BESTPROFIT FUTURES (1/9) - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi menguat hari ini. Analis PT Reliance Securuties Lanjar Nafi mengatakan, IHSG akan bergerak pada support 5.350 dan resistance 5.455.
IHSG ditutup menguat sebanyak 23,76 poin ke level 5.386,08 pada perdagangan saham Rabu lalu. Dia menerangkan, laju IHSG didorong oleh penguatan harga komoditas.
"Sektor komoditas memimpin penguatan, merefleksikan naiknya indeks komoditas dunia kemarin," kata dia di Jakarta, Kamis (1/9/2016).
Dia menambahkan, penguatan IHSG juga ditopang oleh terkendalinya laju inflasi. "Selain itu hasil survei yang cukup optimis pada data aktivitas manufaktur dan inflasi di awal bulan September nanti dan minyak mentah yang rebound pada bulan Agustus," jelas dia.
PT Sinarmas Sekuritas memperkirakan IHSG bergerak variatif. Adapun laju IHSG akan bergerak pada support 5.333 dan resistance 5.415.
Sinarmas merekomendasikan PT Bukit Asam Tbk (PTBA), PT Kalbe Farma Tbk (KLBF), PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) untuk dicermati pelaku pasar.
Sumber : Liputan6
Wednesday, 31 August 2016
Google Akan Terjun Ke Bisnis Transportasi
BESTPROFIT FUTURES (1/9) - Google
berencana untuk mengembangkan layanan taksi berbasis aplikasi di San
Francisco menggunakan Waze, aplikasi petunjuk lalu lintas yang mereka
miliki.
Rencana ini berpeluang mendatangkan kompetisi serius dengan pemimpin pasar dalam sektor ini di Amerika, Uber dan Lyft.
Pada akhir tahun ini,
para pengguna Waze di kawasan Bay Area di San Fransisco sudah bisa
memesan taksi melalui aplikasi mereka itu.
Jika sukses, maka Google akan meluaskan layanan ke kota-kota lainnya di Amerika Serikat.
Sejak bulan Mei tahun
ini, Google sudah menjalankan layanan pemberian tumpangan dengan
menggunakan aplikasi Waze yang menghubungkan pengemudi dan penumpang di
sekitar kantor mereka di Kalifornia.
Beda Konsep
Langkah ini dikhawatirkan akan memukul pesaing mereka, karena Waze menetapkan tarif paling murah dibanding pesaingnya.
Model yang dipakai oleh Waze adalah dengan menghubungkan pengemudi dan calon penumpang yang mengarah ke tujuan yang sama.
Ongkos dikenakan kepada penumpang untuk menutupi bahan bakar dan pemeliharaan.
Jadi berbeda dengan
konsep Uber dan Lyft, dengan sistem pengemudi menggunakan mobil mereka
sendiri untuk mengambil penumpang guna meraih untung.
Dalam beberapa tahun terakhir, Google dan Uber telah memulai kompetisi dalam layanan jasa transportasi.
Mereka sama-sama mengembangkan mobil tanpa pengemudi, dan Uber akan melakukan uji coba di Pittsburgh.
Sumber : BBC
Emas Mencatatkan Penurunan Bulanan Pertama Sejak Mei
BESTPROFIT FUTURES (1/9) - Emas
mencatatkan penurunan bulanan pertama sejak Mei terkait harapan yang
berkembang bahwa Federal Reserve akan menaikkan suku bunga AS tahun ini
dan karena melambatnya pembelian melalui bullion-backed funds.
Ini
pertama kalinya emas telah turun pada bulan Agustus sejak 2009, dengan
logam umumnya menguat terhadap permintaan perhiasan menjelang musim
pernikahan dan festival di India, konsumen terbesar setelah China. Harga
emas merosot 3,4 persen bulan ini setelah melonjak 25 persen pada
semester pertama tahun ini karena kekhawatiran ekonomi memicu permintaan
untuk logam sebagai haven.
Emas
berjangka untuk pengiriman Desember turun 0,4 persen untuk menetap di $
1,311.40 per ons pada pukul 01:53 siang di Comex New York, turun untuk
bulan kedua dalam tahun ini.
Investor
saat ini melihat data pekerjaan AS yang di rilis hari Jumat sebagai
petunjuk lebih lanjut tentang kekuatan ekonomi. Trader melihat
kemungkinan The Fed akan menaikkan biaya pinjaman bulan depan sebesar 36
persen, naik dari 18 persen pada awal Agustus. Kemungkinan peningkatan
pada bulan Desember sebesar 60 persen. Laporan tentang payrolls di
sektor swasta menunjukkan perusahaan menambah pekerja untuk payrolls AS
bulan ini sejalan dengan proyeksi, menambah tanda-tanda dari pasar
tenaga kerja yang stabil.(frk)
Sumber: Bloomberg
Saham Hong Kong Membukukan Gain Bulanan Yang Solid (Review)
BESTPROFIT FUTURES (1/9) - Saham
Hong Kong melayang mendekati level tertinggi 10-bulan pada hari Rabu,
membukukan gain sebulan yang solid, di tengah tanda-tanda bahwa arus
masuk uang dari China meningkat dalam beberapa hari terakhir terkait
persiapan untuk koneksi saham Shenzhen-Hong Kong masuk ke level
tertingginya.
Indeks Hang Seng turun 0,2%, ke level 22,976.88, tetapi mencatat gain 5% untuk bulan Agustus.
Indeks China Enterprises turun 0,6%, ke level 9,541.80 poin, membukukan kenaikan bulanan 6,5%.
Arus masuk uang China
ke Hong Kong di bawah skema koneksi saham Shanghai-Hong Kong mencapai
level tertinggi dalam dua bulan pada hari Selasa.
Kantor berita resmi
Xinhua melaporkan skema yang sama yang menghubungkan Hong Kong dan
Shenzhen diharapkan akan dirilis pada pertengahan atau akhir November.
Analis Merrill Lynch
William Chan menulis sebuah laporan pekan lalu memberi saran kepada
klien untuk membeli saham Hong Kong mungkin memperoleh manfaat dari
koneksi dengan Shenzhen.
Pada hari Rabu, sebagian besar sektor berakhir lebih rendah, dengan saham bahan pokok memimpin penurunan.
Huadian Power merosot
4,7% ke level terendah dalam lebih dari dua tahun setelah mengatakan
laba semester pertama turun 30,9%.(yds)
Sumber : Reuters
Tuesday, 30 August 2016
Harga Minyak Turun ke US$ 46,35 per Barel
BESTPROFIT FUTURES (31/8) - Harga minyak tertekan pada penutupan perdagangan Selasa (Rabu pagi waktu Jakarta). Faktor yang menekan harga minyak adalah munculnya ketidakpastian apakah para produsen utama minyak akan menyetujui usulan pengendalian produksi dan juga adanya ekspektasi kenaikan persediaan minyak mentah di Amerika Serikat (AS).
Mengutip Wall Street Journal, Rabu (31/8/2016), harga minyak AS untuk pengiriman Oktober turun 63 sen atau 1,3 persen ke angka US$ 46,35 per barel di New York Mercantile Exchange. Sedangkan harga minyak Brent yang merupakan patokan global, turun 89 sen atau 1,8 persen ke level US$ 48,37 per barel di ICE Futures Europe.
Negara-negara yang tergabung sebagai eksportir minyak (OPEC) telah mengumumkan akan mengadakan pertemuan pada September mendatang. Pertemuan tersebut untuk membahas tindakan untuk menaikkan harga minyak. Dua tahun lalu, harga minyak memang sempat menyentuh angka US$ 100 per barel.
Negara-negara yang tergabung dalam OPEC sebenarnya telah mengadakan pertemuan juga pada April lalu. Namun pada pertemuan tersebut tidak mendapatkan kesimpulan sehingga harga minyak terus tertekan di kisaran US$ 40 per barel.
Bloomberg menyebutkan bahwa Wakil Menteri Iran mengatakan dalam sebuah konferensi bahwa negara tersebut berencana untuk meningkatkan pasokan atau produksi minyak sebesar 200 ribu barel per hari pada akhir tahun ini.
Iran yang merupakan salah satu negara di luar OPEC memang terus mengatakan akan meningkatkan produksi setelah negara tersebut lepas dari sanksi embargo internasional.
Keengganan Iran untuk mengendalikan produksi ini telah menggagalkan langkah pembicaraan OPEC pada April lalu dan juga ada kemungkinan besar bakal juga menggagalkan kemungkinan pembicaraan pada September nanti.
Di lain pihak, Perdana Menteri Irak mengeluarkan pernyataan bahwa negara tersebut akan mendukung pengendalian produksi seperti yang direncanakan oleh OPEC.
Pelaku pasar saat ini sedang menunggu data persediaan mingguan dari Energy Information Administration. Berdasarkan survei Wall Street Journal, para analis dan pelaku pasar mengharapkan stok minyak mentah akan naik 1,2 juta barel pada pekan yang berakhir pada 26 Agustus kemarin.
Sedangkan The American Petroleum Institute, kelompok produsen minyak swasta yang beroperasi di AS, menyatakan bahwa persediaan minyak mentah meningkat 942 ribu barel. (Gdn/Ndw)
Sumber : Liputan6
Mengutip Wall Street Journal, Rabu (31/8/2016), harga minyak AS untuk pengiriman Oktober turun 63 sen atau 1,3 persen ke angka US$ 46,35 per barel di New York Mercantile Exchange. Sedangkan harga minyak Brent yang merupakan patokan global, turun 89 sen atau 1,8 persen ke level US$ 48,37 per barel di ICE Futures Europe.
Negara-negara yang tergabung sebagai eksportir minyak (OPEC) telah mengumumkan akan mengadakan pertemuan pada September mendatang. Pertemuan tersebut untuk membahas tindakan untuk menaikkan harga minyak. Dua tahun lalu, harga minyak memang sempat menyentuh angka US$ 100 per barel.
Negara-negara yang tergabung dalam OPEC sebenarnya telah mengadakan pertemuan juga pada April lalu. Namun pada pertemuan tersebut tidak mendapatkan kesimpulan sehingga harga minyak terus tertekan di kisaran US$ 40 per barel.
Bloomberg menyebutkan bahwa Wakil Menteri Iran mengatakan dalam sebuah konferensi bahwa negara tersebut berencana untuk meningkatkan pasokan atau produksi minyak sebesar 200 ribu barel per hari pada akhir tahun ini.
Iran yang merupakan salah satu negara di luar OPEC memang terus mengatakan akan meningkatkan produksi setelah negara tersebut lepas dari sanksi embargo internasional.
Keengganan Iran untuk mengendalikan produksi ini telah menggagalkan langkah pembicaraan OPEC pada April lalu dan juga ada kemungkinan besar bakal juga menggagalkan kemungkinan pembicaraan pada September nanti.
Di lain pihak, Perdana Menteri Irak mengeluarkan pernyataan bahwa negara tersebut akan mendukung pengendalian produksi seperti yang direncanakan oleh OPEC.
Pelaku pasar saat ini sedang menunggu data persediaan mingguan dari Energy Information Administration. Berdasarkan survei Wall Street Journal, para analis dan pelaku pasar mengharapkan stok minyak mentah akan naik 1,2 juta barel pada pekan yang berakhir pada 26 Agustus kemarin.
Sedangkan The American Petroleum Institute, kelompok produsen minyak swasta yang beroperasi di AS, menyatakan bahwa persediaan minyak mentah meningkat 942 ribu barel. (Gdn/Ndw)
Sumber : Liputan6
Kekhawatiran Kenaikan Bunga The Fed Tekan Harga Emas
BESTPROFIT FUTURES (31/8) - Harga emas turun ke level terendah dalam dua bulan pada penutupan perdagangan Selasa (Rabu pagi waktu Jakarta). Pendorong penurunan harga emas adalah kekhawatiran akan kenaikan suku bunga Bank Sentral Amerika Serikat (AS) atau The Federal Reserve (The Fed).
Mengutip Wall Street Journal, Rabu (31/8/2016), harga emas untuk pengiriman Desember ditutup turun 0,8 persen ke angka US$ 1.316,50 per troy ounce di divisi Comex New York Mercantile Exchange. Penutupan ini berada di level terendah sejak 23 Juni, sehari sebelum Brexit membuat harga emas melonjak.
Harga emas memang tertekan dalam beberapa pekan terakhir karena sentimen dari The Fed. Pada Jumat lalu Gubernur Bank Sentral AS Janet Yellen mengatakan bahwa ada kemungkinan bagi The Fed untuk menaikkan suku bunga.
Pernyataan tersebut memperkuat sinyal yang sebelumnya telah dikeluarkan oleh Wakil Gubernur The Fed Stanley Fischer bahwa ada kemungkinan Bank Sentral AS akan menaikkan suku bunga pada September nanti.
Pernyataan-pernyataan tersebut memberikan tekanan kepada harga emas. Alasannya, dengan kenaikan suku bunga emas harus bersaing dengan instrumen investasi lain yang tak hanya memberikan keuntungan kenaikan harga saja tetapi juga memberikan bunga.
Ke depan, para analis memperkirakan bahwa harga emas akan bergerak menyesuaikan data-data ekonomi yang ada dan juga komentar atau sinyal yang dikeluarkan oleh para pejabat Bank Sentral AS.
"Setiap angka akan diteliti untuk menjadi petunjuk dalam melakukan aksi beli atau aksi jual. Angka-angka tersebut merupakan petunjuk apakah The Fed akan menahan atau menaikkan suku bunga," jelas David Govett, kepala analis logam mulia di Marex Spectron.
Jika suku bunga mengalami kenaikan maka akan membebani emas karena logam mulia tersebut harus bersaing dengan aset-aset lain. (Gdn/Ndw)
Sumber : Liputan6
Mengutip Wall Street Journal, Rabu (31/8/2016), harga emas untuk pengiriman Desember ditutup turun 0,8 persen ke angka US$ 1.316,50 per troy ounce di divisi Comex New York Mercantile Exchange. Penutupan ini berada di level terendah sejak 23 Juni, sehari sebelum Brexit membuat harga emas melonjak.
Harga emas memang tertekan dalam beberapa pekan terakhir karena sentimen dari The Fed. Pada Jumat lalu Gubernur Bank Sentral AS Janet Yellen mengatakan bahwa ada kemungkinan bagi The Fed untuk menaikkan suku bunga.
Pernyataan tersebut memperkuat sinyal yang sebelumnya telah dikeluarkan oleh Wakil Gubernur The Fed Stanley Fischer bahwa ada kemungkinan Bank Sentral AS akan menaikkan suku bunga pada September nanti.
Pernyataan-pernyataan tersebut memberikan tekanan kepada harga emas. Alasannya, dengan kenaikan suku bunga emas harus bersaing dengan instrumen investasi lain yang tak hanya memberikan keuntungan kenaikan harga saja tetapi juga memberikan bunga.
Ke depan, para analis memperkirakan bahwa harga emas akan bergerak menyesuaikan data-data ekonomi yang ada dan juga komentar atau sinyal yang dikeluarkan oleh para pejabat Bank Sentral AS.
"Setiap angka akan diteliti untuk menjadi petunjuk dalam melakukan aksi beli atau aksi jual. Angka-angka tersebut merupakan petunjuk apakah The Fed akan menahan atau menaikkan suku bunga," jelas David Govett, kepala analis logam mulia di Marex Spectron.
Jika suku bunga mengalami kenaikan maka akan membebani emas karena logam mulia tersebut harus bersaing dengan aset-aset lain. (Gdn/Ndw)
Sumber : Liputan6
Uni Eropa Perintahkan Perusahaan Apple Bayar Pajak di Irlandia
BESTPROFIT FUTURES (31/8) - Perusahaan
Apple kemungkinan akan diperintahkan untuk membayar kembali pajak dalam
jumlah miliaran euro di Republik Irlandia oleh Komisaris Persaingan
Usaha Uni Eropa.
Keputusan akhir,
diharapkan akan keluar pada hari Selasa (23/8), menyusul penyelidikan
selama tiga tahun soal pajak Apple di Irlandia, yang oleh Uni Eropa
sianggap sebagai langkah ilegal.
Surat kabar bisnis,
The Financial Times melaporkan bahwa pajak yang akan ditagihkan bisa
berjumlah miliaran euro, atau triliunan rupiah, dan akan menjadi denda
pajak terbesar di Eropa.
Perusahaan Apple dan pemerintah Irlandia kemungkinan untuk mengajukan banding terhadap putusan itu.
Di bawah undang-undang
Uni Eropa, otoritas pajak nasional tidak diperbolehkan untuk memberikan
keuntungan pajak bagi perusahaan-perusahaan yang dipilihnya sendiri.
Uni Eropa memandang
bahwa hal ini merupakan bantuan keringanan pajak yang tidak sah. Menurut
pihak berwenang Uni Eropa, peraturan tersebut dibuat oleh pemerintah
Irlandia pada tahun 1991 dan 2007, untuk mengizinkan Apple untuk
meminimalkan tagihan pajak di Irlandia.
Struktur perusahaan
Apple memungkinkannya secara hukum menyalurkan penjualan internasional
melalui Irlandia untuk mengambil keuntungan dari kesepakatan pajak.
Peringatan Amerika Serikat
Penyelidikan terhadap Apple dan perusahaan-perusahaan AS lainnya dikritik oleh Amerika Serikat.
Pekan lalu Departemen
Keuangan AS mengatakan, Komisi Eropa berada dalam bahaya menjadi
'otoritas pajak supranasional' yang mengesampingkan kode pajak dari
negara-negara anggotanya.
Departemen Keuangan AS
menuding Brussels menggunakan kriteria yang berbeda untuk mengkaji
kasus-kasus yang melibatkan perusahaan-perusahaan AS, dan
memperingatkan, bahwa ancaman denda itu 'sangat mengganggu.'
Tahun lalu, Komisi
Eropa memerintahkan Starbucks Belanda dan Fiat di Luksemburg untuk
membayar kembali pajak sekitar 30 juta euro (sekitar Rp444 miliar).
Apple berpotensi
menghadapi tagihan jauh lebih besar, namun dengan cadangan kas yang
berjumlah lebih dari $200 miliar (sekitar Rp2 triliun), nampaknya
perusahaan ini tidak bermasalah dalam hal pembayaran.
Sumber : BBC
Bursa AS Pangkas Kenaikan Bulanan Karena Merosotnya Saham Apple
BESTPROFIT FUTURES (31/8) - Bursa
saham AS memangkas kenaikan bulanan mereka di tengah volume perdagangan
yang tipis karena saham Apple Inc. merosot menjelang laporan pekerjaan
pada Jumat mendatang. Dolar naik, sementara minyak turun.
Indeks
S&P 500 turun dari dekat rekor tertinggi karena produsen iPhone
diperintahkan untuk membayar rekor 13 miliar euro ($ 14.5 miliar)
ditambah bunga dalam penumpasan pajak Uni Eropa. Dolar menguat di antara
sebagian besar rekan-rekan utama, sementara Treasuries sedikit berubah
karena para pedagang mengkaji langkah suku bunga dalam perekonomian
terbesar di dunia. Minyak mentah turun di bawah $ 47 per barel sebelum
data yang diperkirakan akan menunjukkan bahwa cadangan bensin menurun
sedangkan persediaan minyak mentah meningkat di konsumen minyak terbesar
di dunia.
Kepercayaan
konsumen naik ke hampir satu tahun tertinggi pada bulan Agustus karena
warga Amerika menjadi lebih optimis tentang pasar tenaga kerja, menurut
laporan dari Conference Board yang berbasis di New York, pada hari
Selasa. Fed fund futures mengindikasikan peluang bahwa Federal Open
Market Committee akan menaikkan suku bunga pada pertemuan September
sebesar 34 persen, menurut data yang dikumpulkan oleh Bloomberg.
Kemungkinan turun ke nol pada akhir Juni setelah Inggris memilih untuk
meninggalkan Uni Eropa.
S&P
500 turun 0,2 persen pada pukul 12:57 siang di New York karena volume
perdagangan 12 persen di bawah rata-rata 30-hari. Saham Apel merosot
menuju penutupan terendah sejak 4 Agustus yang lalu. Banding di
pengadilan Uni Eropa dapat berjalan selam setahun untuk
menyelesaikannya, yang berarti bahwa jumlah akhir yang mungkin
perusahaan harus bayar tidak akan diketahui sampai saat itu.(frk)
Sumber: Bloomberg
Monday, 29 August 2016
Serangan ISIS di Yaman, puluhan tewas
BESTPROFIT FUTURES (30/8) - Paling
tidak 60 orang tewas karena serangan bom bunuh diri dalam sebuah atas
sebuah fasilitas militer di kota Aden, Yaman selatan, kata para dokter.
Sebuah kamp pelatihan
yang digunakan milisi pendukung pemerintah, Perlawanan Rakyat, juga
terkena serangan tersebut, demikian disebutkan sejumlah laporan.
Kelompok yang menamakan diri Negara Islam atau ISIS menyatakan bertanggung jawab atas serangan itu.
Serangan terjadi
sementara muncul usaha baru untuk mengakhiri perang yang telah
berlangsung selama 17 bulan di Yaman antara pemerintah yang didukung
Arab Saudi melawan pihak pemberontak.
PBB menyatakan sampai
sejauh ini sudah 6.600 orang tewas karena konflik dan sekitar 2,5 juta
warga harus mengungsi dari tempat tinggal mereka.
Kantor berita Amaq, yang mengaku sebagai pendukung ISIS, melaporkan kelompok tersebut yang melakukan serangan.
Sementara pemerintah dan pemberontak dilaporkan bersikap positif terhadap usaha baru kawasan Teluk untuk mengakhiri konflik.
Rencana yang diumumkan
minggu lalu oleh Amerika Serikat tersebut, mendesak dilakukannya
penarikan pemberontak Houthi Syiah dari ibu kota, Sanaa, dan perundingan
untuk membentuk pemerintahan bersatu.
Sumber : BBC Indonesia
Spekulasi Suku Bunga AS Meningkat; Emas Berjangka Sentuh Level Terendah
BESTPROFIT FUTURES (30/8) - Emas
berjangka menyentuh level terendah dalam lebih dari sebulan setelah
komentar dari gubernur bank sentral pekan lalu mendorong spekulasi bahwa
suku bunga AS akan naik segera setelah bulan depan.
Reli
Bullion untuk tahun 2016 telah terhenti dalam bulan ini karena
meningkatnya kekhawatiran suku bunga. Ketua The Fed Janet Yellen
mengatakan pada hari Jumat bahwa ihwal pengetatan telah diperkuat,
sementara Wakil Ketua The Fed Stanley Fischer mengatakan peningkatan
pada pertemuan 20-21 September menjadi hal yang mungkin. Pada hari
Sabtu, Gubernur Bank of Japan Haruhiko Kuroda menegaskan janji-nya untuk
mengurangi kebijakan lebih lanjut jika diperlukan, yang berpotensi
menekan yen.
Emas
berjangka untuk pengiriman Desember naik 0,1 persen untuk menetap di $
1,327.10 per ons pada pukul 01:49 siang di Comex New York. Sebelumnya,
logam menyentuh level $ 1,317.20, terendah sejak 20 Juli. Keseluruhan
perdagangan adalah 36 persen di bawah rata-rata 100-hari untuk kali
ini.(frk)
Sumber: Bloomberg
Saham Hong Kong Jatuh Terkait Kuatnya Berita Kenaikan Suku Bunga AS (Review)
BESTPROFIT FUTURES (30/8) - Saham-saham
Hong Kong jatuh pada hari Senin ini setelah Ketua The Fed AS Janet
Yellen mengindikasikan bahwa peningkatan suku bunga tetap untuk tahun
ini.
Indeks Hang Seng turun 0,4 persen, ke 22,821.34, sedangkan Indeks China Enterprises turun 0,6 persen, ke 9,497.82 poin.
Nada relatif optimis
dari Yellen dalam pidato pada hari Jumat di konferensi kebijakan moneter
tahunan The Fed di Jackson Hole, Wyoming, membebani saham Hong Kong,
yang lebih rentan terhadap arus keuangan global.
Ketua The Fed
mengatakan, permasalahan untuk kenaikan suku bunga telah menguat dalam
beberapa bulan terakhir, dengan banyak lapangan kerja baru yang
diciptakan, sementara pertumbuhan ekonomi tampak cenderung berlanjut
pada kecepatan yang cukup.
Semua sektor utama, menunggu untuk IT, kehilangan posisi, dengan saham layanan konsumen memimpin penurunan, jatuh 1,5 persen.
Saham produsen mobil
China BYD Co Ltd di Hong Kong Melawan tren dengan kenaikan 2,5 persen
setelah memprediksi kenaikan laba hingga 91 persen dalam sembilan bulan
pertama tahun ini, kebijakan pemerintah mendorong penjualan mobil ramah
lingkungan.(mrv)
Sumber : Reuters
Bursa AS Ditutup Dekati Rekor Tertinggi; Minyak Merosot
BESTPROFIT FUTURES (30/8) - Saham
AS ditutup dekati semua waktu tertinggi setelah meningkatnya data
belanja konsumen menggarisbawahi kekuatan ekonomi terbesar di dunia,
karena para pedagang menilai prospek kenaikan suku bunga. Sementara
Dolar menguat, sedangkan harga minyak mentah merosot.
Indeks S & P 500
rebound dari penurunan selama tiga hari, dan dolar menguat terhadap
sebagian besar mata uang utama. Imbal hasil obligasi ekstra dengan tenor
30-tahun mencatatkan penyusutan lebih dari dua tahun ke level penutupan
terendah sejak 2007, menunjukkan pedagang berspekulasi pada biaya
pinjaman yang lebih tinggi. Minyak merosot di tengah kekhawatiran bahwa
produsen akan menyetujui kesepakatan untuk menstabilkan pasar ketika
para pemasok minyak akan mengadakan pertemuan pada bulan September.
Brasil Ibovespa memperpanjang gain terbesar di dunia tahun ini karena
spekulasi Presiden Dilma Rousseff akan secara permanen berhenti dari
jabatannya.
Pedagang mendorong
nilai ekuitas Amerika setelah sebuah laporan menunjukkan belanja
konsumen naik untuk bulan keempat berturut-turut pada bulan Juli,
didukung oleh keuntungan pendapatan yang lebih kuat. Data tersebut
menyoroti kekuatan ekonomi terbesar di dunia diikuti penjualan ritel
yang mengecewakan dan angka pertumbuhan yang lamban. Laporan pekerjaan
bulanan akan dilaporakan pada Jumat ini yang dapat memberikan petunjuk
lebih lanjut tentang apakah para pembuat kebijakan akan memiliki ruang
untuk meningkatkan suku bunga setelah pidato dari Ketua Federal Reserve
Janet Yellen, kasus untuk kenaikan suku bunga semakin kuat.
Dana Fed berjangka
mengindikasikan bahwa kesempatan 36 % bagi bank sentral untuk menaikkan
suku bunga pada bulan depan, naik dari sebelumnya 22 % pada 19 Agustus
dan nol pada akhir Juni setelah U.K. memilih untuk meninggalkan Uni
Eropa. Kemungkinan peningkatan di bulan Desember telah meningkat ke 60 %
dari terendahnya 8 % yang dicapai pada 27 Juni.
Indeks S & P 500
naik 0,5 % pada pukul 16:00 sore waktu New York, menghentikan penurunan
terpanjang sejak Juni. Wells Fargo & Co dan Facebook Inc. yang
berkontribusi untuk kenaikan tersebut. Saham Herbalife Ltd menguat
setelah miliarder Carl Icahn membeli lebih dari 2,3 juta saham di
perusahaan nutrisi, target profil tertinggi dari sesama aktivis investor
miliarder Bill Ackman. (knc)
Sumber : Bloomberg
Sunday, 28 August 2016
Harga Emas Akhir Pekan Merosot; Mingguan Turun 1,5 Persen
BESTPROFIT FUTURES (29/8) - Harga Emas turun pada akhir perdagangan akhir pekan Sabtu dinihari
setelah pernyataan pejabat Federal Reserve AS mengangkat dollar AS.
Harga emas Spot berakhir turun 0,7 persen pada $ 1,320.22 per ons, setelah sebelumnya naik 1,5 persen menjadi $ 1,341.60.
Sedangkan harga emas berjangka AS untuk pengiriman Desember turun 0,1 persen pada $ 1,323.30.
Secara mingguan harga emas merosot 1,5
persen, sebagian besar tertekan komentar hawkish pejabat Fed untuk
kenaikan suku bunga AS dan penguatan dollar AS.
Wakil Ketua Federal Reserve AS Stanley Fischer mengatakan kepada CNBC
pada hari Jumat keputusan apakah akan menaikkan suku bunga harus melihat
ke depan, bukan ke belakang, dan laporan pekerjaan berikutnya akan
dicermati untuk menentukan kenaikan suku bunga AS .
Sebelumnya, emas memperpanjang kenaikan di atas 1 persen pada hari
Jumat, menembus lima hari beruntun lebih rendah setelah Ketua Federal
Reserve AS Janet Yellen mengatakan, kesempatan untuk menaikkan suku
bunga AS telah menguat, meskipun kenaikan harus bertahap.
Yellen
menunjukkan perbaikan di pasar tenaga kerja AS dan harapan untuk
pertumbuhan ekonomi yang moderat, memperkuat pandangan bahwa langkah
tersebut bisa datang akhir tahun ini. Bagaimanapun, Yellen tidak memberikan arahan yang jelas untuk apa yang Fed perlu lakukan untuk menaikkan suku bunga.
Indeks dolar AS turun sebanyak 0,6 persen setelah Yellen berbicara, tapi kemudian mengalahkan kerugian untuk naik 0,74 persen.
Pembuat kebijakan Fed terbagi atas apakah untuk meningkatkan tingkat segera atau mengambil pendekatan yang lebih hati-hati.
Sedangkan harga perak naik 0,54 persen pada $ 18,60 per ons, setelah mencapai terendah delapan minggu $ 18,46 pada hari Kamis.
Platinum hampir datar di $ 1,068.60, setelah jatuh ke level terendah 7-1 / 2 minggu dari $ 1,059.50. Palladium juga stabil di $ 684,20.
Sumber : Vibiznews
Harga Minyak Mentah Akhir Pekan Naik 0,5 Persen; Mingguan Melemah 1 Persen
BESTPROFIT FUTURES (29/8) - Harga
minyak mentah berakhir naik pada akhir perdagangan akhir pekan Sabtu
dinihari, setelah komentar dari Ketua Fed Janet Yellen dan laporan
aktivitas rudal di Arab Saudi.
Harga minyak mentah berjangka AS berada di $ 47,60 per barel, naik 27 sen, atau 0,55 persen.
Sedangkan harga minyak mentah berjangka Brent untuk Oktober naik 0,44 persen di $ 49,89 per barel.
Pasar global bereaksi terhadap pidato Yellen di Jackson Hole, Wyoming, sebagai sambutannya awalnya menyebabkan rally besar dalam dolar, yang menyebabkan minyak tergelincir. Namun kemudian, dolar mengurangi keuntungan, dengan indeks dolar turun sebanyak 0,5 persen. Berkurangnya keuntungan terjadi karena Yellen tidak memberikan indikasi waktu kepastian kenaikan suku bunga AS.
Harga minyak menyentuh posisi tertinggi hari setelah laporan dari rudal Yaman memukul fasilitas minyak Arab Saudi, kata para pedagang. Televisi pemerintah Arab Saudi melaporkan bahwa proyektil ditembakkan dari Yaman memukul fasilitas listrik estafet di Najran, di bagian selatan dari Arab Saudi.
Semetara itu dilaporkan jumlah kilang minyak mentah AS berada di 406, Baker Hughes mengatakan Jumat. Yang membandingkan dengan 675 tahun lalu.
Pedagang minyak dan gas alam juga telah mengamati dampak dari Badai Tropis Gaston, mengatakan hal itu mungkin bisa menjadi badai besar di Teluk Meksiko, mengambil pasokan lebih lanjut.
Harga minyak mentah masih di jalur untuk kerugian mingguan lebih dari 1 persen setelah Menteri Energi Arab Saudi meredakan harapan bahwa produsen terbesar dunia mungkin setuju bulan depan untuk membatasi produksi mereka
“Kami tidak percaya intervensi yang signifikan di pasar diperlukan selain untuk membiarkan kekuatan penawaran dan permintaan bekerja,” kata Menteri Energi Arab Saudi Khalid Al-Falih Reuters Kamis.
Anggota Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak akan bertemu di sela-sela Forum Energi Internasional, untuk kelompok produsen dan konsumen, di Aljazair dari 26-28 September.
Sumber : Liputan6
Harga minyak mentah berjangka AS berada di $ 47,60 per barel, naik 27 sen, atau 0,55 persen.
Sedangkan harga minyak mentah berjangka Brent untuk Oktober naik 0,44 persen di $ 49,89 per barel.
Pasar global bereaksi terhadap pidato Yellen di Jackson Hole, Wyoming, sebagai sambutannya awalnya menyebabkan rally besar dalam dolar, yang menyebabkan minyak tergelincir. Namun kemudian, dolar mengurangi keuntungan, dengan indeks dolar turun sebanyak 0,5 persen. Berkurangnya keuntungan terjadi karena Yellen tidak memberikan indikasi waktu kepastian kenaikan suku bunga AS.
Harga minyak menyentuh posisi tertinggi hari setelah laporan dari rudal Yaman memukul fasilitas minyak Arab Saudi, kata para pedagang. Televisi pemerintah Arab Saudi melaporkan bahwa proyektil ditembakkan dari Yaman memukul fasilitas listrik estafet di Najran, di bagian selatan dari Arab Saudi.
Semetara itu dilaporkan jumlah kilang minyak mentah AS berada di 406, Baker Hughes mengatakan Jumat. Yang membandingkan dengan 675 tahun lalu.
Pedagang minyak dan gas alam juga telah mengamati dampak dari Badai Tropis Gaston, mengatakan hal itu mungkin bisa menjadi badai besar di Teluk Meksiko, mengambil pasokan lebih lanjut.
Harga minyak mentah masih di jalur untuk kerugian mingguan lebih dari 1 persen setelah Menteri Energi Arab Saudi meredakan harapan bahwa produsen terbesar dunia mungkin setuju bulan depan untuk membatasi produksi mereka
“Kami tidak percaya intervensi yang signifikan di pasar diperlukan selain untuk membiarkan kekuatan penawaran dan permintaan bekerja,” kata Menteri Energi Arab Saudi Khalid Al-Falih Reuters Kamis.
Anggota Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak akan bertemu di sela-sela Forum Energi Internasional, untuk kelompok produsen dan konsumen, di Aljazair dari 26-28 September.
Sumber : Liputan6
Google Duo Versi Android Diunduh 5 Juta Kali dalam Sepekan
BESTPROFIT FUTURES (29/8) - Google Duo dilaporkan baru saja mencetak rekor yang mengesankan. Aplikasi video call tersebut kini telah diunduh sebanyak 5 juta kali di perangkat Android hanya dalam waktu sepekan.
Dilansir TechnoBuffalo, Senin (29/8/2016), kabar gembira ini disampaikan langsung oleh CEO Google, Sundar Pichai lewat akun Twitter-nya @sundarpichai.
Hingga berita ini diturunkan, cuitannya telah di-retweet sebanyak 611 kali dan mengantongi 1.558 hati, ini artinya antusiasme pengguna terhadap Google Duo terbilang cukup tinggi.
Google Duo sendiri diklaim sebagai aplikasi video call dengan konsep sederhana, lewat aplikasi ini pengguna Android dan iOS dapat melakukan video call dengan lancar meski dengan koneksi yang kurang stabil.
Google mengatakan, Duo dirancang untuk memberikan kemudahan. Cukup mendaftarkan nomor telepon, pengguna pun bisa langsung menghubungi orang-orang di daftar kontak tanpa perlu membuat akun terpisah.
Tak sampai di situ, Duo hadir dengan desain yang 'ramah' dan begitu efisien. Pengguna pun dapat memanfaatkan fitur 'Knock Knock' yang membuatnya melihat penelepon sebelum dapat menjawab panggilan.
Selain itu, Google merancang Duo dengan penekanan pada privasi dan keamanan, sehingga semua panggilan di aplikasi Duo dienkripsi dari awal hingga akhir (end-to-end encrypted).
(Jek/Ysl)
Sumber : Liputan6
Dilansir TechnoBuffalo, Senin (29/8/2016), kabar gembira ini disampaikan langsung oleh CEO Google, Sundar Pichai lewat akun Twitter-nya @sundarpichai.
Hingga berita ini diturunkan, cuitannya telah di-retweet sebanyak 611 kali dan mengantongi 1.558 hati, ini artinya antusiasme pengguna terhadap Google Duo terbilang cukup tinggi.
Google Duo sendiri diklaim sebagai aplikasi video call dengan konsep sederhana, lewat aplikasi ini pengguna Android dan iOS dapat melakukan video call dengan lancar meski dengan koneksi yang kurang stabil.
Google mengatakan, Duo dirancang untuk memberikan kemudahan. Cukup mendaftarkan nomor telepon, pengguna pun bisa langsung menghubungi orang-orang di daftar kontak tanpa perlu membuat akun terpisah.
Tak sampai di situ, Duo hadir dengan desain yang 'ramah' dan begitu efisien. Pengguna pun dapat memanfaatkan fitur 'Knock Knock' yang membuatnya melihat penelepon sebelum dapat menjawab panggilan.
Selain itu, Google merancang Duo dengan penekanan pada privasi dan keamanan, sehingga semua panggilan di aplikasi Duo dienkripsi dari awal hingga akhir (end-to-end encrypted).
(Jek/Ysl)
Sumber : Liputan6
Kenaikan Suku Bunga The Fed Bayangi IHSG
BESTPROFIT FUTURES (29/8) - Gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibayangi aksi ambil untung pada perdagangan saham sepekan. Sejumlah sentimen akan membayangi pegerakan IHSG.
Kepala Riset PT MNC Securities Edwin Sebayang mengatakan, pergerakan IHSG bakal dibayangi oleh rencana Bank Sentral Amerika (AS) atau The Federal Reserve (The Fed) untuk menaikan suku bunga acuan. Beberapa data penting ekonomi AS yang keluar pada pekan ini dan diperkirakan membaik sehingga menimbulkan ekspektasi jika The Fed segera menaikan suku bunga acuan. "Data ekonomi AS jadi patokan," kata dia kepada Liputan6.com, Jakarta, Senin (29/8/2016).
Kemudian, lanjut Edwin, pelaku pasar mulai pesimistis terkait dengan keberhasilan tax amnesty. "Terus terang, pelaku pasar melihat perkembangan tax amnesty, bagaimana dengan shortfall, dan APBN," tambah dia.
Selain itu, Edwin mengatakan valuasi saham dirasa telah terlalu mahal sehingga pelaku pasar mulai menahan untuk akumulasi saham. Edwin memperkirakan, selama sepekan IHSG bergerak pada level support 5.375 dan resistance 5.490.
Untuk saham, Edwin merekomendasikan akumulasi PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL), PT AKR Corporindo Tbk (AKRA), dan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM). Kemudian, dia merekomendasikan jual saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), dan PT Kalbe Farma Tbk (KLBF).
Dalam riset PT HD Capital memperkirakan IHSG akan bergerak menguat ke level 5.500. Lantaran, IHSG pada pekan lalu bergerak mendatar.
HD Capital menerangkan pergerakan IHSG dipicu oleh perbaikan perekonomian Indonesia. "Data ekonomi yang membaik dapat memicu bullish untuk melakukan aksi pembelian cukup agresif di saham bih cap dan lapis dua untuk mendobrak IHSG di atas resistance psikologis 5.500," tulis HD Capital.
Sebagai informasi, selama sepekan kemarin (22-26 Agustus 2016) IHSG menguat 0,42 persen dari 5.416,04 menjadi 5.438,83. Sejalan dengan itu, kapitalisasi pasar di Bursa Efek Indonesia tumbuh 0,45 persen dari Rp 5.858,82 triliun menjadi Rp 5.832,30 triliun. Investor asing pun tercatat masih melakukan aksi beli sebesar Rp 39,76 miliar.
Namun, rata-rata nilai transaksi saham turun 16,02 persen dari sebelumnya Rp 8,51 triliun menjadi Rp 7,15 triliun. Rata-rata frekuensi perdagangan saham turun 5,21 persen dari 296 ribu kali menjadi 280,59 ribu kali. (Achmad Dwi A/Ahm)
Sumber : Liputan6
Kepala Riset PT MNC Securities Edwin Sebayang mengatakan, pergerakan IHSG bakal dibayangi oleh rencana Bank Sentral Amerika (AS) atau The Federal Reserve (The Fed) untuk menaikan suku bunga acuan. Beberapa data penting ekonomi AS yang keluar pada pekan ini dan diperkirakan membaik sehingga menimbulkan ekspektasi jika The Fed segera menaikan suku bunga acuan. "Data ekonomi AS jadi patokan," kata dia kepada Liputan6.com, Jakarta, Senin (29/8/2016).
Kemudian, lanjut Edwin, pelaku pasar mulai pesimistis terkait dengan keberhasilan tax amnesty. "Terus terang, pelaku pasar melihat perkembangan tax amnesty, bagaimana dengan shortfall, dan APBN," tambah dia.
Selain itu, Edwin mengatakan valuasi saham dirasa telah terlalu mahal sehingga pelaku pasar mulai menahan untuk akumulasi saham. Edwin memperkirakan, selama sepekan IHSG bergerak pada level support 5.375 dan resistance 5.490.
Untuk saham, Edwin merekomendasikan akumulasi PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL), PT AKR Corporindo Tbk (AKRA), dan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM). Kemudian, dia merekomendasikan jual saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), dan PT Kalbe Farma Tbk (KLBF).
Dalam riset PT HD Capital memperkirakan IHSG akan bergerak menguat ke level 5.500. Lantaran, IHSG pada pekan lalu bergerak mendatar.
HD Capital menerangkan pergerakan IHSG dipicu oleh perbaikan perekonomian Indonesia. "Data ekonomi yang membaik dapat memicu bullish untuk melakukan aksi pembelian cukup agresif di saham bih cap dan lapis dua untuk mendobrak IHSG di atas resistance psikologis 5.500," tulis HD Capital.
Sebagai informasi, selama sepekan kemarin (22-26 Agustus 2016) IHSG menguat 0,42 persen dari 5.416,04 menjadi 5.438,83. Sejalan dengan itu, kapitalisasi pasar di Bursa Efek Indonesia tumbuh 0,45 persen dari Rp 5.858,82 triliun menjadi Rp 5.832,30 triliun. Investor asing pun tercatat masih melakukan aksi beli sebesar Rp 39,76 miliar.
Namun, rata-rata nilai transaksi saham turun 16,02 persen dari sebelumnya Rp 8,51 triliun menjadi Rp 7,15 triliun. Rata-rata frekuensi perdagangan saham turun 5,21 persen dari 296 ribu kali menjadi 280,59 ribu kali. (Achmad Dwi A/Ahm)
Sumber : Liputan6
Thursday, 25 August 2016
Menlu AS Bahas Suriah dengan Pangeran Saudi Sebelum Bertemu Menlu Rusia
BESTPROFIT FUTURES (26/8) - Menteri
Luar Negeri Amerika John Kerry bertemu dengan Pangeran Saudi Mohammed
bin Salman di Jeddah, Kamis pagi (25/8) untuk membahas, antara lain,
operasi militer Amerika di Suriah.
Menteri
Luar Negeri Amerika John Kerry juga bertemu para diplomat dari Bahrain
dan Dewan Kerjasama Teluk untuk memberi informasi terbaru mengenai
pertemuan-pertemuan sebelumnya dengan Rusia terkait aksi militer di
Suriah.
Kerry
ingin menggalang dukungan dari negara-negara Teluk lainnya bagi rencana
mengenai Suriah menjelang pertemuannya dengan Menteri Luar Negeri Rusia
Sergei Lavrov, Jumat (26/8) di Jenewa, Swiss.
Dalam
pertemuan dengan Lavrov, kedua pihak akan berupaya mencapai kesepakatan
mengenai kerjasama militer dan berbagi informasi dalam upaya
menaklukkan militan ISIS di Suriah.
Lawatan
Kerry ke Arab Saudi berlangsung sehari setelah Turki melancarkan
ofensif di Suriah untuk menyingkirkan anggota ISIS dari kota Jarablus,
yang dikuasai kelompok jihadis itu sejak 2014. Kota itu terletak di
seberang perbatasan selatan Turki.
Syrian
Observatory for Human Rights yang berbasis di Inggris mengatakan para
anggota ISIS memberikan œperlawanan sangat kecil sebelummelarikan diri
ke desa-desa sekitar ketikadiserang Turki.
Kerry
berbicara dengan Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu dalam
pembicaraan melalui telepon Kamis pagi, sementara sedikitnya 10 tank
Turki lagi melintasi perbatasan ke Suriah untuk bergabung dengan pasukan
yang terlibat dalam serangan awal. Para sumber yang mengetahui
pembicaraan itu mengatakan kedua pejabat tersebut bertekad akan
bersama-sama melanjutkan perjuangan melawan ISIS.
Kerry
mengatakan kepada Cavusoglu bahwa pasukan Kurdi Suriah, yang juga
memerangi militan ISIS di Suriah, telah mulai mundur ke sisi timur
Sungai Eufrat. Turki menuntut agar pasukan Kurdi keluar dari kawasan
perbatasan setelah pemerintah mengirim pasukan guna menyingkirkan kubu
pertahanan ISIS.
Kementerian
Luar Negeri Rusia menyatakan keprihatinan mendalam atas operasi
tersebut, terutama karena Turki menarget pejuang milisi Kurdi.
Kementerian tersebut menyatakan bahwa Turki, dengan menarget militan
ISIS dan Kurdi Suriah, dapat semakin mengobarkan perang saudara di
Suriah, menyebabkan œmeningkatnya ketegangan antaretnis antara warga
Kurdi dan Arab.
Sumber: voaindonesia
Minyak berjangka naik, pulih dari penurunan kemarin
BESTPROFIT FUTURES (26/8) - Minyak
mentah berjangka menetap di level yang lebih tinggi hari kamis,
menyusutkan penurunan mingguan sampai hari ini menjadi sekitar 3,4%.
Minyak berjangka memenangkan kembali kerugian 2,8% yang mereka dapatkan
sehari sebelumnya setelah rilis data menunjukkan kenaikan yang lebih
besar dari perkiraan dalam stok minyak mentah AS.
WTI Oktober menguat 56
sen, atau 1,2%, untuk menetap di level $ 47,33 per barel di Nymex.
Brent Oktober di London ICE Futures menetap 62 sen, atau 1,3% lebih
tinggi di level $ 49,67 per barel.
Pedagang membeli
minyak dalam denominasi dolar "seiring AS indeks dolar tidak mendapatkan
penguatan yang signifikan dari bullish klaim pengangguran mingguan dan
pesanan barang tahan lama Juli " yang dirilis Kamis pagi, kata Darin
Newsom, analis senior DTN. Pasar juga menunggu petunjuk dari Federal
Reserve dalam symposium suku bunga pada pidato Ketua Fed Janet Yellen
Jumat di Jackson Hole, Wyoming.
Sesaat sebelum
penutupan harian di Nymex Kamis, minyak WTI dengan singkat memangkas
gain sebagai Reuters melaporkan bahwa Menteri Energi Saudi Khalid
al-Falih mengatakan kepada kantor berita dalam sebuah wawancara bahwa ia
tidak percaya kalau intervensi yang signifikan di pasar minyak
diperlukan.
Sumber: MarketWatch
Emas Berada di 1 Bulan Terendah Terkait Komentar Hawkish The Fed
BESTPROFIT FUTURES (26/8) - Emas
berjangka membukukan kerugian untuk sesi kedua pada hari Kamis,
diperdagangkan mendekati level terendah satu bulan setelah anggota
Federal Reserve memutar retorika mendukung suku bunga AS yang lebih
tinggi.
Data ekonomi AS yang
optimis juga muncul untuk mendukung kenaikan suku bunga, yang cenderung
menjadi headwind untuk aset terpatok dolar seperti emas dan mengurangi
daya tarik memiliki logam mulia yang tidak menghasilkan imbal hasil.
Emas Desember turun $
4,10, atau 0,3%, menjadi $ 1,325.60 per ons. Penetapan di sekitar level
ini akan menjadi yang terendah untuk kontrak teraktif sejak 26 Juli,
menurut data FactSet.
Emas berjangka memulai
hari lebih rendah mengikuti berita industri dan tetap rendah setelah
dua laporan ekonomi yang memberikan umpan untuk sikap hawkish The Fed.
Klaim tunjangan pengangguran mingguan turun ke 261.000, menunjukkan
bahwa lebih sedikit warga Amerika yang kehilangan pekerjaan mereka
karena mendekati akhir musim panas. Ditambah, dengan data pesanan barang
tahan lama AS yang naik 4,4% pada bulan Juli.(frk)
Sumber: MarketWatch
Saham AS ditutup melemah; Dow raih penutupan terendah dalam 3 minggu
BESTPROFIT FUTURES (26/8) - Saham
AS berakhir lebih rendah hari Kamis seiring pejabat Federal Reserve
mengisyaratkan bahwa kenaikan suku bunga dapat dilakukan lebih cepat
dari yang diharapkan investor sebelumnya.
S & P 500 melemah
0,1%, atau 3 poin, ke level 2.172, saham perawatan kesehatan menjadi
sektor berkinerja terburuk dalam indeks ini, didorong oleh penurunan
tajam Mylan NV. The Dow industrials turun 0,2%, atau 31 poin, ke level
18.449, yang merupakan level penutupan terendah sejak awal Agustus.
UnitedHealth Group Inc menjadi pemain terburuk dalam indeks blue-chip.
Indeks Nasdaq Composite kehilangan 0,1%, atau 6 poin, ke level 5.212.
Kamis pagi, Presiden
Federal Reserve Dallas Robert Kaplan mengatakan argumen untuk kenaikan
suku bunga dalam waktu yang tidak jauh meningkat. Dalam wawancara dengan
CNBC, ia juga meminta anggota parlemen untuk muncul dengan kebijakan
fiskal yang dapat meningkatkan perekonomian.
Kebijakan moneter yang
sangat longgar telah mendukung kenaikan multiyear saham dan investor
merasa khawatir bahwa suku bunga yang lebih tinggi mungkin akan
mengakibatkan penurunan di pasar saham. (sdm)
Sumber: MarketWatch
Wednesday, 24 August 2016
Wall Street Tertekan Imbas Investor Menanti Pidato Yellen
BESTPROFIT FUTURES (25/8) - Bursa Amerika Serikat (AS) melemah didorong sektor saham kesehatan dan material. Selain itu, investor juga mempertimbangkan kenaikan suku bunga bank sentral AS atau the Federal Reserve dalam beberapa bulan mendatang.
Pada penutupan perdagangan saham Rabu (Kamis pagi WIB), indeks saham Dow Jones turun 65,82 poin atau 0,35 persen ke level 18.481,48. Indeks saham S&P 500 merosot 11,46 poin atau 0,52 persen ke level 2.175,44. Indeks saham Nasdaq tergelincir 42,38 poin atau 0,81 persen ke level 5.217,70.
Sektor saham kesehatan dan material bebani bursa AS. Sektor saham kesehatan turun 1,6 persen, dan membukukan penurunan terbesar sejak 24 Juni.
Saham Mylan telah mendorong sektor saham kesehatan tertekan. Saham Mylan susut 5,4 persen menjadi US$ 43,15 seiring ada tekanan politik soal kenaikan pengobatan alergi EpiPen. Sedangkan sektor saham material turun 1,2 persen seiring kinerja Newmont Mining dan Freeport McMoran memburuk.
Pelaku pasar juga menanti pidato pimpinan bank sentral AS atau the Federal Reserve Janet Yellen di Jackson Hole, Wyoming. Pidato ini sebagai sinyal untuk mengetahui arah kebijakan moneter.
Komentar terbaru dari sejumlah pejabat the Fed yang agresif pun termasuk wakil pimpinan the Fed Stanley Fischer juga mengangkat harapan kalau the Fed akan menaikkan suku bunga pada September 2016.
"Pasar telah memegang pola dalam beberapa pekan terakhir. Pelaku pasar menunggu pidato Yellen. Tentu saja pasar mungkin akan terkejut. Pasar sedang mencari kejelasan, dan kami mungkin tidak mendapatkan kejelasan," ujar Peter Cardillo, Ekonom First Standard Financial seperti dikutip dari laman Reuters, Kamis (25/8/2016).
Berdasarkan data FedWatch CME Group, harapan kenaikan suku bunga pada September berada 18 persen, naik 12 persen dari akhir pekan lalu. Sedangkan kenaikan suku bunga pada Desember mencapai 50 persen.
Adapun volume perdagangan saham sekitar 6,09 miliar saham di bursa AS. Angka ini lebih rendah dibandingkan rata-rata harian sekitar 6,26 miliar saham selama 20 sesi terakhir. (Ahm/Ndw)
Sumber : Liputan6
Pada penutupan perdagangan saham Rabu (Kamis pagi WIB), indeks saham Dow Jones turun 65,82 poin atau 0,35 persen ke level 18.481,48. Indeks saham S&P 500 merosot 11,46 poin atau 0,52 persen ke level 2.175,44. Indeks saham Nasdaq tergelincir 42,38 poin atau 0,81 persen ke level 5.217,70.
Sektor saham kesehatan dan material bebani bursa AS. Sektor saham kesehatan turun 1,6 persen, dan membukukan penurunan terbesar sejak 24 Juni.
Saham Mylan telah mendorong sektor saham kesehatan tertekan. Saham Mylan susut 5,4 persen menjadi US$ 43,15 seiring ada tekanan politik soal kenaikan pengobatan alergi EpiPen. Sedangkan sektor saham material turun 1,2 persen seiring kinerja Newmont Mining dan Freeport McMoran memburuk.
Pelaku pasar juga menanti pidato pimpinan bank sentral AS atau the Federal Reserve Janet Yellen di Jackson Hole, Wyoming. Pidato ini sebagai sinyal untuk mengetahui arah kebijakan moneter.
Komentar terbaru dari sejumlah pejabat the Fed yang agresif pun termasuk wakil pimpinan the Fed Stanley Fischer juga mengangkat harapan kalau the Fed akan menaikkan suku bunga pada September 2016.
"Pasar telah memegang pola dalam beberapa pekan terakhir. Pelaku pasar menunggu pidato Yellen. Tentu saja pasar mungkin akan terkejut. Pasar sedang mencari kejelasan, dan kami mungkin tidak mendapatkan kejelasan," ujar Peter Cardillo, Ekonom First Standard Financial seperti dikutip dari laman Reuters, Kamis (25/8/2016).
Berdasarkan data FedWatch CME Group, harapan kenaikan suku bunga pada September berada 18 persen, naik 12 persen dari akhir pekan lalu. Sedangkan kenaikan suku bunga pada Desember mencapai 50 persen.
Adapun volume perdagangan saham sekitar 6,09 miliar saham di bursa AS. Angka ini lebih rendah dibandingkan rata-rata harian sekitar 6,26 miliar saham selama 20 sesi terakhir. (Ahm/Ndw)
Sumber : Liputan6
Pasokan Minyak Mentah AS Menguat, Minyak Turun ke Satu-Minggu Terendah
BESTPROFIT FUTURES (25/8) - Minyak
turun ke terendah satu minggu setelah laporan pemerintah menunjukkan
bahwa persediaan minyak mentah AS secara tak terduga naik pada minggu
lalu.
Pasokan
minyak mentah naik 2,5 juta barel dalam pekan yang berakhir pada 19
Agustus, menurut laporan Energy Information Administration. Survei
Bloomberg menjelang rilis data telah memperkirakan penurunan sebesar
850.000 barel. Cadangan minyak berada pada tingkat musiman tertinggi
setidaknya sejak 1986. Kementerian minyak Iran mengatakan negaranya
belum memutuskan apakah akan bergabung dalam pembicaraan resmi OPEC
bulan depan di Algiers menyusul laporan Reuters bahwa Iran telah
mengkonfirmasi kehadirannya.
Minyak
mentah memasuki bull market pada Kamis lalu, kurang dari tiga minggu
setelah jatuh ke bear market. Harga minyak mentah sebagian melonjak
terkait spekulasi bahwa diskusi informal antara anggota Organisasi
Negara-negara Pengekspor Minyak dapat menyebabkan tindakan untuk
menstabilkan pasar. Menteri Perminyakan Irak Jabbar Al-Luaibi telah
meminta perusahaan-perusahaan internasional menaikkan produksi untuk
meningkatkan pendapatan nasional.
Minyak
mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Oktober turun $
1,33, atau 2,8 persen, untuk ditutup di level $ 46,77 per barel di New
York Mercantile Exchange. Ini adalah penutupan terendah sejak 16
Agustus. Jumlah volume yang diperdagangkan adalah 3,5 persen di atas
rata-rata 100-hari.
Minyak
Brent untuk pengiriman Oktober turun 91 sen, atau 1,8 persen, ke $
49,05 per barel di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London.
Minyak mentah acuan global ditutup lebih besar $ 2,28 dari WTI.(frk)
Sumber: Bloomberg
Emas berjangka menetap di level satu bulan terendah
BESTPROFIT FUTURES (25/8) - Emas
berjangka mengalami kerugian tajam hari Rabu seiring para pedagang
mengharapkan kejelasan tentang lajur jangka pendek untuk suku bunga AS
dari pidato Ketua Federal Reserve Janet Yellen akhir pekan ini.
Emas
untuk pengiriman Desember kehilangan $ 16,40, atau 1,2%, untuk menetap
di level $ 1,329.70 per ounce. Itu merupakan penutupan terendah untuk
emas berjangka sejak 26 Juli, menurut data FactSet.
Logam
mulia dan dolar telah berganti posisi satu sama lain di tengah
pergeseran harapan tentang kebijakan suku bunga AS, terutama menjelang
pidato yang dicermati pasar di Jackson Hole, Wyoming, di mana Ketua
Federal Reserve Janet Yellen akan berbicara pada hari Jumat.
Dolar
pada sebagian besar hari menguat terhadap rival utama nya, meninggalkan
Indeks Dolar naik tipis 0,2%. Saham AS, sementara itu, tida memiliki
arah yang jelas seiring investor menunggu petunjuk dari Fed berikutnya.
Dolar
yang menguat cenderung membuat harga emas dalam mata uang ini menjadi
kurang menarik bagi investor. Suku bunga yang lebih tinggi juga dapat
membuat investor menjauh dari aset nonyielding seperti emas sehingga
menguntungkan aset alternative lain yang biasanya berkinerja ebih baik
dalam iklim kenaikan suku bunga. (Sdm)
Sumber: MarketWatch
Meredanya Selloff Dalam Produsen Obat Menyeret Turun Bursa AS
BESTPROFIT FUTURES (25/8) - Aksi
jual dalam produsen obat menyeret saham AS lebih rendah, sebuah
guncangan bagi pasar yang telah dalam pola bertahan sebelum pidato dari
Ketua Janet Yellen Federal Reserve pada hari Jumat yang dapat memberikan
petunjuk tentang kapan harus mengharapkan biaya pinjaman yang lebih
tinggi.
Indeks
S&P 500 turun 0,5 persen menjadi 2,175.64 pada pukul 16:00 sore di
New York, ke dua minggu terendah. Indeks Nasdaq Composite turun 0,8
persen, penurunan terbesar dalam tiga minggu terakhir.
Saham
perawatan kesehatan di S&P 500 mengalami penurunan terbesar dalam
dua bulan, karena Allergan Plc dan Biogen Inc. kehilangan lebih dari 2,7
persen, sementara Merck & Co. turun 1,3 persen. Saham material
jatuh terhadap penurunan harga logam, dengan penambang tembaga
Freeport-McMoRan Inc jatuh 7,4 persen, yang terbesar dalam sebulan.
Komentar
hawkish dari pejabat The Fed pekan lalu, harga saham yang tinggi dan
data yang bersemangat dikombinasikan untuk mengekang reli yang mendorong
S&P 500 menuju rekor baru dalam bulan ini di tengah pendapatan yang
lebih baik dari perkiraan. Laporan hari ini menunjukkan penjualan rumah
tangan kedua pada bulan lalu turun melebihi perkiraan dari level
tertinggi sembilan tahun. Indeks ekuitas utama menguat 19 persen sejak
mencapai 22-bulan terendah pada bulan Februari, dan diperdagangkan di
dekat valuasi tertinggi dalam lebih dari satu dekade, berdasarkan
perkiraan pendapatan.(frk)
Sumber: Bloomberg
Tuesday, 23 August 2016
Serangan Militan, Mogok, dan Banjir Turunkan Pariwisata Paris
BESTPROFIT FUTURES (24/8) - Rangkaian
serangan yang dilancarkan oleh Islam militan, aksi mogok, dan bencana
banjir menyebabkan drastisnya penurunan angka pariwisata di Paris.
Penurunan pengunjung mencapai satu juta antara Januari dan Juni dibandingkan dengan periode yang sama pada 2015.
Paris, dengan jumlah
pengunjung rata-rata 16 juta tiap tahun, menjadikannya sebagai salah
satu kota tujuan pariwisata terpopuler di dunia.
Jatuhnya jumlah
wisatawan diperkirakan menyebabkan berkurangnya pendapatan sekitar £644
juta (sekitar Rp11,2 triliun). Seorang pejabat senior menggambarkannya
sebagai 'bencana industri'.
Prancis sangat bergantung pada turisme, yang menghasilkan lebih dari 7% GDP per tahun.
Sekitar setengah juta
orang yang tinggal di daerah Ile-de-France, termasuk Paris, memiliki
pekerjaan yang terkait dengan turisme dengan pariwisata sebagai mata
pencarian 'utama'.
Industri turisme di
Prancis menurun drastis sejak kelompok bersenjata yang menamakan diri
Negara Islam (ISIS) membunuh 130 orang dalam rangkaian serangan di Paris
pada November 2015.
Data dari dinas pariwisata menunjukkan angka penurunan pemesanan hotel di daerah Ile-de-France turun 8,5% pada awal 2016.
Penurunan itu mencakup 11,5% di kalangan wisatawan mancanegara dan 4,8% untuk wisatawan lokal.
Data untuk daerah
Ile-de-France juga menunjukkan penurunan 46,2% pengunjung asal Jepang
dibandingkan dengan periode yang sama pada 2015, 35% turis Rusia, 19,6%
dari Cina, dan penurunan 5,7% pengunjung dari AS.
"Sekarang saatnya
(kita) tahu sektor turisme sedang melalui bencana industri," tutur
Kepala Dinas Pariwisata wilayah Ile-de-France, Frederic Valletoux, dalam
sebuah pernyataannya.
Valletoux meminta
investasi besar-besaran untuk menjaga mata pencaharian di sektor
pariwisata sementara meminta pemerintah dan serikat buruh diminta
bertindak untuk menyelesaikan masalah ini.
Sumber: BBC News
Minyak raih gain pada laporan Iran mungkin dukung pembekuan output
BESTPROFIT FUTURES (24/8) - Minyak
mentah berjangka menetap lebih tinggi hari Selasa setelah sebuah
laporan menunjukkan bahwa Iran telah menunjukkan kesediaannya untuk
bekerja sama dengan produsen minyak mentah utama lainnya untuk mendukung
pasar.
Harga
telah diperdagangkan lebih rendah seiring optimisme untuk membekukan
produksi berkurang dan meningkatnya ekspektasi pada kenaikan produksi
Irak dan Nigeria, tetapi laporan dari Reuters mengungkapkan
kebalikannya. Mengutip sumber di industri serta di Organisasi Negara
Pengekspor Minyak, laporan itu mengatakan Iran "mengirimkan sinyal
positif" bahwa mereka mungkin mendukung upaya bersama untuk mengangkat
pasar minyak.
Minyak
mentah Oktober West Texas Intermediate menguat 69 sen, atau 1,5%, untuk
menetap di level $ 48,10 per barel di New York Mercantile Exchange
setelah menyenryh posisi terendah di bawah $ 47. Harga telah mengalami
penurunan 3,5% pada hari Senin, setelah merasakan tujuh sesi kenaikan
berturut-turut. Oktober Brent di bursa ICE Futures London naik 80 sen,
atau 1,6%, ke level $ 49,96 per barel.
American
Petroleum Institute akan menerbitkan laporan mingguan stok minyak bumi
nya Selasa malam dan data Energy Information Administration akan
merilisnya pada Rabu pagi. Analis yang disurvei oleh S & P global
Platts memperkirakan peningkatan sebesar 200.000 barel untuk stok minyak
mentah dan penurunan 1,6 juta untuk stok bensin dalam pekan yang
berakhir pada 19 Agustus. (sdm)
Sumber: MarketWatch
Saham Hong Kong Hampir Tidak Berubah (review)
BESTPROFIT FUTURES (24/8) - Bursa
saham Hong Kong bergerak datar pada Selasa ini karena investor menunggu
petunjuk dari kebijakan moneter AS dari konferensi tahunan The Fed yang
akan datang.
Indeks Hang Seng tidak berubah di 22,998.93, sedangkan Indeks China Enterprises turun 0,2 persen, ke 9,586.99 poin.
Momentum kenaikan
pasar Hong Kong tampaknya telah kehilangan kekuatannya selama beberapa
sesi terakhir setelah indeks utama mencapai level tertingginya dalam
sembilan bulan.
Investor cemas
menunggu komentar dari Ketua Fed Janet Yellen pada hari Jumat di
pertemuan tahunan bank sentral di Jackson Hole, Wyoming.
Banyak investor masih
meragukan AS akan menaikkan suku bunganya dalam waktu dekat, sehingga
nada hawkish dari Yellen akan menantang asumsi tersebut.
Hampir semua sektor di Hong Kong jatuh pada hari Selasa, dengan IT dan saham industri memimpin penurunan.
Saham energi juga melemah terkait harga minyak yang lebih rendah.(mrv)
Sumber: Reuters
Saham AS naik tipis, akhiri hari di wilayah positif
BESTPROFIT FUTURES (24/8) - Saham
AS ditutup di wilayah positif hari Selasa, tapi tidak menyentuh level
terbaik mereka seiring kenaikan pada penjualan rumah baru AS dan laporan
data manufaktur Eropa mendukung selera membeli.
Indeks
Dow Jones Industrial Average naik 17 poin, atau 0,1%, untuk ditutup di
level 18.547, didukung oleh keuntungan di Nike Inc dan Cisco Systems
Inc. S & P 500 terangkat 4 poin, atau 0,2%, ke level 2.186,
sementara indeks komposit Nasdaq menguat 15 poin, atau 0,3%, ke level
5.260.
Meskipun
kecil, gain yang diraih berhasil membantu mendorong Nasdaq Composite
untuk sempat menyentuh level penutupan intraday tertinggi di level
5,275.74, sebelum kemudian turun lagi.
S
& P 500 juga telah berada dalam jarak mencolok dari perdagangan
tertinggi sepanjang masa. Sementara itu, Best Buy Co Inc melonjak hampir
20% untuk membukukan kenakan terbaik harian dalam 15 tahun, menurut
data FactSet.
Selain
itu, harga minyak mentah berbalik arah untuk ditutup menguat setelah
sebuah laporan pada hari Selasa menunjukkan bahwa Iran mungkin bersedia
untuk berpartisipasi dalam koordinasi pembekuan output minyak mentah.
(sdm)
Sumber: marketwatch
Monday, 22 August 2016
Wall Street Melemah Terpukul Saham Energi
BESTPROFIT FUTURES (23/8) - Bursa saham Amerika Serikat melemah pada penutupan perdagangan di awal pekan ini, terpicu penurunan harga minyak yang membebani sektor energi meski masih diimbangi penguatan saham bioteknologi.
Melansir laman Reuters, Senin (Selasa pagi waktu Jakarta), indeks Dow Jones industrial average turun 23,15 poin atau 0,12 persen menjadi 18.529,42.
Sedangkan indeks S&P 500 kehilangan 1,23 poin atau 0,06 persen menjadi 2.182,64 poin dan indeks Nasdaq Composite bertambah 6,23 poin atau 0,12 persen ke posisi 5.244,60 poin.
Adapun indeks energi S&P kehilangan 0,9 persen, menjadi kinerja terburuk dalam dua minggu. Indeks ini mencatat kinerja terburuk dari 10 sektor yang ada pada indeks S&P.
Wall Street melemah terpicu harga minyak yang turun lebih dari 3 persen, setelah menyentuh level tertinggi dalam dua bulan pekan lalu.
Penurunan harga minyak terjadi di tengah kekhawatiran tentang kenaikan ekspor bahan bakar Cina, pengiriman minyak mentah Irak dan Nigeria dan serta penambahan jumlah rig minyak di AS.
Saat ini, investor juga akan fokus kepada pidato Federal Reserve Gubernur The Fed Janet Yellen, pada pertemuan tahunan bank sentral di Jackson Hole, Wyoming pada Jumat. Pertemuan tersebut antara lain, membahas rencana kenaikan suku bunga dalam beberapa bulan mendatang.
"Ini terkait minyak dan kemudian kita memiliki sesuatu di Jackson, dan selalu ada beberapa kejutan yang keluar dari Jackson Hole," kata Jack Ablin, Kepala Investasi BMO Private Bank di Chicago.
Kemungkinan kenaikan suku bunga diperkuat komentar Wakil Ketua Fed Stanley Fischer yang menyatakan kondisi ekonomi AS seperti data laporan pekerjaan dan inflasi telah mendekati target bank sentral.
Bila saham energi susut, sementara saham Bioteknologi sebaliknya, yang terdorong langkah Pfizer yang mengakuisisi pembuat obat kanker Medivation senilai US$ 14 miliar. Saham Medivation melonjak hampir 20 persen dan menjadi pendorong terbesar indeks Nasdaq.
Sementara penurunan saham Apple yang susut 0,8 persen menjadi hambatan terbesar pada semua tiga indeks utama.
Sekitar 5,3 miliar saham berpindah tangan di bursa AS, dibandingkan dengan rata-rata harian selama 20 sesi terakhir sebesar 6,3 miliar. (Nrm/Ndw)
Sumber : Liputan6
Melansir laman Reuters, Senin (Selasa pagi waktu Jakarta), indeks Dow Jones industrial average turun 23,15 poin atau 0,12 persen menjadi 18.529,42.
Sedangkan indeks S&P 500 kehilangan 1,23 poin atau 0,06 persen menjadi 2.182,64 poin dan indeks Nasdaq Composite bertambah 6,23 poin atau 0,12 persen ke posisi 5.244,60 poin.
Adapun indeks energi S&P kehilangan 0,9 persen, menjadi kinerja terburuk dalam dua minggu. Indeks ini mencatat kinerja terburuk dari 10 sektor yang ada pada indeks S&P.
Wall Street melemah terpicu harga minyak yang turun lebih dari 3 persen, setelah menyentuh level tertinggi dalam dua bulan pekan lalu.
Penurunan harga minyak terjadi di tengah kekhawatiran tentang kenaikan ekspor bahan bakar Cina, pengiriman minyak mentah Irak dan Nigeria dan serta penambahan jumlah rig minyak di AS.
Saat ini, investor juga akan fokus kepada pidato Federal Reserve Gubernur The Fed Janet Yellen, pada pertemuan tahunan bank sentral di Jackson Hole, Wyoming pada Jumat. Pertemuan tersebut antara lain, membahas rencana kenaikan suku bunga dalam beberapa bulan mendatang.
"Ini terkait minyak dan kemudian kita memiliki sesuatu di Jackson, dan selalu ada beberapa kejutan yang keluar dari Jackson Hole," kata Jack Ablin, Kepala Investasi BMO Private Bank di Chicago.
Kemungkinan kenaikan suku bunga diperkuat komentar Wakil Ketua Fed Stanley Fischer yang menyatakan kondisi ekonomi AS seperti data laporan pekerjaan dan inflasi telah mendekati target bank sentral.
Bila saham energi susut, sementara saham Bioteknologi sebaliknya, yang terdorong langkah Pfizer yang mengakuisisi pembuat obat kanker Medivation senilai US$ 14 miliar. Saham Medivation melonjak hampir 20 persen dan menjadi pendorong terbesar indeks Nasdaq.
Sementara penurunan saham Apple yang susut 0,8 persen menjadi hambatan terbesar pada semua tiga indeks utama.
Sekitar 5,3 miliar saham berpindah tangan di bursa AS, dibandingkan dengan rata-rata harian selama 20 sesi terakhir sebesar 6,3 miliar. (Nrm/Ndw)
Sumber : Liputan6
Iran hentikan penggunaan pangkalan udaranya oleh Rusia
BESTPROFIT FUTURES (23/8) - Iran
menyatakan Rusia telah menghentikan penggunaan salah satu pangkalan
udaranya untuk membom sasaran di Suriah untuk sementara waktu .
Juru bicara
Kementerian Luar Negeri, Bahram Qasemi, mengatakan operasi "telah
berakhir untuk saat ini" dan pesawat telah "keluar" dari pangkalan.
Sebelumnya Menteri
Pertahanan, Hossein Deghan, mengecam Rusia karena menyebarkan informasi
terkait operasi pengeboman yang dilakukan paka pekan lalu, dengan
mengatakan tindakan itu untuk memperlihatkan sikap "pamer".
Teheran juga
menganggap Moskow sebagai sekutu utama Presiden Suriah, Bashar al-Assad.
Tetapi sejauh ini belum ada komentar dari Rusia terkait penghentian
penggunaan pangkalan udara Iran.
Selasa lalu (16/08)
kementerian pertahanan Rusia mengumumkan operasi pembom jarak jauh
Tupolev-22M3 dan pesawat penyerang Sukhoi-34 yang menggunakan markas
udara Shahid Nojeh di dekat kota Hamedan di Iran timur untuk melakukan
penyerangan udara terhadap "para teroris" di Suriah.
Operasi tersebut
adalah yang pertama kali dilakukan Rusia dari negara ke tiga sejak
dimulainya serangan udara terhadap lawan Assad hampir setahun lalu, dan
juga untuk pertama kalinya diluncurkan dari wilayah Iran oleh militer
asing sejak Perang Dunia Kedua.
Sumber: BBC News
Emas berjangka ditutup lebih rendah untuk sesi kedua beruntun
BESTPROFIT FUTURES (23/8) - Emas
berjangka menetap lebih rendah pada hari Senin, memperpanjang penurunan
untuk sesi kedua dengan investor bersikap hati-hati menjelang pidato
Ketua Federal Reserve Janet Yellen akhir pekan ini yang mungkin akan
memberikan sinyal mengenai kenaikan suku bunga pada awal September.
Emas untuk pengiriman Desember kehilangan $ 2,80, atau 0,2%, untuk menetap di level $ 1,343.40 per ounce hari Senin.
Sementara
itu, greenback menyentuh level tujuh minggu terendah minggu lalu tetap
berhasil membalikan sebagian dari penurunannya sehingga tetap mengirim
emas lebih rendah pasca nada hawkish tentang suku bunga dari Wakil Ketua
Fed Stanley Fischer akhir pekan kemarin.
Dolar
yang menguat membuat emas yang dihargakan dalam dolar menjadi kurang
menarik bagi pembeli di luar negeri. Selain itu, suku bunga yang lebih
tinggi dapat menumpulkan daya tarik emas, seiring ketidakmampuannya
menghasilkan bunga, sehingga menguntungkan alternatif investasi lain
yang menawarkan imbal hasil yang lebih baik. (sdm)
Sumber: MarketWatch
Saham AS akhiri hari lebih rendah terkait harga minyak
BESTPROFIT FUTURES (23/8) - Sebagian
besar saham AS ditutup lebih rendah pada hari Senin seiring minyak
berjangka mengakhiri kenaikan tujuh sesi beruntun nya dan turun tajam
untuk menetap di wilayah negatif.
Penurunan
dalam perdagangan minyak West Texas Intermediate di New York Mercantile
Exchange untuk pengiriman September membuat kontrak turun 3% ke level $
47,05 per barel. Kontrak Oktober sekarang menjadi kontrak bulan depan
WTI.
Saham
energi di S & P 500 mengikuti jejak harga minyak, jatuh sebesar
0,9% dan menderita penurunan terburuk di antara 10 sektor lainnya yang
ada di indeks S & P 500. Secara keseluruhan, indeks acuan perusahaan
besar ini mengakhiri hari sekitar satu poin lebih rendah di level
2.182, Dow Jones Industrial Average kehilangan 22 poin, atau 0,1%, untuk
menutup hari di level 18.529, sedangkan Nasdaq Composite naik tipis
0,1% lebih tinggi ke level 5.244.
Volume
perdagangan yang ringan dan keengganan untuk membuat taruhan besar
menjelang pidato Ketua Federal Reserve Janet Yellen di Jackson Hole,
Wyoming, Jumat ini membuat perdagangan di hari Senin cenderung sunyi.
Dalam berita merger, Pfizer Inc mengkonfirmasi rencana untuk membeli
perusahaan biotek Medivation Inc dalam kesepakatan senilai $ 14 miliar.
(Sdm)
Sumber: MarketWatch
Sunday, 21 August 2016
iPhone 7 Hadir dengan Fitur Fast Charging?
BESTPROFIT FUTURES (22/8) - Selama ini, untuk membuat pengisian daya iPhone menjadi lebih cepat bisa dilakukan dengan charger iPad. Sebab charger iPad memiliki output power yang lebih besar.
Sementara itu, Android kini sudah banyak yang memiliki fitur pengisian daya cepat (fast charging) bawaan pada perangkat. Banyak yang mempertanyakan, dapatkah Apple mengadopsi fitur ini untuk ponsel terbarunya, iPhone 7?
Seperti dikutip Tekno Liputan6.com dari Ubergizmo, Senin (22/8/2016), berdasarkan sebuah cuitan dari akun @The_Malignant yang dilaporkan MacRumors, kabarnya Apple akan mengadopsi fitur fast charging ke perangkat terbarunya itu.
Jika rumor yang beredar ini terbukti benar, fitur pengisian daya cepat iPhone akan menghadirkan komponen pengisian daya cepat dengan output dan input baterai 5V2A.
Dengan demikian, pengisian daya cepat milik iPhone ini akan lebih cepat dibandingkan dengan charger milik iPad.
Saat ini teknologi pengisian daya cepat memang sudah bukan hal baru. Namun jika rumor ini benar, akan menjadi yang pertama bagi Apple, sebab selama ini perusahaan belum mengadopsi teknologi tersebut. Apple memang dikenal agak lambat dalam mengadopsi teknologi-teknologi baru ke perangkatnya.
Hal ini terbukti dari berapa lama waktu yang dibutuhkan Apple saat mengadopsi RAM 2GB atau layar ponsel di atas 4 inci. Saat ponsel lain menghadirkan RAM 2GB sejak berapa tahun lalu, Apple baru menghadirkannya baru-baru ini.
Untuk diketahui, iPhone 7 kabarnya menggunakan prosesor terbaru Apple, yaitu chip A10. Di samping itu, rumor lain menyebutkan iPhone 7 akan hadir tanpa jack 3,5 mm dengan sedikit perombakan desain yakni cover belakangnya akan kehilangan garis panel.
Adapun di sektor kamera, Apple bakal menghadirkan dual camera pada versi khusus dari iPhone 7, yaitu iPhone 7 Pro.
(Tin/Isk)
Sumber : Liputan6
Sementara itu, Android kini sudah banyak yang memiliki fitur pengisian daya cepat (fast charging) bawaan pada perangkat. Banyak yang mempertanyakan, dapatkah Apple mengadopsi fitur ini untuk ponsel terbarunya, iPhone 7?
Seperti dikutip Tekno Liputan6.com dari Ubergizmo, Senin (22/8/2016), berdasarkan sebuah cuitan dari akun @The_Malignant yang dilaporkan MacRumors, kabarnya Apple akan mengadopsi fitur fast charging ke perangkat terbarunya itu.
Jika rumor yang beredar ini terbukti benar, fitur pengisian daya cepat iPhone akan menghadirkan komponen pengisian daya cepat dengan output dan input baterai 5V2A.
Dengan demikian, pengisian daya cepat milik iPhone ini akan lebih cepat dibandingkan dengan charger milik iPad.
Saat ini teknologi pengisian daya cepat memang sudah bukan hal baru. Namun jika rumor ini benar, akan menjadi yang pertama bagi Apple, sebab selama ini perusahaan belum mengadopsi teknologi tersebut. Apple memang dikenal agak lambat dalam mengadopsi teknologi-teknologi baru ke perangkatnya.
Hal ini terbukti dari berapa lama waktu yang dibutuhkan Apple saat mengadopsi RAM 2GB atau layar ponsel di atas 4 inci. Saat ponsel lain menghadirkan RAM 2GB sejak berapa tahun lalu, Apple baru menghadirkannya baru-baru ini.
Untuk diketahui, iPhone 7 kabarnya menggunakan prosesor terbaru Apple, yaitu chip A10. Di samping itu, rumor lain menyebutkan iPhone 7 akan hadir tanpa jack 3,5 mm dengan sedikit perombakan desain yakni cover belakangnya akan kehilangan garis panel.
Adapun di sektor kamera, Apple bakal menghadirkan dual camera pada versi khusus dari iPhone 7, yaitu iPhone 7 Pro.
(Tin/Isk)
Sumber : Liputan6
Saham Asia Turun Ditengah Spekukasi Kenaikan Suku Bunga AS
BESTPROFIT FUTURES (22/8) - Saham
Asia jatuh diikuti minyak mentah berjangka karena investor mengkaji
prospek untuk suku bunga yang lebih tinggi di AS, sementara saham di
Jepang naik pada spekulasi untuk berlanjutnya stimulus.
Indeks
MSCI Asia Pacific turun 0,1% menjadi 139 pada 09:07 pagi di Tokyo.
Jepang Topix naik 0,4% karena yen melemah setelah Gubernur Bank of Japan
Haruhiko Kuroda mengatakan ada "cukup kesempatan" untuk pelonggaran
lebih pada bulan September. Wakil Ketua Federal Reserve Stanley Fischer
mengisyaratkan bahwa kenaikan suku bunga 2016 masih dalam kajian,
bergema komentar hawkish dari Presiden Fed New York William Dudley pekan
lalu, menjelang pidato Janet Yellen pada akhir pekan ini di Jackson
Hole, Wyoming.
Indeks
Kospi Korea Selatan turun 0,3%. Indeks S&P / ASX 200 Australia
turun 0,%1. Indeks S&P / NZX 50 Selandia Baru naik 0,3%. Pasar saham
China dan Hong Kong belum memulai tradingnya.
Indeks
Berjangka China A50 naik 0,1% dalam perdagangan terbarunya, seperti
yang dilakukan kontrak pada indeks Hang Seng. Saham-saham Hong Kong
jatuh hari Jumat, memangkas kenaikan mingguan ketiganya. Indeks Shanghai
Composite naik 0,1% pada hari Jumat.(yds)
Sumber: Bloomberg
Irak Berupaya Tingkatkan Ekspor, Minyak Tertekan
BESTPROFIT FUTURES (22/8) - Minyak
jatuh setelah gain jangka terpanjangnya dalam empat tahun terakhir
karena Irak berupaya untuk meningkatkan ekspor di tengah bergantungnya
persediaan minyak mentah global.
Minyak
berjangka turun sebanyak 0,9% di New York setelah naik 16% selama tujuh
sesi sebelumnya di tengah spekulasi pembicaraan resmi OPEC bulan depan
yang dapat menyebabkan langkah untuk menstabilkan pasar. Irak akan
meningkatkan pengiriman minyak mentahnya sekitar 5% dalam beberapa hari
ke depan setelah kesepakatan untuk melanjutkan ekspor dari tiga ladang
minyak di Kirkuk. Pengeboran minyak AS akan menambahkan rig untuk pekan
kedelapan, ini merupakan jangka terpanjang sejak April 2014, data Baker
Hughes Inc menunjukkan.
Minyak
West Texas Intermediate untuk pengiriman September, yang berakhir
Senin, turun sebanyak 45 sen menjadi $ 48,07 per barel di New York
Mercantile Exchange dan berada di $ 48,25 pada 07:57 pagi di Hong Kong.
Kontrak naik 30 sen menjadi ditutup pada $ 48,52 pada hari Jumat untuk
gain hari ketujuh, ini merupakan jangka terpanjang sejak Juli 2012.
Minyak berjangka Oktober turun sebanyak 50 sen menjadi $ 48,61 per
barel. Total volume perdagangan sekitar 29% di atas rata-rata 100-hari.(yds)
Sumber: Bloomberg
Subscribe to:
Posts (Atom)