Bestprofit (28/8) – Harga emas mengalami sedikit penurunan dalam perdagangan Asia pada Kamis, 28 Agustus, di tengah ketidakpastian geopolitik dan ekonomi yang terus membayangi pasar. Meski demikian, permintaan emas fisik di kawasan Asia tetap kuat, menunjukkan bahwa komoditas ini masih menjadi pilihan utama investor di tengah gejolak global.
Perdagangan Emas: Koreksi Ringan di Tengah Ketidakpastian
Pada pukul 08.00 WIB, harga spot emas tercatat melemah tipis sebesar 0,1% ke level $3.396,56 per ons. Pergerakan ini mencerminkan sikap hati-hati para pelaku pasar, yang saat ini tengah mencermati perkembangan terbaru dalam politik Amerika Serikat.
Pelemahan harga ini terjadi setelah beberapa hari sebelumnya logam mulia tersebut sempat menguat pasca pernyataan dovish dari Ketua The Fed Jerome Powell di simposium Jackson Hole. Namun, fokus investor kini beralih ke ketegangan politik yang melibatkan mantan Presiden Donald Trump dan Gubernur The Fed, Lisa Cook, yang menimbulkan ketidakpastian baru di pasar.
Perseteruan Hukum Trump dan Lisa Cook: Bayang-bayang Tekanan Politik
Ketegangan politik antara Donald Trump dan Lisa Cook menjadi perhatian utama pasar global. Trump diketahui melontarkan kritik keras terhadap kebijakan moneter The Fed dan secara terbuka menyalahkan Lisa Cook atas sejumlah kebijakan yang dinilainya merugikan ekonomi AS.
Saat ini, perseteruan tersebut memasuki ranah hukum setelah Trump menggugat Cook atas dugaan penyalahgunaan wewenang dalam kebijakan suku bunga dan stimulus moneter. Cook, yang baru menjabat sebagai gubernur The Fed sejak 2022, dianggap oleh pendukung Trump terlalu dovish dalam menangani inflasi yang melonjak pasca-pandemi.
Situasi ini menciptakan ketidakpastian atas independensi The Fed dan memperkuat kekhawatiran pasar bahwa kebijakan moneter bisa menjadi alat politik, terutama menjelang pemilihan presiden AS 2026. Ketidakpastian ini, meski belum berdampak signifikan pada harga emas hari ini, berpotensi menjadi katalis volatilitas dalam beberapa minggu mendatang.
Kunjungi juga : bestprofit futures
Permintaan Fisik Tetap Kuat di Asia
Di sisi lain, permintaan emas fisik di Asia menunjukkan tren positif. Menurut analis Traze.com, Osama Al Saifi, data impor bersih emas Tiongkok melalui Hong Kong pada Juli melonjak lebih dari dua kali lipat dibandingkan bulan sebelumnya.
“Kami melihat lonjakan signifikan dalam impor bersih emas ke Tiongkok via Hong Kong. Ini menunjukkan bahwa permintaan domestik, terutama dari sektor perhiasan dan bank sentral, tetap solid meskipun harga sempat menguat,” jelas Al Saifi.
Tiongkok merupakan konsumen emas terbesar di dunia, dan pergerakan permintaan di negara tersebut sering dijadikan indikator penting bagi arah harga emas global. Lonjakan impor ini menunjukkan bahwa emas tetap dipandang sebagai aset lindung nilai utama, terutama dalam menghadapi volatilitas yuan dan ketidakpastian ekonomi domestik Tiongkok.
Menanti Data Indeks PCE AS
Fokus investor kini bergeser ke rilis data Indeks Personal Consumption Expenditures (PCE) yang dijadwalkan pada Jumat waktu setempat. PCE merupakan indikator inflasi yang menjadi acuan utama bagi The Fed dalam menentukan arah kebijakan suku bunga.
Setelah pernyataan dovish dari Jerome Powell di Jackson Hole pekan lalu, pasar akan mencermati apakah data PCE akan mengonfirmasi tren inflasi yang melandai. Jika PCE menunjukkan penurunan inflasi, maka peluang The Fed untuk mempertahankan atau bahkan menurunkan suku bunga semakin terbuka.
Sebaliknya, jika data PCE masih menunjukkan tekanan inflasi yang tinggi, maka The Fed bisa kembali ke sikap hawkish, yang akan memperkuat dolar dan menekan harga emas lebih jauh.
Faktor Lain yang Mempengaruhi Harga Emas
Selain ketegangan politik dan data ekonomi, ada beberapa faktor lain yang turut memengaruhi harga emas saat ini:
1. Kinerja Dolar AS
Dolar AS cenderung menguat dalam beberapa hari terakhir, seiring kekhawatiran investor terhadap ketegangan di dalam negeri AS dan ketidakpastian arah kebijakan The Fed. Dolar yang kuat membuat emas lebih mahal bagi pemegang mata uang lain, sehingga menekan permintaan.
2. Imbal Hasil Obligasi AS
Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun juga menjadi perhatian. Kenaikan yield membuat investasi berbasis bunga menjadi lebih menarik dibanding emas yang tidak memberikan imbal hasil tetap. Saat ini, yield bergerak fluktuatif karena ekspektasi pasar terhadap arah suku bunga belum solid.
3. Ketegangan Geopolitik Global
Ketegangan di berbagai kawasan, seperti konflik Rusia-Ukraina yang belum mereda dan meningkatnya ketegangan di Laut China Selatan, menjadi pendorong permintaan safe haven. Namun, dampaknya terhadap emas belum terlalu signifikan karena pelaku pasar lebih fokus pada kondisi makroekonomi AS.
Prospek Harga Emas dalam Jangka Pendek
Dalam jangka pendek, pergerakan harga emas diperkirakan masih akan fluktuatif, dengan rentang perdagangan yang ketat menjelang rilis data inflasi PCE. Sentimen investor akan sangat dipengaruhi oleh apakah The Fed tetap pada jalur dovish atau justru kembali agresif.
Menurut analis teknikal dari Commerzbank, jika emas mampu bertahan di atas support kunci $3.380 per ons, maka ada peluang rebound menuju $3.420–$3.450 per ons. Namun, jika tekanan jual meningkat dan harga turun di bawah $3.380, maka potensi koreksi lebih dalam terbuka lebar.
Kesimpulan: Emas Masih Jadi Pilihan, Meski Tekanan Jangka Pendek Mengintai
Harga emas tergelincir tipis pada perdagangan Kamis pagi, dipengaruhi oleh ketidakpastian politik dalam negeri AS dan kehati-hatian investor menjelang rilis data penting. Meski demikian, permintaan emas fisik di Asia—khususnya di Tiongkok—masih menunjukkan kekuatan yang signifikan.
Ke depan, harga emas akan sangat bergantung pada data inflasi AS dan reaksi pasar terhadap ketegangan antara Donald Trump dan Gubernur The Fed Lisa Cook. Di tengah banyaknya ketidakpastian ini, emas tetap mempertahankan statusnya sebagai aset safe haven, meskipun pergerakannya mungkin tidak seagresif tahun-tahun sebelumnya.
Jangan lupa jelajahi website kami di demo bestprofit dan temukan beragam informasi menarik yang siap menginspirasi dan memberikan pengetahuan baru! Ayo, kunjungi sekarang untuk pengalaman online yang menyenangkan!