BESTPROFIT FUTURES MALANG (1/7) - Anda sering tidur bersebelahan dengan smartphone? Mulai saat ini, cobalah taruh smartphone Anda di tempat yang seharusnya disimpan.
Sebuah penelitian menunjukkan bahwa tidur dengan smartphone yang ditaruh bersebelahan dengan kepala dapat menyebabkan gangguan otak.
Menurut informasi yang dilansir laman Huffington Post, Rabu (1/7/2015), setidaknya delapan dari sepuluh pemilik smartphone justru tidur dan membiarkan smartphone-nya berada di atas tempat tidur.
Bahkan, setengah dari para pengguna smartphone memberikan alasan bahwa lebih mudah jika menaruh smartphone di atas tempat tidur ketika ingin mematikan alarm untuk bangun tidur.
Persentase menunjukkan bahwa 63 persen pengguna smartphone yang berusia 18-29 tahun rupanya benar-benar tidur bersama perangkat gadget mereka, baik itu smartphone atau pun tablet.
Selain memberikan dampak berkala ke otak, kebiasaan tidur bersama smartphone di atas ranjang dapat mengakibatkan gangguan tidur secara terus menerus.
Pengguna smartphone yang membiarkan smartphone
mereka berada di tempat tidur akan terkena Hypervigilance. Ini merupakan
suatu gejala otak yang dapat membuat seseorang mengalami rasa tegang
dan kewaspadaan secara terus menerus.
"Untuk pengalaman tidur yang nyaman, Anda harus merasa aman dan tidak khawatir tentang apapun, khususnya smartphone Anda. Dengan smartphone
yang berada di dekat Anda pada malam hari, secara sadar Anda pasti
ingin menggunakan ponsel tersebut. Otak akan memantau situasi tidur
Anda, jadinya tidur akan menjadi lebih mudah terganggu," ujar Dr Neil
Stanley, ilmuwan dari Leeds University.
Tak hanya itu, rupanya bahaya terbesar dari tidur dengan smartphone
masih ada. Dr Charles Czeisler, seorang Profesor Kedokteran yang
meneliti ritme tidur dari Harvard University, mengungkap jika cahaya
yang dipijarkan smartphone juga menyebabkan gangguan ritme
alami tubuh seseorang dan dapat memanipulasi tubuh manusia sehingga
menggangap waktu masih siang, dengan kata lain dapat membuat penggunanya
mengalami disorientasi waktu.
Studi lain yang dipublikasikan dalam jurnal `Organizational Behavior
and Human Decision Processes` yang dilakukan pada Januari lalu juga
melakukan penelitian tentang kebiasaan para pekerja yang menggunakan smartphone sebelum tidur.
Hasilnya, para peneliti menemukan bahwa penggunaan smartphone
di atas jam 9 malam dapat menurunkan kuantitas tidur di malam hari,
bahkan dapat menyebabkan kinerja di tempat kerja memburuk di pagi hari.
(jek/isk)
Sumber : Liputan6
Tuesday, 30 June 2015
Harga Minyak Bangkit dari Posisi Terendah dalam 3 Pekan
BESTPROFIT FUTURES MALANG (1/7) - Harga minyak mentah dunia bangkit dari posisi terendah dalam tiga minggu pada Selasa (Rabu pagi waktu Jakarta). Kenaikan dipicu menguatnya permintaan di Amerika, meski gagal bayar utang Yunani (default) masih mengancam pasar global.
Kenaikan harga minyak juga terjadi menjelang rilis data persediaan minyak. Serta akibat penguatan dolar, yang biasanya cenderung membebani komoditas.
Melansir laman Reuters, harga minyak mentah jenis Brent ditutup naik US$ 1,58 (2,6 persen) menjadi US$ 63,59 per barel. Harga ini lebih rendah untuk posisi Juni, namun naik 15 persen secara kuartalan sejak September 2012, dan 11 persen untuk setengah tahun.
Sementara minyak mentah AS naik US$ 1,14 (2 persen) ke posisi US$ 59,47 per barel. Secara bulanan, harga turun 1 persen, namun melonjak 25 persen pada kuartal kedua dan menjadi keuntungan terbaik kuartalan sejak Desember 2011, dan ditutup naik 12 persen pada tahun ini.
Kali ini, pasar mengabaikan perpanjangan tenggat waktu untuk kesepakatan nuklir Iran, yang akan membiarkan negara ini bisa mengekspor lebih banyak minyak mentah ke pasar sehingga membuat terjadinya kelebihan pasokan.
Namun, beberapa analis mengingatkan untuk hati-hati. Sebab aksi jual yang memangkas harga minyak mentah sebesar 60 persen antara Juni dan Januari mungkin kembali terjadi jika stok minyak mentah mulai menumpuk lagi pada September, usai liburan musim panas.
"Saya tidak akan terkejut untuk melihat kerugian pada kuartal berikutnya," jelas Analis Caprock Risk Management, Chris Jarvis.
Sumber pemerintah Yunani mengatakan negara itu akan mengalami gagal bayar utang kepada Dana Moneter Internasional dan membuatnya terjun lebih dalam ke dalam krisis keuangan. Dolar menguat terhadap euro dalam mengantisipasi kegagalan bayar utang ini.
Sebelumnya harga minyak berjangka cenderung melemah bahkan menembus level terendah dalam tiga minggu ini. Hal itu dipicu dari pemerintahan Yunani menutup bank dan mengatur kontrol modal sehingga membuat risiko semakin luas. Sementara itu, Iran seperti menunda negosiasi nuklir dengan negara barat sehingga membuat ekspor bertambah mengakibatkan pasokan minyak banjir di pasar.(Nrm/Igw)
Sumber : Liputan6
Kenaikan harga minyak juga terjadi menjelang rilis data persediaan minyak. Serta akibat penguatan dolar, yang biasanya cenderung membebani komoditas.
Melansir laman Reuters, harga minyak mentah jenis Brent ditutup naik US$ 1,58 (2,6 persen) menjadi US$ 63,59 per barel. Harga ini lebih rendah untuk posisi Juni, namun naik 15 persen secara kuartalan sejak September 2012, dan 11 persen untuk setengah tahun.
Sementara minyak mentah AS naik US$ 1,14 (2 persen) ke posisi US$ 59,47 per barel. Secara bulanan, harga turun 1 persen, namun melonjak 25 persen pada kuartal kedua dan menjadi keuntungan terbaik kuartalan sejak Desember 2011, dan ditutup naik 12 persen pada tahun ini.
Kali ini, pasar mengabaikan perpanjangan tenggat waktu untuk kesepakatan nuklir Iran, yang akan membiarkan negara ini bisa mengekspor lebih banyak minyak mentah ke pasar sehingga membuat terjadinya kelebihan pasokan.
Namun, beberapa analis mengingatkan untuk hati-hati. Sebab aksi jual yang memangkas harga minyak mentah sebesar 60 persen antara Juni dan Januari mungkin kembali terjadi jika stok minyak mentah mulai menumpuk lagi pada September, usai liburan musim panas.
"Saya tidak akan terkejut untuk melihat kerugian pada kuartal berikutnya," jelas Analis Caprock Risk Management, Chris Jarvis.
Sumber pemerintah Yunani mengatakan negara itu akan mengalami gagal bayar utang kepada Dana Moneter Internasional dan membuatnya terjun lebih dalam ke dalam krisis keuangan. Dolar menguat terhadap euro dalam mengantisipasi kegagalan bayar utang ini.
Sebelumnya harga minyak berjangka cenderung melemah bahkan menembus level terendah dalam tiga minggu ini. Hal itu dipicu dari pemerintahan Yunani menutup bank dan mengatur kontrol modal sehingga membuat risiko semakin luas. Sementara itu, Iran seperti menunda negosiasi nuklir dengan negara barat sehingga membuat ekspor bertambah mengakibatkan pasokan minyak banjir di pasar.(Nrm/Igw)
Sumber : Liputan6
Wall Street Menguat Dipicu Harapan Soal Utang Yunani
BESTPROFIT FUTURES MALANG (1/7) - Wall Street ditutup menguat pada perdagangan Selasa (Rabu pagi waktu Jakarta), dipicu harapan investor jika kesepakatan dengan para kreditor akan tetap membuat Yunani di Zona Euro, meski negara ini berpotensi mengalami kegagalan bayar utang (default).
Melansir laman Reuters, Dow Jones Industrial Average naik 23,16 poin (0,13 persen) ke posisi 17.619,51. Sementara indeks S&P 500 naik 5,48 poin (0,27 persen) ke level 2.063,12 poin dan Nasdaq Composite naik 28,40 poin (0,57 persen) ke posisi 4.986,87 poin.
Yunani, yang terancam gagal membayar utang senilai US$ 1,8 miliar kepada Dana Moneter Internasional karena mendekati batas waktunya, mengajukan proposal bantuan baru kepada para kreditornya, menyerukan restrukturisasi utang. Dan ini tampak sebagai upaya terakhir Athena untuk menyelesaikan kebuntuan dengan pemberi pinjaman.
Pemerintah Yunani menunjukkan bahwa hal itu bisa mengubah sikap terhadap referendum yang dijadwalkan berlangsung pada hari Minggu, jika permintaan kredit baru bisa disepakati, seperti diungkapkan sumber kepada Reuters.
"Saya pikir (Perdana Menteri Yunani Tsipras) sedikit menantang dan sombong dan bermain berlebihan. Ini masih bisa meledak. Sehingga masih ada kegelisahan di pasar," kata Kenny Polcari, Direktur Divisi NYSE O'Neil Securities di New York.
Perusahaan-perusahaan AS memiliki eksposur terbatas ke Yunani, tetapi investor khawatir tentang dampak jika negara ini keluar dari Zona Euro.
Pada Senin kemarin, pasar saham AS merosot tajam, di mana indeks S&P 500 dan Dow memiliki hari terburuknya sejak 9 Oktober karena kekhawatiran tentang Yunani.
Tujuh dari 10 besar sektor di indeks S&P 500 naik, di antaranya pada sektor telekomunikasi dan konsumen yang menunjukkan sedikit penurunan.
Sekitar 7,5 miliar saham berpindah tangan di bursa AS, dibandingkan 6,3 miliar rata-rata selama lima sesi terakhir, menurut data dari BATS Global Markets.(Nrm/Igw)
Sumber : Liputan6
Melansir laman Reuters, Dow Jones Industrial Average naik 23,16 poin (0,13 persen) ke posisi 17.619,51. Sementara indeks S&P 500 naik 5,48 poin (0,27 persen) ke level 2.063,12 poin dan Nasdaq Composite naik 28,40 poin (0,57 persen) ke posisi 4.986,87 poin.
Yunani, yang terancam gagal membayar utang senilai US$ 1,8 miliar kepada Dana Moneter Internasional karena mendekati batas waktunya, mengajukan proposal bantuan baru kepada para kreditornya, menyerukan restrukturisasi utang. Dan ini tampak sebagai upaya terakhir Athena untuk menyelesaikan kebuntuan dengan pemberi pinjaman.
Pemerintah Yunani menunjukkan bahwa hal itu bisa mengubah sikap terhadap referendum yang dijadwalkan berlangsung pada hari Minggu, jika permintaan kredit baru bisa disepakati, seperti diungkapkan sumber kepada Reuters.
"Saya pikir (Perdana Menteri Yunani Tsipras) sedikit menantang dan sombong dan bermain berlebihan. Ini masih bisa meledak. Sehingga masih ada kegelisahan di pasar," kata Kenny Polcari, Direktur Divisi NYSE O'Neil Securities di New York.
Perusahaan-perusahaan AS memiliki eksposur terbatas ke Yunani, tetapi investor khawatir tentang dampak jika negara ini keluar dari Zona Euro.
Pada Senin kemarin, pasar saham AS merosot tajam, di mana indeks S&P 500 dan Dow memiliki hari terburuknya sejak 9 Oktober karena kekhawatiran tentang Yunani.
Tujuh dari 10 besar sektor di indeks S&P 500 naik, di antaranya pada sektor telekomunikasi dan konsumen yang menunjukkan sedikit penurunan.
Sekitar 7,5 miliar saham berpindah tangan di bursa AS, dibandingkan 6,3 miliar rata-rata selama lima sesi terakhir, menurut data dari BATS Global Markets.(Nrm/Igw)
Sumber : Liputan6
Emas Meredup Seiring Krisis Yunani Cukup Bebani Kinerja Euro
BESTPROFIT FUTURES MALANG (1/7) - Harga
emas jatuh pada hari Selasa akibat meningkatnya kekhawatiran Yunani
akan mengalami default terkait pembayaran angsuran hutang ke Dana
Moneter Internasional (IMF) melemahkan euro terhadap dolar, dan seiring
investor tetap waspada atas prospek jangka panjang terhadap logam.
Ketua
Eurogroup mengatakan itu terlalu terlambat untuk memperpanjang bailout
Yunani yang ada dan bahwa sikap Yunani terhadap kreditur dan mitra zona
euro harus berubah sebelum program baru bisa disepakati.
Spot
emas turun sebesar 1,2 persen ke level terendah sejak 5 Juni lalu ke
level $1,166.35 per ons, namun emas turun sebesar 0,7 persen ke level
$1,171.05 pukul 2:58 di New York. Itu menempatkan emas berada pada jalur
penutupan kuartal kedua turun sebesar 1 persen, penurunan kuartalan
berturut-turut keempat.
Harga penyelesaian emas berjangka AS untuk pengiriman Agustus turun $7,20 per ons ke level $1,171.80. (izr)
Sumber: Reuters
Bursa Saham AS Rebound pada Sesi Penutupan
BESTPROFIT FUTURES MALANG (1/7) - Saham AS
rebound dari penurunan terbesarnya dalam setahun terakhir seiring Yunani
melakukan upaya-upaya terakhir untuk mendapatkan pembiayaan sebelum
dana bailout berakhir. Sementara itu, Ekuitas Eropa turun diikuti mata
uang euro di tengah perdebatan dalam 11 jam, sedangkan Treasuries
ditutup melemah pada kuartalan pertama sejak 2013.
Indeks Standard & Poor 500 naik 0,3 %
pada pukul 4 sore waktu New York. Ini memangkas kenaikan di menit akhir
perdagangan untuk menghapus keuntungan pada kuartal dan kinerja
terburuknya dalam setahun terakhir sejak 2010 silam. Indeks Stoxx Europe
600 turun 1,3 %, membatasi kuartal terburuknya sejak tahun 2012. Euro
turun 0,8 % ke level $ 1,1146, memangkas kenaikan pada kuartalan pertama
terhadap dolar sejak awal tahun 2014. Imbal hasil obligasi tenor 10
tahun naik 3 basis poin setelah kemarin jatuh 15 basis poin.
Yunani memiliki waktu sampai 6 hari
mendatang untuk melakukan pembayaran utang senilai $ 1.7 miliar kepada
Dana Moneter Internasional seiring dengan pendanaan Eropa berakhir.
Pemerintah diminta untuk program bailout dalam 2 tahun dari Mekanisme
Stabilitas Eropa, berupaya untuk melakukan perpanjangan dari IMF dan
meminta Bank Sentral Eropa untuk memperluas pendanaan pada Negara
berkembang tersebut. Kanselir Jerman Angela Merkel mengatakan tidak akan
ada negosiasi lagi setelah referendum Yunani pada 5 Juli mendatang.
(knc)
Sumber : Bloomberg
Monday, 29 June 2015
BMKG: Langit Jabodetabek Selasa Pagi Cerah Berawan
BESTPROFIT FUTURES MALANG (30/6) - Cuaca cerah berawan diprediksi akan menyelimuti wilayah karta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek) pada Selasa pagi.
Hingga siang hari, kondisi ini masih akan ditemukan di wilayah Jakarta Utara, Jakarta Pusat, dan Bekasi. Sementara kota lainnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan cenderung berawan.
Pada malam hari, 2 kota penyangga yaitu Depok dan Bogor dikabarkan masih tetap berawan, sedangkan cuaca cerah berawan akan kembali terjadi di Wilayah DKI Jakarta, Kepulauan Seribu, Tangerang juga Bekasi.
Berikut prakiraan cuaca untuk wilayah Jabodetabek yang berhasil dihimpun Liputan6.com berdasarkan laman resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), bmkg.go.id, Selasa (30/6/2015):
(Mar/Ado)
Sumber : Liputan6
Hingga siang hari, kondisi ini masih akan ditemukan di wilayah Jakarta Utara, Jakarta Pusat, dan Bekasi. Sementara kota lainnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan cenderung berawan.
Pada malam hari, 2 kota penyangga yaitu Depok dan Bogor dikabarkan masih tetap berawan, sedangkan cuaca cerah berawan akan kembali terjadi di Wilayah DKI Jakarta, Kepulauan Seribu, Tangerang juga Bekasi.
Berikut prakiraan cuaca untuk wilayah Jabodetabek yang berhasil dihimpun Liputan6.com berdasarkan laman resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), bmkg.go.id, Selasa (30/6/2015):
Wilayah | Pagi | Siang | Malam |
---|---|---|---|
Kepulauan Seribu | Berawan | Cerah Berawan | Cerah Berawan |
Jakarta Utara | Cerah Berawan | Cerah Berawan | Cerah Berawan |
Jakarta Pusat | Cerah Berawan | Cerah Berawan | Cerah Berawan |
Jakarta Selatan | Cerah Berawan | Berawan | Cerah Berawan |
Jakarta Timur | Cerah Berawan | Berawan | Cerah Berawan |
Jakarta Barat | Cerah Berawan | Berawan | Cerah Berawan |
Depok | Cerah Berawan | Berawan | Berawan |
Tangerang | Cerah Berawan | Berawan | Cerah Berawan |
Bekasi | Cerah Berawan | Cerah Berawan | Cerah Berawan |
Bogor | Cerah Berawan | Berawan | Berawan |
Sumber : Liputan6
Soal Kabinet, Jokowi Diminta Pilih Menteri yang Loyal
BESTPROFIT FUTURES MALANG (30/6) - Isu reshuffle atau perombakan Kabinet Kerja Jokowi-JK terus mengemuka. Terutama, setelah Presiden Joko Widodo atau Jokowi kecewa dengan lamanya proses bongkar muat (dwelling time) di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara.
Terlebih, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengungkap adanya menteri Kabinet Kerja yang tidak loyal terhadap Presiden Jokowi.
Pengamat politik dari Cyrus Network menilai, evaluasi kabinet adalah suatu keharusan. Jika nanti dalam evaluasi tersebut berujung pada reshuffle, hal ini lantaran menteri yang bersangkutan memang tidak bisa mewujudkan program yang diamanatkan Jokowi.
"Evaluasi kabinet keharusan, apakah berjalan baik atau tidak baik. Kalau evaluasinya berujung reshuffle itu hak Presiden, tapi bukan karena tekanan atau intervensi," kata Hasan Nasbi kepada Liputan6.com di Jakarta, Senin 29 Juni 2015 malam.
Hasan menuturkan, jika Jokowi me-reshuffle beberapa menterinya nanti, hal tersebut juga harus didasari kebutuhan bangsa dan atas kemandiriannya tanpa dapat 'bisikan' dari pihak mana pun.
"Jelas kalau me-reshuffle itu harus kebutuhan masyarakat, bukan karena tekanan. Kalau berdasarkan kebutuhan masyarakat akan ada harapan lebih baik. Kalau memang Jokowi merasa ada menterinya harus diganti ya silakan diganti, bukan karena desakan," tutur dia.
Selain itu, Hasan berujar, dalam menilai kabinetnya, Jokowi harus melihat loyalitas para menterinya, di samping juga melihat kinerja mereka. Hal tersebut, lanjut Hasan, penting agar para menteri bekerja sesuai instruksi Presiden.
"Yang pertama soal loyalitas, bukan kinerjanya. Kalau tidak loyal harus segera ganti walaupun bagus. Nanti bisa jadi duri dalam daging. Kalau dia punya bos lain ya harus diganti. Yang kedua itu kinerja, kalau tidak meningkat harus ganti," papar Hasan.
Sikap tegas ini harus diambil Jokowi lantaran dia adalah orang yang bertanggung jawab penuh atas nasib bangsa Indonesia ke depan. "Jokowi bertanggung jawab menyelamatkan Indonesia. Kalau menterinya tidak bisa memperbaiki sektor yang diamanatkan, apa yang harus diperbaiki, jadi pilihannya di Jokowi sendiri," tandas Hasan Nasbi.
Sementara itu, pengamat politik dari Populi Center Nico Harjanto menilai, Jokowi pastinya sudah mempertimbangkan apakah akan me-reshuffle menterinya agar semakin solid dan mendapat dukungan publik di saat para menterinya itu tengah disorot publik.
"Karena itu harus bisa menunjukkan kemandiriannya dalam memilih menteri nanti kalau me-reshuffle, agar tidak muncul presiden ini disetir. Jadi Presiden harus menunjukkan punya hak prerogatif," kata Nico kepada Liputan6.com.
Nico menambahkan, jika nanti akhirnya Jokowi memilih nama-nama untuk menggantikan menteri sebelumnya dan kemudian dikomunikasikan kepada partai pendukung, hal ini dinilai sebagai etika politik yang baik. (Sun/Ado)
Sumber : Liputan6
Terlebih, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengungkap adanya menteri Kabinet Kerja yang tidak loyal terhadap Presiden Jokowi.
Pengamat politik dari Cyrus Network menilai, evaluasi kabinet adalah suatu keharusan. Jika nanti dalam evaluasi tersebut berujung pada reshuffle, hal ini lantaran menteri yang bersangkutan memang tidak bisa mewujudkan program yang diamanatkan Jokowi.
"Evaluasi kabinet keharusan, apakah berjalan baik atau tidak baik. Kalau evaluasinya berujung reshuffle itu hak Presiden, tapi bukan karena tekanan atau intervensi," kata Hasan Nasbi kepada Liputan6.com di Jakarta, Senin 29 Juni 2015 malam.
Hasan menuturkan, jika Jokowi me-reshuffle beberapa menterinya nanti, hal tersebut juga harus didasari kebutuhan bangsa dan atas kemandiriannya tanpa dapat 'bisikan' dari pihak mana pun.
"Jelas kalau me-reshuffle itu harus kebutuhan masyarakat, bukan karena tekanan. Kalau berdasarkan kebutuhan masyarakat akan ada harapan lebih baik. Kalau memang Jokowi merasa ada menterinya harus diganti ya silakan diganti, bukan karena desakan," tutur dia.
Selain itu, Hasan berujar, dalam menilai kabinetnya, Jokowi harus melihat loyalitas para menterinya, di samping juga melihat kinerja mereka. Hal tersebut, lanjut Hasan, penting agar para menteri bekerja sesuai instruksi Presiden.
"Yang pertama soal loyalitas, bukan kinerjanya. Kalau tidak loyal harus segera ganti walaupun bagus. Nanti bisa jadi duri dalam daging. Kalau dia punya bos lain ya harus diganti. Yang kedua itu kinerja, kalau tidak meningkat harus ganti," papar Hasan.
Sikap tegas ini harus diambil Jokowi lantaran dia adalah orang yang bertanggung jawab penuh atas nasib bangsa Indonesia ke depan. "Jokowi bertanggung jawab menyelamatkan Indonesia. Kalau menterinya tidak bisa memperbaiki sektor yang diamanatkan, apa yang harus diperbaiki, jadi pilihannya di Jokowi sendiri," tandas Hasan Nasbi.
Sementara itu, pengamat politik dari Populi Center Nico Harjanto menilai, Jokowi pastinya sudah mempertimbangkan apakah akan me-reshuffle menterinya agar semakin solid dan mendapat dukungan publik di saat para menterinya itu tengah disorot publik.
"Karena itu harus bisa menunjukkan kemandiriannya dalam memilih menteri nanti kalau me-reshuffle, agar tidak muncul presiden ini disetir. Jadi Presiden harus menunjukkan punya hak prerogatif," kata Nico kepada Liputan6.com.
Nico menambahkan, jika nanti akhirnya Jokowi memilih nama-nama untuk menggantikan menteri sebelumnya dan kemudian dikomunikasikan kepada partai pendukung, hal ini dinilai sebagai etika politik yang baik. (Sun/Ado)
Sumber : Liputan6
Militer AS Rela Bayar Rp 128 Miliar Demi Windows XP
BESTPROFIT FUTURES MALANG (30/6) - Sistem operasi Windows XP sejatinya sudah tak lagi didukung oleh Microsoft sejak April 2014 silam. Namun, nyatanya hingga kini masih banyak pihak yang belum mampu move on dari Windows XP. Salah satunya adalah pihak Angkatan Laut Amerika Serikat.
Dilaporkan laman IDG News, Selasa (30/6/2015), US Navy atau armada Angkatan Laut AS rela merogoh kocek hingga US$ 9,1 juta atau setara dengan Rp 128 miliar agar Microsoft tetap memberikan dukungan terhadap sistem operasi Windows XP yang mereka gunakan.
Bahkan, jumlah yang harus dibayarkan US Navy kepada Microsoft dapat membengkak hingga angka US$ 30,8 juta jika dukungan tersebut diperpanjang hingga 2017 mendatang.
Tercatat ada sekitar 100 ribu workstation milik US Navy yang masih mengadopsi Windows XP dan menjalankan aplikasi-aplikasi jadul (jaman dulu) seperti Office 2003, Exchange 2003, dan Windows Server 2003.
"Angkatan Laut masih sangat bergantung pada sejumlah aplikasi dan program-program Windows XP. Sebelum aplikasi-aplikasi ini dimodernisasi, kontinuitas layanan dari Microsoft sangat diperlukan untuk menjaga keamanan dan efektivitas operasional," papar Steven Davis selaku juru bicara Space and Naval Warfare Systems Command (SPAWAR).
Dukungan Microsoft memang sangat diperlukan bagi organisasi-organisasi yang belum memigrasikan sistem komputasinya dari Windows XP ke versi Windows yang lebih baru. Hal ini dilakukan mengingat kerentanan keamanan yang terjadi bila Windows XP berjalan tanpa update patch dari Microsoft.
Konsekuensinya, oraganisasi-organisasi tersebut diwajibkan membayarkan biaya yang tidak sedikit kepada Microsoft.
Selain US Navy, Pemerintah Inggris juga telah menandatangani kontrak serupa dengan nilai yang tak jauh berbeda, yakni US$ 9,2 juta untuk mendukung sistem komputasi pelayanan publik di negaranya yang masih mengandalkan Windows XP.
(dhi/dew)
Sumber : Liputan6
Dilaporkan laman IDG News, Selasa (30/6/2015), US Navy atau armada Angkatan Laut AS rela merogoh kocek hingga US$ 9,1 juta atau setara dengan Rp 128 miliar agar Microsoft tetap memberikan dukungan terhadap sistem operasi Windows XP yang mereka gunakan.
Bahkan, jumlah yang harus dibayarkan US Navy kepada Microsoft dapat membengkak hingga angka US$ 30,8 juta jika dukungan tersebut diperpanjang hingga 2017 mendatang.
Tercatat ada sekitar 100 ribu workstation milik US Navy yang masih mengadopsi Windows XP dan menjalankan aplikasi-aplikasi jadul (jaman dulu) seperti Office 2003, Exchange 2003, dan Windows Server 2003.
"Angkatan Laut masih sangat bergantung pada sejumlah aplikasi dan program-program Windows XP. Sebelum aplikasi-aplikasi ini dimodernisasi, kontinuitas layanan dari Microsoft sangat diperlukan untuk menjaga keamanan dan efektivitas operasional," papar Steven Davis selaku juru bicara Space and Naval Warfare Systems Command (SPAWAR).
Dukungan Microsoft memang sangat diperlukan bagi organisasi-organisasi yang belum memigrasikan sistem komputasinya dari Windows XP ke versi Windows yang lebih baru. Hal ini dilakukan mengingat kerentanan keamanan yang terjadi bila Windows XP berjalan tanpa update patch dari Microsoft.
Konsekuensinya, oraganisasi-organisasi tersebut diwajibkan membayarkan biaya yang tidak sedikit kepada Microsoft.
Selain US Navy, Pemerintah Inggris juga telah menandatangani kontrak serupa dengan nilai yang tak jauh berbeda, yakni US$ 9,2 juta untuk mendukung sistem komputasi pelayanan publik di negaranya yang masih mengandalkan Windows XP.
(dhi/dew)
Sumber : Liputan6
Akan Ada Fitur Uploader Foto untuk Facebook iOS?
BESTPROFIT FUTURES MALANG (30/6) - Facebook dikabarkan tengah menyiapkan fitur baru. Menurut laporan, raksasa jejaring sosial itu sedang menyiapkan uploader foto khusus untuk perangkat berbasis sistem operasi (OS) iOS.
Menurut yang dilansir Phone Arena, Selasa (30/6/2015), fitur pengunggah foto itu saat ini dilaporkan sedang dalam tahap pengujian. Para pengguna Facebook di perangkat iOS dengan fitur baru tersebut dapat menikmati serangkaian layanan yang ditawarkan.
Fitur pengunggah foto itu akan memiliki sejumlah kemampuan seperti preview foto, menghiasi foto dengan teks atau menambahkan stiker Facebook di foto.
Selain itu, fitur Facebook ini juga memiliki berbagai pilihan filter untuk mempercantik foto. Filter tersebut antara lain 'Vintage Sepia', 'Golden Summer' dan 'Snow'.
Ketika para pengguna menggunakan fitur tersebut, akan muncul garis vertikal yang membagi foto dalam dua bagian. Sehingga pengguna bisa melihat hasil filter yang akan disuguhkan dan membandingkannya dengan warna asli foto mereka.
Pengguna bisa mengakses filter, teks, cropping, tags dan stiker di fitur tersebut melalui sebuah tombol berbentuk 'tongkat sihir'. Namun belum ada informasi soal waktu peluncuran fitur baru tersebut.
(din/dew)
Sumber : Liputan6
Menurut yang dilansir Phone Arena, Selasa (30/6/2015), fitur pengunggah foto itu saat ini dilaporkan sedang dalam tahap pengujian. Para pengguna Facebook di perangkat iOS dengan fitur baru tersebut dapat menikmati serangkaian layanan yang ditawarkan.
Fitur pengunggah foto itu akan memiliki sejumlah kemampuan seperti preview foto, menghiasi foto dengan teks atau menambahkan stiker Facebook di foto.
Selain itu, fitur Facebook ini juga memiliki berbagai pilihan filter untuk mempercantik foto. Filter tersebut antara lain 'Vintage Sepia', 'Golden Summer' dan 'Snow'.
Ketika para pengguna menggunakan fitur tersebut, akan muncul garis vertikal yang membagi foto dalam dua bagian. Sehingga pengguna bisa melihat hasil filter yang akan disuguhkan dan membandingkannya dengan warna asli foto mereka.
Pengguna bisa mengakses filter, teks, cropping, tags dan stiker di fitur tersebut melalui sebuah tombol berbentuk 'tongkat sihir'. Namun belum ada informasi soal waktu peluncuran fitur baru tersebut.
(din/dew)
Sumber : Liputan6
Wall Street Tertekan Kena Imbas Krisis Yunani
BESTPROFIT FUTURES MALANG (30/6) - Bursa saham Amerika Serikat (AS) tertekan di awal pekan ini didorong aksi jual karena belum ada kepastian penyelesaian krisis utang Yunani.
Indeks saham S&P 500 melemah 2,1 persen menjadi 2.057,71. Pelemahan indeks saham ini diikuti indeks saham Dow Jones merosot 348,66 poin (1,9 persen) ke level 17.598,02, dan indeks saham Nasdaq tergelincir 2,4 persen. Sementara itu, indeks VIX yang mengukur kecemasan investor melonjak 37 persen, dan ini kenaikan terbesar sejak April 2013.
"Akhirnya pasar memecahkan poin. Dengan begitu banyak ketidakpastian menimbulkan sentimen negatif, reaksi pasar pun akan mengurangi aset yang berisiko," ujar Michael James, Direktur Wedbush Securities Inc, seperti dikutip dari laman Bloomberg, Selasa (30/6/2015).
Sentimen Yunani ini juga membuat saham sektor keuangan tertekan. Indeks acuan sektor saham keuangan jatuh 2,5 persen seiring saham Citigroup Inc dan JP Morgan Chase and Co melemah 2,5 persen. Sementara itu, saham DuPont Co, Visa Inc, dan Boeing Corp merosot lebih dari 2,6 persen sehingga menekan indeks saham Dow Jones.
Pemerintahan Yunani telah menutup bank di awal pekan ini untuk mengontrol modal. Langkah itu akan terus mendorong negara tersebut masuk resesi, dan berisiko keluar dari kawasan Euro. Belum ada kesepakatan perpanjangan dana talangan antara Yunani dengan kreditor internasional pada akhir pekan lalu telah menekan pasar keuangan di awal pekan ini. Apalagi Perdana Menteri Yunani Alexis Tsipras mengusulkan referendum pada 5 Juli 2015 soal proposal yang diajukan kreditor.
Bursa saham AS semakin tertekan pada perdagangan saham Senin (Selasa pagi WIB) ini juga didorong dari lembaga pemeringkat internasional S&P telah memotong peringkat Yunani dengan prospek negatif. S&P juga menyatakan, Yunani ada kemungkinan sekitar 50 persen keluar dari zona Euro.
"Ekonomi Yunani semakin buruk, mulai dari masalah sosial dan kemungkinan keluar dari zona Euro membuatnya makin melemah. Semula ada harapan sesuatu positif menjelang penutupan perdagangan saham, tetapi hal itu semakin tidak mungkin," kata manajer portofolio Stifel Nicolaus and Co, Kevin Caron.
Tak hanya bursa saham AS saja yang tertekan, sejumlah indeks saham acuan global pun melemah. Indeks saham Eropa melemah 2,7 persen. Diikuti indeks saham Nikkei 225 jatuh 2,9 persen, dan indeks saham Shanghai tergelincir 3,3 persen.
Sementara itu, Kepala Riset Morgan Stanley Adam Parker mengatakan, krisis keuangan Yunani menjadi kesempatan baik bagi investor untuk masuk ke saham AS. Dengan level sekarang diikuti ekonomi AS menguat merupakan sentimen positif untuk membuat kekhawatiran Yunani hanya sementara, apalagi bulan depan akan musim laporan keuangan. (Ahm/)
Sumber : Liputan6
Indeks saham S&P 500 melemah 2,1 persen menjadi 2.057,71. Pelemahan indeks saham ini diikuti indeks saham Dow Jones merosot 348,66 poin (1,9 persen) ke level 17.598,02, dan indeks saham Nasdaq tergelincir 2,4 persen. Sementara itu, indeks VIX yang mengukur kecemasan investor melonjak 37 persen, dan ini kenaikan terbesar sejak April 2013.
"Akhirnya pasar memecahkan poin. Dengan begitu banyak ketidakpastian menimbulkan sentimen negatif, reaksi pasar pun akan mengurangi aset yang berisiko," ujar Michael James, Direktur Wedbush Securities Inc, seperti dikutip dari laman Bloomberg, Selasa (30/6/2015).
Sentimen Yunani ini juga membuat saham sektor keuangan tertekan. Indeks acuan sektor saham keuangan jatuh 2,5 persen seiring saham Citigroup Inc dan JP Morgan Chase and Co melemah 2,5 persen. Sementara itu, saham DuPont Co, Visa Inc, dan Boeing Corp merosot lebih dari 2,6 persen sehingga menekan indeks saham Dow Jones.
Pemerintahan Yunani telah menutup bank di awal pekan ini untuk mengontrol modal. Langkah itu akan terus mendorong negara tersebut masuk resesi, dan berisiko keluar dari kawasan Euro. Belum ada kesepakatan perpanjangan dana talangan antara Yunani dengan kreditor internasional pada akhir pekan lalu telah menekan pasar keuangan di awal pekan ini. Apalagi Perdana Menteri Yunani Alexis Tsipras mengusulkan referendum pada 5 Juli 2015 soal proposal yang diajukan kreditor.
Bursa saham AS semakin tertekan pada perdagangan saham Senin (Selasa pagi WIB) ini juga didorong dari lembaga pemeringkat internasional S&P telah memotong peringkat Yunani dengan prospek negatif. S&P juga menyatakan, Yunani ada kemungkinan sekitar 50 persen keluar dari zona Euro.
"Ekonomi Yunani semakin buruk, mulai dari masalah sosial dan kemungkinan keluar dari zona Euro membuatnya makin melemah. Semula ada harapan sesuatu positif menjelang penutupan perdagangan saham, tetapi hal itu semakin tidak mungkin," kata manajer portofolio Stifel Nicolaus and Co, Kevin Caron.
Tak hanya bursa saham AS saja yang tertekan, sejumlah indeks saham acuan global pun melemah. Indeks saham Eropa melemah 2,7 persen. Diikuti indeks saham Nikkei 225 jatuh 2,9 persen, dan indeks saham Shanghai tergelincir 3,3 persen.
Sementara itu, Kepala Riset Morgan Stanley Adam Parker mengatakan, krisis keuangan Yunani menjadi kesempatan baik bagi investor untuk masuk ke saham AS. Dengan level sekarang diikuti ekonomi AS menguat merupakan sentimen positif untuk membuat kekhawatiran Yunani hanya sementara, apalagi bulan depan akan musim laporan keuangan. (Ahm/)
Sumber : Liputan6
Sunday, 28 June 2015
Basarah: PDIP Punya Tanggung Jawab Moral, Wajar Minta 5 Kursi
BESTPROFIT FUTURES MALANG (29/6) - Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Ahmad Basarah, sempat mengatakan minta tambahan 5 kursi di Kabinet Kerja Joko Widodo-Jusuf Kalla. Permintaan itu dilontarkan setelah berkembangnya wacana perombakan kabinet (reshuffle) Pemerintahan Jokowi-JK.
Menurut Basarah, permintaan itu realistis. Mengingat partainya merupakan pengusung Jokowi. "Pemerintahan Jokowi-JK diusung PDIP dan parpol lain. Namun, meski diusung parpol lain, plus minusnya dan secara moral menjadi tanggung jawab PDIP, karena Jokowi merupakan kadernya," ujar Basarah di Sekolah Calon Kepala Daerah, Jakarta Selatan, Minggu 28 Juni 2015.
Basarah menyebut permintaan itu bukan tanpa dasar. Dia mengatakan, dalam 7 bulan ini terjadi perlambatan kerja kabinet dalam memahami Nawa Cita Jokowi, khususnya di bidang ekonomi, karena tidak didukung kinerja kabinet yang ada.
"Ini kan 7 bulan Jokowi-JK belum ada tanda keberhasilan, khususnya sektor ekonomi. Karena ada pelambatan. Jokowi-JK tidak didukung kapasitas menteri yang ada. Kami ini (PDIP) ingin membantu Jokowi-JK karena belum ada yang bisa terjemahkan visi-misinya, lewat kamilah bisa," tegas Basarah.
Meski demikian, lanjut anggota Komisi III DPR ini, semuanya tergantung Presiden Jokowi. "Reshuffle memang mutlak di tangan Presiden. Kami (PDIP) hanya ingin mempercepat mengartikan visi misinya," pungkas Basarah.
Isu reshuffle kabinet bergulir sejak beberapa bulan terakhir. Isu ini semakin menguat setelah beberapa pekan lalu Presiden Jokowi mengumpulkan menterinya dan meminta mereka membuat laporan atas kinerja mereka selama menjabat. Beberapa menteri disebutkan akan diganti, namun Presiden Jokowi sendiri hingga saat ini belum memastikan hal itu. (Sun/Rmn)
Sumber : Liputan6
Menurut Basarah, permintaan itu realistis. Mengingat partainya merupakan pengusung Jokowi. "Pemerintahan Jokowi-JK diusung PDIP dan parpol lain. Namun, meski diusung parpol lain, plus minusnya dan secara moral menjadi tanggung jawab PDIP, karena Jokowi merupakan kadernya," ujar Basarah di Sekolah Calon Kepala Daerah, Jakarta Selatan, Minggu 28 Juni 2015.
Basarah menyebut permintaan itu bukan tanpa dasar. Dia mengatakan, dalam 7 bulan ini terjadi perlambatan kerja kabinet dalam memahami Nawa Cita Jokowi, khususnya di bidang ekonomi, karena tidak didukung kinerja kabinet yang ada.
"Ini kan 7 bulan Jokowi-JK belum ada tanda keberhasilan, khususnya sektor ekonomi. Karena ada pelambatan. Jokowi-JK tidak didukung kapasitas menteri yang ada. Kami ini (PDIP) ingin membantu Jokowi-JK karena belum ada yang bisa terjemahkan visi-misinya, lewat kamilah bisa," tegas Basarah.
Meski demikian, lanjut anggota Komisi III DPR ini, semuanya tergantung Presiden Jokowi. "Reshuffle memang mutlak di tangan Presiden. Kami (PDIP) hanya ingin mempercepat mengartikan visi misinya," pungkas Basarah.
Isu reshuffle kabinet bergulir sejak beberapa bulan terakhir. Isu ini semakin menguat setelah beberapa pekan lalu Presiden Jokowi mengumpulkan menterinya dan meminta mereka membuat laporan atas kinerja mereka selama menjabat. Beberapa menteri disebutkan akan diganti, namun Presiden Jokowi sendiri hingga saat ini belum memastikan hal itu. (Sun/Rmn)
Sumber : Liputan6
Google Rancang Lemari Es Pintar
BESTPROFIT FUTURES MALANG (29/6) - Setelah mengembangkan wearable device dan robot, Google
dikabarkan tengah merancang sebuah lemari es pintar. Namun lemari es
yang satu ini dikhususkan untuk pendingin bir.
Perangkat tersebut dibuat untuk merayakan Canada Day yang jatuh pada 1 Juli 2015. Proyek hasil kerjasama dengan perusahaan pembuat bir Molson Canadian ini memungkinkan pengguna membuka lemari es menggunakan perintah suara.
Mengutip laman Ubergizmo, Senin (29/6/2015), lemari es ini mengadopsi teknologi Google Speech Recognition API yang dapat mengenali input suara lebih dari 40 bahasa berbeda.
Menariknya, untuk membuka lemari es tersebut, pengguna harus mengatakan “I am Canadian” dalam 6 bahasa berbeda, yang merupakan slogan pemasaran Molson. Lemari es akan terbuka bagi pengguna yang berhasil mengucapkan kalimat itu.
Sumber : Liputan6
Perangkat tersebut dibuat untuk merayakan Canada Day yang jatuh pada 1 Juli 2015. Proyek hasil kerjasama dengan perusahaan pembuat bir Molson Canadian ini memungkinkan pengguna membuka lemari es menggunakan perintah suara.
Mengutip laman Ubergizmo, Senin (29/6/2015), lemari es ini mengadopsi teknologi Google Speech Recognition API yang dapat mengenali input suara lebih dari 40 bahasa berbeda.
Menariknya, untuk membuka lemari es tersebut, pengguna harus mengatakan “I am Canadian” dalam 6 bahasa berbeda, yang merupakan slogan pemasaran Molson. Lemari es akan terbuka bagi pengguna yang berhasil mengucapkan kalimat itu.
Sumber : Liputan6
Sentimen Yunani Bakal Tekan IHSG
BESTPROFIT FUTURES MALANG (29/6) - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan bergerak variasi pada perdagangan saham selama sepekan dengan kecenderungan tertekan.
Analis PT Waterfront Securities Oktavianus Marbun mengatakan, sentimenYunani membayangi gerak indeks saham. Hal itu lantaran tidak terjadi kesepakatan antara Yunani dengan para kreditor internasional akhir pekan lalu. Apalgi pemerintah Yunani bakal melakukan referendum soal proposal kreditor pada 5 Juli 2015.
"Saya kira ini pengaruh Eropa. Efek dominan, kalau Yunani keluar Euro pasti depresiasi," kata dia kepada Liputan6.com, Jakarta, Senin (29/6/2015).
Dari dalam negeri, dia menuturkan belum ada sentimen yang positif. Bank Indonesia (BI) telah memutuskan untuk tetapkan suku bunga acuan sebesar 7,5 persen. "Hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) tetap 7,5 persen jadi tidak ada berita signifikan," ujar Oktavianus.
Dia mengatakan, saat ini gerak IHSG menunggu rilis data makro ekonomi yang diharapkan dapat mendorong kinerjanya. Pekan ini, dia memperkirakan IHSG bergerak pada level support 4.826-4.854. Kemudian resistance pada level 4.992-5.002.
Kepala Riset NH Korindo Securities Reza Priyambada mengatakan, IHSG diperkirakan pada rentang support 4885-4950 dan resistance 4965-5000. Reza mengatakan, IHSG cenderung tertekan lantaran belum ada sentimen yang positif mendorong indeks saham.
"Belum adanya sentimen positif masih menutup peluang IHSG untuk dapat kembali menguat. Walaupun IHSG sudah berada di area oversold namun, jika belum terdapat volume beli yang cukup besar maka sulit bagi IHSG untuk kembali rebound dan mempertahankan penguatan tersebut," ujar Reza.
Dia berharap, aksi jual mulai mereda sehingga mendorong gerak IHSG. "Dengan harapan dan asumsi, aksi jual mulai mereda dan didukung rilis data-data yang dapat positif, dan berkurangnya sentimen negatif diharapkan laju IHSG dapat menguat di pekan depan. Namun demikian, tetap antisipasi sentimen yang akan datang," tandas dia.
Sumber : Liputan6
Analis PT Waterfront Securities Oktavianus Marbun mengatakan, sentimenYunani membayangi gerak indeks saham. Hal itu lantaran tidak terjadi kesepakatan antara Yunani dengan para kreditor internasional akhir pekan lalu. Apalgi pemerintah Yunani bakal melakukan referendum soal proposal kreditor pada 5 Juli 2015.
"Saya kira ini pengaruh Eropa. Efek dominan, kalau Yunani keluar Euro pasti depresiasi," kata dia kepada Liputan6.com, Jakarta, Senin (29/6/2015).
Dari dalam negeri, dia menuturkan belum ada sentimen yang positif. Bank Indonesia (BI) telah memutuskan untuk tetapkan suku bunga acuan sebesar 7,5 persen. "Hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) tetap 7,5 persen jadi tidak ada berita signifikan," ujar Oktavianus.
Dia mengatakan, saat ini gerak IHSG menunggu rilis data makro ekonomi yang diharapkan dapat mendorong kinerjanya. Pekan ini, dia memperkirakan IHSG bergerak pada level support 4.826-4.854. Kemudian resistance pada level 4.992-5.002.
Kepala Riset NH Korindo Securities Reza Priyambada mengatakan, IHSG diperkirakan pada rentang support 4885-4950 dan resistance 4965-5000. Reza mengatakan, IHSG cenderung tertekan lantaran belum ada sentimen yang positif mendorong indeks saham.
"Belum adanya sentimen positif masih menutup peluang IHSG untuk dapat kembali menguat. Walaupun IHSG sudah berada di area oversold namun, jika belum terdapat volume beli yang cukup besar maka sulit bagi IHSG untuk kembali rebound dan mempertahankan penguatan tersebut," ujar Reza.
Dia berharap, aksi jual mulai mereda sehingga mendorong gerak IHSG. "Dengan harapan dan asumsi, aksi jual mulai mereda dan didukung rilis data-data yang dapat positif, dan berkurangnya sentimen negatif diharapkan laju IHSG dapat menguat di pekan depan. Namun demikian, tetap antisipasi sentimen yang akan datang," tandas dia.
Sumber : Liputan6
Rahasia Orang Terkaya Dunia Mendulang Kesuksesan
BESTPROFIT FUTURES MALANG (29/6) - Jadi orang kaya mungkin impian hampir semua orang. Namun perlu diketahui, orang terkaya di dunia tidak mendapat kekayaannya dari warisan. Mereka mengumpulkan kekayaan itu dari karir kewirausahaan yang panjang.
Itu juga termasuk di dalamnya dengan penemuan atau teknologi yang baru namun mengganggu pada awalnya seperti komputer dan ponsel.
Setiap tantangan mesti dilewati oleh orang-orang terkaya di dunia tersebut, lantas bagaimana orang-orang kaya itu melewatinya? Dikutip dari Fool.com, Senin (29/6/2015), berikut rahasia orang terkaya dunia dalam mengumpulkan pundi-pundi kekayaanya.
1. Bill Gates
Total kekayaan: US$ 79,2 miliar
Kekayaan Bill Gates dibangun dari Microsoft. Pada 1975, Gates bersama dengan sahabatnya Paul Allen menawarkan perangkat lunak (software) untuk PC, telah mengubah cara hidup masyarakat dunia hingga era modern seperti sekarang ini. Selama 40 tahun penjualan Microsoft untuk perangkat lunak membawanya menjadi orang terkaya di planet ini.
Antara 1978-1981, Microsoft berkembang pesat. Karyawannya bertambah dari 25 menjadi 128 orang. Pendapatannya melesat dari US$ 4 juta menjadi US$ 16 juta. Pertengahan 1981, Gates dan Allen mengukuhkan Microsoft sebagai perusahaan resmi. Gates ditunjuk sebagai presiden dan CEO sementara Allen menjadi wakil presiden eksekutif.
Dua tahun kemudian bisnisnya merambah pasar global seperti Inggris dan Jepang. Tak hanya itu lebih dari 30% komputer di dunia menjalankan software buatan Microsoft.
Namun, membangun bisnis itu bukan tanpa risiko. Banyak yang meragukan usaha yang dibangun Gates bakal langgeng. Sebut saja pionir bisnis server Digital Equipment Corporation di tahun 1970-an yang mengatakan 'tidak alasan individu untuk memiliki komputer di rumahnya'.
Tentu Gates selalu memperhatikan penantangnya di masa lalu dan keberanian bertaruh untuk sifat transformatif. Hal tersebut terbayar sudah atas kekayaannya yang diterima saat ini dan bisa dijadikan pelajaran setiap orang.
2. Carlos Slim
Total kekayaan: US$ 77,1 miliar
Slim memegang kendali konglomerasi bisnis Meksiko, termasuk di dalamnya perusahaan ponsel terbesar America Movil.
Awalnya, dia hanya seorang insinyur, yang dengan pelatihan akhirnya dia menjadi pedagang saham di Meksiko awal 1960-an. Slim kemudian mendirikan perusahaan pialang sendiri dengan mengakuisisi perusaan pembotolan.
Seterusnya, dia mendirikan Grupo Carso yakni induk perusahaan untuk berbagai bisnis. Di mana perusahaan tersebut yang memperoleh keuntungan harga murah dari krisis peso pada tahun 1980.
Sekarang 220 bisnisnya mewakili 40 persen perusahaan yang tercatat di bursa. Lalu kekayaan bersihnya setara 7 persen dari PDB Meksiko.
Mencari keuntungan dari kelemahan tidak mudah. Dalam hal ini, Slim menunjukkan bahwa investasi dengan cara ini sangat sukses.
3. Warren Buffett
Total Kekayaan: US$ 72,7 miliar
Buffett terkenal dengan nasihat investasinya yang sederhana yaitu lebih baik menaruh perhatian pada berlian daripada memiliki semua berlian imitasi.
Dia menjalankan bisnis dari nol, mulai dari seorang penjual koran, penjaga mesin pinball dan broker. Namun pekerjaannya di Benjamin Graham membentuk disiplin investasinya.
Setelah kelaur dari Graham dia membangun perusahaan investasi sendiri. Buffett belajar dari kesalahan untuk membeli perusahaan kelas dua semata-mata karena murah.
Berkat kemauannya untuk mengubah cara pandang tersebut, dia berhasil membangun bisnis kelas pertama termasuk di dalamnya raksasa asuransi GEICO dan kereta api Burlington Northern.
Buffett tetap menjadi investor saham yang aktif dan bersedia mengambil perusahaan besar. (Amd/Ndw)
Sumber : Liputan6
Itu juga termasuk di dalamnya dengan penemuan atau teknologi yang baru namun mengganggu pada awalnya seperti komputer dan ponsel.
Setiap tantangan mesti dilewati oleh orang-orang terkaya di dunia tersebut, lantas bagaimana orang-orang kaya itu melewatinya? Dikutip dari Fool.com, Senin (29/6/2015), berikut rahasia orang terkaya dunia dalam mengumpulkan pundi-pundi kekayaanya.
1. Bill Gates
Total kekayaan: US$ 79,2 miliar
Kekayaan Bill Gates dibangun dari Microsoft. Pada 1975, Gates bersama dengan sahabatnya Paul Allen menawarkan perangkat lunak (software) untuk PC, telah mengubah cara hidup masyarakat dunia hingga era modern seperti sekarang ini. Selama 40 tahun penjualan Microsoft untuk perangkat lunak membawanya menjadi orang terkaya di planet ini.
Antara 1978-1981, Microsoft berkembang pesat. Karyawannya bertambah dari 25 menjadi 128 orang. Pendapatannya melesat dari US$ 4 juta menjadi US$ 16 juta. Pertengahan 1981, Gates dan Allen mengukuhkan Microsoft sebagai perusahaan resmi. Gates ditunjuk sebagai presiden dan CEO sementara Allen menjadi wakil presiden eksekutif.
Dua tahun kemudian bisnisnya merambah pasar global seperti Inggris dan Jepang. Tak hanya itu lebih dari 30% komputer di dunia menjalankan software buatan Microsoft.
Namun, membangun bisnis itu bukan tanpa risiko. Banyak yang meragukan usaha yang dibangun Gates bakal langgeng. Sebut saja pionir bisnis server Digital Equipment Corporation di tahun 1970-an yang mengatakan 'tidak alasan individu untuk memiliki komputer di rumahnya'.
Tentu Gates selalu memperhatikan penantangnya di masa lalu dan keberanian bertaruh untuk sifat transformatif. Hal tersebut terbayar sudah atas kekayaannya yang diterima saat ini dan bisa dijadikan pelajaran setiap orang.
2. Carlos Slim
Total kekayaan: US$ 77,1 miliar
Slim memegang kendali konglomerasi bisnis Meksiko, termasuk di dalamnya perusahaan ponsel terbesar America Movil.
Awalnya, dia hanya seorang insinyur, yang dengan pelatihan akhirnya dia menjadi pedagang saham di Meksiko awal 1960-an. Slim kemudian mendirikan perusahaan pialang sendiri dengan mengakuisisi perusaan pembotolan.
Seterusnya, dia mendirikan Grupo Carso yakni induk perusahaan untuk berbagai bisnis. Di mana perusahaan tersebut yang memperoleh keuntungan harga murah dari krisis peso pada tahun 1980.
Sekarang 220 bisnisnya mewakili 40 persen perusahaan yang tercatat di bursa. Lalu kekayaan bersihnya setara 7 persen dari PDB Meksiko.
Mencari keuntungan dari kelemahan tidak mudah. Dalam hal ini, Slim menunjukkan bahwa investasi dengan cara ini sangat sukses.
3. Warren Buffett
Total Kekayaan: US$ 72,7 miliar
Buffett terkenal dengan nasihat investasinya yang sederhana yaitu lebih baik menaruh perhatian pada berlian daripada memiliki semua berlian imitasi.
Dia menjalankan bisnis dari nol, mulai dari seorang penjual koran, penjaga mesin pinball dan broker. Namun pekerjaannya di Benjamin Graham membentuk disiplin investasinya.
Setelah kelaur dari Graham dia membangun perusahaan investasi sendiri. Buffett belajar dari kesalahan untuk membeli perusahaan kelas dua semata-mata karena murah.
Berkat kemauannya untuk mengubah cara pandang tersebut, dia berhasil membangun bisnis kelas pertama termasuk di dalamnya raksasa asuransi GEICO dan kereta api Burlington Northern.
Buffett tetap menjadi investor saham yang aktif dan bersedia mengambil perusahaan besar. (Amd/Ndw)
Sumber : Liputan6
Menteri Marwan Ajak Pemda Promosikan Transmigrasi
BESTPROFIT FUTURES MALANG (29/6) - Tidak dipungkiri bahwa program transmigrasi sempat meredup pada awal era reformasi. Namun, saat ini kesadaran terhadap pentingnya transmigrasi mulai tertanam kembali. Transmigrasi dipandang sebagai solusi nyata terhadap masalah kepadatan penduduk, pengangguran, kemiskinan, dan bahkan tidak sedikit pemerintah daerah di luar Jawa yang memasukkan program transmigrasi dalam pembangunan daerahnya.
"Pandangan yang positif dan juga kebutuhan daerah-daerah tertentu terhadap program transmigrasi, tentunya harus disambut baik oleh wilayah-wilayah yang padat penduduknya seperti di Pulau Jawa ini," ujar Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Marwan Jafar, dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Minggu 28 Juni 2015.
Marwan mengajak para gubernur, bupati juga walikota di Jawa untuk mempromosikan program transmigrasi, khususnya kepada warga yang ingin mengubah kehidupannya menjadi lebih sejahtera.
Marwan mengakui animo masyarakat terhadap program transmigrasi belum tinggi. Hal ini disebabkan sosialisasi dan promosi yang belum maksimal. Baik promosi secara langsung kepada masyarakat maupun melalui media cetak dan elektronik. Termasuk peran serta pemerintah daerah di Jawa dianggap belum optimal.
Padahal, kata Marwan, peran pemerintah daerah sangat penting dalam mendukung kesuksesan program transmigrasi. Karena jajaran aparatur daerah inilah yang setiap hari berinteraksi dengan warga.
"Jajaran aparatur daerah terutama aparatur di tingkat desa tentunya paling mengetahui siapa saja warganya yang potensial menjadi calon transmigran, sehingga layak mengajak mereka untuk ikut mendaftar jadi calon transmigran," terang Marwan.
Dia mengingatkan, informasi tentang transmigrasi harus disampaikan secara utuh dan komprehensif. Termasuk apa saja fasilitas yang bakal diperoleh calon transmigran, juga pekerjaan dan penghasilannya di tempatnya baru. Misalnya apakah anak mereka bisa sekolah, bisa berobat ke Puskesmas, apakah nanti bisa berkembang maju, bisa hidup layak dan sejahtera di daerah transmigrasi.
"Di lokasi transmigrasi nantinya para transmigran akan mendapat berbagai fasilitas dari mulai rumah hingga pekerjaan dari negara, akan disediakan tanah, rumah untuk tempat tinggal, benih, dan alat pertanian kalau dia petani. Kalau dia nelayan akan disediakan kapal dan perlengkapan melaut," papar Marwan.
Fasilitas untuk Transmigran
Dia menjelaskan, luas tanah yang akan diberikan kepada setiap Kepala Keluarga (KK) sekitar 0,25 hektare, diberikan gratis. Untuk perkebunan akan diberikan tanah 3 hektare per kepala keluarga, diberikan dengan biaya terjangkau dan bisa dicicil. Baik tanah pekarangan maupun tanah usaha perkebunan akan diberikan dengan status hak milik (SHM).
Selain rumah dan tanah, para transmigran juga akan mendapat bantuan perbekalan Rp 3,5 juta per KK per bulan selama 18 bulan. Sebelum usahanya stabil. Tapi bantuan tidak diberikan dalam bentuk uang tunai, melainkan dalam bentuk beras, lauk pauk, dan sebagainya.
Pemerintah juga akan membangun infrastruktur di kawasan permukiman transmigrasi, tempat ibadah, sekolah, sarana medis, dan sarana prasarana pendukung lainnya, sehingga warga transmigran dapat menggarap lahan dengan tenang dan produktif.
"Anak-anaknya bisa bersekolah dengan baik, mendapat layanan kesehatan memadai, bisa melaksanakan kegiatan sosial dan keagamaannya dengan nyaman," ujar Marwan.
Keluarga transmigran juga diberi kesempatan untuk menambah penghasilan dengan mengembangkan berbagai usaha kreatif seperti industri kerajinan rumahan.
"Saya sangat optimis, melalui promosi yang tepat ditambah dukungan pemerintah daerah, program transmigrasi akan menarik banyak warga masyarakat yang ingin merubah nasibnya menjadi lebih baik, daripada jadi TKI di negeri orang," tandas Menteri Marwan. (Sun/Rmn)
Sumber : Liputan6
"Pandangan yang positif dan juga kebutuhan daerah-daerah tertentu terhadap program transmigrasi, tentunya harus disambut baik oleh wilayah-wilayah yang padat penduduknya seperti di Pulau Jawa ini," ujar Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Marwan Jafar, dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Minggu 28 Juni 2015.
Marwan mengajak para gubernur, bupati juga walikota di Jawa untuk mempromosikan program transmigrasi, khususnya kepada warga yang ingin mengubah kehidupannya menjadi lebih sejahtera.
Marwan mengakui animo masyarakat terhadap program transmigrasi belum tinggi. Hal ini disebabkan sosialisasi dan promosi yang belum maksimal. Baik promosi secara langsung kepada masyarakat maupun melalui media cetak dan elektronik. Termasuk peran serta pemerintah daerah di Jawa dianggap belum optimal.
Padahal, kata Marwan, peran pemerintah daerah sangat penting dalam mendukung kesuksesan program transmigrasi. Karena jajaran aparatur daerah inilah yang setiap hari berinteraksi dengan warga.
"Jajaran aparatur daerah terutama aparatur di tingkat desa tentunya paling mengetahui siapa saja warganya yang potensial menjadi calon transmigran, sehingga layak mengajak mereka untuk ikut mendaftar jadi calon transmigran," terang Marwan.
Dia mengingatkan, informasi tentang transmigrasi harus disampaikan secara utuh dan komprehensif. Termasuk apa saja fasilitas yang bakal diperoleh calon transmigran, juga pekerjaan dan penghasilannya di tempatnya baru. Misalnya apakah anak mereka bisa sekolah, bisa berobat ke Puskesmas, apakah nanti bisa berkembang maju, bisa hidup layak dan sejahtera di daerah transmigrasi.
"Di lokasi transmigrasi nantinya para transmigran akan mendapat berbagai fasilitas dari mulai rumah hingga pekerjaan dari negara, akan disediakan tanah, rumah untuk tempat tinggal, benih, dan alat pertanian kalau dia petani. Kalau dia nelayan akan disediakan kapal dan perlengkapan melaut," papar Marwan.
Fasilitas untuk Transmigran
Dia menjelaskan, luas tanah yang akan diberikan kepada setiap Kepala Keluarga (KK) sekitar 0,25 hektare, diberikan gratis. Untuk perkebunan akan diberikan tanah 3 hektare per kepala keluarga, diberikan dengan biaya terjangkau dan bisa dicicil. Baik tanah pekarangan maupun tanah usaha perkebunan akan diberikan dengan status hak milik (SHM).
Selain rumah dan tanah, para transmigran juga akan mendapat bantuan perbekalan Rp 3,5 juta per KK per bulan selama 18 bulan. Sebelum usahanya stabil. Tapi bantuan tidak diberikan dalam bentuk uang tunai, melainkan dalam bentuk beras, lauk pauk, dan sebagainya.
Pemerintah juga akan membangun infrastruktur di kawasan permukiman transmigrasi, tempat ibadah, sekolah, sarana medis, dan sarana prasarana pendukung lainnya, sehingga warga transmigran dapat menggarap lahan dengan tenang dan produktif.
"Anak-anaknya bisa bersekolah dengan baik, mendapat layanan kesehatan memadai, bisa melaksanakan kegiatan sosial dan keagamaannya dengan nyaman," ujar Marwan.
Keluarga transmigran juga diberi kesempatan untuk menambah penghasilan dengan mengembangkan berbagai usaha kreatif seperti industri kerajinan rumahan.
"Saya sangat optimis, melalui promosi yang tepat ditambah dukungan pemerintah daerah, program transmigrasi akan menarik banyak warga masyarakat yang ingin merubah nasibnya menjadi lebih baik, daripada jadi TKI di negeri orang," tandas Menteri Marwan. (Sun/Rmn)
Sumber : Liputan6
Thursday, 25 June 2015
Setelah Q1 Kontraksi, Proyeksi Ekonomi AS di Q2 Tetap Optimis
BESTPROFIT FUTURES MALANG (26/6) - Seperti diketahui, kinerja ekonomi Amerika Serikat (AS) cukup mengecewakan pada kuartal pertama tahun ini. Dalam laporan yang dirilis semalam, tercatat bahwa kinerja ekonomi AS mengalami kontraksi pada kuartal pertama tahun ini sebagai dampak dari cuaca buruk yang menimpa AS sejak akhir tahun 2014 hingga awal tahun ini, apresisasi dolar terhadap hampir semua mata uang mitra dagang utama AS, dan pemangkasan belanja investasi di sektor energi.
Meski mencatat kontraksi pada kuartal pertama tahun ini, namun angka penyusutan pada kinerja ekonomi AS tersebut masih lebih baik dari prediksi ekonom. Nampaknya laju pengeluaran konsumen dan akumulasi persediaan yang cukup kuat pada kuartal pertama lalu telah memberikan kontribusi positif terhadap PDB Q1/2015 AS. Seperti diketahui, laju belanja konsumen AS selama ini telah menyumbang hingga lebih dari dua pertiga terhadap ekonomi AS berhasil mencatat pertumbuhan 2,1 persen. Pulihnya belanja konsumen negara ini disokong oleh membaiknya pasar tenaga kerja AS sehingga memacu pertumbuhan upah yang lebih kuat.
Sebagai informasi juga, jumlah tabungan pribadi meningkat pada jumlah yang cukup kuat pada kuartal pertama lalu, menyentuh angka sebesar $ 720.200.000.000. Sementara itu, meski jumlah pertumbuhan ekspor AS direvisi membaik pada kuartal pertama lalu, namun defisit perdagangannya masih cukup besar. Pasca dirilisnya PDB AS untuk Q1/2015 ini, saham-saham AS yang diperdagangkan menjadi sedikit lebih rendah sebagai dampak dari kekhawatiran negosiasi utang antara Yunani dan kreditor asing tidak akan mencapai kesepakatan.
Meski kinerja ekonomi AS pada kuartal pertama lalu mencatat kontraksi, nampaknya hal itu tidak mengikis optimisme pemerintahann AS terhadap proyeksi pertumbuhan ekonomi AS untuk kuartal kedua ini dengan target di kisaran 2,0 – 3,0 persen. Pemerintah AS melihat bahwa saat ini kinerja pasar tenaga kerja AS menunjukkan laju pemulihan dan pertumbuhan yang cukup solid, dimana jumlah pengangguran berhasil ditekan dan kenaikan upah terealisasi.
Berbeda lagi dengan The Fed yang menurunkan proyeksi PDB AS untuk tahun 2015 ini menjadi 1,8 – 2 persen, lebih rendah dari estimasi sebelumnya sebesar 2,3 – 2,7 persen. Sedangkan proyeksi pertumbuhan untuk 2016 juga sedikit mengalami revisi menjadi 2,4-2,7 persen, sementara untuk 2017 menjadi 2,1-2,5 persen.
Terkait kenaikan suku bunganya, The Fed masih konsisten dengan terus menanti perkembangan data ekonomi negaranya di kemudian hari, sementara itu CPI juga diprediksi masih akan di bawah target, dengan proyeksi 2015 tetap di kisaran 1,3-1,4 persen. Sedangkan tingkat pengangguran diprediksi akan berkisar 5,2-5,3 persen, lebih pesimistik dibanding estimasi sebelumnya sebesar 5-5,2 persen.
Sumber : Vibiznews
Meski mencatat kontraksi pada kuartal pertama tahun ini, namun angka penyusutan pada kinerja ekonomi AS tersebut masih lebih baik dari prediksi ekonom. Nampaknya laju pengeluaran konsumen dan akumulasi persediaan yang cukup kuat pada kuartal pertama lalu telah memberikan kontribusi positif terhadap PDB Q1/2015 AS. Seperti diketahui, laju belanja konsumen AS selama ini telah menyumbang hingga lebih dari dua pertiga terhadap ekonomi AS berhasil mencatat pertumbuhan 2,1 persen. Pulihnya belanja konsumen negara ini disokong oleh membaiknya pasar tenaga kerja AS sehingga memacu pertumbuhan upah yang lebih kuat.
Sebagai informasi juga, jumlah tabungan pribadi meningkat pada jumlah yang cukup kuat pada kuartal pertama lalu, menyentuh angka sebesar $ 720.200.000.000. Sementara itu, meski jumlah pertumbuhan ekspor AS direvisi membaik pada kuartal pertama lalu, namun defisit perdagangannya masih cukup besar. Pasca dirilisnya PDB AS untuk Q1/2015 ini, saham-saham AS yang diperdagangkan menjadi sedikit lebih rendah sebagai dampak dari kekhawatiran negosiasi utang antara Yunani dan kreditor asing tidak akan mencapai kesepakatan.
Meski kinerja ekonomi AS pada kuartal pertama lalu mencatat kontraksi, nampaknya hal itu tidak mengikis optimisme pemerintahann AS terhadap proyeksi pertumbuhan ekonomi AS untuk kuartal kedua ini dengan target di kisaran 2,0 – 3,0 persen. Pemerintah AS melihat bahwa saat ini kinerja pasar tenaga kerja AS menunjukkan laju pemulihan dan pertumbuhan yang cukup solid, dimana jumlah pengangguran berhasil ditekan dan kenaikan upah terealisasi.
Berbeda lagi dengan The Fed yang menurunkan proyeksi PDB AS untuk tahun 2015 ini menjadi 1,8 – 2 persen, lebih rendah dari estimasi sebelumnya sebesar 2,3 – 2,7 persen. Sedangkan proyeksi pertumbuhan untuk 2016 juga sedikit mengalami revisi menjadi 2,4-2,7 persen, sementara untuk 2017 menjadi 2,1-2,5 persen.
Terkait kenaikan suku bunganya, The Fed masih konsisten dengan terus menanti perkembangan data ekonomi negaranya di kemudian hari, sementara itu CPI juga diprediksi masih akan di bawah target, dengan proyeksi 2015 tetap di kisaran 1,3-1,4 persen. Sedangkan tingkat pengangguran diprediksi akan berkisar 5,2-5,3 persen, lebih pesimistik dibanding estimasi sebelumnya sebesar 5-5,2 persen.
Sumber : Vibiznews
Harga Minyak Dunia Turun Lagi
BESTPROFIT FUTURES MALANG (26/6) - Harga minyak mentah dunia merosot dalam dua hari berturut-turut pada
penutupan perdaganan Kamis (Jumat pagi WIB) akibat melemahnya permintaan
pasar produk bahan bakar minyak di Amerika Serikat (AS) serta potensi
dampak negatif dari krisis utang Yunani terhadap permintaan energi
Eropa.
Melimpahnya stok bensin dan diesel di AS muncul membawa kekhawatiran mengenai mengambangnya jutaan barel stok minyak mentah Nigeria yang hingga kini menanti pembeli.
Dilansir dari Reuters, Jumat (26/6/201), harga minyak mentah jenis Brent turun US$ 29 sen atau 0,5 persen menjadi US$ 63,2 per barel. Harga minyak mentah AS atau dikenal West Texas Intermediate (WTI), turun US$ 57 sen atau hampir 1 persen menjadi US$ 59,7 per barel.
Harga minyak mentah AS telah terjebak antara US$ 59-US$ 61 selama dua minggu terakhir, sementara harga minyak Brent bergerak di kisaran US$ 62-US$ 65 per barel.
Harga bensin dan sulfur diesel ultra-rendah (ULSD) berjangka turun hampir 1 persen. Pergerakan produk minyak olahan saat ini lebih dipengaruhi permintaan bahan bakar otomotif menjelang libur musim panas.
Data resmi dari pemerintah AS menunjukkan, stok bensin di Negeri Paman Sam naik 680 ribu barel pada pekan lalu, lebih besar dari dua kali jumlah yang diperkirakan oleh analis dalam jajak pendapat Reuters.
Persediaan minyak sulingan termasuk diesel dan minyak pemanas naik 1,8 juta barel, lebih tinggi dari proyeksi 1 juta barel.
Dari Athena, Yunani kembali gagal mencapai kesepakatan dengan kreditor internasional, meningkatkan kekhawatiran tentang peluang gagal bayar (default) utang yang dapat memberi dampak besar ke ekonomi Eropa serta mengurangi permintaan minyak di kawasan itu.
Pedagang dan investor juga mengamati kemajuan kesepakatan nuklir Iran jelang tenggat waktu 30 Juni yang menjadi penentuan mengenai sanksi dan kelanjutan ekspor minyak Iran. (Ndw/Gdn)
Sumber : Liputan6
Melimpahnya stok bensin dan diesel di AS muncul membawa kekhawatiran mengenai mengambangnya jutaan barel stok minyak mentah Nigeria yang hingga kini menanti pembeli.
Dilansir dari Reuters, Jumat (26/6/201), harga minyak mentah jenis Brent turun US$ 29 sen atau 0,5 persen menjadi US$ 63,2 per barel. Harga minyak mentah AS atau dikenal West Texas Intermediate (WTI), turun US$ 57 sen atau hampir 1 persen menjadi US$ 59,7 per barel.
Harga minyak mentah AS telah terjebak antara US$ 59-US$ 61 selama dua minggu terakhir, sementara harga minyak Brent bergerak di kisaran US$ 62-US$ 65 per barel.
Harga bensin dan sulfur diesel ultra-rendah (ULSD) berjangka turun hampir 1 persen. Pergerakan produk minyak olahan saat ini lebih dipengaruhi permintaan bahan bakar otomotif menjelang libur musim panas.
Data resmi dari pemerintah AS menunjukkan, stok bensin di Negeri Paman Sam naik 680 ribu barel pada pekan lalu, lebih besar dari dua kali jumlah yang diperkirakan oleh analis dalam jajak pendapat Reuters.
Persediaan minyak sulingan termasuk diesel dan minyak pemanas naik 1,8 juta barel, lebih tinggi dari proyeksi 1 juta barel.
Dari Athena, Yunani kembali gagal mencapai kesepakatan dengan kreditor internasional, meningkatkan kekhawatiran tentang peluang gagal bayar (default) utang yang dapat memberi dampak besar ke ekonomi Eropa serta mengurangi permintaan minyak di kawasan itu.
Pedagang dan investor juga mengamati kemajuan kesepakatan nuklir Iran jelang tenggat waktu 30 Juni yang menjadi penentuan mengenai sanksi dan kelanjutan ekspor minyak Iran. (Ndw/Gdn)
Sumber : Liputan6
Wall Street Jatuh Tertekan Saham Energi
BESTPROFIT FUTURES MALANG (26/6) - Bursa saham Amerika Serikat (AS) melemah pada penutupan perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), dengan indeks S&P 500 tertekan di bawah level rata-rata dalam 50 hari terakhir.
Pelemahan tersebut akibat anjloknya saham energi di tengah penguatan saham sektor kesehatan. Sementara investor hingga kini masih mengamati terobosan untuk mencapai kesepakatan utang Yunani.
Dilansir dari Bloomberg, Jumat (26/6/2015), indeks S&P 500 tergelincir 0,3 persen menjadi 2.102,31, melanjutkan pelemahan selama dua hari berturut-turut.
Indeks Dow Jones terkikis 75,71 poin atau 0,4 persen menjadi 17.890,36, indeks Nasdaq kehilangan 0,2 persen. Sekitar 5,9 miliar saham diperdagangkan di Wall Street pada hari ini, atau 4,7 persen di bawah rata-rata tiga bulan.
Saham Transocean Ltd dan Chesapeake Energy Corp merosot lebih dari tiga persen akibat pelemahan harga minyak. Caterpillar Inc anjlok 1,6 persen dan saham perusahaan tambang raksasa Freeport-McMoRan Inc tertekan 4 persen.
Berbeda dengan saham energi yang rontok, saham perusahaan di bidang kesehatan HCA Holding Inc, Tenet Healthcare Corp dan Universal Health Service Inc melompat 77 persen setelah pengadilan memperkuat komponen kunci Obama Care.
Hingga kini Investor masih menunggu sebuah resolusi dari penyelesaian uang Yunani yang akan digunakan sebagai petunjuk mengenai kapan Bank Sentral Amerika Serikat (AS) akan menaikkan suku bunga acuan.
Perdana Menteri Yunani, Alexis Tsipras sedang berancang-ancang untuk melakukan pembicaraan kembali dengan para kreditor setelah sebelumnya Menteri Keuangan Zona Eropa menunda pembicaraan atau pembahasan mengenai utang Yunani pada Selasa 23 Juni 2015 kemarin. Tsipras akan bertemu dengan beberapa donor di Brussels, Belgia
"Pergerakan saham harian saat ini sangat sensitif terhadap berita positif atau negatif terkait dengan pembicaraan Yunani," kata Senior Equity Analyst dari Schaeffer’s Investment Research Inc, Joe Bell. (Ndw/Gdn)
Sumber : Liputan6
Pelemahan tersebut akibat anjloknya saham energi di tengah penguatan saham sektor kesehatan. Sementara investor hingga kini masih mengamati terobosan untuk mencapai kesepakatan utang Yunani.
Dilansir dari Bloomberg, Jumat (26/6/2015), indeks S&P 500 tergelincir 0,3 persen menjadi 2.102,31, melanjutkan pelemahan selama dua hari berturut-turut.
Indeks Dow Jones terkikis 75,71 poin atau 0,4 persen menjadi 17.890,36, indeks Nasdaq kehilangan 0,2 persen. Sekitar 5,9 miliar saham diperdagangkan di Wall Street pada hari ini, atau 4,7 persen di bawah rata-rata tiga bulan.
Saham Transocean Ltd dan Chesapeake Energy Corp merosot lebih dari tiga persen akibat pelemahan harga minyak. Caterpillar Inc anjlok 1,6 persen dan saham perusahaan tambang raksasa Freeport-McMoRan Inc tertekan 4 persen.
Berbeda dengan saham energi yang rontok, saham perusahaan di bidang kesehatan HCA Holding Inc, Tenet Healthcare Corp dan Universal Health Service Inc melompat 77 persen setelah pengadilan memperkuat komponen kunci Obama Care.
Hingga kini Investor masih menunggu sebuah resolusi dari penyelesaian uang Yunani yang akan digunakan sebagai petunjuk mengenai kapan Bank Sentral Amerika Serikat (AS) akan menaikkan suku bunga acuan.
Perdana Menteri Yunani, Alexis Tsipras sedang berancang-ancang untuk melakukan pembicaraan kembali dengan para kreditor setelah sebelumnya Menteri Keuangan Zona Eropa menunda pembicaraan atau pembahasan mengenai utang Yunani pada Selasa 23 Juni 2015 kemarin. Tsipras akan bertemu dengan beberapa donor di Brussels, Belgia
"Pergerakan saham harian saat ini sangat sensitif terhadap berita positif atau negatif terkait dengan pembicaraan Yunani," kata Senior Equity Analyst dari Schaeffer’s Investment Research Inc, Joe Bell. (Ndw/Gdn)
Sumber : Liputan6
Emas Berjangka Turun pada Sesi Kelima Secara Beruntun
BESTPROFIT FUTURES MALANG (26/6) - Emas berjangka menetap di level terendahnya untuk sesi kelima secara berturut-turut pada Kamis ini, seiring para pedagang yang melacak tentang kesepakatan utang Yunani menemui jalan buntu menjelang batas waktu hingga akhir bulan ini.
Emas untuk pengiriman Agustus di Comex turun US $ 1,10 atau 0,1 %, untuk menetap di level $ 1,171.80 per ons. Kontrak yang paling aktif, mengalami penurunan untuk sesi kelima beruntun dan harga emas berada pada level terendahnya sejak 5 Juni lalu.
Silver untuk pengiriman September mengalami penurunan sebesar 4,9 sen atau 0,3 %, berada pada level $ 15,841 per ons.
Perdana Menteri Yunani Alexis Tsipras, pada hari Kamis mengadakan pertemuan dengan Ketua Dana Moneter Internasional, Komisi Eropa dan Bank Sentral Eropa, yang mengawasi dana bailout Yunani, untuk menyepakati rencana reformasi yang menghadiri dalam Eurogroup. Dana Moneter Internasional mengatakan bahwa Yunani akan segera melakukan pembayaran utang sebesar $ 1.7 miliar dan diberi batas waktu hingga 30 Juni mendatang.
Pada hari Kamis, Dolar sedikit berubah terhadap mata uang utama lainnya menyusul data ekonomi yang lebih baik dari perkiraan. Sementara itu, klaim pengangguran mingguan dan belanja konsumen tidak sesuai dengan ekspektasi para ekonom yang disurvei oleh MarketWatch.
Dalam perdagangan logam lainnya, platinum untuk pengiriman Oktober naik $ 9,20 atau 0,9 %, ke level US $ 1,083.70 per ons, sedangkan paladium untuk pengiriman September turun $ 16,35 atau 2,4 %, ke level $ 679,35 per ons. (knc)
Sumber : MarketWatch
Emas untuk pengiriman Agustus di Comex turun US $ 1,10 atau 0,1 %, untuk menetap di level $ 1,171.80 per ons. Kontrak yang paling aktif, mengalami penurunan untuk sesi kelima beruntun dan harga emas berada pada level terendahnya sejak 5 Juni lalu.
Silver untuk pengiriman September mengalami penurunan sebesar 4,9 sen atau 0,3 %, berada pada level $ 15,841 per ons.
Perdana Menteri Yunani Alexis Tsipras, pada hari Kamis mengadakan pertemuan dengan Ketua Dana Moneter Internasional, Komisi Eropa dan Bank Sentral Eropa, yang mengawasi dana bailout Yunani, untuk menyepakati rencana reformasi yang menghadiri dalam Eurogroup. Dana Moneter Internasional mengatakan bahwa Yunani akan segera melakukan pembayaran utang sebesar $ 1.7 miliar dan diberi batas waktu hingga 30 Juni mendatang.
Pada hari Kamis, Dolar sedikit berubah terhadap mata uang utama lainnya menyusul data ekonomi yang lebih baik dari perkiraan. Sementara itu, klaim pengangguran mingguan dan belanja konsumen tidak sesuai dengan ekspektasi para ekonom yang disurvei oleh MarketWatch.
Dalam perdagangan logam lainnya, platinum untuk pengiriman Oktober naik $ 9,20 atau 0,9 %, ke level US $ 1,083.70 per ons, sedangkan paladium untuk pengiriman September turun $ 16,35 atau 2,4 %, ke level $ 679,35 per ons. (knc)
Sumber : MarketWatch
Bursa AS Berfluktuasi Di tengah Reli Saham Kesehatan & Pembicaraan Yunani
BESTPROFIT FUTURES MALANG (26/6) - Bursa
saham AS berfluktuasi, setelah penurunan terbesar dalam tiga minggu,
karena rally saham kesehatan terhadap keputusan Mahkamah Agung Amerika
Serikat, sementara investor mengamati terobosan baru dalam pembicaraan
utang Yunani.
Saham HCA Holdings Inc, Tenet Healthcare
Corp dan Universal Health Services Inc. melonjak setidaknya 7,5 %
setelah Mahkamah Agung menguatkan subsidi pajak nasional yang merupakan
komponen inti dari hukum perawatan kesehatan Presiden Barack Obama.
Saham Eli Lilly & Co. naik 4,2% setelah putusan paten yang
menguntungkan. Sementara saham Netflix Inc. kehilangan 2,7%, dan
saham-saham energi merosot bersama dengan minyak mentah.
Indeks Standard & Poor 500 naik 0,1%
ke level 2,111.54 pada pukul 12:16 siang di New York. Indeks tersebut
turun 0,7% pada Rabu kemarin. Indeks Dow Jones Industrial Average naik
14,61 poin, atau 0,1%, ke 17,980.68. Indeks Nasdaq Composite naik 0,2%.
Indeks S&P 500 menuju minggu
kesembilan tanpa bergerak lebih dari 1%, yang terpanjang sejak Agustus
tahun 1993, karena investor menunggu sebuah resolusi dari krisis Yunani
saat menilai data sebagai petunjuk terkait waktu setiap kenaikan suku
bunga Federal Reserve.(frk)
Sumber: Bloomberg
Wednesday, 24 June 2015
Krisis Yunani Berkepanjangan, Wall Street Anjlok
BESTPROFIT FUTURES MALANG (25/6) - Wall Street terjatuh menghentikan penguatan yang telah dicetak dalam dua hari sebelumnya. Sentimen yang menekan indeks bursa di Amerika Serikat (AS) tersebut adalah penyelesaian masalah utang Yunani yang berkepanjangan.
Mengutip Bloomberg, Kamis (25/6/2015), Indeks Standard & Poor 500 turun 0,7 persen menjadi 2.108,80 pada pukul 4 sore waktu New York, AS, untuk perdagangan Rabu, 24 Juni 2015. Pada perdagangan sebelumnya, Indeks Standard & Poor 500 sempat menguat 0,3 persen.
"Wall Street mengalami sedikit kemunduran. Setelah sempat membukukan kinerja yang cukup positif dalam beberapa hari sebelumnya, ada beberapa kegugupan dari investor menanggapi situasi di Yunani," jelas Chief Investment Officer McQueen, Ball & Associates Inc, Bethlehem, Pennsylvania, Bill Schultz.
Perdana Menteri Yunani, Alexis Tsipras sedang berancang-ancang untuk melakukan pembicaraan kembali dengan para kreditor setelah sebelumnya Menteri Keuangan Zona Eropa menunda pembicaraan atau pembahasan mengenai utang Yunani pada Selasa 23 Juni 2015 kemarin. Tsipras akan bertemu dengan beberapa donor di Brussels, Belgia.
Saham-saham di kawasan Eropa dan Amerika sempat melambung tinggi karena adanya sentimen positif dari pembicaraan mengenai utang Yunani tersebut. Beberapa pihak yang ikut berkumpul terus melontarkan komentar yang positif. Namun ternyata hasil dari pertemuan hampir sama saja dengan pertemuan-pertemuan sebelumnya yaitu menemukan jalan buntu. Hal tersebut membuat pelaku pasar pesimistis dengan kondisi Yunani.
Sentimen lain yang juga mempengaruhi gerak Wall Street adalah membaiknya data ekonomi di Amerika Serikat. Penurunan yang terjadi pada perdagangan Rabu, 24 Juni 2015 tak terlalu tajam karena masih ada sentimen positif dari data ekonomi di dalam negeri. Adanya laba yang cukup tinggi dari belanja konsumen membuat estimasi bahwa pertumbuhan ekonomi Amerika telah pulih semakin memuncak.
Gubernur The Fed Jerome Powell mengatakan bahwa ada kemungkinan 50 persen dibanding 50 persen bagi The Fed untuk menaikkan suku bunga di tahun ini dengan melihat perkembangan data-data ekonomi yang ada. (Gdn/Nrm)
Sumber : Liputan6
Mengutip Bloomberg, Kamis (25/6/2015), Indeks Standard & Poor 500 turun 0,7 persen menjadi 2.108,80 pada pukul 4 sore waktu New York, AS, untuk perdagangan Rabu, 24 Juni 2015. Pada perdagangan sebelumnya, Indeks Standard & Poor 500 sempat menguat 0,3 persen.
"Wall Street mengalami sedikit kemunduran. Setelah sempat membukukan kinerja yang cukup positif dalam beberapa hari sebelumnya, ada beberapa kegugupan dari investor menanggapi situasi di Yunani," jelas Chief Investment Officer McQueen, Ball & Associates Inc, Bethlehem, Pennsylvania, Bill Schultz.
Perdana Menteri Yunani, Alexis Tsipras sedang berancang-ancang untuk melakukan pembicaraan kembali dengan para kreditor setelah sebelumnya Menteri Keuangan Zona Eropa menunda pembicaraan atau pembahasan mengenai utang Yunani pada Selasa 23 Juni 2015 kemarin. Tsipras akan bertemu dengan beberapa donor di Brussels, Belgia.
Saham-saham di kawasan Eropa dan Amerika sempat melambung tinggi karena adanya sentimen positif dari pembicaraan mengenai utang Yunani tersebut. Beberapa pihak yang ikut berkumpul terus melontarkan komentar yang positif. Namun ternyata hasil dari pertemuan hampir sama saja dengan pertemuan-pertemuan sebelumnya yaitu menemukan jalan buntu. Hal tersebut membuat pelaku pasar pesimistis dengan kondisi Yunani.
Sentimen lain yang juga mempengaruhi gerak Wall Street adalah membaiknya data ekonomi di Amerika Serikat. Penurunan yang terjadi pada perdagangan Rabu, 24 Juni 2015 tak terlalu tajam karena masih ada sentimen positif dari data ekonomi di dalam negeri. Adanya laba yang cukup tinggi dari belanja konsumen membuat estimasi bahwa pertumbuhan ekonomi Amerika telah pulih semakin memuncak.
Gubernur The Fed Jerome Powell mengatakan bahwa ada kemungkinan 50 persen dibanding 50 persen bagi The Fed untuk menaikkan suku bunga di tahun ini dengan melihat perkembangan data-data ekonomi yang ada. (Gdn/Nrm)
Sumber : Liputan6
Korban gelombang panas di Pakistan capai 800 orang
BESTPROFIT FUTURES MALANG (25/6) - Korban
tewas akibat gelombang panas di Provinsi Sindh, Pakistan, terus
berjatuhan dan hingga hari Rabu (24/06) jumlah mencapai 800 orang.
Menurut
BBC Urdu, korban tewas di Karachi tercatat 780 orang, sementara 30
orang dilaporkan tewas di kawasan lain di provinsi tersebut.
Salah satu organisasi sosial setempat mengatakan kamar mayat menerima ratusan korban dan kapasitasnya sekarang sudah penuh.
Para pejabat dikecam karena dianggap tidak berbuat maksimal untuk menangani krisis ini.
Hari
Rabu ditetapkan sebagai hari libur oleh pemerintah provinsi dengan
harapan sebagian besar warga lebih memilih tinggal di rumah.
Pada
hari Selasa suhu udara mencapai 45 derajat Celsius dan Perdana Menteri
Nawaz Sharif memerintahkan para pejabat pemerintah untuk mengambil
langkah darurat.
Pemerintah juga mengerahkan anggota militer mendirikan berbagai pos kesehatan untuk membantu para korban.
Temperatur
di Karachi sudah turun menjadi 34 derajat Celsius berkat hembusan angin
yang berasal dari laut, namun ini tidak menyurutkan kemarahan warga
kepada pemerintah yang membatasi penggunaan kipas angin.
Lonjakan pemakaian pendingin ruangan dan kipas angin membuat aliran listris tidak lancar dalam beberapa hari terakhir.
Sumber: BBC Indonesia
Emas Catat Penurunan Terpanjang dalam Sebulan
BESTPROFIT FUTURES MALANG (25/6) - Emas
berjangka mencatatkan penurunan terpanjang dalam empat minggu terakhir
setelah adanya laporan yang menunjukkan ekonomi AS pada kuartal pertama
terkontraksi kurang dari perkiraan, didukung oleh keuntungan yang lebih
besar dalam belanja konsumen.
Produk
domestik bruto AS turun pada tingkat tahunan sebesar 0,2%, direvisi
dari penurunan 0,7%, menurut data pemerintah hari Rabu. Konsumsi rumah
tangga tumbuh 2,1%, naik dari perkiraan 1,8%. Setelah laporan itu, emas
turun sebanyak 0,7% ke level $ 1,168.10 per ons, level terendah dalam
dua pekan terakhir.
Logam
telah turun dalam minggu ini setelah meningkatnnya peluang bahwa
Federal Reserve akan menaikkan suku bunga acuan mengikuti kenaikan dalam
perekonomian AS. Pada hari Selasa, data pemerintah menunjukkan
pembelian rumah baru mengalami lonjakan tajam dalam tujuh tahun,
sementara emas memberikan hak kepada pemilik untuk menjual berjangka
untuk bulan Juli di kisaran $ 1.175, melonjak 52%.
Emas
berjangka untuk pengiriman Agustus turun 0,3% ke level $ 1,172.90 pada
pukul 1:43 siang di Comex New York, penurunan keempat beruntun dan
kemerosotan terpanjang sejak 27 Mei.(frk)
Sumber: Bloomberg
Saham AS Ditutup Melemah Seiring Dengan Pembicaraan Yunani
BESTPROFIT FUTURES MALANG (25/6) - Saham
AS turun diikuti ekuitas Eropa, sementara Treasuries naik dengan
obligasi Jerman pulih pada perdagangan terakhir terkait dengan Yunani
tetap mengalami kebuntuan dengan kreditur tentang bailout. Sedangkan
minyak dan emas juga mengalami penurunan.
Indeks Standard &
Poor 500 turun 0,7 % pada pukul 4 sore waktu New York, menghentikan
kenaikan selama 2 hari. Sedangkan Indeks Stoxx Europe 600 melemah 0,4 %
setelah sebelumnya reli selama 4 hari yang merupakan kinerja terbaiknya
sejak Januari lalu. Sementara itu, Euro naik 0,3 % ke level $ 1,1199
setelah mengalami penurunan terbesarnya dalam 3 bulan terakhir. Imbal
hasil obligasi tenor 10 tahun turun 4 basis poin menjadi 2,37 %, diikuti
penurunan obligasi Jerman sebesar 3 basis poin menjadi 0,84 %. Diiringi
kemerosotan harga minyak sebesar 1,2 %.
Menteri keuangan
kawasan euro menunda pertemuan dengan Yunani tanpa adanya kesepakatan,
dan berencana untuk melanjutkan pertemuan pada hari Kamis. Jerman
mengecilkan kemungkinan untuk mencapai kesepakatan dengan Yunani setelah
negara Mediterania tersebut menolak proposal terbaru yang ditetapkan
oleh kreditur untuk membuka dana bantuan bailout. Tanda-tanda meredanya
optimisme dari awal minggu yang mengirim kenaikan saham di seluruh
dunia.
Perdana Menteri Yunani
Alexis Tsipras mengadakan pertemuan di Brussels pada hari Rabu dengan
Ketua tiga lembaga kreditur. Yunani diberikan batas waktu sampai 30 Juni
mendatang untuk membayar utangnya sebesar 1,5 miliar euro ($ 1.7
miliar) kepada Dana Moneter Internasional. (knc)
Sumber : Bloomberg
Bursa AS dan Ekuitas Eropa Melemah Sementara Obligasi Menguat
BESTPROFIT FUTURES MALANG (25/6) - Bursa saham AS melemah bersama dengan ekuitas Eropa, sementara Treasury naik bersama obligasi Jerman dalam pembalikan perdagangan terakhir karena Yunani tetap menemui jalan buntu dengan para krediturnya atas utang.
Indeks Standard & Poor 500 kehilangan 0,4% pada pukul 12:22 siang di New York, menghentikan keuntungan dalam dua hari. Indeks Stoxx Europe 600 turun 0,4% setelah mengalami reli selama empat hari terbaik sejak Januari. Euro sedikit berubah di level $ 1,1175 setelah turun tajam dalam tiga bulan terakhir. Imbal hasil obligasi Jerman dengan tenor 10-tahun turun tiga basis poin menjadi 0,84%. Sementara minyak mentah turun 1,4%.
Jerman mengecikan kemungkinan kesepakatan segera dengan Yunani setelah negara Mediterania tersebut menolak persyaratan terbaru yang ditetapkan oleh kreditur untuk membuka bantuan bailout. Tanda-tanda retakan baru antara kedua belah pihak meredam optimisme awal minggu lalu yang menghantarkan saham-saham lebih tinggi di seluruh dunia.(frk)
Sumber: Bloomberg
Indeks Standard & Poor 500 kehilangan 0,4% pada pukul 12:22 siang di New York, menghentikan keuntungan dalam dua hari. Indeks Stoxx Europe 600 turun 0,4% setelah mengalami reli selama empat hari terbaik sejak Januari. Euro sedikit berubah di level $ 1,1175 setelah turun tajam dalam tiga bulan terakhir. Imbal hasil obligasi Jerman dengan tenor 10-tahun turun tiga basis poin menjadi 0,84%. Sementara minyak mentah turun 1,4%.
Jerman mengecikan kemungkinan kesepakatan segera dengan Yunani setelah negara Mediterania tersebut menolak persyaratan terbaru yang ditetapkan oleh kreditur untuk membuka bantuan bailout. Tanda-tanda retakan baru antara kedua belah pihak meredam optimisme awal minggu lalu yang menghantarkan saham-saham lebih tinggi di seluruh dunia.(frk)
Sumber: Bloomberg
Tuesday, 23 June 2015
Kurdi kuasai kota Suriah dekat markas ISIS di Raqqa
BESTPROFIT FUTURES MALANG (24/6) - Pejuang
Kurdi di Suriah utara mengatakan telah menguasai kota penting dari
kelompok yang menamakan diri Negara Islam atau ISIS, hanya 30 km dari
markas milisi tersebut di Raqqa.
Jurubicara Unit Perlindungan Rakyat Kurdi (YPG) menyatakan Ain Issa dan desa-desa di sekitarnya sekarang "sepenuhnya " dikuasai.
Hal ini terjadi setelah sebuah markas militer di luar kota dikuasai pada hari Senin malam (22 Juni).
YPG menguasai kota Tal Abyad di perbatasan Turki minggu, sehingga memotong jalur pasokan ISIS.
Kelompok
jihadis tersebut mengalami serangkaian kekalahan dari pasukan Kurdi
sejak terpaksa mundur dari kota Kobane pada bulan Januari setelah
konflik selama empat bulan.
Pergerakan
maju Kurdi yang terjadi begitu cepat ke arah Raqqa terus berlanjut pada
hari Senin dengan direbutnya Brigade 93, sebuah markas yang dikuasai
ISIS dari militer Suriah tahun lalu.
Kelompok
pengamat Suriah yang bermarkas di Inggris, Syrian Observatory for Human
Rights, melaporkan YPG dan pejuang pemberontak Suriah menguasai markas
tersebut sebelum mengarah ke selatan menuju Ain Issa, dengan dukungan
serangan udara koalisi pimpinan Amerika Serikat.
Ain
Issa berada di perempatan jalan utama dari Raqqa ke daerah kekuasaan
ISIS lainnya di provinsi Aleppo, ke barat, dan provinsi Hassakeh, ke
timur.
Sumber: BBC Indonesia
Dolar Naik, Treasury Turun Terhadap Spekulasi Kebijakan; Saham AS Mixed
BESTPROFIT FUTURES MALANG (24/6) - Treasuries turun dan dolar menguat terhadap euro terhadap spekulasi kenaikan suku bunga AS sementara stimulus Eropa berlanjut. Saham-saham di wilayah Eropa melonjak, sementara saham-saham Amerika berfluktuasi mendekati rekor di tengah optimisme atas kesepakatan utang Yunani.
Dolar naik 1,5% terhadap euro pada pukul 3:33 sore di New York, setelah euro melemah untuk hari ketiga. Imbal hasil Treasury note dengan tenor 10-tahun mencapai 2,40%. Indeks Standard & Poor 500 berayun antara keuntungan dan kerugian sekitar setengah persentase poin di bawah rekor, sedangkan Indeks Stoxx Europe 600 menguat 1,2% untuk membatasi gain terbaik dua hari sejak Januari.
Perdana Menteri Yunani harus mengumpulkan dukungan dari koalisinya untuk rencana yang bertujuan mencegah default negara di tengah tanda-tanda kemajuan dalam pembicaraan utang. Dolar menguat karena spekulasi bahwa Bank Sentral Eropa akan mempertahankan pembelian obligasi, sementara Federal Reserve bergerak lebih dekat dengan program pengetatan. Pasar perumahan Amerika mulai memanas dan memberikan beberapa semangat untuk ekonomi yang tertahan oleh suam-suam kuku dalam sektor manufaktur.
Indeks S&P 500 muncul dari minggu terbaiknya sejak bulan April, naik 0,8% setelah Ketua Federal Reserve Janet Yellen mengisyaratkan bank sentral akan mengambil pendekatan bertahap untuk menaikkan suku bunga AS.(frk)
Sumber: Bloomberg
Dolar naik 1,5% terhadap euro pada pukul 3:33 sore di New York, setelah euro melemah untuk hari ketiga. Imbal hasil Treasury note dengan tenor 10-tahun mencapai 2,40%. Indeks Standard & Poor 500 berayun antara keuntungan dan kerugian sekitar setengah persentase poin di bawah rekor, sedangkan Indeks Stoxx Europe 600 menguat 1,2% untuk membatasi gain terbaik dua hari sejak Januari.
Perdana Menteri Yunani harus mengumpulkan dukungan dari koalisinya untuk rencana yang bertujuan mencegah default negara di tengah tanda-tanda kemajuan dalam pembicaraan utang. Dolar menguat karena spekulasi bahwa Bank Sentral Eropa akan mempertahankan pembelian obligasi, sementara Federal Reserve bergerak lebih dekat dengan program pengetatan. Pasar perumahan Amerika mulai memanas dan memberikan beberapa semangat untuk ekonomi yang tertahan oleh suam-suam kuku dalam sektor manufaktur.
Indeks S&P 500 muncul dari minggu terbaiknya sejak bulan April, naik 0,8% setelah Ketua Federal Reserve Janet Yellen mengisyaratkan bank sentral akan mengambil pendekatan bertahap untuk menaikkan suku bunga AS.(frk)
Sumber: Bloomberg
Emas Melemah Dengan The Fed Sebagai Focus, Yunani Dekati Kesepakatan
BESTPROFIT FUTURES MALANG (24/6) - Emas berjangka turun untuk sesi ketiga berturut-turut, dengan perhatian investor bergeser jauh dari Yunani dan kembali ke prospek suku bunga AS yang lebih tinggi.
Gubernur Federal Reserve Jerome Powell pada hari Selasa menyarankan bahwa suku bunga mungkin naik secepatnya pada bulan September dengan perekonomian sebagai peningkatan daya tarik. Emas pekan lalu mencatat kenaikan terbesar dalam satu bulan setelah para pejabat The Fed mengindikasikan bahwa pengetatan moneter akan berjalan dengan lambat, sementara Yunani menghadapi jalan buntu dengan para krediturnya.
Reli logam terbukti berumur pendek. Spekulasi meningkat bahwa Yunani akan segera mencapai kesepakatan untuk menghindari default memotong permintaan untuk aset haven. Pada saat yang sama, tanda-tanda membaiknya pertumbuhan ekonomi AS yang menyalakan kembali kekhawatiran bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga segera, mengangkat mata uang dolar. Suku bunga yang lebih tinggi mengekang daya tarik emas karena komoditas tidak membayar bunga atau memberikan hasil seperti aset lain misalnya obligasi dan ekuitas.
Emas berjangka untuk pengiriman Agustus turun 0,6% untuk menetap di level $ 1,176.60 per ons pada pukul 1:37 siang di Comex New York. Kemerosotan dalam tiga sesi merupakan yang terpanjang sejak 5 Juni.(frk)
Sumber: Bloomberg
Gubernur Federal Reserve Jerome Powell pada hari Selasa menyarankan bahwa suku bunga mungkin naik secepatnya pada bulan September dengan perekonomian sebagai peningkatan daya tarik. Emas pekan lalu mencatat kenaikan terbesar dalam satu bulan setelah para pejabat The Fed mengindikasikan bahwa pengetatan moneter akan berjalan dengan lambat, sementara Yunani menghadapi jalan buntu dengan para krediturnya.
Reli logam terbukti berumur pendek. Spekulasi meningkat bahwa Yunani akan segera mencapai kesepakatan untuk menghindari default memotong permintaan untuk aset haven. Pada saat yang sama, tanda-tanda membaiknya pertumbuhan ekonomi AS yang menyalakan kembali kekhawatiran bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga segera, mengangkat mata uang dolar. Suku bunga yang lebih tinggi mengekang daya tarik emas karena komoditas tidak membayar bunga atau memberikan hasil seperti aset lain misalnya obligasi dan ekuitas.
Emas berjangka untuk pengiriman Agustus turun 0,6% untuk menetap di level $ 1,176.60 per ons pada pukul 1:37 siang di Comex New York. Kemerosotan dalam tiga sesi merupakan yang terpanjang sejak 5 Juni.(frk)
Sumber: Bloomberg
Saham AS Ditutup Menguat Seiring Investor Mengkaji Waktu Kenaikan Suku Bunga
BESTPROFIT FUTURES MALANG (24/6) - Saham
AS naik, mengirim Indeks Standard & Poor 500 mendekati rekornya
seiring para investor mengkaji data ekonomi sebagai petunjuk untuk
menentukkan waktu kenaikan suku bunga di tengah optimisme bahwa Yunani
akan mencapai kesepakatan bantuan.
Indeks S&P 500
naik 0,1 % ke level 2,124.31 pada pukul 4 sore waktu New York, setelah
sebelumnya menguat 3 poin dari rekor penutupan. Sedangkan Indeks Nasdaq
Composite naik 0,1 % menuju semua waktu tertinggi untuk hari kedua.
Indeks S&P 500
mengalami kenaikan mingguan terbesarnya sejak April lalu pada periode
yang berakhir hari Jumat pasca Federal Reserve mengisyaratkan tidak akan
menaikkan suku bunga secepatnya terkait para pejabat bertahan dari
pemulihan ekonomi. Pembelian obligasi The Fed dalam 3 putaran dan suku
bunga acuan mendekati nol mendorong penguatan benchmark lebih dari tiga
kali lipat dalam 6 tahun terakhir.
Gubernur Federal
Reserve Jerome Powell mengatakan hari ini bahwa kemungkinan perekonomian
AS meningkat sekitar 50-50 cukup bagi bank sentral untuk menaikkan suku
bunga pada bulan September mendatang, seiring meningkatnya pasar tenaga
kerja dan tanda-tanda pertumbuhan upah juga mengalami kenaikan. (knc)
Sumber : Bloomberg
Bursa AS Stagnan Sementara Investor Kaji Data Ekonomi & Pembicaraan Yunani
BESTPROFIT FUTURES MALANG (24/6) - Bursa saham AS sedikit berubah, setelah Indeks Standard & Poor 500 naik mendekati rekor, karena investor mengkaji data ekonomi sebagai petunjuk terkait waktu kenaikan suku bunga yang lebih tinggi dan memperhatikan kemajuan dalam pembicaraan utang Yunani.
Indeks S & P 500 turun 0,1% ke level 2,120.94 pada pukul 12:34 siang di New York, setelah sebelumnya naik tiga poin dari rekor penutupan. Indeks Dow Jones Industrial Average menambahkan 2,33 poin, atau kurang dari 0,1%, ke 18,122.11. Sementara Indeks Nasdaq Composite tergelincir 0,2% dari semua-waktu tertinggi pada hari Senin.
Setelah pembicaraan pada hari Senin, bahwa Yunani kini memiliki waktu 48 jam untuk membawa kesepakatan dengan kreditur ke garis finish dan mengakhiri kebuntuan bantuan dalam lebih dari lima bulan yang beresiko default serta kemungkinan keluar dari zona mata uang euro. Perdana Menteri Yunani Alexis Tsipras perlu untuk mendongkrak dukungan di negaranya untuk melancarkan rencananya, sementara menteri keuangan zona Eropa akan bertemu pada hari Rabu untuk mempersiapkan pijakan kedua, yang dijadwalkan pada pertemuan puncak para pemimpin Uni Eropa hari Kamis mendatang.(frk)
Sumber: Bloomberg
Indeks S & P 500 turun 0,1% ke level 2,120.94 pada pukul 12:34 siang di New York, setelah sebelumnya naik tiga poin dari rekor penutupan. Indeks Dow Jones Industrial Average menambahkan 2,33 poin, atau kurang dari 0,1%, ke 18,122.11. Sementara Indeks Nasdaq Composite tergelincir 0,2% dari semua-waktu tertinggi pada hari Senin.
Setelah pembicaraan pada hari Senin, bahwa Yunani kini memiliki waktu 48 jam untuk membawa kesepakatan dengan kreditur ke garis finish dan mengakhiri kebuntuan bantuan dalam lebih dari lima bulan yang beresiko default serta kemungkinan keluar dari zona mata uang euro. Perdana Menteri Yunani Alexis Tsipras perlu untuk mendongkrak dukungan di negaranya untuk melancarkan rencananya, sementara menteri keuangan zona Eropa akan bertemu pada hari Rabu untuk mempersiapkan pijakan kedua, yang dijadwalkan pada pertemuan puncak para pemimpin Uni Eropa hari Kamis mendatang.(frk)
Sumber: Bloomberg
Monday, 22 June 2015
Harapan Penyelesaian Utang Yunani Topang Wall Street
BESTPROFIT FUTURES MALANG (23/6) - Bursa saham Amerika Serikat (AS) menguat di awal pekan dengan indeks saham Nasdaq mencetak rekor. Penguatan itu ditopang harapan investor terhadap kesepakatan di Eropa yang dapat mencegah Yunani terhindar dari gagal bayar utang.
Indeks saham Dow Jones menguat 104,76 poin atau 0,58 persen menjadi 18.120,71. Penguatan indeks saham ini diikuti indeks saham S&P yang naik 12,96 poin menjadi 2.122,95. Indeks saham Nasdaq bertambah 36,97 poin (0,72 persen) ke level 5.153,97.
Pergerakan indeks saham sebagian besar didorong dari perkembangan situasi Yunani. Investor fokus apabila negara ini gagal bayar utang, apakah akan keluar dari zona Eropa, atau Uni Eropa berpotensi mengejutkan fondasi ekonomi regional.
Pemerintahan Yunani menyerahkan proposal reformasi baru dalam pertemuan menteri keuangan zona Eropa di awal pekan ini. Proposal ini membutuhkan pembelajaran lebih mendalam dan membutuhkan waktu apakah mereka dapat mencapai kesepakatan.
Yunani membutuhkan dana segar untuk menghindari gagal bayar utang US$ 1,8 miliar kepada Dana Moneter Internasional (IMF) pada 30 Juni.
"Ini membutuhkan waktu. Jika tidak ada penyelesaian maka ini jadi fokus utama investor," ujar Bruce McCain, Kepala Strategi Investasi Key Private Bank, seperti dikutip dari laman Reuters, Selasa (23/6/2015).
Aksi merger dan akuisisi juga menjadi sentimen yang mengangkat indeks saham. Indeks sektor saham energi S&P menguat 1 persen, dan memimpin penguatan sektor saham setelah Energy Transfer Equity LP mengkonfirmasi penawaran dengan William Companies Inc senilai US$ 48 miliar. Saham Williams melonjak 26 persen menjadi US$ 60,90, dan mencatatkan keuntungan terbesar yang masuk indeks S&P 500.
Aksi merger antara Cigna Corp dan Anthem juga mendorong kedua saham perusahaan itu menguat. Saham Cigna Corp naik 4,8 persen menjadi US$ 162,65. Sedangkan saham Anthem menanjak 3,6 persen menjadi US$ 171,04.
McCain menambahkan, saham bakal menguat lebih tinggi sebelum terjadi risiko yang mempengaruhi valuasi saham. "Valuasi saham memang tinggi, tetapi tidak banyak alternatif yang menarik," kata McCain.
Di awal pekan ini, volume perdagangan saham yang tercatat mencapai 5,31 miliar saham. Angka ini di atas rata-rata bulanan sekitar 6,17 miliar saham. (Ahm/)
Sumber : Liputan6
Indeks saham Dow Jones menguat 104,76 poin atau 0,58 persen menjadi 18.120,71. Penguatan indeks saham ini diikuti indeks saham S&P yang naik 12,96 poin menjadi 2.122,95. Indeks saham Nasdaq bertambah 36,97 poin (0,72 persen) ke level 5.153,97.
Pergerakan indeks saham sebagian besar didorong dari perkembangan situasi Yunani. Investor fokus apabila negara ini gagal bayar utang, apakah akan keluar dari zona Eropa, atau Uni Eropa berpotensi mengejutkan fondasi ekonomi regional.
Pemerintahan Yunani menyerahkan proposal reformasi baru dalam pertemuan menteri keuangan zona Eropa di awal pekan ini. Proposal ini membutuhkan pembelajaran lebih mendalam dan membutuhkan waktu apakah mereka dapat mencapai kesepakatan.
Yunani membutuhkan dana segar untuk menghindari gagal bayar utang US$ 1,8 miliar kepada Dana Moneter Internasional (IMF) pada 30 Juni.
"Ini membutuhkan waktu. Jika tidak ada penyelesaian maka ini jadi fokus utama investor," ujar Bruce McCain, Kepala Strategi Investasi Key Private Bank, seperti dikutip dari laman Reuters, Selasa (23/6/2015).
Aksi merger dan akuisisi juga menjadi sentimen yang mengangkat indeks saham. Indeks sektor saham energi S&P menguat 1 persen, dan memimpin penguatan sektor saham setelah Energy Transfer Equity LP mengkonfirmasi penawaran dengan William Companies Inc senilai US$ 48 miliar. Saham Williams melonjak 26 persen menjadi US$ 60,90, dan mencatatkan keuntungan terbesar yang masuk indeks S&P 500.
Aksi merger antara Cigna Corp dan Anthem juga mendorong kedua saham perusahaan itu menguat. Saham Cigna Corp naik 4,8 persen menjadi US$ 162,65. Sedangkan saham Anthem menanjak 3,6 persen menjadi US$ 171,04.
McCain menambahkan, saham bakal menguat lebih tinggi sebelum terjadi risiko yang mempengaruhi valuasi saham. "Valuasi saham memang tinggi, tetapi tidak banyak alternatif yang menarik," kata McCain.
Di awal pekan ini, volume perdagangan saham yang tercatat mencapai 5,31 miliar saham. Angka ini di atas rata-rata bulanan sekitar 6,17 miliar saham. (Ahm/)
Sumber : Liputan6
Dolar AS dan Yunani Menekan Harga Emas
BESTPROFIT FUTURES MALANG (23/6) - Harga emas cenderung melemah mengakhiri sesi perdagangan di awal pekan ini. Hal itu lantaran sejumlah risiko di pasar komoditas logam.
Harga emas di divisi Comex untuk pengiriman Agustus melemah US$ 17,70 menjadi US$ 1.184,20 per ounce. Sedangkan harga perak untuk pengiriman Juli naik tipis US$ 0,036 menjadi US$ 16.145 per ounce.
Kesepakatan Yunani dan Uni Eropa yang sangat dekat untuk merestrukturisasi utang mempengaruhi gerak harga emas. Para pejabat Yunani dan Uni Eropa bertemu untuk menyelesaikan kesepakatan restukturisasi utang pada Senin pekan ini. Kedua belah pihak optimistis dapat mencapai kesepakatan pada pekan ini.
Namun, ada beberapa laporan yang mengatakan kalau pejabat Uni Eropa tidak percaya kesepakatan Yunani yang sudah dekat. Sementara itu, bank sentral Eropa harus meningkatkan mekanisme pinjaman darurat ke Yunani seiring kenaikan penarikan kas dari bank.
Selain sentimen Yunani, indeks dolar Amerika Serikat (AS) lebih tinggi juga telah mendorong harga emas dan minyak lebih rendah. Demikian mengutip laman Kitco, Selasa (22/6/2015).
Secara teknikal, harga emas berjangka ditutup di level rendah. Harga emas sempat berada di level resistance US$ 1.205,70 pada pekan lalu. Kini harga emas menurun dengan level di bawah dukungan secara teknis di kisaran US$ 1.161 per ounce pada Juni. Adanya resistance awal di US$ 1.191, dan melanjutkan penguatan di US$ 1.175. (Ahm/)
Sumber : Liputan6
Harga emas di divisi Comex untuk pengiriman Agustus melemah US$ 17,70 menjadi US$ 1.184,20 per ounce. Sedangkan harga perak untuk pengiriman Juli naik tipis US$ 0,036 menjadi US$ 16.145 per ounce.
Kesepakatan Yunani dan Uni Eropa yang sangat dekat untuk merestrukturisasi utang mempengaruhi gerak harga emas. Para pejabat Yunani dan Uni Eropa bertemu untuk menyelesaikan kesepakatan restukturisasi utang pada Senin pekan ini. Kedua belah pihak optimistis dapat mencapai kesepakatan pada pekan ini.
Namun, ada beberapa laporan yang mengatakan kalau pejabat Uni Eropa tidak percaya kesepakatan Yunani yang sudah dekat. Sementara itu, bank sentral Eropa harus meningkatkan mekanisme pinjaman darurat ke Yunani seiring kenaikan penarikan kas dari bank.
Selain sentimen Yunani, indeks dolar Amerika Serikat (AS) lebih tinggi juga telah mendorong harga emas dan minyak lebih rendah. Demikian mengutip laman Kitco, Selasa (22/6/2015).
Secara teknikal, harga emas berjangka ditutup di level rendah. Harga emas sempat berada di level resistance US$ 1.205,70 pada pekan lalu. Kini harga emas menurun dengan level di bawah dukungan secara teknis di kisaran US$ 1.161 per ounce pada Juni. Adanya resistance awal di US$ 1.191, dan melanjutkan penguatan di US$ 1.175. (Ahm/)
Sumber : Liputan6
Spekulasi Negosiasi Utang Yunani Dongkrak Harga Minyak
BESTPROFIT FUTURES MALANG (23/6) - Harga minyak naik di awal pekan seiring investor optimistis terhadap negosiasi utang Yunani. Akan tetapi kelebihan pasokan minyak terus menerus membayangi pasar minyak.
Di New York Mercantile Exchange, harga minyak jenis light sweet untuk pengiriman Juli naik 60 sen atau 1 persen menjadi di atas US$ 60 per barel. Harga minyak mentah jenis Brent untuk pengiriman Agustus menanjak 0,7 persen atau 45 sen menjadi US$ 63,47 per barel. Demikian mengutip laman Marketwatch, Selasa (23/62015).
Sentimen Yunani mempengaruhi pergerakan harga minyak di awal pekan ini. Para pemimpin zona Eropa mencoba mencapai kesepakatan mengenai dana talangan Yunani pada pertemuan darurat Senin 22 Juni 2015. Kegagalan mencapai kesepakatan dapat membawa Yunani kepada jurang kebangkrutan, dan keluar dari zona Eropa.
Para pejabat telah memperingatkan hal itu dalam beberapa hari terakhir. Setiap perubahan mata uang utama sebagai dampak pembicaraan utang akan berdampak ke harga komoditas termasuk minyak. Sementara itu, banjir pasokan minyak terus menekan harga minyak.
Berdasarkan laporan Analis Morgan Stanley Adam Longson, sejumlah kargo minyak tidak terjual meski permintaan kuat di musim panas sehingga membawa harga semakin tertekan. Ini menjadi tanda mengkhawatirkan bagi pasar di musim gugur.
“Sekitar 10 juta barel minyak mentah berasal sebagian dari Nigeria berada lepas pantai Afrika Barat. Beberapa kargo baru menemukan pembeli setelah lebih dari tiga bulan. Pasokan berlebih ini tidak dapat terjual dengan baik,” tutur Longson.
Selain itu, pasar juga mengawasi produksi minyak AS yang akan menunjukkkan tanda-tanda penurunan signifikan lantaran harga minyak rendah.Rig minyak AS turun menjadi 631. “Penurunan jumlah rig minyak di AS akan dianggap penurunan produksi minyak di beberapa titik,” kata David Hewitt, Kepala Riset Komoditas Minyak Credit Suisse.
Ia menambahkan, siklus harga minyak akan menarik dua bulan ke depan. Pasar menunggu produksi minyak AS, dan sentimen seberapa cepat sanksi Iran dihapus.
“Kami menegaskan kembali harga minyak Brent di kisaran US$ 71 per barel pada akhir 2015. Ini mengingat kekuatan permintaan dan pembatasan produksi minyak AS,” tutur Hewitt. (Ahm/)
Sumber : Liputan6
Di New York Mercantile Exchange, harga minyak jenis light sweet untuk pengiriman Juli naik 60 sen atau 1 persen menjadi di atas US$ 60 per barel. Harga minyak mentah jenis Brent untuk pengiriman Agustus menanjak 0,7 persen atau 45 sen menjadi US$ 63,47 per barel. Demikian mengutip laman Marketwatch, Selasa (23/62015).
Sentimen Yunani mempengaruhi pergerakan harga minyak di awal pekan ini. Para pemimpin zona Eropa mencoba mencapai kesepakatan mengenai dana talangan Yunani pada pertemuan darurat Senin 22 Juni 2015. Kegagalan mencapai kesepakatan dapat membawa Yunani kepada jurang kebangkrutan, dan keluar dari zona Eropa.
Para pejabat telah memperingatkan hal itu dalam beberapa hari terakhir. Setiap perubahan mata uang utama sebagai dampak pembicaraan utang akan berdampak ke harga komoditas termasuk minyak. Sementara itu, banjir pasokan minyak terus menekan harga minyak.
Berdasarkan laporan Analis Morgan Stanley Adam Longson, sejumlah kargo minyak tidak terjual meski permintaan kuat di musim panas sehingga membawa harga semakin tertekan. Ini menjadi tanda mengkhawatirkan bagi pasar di musim gugur.
“Sekitar 10 juta barel minyak mentah berasal sebagian dari Nigeria berada lepas pantai Afrika Barat. Beberapa kargo baru menemukan pembeli setelah lebih dari tiga bulan. Pasokan berlebih ini tidak dapat terjual dengan baik,” tutur Longson.
Selain itu, pasar juga mengawasi produksi minyak AS yang akan menunjukkkan tanda-tanda penurunan signifikan lantaran harga minyak rendah.Rig minyak AS turun menjadi 631. “Penurunan jumlah rig minyak di AS akan dianggap penurunan produksi minyak di beberapa titik,” kata David Hewitt, Kepala Riset Komoditas Minyak Credit Suisse.
Ia menambahkan, siklus harga minyak akan menarik dua bulan ke depan. Pasar menunggu produksi minyak AS, dan sentimen seberapa cepat sanksi Iran dihapus.
“Kami menegaskan kembali harga minyak Brent di kisaran US$ 71 per barel pada akhir 2015. Ini mengingat kekuatan permintaan dan pembatasan produksi minyak AS,” tutur Hewitt. (Ahm/)
Sumber : Liputan6
Subscribe to:
Posts (Atom)