Monday, 30 November 2015
Dolar Australia Tahan Kenaikan Sebelum Rilis RBA dan Data Manufaktur Cina
BESTPROFIT FUTURES MALANG (1/12) - Dolar Australia mempertahankan
kenaikan pertama dalam hampir seminggu sebelum Reserve Bank of
Australia menetapkan kebijakan dan China merilis data manufaktur untuk
bulan lalu.
Aussie merupakan pemain terbaik di antara grup-dari-10 mata uang pada kuartal ini setelah dolar Selandia Baru, seiring pasar pertukaran mengkalkulasi di kesempatan yang kecil RBA memotong 2 persen acuan rekor rendah mereka pada pertemuan di hari Selasa. Gubernur Glenn Stevens mengatakan pekan lalu bahwa pedagang harus "bersantai" terkait spekulasi
suku bunga sampai Februari. Dolar Australia menguat untuk dua bulan
terakhir dan telah bertahan di atas level terendah enam tahun yang disentuh pada bulan September meskipun anjloknya harga bijih besi, yang merupakan ekspor terbesar negara itu.
Mata uang Australia sedikit berubah pada level 72,33 sen AS dari pukul 8:48 pagi waktu Tokyo, setelah naik 0,5 persen pada Senin yang merupakan kenaikan pertama sejak 24 November. Aussie menguat 3 persen selama dua bulan terakhir, reli dari penurunan yang mendorong mata uang itu ke posisi terendah dalam enam tahun di level 68,96 pada 7 September. (sdm)
Sumber: Bloomberg
Saham Asia Naik Sebelum Data Manufaktur Cina
BESTPROFIT FUTURES MALANG (1/12) - Saham Asia menguat setelah aksi jual pada hari seiring investor menunggu data manufaktur Cina dan saham keuangan China naik.
MSCI
Asia Pacific Index naik 0,3 persen ke level 132,19 pada pukul 09:00
pagi waktu Tokyo setelah turun 1 persen pada hari Senin untuk ditutup
dengan penurunan 2 persen untuk bulan November. Perusahaan keuangan dan
industri memimpin kenaikan pada hari Selasa, seiring semua dari 10 saham
kelompok industri naik. China melaporkan indeks manajer pembelian resmi
untuk November, dengan ekonom mengharapkan pembacaan 49,8, tidak
berubah dari dua bulan sebelumnya dan menunjukkan manufaktur di negara
dengan ekonomi terbesar kedua di dunia masih berkontraksi.
Selain
dari data manufaktur resmi, yang dijadwalkan akan dirilis pada 09:00
waktu setempat di Beijing, indeks Caixin Cina PMI Manufacturing
dikompilasi swasta juga diperkirakan akan menunjukkan kontraksi dalam
output pabrik nasional. Para ekonom memperkirakan indeks, akan dirilis
45 menit setelah data manufaktur resmi, akan menunjukkan pembacaan 48,3,
yang juga tidak berubah dari bulan lalu.
Indeks
Topix Jepang naik 0,3 persen setelah yen melemah 0,3 persen terhadap
dolar pada hari Senin. Raksasa pengelola dana pensiun nasional, yang
terbesar di dunia, membukukan hasil kuartalan terburuk sejak setidaknya
2008 dengan kerugian $ 64 miliar untuk tiga bulan yang berakhir pada
September di tengah gejolak ekuitas global. (sdm)
Sumber: Bloomberg
Saham Jepang Naik untuk Pertama Kalinya dalam 3 Hari seiring Pelemahan Yen
BESTPROFIT FUTURES MALANG (1/12) - Saham
Jepang naik untuk pertama kalinya dalam tiga hari seiring pelemahan yen
mendorong prospek pendapatan ekspor dan data menunjukkan belanja modal
melonjak lebih dari yang diharapkan seiring keuntungan perusahaan
meningkat pada kuartal ketiga.
Indeks
Topix naik 0,3 persen ke level 1,584.87 pada pukul 09:02 pagi waktu
Tokyo, dengan sekitar delapan saham menguat untuk setiap tujuh yang
jatuh. Indeks Nikkei 225 Stock Average naik 0,4 persen ke level
19,821.88. Yen diperdagangkan pada level 123,18 per dolar setelah
melemah selama dua hari.
Data
pemerintah menunjukkan belanja modal melonjak 11,2 persen pada kuartal
ketiga dari tahun sebelumnya, lebih dari perkiraan ekonom untuk
pertumbuhan 2,2 persen. Keuntungan perusahaan meningkat 9 persen setelah
melompat hampir 24 persen dalam tiga bulan sebelumnya.
Topix
ditutup dengan kenaikan bulanan berturut dalam dua bulan kemarin. Saham
Jepang mampu bertahan dari kelesuan ekonomi Cina dan prospek pengetatan
moneter oleh Federal Reserve untuk ratring di antara para pemain
terbaik di negara-negara maju tahun ini. Topix menguat 12 persen pada
tahun 2015 sampai hari Senin.
Pedagang
bertaruh pada kesempatan 74 persen Fed akan menaikkan suku bunga AS
pada Desember. Sebaliknya, ekonom yang disurvei Bloomberg memprediksi
suara bulat Bank Sentral Eropa akan memperluas stimulus pada hari Kamis.
E-mini
futures pada indeks Standard & Poor 500 menambahkan kurang dari 0,1
persen setelah indeks dasar ini kehilangan 0,5 persen pada Senin. (sdm)
Sumber: Bloomberg
Saham AS Pangkas Kenaikan Bulanan Seiring Investor Menunggu Keputusan Kebijakan
BESTPROFIT FUTURES MALANG (1/12) - Saham
AS pangkas kenaikan bulanan, dengan Indeks Standard & Poor 500
mengirim peningkatan pada bulan November, seiring para investor bersiap
untuk memutuskan kebijakan dari bank sentral ketika menunggu data
ekonomi pekan ini.
Indeks S&P 500
menguat 0,1 % pada bulan ini terkait tanda-tanda penguatan ekonomi AS
mengimbangi kekhawatiran bahwa Federal Reserve yang akan menaikkan suku
bunga pada tahun ini, perlambatan memicu meningkatkan stimulus guna
menopang kenaikan pasar selama 6 1/2 tahun. Meningkatnya prospek
pengetatan kebijakan moneter mendorong saham keuangan untuk kenaikan 1,7
% pada bulan November, sementara saham utilitas jatuh 2,8 % seiring
laba dividen menurun diiringi kenaikan obligasi.
Indeks S&P 500
turun 0,5 % ke level 2,080.67 pada pukul 04:00 sore waktu New York,
menghentikan kenaikan bulanan pertama secara berturut-turut sejak Mei
lalu.
Sementara itu,
investor mencari konfirmasi lebih lanjut bahwa ekonomi cukup kuat untuk
menopang suku bunga yang lebih tinggi, menurut data hari ini menunjukkan
penandatanganan kontrak untuk pembelian rumah tangan kedua di AS pada
bulan Oktober naik kurang dari perkiraan, yang menunjukkan bahwa
perumahan real estate menurun. Laporan lain minggu ini termasuk data
manufaktur yang akan dirilis besok dan laporan pekerjaan bulanan pada
Jumat mendatang.
Ketua Federal Reserve
Janet Yellen akan mengadakan pembicaraan kepada Kongres pada hari Kamis
dan Bank Sentral Eropa akan mengadakan pertemuan kebijakan terakhir pada
tahun ini di tengah spekulasi yang berkembang ECB akan mengambil
langkah-langkah tambahan untuk meningkatkan inflasi. Anggota OPEC juga
akan bertemu untuk membahas produksi minyak. (knc)
Sumber : Bloomberg
Saham AS Jatuh Ditengah Penurunan Pada Perusahaan Konsumen
BESTPROFIT FUTURES MALANG (1/12) - Saham
AS jatuh karena perusahaan konsumen dan perawatan kesehatan memangkas
gain bulanannya dan investor siap untuk keputusan kebijakan dari bank
sentral sambil menunggu serangkaian rilisan data ekonomi pekan ini.
Indeks
Standard & Poor 500 turun 0,4% menjadi 2,082.82 pada 12:00 siang di
New York, setelah naik kurang dari 0,05% pekan lalu. Indeks tersebut
berada di laju untuk kenaikan bulanan kedua secara berturut-turut. Dow
Jones Industrial Average tergelincir 62,93 poin, atau 0,4%, ke level
17,735.56, dan Indeks Nasdaq Composite turun sebesar 0,4%.
S
& P 500 telah kembali pulih 12% dari terendahnya pada bulan Agustus
karena meredanya kekhawatiran bahwa perlambatan China akan meluas. Para
pembuat kebijakan The Fed telah mengisyaratkan perekonomian cukup kuat
untuk menahan kenaikan suku bunga AS yang pertama sejak 2006, dan trader
memberikan peluang 76% bahwa bank sentral akan bertindak pada akhir
pertemuan selama dua hari pada tanggal 16 Desember.
Indeks
saham AS ditutup pada hari Jumat dalam 2% dari rekornya yang dicapai
pada bulan Mei sementara bergantian antara antara naik dan turun selama
sembilan sesi terakhir, beruntun terpanjang sejak 2013. Sementara itu,
Indeks Russell 2000 berada di tengah reli terpanjang tahun ini dan
berada pada level tertinggi tiga bulan. Indeks tersebut berada pada laju
untuk kenaikan 3,4% bulan ini setelah reli sebesar 5,6% pada Oktober.
Indeks
Volatilitas Chicago Board Options Exchange naik 9,3% ke level 16,52
pada Senin. Indeks gejolak pasar yang dikenal sebagai VIX tergelincir
selama sepekan secara berturut-turut, sehingga memangkas kenaikan
bulanan pertama sejak rekor kenaikan bulan Agustus.(yds)
Sumber: Bloomberg
Sunday, 29 November 2015
Perdagangan Mata Uang Dunia di Akhir Minggu Lalu
BESTPROFIT FUTURES MALANG (30/11) - Dolar AS terus memanjat naik pada minggu
yang lalu dengan GDP AS menunjukkan tingkat pertumbuah sebesar 2.1 % –
sedikit lebih tinggi dari yang diperkirakan. Tetapi yang lebih penting
lagi adalah pasar sedang menyiapkan diri untuk keputusan tingkat bunga
ECB yang akan datang dan apakah hal ini akan memulai perubahan kebijakan
lebih banyak lagi yang bertujuan mendepresiasikan euro.
Dolar AS naik terhadap kebanyakan rival
utamanya pada hari Jumat, mendorong euro kebawah $1.06 di dalam sesi
trading dengan volume yang rendah.
Kekalutan semalam di pasar saham Cina,
dimana indeks komposit Shanghai mencatat penurunan terbesar sejak 25
Agustus, mendorong yen turun lebih rendah. Dolar AS diperdagangkan di
Yen 122.82 pada perdagangan Jumat sore New York, dibandingkan dengan
pada hari Kamis sore di Yen 122.65.
Regulator saham Cina melakukan
investigasi terhadap dua pialang utama Cina yang dicurigai melakukan
pelanggaran terhadap peraturan sekuritas, yang memicu ketakutan terhadap
stabilitas sektor keuangan Cina.
Simon Smith kepala ekonom di FxPro di
dalam catatannya pada hari Jumat mengatakan, “pengaruh FX terutama pada
Yen, dengan liburan Thanksgiving di AS yang membuat volume sedikit,
range perdagangan relatif rendah.”
Pelarian ke dolar AS yang aman pada
minggu kemarin setelah militer Turki menembak jatuh pesawat tempur Rusia
telah mereda. Perhatian sekarang beralih ke pertentangan kebijakan
moneter dimana Federal Reserve berada pada jalur mengencangkan kondisi
moneter sementara yang lain di dunia melanjutkan pelonggaran.
Para Trader sedang fokus pada pertemuan
kebijakan moneter ECB pada tanggal 3 Desember, dan besarnya langkah
pelonggaran buat zona euro, dan juga terhadap laporan pekerjaan AS yang
jatuh tempo pada 4 Desember yang bisa menentukan apakah Federal Reserves
akan menaikkan tingkat bunganya di bulan Desember.
Euro di perdagangkan di $1.0598 pada
Jumat sore di New York dibandingkan dengan $1.0621 pada hari Kamis.
Indeks dolar AS naik 0.2% di 100.03.
Para investor sebagian besar
memperhitungkan kemungkinan keputusan the Fed untuk menaikkan tingkat
bunga jangka pendek di bulan Desember, tetapi skeptic mengenai
pengetatan moneter selanjutnya di bulan-bulan selanjutnya.
Imbal hasil di surat hutang pemerintah
berjangka waktu dua tahun menunjukkan pasar telah siap untuk kemungkinan
kenaikan tingkat bunga, sementara speculator International Monetery
Market (IMM) terus menaruh posisi bullish terhadap dolar AS.
Euro diperdagangkan pada Yen 130.16 pada Jumat sore, dibandingkan dengan Yen 130.35 pada hari Kamis malam.
Sumber : Vibiznews
IHSG Berpotensi Melemah, Cermati Delapan Saham
BESTPROFIT FUTURES MALANG (30/11) - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bakal konsolidasi dengan kecenderungan melemah pada perdagangan saham awal pekan ini. Sejumlah sentimen internal dan eksternal akan pengaruhi laju IHSG.
Analis PT Asjaya Indosurya Securities, William Suryawihaya menuturkan IHSG mengalami fase konsolidasi wajar selama level support dapat bertahan kuat di level 4.534. Sedangkan target level resistance berada di level 4.657 yang berpotensi digapai dalam waktu dekat.
"Tekanan yang terjadi sifatnya sudah cukup terbatas ditunjukkan oleh aliran dana yang terjadi dalam beberapa waktu belakangan. Menjelang pergantian bulan, menyongsong rilis data ekonomi yang diperkirakan masih relatif stabil sehingga dapat memberikan angin positif ke dalam pergerakan IHSG," ujar William dalam ulasannya Senin (30/11/2015).
Sementara itu, Analis PT Investa Saran Mandiri Hans Kwee menuturkan IHSG akan konsolidasi dengan kecenderungan melemah. Ada sejumlah sentimen baik internal dan eksternal pengaruhi IHSG.
Dari luar negeri, pelaku pasar menanti masuknya yuan ke dalam keranjang special drawing rights (SDR). Selain itu, rencana kenaikan suku bunga bank sentral AS pada Desember 2015 juga masih membayangi IHSG.
"Dari dalam negeri, investor menanti rilis data inflasi dan perdagangan Indonesia," ujar Hans saat dihubungi Liputan6.com.
Hans memperkirakan, IHSG bergerak di kisaran support 4.541-4.479 sedangkan resistance di 4.600-4.645.
Sumber : Liputan6
Analis PT Asjaya Indosurya Securities, William Suryawihaya menuturkan IHSG mengalami fase konsolidasi wajar selama level support dapat bertahan kuat di level 4.534. Sedangkan target level resistance berada di level 4.657 yang berpotensi digapai dalam waktu dekat.
"Tekanan yang terjadi sifatnya sudah cukup terbatas ditunjukkan oleh aliran dana yang terjadi dalam beberapa waktu belakangan. Menjelang pergantian bulan, menyongsong rilis data ekonomi yang diperkirakan masih relatif stabil sehingga dapat memberikan angin positif ke dalam pergerakan IHSG," ujar William dalam ulasannya Senin (30/11/2015).
Sementara itu, Analis PT Investa Saran Mandiri Hans Kwee menuturkan IHSG akan konsolidasi dengan kecenderungan melemah. Ada sejumlah sentimen baik internal dan eksternal pengaruhi IHSG.
Dari luar negeri, pelaku pasar menanti masuknya yuan ke dalam keranjang special drawing rights (SDR). Selain itu, rencana kenaikan suku bunga bank sentral AS pada Desember 2015 juga masih membayangi IHSG.
"Dari dalam negeri, investor menanti rilis data inflasi dan perdagangan Indonesia," ujar Hans saat dihubungi Liputan6.com.
Hans memperkirakan, IHSG bergerak di kisaran support 4.541-4.479 sedangkan resistance di 4.600-4.645.
Sumber : Liputan6
Saham Asia Melemah Pasca Selloff Cina seiring Kejatuhan Saham Bahan Material
BESTPROFIT FUTURES MALANG (30/11) - Saham
Asia di zona merah setelah Saham China membukukan aksi jual terbesar
satu hari dalam tiga bulan. Bahan material dan saham konsumen-pokok
memimpin kerugian pada indeks acuan pada awal minggu penting untuk pasar
di kawasan itu.
MSCI
Asia Pacific Index turun 0,3 persen ke level 132,82 pada pukul 09:02
pagi waktu Tokyo, menuju kerugian bulanan 1,2 persen, penurunan tersebut
merupakan yang keenam dalam tujuh bulan. Minggu ini merupakan minggu
dimana akan ada keputusan oleh Bank Sentral Eropa dan pembacaan terakhir
di pekerjaan AS sebelum Federal Reserve memutuskan apakah akan
menaikkan suku bunga pada bulan Desember. Shanghai Composite Index turun
5,5 persen pada hari Jumat, kerugian terbesar sejak kekalahan pasar
yang dalam pada bulan Agustus, seiring regulator melarang para broker.
Indeks
Topix Jepang turun 0,3 persen. Data Senin menunjukkan pembacaan awal
untuk produksi industri naik kurang dari perkiraan ekonom pada bulan
Oktober dibandingkan dengan bulan sebelumnya, sementara penjualan ritel
naik lebih dari yang mereka perkirakan. (sdm)
Sumber: Bloomberg
Saham Jepang Tergelincir seiring Topix Menuju Kenaikan Bulanan Kedua
BESTPROFIT FUTURES MALANG (30/11) - Saham
Jepang tergelincir, dengan indeks Topix bersiap untuk ditutup dengan
kenaikan bulanan kedua berturut-turut, seiring produsen baja memimpin
penurunan dan produsen alat listrik naik.
Indeks
Topix turun 0,3 persen ke level 1,590.08 pada pukul 09:02 pagi waktu
Tokyo, dengan semua kecuali tiga dari 33 kelompok industri yang ada
turun. Hal tersebut berada di jalur untuk kenaikan 2 persen pada
November. Indeks Nikkei 225 Stock Average turun 0,3 persen ke level
19,883.72. Yen diperdagangkan pada level 122,80 per dolar setelah
melemah 0,2 persen pada hari Jumat.
Saham
Jepang mampu bertahan setelah melesunya ekonomi Cina dan prospek
pengetatan moneter oleh Federal Reserve untuk bertengger di di antara
negara dengan kinerja terbaik di negara-negara maju tahun ini. Indeks
Nikkei 225 menguat sekitar 14 persen pada tahun 2015.
Pedagang bertaruh pada kesempatan 72 persen Fed akan menaikkan suku bunga AS pada Desember.
Investor
juga menimbang langkah-langkah oleh Perdana Menteri Shinzo Abe untuk
meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan mendorong Jepang untuk keluar dari
resesi. Abe Jumat memerintahkan penyusunan anggaran tambahan untuk tahun
fiskal saat ini dalam upaya untuk memacu pertumbuhan setelah ekonomi
berkontraksi dalam dua kuartal terakhir.
Data
pemerintah yang dirilis pada hari Senin di Tokyo menunjukkan produksi
industri naik 1,4 persen pada Oktober dari bulan sebelumnya, kurang dari
perkiraan ekonom untuk pertumbuhan 1,8 persen. Penjualan ritel Jepang
melonjak 1,8 persen dari tahun sebelumnya, mengalahkan perkiraan ekonom
untuk kenaikan 0,9 persen.
E-mini
futures pada indeks Standard & Poor 500 turun 0,2 persen setelah
indeks dasar ini menguat kurang dari 0,1 persen pada hari Jumat di sesi
perdagangan setelah libur Thanksgiving. (sdm)
Sumber: Bloomberg
Perdagangan Emas dan Metal Berharga Lainnya Akhir Minggu Lalu
BESTPROFIT FUTURES MALANG (30/11) - Emas jatuh hampir dua persen ke terendah
dalam enam tahun pada hari Jumat, dan menuju ke penurunan selama enam
minggu berturut-turut dibawah tekanan dari kuatnya dolar AS dan prospek
kenaikan tingkat bunga AS bulan depan.
Emas spot menyentuh $1,052.46 per ons, harga terendah sejak bulan Februari 2010, dan turun 1.2 persen di $ ,057.50.
Harga-harga spot turun 2 persen selama
minggu lalu. Emas berjangka AS menyentuh terendah dalam enam tahun di
$1,051.10 per ons sebelum penutupan turun 1.3 persen di $1,056.20 dan
meluncur ke penurunan selama enam minggu berturut-turut.
Emas terpukul oleh naiknya dolar AS.
Dolar AS diperdagangkan hampir di ketinggian bulan Maret selama
bertahun-tahun terhadap sekeranjang mata uang utama dunia.
Pialang komoditi senior dari RJO Futures
di Chicago Philip Streible mengatakan semua karena pertukaran mata uang,
emas turun karena dolar AS.
Komoditas yang berlatar belakangkan dolar AS seperti emas menjadi lebih mahal buat investor asing ketika mata uang AS naik.
Federal Reserve secara luas diperkirakan
akan menaikkan tingkat bunganya untuk pertama kalinya di dalam hampir
satu dekade pada pertemuan berikutnya pada tanggal 15-16 Desember.
Tingkat bunga yang lebih tinggi akan menaikkan ‘opportunity cost”
memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil dan bisa mengurani
permintaan dan mendorong kenaikan dolar.
Pembelian di Cina sebenarnya bagus tetapi tidak dapat menolong harga emas.
Pembelian emas di India pada kuartal
bulan Desember kemungkinan turun ke level terendah dalam delapan tahun,
terpukul oleh permintaan investasi yang buruk dan penarikan back to back
Metal berharga lainnya, perak, platinum,
dan palladium semua menuju penurunan mingguan. Perak turun 1.2 persen,
pada $ 14.08 per ons, platinum turun 1.9 persen pada $834.25, tidak jauh
dari terendah selama tujuh tahun yang terjadi pada awal minggu.
Paladium turun 1.5 persen pada $547.25.
Sumber : Vibiznews
Thursday, 26 November 2015
Saham Asia Hapus Penurunan Mingguan seiring Rebound Logam Dongrak Posisi Produsen
BESTPROFIT FUTURES MALANG (27/11) - Saham
Asia menguat, dengan indeks regional membalikkan penurunan mingguan
mereka, seiring rebound dalam logam mendorong kenaikan saham material
dan investor menunggu laporan laba industri China.
MSCI
Asia Pacific Index naik 0,1 persen ke level 134,60 pada pukul 09:01
pagi waktu Tokyo, dengan bahan material dan saham telekomunikasi
memimpin keuntungan. indeks siap untuk menutup minggu dengan level yang
sedikit berubah. Industri logam melonjak kemarin setelah seorang pakar
mengatakan mengatakan China meningkatkan upaya untuk mendukung industri
dalam negeri, dengan pemasok terbesar tembaga dan nikel berencana untuk
bertemu pekan ini untuk menimbang tanggapan mereka terhadap kemerosotan
harga. Pasar keuangan di AS ditutup Kamis untuk liburan Thanksgiving.
Indeks
Topix Jepang naik 0,1 persen. Indeks Nikkei 225 Stock Average naik 0,2
persen ke level 19,983.66, mendeketi level 20.000 untuk pertama kalinya
sejak Agustus. Harga konsumen nsional tidak termasuk makanan segar turun
0,1 persen pada Oktober dari tahun sebelumnya, sejalan dengan perkiraan
ekonom, menurut sebuah laporan yang dirilis sebelum pasar saham dibuka
Jumat. Indeks inflasi yang juga tidak termasuk energi naik 0,7 persen.
Tingkat pengangguran turun menjadi 3,1 persen, yang merupakan level
terendah sejak tahun 1995.
Indeks
Kospi Korea Selatan naik 0,3 persen. Indeks Australia S & P / ASX
200 menguat 0,4 persen, sedangkan S & P / Indeks NZX 50 Selandia
Baru sedikit berubah. Kontrak pada indeks Hang Seng Hong Kong naik 0,4
persen di sebagian besar perdagangan terakhir, sementara kontrak pada
FTSE China A50 Index naik 0,3 persen. (sdm)
Sumber: Bloomberg
Saham Jepang Naik seiring Rally Produsen Metal pada Dukungan Cina
BESTPROFIT FUTURES MALANG (27/11) - Saham
Jepang naik untuk hari kedua, dengan produsen besi dan baja reli di
tengah tanda-tanda China meningkatkan upaya untuk mendukung industri
logam dalam negeri.
Indeks
Topix naik 0,1 persen ke level 1,604.44 pada 09:01 pagi waktu Tokyo,
menuju kenaikan sebesar 0,1 persen dalam seminggu perdagangan yang
singkat. Indeks Nikkei 225 Stock Average melonjak 0,2 persen ke level
19,983.66, memperpanjang keuntungan dari level tertinggi tiga bulan
mereka. Pasar AS tutup pada hari Kamis untuk liburan Thanksgiving.
Data
pemerintah menunjukkan bahwa tingkat pengangguran Jepang turun 3,1
persen pada Oktober, yang merupakan level terendah sejak Juli 1995 dan
mengalahkan perkiraan ekonom yakni 3,4 persen. Secara terpisah, harga
konsumen tidak termasuk makanan segar turun 0,1 persen dari tahun
sebelumnya, sesuai dengan perkiraan ekonom.
Regulator
Cina sedang mempertimbangkan permintaan dari kelompok industri logam
untuk mengekang short selling yang berlebihan, seorang pakar mengatakan.
Tembaga melonjak sebanyak 4,2 persen dan aluminium meraih kenaikan
terbsear sejak awal Oktober.
E-mini futures pada indeks Standard & Poor 500 naik 0,3 persen dari penutupan mereka pada hari Rabu. (sdm)
Sumber: Bloomberg
Bursa Berjangka Asia Bergerak Naik Di tengah Penguatan Logam; Euro Tahan Penurunan
BESTPROFIT FUTURES MALANG (27/11) - Reli
dalam logam mengkilapkan prospek saham Asia, dengan indeks berjangka
membayangi keuntungan dari Jepang hingga Australia menjelang data
terkait keuntungan perusahaan industri China.
Kontrak
pada indeks ekuitas di wilayah tersebut naik setidaknya 0,1% setelah
tanda-tanda bahwa China mungkin akan bertindak untuk menopang harga
logam tembaga hingga seng dan aluminium melonjak ke level tertinggi
dalam setidaknya seminggu terakhir. Indeks berjangka AS mengalami reli
pada hari Kamis dengan sebagian besar pasar saham lainnya ditutup untuk
Thanksgiving, sementara minyak melemah dalam perdagangan elektronik.
Dolar mempertahankan keuntungan di dekat tujuh bulan tertinggi terhadap
euro karena investor mempertimbangkan prospek suku bunga Amerika dan
potensi divergensi kebijakan moneter global lebih lanjut.
Sementara
perdagangan bursa dinonaktifkan mengingat libur AS, logam memimpin
kenaikan pasar pada hari Kamis, dengan kenaikan tersebut memperkuat
ekuitas dari Eropa hingga Kanada. Prospek China yang mungkin ikut campur
dalam industri logam dalam negeri untuk menghentikan short selling berlebihan
yang mendukung kenaikan harga, dengan pemasok terbesar tembaga dan
nikel berencana bertemu pekan ini untuk mengkaji tanggapan mereka
terhadap kemerosotan harga, menurut para ahli. Dengan kekhawatiran atas
perlambatan ekonomi China membebani pasar komoditas tahun ini, data
keuntungan perusahaan pada hari Jumat mendapatkan perhatian khusus,
bersama dengan update pada harga konsumen Jepang.
Indeks
S&P/NZX 50 Selandia Baru naik 0,1% pada pukul 07:49 pagi waktu
Tokyo, naik dalam hari kedua untuk menuju kenaikan 1,4% pada pekan ini.
Di
Jepang, indeks berjangka di Nikkei 225 Stock Average naik 0,3% ke level
20.000 di Osaka, sementara kontrak pada Indeks S&P/ASX 200
Australia naik 0,3% meskipun kerugian dalam saham yang diperdagangkan di
London dari BHP Billiton Ltd, perusahaan tambang terbesar dunia.
Saham-saham turun 2,4% pada Kamis kemarin setelah PBB mengatakan limbah
dari tumpahan tambang yang mematikan di Brazil beracun dan BHP, bersama
dengan mitra dalam proyek Vale SA, tidak mengambil langkah-langkah yang
memadai untuk mencegah keadaan berbahaya tersebut.
Kontrak
pada indeks Hang Seng Hong Kong naik 0,4% di sebagian besar perdagangan
terakhir, sementara Indeks Hang Seng China Enterprises, yang mengukur
saham-saham China yang terdaftar di kota, naik 0,5%. Kontrak pada indeks
Kospi di Seoul naik 0,1% karena penguatan kontrak pada Indeks FTSE
China A50 sebesar 0,3%.
Indeks
Shanghai Composite memimpin keuntungan untuk minggu kedua, dengan
indeks telah memangkas kerugian sejak kejutan devaluasi mata uang China
pada bulan Agustus yang mengguncang pasar saham global.
Taiwan
juga mengeluarkan pembacaan akhir pada kuartal ketiga produk domestik
bruto pada hari Jumat, sementara pasar saham AS tutup lebih awal.(frk)
Sumber: Bloomberg
Bursa Saham Eropa Ditutup Pada Level Tertinggi 3 Bulan
BESTPROFIT FUTURES MALANG (27/11) - Saham
Eropa ditutup di level tiga bulan tertingginya pada Kamis ditopang oleh
reli pada Infineon Technologies AG yang membantu mendorong Indeks acuan
mencatat gain untuk sesi kedunya
Indeks
Stoxx Europe 600 naik 0,9% menjadi 384,37, yang merupakan pemyelesaian
terbaik sejak 18 Agustus lalu, menurut data FactSet. Kemenangan pada
Kamis tercipta pada reli hari Rabu di atas 1,4%, yang datang setelah
sebuah laporan bahwa Bank Sentral Eropa melihat meluasnya
langkah-langkah stimulus untuk zona euro.
Pasangan
mata uang EUR/USD, terjebak di sekitar posisi terendah tujuh bulan pada
hari Kamis, dibeli di level $ 1,0609 dibandingkan dengan $ 1,0619 pada
akhir Rabu. Mata uang bersama merosot di bawah $ 1,06 pada hari Rabu
setelah Reuters melaporkan bahwa para otoritas ECB berpikir mengenai
memperluas ruang lingkup program pembelian obligasi atau menerapkan dua
biaya pinalti pada bank yang meninggalkan uang tunai dengan bank
sentral.
Dibantu
oleh penrunan dari euro, saham Jerman naik untuk sesi kedua secara
berturut-turut. Indeks DAX 30, melonjak 1,4% menjadi 11,320.77,
menyentuh level terkuatnya sejak pertengahan Agustus. Indeks saham
mencatat reli pada Rabu sebesar 2,2%.
Sementara
di Frankfurt pada hari Kamis, saham Infineon Technologies AG dibebankan
hingga 12,9%, melampaui kedua Indeks DAX dan Stoxx 600. Sesi terbaik
sejak Mei 2009 terjadi setelah produsen chip Jerman mengatakan bahwa
laba kuartalan hampir dua kali lipat, dibantu oleh pendapatan di
akuisisi baru-baru ini, Internasional Rectifier.
Indeks
CAC 40 PX1 Perancis naik 1,1% menjadi 4,946.02, dan Indeks FTSE 100
Inggris ditutup naik 0,9% pada 6,393.13, dipimpin oleh gain oleh sektor
pertambangan.
Sementara perdagangan ekuitas di AS ditutup pada Kamis untuk Hari Thanksgiving.(yds)
Sumber: MarketWatch
Minyak Turun Ditengah Meredanya Ketegangan Di Timur Tengah
BESTPROFIT FUTURES MALANG (27/11) - Minyak
jatuh di New York untuk pertama kalinya dipekan ini karena meredanya
kekhawatiran pembalasan militer Rusia terhadap Turki.
Minyak
West Texas Intermediate untuk pengiriman Januari turun 53 sen, atau
1,2%, ke level $ 42,51 per barel pada 01:00 siang penutupan perdagangan
di New York Mercantile Exchange. Volume semua berjangka yang
diperdagangkan adalah 74% di bawah rata-rata 100-hari. Lantai
perdagangan di AS ditutup hari ini karena libur Thanksgiving.
Jenis
Brent untuk pengiriman Januari turun 71 sen, atau 1,5%, ke $ 45,46 per
barel di ICE Futures Europe exchange London, penurunan pertama dalam
tujuh hari. Acuan minyak mentah Eropa diperdagangkan lebih tinggi
sebesar $ 2,95 dibanding WTI.(yds)
Sumber: Bloomberg
Wednesday, 25 November 2015
Minyak Menurun Ditengah Meningkatnya Persedian Minyak Mentah AS
BESTPROFIT FUTURES MALANG (26/11) - Minyak
menurun setelah persediaan minyak mentah naik ke level tertingginya
selama bulan November sejak tahun 1930 bahkan seiring Perusahaan
eksplorasi minyak enggan untuk meningkatkan produksinya.
Persediaan
minyak mentah naik sebanyak 961.000 barel menjadi 488.200.000 pekan
lalu, menurut laporan Energy Information Administration, Rabu. Jumlah
rig minyak aktif jatuh ke 555, yang tertajam dalam lima tahun terakhir,
menurut data yang dihimpun oleh Baker Hughes Inc. menunjukan. Harga naik
2,7% pada Selasa pasca Turki menembak jatuh sebuah jet Rusia dan Arab
Saudi kembali menegaskan kesediaannya untuk menstabilkan pasar dunia.
WTI
untuk pengiriman Januari turun 21 sen, atau 0,5%, ke level $ 42,66 per
barel pada 01:51 siang di New York Mercantile Exchange. Kontrak naik ke $
42,87 pada Selasa, yang merupakan penutupan tertinggi sejak 11
November. Volume semua kontrak berjangka yang diperdagangkan adalah 15%
di bawah rata-rata 100-hari.
Jenis
brent untuk pengiriman Januari turun 26 sen, atau 0,6%, ke $ 45,86 per
barel di ICE Futures Europe exchange London. Acuan minyak mentah Eropa
diperdagangkan lebih tinggi sebesar $ 3,20 dibanding WTI.(yds)
Sumber: Bloomberg
Saham Asia Naik seiring Menguatnya Saham Jepang pada Yen; BHP Billiton Jatuh
BESTPROFIT FUTURES MALANG (26/11) - Saham
Asia naik seiring pelemahan yen mendorong eksportir Jepang dan
saham-perawatan kesehatan memimpin kenaikan. BHP Billiton Ltd merosot di
Sydney.
MSCI
Asia Pacific Index naik 0,4 persen ke level 134,37 pada pukul 09:00
pada waktu Tokyo. Indeks Topix Jepang naik 0,4 persen setelah yen turun
0,2 persen terhadap dolar pada hari Rabu. Ekuitas yang terkikis minggu
ini seiring harga komoditas merosot dan di tengah kekhawatiran tentang
meningkatnya ketegangan antara Rusia dan Turki setelah jatuhnya pesawat
perang Rusia. Fokus bergeser ke kebijakan moneter AS minggu depan
seiring investor menunggu laporan payrolls bulanan. Spekulasi juga
meningkat dari stimulus lebih lanjut oleh Bank Sentral Eropa.
Indeks
Australia S & P / ASX 200 naik 0,8 persen. BHP Billiton merosot 2,3
persen setelah JPMorgan Chase & Co memangkas rekomendasinya
terhadap perusahaan pertambangan terbesar di dunia itu dan mengatakan
perusahaan dapat mengurangi dividen sebesar 50 persen tahun depan.
S
& P / Indeks NZX 50 Selandia Baru naik 0,2 persen. Indeks Kospi
Korea Selatan naik 0,5 persen. Pasar di Hong Kong dan China belum
dibuka. (sdm)
Sumber: Bloomberg
Saham Jepang Menguat pada Yen seiring Data AS Gulingkan Kasus Fed Rate
BESTPROFIT FUTURES MALANG (26/11) - Saham Jepang naik seiring data ekonomi AS yang dirilsmemberikan lebih banyak dukungan untuk Federal Reserve agar menaikkan suku bunga bulan depan, meningkatkan nilai dolar terhadap yen.
Indeks Topix naik dengan 0,4 persen ke level 1,601.12 pada pukul 09:01 pagi waktu Tokyo, dengan asuransi memimpin keuntungan, sementara produsen kertas menurun. Indeks Nikkei 225 Stock Average naik 0,5 persen ke level 19,951.19, mendekati level tertinggi tiga bulan. Yen diperdagangkan pada level 122,69 per dolar setelah melemah pada hari Rabu, seiring laporan menunjukkan pesanan barang tahan lama AS naik lebih dari yang diharapkan.
Dolar menguat setelah pesanan untuk barang modal non-militer tidak termasuk pesawat naik 1,3 persen, kenaikan tertinggi dalam tiga bulan. Pedagang mengkalkulasi dalam kesempatan 72 persen dari kenaikan suku bunga pada pertemuan Fed pada 15-16 Desember.
E-mini futures pada indeks Standard & Poor 500 naik 0,1 persen setelah indeks ditutup sedikit berubah.
Sumber: Bloomberg
Mayoritas Indeks Berjangka Asia Naik Ditengah Reli Minyak; Dolar Melambung
BESTPROFIT FUTURES MALANG (26/11) - Mayoritas
Indeks berjangka Asia mengisyaratkan rebound mengikuti perdagangan
pre-Thanksgiving di AS, sementara dolar mempertahankan gainnya.
Dengan
pasar AS tutup untuk liburan pada Kamis serta keputusan untuk
mengurangi dalam ketegangan antara Rusia dan Turki, Standard & Poor
500 berkelok di sesi terakhir, ditutup sedikit berubah untuk hari
ketiga. Kontrak pada Indeks saham di Jepang dan Hong Kong naik,
sementara saham Australia tergelincir di tengah penurunan awal di
ekuitas Selandia Baru. Greenback berada di dekat tujuh bulan
tertingginya versus euro karena investor mengkaji perbedaan yang mungkin
ada dalam kebijakan moneter global. Minyak mentah AS kembali di atas $
43 per barel.
Indeks
S & P/NZX 50 di Wellington kehilangan 0,1% pada 7:43 pagi waktu
Tokyo, setelah S & P 500 turun kurang dari 0,1%. Kontrak pada indeks
Australia S & P / ASX 200 turun 0,3% di sebagian besar perdagangan
terakhir, sementara di Nikkei 225 Stock Average naik 0,5%di Osaka
ditengah pelemahan dalam yen.
Kontrak
pada Indeks Hong Kong Hang Seng dan Hang Seng China Enterprises naik
0,3%, dan di Indeks FTSE China A50 naik 0,1% di Singapura. Indeks
berjangka Kospi di Seoul sedikit berubah.
Thailand
juga melaporkan penjualan mobil dan Hong Kong merilis data perdagangan
pada Kamis. Indonesia juga merilis data peredaran uang.(yds)
Sumber: Bloomberg
S&P 500 Ditutup Sedikit Berubah di Tengah Data Ekonomi AS
BESTPROFIT FUTURES MALANG (26/11) - Bursa
saham AS ditutup sedikit berubah dalam perdagangan tipis pra-liburan,
dengan ekuitas melayang di dekat level tertinggi tiga minggu karena
investor mengkaji data ekonomi yang bervariasi dan pelemahan dalam
sektor komoditas.
Indeks
Standard & Poor 500 berada di kisaran sempit untuk hari ketiga,
setelah penguatan indeks dalam seminggu di tahun ini. Penurunan dalam
saham energi dan material diimbangi setelah saham Pfizer Inc naik 2,8%
untuk memimpin perusahaan perawatan kesehatan lebih tinggi. Saham Macy™s
Inc. naik 1,9% untuk memimpin peningkatan di antara sekelompok
pengecer, yang naik untuk ketujuh kalinya dalam delapan hari terakhir.
Indeks
S&P 500 turun kurang dari 0,1% ke level 2,088.92 pada pukul 04:00
sore di New York, dengan indeks bertahan dalam kisaran intraday yang
ketat dalam enam bulan. Ini adalah sesi perdagangan penuh dalam akhir
pekan ini karena pasar saham AS akan ditutup pada hari Kamis untuk
memperingati liburan Hari Thanksgiving, dan pasar ekuitas akan ditutup
jam 01:00 siang pada hari Jumat.
Laporan
hari ini menunjukkan pesanan untuk peralatan bisnis AS naik lebih dari
perkiraan pada bulan Oktober, menunjukkan permintaan domestik yang
stabil mendorong investasi perusahaan bahkan setelah penjualan global
goyah. Data terpisah menunjukkan belanja rumah tangga naik kurang dari
perkiraan pada bulan Oktober, sementara keuntungan pendapatan
dipercepat.(frk)
Sumber: Bloomberg
Tuesday, 24 November 2015
Emas Rebound Pasca Turki Tembak Jet Rusia, Memicu Permintaan Haven
BESTPROFIT FUTURES MALANG (25/11) - Emas
menguat untuk pertama kalinya dalam tiga sesi terakhir setelah Turki
mengatakan telah menembak jatuh sebuah jet tempur Rusia di dekat
perbatasan Suriah, memicu permintaan untuk aset haven.
Saham-saham Eropa dan emerging-market melemah
serta obligasi pemerintah naik di tengah rendahnya permintaan untuk
aset berisiko karena para pedagang menilai dampak dari bentrokan
langsung pertama dari kekuatan asing yang terlibat dalam perang sipil di
Suriah. Sementara sebagian besar investor telah mengabaikan emas dalam
dua tahun terakhir, logam juga kembali ke status safe-haven secara singkat dalam bulan ini setelah terjadinya serangan teroris di Paris.
Di
Comex, emas berjangka untuk pengiriman Februari naik 0,6% untuk menetap
di level $ 1,073.30 per ons pada pukul 01:42 siang di New York, setelah
naik sebanyak 1,3%.
Harga
telah memangkas keuntungan setelah sebuah laporan pemerintah
menunjukkan bahwa ekonomi AS tumbuh pada kecepatan yang lebih cepat pada
kuartal ketiga dari yang dilaporkan sebelumnya. Meningkatkan
pertumbuhan yang mendukung kasus bagi Federal Reserve untuk
meningkatkan suku bunga pertama kalinya sejak 2006. Emas turun untuk
lima tahun terendah pada pekan lalu karena para pedagang meningkatkan
spekulasi bahwa para pejabat akan menaikkan biaya pinjaman ketika mereka
melakukan pertemuan bulan depan. Tingkat suku bunga yang lebih tinggi
memotong daya tarik logam mulia karena mereka tidak membayar bunga
seperti aset lain misalnya obligasi.(frk)
Sumber: Bloomberg
Yen Menguat Pasca Turki Hantam Pesawat Rusia, Mendorong Aset Haven
BESTPROFIT FUTURES MALANG (25/11) - Yen
menguat setelah laporan bahwa Turki menembak jatuh sebuah pesawat
tempur Rusia di dekat perbatasan Suriah sehingga mendorong permintaan
untuk aset haven.
Mata
uang Jepang menguat terhadap sebagian besar rekan-rekan utama setelah
laporan dari militer Turki, sementara mata uang lira membukukan
penurunan tajamnya. Reaksi di pasar mata uang mereda dibandingkan dengan
reli pada safe obligasi pemerintah, meskipun euro menyentuh sepekan
tertinggi dalam waktu yang singkat terhadap dolar AS sebelum memangkas
gainnya karena investor menunggu rincian lebih lanjut mengenai insiden
tersebut.
Mata
uang Jepang dihargai 0,3% menjadi 122,43 per dolar pada 12:28 siang
waktu New York, setelah menyentuh 122,36, level terkuat sejak 16
November. Mata uang bersama Eropa naik 0,2% menjadi $ 1,0655.(yds)
Sumber: Bloomberg
Bursa Saham AS Berada di Dekat Dua-Minggu Tertinggi
BESTPROFIT FUTURES MALANG (25/11) - Bursa
saham telah pulih dari kerugian awal, sementara Treasuries menghentikan
keuntungan mereka di tengah tanda-tanda bahwa respon Rusia terkait
penembakan Turki terhadap pesawat perang di dekat perbatasan dengan
Suriah tidak akan mencakup militer.
Indeks
Standard & Poor 500 ditutup naik 0,1% mendekati level tertinggi
sejak 6 November setelah Presiden Rusia Vladimir Putin tidak sampai pada
mengancam dengan respon militer untuk insiden tersebut. Saham-saham
Eropa tergelincir setelah bentrokan pertama kekuatan asing yang terlibat
dalam perang sipil Suriah memicu kekhawatiran ketegangan akan
meningkat. Emas naik untuk pertama kalinya dalam tiga sesi terakhir,
sementara minyak mengalami reli dengan tembaga menyusul kegaduhan dalam
logam mulia. Dolar melemah.
Pergerakan
pasar keuangan dalam menanggapi jatuhnya pesawat perang yang terkandung
sebagai analis politik di Rusia sementara Eropa mengatakan eskalasi
besar tampaknya tidak mungkin mengingat risiko yang terkait dengan
konflik antara Rusia dan anggota NATO. Insiden itu terjadi setelah
Brussels tetap waspada tingkat tertinggi terhadap teror di tengah apa
yang para pejabat sebut ancaman teroris yang serius dan setelah
Departemen Luar Negeri AS mengeluarkan peringatan global untuk warga
Amerika.
Ketegangan
geopolitik agak membayangi data AS pada hari Selasa yang menunjukkan
ekonomi tumbuh pada kecepatan yang lebih cepat pada kuartal ketiga dari
yang dilaporkan sebelumnya, memicu spekulasi bahwa Federal Reserve akan menaikkan suku bunga acuan bulan depan. Treasuries memangkas keuntungan setelah peluang untuk peningkatan pada pertemuan The Fed di bulan Desember naik menjadi 74%.
Indeks
S& 500 naik ke level 2,089.14 pada pukul 04:00 sore di New York,
setelah jatuh sebanyak 0,8% di awal sesi. Indeks tersebut datang dari
minggu terbaiknya dari tahun 2015 dan telah reli 12% dari level terendah
di bulan Agustus, meskipun keuntungan telah terhenti sekitar 2% dari
rekornya di bulan Mei.(frk)
Sumber: Bloomberg
Subscribe to:
Posts (Atom)