Pada bulan sebelumnya yaitu bulan Maret
impor golongan barang ini hanya mencapai sekitar 622.7 juta Dollar AS,
sehingga dengan demikian telah naik sekitar 108.8 juta Dollar AS, atau
naik sekitar 17.47 %.
Sedangkan secara kumulatif dari awal
tahun ini, kinerja impor golongan barang ini telah mencapai angka
sekitar 2561.8 juta Dollar AS dan memiliki porsi sekitar 5.72% terhadap
impor nonmigas kumulatif untuk keseluruhan golongan barang.
Kinerja impor kumulatif golongan barang
ini pada tahun lalu menunjukkan angka 2488.1 juta Dollar AS, sehingga
dengan demikian dibandingkan dengan periode tersebut menunjukkan adanya
kenaikan sekitar 73.70 juta Dollar AS atau sekitar 2.96 %.
Analis Vibiz Research dari Vibiz
Consulting mengemukakan bahwa pergerakan saham untuk sektor terkait di
Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk satu bulan ini nampak menunjukkan
kinerja yang negatif dimana indeks saham untuk sektor MISC-IND mengalami
penurunan sekitar -1.71 % dalam 3 bulan terakhir. Sementara itu indeks
komposit (Jakarta Stock Exchange Composite Index, JCI) untuk periode
yang sama menunjukkan kenaikan sekitar 3.32 % dalam 3 bulan terakhir.
Indeks LQ45 yang merupakan indeks yang
terdiri dari 45 saham Perusahaan Tercatat yang dipilih berdasarkan
pertimbangan likuiditas dan kapitalisasi pasar dengan kriteria-kriteria
yang sudah ditentukan, juga menunjukkan sinyal yang positif. Indeks LQ45
mengalami kenaikan sekitar 3.94% dalam 3 bulan terakhir.
Sementara itu Jakarta Islamic Index (JII)
yang merupakan indeks yang menggunakan 30 saham yang dipilih dari
saham-saham yang masuk dalam kriteria syariah (Daftar Efek Syariah yang
diterbitkan oleh Bapepam-LK) dengan mempertimbangkan kapitalisasi pasar
dan likuiditas, menunjukkan kenaikan sekitar 2.9% dalam 3 bulan
terakhir.
Sumber : Vibiznews