lainnya.
Dari daftar 13 mata uang Asia Pasifik, hanya empat mata uang yang menguat terhadap dolar AS yakni dolar Singapura, won, yuan, dan peso.
Nilai tukar dolar AS terhadap mata uang Asia-Pasifik Jumat, 11 April 2014
Kurs
Nilai
Perubahan
WIB
$ Australia
0,94
+0,35%
14:29:40
$ Selandia Baru
0,87
+0,14%
14:29:36
Yen
101,79
+0,26%
14:29:18
$Hong Kong
7,75
+0,01%
14:29:18
$Singapura
1,24
-0,18%
14:29:37
$Taiwan
30,06
+0,20%
14:29:21
Won
1.035,35
-0,46%
01:59:59
Peso
44,28
-0,08%
14:30:21
Rupiah
11.419
+0,54%
14:53:20
Rupee
60,24
+0,27%
14:30:14
Yuan
6,2
-0,06%
14:29:21
Ringgit
3,23
+0,39%
14:29:52
Baht
32,3130
+0,13%
14:29:15
SumberBloomberg.

Emas Masih Bersinar, Tapi Reli Mungkin Cuma Sebentar

BESTPROFIT FUTURES (11/04)Hasil notulen pertemuan FOMC terakhir telah memberikan kejelasan bahwa Federal Reserve tidak terlalu hawkish terhadap kebijakan dari apa yang telah diisyaratkan oleh Janet Yellen pada konferensi pers pengukuhan dirinya sebagai ketua Fed bulan lalu. Karena ada tidak penyebutan kerangka waktu Å“enam bulan antara akhir dari stimulus (QE) dan dimulainya kenaikan suku bunga, pasar telah mengambil ini sebagai tanda bahwa suku bunga akan tetap pada tingkat terendah untuk jangka waktu yang lebih lama dari yang diharapkan.
Akibatnya, emas kembali menjadi relatif lebih menarik sebagai non-dividen atau interest-paying-asset dan logam mulia telah mengalami peningkatan sejalan dengan harga saham dan aset berisiko secara umum. Namun, jarang kita dengan bahwa keduanya meningkat secara bersama-sama, meskipun keuntungan lebih lanjut untuk logam kuning mungkin akan relatif terbatas jika pasar ekuitas terus terdorong lebih tinggi.
Meskipun demikian, untuk pertama kalinya sejak akhir Maret, arus keluar dari exchange-traded funds (ETF) berdenominasi emas berhenti “ setidaknya untuk saat ini. Ini juga merupakan perkembangan yang agak bullish karena arus ETF setidaknya bertanggung jawab untuk sebagian penurunan harga yang terjadi baru-baru.
Namun, kecuali arus ke ETF berubah positif (ETF terbesar di dunia, SPDR Gold Trust, turun 8 ton sejauh tahun ini) dan meningkat secara signifikan, harga emas tampaknya tidak akan menggelar reli yang berarti dan berkelanjutan. Tapi dengan logam mulia lainnya seperti platinum dan paladium terus mencari dukungan dari investor ETF, meskipun untuk alasan yang berbeda, emas bisa mengikutinya. (brc)
Sumber : Actionforex

Thursday, 10 April 2014

Pagi ini, Harga emas dan perak terpantau diperdagangkan lebih rendah

BESTPROFIT FUTURES (11/04)Perdagangan bursa komoditi logam di hari Jumat(11/4), harga emas telah diperdagangkan lebih rendah ketika laporan pasar tenaga kerja AS malam tadi telah memberikan tekanan logam mulia.
Selama berlangsungnya perdagangan di sesi Asia, emas berjangka pengiriman Juni telah diperdagangkan lebih rendah 0.18% di level $1.318.10 per troy ounce di divisi Comex, New York Mercantile Exchange. Sedangkan untuk harga perak pengiriman Mei telah turun 0.44% di level $20.002 per troy ounce.
Harga emas terpantau mengalami penurunan ke bawah ketika sebuah laporan resmi dari Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan bahwa jumlah klaim pengangguran di wilayah AS telah alami penurunan sebanyak 30.000 dengan disesuaikan secara musiman menjadi 300.000.
Sumber : financeroll

Bursa Saham Asia Melemah, Akibat Penguatan Yen

BESTPROFIT FUTURES (11/04)Indeks saham Asia melemah dari level penutupan tertingginya dalam hampir 3 bulan terakhir akibat adanya aksi jual saham teknologi AS  dan penguatan yen, hal tersebut telah mengakibatkan saham-shaam Jepang melemah.

Indeks MSCI Asia Pacific melemah 1% ke level 137.90 pukul 9:03 pagi waktu Tokyo, menjelang pembukaan bursa saham di Hong Kong dan China. Kontrak berjangka pada Indeks Hang Seng Hong Kong menguat 0.3% di awal sesi perdagangan ini, setelah kemarin acuan tersebut melonjak 1.5% setelah adanya persetujuan antara Shanghai dan Hong Kong yang akan menghubungkan bursa kedua negara tersebut.

Indeks Topix Jepang tergelincir 2.2% sejalan dengan yen diperdagangkan pada level 101.42 per dollar, mencapai level tertingginya dalam 3 pekan terakhir. Pekan ini hingga kemarin acuan saham tersebut melemah 5.5% dan yen menguat akibat menurunnya ekspor China dari yang diperkirakan sebelumnya, sehingga mempengaruhi lonjakan permintaan akan asset safe haven. Ekuitas Jepang menuju penurunan mingguan tertajamnya diantara 24 bursa-bursa saham di negara maju yang dimonitor oleh Bloomberg.

Fast Retailing Co., yang berkontribusi 10% pada Indeks Nikkei 225 Stock Average, diperkirakan akan melemah pada hari ke-3 setelah ritel pakaian terbesar di Asia memangkas perkiraan laba tahunan. Indeks Nikkei 225 melemah 2.5%.

Indeks Kospi Korea Selatan melemah 1.1% dan Indeks S&P/ASX 200 Australia melemah 0.5%. Indeks NZX 50 Selandia Baru melemah 1%. (bgs)

Sumber : Bloomberg

Pengaruh Spekulasi Ekspor Minyak Libya, Antarkan WTI Menuju Gain Mingguan

BESTPROFIT FUTURES (11/04)Minyak mentah WTI (West Texas Intermediate) menuju gain mingguan ditengah tanda-tanda meningkatnya permintaan bahan bakar, sejalan dengan selisih dengan acuan minyak brent London menurun ke level terendahnya dalam lebih dari 6 bulan terakhir terkait spekulasi bahwa ekspor dari Libya diperkirakan akan meningkat.

Kontrak berjangka stagnan di New York, menuju kenaikan 2.2% pada pekan ini. Permintaan bensin melonjak ke level 3 bulan tertingginya pada tanggal 4 April lalu akibat turunnya pasokan , terendah sejak November tahun lalu, menurut rilis data pemerintah. Kemarin minyak jenis Brent lebih tinggi dibanding WTI berada pada angka $4.06, terendah sejak 19 September tahun lalu, dampak dari Libya yang akan mengekspor minyak dari pelabuhan Hariga pada pekan depan setelah sebelumnya pemberontak menguasai pelabuhan dari pemerintah.

WTI untuk pengiriman bulan Mei berada pada level $103.31 per barel, turun 9 sen, pada perdagangan elektronik di New York Mercantile Exchange pukul 9:15 pagi waktu Sydney. Kemarin kontrak tergelincir 20 sen ke level $103.50. Volume semua kontrak berjangka diperdagangkan sebesar 84% dibawah 100 hari rata-rata.

Kemarin brent untuk penyelesaian bulan Mei turun 52 sen atau 0.5% ke level $107.46 per barel di ICE Futures Europe exchange, London.

Libya, negara dengan cadangan minyak terbesar di Afrika, saat ini menempati urutan terendah sebagai negara penghasil minyak diantara anggota OPEC (Organization of Petroleum Exporting Countries). Bulan lalu produksi nasional negara tersebut mencapai 250,000 barel per hari, dibandingkan dengan 1.4 juta di awal tahun ini. (bgs)

Sumber : Bloomberg

Penguatan Yen, Tekan Indeks Topix Melemah Pada Sesi Pembukaan

BESTPROFIT FUTURES (11/04)Indeks Topix Jepang melemah pada hari ke-6, menuju penurunan mingguan tertajamnya sejak Maret 2011 silam, akibat penguatan yen dan adanya aksi jual saham teknologi AS. Sementara itu, Fast Retailing Co. menurun.

Indeks Topix melemah 1.8% ke level 1,129.03 pukul 9:01 pagi waktu Tokyo. Pekan ini indeks acuan tersebut telah menurun sebesar 7.2%, menuju pelemahan tertajam sejak akhir periode tanggal 18 Maret 2011 silam. Hari ini Indeks Nikkei 225 Stock Average tergelincir 1.7% ke level 14,055.10. Yen catat gain 0.1% ke level 101.40 per dollar setelah kemarin menguat 0.5%. Kemarin Indeks Nasdaq Composite melemah tajam sejak 2011 di New York.

Hari ini kontrak berjangka pada Indeks Standard & Poor 500 stagnan, kemarin acuan ekuitas tersebut melemah 2.1%. Indeks Nasdaq Composite turun 3.1% ditengah kekhawatiran valuasi yang diperkirakan akan terlalu tinggi di awal muism pendapatan. Indeks Nasdaq Biotechnology turun 5.6%, penurunan tertajam sejak 2011 silam.

Saham-saham Jepang melemah 7.6% di kuartal pertama tahun 2014 ini, bursa saham Jepang termasuk bursa dengan performa terburuk diantara bursa-bursa di negara maju lainnya, hail itu akibat dari penguatan yen dan berkembangnya kekhawatiran bahwa tanggal 1 April lalu pajak penjualan akan dinaikan yang akan menghambat perekonomian Jepang. (bgs)

Sumber : Bloomberg

Dua Data yang Harus Diperhatikan: Klaim Pengangguran dan Consumer Comfort Index AS

BESTPROFIT FUTURES (11/04)Mengakhiri trading minggu ini, masih ada dua data penting yang akan dirilis di AS, yaitu Klaim Pengangguran AS dan Consumer Comfort Index.
Angka-angka dari ekonomi AS yang terbaru menunjukkan bahwa pandangan yang optimis adalah yang benar. Belanja ritel meningkat, menurut data minggu ini dari Redbooks and the International Council of Shopping Centers. Sementara angka dari job opening memiliki kecenderungan meningkat lebih tinggi lagi, menurut laporan Job Openings and Labour Turnover Survey pemerintah AS. Sebagai tambahan, laporan dari Non-Farm Payroll bulan Maret merefleksikan tingkat pertumbuhan yang lebih kuat.
Para ekonom percaya akan ada kemajuan dalam update data pengangguran mingguan. Konsensus memperkirakan akan terjadi penurunan kecil dari 326.000 menjadi 318.000 dari laporan sebelumnya. Dalam hal ini, indikator ini akan menguatkan pemikiran bahwa pertumbuhan ekonomi AS yang pelan akan bertambah cepat. IMF memperkirakan hal yang sama “kebijakan moneter di AS telah mulai kembali ke normal ditengah tanda-tanda bahwa pemulihan ekonomi sedang mendapatkan momentumnya,” kata IMF minggu ini.
Di dalam rilis minggu yang lalu, the Consumer Comfort Index (CCI) naik setelah menyentuh level terendah sejak awal Februari. Sentimen konsumen menurun menjadi 79.9 di bulan Maret dari 81.6 di bulan Februari, level terendah sejak November 2013. Para ekonom memperkirakan indeks akan meningkat menjadi 81.9.   
Jika klaim pengangguran dan CCI meningkat, optimisme akan naik untuk memperkirakan bahwa laporan penjualan ritel bulanan minggu depan untuk bulan Maret akan menambah pemikiran yang positip mengenai trend makro AS.
Sumber : vibiznews

Wednesday, 9 April 2014

Dollar Dekati Level 5-Bln Terendahnya Terkait Perkiraan The Fed

BESTPROFIT FUTURES (10/04)Dollar turun 0.1% dari level 5 bulan terendahnya terhadap mata uang lainnya menjelang pidato Federal Reserve setelah hasil pertemuan bank sentral yang melemahkan prospek kenaikan acuan suku bunga.

Kemarin dollar AS menyentuh level 2 pekan terendahnya terhadap euro setelah rilis pertemuan The Fed bulan Maret lalu yang menunjukkan bahwa The Fed tidak menghiraukan perkiraan oleh beberapa pembuat kebijakan The Fed yang menyatakan acuan suku bunga akan naik lebih cepat dari yang diperkirakan sebelumnya. Presiden Federal Reserve Chicago Charles Evans akan berpartisipasi dalam diskusi panel hari ini di Washington. Dollar Selandia Baru mencapai level tertingginya sejak 2011 silam setelah indeks manufaktur catat kenaikan.

Indeks Spot Dollar Bloomberg, yang memonitor dollar AS terhadap 10 mata uang lainnya, stagnan pada level 1,005.81 pukul 9:24 pagi waktu Tokyo. Kemarin dollar menyentuh level 1,005.10, level terendah sejak tanggal 30 Oktober tahun lalu.

Kemarin dollar diperdagangkan pada level $1.3857 per euro dari $1.3855. Dollar berada pada level 102.05 yen dari 102. Yen berada pada level 141.42 per euro setelah sebelumnya turun 0.6% ke level 141.32. (bgs)

Sumber : Bloomberg

Gold Near Two-Week High on Speculation U.S. Rates Will Stay Low

BESTPROFIT FUTURES (10/04) - Gold held near a two-week high after the release of U.S. Federal Reserve minutes that played down forecasts by some of the bank™s own policy makers that interest rates might rise faster than they previously predicted.

Bullion for immediate delivery traded at $1,313.13 an ounce at 8:41 a.m. in Singapore from $1,311.80 yesterday, when the metal completed a two-day advance that™s the longest streak in a month, according to Bloomberg generic pricing. Prices erased a drop to reach $1,315.18 yesterday, the highest since March 26.

The minutes of the March meeting, at which monthly bond buying was cut for a third time, showed that several policy makers said projections for an interest-rate rise might be overstated. Gold rose 9.3 percent this year, rallying from the worst annual drop in more than three decades, driven in part by unrest in Ukraine and concern the U.S. recovery may be slowing.

Gold for June delivery rose 0.6 percent to $1,313.10 an ounce on the Comex in New York. Assets in the SPDR Gold Trust, the largest bullion-backed exchange traded fund, were unchanged yesterday after falling to 806.48 metric tons on April 8, the least since March 7.

The Fed has reduced monthly bond-buying by $10 billion at each of the past three meetings, while keeping its target for overnight lending between banks in a range of zero to 0.25 percent since 2008.

Silver for immediate delivery rose 0.3 percent to $19.935 an ounce, rebounding from a drop yesterday. Platinum added 0.1 percent to $1,443.88 an ounce, climbing for a third day. Palladium was at $782.50 an ounce from $782.35.

Copy Source : Bloomberg