Tahun 2013 PT Indosat Tbk mencatatkan
kenaikan pendapatan sebesar yaitu sebesar Rp23,885 triliun atau naik 6,8
persen dibandingkan 2012 yang senilai Rp22,42 triliun. Laba usaha
perusahaan di 2013 mengalami penurunan yaitu Rp1,5 triliun dibandingkan
2012 sebesar Rp3,2 triliun. Sementara itu beban perusahaan mengalami
peningkatan di 2013 sebesar Rp22,3 triliun dibandingkan 2012 yaitu
Rp19,228 triliun.
Jumlah aset di 2013 sebesar Rp54.52
triliun, meningkat dibandingkan 2012 senilai Rp55,23 triliun. ISAT juga
melaporkan Laba sebelum bunga, pajak, depresiasi dan amortisasi (EBITDA)
di 2013 mengalami penurunan yaitu Rp10,38 triliun dibandingkan 2012
sebesar Rp10,54 triliun.
Jumlah pelanggaran seluler Indosat di
2013 sebanyak 59,6 juta pelanggan, yang menunjukkan peningkatan 1,9
persen dibandingkan 2012 sebesar 58,5 juta orang. Jumlah tersebut
menurut dia terdiri pelanggan prabayar sebanyak 58,8 juta orang di 2013
dibandingkan 2012 sebesar 57,8 juta pelanggan. Lalu untuk pelanggan
pascabayar meningkat 23,7 persen di 2013 sebanyak 0,8 juta pelanggan
dibandingkan 2012 sebanyak 0,6 juta pelanggan,’ katanya.
PT Indosat mencatatkan peningkatan
signifikan dalam penggunaan data oleh para pelanggannya yaitu di 2013
sebesar 12.316 terabyte. Angka itu menurut dia meningkat dibandingkan
2012 sebesar 4.500 terabyte. Untuk internet ‘wholesale’ di 2013 sebesar
45.106 Mbps, meningkat dibandingkan 2012 sebesar 21.608 Mbps
Menilik kabar dari lantai bursa
perdagangan saham hari Jumat (23/5/14), saham ISAT dibuka dilevel 4,075
dan bergerak dikisaran 4,040 – 4,075. Volume perdagangan saham ISAT
mencapai 166 ribu lot saham.
Melihat indikator teknikal, harga saham
ISAT saat ini telah masuk dalam area jenuh beli dan akan terkoreksi
turun. Terpantau indikator MA terus bergerak turun menuju bolinger band
bawah. Selain itu indikator stochastic menunjukan harga yang berada pada
zona jenuh beli mengindikasikan harga akan segera turun ke zona tengah.
Sementara itu indikator ADX bergerak
flat ketika +DI menunjukan bergerak melemah di level 25, hal ini
menunjukan penguatan ISAT akan segera berkurang. Diprediksi kenaikkan
ISAT akan terkoreksi. Dengan kondisi fundamental dan teknikalnya, maka
harga masih akan bergerak konsolidasi di level support Rp 3812 hingga
resistance Rp 4520.
Sumber : Vibiznews